<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Ide &#187; Featured</title>
	<atom:link href="http://media-ide.bajingloncat.com/category/featured/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-ide.bajingloncat.com</link>
	<description>Where Indonesia's online branding, social media, and creativity is talked about</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 14:52:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Siapa di Belakang Akun Brand?</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2012/02/04/siapa-di-belakang-akun-brand/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2012/02/04/siapa-di-belakang-akun-brand/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 10:48:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4902</guid>
		<description><![CDATA[Sudah ada ratusan akun <em>brand</em> lokal di Twitter. Pasti kalian sudah penah berinteraksi dengan salah satunya. Para akun <em>brand</em> ini menulis tweetnya dengan gaya yang sesuai dengan karakteristik <em>brand</em>-nya. Ada yang serius, ada yang <em>fun</em>, ada yang terlihat formal, namun ada pula yang terasa <em>playful</em>, tergantung <em>brand</em>-nya ditargetkan untuk siapa.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2012/02/twitterakunadmin.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Sudah ada ratusan akun <em>brand</em> lokal di Twitter. Pasti kalian sudah penah berinteraksi dengan salah satunya. Para akun <em>brand</em> ini menulis tweetnya dengan gaya yang sesuai dengan karakteristik <em>brand</em>-nya. Ada yang serius, ada yang <em>fun</em>, ada yang terlihat formal, namun ada pula yang terasa <em>playful</em>, tergantung <em>brand</em>-nya ditargetkan untuk siapa.</p>
<p>Adakah yang suka bertanya-tanya, siapa sih sebenarnya yang berada di balik akun <em>brand</em> itu? Apakah satu orang admin yang setia memantau terus? Ataukah ada tim khusus yang bergantian memantau dan membalas setiap percakapan? Siapa sebenarnya di balik akun tersebut? Hihihi atau jangan-jangan malah bukan manusia&#8230;</p>
<p>Ingat nggak, kalau kita menelepon <em>customer service </em>manapun, pasti di ujung telepon sana akan langsung mengenalkan dirinya. Ia akan menyebut nama, dengan tujuan supaya pelanggan pun bisa merasa nyaman saat berbincang di telepon. Nah, pernah nggak kepikiran, kenapa di Twitter, para admin di balik akun <em>brand</em> itu tak pernah menyebutkan nama mereka ya?</p>
<p>Padahal saat awal <em>brand</em> masuk ke <em>social media</em>, <em>brand </em>katanya diminta untuk lebih humanis. Bersikap seperti orang pada umumnya. Ngobrol dengan <em>follower </em>seperti temannya sendiri. Tujuannya tentu tak beda dengan <em>customer service </em>di ujung telepon sana, supaya pelanggan atau pengguna produk <em>brand </em>bisa merasa nyaman. Lalu, kenapa hampir tidak ada akun <em>brand </em>di Twitter yang mau menyebutkan siapa individu di baliknya?</p>
<p>Hmm, mungkin tidak semua sih. Akun <a href="http://twitter.com/blitzmegaplex" target="_blank">@blitzmegaplex</a> misalnya. Di profilnya disebutkan siapa saja penanggung jawab akun tersebut. Jadi pelanggan pun tahu, dengan individu siapa yang ia hadapi. Akun ini bahkan menyebutkan ID twitter semua admin di profilnya. Akun <a href="http://twitter.com/fordindonesia" target="_blank">@fordindonesia</a> yang dikelola <em>inhouse</em> ini pun menyebutkan nama admin di baliknya (meski tidak menyebutkan ID twitternya).</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2012/02/twitterakunadmin.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4903" title="twitterakunadmin" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2012/02/twitterakunadmin.jpg" alt="" width="530" height="280" /></a></p>
<p>Dengan menyebutkan nama penanggung jawab akun tersebut, setidaknya kita tahu kita berbicara dengan siapa. Di sisi lain, admin akun <em>brand </em>pun jadi dituntunt untuk lebih bertanggung jawab menuliskan tweet. Karena sekalinya salah, maka seluruh dunia tahu siapa individu yang bertanggung jawab. Namun sebaliknya, kalau admin akun <em>brand </em>itu lalu bisa menjadi jembatan komunikator yang baik antara <em>brand </em>dan konsumen, niscaya namanya pun akan ikut melambung. Bisa jadi, nanti konsumen akan lebih senang behubungan dengan <em>brand </em>hanya kalau si admin <em>brand </em>ini yang berada di baliknya.</p>
<p>Tentu saja ini masih bisa diperdebatkan positif dan negatifnya. Ini hal masih baru di ranah <em>social media</em>. Kalau menurut Anda sendiri bagaimana? Apakah perlu <em>brand </em>menyebutkan siapa admin penanggung jawab di baliknya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2012/02/04/siapa-di-belakang-akun-brand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maunya sih Viral Video, tapi..</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2012/01/14/maunya-sih-viral-video-tapi/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2012/01/14/maunya-sih-viral-video-tapi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 01:09:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[coffin]]></category>
		<category><![CDATA[jakfm]]></category>
		<category><![CDATA[mini]]></category>
		<category><![CDATA[nokia]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4894</guid>
		<description><![CDATA[Selama seminggu kemarin ada 2 <em>brand </em>yang mencoba peruntungannya melalui penyebaran video melalui Twitter. Ide awalnya serupa, video disebar di Twitter, dengan harapan mem-viral, jadi bahan omongan, dan membangun <em>interest </em>audiens lebih lanjut. Pastinya nanti video ini akan diikuti dengan langkah lanjutan, berupa pengenalan produk <em>brand </em>secara halus melalui medium yang sama. Harapannya, audiens bisa ikut merasakan keterlibatan dengan <em>brand </em>dan ingat dengan pesan yang disampaikannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2012/01/brand-mini-getaway.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Selama seminggu kemarin ada 2 <em>brand </em>yang mencoba peruntungannya melalui penyebaran video melalui Twitter. Ide awalnya serupa, video disebar di Twitter, dengan harapan mem-viral, jadi bahan omongan, dan membangun <em>interest </em>audiens lebih lanjut. Pastinya nanti video ini akan diikuti dengan langkah lanjutan, berupa pengenalan produk <em>brand </em>secara halus melalui medium yang sama. Harapannya, audiens bisa ikut merasakan keterlibatan dengan <em>brand </em>dan ingat dengan pesan yang disampaikannya.</p>
<p>Namun itu teori. Kenyataannya, di dunia <em>social media </em>ini banyak hal tak terduga yang bisa memukul balik kampanye gerilya seperti itu. Walaupun demikian, sebenarnya kita sudah bisa memprediksi sih kampanye seperti apa yang akan menimbulkan publikasi negatif. Di Indonesia ini sudah cukup banyak contohnya.</p>
<p>Misalnya, tahun lalu seorang selebriti bernama <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/04/10/saat-selebriti-menghilang/" target="_blank">Carissa Putri dinyatakan hilang</a>. Infonya beredar di banyak info selebriti. Kalau kita cari berita tentang itu di Google, kita akan menemukan satu situs yang akan memberitahukan kapan Carissa Putri akan kembali. Meski kesan hilangnya Carissa Putri ini bernuansa negatif, setidaknya kita bisa tahu kalau ini trik promosi produk Nokia. Pada dasarnya kita toh nggak pernah menganggap serius semua berita di info gosip selebriti. Situs yang bisa kita buka pun secara tak langsung sudah membuat kita tahu kalau ini adalah situs Nokia, meski tak ada logo <em>brand </em>itu di situsnya. Tema tentang orang kehilangan memang tidak enak, namun dengan cepat kita bisa tahu kalau ini adalah trik promosi belaka, sehingga tidak membuat kita khawatir berlebihan.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/06/06/mengirim-peti-mati-demi-buzz/" target="_blank">Aksi pengiriman peti mati</a> ke sejumlah petinggi media tahun lalu juga sama buruknya. Jadi pembicaraan orang banyak sih, tapi sayangnya semuanya berbicara negatif. Simbol peti mati bukanlah simbol yang tepat untuk menyampaikan pesan komunikasi sebuah produk, apalagi kalau yang dikirimkan itu adalah peti mati berukuran anak kecil, dan diterima oleh orang yang punya anak kecil.</p>
<p>Nah, minggu lalu itu akun Twitter <a href="http://twitter.com/101Jakfm" target="_blank">@101Jakfm</a> menyebarkan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=BnnV2eNWnZs%20" target="_blank">video CCTV</a> di akun Twitternya, kalau salah satu stafnya kerampokan uang Rp. 25 juta. Berita ini terlihat serius, sehingga nggak sedikit yang meneruskannya ke akun <a href="http://twitter.com/TMCPoldaMetro%20" target="_blank">@TMCPoldaMetro</a>. Kenyataannya ini hanyalah promosi radio tersebut dalam rangka <a href="http://www.101jakfm.com/details/1003/-b-style-color-crimson-jak-hunters-b-berhasil-tangkap-buronan-jak-fm" target="_blank">ulang tahunnya yang ke-5</a>. Sebal? Jelas, karena banyak orang menganggap berita ini dengan sangat serius.</p>
<p><object width="530" height="389" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/BnnV2eNWnZs?version=3&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="530" height="389" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/BnnV2eNWnZs?version=3&amp;hl=en_US" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p>Lebih menyebalkan lagi adalah yang terjadi persis semalam. Salah satu aktivis Stand Up Comic Indonesia, <a href="http://twitter.com/ernestprakasa" target="_blank">Ernest Prakasa</a>, tiba-tiba mengirimkan serentetan tweet dengan video yang mengesankan kalau dia diculik. Banyak teman yang kenal dengannya, dan menganggap hal ini dengan sangat serius. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran teman-temannya. Apakah benar terjadi sesuatu dengannya? Berikut ini <a href="http://www.youtube.com/watch?v=gM48MS4PdEY" target="_blank">videonya</a>.</p>
<p><object width="530" height="389" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/gM48MS4PdEY?version=3&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="530" height="389" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/gM48MS4PdEY?version=3&amp;hl=en_US" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p>Meski tak lama kemudian, banyak yang berpikir kalau ini pastilah kampanye <em>brand </em>terselubung. Mana mungkin pula dengan koneksi internet <em>mobile </em>yang kacut marut di negeri ini, kita bisa mengirimkan video saat kita panik. Kalaupun kita bisa mentweet, akan lebih masuk akal kalau kita menulis tweet dengan mencantumkan geotag lokasi tweet kita. Itu jauh lebih membantu daripada mengirimkan video yang sangat minim kemungkinan keberhasilannya.</p>
<p>Teman-teman di Twitter pun mulai mengusut, dan langsung ketahuan karena Ernest mengunggah videonya ke akun YouTube yang baru dibuat 12 Januari 2012. Lebih parah lagi, ternyata video itu diunggah dengan tag “getaway,” “MINI,” dan “Countryman.” Langsung tahu dong kalau ini ternyata hanyalah aksi promosi MINI. Sialnya, ketahuannya ini bukan bagian dari rencana <em>brand</em>. Ketahuannya karena kecerobohan <em>brand</em> sendiri. Lucunya, si pengunggah video lalu menghapus <em>tag </em>ini dari YouTube.</p>
<p>Jadilah Twitter pun penuh dengan cacian, ungkapan kekesalan setelah tahu ini hanya promosi belaka. Lihat pula semua yang berkomentar di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=gM48MS4PdEY%20" target="_blank">YouTube</a>. Nggak ada komentar positif, dan lebih dari 90% menyatakan <em>dislikes</em>. Kreativitasnya di atas kertas memang keren, tapi tidak melulu yang keren di atas kertas berdampak positif saat diterapkan. Setuju sih dengan Mbak Alin yang menyatakan pendapatnya seperti ini:</p>
<blockquote class="twitter-tweet"><p>Org hilang, penculikan, pemerkosaan, penganiayaan gak boleh dijadikan topik campaign produk apapun. Gak etis!</p>
<p>&mdash; Angelina Rustandy (@dembul06) <a href="https://twitter.com/dembul06/status/157850468612177920" data-datetime="2012-01-13T15:44:19+00:00">January 13, 2012</a></p></blockquote>
<p><script src="//platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Masih banyak kok cara menarik perhatian audiens di <em>social media </em>tanpa menyinggung hal-hal di atas. Ernest pun akhirnya menghapus tweet-tweetnya. Mungkin ia menyesal? Entahlah. Semoga saja. Hal seperti ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi individu yang diminta <em>brand </em>untuk mengkomunikasikan pesannya. Pesan yang berbau negatif bisa ikut menyeret individu untuk ikut terseret negatif juga. Seperti semalam, tidak banyak yang tahu kalau ini kampanye MINI. Yang jelek malah akhirnya nama Ernest sendiri, karena ia dianggap mengunggah video yang menipu <em>follower</em>-nya. <em>Brand </em>MINI sih selamat (karena toh memang belum terekspos lebih jauh), namun nama Ernest yang akhirnya dicap jelek.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2012/01/brand-mini-getaway.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4895" title="brand mini getaway" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2012/01/brand-mini-getaway.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Semoga saja <a href="http://www.campaignbriefasia.com/2012/01/post-16.html%20" target="_blank"><em>advertising agency </em></a>yang bertanggung jawab terhadap kampanye MINI ini pun memikirkan cara untuk ikut pula mengembalikan nama baik Ernest. Entahlah bagaimana caranya. Kita tunggu saja.</p>
<p>Contoh Nokia, peti mati, JAK FM, dan MINI seharusnya bisa memberi pelajaran agar tidak ada lagi yang melakukan hal serupa di masa datang. Hindari menggunakan pesan yang berbau kriminalitas yang sukar dibedakan antara nyata atau bohongan. Jangan sampai nanti saat benar terjadi kejadian kriminal, lalu ada yang mereportasinya di <em>social media</em>, malah membuat audiensnya menjadi apatis karena menganggapnya sebagai berita bohong.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2012/01/14/maunya-sih-viral-video-tapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kala Akun Twitter Pseudonim Menghasilkan</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2012/01/05/kala-akun-twitter-anonim-menghasilkan/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2012/01/05/kala-akun-twitter-anonim-menghasilkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 01:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[dennyJA]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4882</guid>
		<description><![CDATA[Akun Twitter pseudonim menghasilkan <em>revenue</em>? Sudah terjadi di 2011. Dengan keunikan gaya katanya masing-masing, akun-akun seperti ini ternyata bisa mendapatkan banyak <em>follower</em>. Para ABG yang doyan bermain di Twitter suka sekali mem-<em>follow </em>akun seperti ini. Banyak akun pseudonim pun menjadi sukses karena kekahasannya. Ada @pepatah, @tweetramalan, @soalCINTA, dll.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2012/01/twitter-anonymous-sellout.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Akun Twitter pseudonim menghasilkan <em>revenue</em>? Sudah terjadi di 2011. Dengan keunikan gaya katanya masing-masing, akun-akun seperti ini ternyata bisa mendapatkan banyak <em>follower</em>. Para ABG yang doyan bermain di Twitter suka sekali mem-<em>follow </em>akun seperti ini. Banyak akun pseudonim pun menjadi sukses karena kekahasannya. Ada @pepatah, @tweetramalan, @soalCINTA, dll.</p>
<p>Orang mem-<em>follow </em>karena konten akun tersebut menarik. Buat orang yang kehabisan bahan mentweet, akun-akun ini menjadi salah satu cara mereka untuk berkomentar. Apalagi saat tweet mereka mendapatkan RT dari akun pseudonim tersebut. Pasti bangganya setengah mati. Dengan interaksi semacam ini, wajar jika <em>brand </em>akhirnya ikut melirik akun-akun pseudonim ini sebagai media penyampaian pesan. Bisa bersifat langsung, bisa berupa kuis, atau permainan <em>hashtag</em>. Sudah banyak pemilik akun pseudonim yang mendapatkan rejeki tambahan selama 2011 kemarin. Semakin tinggi <em>follower </em>yang mereka punya, semakin besar potensi pendapatannya.</p>
<p>Banyak teori bilang kalau jumlah <em>follower </em>itu tidak penting, tapi lebih penting interaksinya. Kenyataannya, angka <em>follower </em>itu angka seksi yang selalu menjadi tolak ukur keberhasilan akun. Wajar jika muncul akun-akun baru yang demi eksistensi berusaha mendapatkan <em>follower </em>sebesar mungkin. Caranya? Ada yang membelinya. Bahkan ada <a href="http://yukfollow.com/" target="_blank">servis lokal</a> yang menawarkan itu. Silakan deh coba sendiri.</p>
<p>Atau ada yang nggak mau pusing. Meski membutuhkan investasi lebih besar, ia lebih baik membeli akun orang lain saja. Caranya, ya dicari akun yang temanya sesuai dengan keinginannya. Transaksi dengan pemilik akun. Lalu serah terima <em>login </em>dan <em>password</em>. Setelah itu, terserah si pemilik akun akan menggunakannya untuk apa. Biasanya, hal pertama yang dilakukan adalah dengan mengganti nama akun dan bio. Ada juga loh <a href="http://www.areadahsyat.com/" target="_blank">servis lokal</a> yang menawarkan ini.</p>
<p>Kelemahan cara ini adalah, para <em>follower</em> akan bingung, kenapa tiba-tiba muncul akun asing di linimasanya. Meskipun isi tweetnya masih bertemakan sama, tetap saja hal ini terasa janggal. Pastinya akan ada ratusan, bahkan ribuan yang akan <em>unfollow</em>. Namun jumlah itu tetap saja tidak terasa signifikan kalau sebelum transaksi berlangsung, jumlah <em>follower</em>-nya<em> </em>mencapai jutaan. Anggap saja itu <em>acceptable loss</em>.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2012/01/twitter-anonymous-sellout.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4883" title="twitter anonymous sellout" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2012/01/twitter-anonymous-sellout.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Nah, ini yang terjadi ketika tanggal 2 Januari kemarin tiba-tiba akun pseudonim populer @soalCINTA berubah nama menjadi <a href="http://twitter.com/dennyja_cinta" target="_blank">@DennyJA_CINTA</a>. Entah berapa nilai transaksi yang terjadi ya, karena @soalCINTA itu kini sudah memiliki lebih dari 1 juta <em>follower</em>, dan merupakan salah satu akun pseudonim populer dan langganan bagi <em>brand </em>untuk berpromosi. Akun @soalCINTA saat ini masih punya potensi mendapatkan penghasilan yang tinggi setiap bulannya. Selain akun @DennyJA_CINTA, ia sebelumnya juga punya akun <a href="http://twitter.com/dennyja_pantun">@DennyJA_Pantun</a>.</p>
<p>Setelah membeli akun, Denny JA (<a href="http://www.dennyja.com/profile.html%20" target="_blank">cek profilnya</a>) kini mengadakan kontes di akunnya. Lumayan tuh hadiahnya. Jujur saja, agak bingung sih dengan motivasinya melakukan pembelian akun ini. Apakah di sini ia berniat investasi untuk kepentingan kampanye klien-kliennya? Sehingga saat kampanye pilkada (atau apapun), ia bisa memanfaatkan akun ini sebagai salah satu kanal promosi klien-kliennya? Meski aneh juga sih, karena karakteristik <em>follower </em>akun ini kan kebanyakan para ABG yang kemungkinan besar tak terlalu peduli dengan isu-isu politik.</p>
<p>Apakah Anda punya pemikiran lain?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2012/01/05/kala-akun-twitter-anonim-menghasilkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meraba-raba Tahun 2012</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/30/meraba-raba-tahun-2012/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/30/meraba-raba-tahun-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 23:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[infographic]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4838</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang kira-kira terjadi di ranah digital dan <em>social media </em>Indonesia ya di tahun 2012? Boleh dong kalau kita coba-coba memprediksi? Tidak akan tahu sih akan benar terjadi atau tidak, namun setidaknya kalau benar terjadi, kita bisa lebih siap menghadapinya. Yang akan diprediksi kali ini hanya 3 hal, yakni Facebook, Twitter, dan <em>mobile </em>Indonesia di tahun 2012.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-0.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Apa yang kira-kira terjadi di ranah digital dan <em>social media </em>Indonesia ya di tahun 2012? Boleh dong kalau kita coba-coba memprediksi? Tidak akan tahu sih akan benar terjadi atau tidak, namun setidaknya kalau benar terjadi, kita bisa lebih siap menghadapinya. Yang akan diprediksi kali ini hanya 3 hal, yakni Facebook, Twitter, dan <em>mobile </em>Indonesia di tahun 2012.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-0.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4839" title="2012 prediksi 0" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-0.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Masihkah pengguna internet aktif di Facebook?</strong></p>
<p>Seperti kita ketahui, Facebook menjadi situs <em>social media </em>yang mendapat kunjungan tertinggi di Indonesia. Namun kenaikan pertumbuhannya sudah tidak sepesat tahun 2010. Awal Januari 2010 tercatat ada 15,3 juta pengguna Facebook dari Indonesia. Di akhir Desember 2010 jumlahnya meningkat 200% menjadi 31,7 juta pengguna. Di bulan Desember 2011 ini jumlahnya menjadi 40,8 juta, hanya naik 30%. Kenaikan ekstrim di tahun 2010 ini bisa jadi disebabkan saat operator telekomunikasi membuka gratis biaya data untuk mengakses situs Facebook melalui mobile (sekarang 73% pengguna internet mengaksesnya via mobile).</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4840" title="2012 prediksi 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Bisa dipastikan di tahun 2012 ini kenaikannya tidak akan setinggi tahun-tahun sebelumnya. Pengguna urban yang sudah lama menjadi pengguna Facebook sudah tak seaktif dulu lagi. Isu <em>privacy </em>bisa menjadi alasan utamanya, apalagi sejak dirilisnya tampilan Facebook <em>timeline</em>, yang membuat kita dengan mudah membaca status lama teman-teman kita.</p>
<p>Aktivitas <em>brand page </em>di 2012 pun pastinya tak seheboh dulu lagi. Cara-cara menggaet <em>fans </em>dengan mengimingi dengan kontes berhadiah <em>device </em>sudah tak lagi menarik. Karena pengguna Facebook sudah tahu kalau kemungkinan besar hadiah yang direbut akan jatuh direbut oleh para pemburu kuis, yang belum tentu loyal terhadap <em>brand</em>. Seharusnya <em>brand </em>sudah mulai memikirkan proses retensi konsumen (yang loyal dan pengguna <em>brand</em>), daripada terus mengakuisisi konsumen baru (yang hanya mau ikut <em>brand </em>kalau ada hadiah).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Masih ramaikah Twitter?</strong></p>
<p>Pengguna Twitter Indonesia kini melonjak pesat memang selama 2 tahun belakangan ini, meski tak seheboh Facebook. Yang membuat Twitter sempat ramai adalah saat para selebriti membuat akunnya di sini. Spontan banyak para <em>fans </em>yang ikutan mendaftar lalu mem-<em>follow</em>-nya. Selama 2011 ini kreatifitas pengguna Twitter bermunculan, dari maraknya akun anonim, semakin banyaknya para <em>expert </em>(atau merasa dirinya <em>expert</em>) bikin kultwit, hingga fenomena <em>buzzer </em>yang mempromosikan akun <em>brand </em>di Twitter.</p>
<p>Hal-hal baru itu memang menarik karena baru. Profesi <em>buzzer </em>bermunculan. Pengguna Twitter yang punya <em>follower </em>besar dibayar <em>brand </em>untuk mengkomunikasikan secara halus pesan-pesan <em>brand </em>melalui tweetnya. Tujuannya supaya <em>follower </em>tak merasakan itu sebagai materi iklan. Namun tentu saja hal itu tak bisa berlangsung terus-menerus, karena pola komunikasi itu semakin terlihat jelas. Pastinya di masa depan, orang sudah pintar membedakan mana tweet berbayar dan mana yang tidak. Orang lebih bisa memfilter pesan apa yang ingin diterimanya, jadi belum tentu cara penyampaian pesan oleh <em>buzzer </em>kemarin akan tetap bisa efektif di masa depan.</p>
<p>Mirip dengan Facebook, di Twitter pun banyak pemburu kuis. Pada saat masa kuis berlangsung, mereka mem-<em>follow brand</em>, lalu meng-<em>unfollow</em>-nya lagi pasca kuis. <em>Brand </em>seharusnya mulai memikirkan cara untuk lebih memanfaatkan Twitter untuk sarana pelayanan konsumen, bukan sekedar promosi. Untuk produk berbau teknologi dan kesehatan, Twitter seharusnya bisa menjadi media tanya jawab atau konsultasi yang menarik. Niscaya yang mem-<em>follow </em>akunnya adalah memang yang menggunakan produknya. Lagi pula untuk apa sih punya jumlah <em>follower </em>banyak kalau sebagian besar isinya tak berkualitas?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Mobile</strong></em><strong> adalah kunci</strong></p>
<p>Berdasarkan data Digital Consumen Nielsen Indonesia, saat ini ada 78% yang memiliki ponsel yang bisa terkoneksi ke internet, dan 38%-nya adalah <em>smartphone</em>. Diprediksi pula bahwa pada pertengahan tahun 2012 nanti penetrasi <em>smartphone </em>akan mencapai 67%. Pengakses internet via <em>mobile</em> akan semakin banyak, apalagi dengan kondisi kemacetan Jakarta yang akan masih parah di tahun 2012. Semakin macet, seharusnya semakin aktif orang berinternet dengan ponsel.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4841" title="2012 prediksi 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-2.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Semakin banyaknya pengguna <em>smartphone </em>berarti semakin besar peluang mengembangkan aplikasi berbasis lokasi. Banyak hal yang bisa dielaborasi dari sini, misalnya: diskon khusus saat masuk area tertentu, atau kontes berbasis <em>checkin</em>. <em>Checkin </em>tidak melulu harus menggunakan Foursquare atau Gowalla ya (karena popularitasnya toh sudah menurun), tapi bisa dilakukan langsung melalui aplikasi <em>mobile </em>Facebook.</p>
<p>Kalau dilihat dari OS ponsel yang mengakses internet, selama tahun 2011 ini pengguna tertinggi adalah Symbian (ponsel Nokia), diikuti oleh BlackBerry. Indonesia memang pasar besar bagi BlackBerry, meski kenyataannya yang diakses aktif oleh penggunanya hanya tiga: Facebook, Twitter, dan BBM. Nggak banyak yang mengakses aplikasi lain di luar itu.</p>
<p>Berbeda dengan pengguna OS Android dan iOS. Meski jumlahnya lebih sedikit, tapi mereka suka bereksperimen menginstalasi beragam aplikasi. Peluang <em>brand </em>untuk membuat aplikasi berbasis <em>mobile </em>sebaiknya mempertimbangkan faktor ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4842" title="2012 prediksi 4" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-4.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Jangan lupakan pula pengguna <em>mobile </em>di daerah. Mereka banyak menggunakan ponsel <em>feature</em>, dan mereka mengakses Facebook. Meski sayangnya, akses Facebook via <em>mobile </em>lebih terbatas. Biasanya <em>brand </em>membuat aplikasi Facebook lalu ditanam sebagai <em>tab </em>di Facebook Page. Aplikasi semacam ini sayangnya tidak bisa dibaca oleh pengguna Facebook <em>mobile</em>, sehingga <em>brand </em>perlu memikirkan cara lain untuk berkomunikasi dengan mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain 3 hal di atas, apakah kalian punya prediksi-prediksi menarik lainnya seputar dunia <em>social media?</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/30/meraba-raba-tahun-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

