<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Ide &#187; FreSh</title>
	<atom:link href="http://media-ide.bajingloncat.com/category/fresh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-ide.bajingloncat.com</link>
	<description>Where Indonesia's online branding, social media, and creativity is talked about</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 14:52:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ngobrolin Brand, Agency, Buzzer, dan Quiz Hunter</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/27/ngobrolin-brand-agency-buzzer-dan-quiz-hunter/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/27/ngobrolin-brand-agency-buzzer-dan-quiz-hunter/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 05:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[aqua]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[competition]]></category>
		<category><![CDATA[influencer]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4706</guid>
		<description><![CDATA[Obrolan seru FreSh di perhelatan <a href="http://www.socmedfest.com " target="_blank">Social Media Festival</a> hari pertama waktu itu membahas fenomena kampanye <em>brand</em> di <em>social media</em>. Acara dibuka lebih dulu oleh Pandu Padmanegara yang bercerita tentang Facebook Groups <em>social media</em> Strategist Club, yang berisikan orang-orang dari beragam latar belakang, yang mau berbagi ilmu demi pemanfaaatan <em>social media</em> yang positif di Indonesia. Belum gabung? Silakan kunjungi <a href="http://www.facebook.com/groups/Social.Media.Strategist/" target="_blank">tautan ini</a> untuk melihat isinya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest03.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4707" title="freshsocmedfest01" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest01-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Obrolan seru FreSh di perhelatan <a href="http://www.socmedfest.com " target="_blank">Social Media Festival</a> hari pertama waktu itu membahas fenomena kampanye <em>brand</em> di <em>social media</em>. Acara dibuka lebih dulu oleh Pandu Padmanegara yang bercerita tentang Facebook Groups <em>social media</em> Strategist Club, yang berisikan orang-orang dari beragam latar belakang, yang mau berbagi ilmu demi pemanfaaatan <em>social media</em> yang positif di Indonesia. Belum gabung? Silakan kunjungi <a href="http://www.facebook.com/groups/Social.Media.Strategist/" target="_blank">tautan ini</a> untuk melihat isinya.</p>
<p>Selanjutnya ngobrol-ngobrol FreSh pun dimulai. Yang hadir kala itu: Joshua Gunawan (@joshuagunawan) dari Aqua Danone, Alderina (@alderina) yang sering berurusan dengan proyek <em>social media</em> di tempat kerjanya, Muhadkly Acho (@muhadkly) yang menanjak popularitasnya di Twitter, dan Henda Eka Putra (@hendraekaputr4) yang sering ikut kontes di Twitter dan Facebook dan sering menang.</p>
<p>Joshua sempat cerita kalau kampanye di <em>social media</em> memang dibutuhkan kalau <em>brand</em> ingin ngobrol dengan konsumennya. Kala <em>brand</em> ingin berinteraksi langsung dengan konsumennya. Untuk itu <em>brand</em> harus bisa menyajikan dirinya melalui sebuah personifikasi di akun <em>social media</em>.</p>
<p>Joshua berkata kalau objektif kampanye hanya untuk eksposur, sebenarnya promosi <em>brand</em> di televisi, radio, majalah, dan media konvensional lain sudah cukup. Jelas terbukti karena penetrasinya yang nasional. Hanya saja, <em>social media</em> membawa sesuatu yang berbeda dibandingkan media-media tersebut. <em>Social media</em> itu dua arah sehingga <em>brand</em> bisa bertanya dan mendapat masukan langsung dari konsumennya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest02.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4708" title="freshsocmedfest02" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest02-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Alderina menambahkan tanpa <em>brand</em> masuk di <em>social media</em>, <em>brand</em>-pun akan tetap dibicarakan. Kalau yang dibahas di ranah daring itu positif sih tidak masalah, namun kalau negatif? Salah satu alasan kenapa <em>brand</em> perlu hadir di <em>social media</em> adalah agar bisa menyeimbangkan komentar-komentar negatif itu dengan pengetahuan dan manfaat positif yang memang sejatinya bisa diberikan oleh <em>brand</em>.</p>
<p>Alderina juga berbagi cerita tentang profesi baru yang kini ia geluti. Kala kuliah dulu tidak ada yang terbayang kalau akan ada profesi baru di dunia ini dimana ia bisa menggunakan Twitter dan Facebook sebebas mungkin (karena memang menjadi tuntutan pekerjaan). Kenyataannya memang usia <em>social media</em> masih muda. Semua individu yang terlibat di dalamnya selalu masih harus terus belajar dan mencoba berkeksperimen langsung. Tidak ada hal yang salah dan benar. Kesempatan baru masih terus terbuka, dan semua orang masih bisa ikut belajar dan mencoba memanfaatkannya.</p>
<p>Hal serupa diceritakan oleh Acho. Ia belajar melalui tweet apa yang sebaiknya ia sampaikan kepada <em>follower</em>-nya. Kekuatan tweet adalah di kontennya. Acho memilih jalur humor dalam penyampaian tweetnya, karena ia melihat konten itulah yang dibutuhkan pengguna Twitter. Orang sudah pusing menghadapi kehidupan sehari-hari. Untuk banyak orang, Twitter menjadi alternatif konten hiburan. Terhadap merekalah, Acho menyampaikan pesan-pesan dalam tweetnya.</p>
<p>Konten tweet yang menarik lebih akan terasa maksimal kalau dikirimkan pada waktu yang tepat. Acho misalnya, jarang menulis tweet pada jam kerja. Biasanya ia mulai aktif saat makan siang dan saat masa pulang kantor. Seperti televisi, Twitter punya &#8220;<em>prime time</em>&#8220;-nya sendiri. Pastikan tweet kita tersampaikan pada masa banyak <em>follower </em>kita menyimaknya, supaya interaksi yang muncul pun bisa maksimal.</p>
<p>Putra, sebagai salah satu dari komunitas pemburu kuis ikut berbagi cerita. Ia sudah berpuluh-puluh kali mendapat hadiah dari kontes yang diadakan di Twitter dan Facebook. Entah sudah berapa banyak <em>gadget</em>vdan <em>voucher</em> yang ia terima. Ia bahkan pernah mendapatkan hadiah kesempatan berjalan-jalan pula bersama dengan keluarganya. Semua itu ia dapatkan karena ia intens dan bekerja sama dengan komunitasnya. Bahkan, mereka punya BBM groups tempat mereka berbagi informasi tentang kuis dan strategi untuk memenangkan kuis tersebut.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest03.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4709" title="freshsocmedfest03" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest03-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Putra juga memberi masukan kepada <em>brand</em> dan admin yang memegang akunnya di <em>social media</em>. Ia juga adalah konsumen <em>brand</em>. Sebagai konsumen yang ia pegang adalah janji langsung dari produsen. Dalam konteksnya di <em>social media</em>, yang ia pegang adalah janji yang diberikan oleh akun <em>brand</em>, termasuk salah satunya adalah kejelasan proses pelaksanaan kontes.</p>
<p>Acho juga menceritakan pengalamannya menjadi seorang <em>buzzer</em>. Ia harus mengolah pesan yang disampaikan oleh <em>brand</em> dan <em>agency</em>-nya dan menuturkannya dalam bahasa yang ia biasa gunakan. Terkadang memang tidak semua kampanye <em>brand</em> memiliki karakteristik yang sesuai dengan Acho. Misalnya, ia pernah diminta untuk membantu <em>buzz</em> yang mengandung pesan kesehatan, padahal Acho sendiri adalah perokok. Namun akhirnya dicapai kesepakatan kalau fungsi <em>buzzer</em> yang Acho lakukan hanyalah untuk mempromosikan situs (dan bukan pesan kesehatan). Kata Acho, buzz itu bisa dilakukan untuk 2 tujuan: menyampaikan pesan <em>brand</em> dan/atau sekedar untuk membantu meningkatkan <em>traffic</em> ke situs <em>brand</em>.</p>
<p>Joshua juga bercerita bahwa <em>buzzer</em> itu hanya sebagian kegiatan kampanye saja. Tidak melulu dibutuhkan <em>buzzer</em> dalam kampanye <em>social media</em>, karena ujung-ujungnya kembali pada objektif kampanye itu sendiri. Bisa saja promosi melalui <em>banner</em> di portal-portal lebih efektif dibanding menggunakan <em>buzzer</em> kalau memang objektifnya adalah mengejar <em>leads </em>untuk datang mengunjungi <em>website</em>.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest04.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4710" title="freshsocmedfest04" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest04-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Acara ngobrol-ngobrol FreSh ini berlangsung selama satu jam, sebelum akhirnya FreSh lanjut ke sesi berikutnya, yakni presentasi dari Angkie Yudistia (@angkieyudistia). Angkie pernah menjadi salah satu finalis abang none Jakarta yang kini sedang berkampanye membangun kesadaran agar masyarakat tidak gampang mengejek-ejek fisik seseorang, misalnya: menyebut seseoang itu autis, cacat mental, dsb. Angkie sendiri sejak kecil mengalami gangguan pendengaran. Di sesi ini, Angkie mengundang beberapa audiens untuk ikut dalam sebuah simulasi, agar mereka ikut merasakan bagaimana menjadi seorang difabel.</p>
<p>Perhelatan FreSh ini pun berakhir pukul 21:00 dan ditutup dengan foto bersama. Terima kasih untuk partisipan yang sudah hadir, serta seluruh panitia Social Media Festival yang membuat acara FreSh bulan ini menjadi lebih meriah.</p>
<p>Foto lebih banyak bisa dilihat di <a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=oa.251027081606549&amp;type=1" target="_blank">tautan ini</a>.</p>
<p>Artikel ini sebelumnya sudah pernah dipublikasikan di <a href="http://www.freshyourmind.com/2011/09/fresh-fenomena-brand-di-social-media/" target="_blank">blog FreSh</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/27/ngobrolin-brand-agency-buzzer-dan-quiz-hunter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Media Day</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/07/01/social-media-day/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/07/01/social-media-day/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 14:53:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[koprol]]></category>
		<category><![CDATA[langsat]]></category>
		<category><![CDATA[mashable]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=3489</guid>
		<description><![CDATA[Karena memang belum pernah ada hari <em>social media</em>, maka sekonyong-konyong entah bagaimana ceritanya, <a href="http://mashable.com/2010/06/30/happy-social-media-day/" target="_blank">Mashable</a> mengajak pencinta <em>social media</em> untuk <a href="http://meetup.com/mashable" target="_blank">merayakannya</a> pada tanggal 30 Juni. Para warga digital tentunya nggak lepas dari <em>social media</em> dalam kehidupan sehari-harinya. Nggak lepas dari notebook, netbook, <em>smart phone</em>, hingga hape cupu, demi berkoneksi sosial dengan teman-teman virtualnya di Twitter, Facebook, Kaskus, dll. <em>social media</em> sudah menemani perjalanan setiap detik hidup kita, di rumah, kantor, bus, mobil, hingga di kamar mandi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2010/07/smday06.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Karena memang belum pernah ada hari <em>social media</em>, maka sekonyong-konyong entah bagaimana ceritanya, <a href="http://mashable.com/2010/06/30/happy-social-media-day/" target="_blank">Mashable</a> mengajak pencinta <em>social media</em> untuk <a href="http://meetup.com/mashable" target="_blank">merayakannya</a> pada tanggal 30 Juni. Para warga digital tentunya nggak lepas dari <em>social media</em> dalam kehidupan sehari-harinya. Nggak lepas dari notebook, netbook, <em>smart phone</em>, hingga hape cupu, demi berkoneksi sosial dengan teman-teman virtualnya di Twitter, Facebook, Kaskus, dll. <em>social media</em> sudah menemani perjalanan setiap detik hidup kita, di rumah, kantor, bus, mobil, hingga di kamar mandi.</p>
<p>Ada banyak kota di banyak negara yang ikut menyelenggarakan pertemuan-pertemuan kecil dan besar demi perayaan ini. Terlepas dari ajakan Mashable, beberapa teman di Jakarta (yang tergabung dalam <a href="http://www.freshyourmind.com" target="_blank">FreSh</a>, hihi termasuk yang menulis blog ini) ingin menjadikan tanggal ini sebagai momen besar di Indonesia. Bisa dikatakan warga negeri kita ini kan pecandu <em>social media</em>. Kalau nggak, mana mungkin 5 terbesar warga Facebook adalah warga Indonesia. Mana mungkin pula Indonesia adalah negara Asia dengan pengguna Twitter tertinggi, dengan mayoritas penggunanya berasal dari Jakarta. Lalu mana mungkin pula juragan Craiglist sampai mengakui solid dan besarnya komunitas forum Kaskus.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/smday01.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3490" title="smday01" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/smday01.jpg" alt="" width="530" height="355" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/smday02.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3491" title="smday02" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/smday02.jpg" alt="" width="530" height="355" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/smday03.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3492" title="smday03" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/smday03.jpg" alt="" width="530" height="355" /></a></p>
<p>Jadi pada tanggal 28 Juni kemarin, ujuk-ujuk bertemulah beberapa orang FreSh, juragan Kaskus <a href="http://twitter.com/dwirianto" target="_blank">Danny Wirianto</a>, dan juragan Langsat, <a href="http://twitter.com/didinugrahadi" target="_blank">Didi Nugrahadi</a> untuk membahas ini. Pertemuan yang cepat ini langsung berujung pada berlangsungnya perhelatan besar di <a href="http://twitter.com/mezzaluna" target="_blank">Mezzaluna Cafe</a> tadi malam 30 Juni 2010. Demi acara ini, perencanaan FreSh untuk menggelar topik berbagi rutin bulanannya diubah. Kalau biasanya kita fokus pada presentasi dan diskusi, di perhelatan <em>social media day</em> ini, lebih difokuskan pada sosialisasi, berjejaring, dan hiburan. Seperti hakikatnya <em>social media</em> adalah untuk bergaul, maka di perhelatan ini pergaulanlah yang lebih diutamakan.</p>
<p>Dengan perencanaan â€œseadanyaâ€ dan didukung oleh sponsor â€œseketemunyaâ€ serta modal <em>word of mouth</em> di Twitter, Facebook, dan Kaskus, tanpa terduga acara yang direncakan kilat ini bisa mendatangkan lebih dari 300 orang pecinta <em>social media</em>. Hehe, padahal mereka yang datang saja belum tahu detil acaranya seperti apa, namun (mungkin) karena kelekatan diri antara sesama warga digital, mereka pun datang dan memenuhi ruangan acara.</p>
<p>Agar nggak lepas banget dengan kekhasan FreSh dalam berbagi, setelah hiburan musik awal dari <a href="http://twitter.com/mikes_jkt" target="_blank">Mike&#8217;s</a>, blogger merangkap MC dadakan <a href="http://simplychi.wordpress.com" target="_blank">Chichi</a> dan <a href="http://www.benablog.com" target="_blank">Benazio</a> mengundang beberapa orang untuk ngobrol singkat di depan panggung. <a href="http://twitter.com/ramyaprajna" target="_blank">Ramya</a> membuka acara dengan pemutaran video dari Pete Cashmore, juragan Mashable.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="530" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/Zdy13StgEAQ&amp;color1=0x3a3a3a&amp;color2=0x999999&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="530" height="385" src="http://www.youtube.com/v/Zdy13StgEAQ&amp;color1=0x3a3a3a&amp;color2=0x999999&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Selanjutnya ada <a href="http://enda.goblogmedia.com" target="_blank">Enda</a> yang bercerita tentang melacak percakapan di dunia maya, <a href="http://twitter.com/redmomo1" target="_blank">Herman</a> yang bercerita tentang <a href="http://www.sparxup.com" target="_blank">Sparx Up Award</a> (untuk para startup lokal), <a href="http://radityadika.com" target="_blank">Raditya Dika</a> yang bercerita tentang blog yang mengangkatnya menjadi seorang selebriti, <a href="http://twitter.com/adez3d" target="_blank">Adez</a> yang bercerita tentang kumpul-kumpul komunitas melalui kopi darat, dan <a href="http://twitter.com/aulia" target="_blank">Aulia</a> yang berbagi cerita tentang pengguna Twitter di Indonesia. Kejutan tambahan adalah saat <a href="http://twitter.com/saykoji" target="_blank">Igor Saykoji</a> datang, yang langsung ditodong berbagi cerita dan manggung.</p>
<p>Acara di Jakarta ini memang sungguh meriah (hihi setidaknya kalau dibandingkan dengan seorang teman blogger di Manila yang katanya gagal mengadakan perayaan bersama). Bukti bahwa warga digital itu pecinta kopdar sungguh terbukti. Banyak yang menjadikan perhelatan ini sebagai ajang kopdar komunitas, seperti Kopdar Jakarta, Id-Foursquare, Kaskus, Koprol, dan banyak pihak dari teman-teman <em>digital agency</em>. Liputan langsung acara ini bisa disimak di tagar <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23smday" target="_blank">#smday</a> (tagar global dunia) dan <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23smdayjkt" target="_blank">#smdayjkt</a> (tagar lokal Jakarta).</p>
<p>Mudah-mudahan tahun depan, acara serupa dengan perencanaan lebih matang, bisa terlaksana lebih meriah (memang kemarin kurang meriah apa ya?) dan lebih banyak hadiah pintu (memang kemarin kurang banyak apa ya hadiah pintunya?). Terima kasih kepada rekan-rekan FreSh, Kaskus, Langsat, sponsor Acer, XL, donatur hadiah Blogdetik dan Invictus, dan terima kasih kepada penyedia tempat Mezzaluna,  serta Mike&#8217;s dan Saykoji yang merelakan waktunya untuk sukarela manggung di acara.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/smday04.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3493" title="smday04" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/smday04.jpg" alt="" width="530" height="355" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/smday05.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3494" title="smday05" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/smday05.jpg" alt="" width="530" height="355" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/smday06.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3495" title="smday06" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/smday06.jpg" alt="" width="530" height="355" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/07/01/social-media-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengembangkan Komunitas Daring</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/20/mengembangkan-komunitas-daring/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/20/mengembangkan-komunitas-daring/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 16:30:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[forum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2902</guid>
		<description><![CDATA[Ini diangkat dari topik diskusi RoTI FreSh (<em>Return of Tuker Ilmu Freedom of Sharing</em>) Semarang yang mengadakan perhelatan pertamanya di tanggal 1<a href="http://rotifresh.net/2009/10/rotifresh-oct09-the-power-of-online-community/" target="_blank">3 Oktober 2009 kemarin</a>. RoTI FreSh merupakan anak pertama <a href="http://www.freshyourmind.com/" target="_blank">FreSh</a>, yang diinisiasi sendiri oleh teman-teman di Semarang. Mereka merasakan kebutuhan untuk berkumpul setiap bulannya dan berbagi pengalaman antara para pelaku daring di kota itu. Mudah-mudahan RoTI FreSh bisa menjadi wadah yang pas untuk itu. Hihihi, apalagi kini mereka bisa langsung mendapat sponsor dari Telkom Semarang untuk penyelenggaraannya setahun penuh.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/10/rotifresh-community.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/rotifresh-community.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/rotifresh-community-300x200.jpg" alt="rotifresh-community" title="rotifresh-community" width="300" class="alignleft size-medium wp-image-2903" /></a>Ini diangkat dari topik diskusi RoTI FreSh (<em>Return of Tuker Ilmu Freedom of Sharing</em>) Semarang yang mengadakan perhelatan pertamanya di tanggal 1<a href="http://rotifresh.net/2009/10/rotifresh-oct09-the-power-of-online-community/" target="_blank">3 Oktober 2009 kemarin</a>. RoTI FreSh merupakan anak pertama <a href="http://www.freshyourmind.com/" target="_blank">FreSh</a>, yang diinisiasi sendiri oleh teman-teman di Semarang. Mereka merasakan kebutuhan untuk berkumpul setiap bulannya dan berbagi pengalaman antara para pelaku daring di kota itu. Mudah-mudahan RoTI FreSh bisa menjadi wadah yang pas untuk itu. Hihihi, apalagi kini mereka bisa langsung mendapat sponsor dari Telkom Semarang untuk penyelenggaraannya setahun penuh.</p>
<p>Nah kembali ke topik di atas. Dari hasil pertemuan RoTI FreSh, ada beberapa masukan baru dari perwakilan beberapa komunitas yang datang di acara itu, seperti <a href="http://bengawan.org/" target="_blank">Bengawan Solo</a>, <a href="http://komunitascahsemarang.blogspot.com/" target="_blank">Komunitas Cah Semarang</a>, <a href="http://nasikucing.com/" target="_blank">Nasi Kucing</a>, dan <a href="http://indoflyer.net/" target="_blank">Indoflyer</a>. Yang paling banyak bercerita adalah <a href="http://ple-q.com/" target="_blank">Yogie</a> yang membangun komunitas blogger <a href="http://loenpia.net/" target="_blank">Loenpia</a> sejak 4 <del datetime="2009-10-21T00:31:44+00:00">3</del> tahun lalu. </p>
<p><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=powerofonlinecommunity-091019091302-phpapp02&#038;stripped_title=power-of-online-community" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=powerofonlinecommunity-091019091302-phpapp02&#038;stripped_title=power-of-online-community" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object></p>
<p>Beberapa kesimpulan menarik yang bisa menjadi tips dalam mengembangkan komunitas daring antara lain:</p>
<ul>
<li>Komunitas itu seperti sebuah keluarga. Saat kita memperlakukan anggota seperti anggota keluarga kita sendiri, kedekatan personal di dalam komunitas akan semakin erat.</li>
<li>Komunitas dibangun atas dasar kesamaan minat atau latar belakang. Di ranah daring hal ini bisa muncul dari bentuk milis, kelompok blogger, hingga kesamaan hobi yang menyatukan mereka di sebuah situs.</li>
<li>Untuk membangun komunitas, mulailah dengan memberi terlebih dahulu. Para inisiator komunitas memang harus berjuang untuk â€œberkorbanâ€ memberikan sesuatu terlebih dahulu. Komunitas Loenpia memulainya dengan membuat blog, milis, dan merangkul pelan-pelan teman-teman blogger yang bertebaran di Semarang.</li>
<li>Membentuk komunitas di sebuah situs pun harus dimulai dengan â€œpengorbanan.â€ Pengelola harus lebih banyak membangun konten di awal, untuk memancing jumlah anggota, yang akhirnya akan memicu munculnya lebih banyak konten lagi yang dibuat oleh anggota baru. Saat konten-konten yang baru dibuat ini sesuai dengan kebanyakan profil anggota situs tersebut, komunitas itu pun mulai terbentuk dengan sendirinya. </li>
<li>Komunitas daring tidak cukup hanya berkumpul di ranah maya. Bentuk ikatan emosional akan lebih kuat muncul saat kopdar, dari sekedar mengobrol kumpul-kumpul, hingga melakukan aksi kegiatan nyata bersama-sama.</li>
<li>Melalui komunitas, seseorang bisa membangun reputasinya. Namun kalau salah-salah kata (dan tidak diperbaiki), bukan tidak mungkin reputasinya pun akan hancur. Maka dari itu, para pemilik <em>brand</em> pun harus berhati-hati memasuki area ini.</li>
<li>Seseorang bisa memanfaatkan komunitas untuk kepentingan bisnisnya, namun tentu tidak semata-mata begitu saja. Orang tersebut sebaiknya sudah akrab di lingkungan komunitas tersebut, sehingga suatu saat ketika ia menawarkan sebuah produk melalui komunitas itu, teman-temannya pun tidak merasa keberatan.</li>
<li>Namun yang lebih penting dalam membangun komunitas adalah pemenuhan kebutuhan anggotanya. Anggota diajak untuk ikut lebih banyak berkontribusi sehingga bisa merasakan eksistensinya di komunitas itu.</li>
<li>Kesalahan paling dasar dalam membangun komunitas adalah beranggapan kalau itu semua bisa dibangun dengan cepat. Membuat situs forum atau blog memang mudah. Yang susah adalah membangun keanggotaan yang bisa peduli terhadap keberadaan situs tersebut.</li>
</ul>
<p>Kredit foto: <a href="http://rotifresh.net/2009/10/rotifresh-oct09-the-power-of-online-community/" target="_blank">RoTI FreSh</a>.</p>
<p>Sedikit pesan sponsor: klik <em><a href="http://www.bubu.com/pb2009/f_vote" target="_blank">banner</a></em> di bawah ini untuk memilih blog Media Ide sebagai Blog Komputer dan Teknologi Terbaik di Pesta Blogger 2009 ya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/20/mengembangkan-komunitas-daring/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FreSh: Menjadi Seorang Teknopreneur</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/02/02/fresh-menjadi-seorang-teknopreneur/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/02/02/fresh-menjadi-seorang-teknopreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 12:41:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[local game]]></category>
		<category><![CDATA[technopreneur]]></category>
		<category><![CDATA[wordcamp]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2243</guid>
		<description><![CDATA[Di hari Kamis, 1 Februari 2009 kemarin, FreSh kembali menyelenggarakan perhelatan kumpul-kumpul bulanan. Temanya tentang teknopreneur, yang bisa diartikan sebagai pengusaha yang membangun bisnisnya dengan pemanfaatan teknologi (dan tidak hanya terbatas pada internet). Dalam kesempatan ini FreSh berharap teman-teman teknopreneur lokal bisa berbagi. FreSh juga berbagi cerita tentang <a href="http://ma.tt">Matt Mullenweg</a>, pendiri Wordpress, untuk mereka yang tidak sempat hadir pada acara Wordcamp. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/02/fresh6-00.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Di hari Kamis, 1 Februari 2009 kemarin, FreSh kembali menyelenggarakan perhelatan kumpul-kumpul bulanan. Temanya tentang teknopreneur, yang bisa diartikan sebagai pengusaha yang membangun bisnisnya dengan pemanfaatan teknologi (dan tidak hanya terbatas pada internet). Dalam kesempatan ini FreSh berharap teman-teman teknopreneur lokal bisa berbagi. FreSh juga berbagi cerita tentang <a href="http://ma.tt" target="_blank">Matt Mullenweg</a>, pendiri WordPress, untuk mereka yang tidak sempat hadir pada acara Wordcamp. </p>
<p>Lokasi perhelatan pada awalnya hendak diselenggarakan dengan meminjam ruang <a href="http://www.indopacedelman.com" target="_blank">IndoPacific Edelman</a>. Namun, karena membludaknya pendaftar (hingga mencapai 130 pendaftar pada hari H), lokasi pun akhirnya dipindahkan ke Es Teler 77 Resto, yang berada di sebelah kantor IndoPacific Edelman. Dari 130 pendaftar, yang akhirnya datang mencapai 70 orang, jumlah terbanyak dari yang pernah datang ke perhelatan FreSh sebelumnya.</p>
<p>Presentasi pertama dibawakan oleh Bullit Sesariza, yang membuat serangkaian <em>game</em> aktivasi untuk keperluan <em>event</em>. Bullit bercerita kalau tidak semua anak di pelosok punya akses internet. Hiburan mereka untuk bermain biasanya hanya saat karnaval di malam hari yang sifatnya temporer. Bullit dengan <em>game</em>-nya ingin agar semua anak bisa bermain <em>game</em>, tentunya <em>game</em> yang bersifat positif.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/02/fresh6-01.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/02/fresh6-01.jpg" alt="" title="fresh6-01" width="460" height="306" class="alignnone size-full wp-image-2247" /></a></p>
<p>Bullit bercerita tentang karakter pemain <em>game</em>. Kalau anak kecil lebih suka bermain sendiri, dan tenggelam (<em>immerse</em>) dalam permainannya, sementara kalau remaja lebih suka bermain bersama-sama. Terkadang <em>game</em> pun harus pula menarik untuk orang tua mereka, yang kerap menanyakan sisi <em>value</em> dari <em>game</em> tersebut.</p>
<p>Untuk <em>game</em>-nya sendiri, tentu harus fun, baik bagi pemain maupun audiensnya. Audiens harus ikut terhibur melihat aksi para pemain <em>game</em>, seperti contoh <em>game Avatar Your Voice</em> yang pernah dibuat untuk Soundrenaline. <em>Game</em> juga harus intuitif dimana pemain langsung paham apa yang harus ia lakukan saat mulai bermain. Sebagai contohnya, <em>game</em> yang pernah dibuat Bullit dengan pemanfaatan sepeda statis, bola, motor, dimana pemain langsung paham apa yang harus ia lakukan dengan alat tersebut.</p>
<p><em>Game</em> yang dibuat harus punya <em>value</em> positif, dengan memasukkan unsur edukasi, misalnya menghitung, mengumpulkan makanan sehat, dll. Tujuannya, agar orang tua pun tidak was-was anaknya bermain <em>game</em> tersebut. Sumber pendapatan dari <em>game</em> ini didapat melalui kerja sama dengan sponsor yang memungkinkan mereka melakukan <em>branding</em> di dalam <em>game</em>-nya. Kemasan <em>game</em> harus dipertimbangkan pula agar bisa dirakit ulang dan mudah dipaketkan untuk keliling daerah. </p>
<p>Materi slide Bullit menyusul, sampai beliau sempat mengunggahnya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/02/fresh6-02.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/02/fresh6-02.jpg" alt="" title="fresh6-02" width="460" height="306" class="alignnone size-full wp-image-2248" /></a></p>
<p>Selanjutnya, presentasi oleh <a href="http://yorissebastian.com/">Yoris Sebastian</a>  diawali dengan sedikit pengenalan kapan kita memakai otak kiri dan otak kanan. Kiri identik dengan serius, kanan identik dengan <em>playful</em>. Yoris juga bercerita pentingnya berkolaborasi antara pihak-pihak yang punya kecenderungan otak kanan/otak kiri berbeda dalam menjadi seorang teknopreneur. </p>
<p>Yoris selanjutnya bercerita tentang <em>crowd sourcing</em>, mengingatkan agar persaingan antara banyak orang dalam mendapatkan proyek desain, misalnya, harus tetap menjaga level harga pula. Jangan sampai malah banting-bantingan harga, sehingga desain menjadi seperti produk komoditi.</p>
<p><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=ys-fresh-290109-technopreneur-for-slideshare-1233633709516748-1&#038;stripped_title=technopreneur-fresh" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=ys-fresh-290109-technopreneur-for-slideshare-1233633709516748-1&#038;stripped_title=technopreneur-fresh" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object></p>
<p>Presentasi ketiga oleh <a href="http://kun.co.ro">Kuncoro </a>yang membahas tentang <em>service delivery platform</em>. Kuncoro bercerita tentang <em>next generation network</em> (NGN). Ia juga bercerita tentang bagaimana komunitas Indigo yang dibangun oleh Telkom secara perlahan akan mengadaptasi model NGN. Harapannya, agar komunitas yang terbangun bisa saling melengkapi dan menjadi kekuatan ekonomi.</p>
<p><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=sdp-fresh-v2-1233536416233578-1&#038;stripped_title=service-delivery-platform" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=sdp-fresh-v2-1233536416233578-1&#038;stripped_title=service-delivery-platform" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object></p>
<p>Terakhir, sesuai janji, melalui FreSh ini, kita menceritakan kembali apa yang disampaikan oleh Matt Mullenweg pada saat Wordcamp. Materi presentasi disajikan oleh <a href="http://ayongeblog.com" target="_blank">Ilman Akbar</a> yang membahas poin-poin penting dari materi Matt di Wordcamp. Matt juga menyampaikan tips-tips pengembangan diri menjadi seorang teknopreneur yang baik.</p>
<p><embed allowfullscreen="true" src="http://www.beoscope.com/embed/player.swf?stream=119091120077087147145102107294051157124059101090209123175134051269282136233153046073188073242049243194238295087046299147047053049094068254263239222050053047195248196134062249060218276092164150144202132160119106229&#038;video_id=119210116102343107105336108108351105113317122110241105109306104114291111107340118100359399103180114108232299113386112114213119397391118106308113115260116498195113115260100120415109107390104104396103115233100114223997115178114120187107103392120108354119109461110104389121899413122110310117197144104104410119109371116122155597109222122120253105109217108100461197119204298398383115105269116116379115113393100116343101799220112108305101109178106110176107897468114114308105111285898116334111101234110106366121109357122112391105109336120114290113117409100108202111105349122118346117117315104100300121113356110122379115121322100116349121117400898&#038;rel=1" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="460" height="370"></embed></p>
<p>Berikut ini presentasi yang dibawakan Ilman.</p>
<p><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=inspirasi-dari-matt-mullenweg-1233273408024403-2&#038;stripped_title=inspirasi-dari-matt-mullenweg-pendiri-wordpress-presentation" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=inspirasi-dari-matt-mullenweg-1233273408024403-2&#038;stripped_title=inspirasi-dari-matt-mullenweg-pendiri-wordpress-presentation" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object></p>
<p>Acara diselingi dengan pembagian <em>doorprize</em>. Terima kasih kepada pihak IndoPacific Edelman yang ikut mensponsori acara dan membagikan <em>doorprize </em>pula. Terima kasih juga kepada penyelenggara Wordcamp yang membagikan sisa t-shirtnya sebagai <em>doorprize </em>di acara ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/02/fresh6-00.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/02/fresh6-00.jpg" alt="" title="fresh6-00" width="460" height="306" class="alignnone size-full wp-image-2245" /></a></p>
<p>Kredit foto: <a href="http://www.mrbambang.web.id/" target="_blank">Mr. Bambang</a> </p>
<p>Selanjutnya, semua berita tentang kegiatan FreSh akan pindah ke situs resminya <a href="http://www.freshyourmind.com" target="_blank">di sini</a>. Diskusi tentang FreSh bisa pula diikuti di situs tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/02/02/fresh-menjadi-seorang-teknopreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FreSh: Creative Industry Outlook 2009</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/12/20/fresh-creative-industry-outlook-2009/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/12/20/fresh-creative-industry-outlook-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 15:39:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[multi touch]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[social network]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2161</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 18 Desember 2008 kemarin, pertemuan FreSh ke-5 kembali diadakan secara sederhana di warung <a href="http://www.wetiga.com">Wetiga</a>. Meski sempat hujan melanda, tidak menghalangi berlangsungnya acara. Lebih dari 30 orang datang dan berharap mendapat pengetahuan dan inspirasi dari acara bulanan ini. Peserta menikmati makanan sego kucing, sate babat, sate telur, sate hati, perkedel, dan minuman hangat seperti kopi jahe dan susu jahe suguhan Wetiga.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/12/fresh5-05.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Tanggal 18 Desember 2008 kemarin, pertemuan FreSh ke-5 kembali diadakan secara sederhana di warung <a href="http://wetiga.com/2008/12/19/fresh-lesehan-di-wetiga/" target="_blank">Wetiga</a>. Meski sempat hujan melanda, tidak menghalangi berlangsungnya acara. Lebih dari 30 orang datang dan berharap mendapat pengetahuan dan inspirasi dari acara bulanan ini. Peserta menikmati makanan sego kucing, sate babat, sate telur, sate hati, perkedel, dan minuman hangat seperti kopi jahe dan susu jahe suguhan Wetiga.</p>
<p>Tema bulan Desember ini adalah <em>creative industry outlook 2009</em>. Maksudnya, ya kita mencoba memprediksi apa yang akan terjadi di tahun 2009, khususnya di indusri kreatif, khususnya lagi yang erat dengan dunia <em>online</em>. Presentasi dibawakan oleh <a href="http://geeks.netindonesia.net/blogs/norman/" target="_blank">Norman Sasono</a>, <a href="http://enda.goblogmedia.com" target="_blank">Enda Nasution</a>, <a href="http://www.think.web.id/brain" target="_blank">Ramya Prajna</a>, <a href="http://www.avianto.com" target="_blank">Boy Avianto</a>, dan terakhir <a href="http://dihantuituhan.blogspot.com" target="_blank">Anggun Himawan</a>. Topiknya ternyata beragam, dari yang berbau teknologi hingga yang membangun motivasi untuk mengawali tahun 2009.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/fresh5-00.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/fresh5-00.jpg" alt="" title="fresh5-00" width="498" height="372" class="alignnone size-full wp-image-2169" /></a></p>
<p>Norman Sasono dari Microsoft bercerita kalau di tahun 2009, aplikasi <em>desktop</em> akan masih mendominasi layanan. Aplikasi berbasis web masih belum bisa mengalahkan yang berbasis <em>desktop</em>. Bila terjadi putusnya sambungan internet, aplikasi berbasis web menjadi tidak bisa diakses. Itulah juga sebabnya berbagai aplikasi berbasis web juga menyiapkan versi <em>desktop</em>-nya. Data akan tetap tersimpan di dalam <em>hard dis</em>k, dan saat koneksi internet menyala kembali, data tersebut akan disinkronisasi dengan data di <em>server online</em>. Norman sempat pula memutar video contoh berbagai aplikasi <em>desktop</em> yang dikembangkan dengan <em>Windows Presentation Foundation</em> (WPF) yang berbasis Microsoft .Net. Norman juga bercerita tentang <a href="http://www.silverlight.net" target="_blank">Silverlight</a> yang sebetulnya adalah <em>subset</em> dari WPF, dan contoh penerapannya yang pernah diterapkan di salah satu halaman <a href="http://deepzoom.kaskus.us" target="_blank">Kaskus</a>. Ia juga bercerita tentang aplikasi <a href="http://www.azure.com" target="_blank">Azure</a> dari Microsoft yang menjadi platform servis seperti yang dilakukan Amazon sekarang.</p>
<p>Norman bercerita kalau Microsoft tidak percaya akan konsep SAAS (<em>software as a service</em>). Microsoft lebih tertarik mengembangkan S+S (<em>software + service</em>). Aplikasi tetap diinstalasi di dalam komputer (tidak berjalan sendiri di dalam web), namun bedanya, aplikasi ini akan bisa mengkonsumsi servis yang tersedia di web. Apple misalnya, memiliki aplikasi iTunes yang harus diinstalasi terlebih dahulu sebelum bisa dipakai untuk mengakses servis penyedia lagu di web. Ada lagi aplikasi <em>online</em> CRM seperti <a href="http ://www.salesforce.com" target="_blank">Salesforce</a>. Awalnya servis ini hanya berjalan di web, namun selanjutnya berkembang menjadi aplikasi terinstal yang memungkinkan sinkronisasi antara data di <em>desktop</em> dan di web. Menurutnya, industri ini akan berkembang ke arah sana.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/fresh5-01.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/fresh5-01.jpg" alt="" title="fresh5-01" width="498" height="372" class="alignnone size-full wp-image-2167" /></a></p>
<p>Presentasi kedua dibawakan oleh Enda Nasution yang bercerita tentang prediksinya di masa datang. Prediksi itu susah, belum tentu benar. Berdasarkan pengalaman <em>event</em> yang terjadi di tahun 2008, hampir semua pemodal bercerita tentang <em>media convergence</em>, dimana televisi bersentuhan dengan internet dan mobile. Padahal isu <em>social media</em> yang sebenarnya menjadi cara kita berkomunikasi saat ini malah luput dari sentuhan. Saat <a href="http://vivanews.com/" target="_blank">Vivanews</a> kemarin diluncurkan, mereka bercerita tentang penayangan TV secara langsung dari 3 tempat yang berbeda, tapi mereka melupakan konteks sosialnya. Mereka masih belum menjamah pemirsanya melalui <em>social media</em>.</p>
<p>Di masa depan, pengguna internet Indonesia akan mencapai 30 juta, dan ada 100 juta pengguna <em>mobile</em>. Ini menjadi tantangan para kreatif untuk bisa memanfaatkan target tersebut dengan mengembangkan aplikasi yang bermanfaat secara sosial. Enda juga mengestimasi kalau akan ada 1,2 juta blogger di seluruh Indonesia. Trafik yang diakses pengguna Indonesia ke situs blog <a href="http://www.wordpress.com" target="_blank">WordPress</a> bahkan hampir menyamai trafik ke <a href="http://www.detik.com" target="_blank">Detik</a>,  sementara akses ke situs <a href="http://www.multiply.com" target="_blank">Multiply</a> hampir menyamai trafik ke <a href="http://www.kompas.com" target="_blank">Kompas</a>. Enda juga menyinggung munculnya 2 layanan blog di Indonesia, yaitu <a href="http://www.dagdigdug.com" target="_blank">DagDigDug</a> dan <a href="http://www.blogdetik.com" target="_blank">Blogdetik</a>. Bisa jadi di tahun 2009 akan muncul banyak layanan baru, bahkan mungkin yang bersifat lokal, misal Jogja punya layanan blognya sendiri.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/fresh5-02.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/fresh5-02.jpg" alt="" title="fresh5-02" width="498" height="372" class="alignnone size-full wp-image-2171" /></a></p>
<p>Di tahun 2009, <em>social media</em> akan berkembang jauh, dan isu <em>media convergence</em> akan ditinggalkan. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana menciptakan sesuatu yang punya dampak besar namun dengan investasi yang kecil. Tahun 2009 bisa jadi Indonesia akan terkena dampak krisis ekonomi yang mengakibatkan dipotongnya bujet promosi dan pemasaran dari produsen. Tahun 2009 juga akan menjadi tahun politik dimana sepanjang tahun kampanye politik partai dan presiden akan bermunculan. Yang juga perlu disikapi adalah pentingnya perhatian akan legalitas. Mungkin perlu ada semacam lembaga bantuan hukum yang bisa melindungi para blogger dan pemain <em>online</em> bila terjadi konflik horisontal atau vertikal.</p>
<p>Tahun 2009 juga akan membuat Friendster sebagai masa lalu dan semakin banyaknya pengguna internet memakai Facebook. Lalu segala hal yang membangun ekspresi dan bersifat komunal akan semakin berkembang. Misalnya seperti komik blog yang dibuat oleh individual, seperti <a href="http://chickenstrip.wordpress.com" target="_blank">Chickenstrip</a> dan <a href="http://suparmanibab.com/" target="_blank">Superman dan Ibab</a>. T-shirt akan kembali populer dengan mengintegrasikannya dengan <em>online</em>. Terakhir, semakin banyaknya kegiatan sosial yang membangun kampanyenya melalui blog dan para blogger, seperti kampanye <em>C<a href="http://coinachance.wordpress.com/" target="_blank">oin A Chance</a></em> yang kini baru berjalan.</p>
<p>Lebih lengkap tentang presentasi ini bisa dilihat di <em>slide</em> berikut.</p>
<p><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=freshcreativeindustryoutlook200918dec08-1229656470443404-1&#038;stripped_title=indonesia-creative-industry-outlook-2009-presentation" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=freshcreativeindustryoutlook200918dec08-1229656470443404-1&#038;stripped_title=indonesia-creative-industry-outlook-2009-presentation" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object> </p>
<p>Presentasi ketiga dibawakan oleh Ramya Prajna yang bercerita tentang <em>user interface</em> di masa datang. Tampilan layar akan semakin kecil (untuk <em>mobile</em>) dan juga akan semakin besar (untuk <em>multi touch</em>, seperti yang ditampilkan di film Minority Report). Untuk tampilan <em>mobile</em>, dari awalnya menggunakan <em>cursor</em> lalu berkembang menjadi <em>scroll</em>. Tampilan dengan teks mungkin akan lebih muncul, dibandingkan yang dilengkapi dengan gambar. Mungkin karena kebutuhan membaca berita lebih dominan dalam melakukan <em>mobile</em> internet, sehingga tampilan teks menjadi lebih berkembang. Tampilan desain yang semakin indah dan kompleks mungkin juga akan berubah menjadi lebih sederhana.</p>
<p>Untuk konsumsi layar lebar, interaksi dengan <em>multi touch</em> bisa jadi berkembang lebih besar. <em>Multi touch</em> seperti ini akan membuat cara kita berinteraksi dengan komputer menjadi berbeda. Gestur dan kebiasaan kita akan berubah mengikuti perkembangan <em>user interface</em> ini. Contoh <em>multi touch</em> yang dimaksud bisa dilihat pada video berikut ini.</p>
<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/FLVLy98F6LA&#038;hl=en&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/FLVLy98F6LA&#038;hl=en&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object> </p>
<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/rP5y7yp06n0&#038;hl=en&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/rP5y7yp06n0&#038;hl=en&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object> </p>
<p>Berikutnya, presentasi sedikit berbeda. Boy Avianto bercerita tentang pentingnya sebuah mimpi, dan lebih pentingnya lagi, perjuangan untuk mencapainya. Kadang orang takut untuk mengejar mimpinya karena ia merasa tidak pantas mendapatkannya atau karena terlalu sulit untuk mencapainya. Padahal sebenarnya, untuk mencapai mimpi harus penuh keyakinan. Saat seseorang menginginkan sesuatu, niscaya seluruh jagad ini akan membantu mewujudkan mimpi itu. Sebagai contohnya, Boy menceritakan pengalaman dirinya yang berjuang mendapatkan mimpi tersebut, dimana tidak semuanya bisa terwujud. Namun, ia terus berjuang untuk mendapatkannya. Boy lalu mengajak semua orang untuk mulai bermimpi dan berjuang mendapatkannya.</p>
<p><em>Slide</em> presentasi Boy menyusul. Menunggu si pembuatnya mengunggahnya terlebih dahulu.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/fresh5-03.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/fresh5-03.jpg" alt="" title="fresh5-03" width="498" height="372" class="alignnone size-full wp-image-2166" /></a></p>
<p>Presentasi penutup dibawakan oleh Anggun Himawan. Ada ramalan suku Maya di masa lalu yang berkata kalau 21 Desember 2012 itu kiamat. Apakah ini kiamat yang artinya dunia ini selesai? Ataukah ini artinya akan ada tatanan dunia baru, dimana yang miskin akan menjadi kaya, dan yang kaya menjadi makin kaya. </p>
<p>Anggun juga berbagi cerita tentang â€œ<em>My life wis POL</em>â€ dimana kehidupan seseorang itu sudah maksimum, dan sudah mencapai apa yang diinginkannya. Contohnya G.M Sudharta, kartunis Om Pasikom sejak puluhan tahun lalu dengan lebih dari 4.000 komik. Karakter Om Pasikom ini membawanya keliling dunia dan hidup nyaman di kota Klaten. Di lain sisi, ada seseorang yang bukan apa-apa, tapi keburu meninggal sebelum ia bisa menunjukkan kemampuan dan prestasinya.</p>
<p>Anggun pun bercerita tentang kisah Masguno Maskumambang, seorang pemuda yang mau menikah namun ragu. Ia bernazar (janji kepada Tuhan) kalau ia bisa menikah, ia akan berjalan kaki sejauh 3 jam. Dalam perjalanan itu ia menemukan titik-titik hidup untuk mencapai  â€œ<em>My life wis POL</em>â€ itu. Saat berangkat, akan masih semangat dan antusias. Lalu sampai di titik kedua dimana ia mulai lelah dan ragu, untuk kembali ke titik berangkat atau terus melanjutkan. Analoginya, saat memulai bisnis muncul keraguan untuk kembali ke tempat kerja lamanya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/fresh5-04.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/fresh5-04.jpg" alt="" title="fresh5-04" width="498" height="372" class="alignnone size-full wp-image-2165" /></a></p>
<p>Namun Masguno terus berjalan hingga akhirnya ia menemukan titik ketiga, dimana ritme rutin mulai terlihat. Analoginya, saat mengembangkan bisnis, mulai didapat polanya. Meski belum banyak klien, tapi sudah ada pekerjaan yang bisa dimulai. Ritme rutin ini terus berlanjut hingga akhinya ia mencapai titik keempat, yaitu kebosanan. Butuh sesuatu yang berbeda, yang iseng. </p>
<p>Di titik ini Masguno menemukan jalan alternatif dan iseng lewat jalan itu. Masguno sampai di titik kelima, dimana ia sadar akan salah jalan. Dari kesalahan itu, Masguno belajar untuk tidak mengulangi lagi. Ia pun kembali ke titik semula dan terus berjalan melalui jalur utama. Analoginya, keisengan berinovasi itu perlu dilakukan meski tidak melulu berbuah keberhasilan. Justru dari kegagalan yang muncul akan menjadi pembelajaran untuk inovasi berikutnya. Di sinilah Masguno mencapai titik keenam, dimana ia menjadi orang yang dewasa, arif, bijak, dan tidak akan jatuh di lubang yang sama.</p>
<p>Ujian selanjutnya adalah saat mencapai titik ketujuh, yaitu ujian kesabaran. Di sini Masguno sudah tahu akan segalanya, namun kenapa ia belum juga sampai pula di tujuan. Ujung perjalanannya ini mana? Kok tidak kelihatan? Analoginya, saat berusaha dan menyelesaikan banyak hambatan, kenapa seseorang itu belum juga mencapai sesuatu yang ia impikan. Sampai kapan, ia harus melakukan itu supaya â€œ<em>My life wis POL</em>â€ tercapai? Di sinilah ia mencapai titk kedelapan dimana Masguno akhirnya tak sanggup lagi untuk melanjutkan perjalanan. Padahal (mungkin) tempat tujuan yang diraihnya tinggal sedikit lagi. Terakhir Anggun berpesan agar tidak putus asa. Kalau mau putus asa, putus asalah pada saat pertolongan Tuhan datang pada Anda.  </p>
<p><em>Slide</em> presentasi Anggun menyusul. Menunggu si pembuatnya mengunggahnya terlebih dahulu.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/fresh5-05.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/fresh5-05.jpg" alt="" title="fresh5-05" width="498" height="372" class="alignnone size-full wp-image-2164" /></a></p>
<p>Terima kasih sekali kepada <a href="http://www.colonelseven.com" target="_blank">Iqbal</a> dan <a href="http://www.wetiga.com" target="_blank">Wetiga</a>-nya beserta seluruh krunya yang sibuk membantu selama acara. Terima kasih juga kepada Pak Didi Nugrahadi, punggawa <a href="http ://www.dagdigdug.com" target="_blank">DagDigDug</a>, yang menjadi sponsor utama kegiatan FreSh kali ini. Terima kasih juga kepada <a href="http ://www.qwords.com" target="_blank">Rendy</a> dan <a href="http://www.yuswohady.com" target="_blank">Yuswohadi</a> yang menyumbangkan hadiah-hadiah <em>doorprize</em>.</p>
<p>Kita akan memasuki tahun yang baru. Mudah-mudahan di FreSh pertama di tahun 2009 acaranya bisa berlangsung semeriah kemarin. Tema yang akan diangkat pada bulan Januari mendatang adalah <em>Technopreneur</em>, dimana rekan-rekan yang punya pengalaman membangun usahanya di bidang teknologi akan membagikan pengalamannya. Tentunya, dengan harapan akan bisa menginspirasi rekan-rekan lainnya. Pantau saja aktivitas selanjutnya di <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=33721913697" target="_blank">Facebook</a>. Silakan juga loh kalau mau berdiskusi di sana.</p>
<p>Kredit dan galeri foto: <a href="http://flickr.com/photos/kaniav/sets/72157611422965570/" target="_blank">Kania</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/12/20/fresh-creative-industry-outlook-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi Prediksi Industri Kreatif di Tahun 2009</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/12/15/berbagi-prediksi-industri-kreatif-di-tahun-2009/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/12/15/berbagi-prediksi-industri-kreatif-di-tahun-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 13:44:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[presentation]]></category>
		<category><![CDATA[research]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2148</guid>
		<description><![CDATA[Daripada menunggu para pakar dunia kreatif (siapapun itu pakarnya) membuat pandangan mereka tentang apa yang tren di 2009, kenapa nggak kita sendiri saja yang membuatnya? Apa yang dikatakan pakar toh belum tentu juga benar. Memang, biasanya para pakar itu melihat apa yang terjadi secara historis dan menduga arah perkembangan yang terjadi di kemudian hari. Kenyataannya, toh nggak ada seorangpun yang lihai meramal. Kalau sudah begitu, bagaimana kalau kita saja yang berlagak menjadi seorang pakar dan ikut-ikutan melakukan prediksi?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/12/freshprediksi.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/freshprediksi.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/freshprediksi-150x150.jpg" alt="" title="freshprediksi" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-2149" /></a></p>
<p>Di akhir tahun 2008 ini, komunitas <strong><a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=33721913697" target="_blank">FreSh</a></strong> akan kembali berkumpul hari Kamis esok, 18 Desember 2008 untuk â€œberlagakâ€ memprediksi tren industri kreatif di tahun 2009. Tempatnya di <a href="http://www.wetiga.com" target="_blank"><strong>Wetiga</strong></a>, angkringan canggih itu. Kita akan bersantai-santai lesehan sambil berbagi prediksi. Siapapun tentu boleh hadir. Siapapun tentu juga boleh ikutan bercerita tentang prediksinya. Silakan baca undangannya <a href="http://www.facebook.com/event.php?eid=49486944601" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Sebagai inisiasi awal, katanya ada <a href="http://enda.goblogmedia.com" target="_blank">Enda Nasution</a> dan <a href="http://geeks.netindonesia.net/blogs/norman/" target="_blank">Norman Sasono</a> yang akan sedikit bercerita. Dengar-dengar <a href="http://www.avianto.com" target="_blank">Boy Avianto</a> dan <a href="http://www.think.web.id/brain" target="_blank">Ramya Prajna</a> juga akan pula bercerita. Mereka masing-masing akan melihat tahun 2009 dari sudut pandang dan pengalaman masing-masing di bidangnya.</p>
<p>Apa yang disebut dengan industri kreatif itu sebenarnya sangat luas. Versi resmi dari <a href="http://industrikreatif-depdag.blogspot.com/" target="_blank">Departemen Perdagangan</a>, yang mencakup industri kreatif itu menyangkut: periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain, fesyen, video &#038; fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan &#038; percetakan, layanan komputer &#038; piranti lunak, televisi &#038; radio, dan riset &#038; pengembangan. Jadi silakan saja, kalau ada yang mau berbagi cerita dari bidang-bidang di atas.</p>
<p>Sebagai pengantar, ada baiknya menyimak dulu presentasi yang pernah dibuat oleh Andi S. Boediman berikut tentang industri kreatif. Lumayanlah, buat pengantar dan dijadikan bahan diskusi nanti.</p>
<p><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=creative-industry-ecosystem-1196005918401697-2&#038;stripped_title=creative-industry-ecosystem" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=creative-industry-ecosystem-1196005918401697-2&#038;stripped_title=creative-industry-ecosystem" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object></p>
<p>Lalu, berikut ini juga ada kumpulan prediksi tahun 2009 tentang dunia <em>social media</em>, yang ditulis oleh banyak blogger luar, dan dikompilasi oleh <a href="http://www.beingpeterkim.com/" target="_blank">Peter Kim</a>.</p>
<p><object codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,0,0" id="doc_211510048466531" name="doc_211510048466531" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" align="middle"	height="500" width="100%"><param name="movie"	value="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=8944081&#038;access_key=key-2nug4v9b4fjt8fnjtb66&#038;page=1&#038;version=1&#038;viewMode="></param><param name="quality" value="high"></param><param name="play" value="true"></param><param name="loop" value="true"></param><param name="scale" value="showall"></param><param name="wmode" value="opaque"></param><param name="devicefont" value="false"></param><param name="bgcolor" value="#ffffff"></param><param name="menu" value="true"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowScriptAccess" value="always"></param><param name="salign" value=""><embed src="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=8944081&#038;access_key=key-2nug4v9b4fjt8fnjtb66&#038;page=1&#038;version=1&#038;viewMode=" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" play="true" loop="true" scale="showall" wmode="opaque" devicefont="false" bgcolor="#ffffff" name="doc_211510048466531_object" menu="true" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" salign="" type="application/x-shockwave-flash" align="middle"  height="500" width="100%"></embed></param></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/12/15/berbagi-prediksi-industri-kreatif-di-tahun-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FreSh! 4.0: Berbagi Pengalaman Seputar Dunia Freelance</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/29/fresh-40-berbagi-pengalaman-seputar-dunia-freelance/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/29/fresh-40-berbagi-pengalaman-seputar-dunia-freelance/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 09:23:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[freelance]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2058</guid>
		<description><![CDATA[Di bulan keempat kegiatan FreSh! ini, tema yang diangkat adalah dunia <em>freelance</em>. Di dalam pertemuan ini, kami berharap bisa muncul masukan-masukan berarti untuk para freelancer saat mereka berhadapan dengan para pemberi kerja. Penyelenggaraan pertemuan ini dibantu oleh Telkom (terima kasih kepada <a href="http://kun.co.ro" target="_blank">Kuncoro</a>) yang menyediakan ruangan (yang terlalu luas) di Gatot Subroto, lengkap dengan makan malam yang luar biasa mewah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/fresh4-alls.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/fresh4a.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/fresh4a.jpg" alt="" title="fresh4a" width="150" height="150" class="alignleft size-medium wp-image-2062" /></a>Di bulan keempat kegiatan FreSh! ini, tema yang diangkat adalah dunia <em>freelance</em>. Di dalam pertemuan ini, kami berharap bisa muncul masukan-masukan berarti untuk para freelancer saat mereka berhadapan dengan para pemberi kerja. Penyelenggaraan pertemuan ini dibantu oleh Telkom (terima kasih kepada <a href="http://kun.co.ro" target="_blank">Kuncoro</a>) yang menyediakan ruangan (yang terlalu luas) di Gatot Subroto, lengkap dengan makan malam yang luar biasa mewah.</p>
<p>Pada sesi kali ini pembagian tempat duduk dibuat berbeda. Dibuat berkesan ada 2 kubu, yakni kubu <em>freelancer</em> dan kubu j<em>ob publisher</em>. Pesertanya pun lumayan banyak (meski tidak sebanyak yang mendaftar di Facebook), dan sebagian besar berada di kubu <em>freelancer</em>. </p>
<p>Presentasi pertama dilakukan oleh <a href="http://rajasa.com/" target="_blank">Aria Rajasa</a> yang menceritakan mengapa harus menjadi <em>freelance</em>, dan tips-tips menjadi seorang <em>freelancer</em>. Menurutnya, untuk seorang pegawai, yang harus dipersiapkan sebelum menjadi seorang <em>freelancer </em>adalah:</p>
<ul>
<li>Pastikan ada tabungan untuk hidup 6 bulan mendatang. Bisa jadi selama 6 bulan mendatang, tidak ada proyek yang bisa dikerjakan. Jadi harus punya alokasi awal biaya hidup untuk menanggung ketidakadaan proyek itu.</li>
<li>Minta persetujuan orang tua (atau istri).</li>
<li>Penghasilan dari <em>freelance </em>sudah cukup? Yakin? Pertimbangkan pula dari sisi <em>benefit </em>yang biasa didapat dari kantor, dan belum tentu didapat bila menjadi seorang <em>freelancer</em>.</li>
<li>Utamakan stabilitas, bukan jumlah paling besar. Bisa jadi suatu waktu dapat proyek puluhan juta, tapi lalu menjadi malas dan selama berbulan-bulan hanya menghabiskan pendapatan dari proyek itu, tanpa mencari proyek baru.</li>
<li>Kenali komunitas Anda. Bergabung dan kenalan dengan teman-teman komunitas, karena bisa jadi mereka yang nanti memberikan proyek kepada Anda.</li>
<li><em>Always have Plan </em>B. Kalau seandainya menjadi seorang <em>freelancer </em>nanti gagal, perlu ada alternatif rencana. Apakah kembali ke kantor lama? </li>
<li>Siapkan suasana kerja yang baik dan tingkatkan disiplin. Meskipun kerja di rumah, perlu ada cara supaya konsentrasi kerja tidak terganggu oleh kegiatan rumah.</li>
</ul>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/fresh4-aria.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/fresh4-aria.jpg" alt="" title="fresh4-aria" width="460" height="345" /></a></p>
<p>Selanjutnya, presentasi dilakukan oleh <a href="http://digitalgrafis.com/" target="_blank">Harry JH</a> yang menceritakan <em>best practice</em>-nya sebagai <em>freelancer </em>yang bekerja rumahan. Sebagai seorang <em>freelancer</em>, memang bisa bekerja secara fleksibel, tapi pendapatannya pun fleksibel. Kurang lebih tips yang disampaikan Harry adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Lebih fleksibel dan jangan terlalu rigid dalam waktu kerja.</li>
<li>Memiliki pengetahuan cara menjual keahlian. Mau jadi seorang <em>web designer, graphic designer, web developer</em>, kalau tidak bisa menjual kemampuan yang dimilikinya, juga tidak ada gunanya.</li>
<li>Responsif, secepat mungkin. Bila dikontak oleh klien, segeralah memberikan jawaban. Minimal pemberitahuan kalau Anda akan membalas permintaan klien sesegera mungkin.</li>
<li><em>Generosity won&#8217;t kill you</em>. Terkadang tidak semua permintaan klien harus kita tagih. Kalau memang tidak menyulitkan, bisa dianggap sebagai bonus ke klien. Dari sisi klien, hal ini bisa memberikan para <em>freelancer</em> nilai plus.</li>
<li>Presentasi itu penting. Di depan klien, kenakan pakaian yang rapih. Presentasikan materi desain dalam bentuk yang lebih menarik. Kalau bisa buat <em>mock-up</em>, dan tidak sekedar gambar kecil tidak jelas (di-<em>watermark</em> pula).</li>
<li><em>Do fun things</em>. Sesekali buatlah sesuatu yang menyenangkan untuk diri sendiri. Siapa tahu saja, akan terpakai di proyek-proyek mendatang.</li>
<li>Carilah rekan kerja, sehingga akan membantu berbagi beban pikiran.</li>
<li>Selesaikan masalah pribadi. Masalah keluarga bisa mengganggu beban kerja, apalagi kalau bekerjanya di rumah. Selesaikan dulu masalah ini, agar bisa tetap fokus bekerja.</li>
</ul>
<div style="width:425px;text-align:left" id="__ss_809195"><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=dgfresh4-1228221200042332-9&#038;stripped_title=yet-another-things-to-do-for-freelancers-presentation" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=dgfresh4-1228221200042332-9&#038;stripped_title=yet-another-things-to-do-for-freelancers-presentation" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object></div>
<p></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/fresh4-harry.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/fresh4-harry.jpg" alt="" title="fresh4-harry" width="460" height="345" /></a></p>
<p>Selanjutnya <a href="http://chandramarsono.blogspot.com/" target="_blank">Chandra Marsono</a> yang berbagi pengalamannya dari sejak ia menjadi seorang <em>freelancer</em> yang lalu berkembang menjadi seorang <em>entrepreneur</em>. Cukup banyak materi yang ia sampaikan. Kurang lebih materinya bisa dilihat pada <em><a href="http://www.slideshare.net/anakcerdas/freelancing-done-right-presentation">slide</a></em> berikut ini. </p>
<div style="width:425px;text-align:left" id="__ss_799492"><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=fresh4-freelancer-1227943755925378-9&#038;stripped_title=freelancing-done-right-presentation" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=fresh4-freelancer-1227943755925378-9&#038;stripped_title=freelancing-done-right-presentation" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object></div>
<p></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/fresh4-chandra.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/fresh4-chandra.jpg" alt="" title="fresh4-chandra" width="460" height="345" /></a></p>
<p>Dilanjutkan dengan Herman Chang, praktisi Google AdWords, yang sedikit bercerita pemanfaatan Google AdWords untuk kebutuhan <em>freelancer</em>. Di presentasi ini, Herman memberikan pengantar penggunaan Google AdWords. Isinya sangat bermanfaat, terutama untuk mereka yang belum pernah menggunakannya. Berikut ini materi <em><a href="http://www.slideshare.net/hermanchang/dgtrafficcom-presentation-fresh-4-presentation/" target="_blank">slide</a></em>-nya.</p>
<div style="width:425px;text-align:left" id="__ss_799317"><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=fresh-4-presentation-1227929232234062-9&#038;stripped_title=dgtrafficcom-presentation-fresh-4-presentation" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=fresh-4-presentation-1227929232234062-9&#038;stripped_title=dgtrafficcom-presentation-fresh-4-presentation" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object></div>
<p></p>
<p>Setelah itu ada pembagian berbagai <em>door prize</em> dari Telkom dan <em>voucher</em> menginap di Hotel d&#8217;Carmel Lembang, Bandung. Tumbennya, kali ini hadiahnya mewah-mewah sekali. Hadiah paling mewah yang diberikan kemarin adalah modem dari Telkom yang jatuh ke tangan <a href="http://www.belutz.net/" target="_blank">Andi Belutz</a>.</p>
<p><a href="http://kukuhtw.com/" target="_blank">Kukuh TW</a> juga sempat berbagi info singkat tentang sayembara logo MIKTI yang berakhir hari Minggu besok. Lebih lengkapnya bisa dilihat di <em><a href="http://www.slideshare.net/kukuhtw/pembuatan-logo-mikti-presentation/" target="_blank">slide</a></em> berikut.  </p>
<div style="width:425px;text-align:left" id="__ss_796721"><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=pembuatan-logo-mikti-1227861556419668-8&#038;stripped_title=pembuatan-logo-mikti-presentation" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=pembuatan-logo-mikti-1227861556419668-8&#038;stripped_title=pembuatan-logo-mikti-presentation" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object></div>
<p></p>
<p>Kesimpulan diskusi dalam <em>event</em> FreSh! ini disampaikan oleh <a href="http://www.think.web.id/brain" target="_blank">Ramya Prajna</a>, yang kurang lebih sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Lebih memilih menjadi seorang <em>freelancer</em> lalu berkembang menjadi seorang <em>entrepreneur</em>, atau kembali lagi menjadi seorang karyawan. Bisa jadi seorang <em>freelancer</em> menjadi jenuh akan ketidakpastian yang ia hadapi, lalu memutuskan kembali lagi bekerja menjadi karyawan di kantor sebelumnya. Atau, ia semakin belajar mengatur dirinya sendiri, mengatur urusan dengan klien, hingga akhirnya membangun perusahaannya sendiri.</li>
<li>Yang lebih penting, bagaimana menciptakan lingkungan yang baik bagi seorang <em>freelancer</em>. Dengan terciptanya lingkungan yang baik dan bisa dipercaya oleh <em>job publisher</em>, sembari <em>job publisher</em> pun memberikan <em>benefi</em>t yang baik bagi para <em>freelancer</em>, seperti: asuransi, pelatihan, dll.</li>
<li>Industri desain ini masih terlalu bercampur antara pekerjaan yang berskala 500.000 rupiah, hingga 50 juta rupiah. Perlu ada standarisasi sehingga klien tidak melakukan komparasi yang salah.</li>
</ul>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/fresh4-alls.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/fresh4-alls.jpg" alt="" title="fresh4-alls" width="460" height="345" /></a></p>
<p>Untuk kegiatan FreSh! 5.0 di bulan Desember nanti, tema yang akan diusung adalah <em>Creative Outlook 2009</em>. Pada kesempatan mendatang, yang rencananya akan berbagi adalah <a href="http://enda.goblogmedia.com/" target="_blank">Enda Nasution</a>, <a href="http://yoris72sebastian.wordpress.com/" target="_blank">Yoris Sebastian</a>, dan <a href="http://geeks.netindonesia.net/blogs/norman/" target="_blank">Norman Sasono</a> (semua masih dalam konfirmasi). Enda akan bercerita seputar dunia blog di tahun 2009, Yoris akan bercerita seputar industri kreatif di tahun 2009, dan Norman, seorang Microsoft <em>evangelist</em> akan bercerita seputar <em>user application</em> di masa mendatang. Terakhir, Ramya Prajna juga akan berbagi tentang <em>user interface</em> di masa mendatang.</p>
<p>Bagi yang tertarik, luangkan waktu Anda ya pada minggu ketiga Desember besok. Untuk info selanjutnya, silakan pantengi saja di <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=33721913697" target="_blank">Facebook</a>. Kalau ada masukan seputar kegiatan FreSh! silakan pula berdiskusi di forumnya.</p>
<p>Kredit foto: Satya, Chandra.<br />
Galeri foto: <a href="http://www.flickr.com/photos/tya">Satya</a>, <a href="http://www.flickr.com/photos/chandramarsono">Chandra</a>, <a href="http://www.flickr.com/photos/kapkapchan/">Nindya</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/29/fresh-40-berbagi-pengalaman-seputar-dunia-freelance/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FreSh! 3.0: Berbagi Pengalaman Seputar Jurnalisme dan Komunikasi</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/03/fresh-30-berbagi-pengalaman-seputar-jurnalisme-dan-komunikasi/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/03/fresh-30-berbagi-pengalaman-seputar-jurnalisme-dan-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 02:21:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[journalism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[<p>Perhelatan <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=33721913697" target="_blank">FreSh! 3.0</a> akhirnya berlangsung juga, dengan meminjam ruang rapat besar di <a href="http://www.detik.com/" target="_blank">Detik.com</a>. Acara berlangsung pada hari Jumat kemarin tanggal 31 Oktober 2008, dimulai dari jam 19.00 hingga selesai jam 22.00. Dengan senang pula, ternyata semua konsumsi makanan dan minuman pada kesempatan kali ini disponsori semua oleh pihak Detik.com, sehingga saweran untuk perhelatan kali ini ditiadakan. Acaranya sendiri berlangsung meriah dan ramai, dihadiri lebih dari 30 orang.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/logofresh3.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Perhelatan <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=33721913697" target="_blank">FreSh! 3.0</a> akhirnya berlangsung juga, dengan meminjam ruang rapat besar di <a href="http://www.detik.com/" target="_blank">Detik.com</a>. Acara berlangsung pada hari Jumat kemarin tanggal 31 Oktober 2008, dimulai dari jam 19.00 hingga selesai jam 22.00. Dengan senang pula, ternyata semua konsumsi makanan dan minuman pada kesempatan kali ini disponsori semua oleh pihak Detik.com, sehingga saweran untuk perhelatan kali ini ditiadakan. Acaranya sendiri berlangsung meriah dan ramai, dihadiri lebih dari 30 orang.</p>
<p>Yang berbagi pada FreSh! 3.0 ini <a href="http://www.budiputra.com/" target="_blank">Budiputra</a>, yang berbicara tentang <em>proffesional blogger</em>, dilanjutkan oleh <a href="http://donnybu.blogdetik.com/" target="_blank">Donny BU</a> yang bercerita tentang pengalaman jurnalismenya di Detik. Lalu dilanjutkan oleh <a href="http://www.salsabeela.com/" target="_blank">Ollie</a> yang berbagi pengalaman tentang keaktifannya kini dalam menulis buku dan <a href="http://think.web.id/brain" target="_blank">Anantya</a> yang bercerita tentang dasar-dasar komunikasi. Presentasi ditutup oleh <a href="http://blog.neofreko.com/" target="_blank">Akhmad Fathonih</a> yang spontan bercerita tentang blog <a href="http://www.navinot.com/" target="_blank">NavinoT</a>-nya. Sayangnya <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/" target="_blank">Ivan Lanin</a> yang tadinya akan bercerita tentang Wikipedia Indonesia ternyata berhalangan hadir. Mudah-mudahan kesempatan presentasi ini bisa ia lakukan pada perhelatan FreSh! Selanjutnya.</p>
<p>Presentasi pertama dari Budiputra tidak menggunakan <em>slide</em>. Ia bercerita kalau menjadi seorang <em>professional blogger</em> itu bisa ada 3 model bisnis:</p>
<ol>
<li>Menjadi <em>publisher </em>blog, dengan mengelola blog sebaik mungkin, dan akhirnya mendapatkan <em>revenue </em>dari blog tersebut. Bisa jadi ia memiliki banyak blog untuk mendapatkan <em>revenue </em>yang semaksimal mungkin. </li>
<li>Menjadi <em>writer </em>atau <em>paid blogger</em>. Di sini, blogger menulis untuk blog lain dan ia dibayar untuk itu. Budiputra sendiri masuk dalam kategori ini. </li>
<li>Mengembangkan komunitas blog. </li>
</ol>
<p>Budiputra sendiri aktif menulis harian di berbagai blog luar dan dibayar untuk setiap <em>posting</em>-nya. Ia cerita kalau celah untuk ini masih sangat dibutuhkan. Di sini ia berpesan kalau menjadi seorang <em>paid blogger </em>harus bisa menulis, ngeblog, mengerti topik tertentu (misal: teknologi), dan pastinya harus bisa menulis dengan Bahasa Inggris. Coba saja daftarkan diri ke jaringan blog seperti Gawker Media, Weblogs Inc, dan pilih topik yang kita pahami. Atau, bisa juga mendaftar ke berbagai blog pribadi bertema teknologi yang besar-besar seperti Gizmodo dan Engadget. Mereka juga mencari blogger-blogger baru untuk menulis. </p>
<p><span id="more-473"></span></p>
<p>Budiputra juga bercerita kalau jaringan blog itu ternyata sangat butuh persepsi atau sudut pandang dari berbagai negara yang berbeda. Itulah makanya mereka tidak menutup diri hanya untuk blogger Amerika dan Eropa. Justru sudut pandang kita yang di Asia ini mereka butuhkan untuk memperkaya konten mereka.</p>
<p>Seperti jurnalis media pada umumnya, menulis blog untuk jaringan ini juga menuntut kecepatan. Semakin duluan menulis tentang peluncuran produk tertentu, semakin dianggap sebagai <em>breaking news</em>. Justru akan merupakan kesenangan sendiri, bila akhirnya tulisan <em>breaking news </em>ini direferensikan oleh jaringan blog lain. Tulisan <em>breaking news </em>ini juga biasanya dihargai lebih tinggi oleh jaringan blog.</p>
<p>Keahlian memahami suatu topik merupakan hal yang penting. Semakin paham akan topik tentu akan membuat tulisan menjadi menarik dan menarik <em>page view </em>yang tinggi. Hal ini akan menjadi penilaian bagi blogger yang bersangkutan terkait dengan kompetensinya. Kalau apa yang ia tulis ternyata tidak akurat, tentu akan diacuhkan pembaca, dan akan menurunkan <em>page view</em>-nya.</p>
<p>Hal penting lainnya dalam menjadi seorang <em>professional blogger </em>adalah kesanggupannya memenuhi persyaratan <em>posting</em>. Kalau ia sanggup untuk menulis 3 <em>posting </em>per hari, ya sebaiknya pertahankan itu, karena itu akan menjadi penilaian apakah si blogger ini serius atau nggak.</p>
<p>Sebagai catatan, Budiputra adalah bekas karyawan Tempo yang memutuskan untuk keluar dan menjadi <em>professional blogger </em>yang <em>full time</em>. Kini ia lebih merasa lega dan senang dan <em>enjoy </em>dalam bekerja, meski sebagai <em>professional blogger </em>menuntutnya harus menulis setiap hari dan tidak kenal libur. Namun, ia bisa mengerjakan semuanya di tempat yang ia suka, di rumah, kafe, dll.</p>
<p>Selanjutnya Donny BU bercerita tentang jurnalisme <em>online</em>. Materi <em>slide</em>-nya bisa dilihat di <a href="http://www.slideshare.net/donnybu/online-media-now-are-you-online-journalist-presentation/" target="_blank">sini</a>. Donny bercerita bahwa &ldquo;<em>to make things thinkable, we have to write with context</em>.&rdquo; Konteks itu bisa dibilang sebagai seni untuk melihat sesuatu, seni untuk membuatnya percaya akan sesuatu, seni untuk melakukan pembujukan. Lebih detilnya, bisa langsung dilihat materi presentasinya berikut. </p>
<div style="width:425px;text-align:left" id="__ss_708630"><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=donnybufresh30-1225450869281769-9&#038;stripped_title=online-media-now-are-you-online-journalist-presentation" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=donnybufresh30-1225450869281769-9&#038;stripped_title=online-media-now-are-you-online-journalist-presentation" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object></div>
<p>Selanjutnya, Ollie pemilik <a href="http://www.kutukutubuku.com" target="_blank">Kutukutubuku.com</a> bercerita tentang pengalamannya menulis buku dan berhubungan dengan penerbit, tentunya dengan batasan <em>deadline</em>. Materi <em>slide</em>-nya bisa dilihat di <a href="http://www.slideshare.net/salsabeela/fresh-3-writing-on-deadline-presentation/" target="_blank">sini</a>. Melalui presentasi ini, ia bercerita kalau <em>deadline </em>itu penting dan menyampaikan tips-tips menulis yang dibatasi oleh <em>deadline</em>. </p>
<p>Ollie juga sempat membuat kuis, dimana peserta harus menyampaikan dalam 1 paragraf hal-hal apa yang paling membuat kita takut. Ollie mambagikan hadiah buku karya terbarunya kepada penulis yang terbaik. Ada pula hadiah undian yang hasilnya bisa dilihat di <a href="http://blog.kutukutubuku.com/" target="_blank">blog.kutukutubuku.com</a>.</p>
<div style="width:425px;text-align:left" id="__ss_711597"><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=fresh3-the-deadline-1225505899969075-9&#038;stripped_title=fresh-3-writing-on-deadline-presentation" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=fresh3-the-deadline-1225505899969075-9&#038;stripped_title=fresh-3-writing-on-deadline-presentation" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object></div>
<p>Selanjutnya Anantya bercerita tentang bagaimana kita berkomunikasi. Dari masa ke masa cara kita bersosialisasi selalu berubah. Dimulai dengan telegram, lalu telepon, hingga sekarang telepon selular 3G yang memungkinkan kita bisa langsung berbicara sambil melihat wajahnya. Komunikasi yang dulu terbatas dengan <em>email</em>, kini dengan <em>messenger </em>yang bisa <em>chat</em> langsung tanpa menunggu balasan. Ekspresi yang dulu susah disampaikan kini bisa diwakilkan dengan <em>emoticon</em>. </p>
<p>Hal yang lucu terjadi kalau gaya berkomunikasi menggunaan <em>chat </em>atau <em>email</em> ini lalu terbawa ke dunia nyata. Ada kisah seorang <em>programmer </em>yang membangun hubungan romantis dengan seorang <em>programmer </em>lain melalui <em>email.</em> Lucunya, saat mereka bertemu gaya bicara mereka tak ubahnya seperti <em>email</em>. Yang satu menunggu lainnya selesai berbicara, ada jeda sejenak (seperti berpikir) lalu komunikasi dilanjutkan oleh pihak lainnya. Jangan-jangan, hal serupa terjadi pula pada kita?</p>
<p>Materi <em>slide </em>Anantya ini belum diunggah oleh beliau. Nanti kalau sudah diunggah, blog ini akan di-<em>update </em>segera.</p>
<p>Selanjutnya Akhmad Fathonih (yang telat datang karena menyasar) bercerita tentang proses pembuatan blog yang ia buat bersama rekannya, <a href="http://www.mangoaddict.com/" target="_blank">Ivan Sielegar</a> yang belum pernah ia tatap muka hingga sekarang. Materi <em>slide</em>-nya bisa dilihat di <a href="http://www.slideshare.net/neofreko/navinot-presentation/" target="_blank">sini</a>. <a href="http://www.navinot.com/" target="_blank">NavinoT</a> adalah blog seputar dunia IT, dan kini lebih fokus pada mengembangkan komunitas pembacanya. </p>
<div style="width:425px;text-align:left" id="__ss_711713"><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=navinot-1225511271545037-8&#038;stripped_title=navinot-presentation" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=navinot-1225511271545037-8&#038;stripped_title=navinot-presentation" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object></div>
<p>Video liputan kegiatan FreSh! 3.0 ini belum sempat diedit. Mudah-mudahan, begitu ada waktu kosong, bisa secepat mungkin diedit dan diunggah <em>online</em>.</p>
<p>Kegiatan FreSh! 4.0 mudah-mudahan bisa diadakan di bulan November ini. Tema berikutnya adalah tentang dunia <em>freelance</em>. Untuk waktu dan tempatnya, akan dikabari secepatnya di <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=33721913697" target="_blank"><em>groups</em>-nya Facebook</a>. Bagi siapa yang tertarik untuk berpartisipasi presentasi, siapkan saja materinya, dan sampaikan kesediaan Anda di <em>groups </em>tersebut.</p>
<p align="center"><img title="FreSh! 3.0" alt="FreSh! 3.0" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/fresh3foto.jpg" border="0" /></p>
<p>Kredit foto: <a href="http://www.flickr.com/photos/salsabeela/" target="_blank">Ollie</a></p>
<p>Artikel lain seputar FreSh! 3.0:</p>
<ul>
<li><em><a href="http://donnybu.blogdetik.com/2008/11/01/lagi-slides/" target="_blank">Online Media Now! Are You Online Journalist?</a></em> </li>
<li><a href="http://www.flickr.com/photos/salsabeela/sets/72157608550402693/" target="_blank">Galeri fotonya Ollie</a> </li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/03/fresh-30-berbagi-pengalaman-seputar-jurnalisme-dan-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Narsisme di FreSh ke-2</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/09/25/narsisme-di-fresh-ke-2/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/09/25/narsisme-di-fresh-ke-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 17:37:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[binus]]></category>
		<category><![CDATA[narcissism]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[presentation]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pertemuan ke-2 FreSh kali ini diselenggarakan bekerja sama dengan BINUS Business School, dan mengetengahkan tema &#8220;Narsisme 2.0.&#8221; Sayangnya, dari hampir 50 peserta yang mendaftar, yang akhirnya datang hanya 31 peserta, namun asyiknya, 18 di antaranya adalah peserta baru. Diwajari juga sih, kondisi macet Jakarta sore hari kemarin memang menyiksa batin.</p><p>Tema narsisme ini diambil karena kita mau mengangkat kebiasaan kita yang aktif bergaul di dunia <em>online</em>, namun jarang dari kita yang mengeksplorasinya lebih jauh. </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/logo2.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Pertemuan ke-2 FreSh kali ini diselenggarakan bekerja sama dengan BINUS Business School, dan mengetengahkan tema &ldquo;Narsisme 2.0.&rdquo; Sayangnya, dari hampir 50 peserta yang mendaftar, yang akhirnya datang hanya 31 peserta, namun asyiknya, 18 di antaranya adalah peserta baru. Diwajari juga sih, kondisi macet Jakarta sore hari kemarin memang menyiksa batin.</p>
<p>Tema narsisme ini diambil karena kita mau mengangkat kebiasaan kita yang aktif bergaul di dunia <em>online</em>, namun jarang dari kita yang mengeksplorasinya lebih jauh. Apa yang kita &#8216;sumbangkan&#8217; di dunia <em>online </em>kadang nggak lebih dari sekedar kehidupan kita sehari-hari semata, dan hanya sedikit di antaranya yang memberikan sumbangan positif bagi orang lain. Seakan-akan meski kita bersosialisasi di dunia maya, kita kurang mengangkatnya lebih jauh menjadi sesuatu yang lebih positif.</p>
<p>Acara dimulai dengan pemutaran video pengantar dari <a href="http://blog.caturpw.com/" target="_blank">Catur PW</a>. Ada 2 video yang diputar, yaitu:</p>
<p align="center"><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/F-tZTWrEs74&#038;hl=en&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/F-tZTWrEs74&#038;hl=en&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p align="center"><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Q0q-rxcCppA&#038;hl=en&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/Q0q-rxcCppA&#038;hl=en&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p>Selanjutnya pengantar diskusi dilakukan oleh si empunya blog ini yang memberikan pengantar kalau &ldquo;<em>Narcissism Is The Best.&rdquo;</em> <em>Slideshow</em>-nya bisa dilihat berikut ini: (Psst, slide ini jadi salah satu <em>featured slideshow </em>di Slideshare minggu ini).</p>
<p align="center">
<div id="__ss_608653" style="width: 425px; text-align: left;"><span style="text-decoration: underline;"><br />
</span><object width="425" height="355" data="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=narcissism-is-the-best-1221899180092806-9&amp;stripped_title=narcissism-is-the-best-presentation" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=narcissism-is-the-best-1221899180092806-9&amp;stripped_title=narcissism-is-the-best-presentation" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></div>
</p>
<p><span id="more-462"></span>
<p>Presentasi selanjutnya dilakukan oleh <a href="http://kappachan.blogspot.com/" target="_blank">Retno Nindya</a>, periset merangkap mahasiswa S2 BINUS yang sempat menggali <em>insight</em> tentang risetnya melalui Plurk dan Twitter. Nindya sedikit bercerita tentang apa itu <em>microblogging</em> karena tidak semua peserta yang datang mengerti benar apa itu Twitter dan Plurk. Nindya juga cerita kalau saat mencari <em>insight </em>melalui Plurk dan Twitter bisa punya dampak berbeda, karena karakteristik penggunanya yang berbeda.</p>
<p align="center">
<div id="__ss_614975" style="width: 425px; text-align: left;"><span style="color: #0000ee; font-family: Helvetica; line-height: normal; text-decoration: underline;"><br />
</span><object width="425" height="355" data="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=microsoft-powerpoint-freshpresentation-1222236297073072-9&amp;stripped_title=fresh-2-narcism-20-presentation-presentation" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=microsoft-powerpoint-freshpresentation-1222236297073072-9&amp;stripped_title=fresh-2-narcism-20-presentation-presentation" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></div>
</p>
<p><a href="http://www.ayokesini.com/" target="_blank">Sofia Kartika</a>, salah satu peserta yang sudah aktif di Plurk masih bingung bagaimana caranya ia mencari <em>insight </em>serupa untuk kebutuhan kerjanya. Forum lalu memberi masukan kalau bisa saja kalau memang topiknya serius, akan lebih baik bila dilemparnya ke Twitter. Kalau ingin dilempar ke Plurk, sebaiknya gaya pertanyaan harus dibuat lebih <em>fun </em>dan jangan dibuat serius.</p>
<p><a href="http://virtual.co.id/blog" target="_blank">Pak Nukman</a> yang juga datang sebagai peserta menambahkan kalau seperti biasanya kita bergaul, kita harus menempatkan diri pada konteksnya. Beliau selalu menuliskan hal serius di kedua blognya, namun saat masuk ke Plurk, karakter humoris dan bercandanya muncul. Dua sikap yang berbeda karena beliau berada pada lingkungan yang berbeda pula. </p>
<p>Selanjutnya presentasi ketiga dibawakan oleh <a href="http://www.kukuhtw.com/" target="_blank">Kukuh TW</a> yang sempat punya usul membuat <em>user-generated t-shirt </em>untuk Pesta Blogger 2008. Melalui aplikasi yang sudah dibuatnya di <a href="http://meoncover.com/pb2008.php" target="_blank">meoncover.com</a>, Kukuh menawarkan pola pembuatan <em>t-shirt </em>dengan <em>avatar</em>, URL blog, dan nama blogger yang ikut berpartisipasi. Masih banyak pertanyaan, baik dari Kukuh sendiri maupun dari forum, seperti pola bisnisnya akan seperti apa, lalu bekerja sama dengan siapa untuk mencetak <em>digital </em>setiap <em>t-shirt </em>tersebut, dan yang paling penting, bagaimana menjaga agar itu tidak disalahgunakan. Misalnya: ada seseorang yang mengunggah gambar Miyabi sebagai <em>avatar</em>-nya, apakah dibolehkan?</p>
<p align="center">
<div id="__ss_614944" style="width: 425px; text-align: left;"><span style="text-decoration: underline;"><br />
</span><object width="425" height="355" data="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=self-generated-tshirt-1222234916362912-9&amp;stripped_title=self-generated-t-shirt-presentation" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=self-generated-tshirt-1222234916362912-9&amp;stripped_title=self-generated-t-shirt-presentation" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></div>
</p>
<p>Di luar presentasi utama tersebut, ada beberapa peserta yang melakukan presentasi spontan. <a href="http://www.think.web.id/brain" target="_blank">Rama</a> sedikit bercerita identitas <em>online</em>. Kebanyakan orang (termasuk yang nulis blog ini) punya identitas awal tanpa perencanaan jelas. Namun, sebaiknya dengan semakin dikenalnya seseorang di dunia maya, ada suatu saat dimana seseorang harus mengganti identitas awalnya (yang tanpa perencanaan) dengan namanya sendiri. Kalau dulu eranya <em>anonymous</em>, sekarang sejak munculnya jejaring sosial seperti Friendster, seseorang akan menjadi eksis bila muncul dengan namanya sendiri. </p>
<p>Lalu ada pula Visnu K. Mahmud dari Pulse Communications yang bercerita tentang &quot;<em>Digital Indonesia Rising</em>&quot; yang agak sedikit melenceng dari tema, tapi nggak apa-apa. Visnu ini tadinya mau presentasi pada <em>event </em>perdana FreSh, tapi karena waktu itu sudah terlalu malam, jadi terpaksa dibatalkan. Di presentasinya, Visnu menjelaskan potensi-potensi dari Indonesia yang luar biasa, yang seharusnya, bisa menjadi modal untuk berinvestasi di area digital. </p>
<p>Menurutnya, pengguna internet Indonesia &quot;hanya&quot; 10%, tapi tahukah kalau 10% itu adalah 25 juta, jumlah yang hampir sama dengan penduduk Australia. Di tahun 2012 diharapkan akan meningkat hingga 40%. Visnu juga percaya kemampuan SDM IT Indonesia luar biasa, dan tidak melulu bergantung pada SDM luar negeri yang hanya memberi beban biaya tambahan. Bila investasi di area digital sejak sekarang, besar kesempatannya untuk membangun <em>presence</em>, <em>influence</em> dan <em>leadership</em>. </p>
<p>Terakhir, presentasi spontan dari Adeline Djelita dari Indo.com. Ia bercerita tentang program blog <em>travelling review </em>yang akan dibuat oleh <a href="http://www.paketrupiah.com/" target="_blank">paketrupiah.com</a>. Pengalaman Adeline sebelumnya di tahun 2006, meski <em>event </em>itu berhadiah wisata ke Bali, ternyata sedikit sekali peserta yang ikut registrasi. Ia menjadi agak pesimis bila hal ini dilakukan ulang, hanya akan menimbulkan kegagalan serupa. </p>
<p>Banyak masukan dari forum, terutama dari mereka-mereka yang sudah pernah membuat kompetisi <em>review </em>blog serupa. Tips-tips yang disampaikan antara lain: jangan mempersulit peserta untuk berpatisipasi dengan &quot;memaksa&quot; mereka memasang <em>banner</em> atau kode <em>javascript</em>, berhubunganlah dengan blogger yang punya <em>influence </em>banyak, dan jangan lupa rasakan dulu menjadi seorang blogger sebelum berniat melakukan kompetisi itu.</p>
<p align="center"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/freshke2-1.jpg" border="0" /></p>
<p>Acara FreSh ke-2 ini pun akhirnya ditutup dengan foto bersama. Terima kasih kepada para peserta yang sudah berniat datang di sore hari yang panas dan macer ini. Kita masih diberi kesempatan untuk bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama. Terima kasih juga kepada Pak Minaldi Loeis dan Bu Dilla dari BINUS Business School yang telah memungkinkan kesempatan ini terjadi (meski sayang, mereka tidak bisa hadir di acara ini kemarin).</p>
<p>Kredit foto: <a href="http://www.flickr.com/photos/kaniav/" target="_blank">Kania</a></p>
<p>Tulisan lainnya yang terkait:</p>
<ul>
<li><a href="http://kukuhtw.multiply.com/journal/item/139/Event_Fresh_ke-2" target="_blank"><em>Event</em> Fresh ke-2</a> </li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/09/25/narsisme-di-fresh-ke-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Seorang Narsis Yang Baik</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/09/22/menjadi-seorang-narsis-yang-baik/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/09/22/menjadi-seorang-narsis-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 03:11:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[narcissism]]></category>
		<category><![CDATA[social network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/2008/09/22/menjadi-seorang-narsis-yang-baik/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Narsis kok baik? Katanya mencintai diri sendiri yang berlebihan itu hanya akan membuat menjadi lupa diri, nggak ingat akan dunia sekitar, dan di akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri. Memang, apapun yang berlebihan pastilah nggak baik. </p><p>Namun bukankah sudah menjadi karakteristik dalam setiap orang untuk kagum akan dirinya sendiri? Siapa yang nggak bangga melihat dirinya mendapat nilai A di kampus, dipuji atasan, lalu kemudian memamerkannya ke rekan-rekan lainnya? Nggak sedikit di antara kita yang memandang cermin berlama-lama hanya untuk memastikan dirinya tampil menarik setiap saat (hayoo, ngaku!)</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/narsisme.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><img class="floatright" title="Narsisme" alt="Narsisme" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/narsisme.jpg" border="0" />Narsis kok baik? Katanya mencintai diri sendiri yang berlebihan itu hanya akan membuat menjadi lupa diri, nggak ingat akan dunia sekitar, dan di akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri. Memang, apapun yang berlebihan pastilah nggak baik. </p>
<p>Namun bukankah sudah menjadi karakteristik dalam setiap orang untuk kagum akan dirinya sendiri? Siapa yang nggak bangga melihat dirinya mendapat nilai A di kampus, dipuji atasan, lalu kemudian memamerkannya ke rekan-rekan lainnya? Nggak sedikit di antara kita yang memandang cermin berlama-lama hanya untuk memastikan dirinya tampil menarik setiap saat (hayoo, ngaku!)</p>
<p>Itulah salah satu alasan situs-situs yang mengandalkan pada konten partisipasi anggotanya menjadi sukses. Hakikatnya, semua anggota ingin unjuk diri, memamerkannya ke teman-teman dalam jejaringnya atau bahkan memaksa orang lain yang belum ikut untuk menjadi anggota (dengan salah satu alasan, agar profil dirinya bisa dilihat orang tersebut). Para penulis blog pun juga ikut menjadi bangga saat puluhan orang berkomentar di blognya. Semakin banyak komentar pujian, semakin ia bangga akan dirinya sendiri.</p>
<p>Ragam aplikasi Web 2.0 memang membantu diri kita mendapatkan aktualisasi diri. Sesuatu yang sebelum kita mengenal blog atau jejaring sosial, serasa sulit untuk dicapai. Seharusnya, kalau Abraham Maslow masih hidup saat ini, beliau pasti akan memikirkan &ldquo;<em>Theory of Needs</em>&rdquo; baru, karena rasa aktualisasi diri sudah semakin mudah dicapai oleh setiap orang.</p>
<p>Semakin seseorang aktif menulis blog, berkomentar, dan menjadi seorang yang eksis di dunia maya, sudah pasti ia adalah seorang yang narsis. (Psst, ada yang pernah mencoba kenarsisannya dengan mencari <a href="http://pitra.dagdigdug.com/2008/07/18/menemukan-diri-sendiri-di-jagad-internet/" target="_blank">namanya sendiri</a> di belantara Google?) </p>
<p>Pernah nggak terpikir untuk memanfaatkan aplikasi Web 2.0 ini untuk membangun narsisme diri menjadi sesuatu yang positif? Misalnya, memanfaatkan blog, jejaring sosial, fasilitas berbagi foto, video, dan <em>artwork </em>untuk menampilkan keahlian diri Anda. </p>
<p>Tidak salah memang menulis blog tentang kehidupan pribadi Anda sendiri, namun kenarsisan seperti itu belum tentu bisa mendukung Anda secara positif. Bila ada konten dari tulisan itu yang memberikan manfaat bagi orang lain, itu artinya narsisme Anda sudah berbuah positif. Bisa dari tulisan khas ilmiah hingga bahkan tips-tips kehidupan rumah tangga. Kekhasan Anda dalam menulis menjadi kekhasan kenarsisan Anda. Hindari menulis hal-hal yang terlalu standar, yang semua orang bisa menuliskannya, misal: bangun tidur ku terus mandi, dst&#8230;</p>
<p>Kalau Anda hobi dan punya keahlian di bidang fotografi, videografi, atau desain, perbanyak dan pertajam terus keahlian Anda. Tampilkan progres keahlian Anda di situs-situs seperti Flickr, YouTube, atau DeviantArt. Sebar keahlian Anda ini ke teman-teman Anda di Facebook dan Friendster. Tampilkan kekhasan Anda melalui profil Anda di Facebook dan Friendster. Ungkapkan kalau Anda memang ahli (atau punya keahlian, meski baru memulai) di bidang tersebut. </p>
<p>Menjadi narsis yang positif nggak berbeda dengan membangun <em>personal branding</em>. Anda tentunya ingin selalu dicitrakan secara positif oleh teman-teman Anda. Oleh karena itu, mulailah dengan membangun kenarsisan Anda di ranah internet dengan konten bermanfaat. Dengan menampilkan segala kepositifan Anda saat bersosialisasi di dunia maya, kenarsisan Anda akan berbuah positif pula.</p>
<p>Ingin berdiskusi lebih lanjut tentang menjadi narsis yang baik? Sempatkanlah datang di <em>event </em>ke-2 FreSh (<em>Freedom of Sharing</em>). Kita bisa berdiskusi lebih banyak lagi tentang hal ini. Untuk yang tertarik, silakan daftar melalui <a href="http://www.new.facebook.com/event.php?eid=31941866436" target="_blank"><em>event </em>Facebook ini</a>.&nbsp; </p>
<p>Sumber gambar: <a href="http://pixdaus.com/pics/1210648352JdqXwJp.jpg">http://pixdaus.com/pics/1210648352JdqXwJp.jpg</a> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/09/22/menjadi-seorang-narsis-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

