<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Ide &#187; Interview</title>
	<atom:link href="http://media-ide.bajingloncat.com/category/interview/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-ide.bajingloncat.com</link>
	<description>Where Indonesia's online branding, social media, and creativity is talked about</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 14:52:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Elle &amp; Jess: Dua Bersaudari Pengelola Butik GOWIGASA</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/04/14/elle-jess-dua-bersaudari-pengelola-butik-online-gowigasa/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/04/14/elle-jess-dua-bersaudari-pengelola-butik-online-gowigasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 00:53:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[elle]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[formspring]]></category>
		<category><![CDATA[gowigasa]]></category>
		<category><![CDATA[jess]]></category>
		<category><![CDATA[online store]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4314</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa orang mungkin sempat melihat video dua kakak beradik cantik Elle dan Jess ini. Di video itu mereka <em>lipsynch </em>sambil berjoget. Kalau diperhatikan ada sesuatu yang berbeda di video ini dibandingkan video <em>lipsynch </em>yang sudah banyak beredar sebelumnya. Mereka berulang kali berganti pakaian. Entah ada berapa banyak set pakaian dipakai di video ini. Nah, kali ini Media Ide berkesempatan mengajak Elle dan Jess untuk bercerita tentang diri mereka dan tentunya aksi video mereka ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/04/z5.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Beberapa orang mungkin sempat melihat video dua kakak beradik cantik Elle dan Jess ini. Di video itu mereka <em>lipsynch </em>sambil berjoget. Kalau diperhatikan ada sesuatu yang berbeda di video ini dibandingkan video <em>lipsynch </em>yang sudah banyak beredar sebelumnya. Mereka berulang kali berganti pakaian. Entah ada berapa banyak set pakaian dipakai di video ini. Nah, kali ini Media Ide berkesempatan mengajak Elle dan Jess untuk bercerita tentang diri mereka dan tentunya aksi video mereka ini.</p>
<p><object width="530" height="428"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/LcwSBnDnCIw?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="530" height="428" src="http://www.youtube.com/v/LcwSBnDnCIw?fs=1&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Boleh cerita dulu siapakah sebenarnya Elle &amp; Jess?</strong></span></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/04/z5.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-4316" title="z5" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/04/z5-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Halo, kita kakak adik (Jess kakak, Elle adik) tapi banyak yang bilang kembar, jadi kadang-kadang kalau ditanya, kita jawabnya â€œIya, kembar,â€ hehe. Nama asli kita sebetulnya Jessica dan Elissa aja, tanpa nama belakang. Nama â€˜Yamadaâ€™ sendiri muncul dari sekedar iseng, karena waktu <em>join </em>Facebook dulu ditanya nama lengkap. Kenapa Yamada? Karena selain banyak yang bilang kita kembar, banyak juga yang bilang kita mirip orang Jepang. Jadilah Elle iseng <em>googling </em>â€˜<em>most common Japanese surname</em>â€™, salah satunya yang muncul, ya, Yamada itu. Dari situ kebawa sampai sekarang deh namanya, hahaha.</p>
<p>Jessica sekarang sedang semester akhir di Universitas Bina Nusantara, jurusan Desain Komunikasi Visual â€“ Animasi. Elissa sudah lulus tahun ini, dulunya kuliah di Swiss German University, lalu pindah ke MIBT, jurusan Management. Kesibukan kita berdua sekarang lebih fokus ke butik <em>online </em>kita â€“ <a href="http://GOWIGASA.com" target="_blank">GOWIGASA</a>.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Banyak yang tertarik nih melihat video kalian di YouTube, terutama video yang terakhir. Ada alasan tertentukah membuat video seperti itu?</strong></span></p>
<p>Hahaha makasih.. Untuk video â€˜Dance Dance Dance!â€™ ini, awalnya kita diajak oleh <a href="http://facebook.com/dylansada.momomilk" target="_blank">Dylan Sada</a> di akhir tahun 2010 untuk proyeknya yang bertema &#8220;NARCISM IS PASSE OR NO &#8211; Â SUPPORT ANAK INDONESIA KREATIF â˜®&#8221;. Kalau gak salah, ada sekitar 50 anak Indonesia yang ikut bergabung. Video finalnya sendiri belum rampung saat tulisan ini dibuat, tapi kita gak sabar mau lihat hasil akhirnya!</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Kalian berdua sepertinya <em>fashionista </em>sejati. Di video terlihat sekali seperti itu. Sekedar hobi sajakah?</strong></span></p>
<p>Sebetulnya kalau melihat contoh video narsis lainnya (yang sudah dibuat lebih dulu oleh Dylan dan teman-teman), sebagian besar lebih menampilkan ekspresi wajah dan gerak tubuh saja. Tapi karena kita ada maksud *ehm* promosi terselubung GOWIGASA, jadi kita buat saja videonya sambil gonta ganti kostum yang notabene sebagian besar merupakan baju-baju yang kita jual, hehehe.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/04/z2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4317" title="z2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/04/z2.jpg" alt="" width="530" /></a></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Boleh cerita sedikit dong tentang GOWIGASA!</strong></span></p>
<p>GOWIGASA sebetulnya merupakan singkatan dari Good Will Garage Sale, diawali dari penjualan item-item <em>fashion second hand</em> (sudah pernah dipakai, tapi kondisinya masih bagus seperti baru) dari lemari kita sendiri. Sampai sekarang kita sudah mulai impor dan produksi sendiri berbagai barang yang dijual: dari pakaian jadi sampai aksesoris, semuanya <em>all size</em> dan <em>ready stock</em>.</p>
<p>Untuk <em>review </em>GOWIGASA dari beberapa <em>customer</em>, boleh dilihat di <a href="http://bit.ly/GOWIreview" target="_blank">http://bit.ly/GOWIreview</a> <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Apakah video tersebut juga merupakan bagian dari promosi GOWIGASA?</strong></span></p>
<p>IYA. Hahahaha, sudah dijawab di atas ya. <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Sekarang semakin banyak yang terkenal akibat video narsisnya di YouTube. Menurut kalian, apakah media seperti ini bisa menjadi media promosi yang efektif?</strong></span></p>
<p>Video, foto, dan sebagainya bisa jadi media promosi yang efektif kalau terekspos ke publik dan meraih target audiens yang tepat, tapi kalau hal-hal tersebut tidak terjadi, yah jadinya untuk sekedar fun aja. <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/04/z3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4318" title="z3" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/04/z3-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/04/z11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4320" title="z11" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/04/z11-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Sudah banyak nih orang yang memanfaatkan Facebook untuk berjualan. Apakah GOWIGASA melihat ini sebagai peluang atau ancaman?</strong></span></p>
<p>Memang sebelum kita mulai bisnis GOWIGASA, juga sudah banyak orang yang melakukan hal yang sama, dan sekarang juga semakin banyak lagi toko <em>online </em>di Facebook. Kita melihatnya sebagai peluang saja, karena dengan merebaknya bisnis <em>online</em>, akan semakin banyak orang Indonesia yang mengenal dan tertarik melakukan transaksi jual beli lewat dunia maya ini. Sisi ancamannya cuma satu, kalau ada pihak-pihak yang menjalankan penipuan berkedok bisnis <em>online</em>, ditakutkan sebagian orang akan terpengaruh dan berpikir bahwa bisnis <em>online </em>itu tidak aman, dan sebagainya.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Apa yang membuat GOWIGASA berbeda dengan butik serupa di Facebook?</strong></span></p>
<p>Kalau dilihat dari review beberapa <em>customer </em>untuk <a href="http://bit.ly/GOWIreview" target="_blank">GOWIGASA</a>,<em> selling point</em> kita terutama ada di:</p>
<ul>
<li>Servis yang memuaskan.</li>
<li>Harga yang sesuai dengan kualitas barang.</li>
<li>Foto-foto yang menarik dan menampilkan barang sesuai dengan aslinya.</li>
</ul>
<p>Beberapa <em>customer </em>juga menyatakan bahwa mereka sangat menghargai kejujuran kita dalam menjalani bisnis ini. Sekedar contoh saja: kadang ada saja pembeli yang tidak sadar membayar lebih, bahkan ada yang pernah kelebihan bayar Rp. 600.000,- karena tertukar dengan transaksi lainnya, tapi pasti selalu kita kembalikan, hehe.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Selain kalian berdua, siapa saja yang terlibat di GOWIGASA?</strong></span></p>
<p>Mama, supir, pembantu, adik (kita tiga bersaudara loh, hehe) dan beberapa teman dekat.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Selain Facebook, media sosial apa lagi yang kalian pakai untuk bercerita tentang diri kalian?</strong></span></p>
<p>Selain Facebook, berikut link-link media sosial yang kita pakai selama ini:</p>
<ul>
<li>Online shop* <a href="http://GOWIGASA.com" target="_blank">http://GOWIGASA.com</a></li>
<li>Blog Elle &amp; Jess <a href="http://ELLEandJESS.blogspot.com" target="_blank">http://ELLEandJESS.blogspot.com</a></li>
<li>Youtube Elle &amp; Jess <a href="http://youtube.com/hompimpagambreng" target="_blank">http://youtube.com/hompimpagambreng</a></li>
<li>Twitter Jessica <a href="http://twitter.com/jessyamada" target="_blank">http://twitter.com/jessyamada</a></li>
<li>Twitter Elissa <a href="http://twitter.com/elleyamada" target="_blank">http://twitter.com/elleyamada</a></li>
<li>Twitter GOWIGASA <a href="http://twitter.com/GOWIGAS" target="_blank">http://twitter.com/GOWIGASA</a></li>
<li>Formspring Jessica <a href="http://formspring.me/jessyamada" target="_blank">http://formspring.me/jessyamada</a></li>
<li>Formspring Elissa <a href="http://formspring.me/elleyamada" target="_blank">http://formspring.me/elleyamada</a></li>
<li>Lookbook Elissa <a href="http://lookbook.nu/elleyamada" target="_blank">http://lookbook.nu/elleyamada</a></li>
<li>Coroflot Jessica <a href="http://coroflot.com/jezica" target="_blank">http://coroflot.com/jezica</a></li>
<li>Blog Jessica (sudah tidak aktif) <a href="http://LAZYCA.blogspot.com" target="_blank">http://LAZYCA.blogspot.com</a></li>
</ul>
<p>*untuk sekarang ini masih di Facebook, nanti ke depannya akan kita buat <em>website </em>khusus untuk lebih memudahkan pelanggan dalam berbelanja. <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/04/z9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4319" title="z9" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/04/z9-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/04/z1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4321" title="z1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/04/z1-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Di antara sekian banyak media sosial itu, mana yang paling efektif membantu promosi dan penjualan GOWIGASA?</strong></span></p>
<p>Yang paling efektif tentunyaÂ <a href="http://GOWIGASA.com" target="_blank">http://GOWIGASA.com</a> karenaÂ <em>domain </em>dengan nama sendiri sih, hehe, nanti kalauÂ <em>website </em>khususnya sudah jadi (bukan di-<em>link </em>ke Facebook lagi), pasti akan sangat efektif dan memudahkan pelanggan dalam berbelanja.<br />
Selain itu tentunya akunÂ <a href="http://twitter.com/GOWIGASA" target="_blank">Twitter GOWIGASA</a>,Â <a href="http://ELLEandJESS.blogspot.com" target="_blank">Blog Elle &amp; Jess</a>, danÂ <a href="http://lookbook.nu/elleyamada" target="_blank">Lookbook Elissa</a> karena banyak bocoraan dan foto-foto yang belum pernah ditampilkan, hehehe.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Pertanyaan terakhir, di tahun 2015, apa yang akan terjadi pada Elle &amp; Jess?</strong></span></p>
<p>Di tahun 2015, mudah-mudahan kita masih getol menjalankan GOWIGASA yang diharapkan semakin sukses dan berkembang dari sekarang, mungkin kita juga akan membuka toko offline dan menjalankan beberapa bisnis lainnya berdua, hehehe. AMIN!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kalau diperhatikan, apa yang dilakukan Elle &amp; Jess saat membuat video di YouTube ini hanya sebagai salah satu upaya menunjukkan produk-produk toko mereka. Ulasan aktivitas keseharian mereka di blog pun tak lepas dari bagian upaya mempromosikan produk toko mereka. Bersaing berjualan <em>online </em>memang tidak mudah, apalagi kalau hanya mengandalkan penyebaran informasi via Facebook. Pastinya kini, sudah ada ratusan pengguna Facebook lain yang melakukan hal tersebut. Harus selalu ada cara unik untuk membuat orang lain untuk kenal dengan produk yang dijual. Kita tunggu saja, apakah di bulan-bulan mendatang, mereka akan mencoba cara unik lainnya untuk menggaet konsumen baru.</p>
<p>Oh ya sejak beberapa hari lalu video Elle &amp; Jess ini juga menyebar dari tweet ke tweet, sampai akhirnya iseng nih dibuatkan satu <a href="http://bit.ly/weloveelleandjess " target="_blank">mini site ini</a>. Silakan kunjungi saja ya, tinggalkan komentar di sana, dan klik <em>likes </em>sebanyak-banyaknya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/04/14/elle-jess-dua-bersaudari-pengelola-butik-online-gowigasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ChiliJump: Pengembang Game untuk Facebook Berjudul Ambrosia</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/07/02/irawan-pengembang-game-untuk-facebook-berjudul-ambrosia/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/07/02/irawan-pengembang-game-untuk-facebook-berjudul-ambrosia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 07:06:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[ambrosia]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[local game]]></category>
		<category><![CDATA[social network]]></category>
		<category><![CDATA[startup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=3504</guid>
		<description><![CDATA[Belum lama ini seorang teman dari studio ilustrasi <a href="http://www.jotterpro.com/" target="_blank">Jotter</a> sempat bercerita kalau studionya bersama studio temannya, <a href="http://www.chilijump.com/" target="_blank">ChiliJump</a> sedang mengembangkan sebuah game berplatform Facebook. Nama gamenya <a href="http://apps.facebook.com/ambrosia" target="_blank">Ambrosia</a>. Gamenya menarik, tak akan menyangka kalau ada pengembang game web di Indonesia yang bisa membuat hal seperti ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2010/07/ambrosia.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/ambrosias-team.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3507" title="ambrosia's team" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/ambrosias-team-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Belum lama ini seorang teman dari studio ilustrasi <a href="http://www.jotterpro.com/" target="_blank">Jotter</a> sempat bercerita kalau studionya bersama studio temannya, <a href="http://www.chilijump.com/" target="_blank">ChiliJump</a> sedang mengembangkan sebuah game berplatform Facebook. Nama gamenya <a href="http://apps.facebook.com/ambrosia" target="_blank">Ambrosia</a>. Gamenya menarik, tak akan menyangka kalau ada pengembang game web di Indonesia yang bisa membuat hal seperti ini.</p>
<p>Berikut ini adalah wawancara Media Ide dengan Irawan Wijaya, salah satu pengembangnya.</p>
<p>(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Halo Irawan, boleh ceritakan singkat tentang diri Anda, tim Anda, dan game Ambrosia yang kini sudah bisa dimainkan di Facebook?</strong></span></p>
<p>ChiliJump terbentuk sekitar bulan Agustus 2009. Saat ini tim <em>development</em> utama ada tiga orang yang terlibat, ditambah dengan dukungan artist-artist dari Jotter Production. Latar belakang kami masing-masing sebetulnya tidak ada yang pernah membuat game, kecuali dari Jotter yang memang <em>outsourcer </em>untuk graphic assets untuk game.</p>
<p>Ambrosia adalah game pertama ChiliJump. Kami mengambil nama dan tema Ambrosia, karena ingin menyajikan game RPG yang bertemakan makanan. Everybody loves food ! <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ambrosia sendiri menurut mitos adalah makanan dewa-dewa pada jaman mitologi Yunani. Jadi, para <em>player </em>akan berpetualang untuk mencari Ambrosia tersebut. Mereka masing-masing bisa memilih sendiri bagaimana cara mereka bisa mendapatkan/mencapai Ambrosia tersebut. Ada banyak jalan menuju Roma <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ambrosia ini adalah RPG yang menitikberatkan pada tiga gameplay yaitu <em>Quest</em>, <em>Fight </em>dan <em>Trade</em>.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Apa yang mendorong Anda mengembangkan game Ambrosia di Facebook? Apa yang membedakannya dengan game-game RPG strategi serupa lainnya di Facebook?</strong></span></p>
<p>Ya, seperti yang kita ketahui, Facebook merupakan jejaring sosial yang sedang <em>super booming</em> saat ini. Munculnya berbagai macam <em>social game</em> di platform tersebut dan metode monetisasi melalui penjualan barang-barang virtual merupakan salah satu daya tarik terbesar untuk kami mengembangkan game di sana. Melirik kesuksesan Zynga, Playfish EA, Playdom, para <em>developer </em>yang mengembangkan Mafia Wars, Farmville, Pet Society, Social City, dll. Jujur saja kami terpincut dan menjadi terdorong untuk membuat Ambrosia, hahaha.</p>
<p>Di mana kebetulan kami juga punya cukup sumber daya, kemampuan dan yang terpenting juga rasa percaya diri untuk mengembangkan game berkualitas yang mampu bersaing buatan developer luar, kenapa tidak didayagunakan ?</p>
<p>Kenapa kami menggunakan Facebook dan tidak Â di domain sendiri? Karena kami ingin mencoba untuk mulai dan bersaing di tatar jejaring spesifik dulu. Terus terang, saat kami memulai, kami lihat perkembangan dan variasi gameplay di Facebook belum seganas di web terbuka. Memang, perlahan-lahan persaingan di dalam Facebook akan mengejar tingkat persaingan di tingkat <em>browser </em>game lainnya, tapi saat ini kami nilai di Facebook masih jauh lebih mudah untuk bertumbuh. Terutama dari segi <em>marketing </em>dan potensi jumlah pemakainya.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Apa yang membedakan Ambrosia dengan game RPG serupa di Facebook?</strong></span></p>
<p><strong></strong>Berdasarkan gaya visual, kita ingin memperlihatkan yang lebih Asia (terpengaruh Jepang sih). Kebetulan Jotter cukup <em>capable </em>dan memuaskan hasilnya untuk mewujudkan hal ini *<em>two thumbs up</em>*.</p>
<p>Kemudian, di Ambrosia ada tiga pilihan <em>job </em>yaitu : <em>Cook</em>, <em>Hunter </em>&amp; <em>Alchemist</em>. Uniknya di Ambrosia ini, beda dengan game RPG serupa di Facebook, kita punya <em>quest set </em>yang berbeda untuk setiap <em>job </em>yang ada. Jadi masing-masing <em>job </em>memiliki pengalaman berbeda dalam petualangan mereka. Antara ketiga <em>job </em>tesebut juga saling membutuhkan satu sama lainnya, karena itu di sini kita ada fitur <em>Trading</em>/berjualan di <em>Market</em>.</p>
<p><em>Player </em>bisa membuat sendiri makanan/minuman yang bisa mengisi <em>Action Points</em> (poin yang dibutuhkan untuk melakukan <em>Fight</em>/<em>Quest</em>) lalu juga diijinkan untuk mengirim makanan/minuman itu kepada sesama <em>player</em>. Jadi kita bisa saling membantu agar lebih mudah <em>leveling </em>dan tidak macet hanya karena kehabisan <em>Action Points</em>.</p>
<p>Kita juga punya sistem <em>Avatar</em>, di mana <em>player </em>bisa kustomisasi dan mengekspresikan diri mereka masing-masing.Â Lainnya, fitur <em>Houses of Fame</em> sebagai fitur <em>leaderboard</em>; <em>Orchard</em>; <em>reset </em>status dan <em>gender</em>; <em>message board</em>; dan<em> fitting room </em>di <em>Limited Time Offers</em> kita.Â Fitur-fitur lainnya masih ada yang masih dikembangkan dan belum dirilis.</p>
<p>Lebih baik cobain dulu main Ambrosia, harus dirasakan sendiri ! <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Intinya kita ingin membuat game RPG di Facebook yang lebih dalam dan jauh lebih menarik daripada judul-judul yang sudah ada disana.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Status game Ambrosia saat ini masih Alpha. Kapan game Ambrosia akan resmi diluncurkan?</strong></span></p>
<p>Hmm, sebetulnya pada saat wawancara ini, kita sudah masuk ke tahap <em>Open Beta </em>=D Untuk â€œresmi diluncurkanâ€ alias melepas status Beta, kita masih belum punya tanggal yang <em>fix</em>. Masih banyak yang harus kita benahi juga.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Berapa banyak pemainnya saat ini? Apakah Anda sendiri punya target pemain?</strong></span></p>
<p>Menurut data terakhir saat wawancara ini dijawab, MAU (<em>Monthly Active Users</em>) Ambrosia adalah 1.566 , dan DAU (<em>Daily Active User</em>)-nya 324. Perbandingan <em>user </em>dari Indonesia dan luar negeri cukup jauh, dimana user Indonesia ada sekitar 80%++ dari total <em>user</em>. Target kita pertama-tama 100.000 <em>user </em>dulu, ngga muluk-muluk kok =)) Kalau untuk target akhirnya sih kita inginkan MAU sekitar 30% dari seluruh user Facebook di Indonesia saat ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/ambrosia.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3506" title="ambrosia" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/07/ambrosia.jpg" alt="" width="530" /></a></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Seorang Bret Terrill (eks juragan Zynga) sempat bilang, mengembangkan game atau aplikasi Facebook harus siap nafas panjang. Masa pemeliharaan justru adalah yang paling sulit, dari sisi skalabilitas hingga update API dari Facebook yang bisa terjadi setiap saat. Menurut pendapat Anda bagaimana?</strong></span></p>
<p>Setuju! Nyatanya, lebih mudah mendapatkan <em>player </em>baru daripada mempertahankan yang sudah ada. Karena setiap <em>user </em>biasanya penasaran dengan game baru yang muncul di Facebook, mereka cenderung tidak setia. Itu sebabnya setiap <em>game developer</em> dituntut untuk tetap kreatif dan bisa terus â€œmemperbaharuiâ€ game mereka, memelihara ekosistem yang sudah ada dan menjalankan pemasaran yang berkelanjutan.</p>
<p>Perihal skalabilitas sebetulnya gampang-gampang susah, asal sudah dirancang dan disiapkan, pasti bisa melewati tahap ini. Kalau soal <em>update </em>API, wah soal yang satu ini memang betul-betul bikin pusing !</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Sebagai salah satu pemain startup lokal baru, kendala apa saja yang Anda hadapi dalam pengembangan game ini?</strong></span></p>
<p>Buanyak, Mas ! =D Mulai dari desain game, pengerjaan <em>graphic asset</em> gamenya, dan <em>programming</em>/teknis. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Ambrosia ini adalah proyek game pertama kami. Jadi, begitu deh&#8230; =)) Kita belajar sangaaattt banyak dalam proses pembuatan game ini.</p>
<p>Asyiknya mengembangkan<em> social game </em>ini, kita bisa mengembangkan bersama-sama user, tidak seperti <em>console game development</em> yang baru mengemas dan menjual setelah produk selesai total. Melalui <em>discussion board</em>, kita mendapat banyak <em>feedback</em> penting agar mereka lebih nyaman memainkan gamenya.</p>
<p>Hambatan teknis, contohnya soal <em>server </em>ya&#8230; biayanya memang mahal, kita jadi pintar-pintar memilih. Selain kemampuan kapasitas/<em>bandwidth </em>yang <em>scalable</em>, biayanya juga <em>scalable </em>=D Promosi kita masih belum maksimal, masih kita upayakan lebih gencar lagi kita lakukan. Namanya tim kecil yang serba tumpang tindih <em>job desccription-</em>nya, waktu-tenaga-pikiran kami masih tersedot cukup besar untuk pembuatan gamenya sendiri. Seandainya ada tenaga profesional <em>marketing </em>yang bisa bantuin sih, kita pasti bisa jauh lebih terbantu hahaha.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Pertanyaan paling penting, bagaimana Anda me-</strong><em><strong>monetize </strong></em><strong>game ini? Boleh tahu, berapa besar target </strong><em><strong>revenue </strong></em><strong>yang ingin Anda cita-cita dapatkan dari game ini</strong></span></p>
<p>Untuk me-<em>monetize</em>, kami menggunakan metode/sistem ekonomi virtual standar yang digunakan MMORPG pada umumnya. Ambrosia memiliki sistem 2 jenis mata uang (<em>dual currency</em>) dimana yang satu (<em>Accasian Talent</em>) diperoleh dari kegiatan dalam game, bisa digunakan bertransaksi di dalam game seperti misalnya di <em>Market </em>dan <em>Store</em>), Sedangkan yang satu lagi (<em>Mina</em>) adalah mata uang yang bisa dibeli menggunakan uang dunia nyata/<em>real money</em> untuk membeli <em>special item</em> di toko khusus barang-barang premium (<em>item mall</em>) atau untuk menjalankan fitur-fitur khusus seperti mereset status misalnya.</p>
<p>Target revenue kita inginnya sih bisa menyaingi Zynga atau Playfish EA deh, hahaha.</p>
<p>Partner untuk pembelian <em>Mina</em>, kita punya beberapa alternatif: ada MobileF1rst untuk pembayaran melalui <em>mobile phone</em> (potong pulsa). Lalu ada Offerpal dan TrialPay untuk pembayaran melalui Credit Card, Paypal dan Offerwall. Offerwall ini sistemnya, bila kita menyelesaikan salah satu penawaran dari si Offerpal, maka kita akan diberi <em>reward </em>sekian Mina.</p>
<p>Alternatif <em>monetizing </em>lainnya yang umum digunakan sih, pemasangan <em>ad banner</em> seperti Google Ads. Tapi kita tidak ingin menggunakan metode ini karena mengganggu tampilan game dan rasa sedang memainkan gamenya jadi berkurang. <em>Too much ads is annoying</em>.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Menurut Irawan, apakah para startup lokal lainnya masih punya kesempatan untuk mengembangkan game atau aplikasi berbasis Facebook di masa datang?</strong></span></p>
<p>Ya! Tentu saja! Di Indonesia itu sebetulnya banyak sumber daya manusianya yang berkemampuan cukup untuk mengembangkan game/aplikasi Facebook. Kita punya Artist yang bagus dalam membuat artwork, dan Game Designer/Programmer yang ngga kalah dengan di luar. Lha, mereka itu karena saking sempitnya lahan di dalam negeri, langsung bersaing di ranah internasional! Banyak orang yang memiliki kemampuan dan keinginan untuk masuk dalam platform Facebook, namun mereka tidak tahu atau ragu-ragu bagaimana memulainya. Memang tidak semudah ngomongnya =D, tapi yang penting harus berani melangkah, mencoba. Kesempatan itu selalu ada, tinggal berani meraih.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Pertanyaan terakhir, dalam 2 tahun mendatang, Chilijump dan Ambrosia sudah seperti apa?</strong></span></p>
<p>Hmm, kita ingin menjadi salah satu <em>social game developer </em>terbaik di Asia Tenggara ! =))</p>
<p>Kita sebetulnya tertarik untuk mencoba menjalankan juga model <em>white label developer</em>, hanya saja untuk hal ini kita masih <em>brainstorming </em>untuk <em>feasibility</em>-nya dan bagaimana cara mewujudkan/<em>roadmap</em>-nya dalam 2 tahun mendatang. Kita masih terpentok dana dan tim <em>marketing</em>, plus tim produksi yang lebih solid.</p>
<p>Kita ingin Ambrosia bakal bisa dimainkan di <em>multi-platform</em>, diobrolkan/dibicarakan oleh orang-orang seperti mereka membicarakan Mafia Wars di masa kejayaannya <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/07/02/irawan-pengembang-game-untuk-facebook-berjudul-ambrosia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Linda: Mahasiswi yang Berbisnis Butik Batik di Facebook</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/12/10/linda-mahasiswi-yang-berbisnis-butik-batik-di-facebook/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/12/10/linda-mahasiswi-yang-berbisnis-butik-batik-di-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 16:40:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[online store]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=3099</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kemarin sempat dibahas tentang <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/12/05/facebook-untuk-pemasaran/">pemasaran di Facebook</a>, alangkah lebih baiknya kalau sekarang Anda bisa menyimak pula salah satu contoh praktik nyatanya. Berikut ini wawancara Media Ide dengan perempuan cantik bernama <a href="http://www.facebook.com/lindaleenk">Linda Leenk</a>, <a href="http://lindastorypage.blogspot.com/">seorang</a> <a href="http://leenksite.blogspot.com/">blogger</a> berdomisili di Jogja yang merangkap sebagai pemilik butik online Leenkshop.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/12/leenkshop0.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Kalau kemarin sempat dibahas tentang <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/12/05/facebook-untuk-pemasaran/" target="_blank">pemasaran di Facebook</a>, alangkah lebih baiknya kalau sekarang Anda bisa menyimak pula salah satu contoh praktik nyatanya. Berikut ini wawancara Media Ide dengan perempuan cantik bernama <a href="http://www.facebook.com/lindaleenk" target="_blank">Linda Leenk</a>, <a href="http://lindastorypage.blogspot.com/" target="_blank">seorang</a> <a href="http://leenksite.blogspot.com/" target="_blank">blogger</a> berdomisili di Jogja yang merangkap sebagai pemilik butik online Leenkshop.</p>
<p>(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop0.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop0-300x241.jpg" alt="leenkshop0" title="leenkshop0" width="250" class="alignleft size-medium wp-image-3100" /></a><font color="#ff0000"><strong>Halo Linda, boleh ceritakan singkat tentang diri Anda? </strong></font></p>
<p>Saya Linda, usia saya 25 tahun. Saat ini saya sedang mengambil kuliah profesi akutansi di Universitas Gadjah Mada. Hobi utama saya adalah segala hal yang berkaitan sama batik. Selain itu, saya juga senang<em> shopping</em> dan <em>window shopping</em> untuk melepaskan stres. Tapi terus terang, berbelanja buat saya bukan hal yang mudah. Pernah suatu ketika saya beli kemeja dengan detail yang minimalis, harapannya bakal unik. Lain waktu saya jalan ke pusat perbelanjaan, dan ternyata kemeja minimalis yang saya beli tempo hari itu dipajang berderet-deret. Setelah itu jadi <em>ilfil </em>deh (malah curhat) sama <em>mass product</em> gitu. </p>
<p>Kalo keinginan, suatu saat saya pengen kerja sebagai akuntan tapi juga punya butik sendiri dan tentu saja, punya koleksi batik yang banyak. <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Boleh juga dong cerita tentang bisnis yang kini Anda geluti? Bisnisnya di dunia <em>fashion</em> ya?</strong></font></p>
<p>Saya memulai bisnis <em>fashion </em>ini awalnya di Multiply, sudah sejak Juli 2008. Akhir tahun 2008 saya mulai beraktivitas di Facebook. Dari awal usaha saya namakan <a href="http://facebook.com/leenkshop" target="_blank">Leenkshop</a>. Pembeli saya cukup beragam, dari teman-teman sendiri sampai orang yang baru kenal. Usia mereka berkisar antara 20-35 tahun. Awalnya saya menjual baju-baju <em>mass production</em> yang diambil dari satu tempat kemudian dijual via <em>online</em>. Hampir tidak ada proses kreatif di situ, saya pun juga hanya bisa mengambil margin keuntungan yang cukup tipis. Mulai tahun 2009, saya melakukan inovasi dengan membuat baju <em>customized</em>. Pembeli bisa memilih sendiri model baju, ukuran, motif dan jenis kain. Dengan cara seperti ini setidaknya saya pun bisa mengekplorasi kesukaan saya terhadap batik, pembeli bisa memilih model kain, dan tentu saja saya bisa memberdayakan beberapa penjahit-penjahit rumahan.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop1.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop1.jpg" alt="leenkshop1" title="leenkshop1" width="500" height="498" class="alignnone size-full wp-image-3101" /></a></p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Saat ini apakah Linda punya toko fisik sendiri? Ataukah Linda murni berjualan via online?</strong></font></p>
<p>Saat ini saya belum memiliki toko fisik, semua stok kain dan baju (barang) saya simpan di kamar saya. Sementara ini memang saya memfokuskan diri untuk berjualan secara <em>online</em>, dengan Facebook, dan blog. Saya sudah menyiapkan toko <em>online</em> sendiri dengan platform Joomla, insya Allah awal tahun 2010 mulai beroperasi. Tapi saya juga tetap akan menggunakan Facebook dan media sosial lainnya untuk mendukung aktivitas pemasaran produk saya. </p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Bagaimana Linda memanfaatkan media online untuk memaksimalkan penjualan?</strong></font></p>
<p>Ibaratnya kalau di dunia <em>offline</em>, pasar itu tempatnya orang berdagang dan banyak pembeli berdatangan. Nah, kalau <em>social media</em> (misal facebook) itu tempat banyaknya pembeli (pengguna internet) berkumpul. </p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Sepertinya Facebook berperan penting untuk membantu penjualan ya? Cara-cara seperti apa yang Linda buat untuk menarik perhatian calon pembeli di Facebook?</strong></font></p>
<p>Facebook harus diakui telah menjadi media yang cukup efektif untuk memaksimalkan penjualan. Kita bisa menampilkan katalog produk dan memberikan informasi ke calon <em>customer </em>(melalui fasilitas <em>tagging</em>). Namun ada hal yang tidak boleh dilupakan yaitu soal kenyamanan. Bisa jadi lho, ada teman yang merasa terganggu dengan aktivitas kita berjualan. Untuk hal ini saya berusaha untuk tidak men-<em>tag </em>orang yang tidak berkepentingan. Misalnya saya memiliki koleksi batik berwarna ungu, ini akan saya <em>tag </em>ke teman saya yang memesan batik ungu atau kebetulan dia menyukai warna ungu. Setelah foto dilihat, saya juga mempersilakan untuk menghapus <em>tag</em>. </p>
<p>Selain itu, hal yang saya rasa mampu membuat usaha saya terus berkembang adalah pertemanan. Saya tidak memposisikan mereka sebagai <em>buyer </em>saja, tapi mereka saya anggap teman. Kami berdiskusi tentang memadukan warna, kostum, dan lain-lain. </p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop2.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop2.jpg" alt="leenkshop2" title="leenkshop2" width="500" height="489" class="alignnone size-full wp-image-3102" /></a></p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Apakah blog dan Facebook benar-benar membantu meningkatkan omset penjualan Linda?</strong></font></p>
<p>Sampai sejauh ini iya. Saya akui blog dan Facebook membuka kesempatan yang luas bagi penjualan produk saya. Satu dari yang terpenting dalam aktivitas di blog dan Facebook bagi <em>seller </em>seperti saya adalah bagaimana mengendalikan opini publik mengenai citra diri saya sebagai <em>seller </em>yang memahami <em>fashion </em>dan bisa memberi solusi bagi teman-teman akan kebutuhan <em>fashion</em>. </p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Punya pengalaman menarik melakukan pemasaran dan penjualan melalui blog dan Facebook?</strong></font></p>
<p>Pengalaman menarik bagi saya adalah saya bisa menjadi sangat dekat dengan temen-teman maya yang kebetulan menjadi <em>buyer </em>produk saya. Waktu itu kami sempat kopdar di Jakarta dengan beberapa <em>buyer </em>setia, dan bener-bener rasanya senang punya temen sekaligus <em>buyer </em>yang baik seperti mereka. Kedekatan ini muncul dari intensifnya proses komunikasi mengenai produk yang akan mereka beli. Salah satu keuntungan dari hubungan ini bagi usaha saya adalah saya harus selalu berusaha menjaga hubungan baik, tidak berjualan produk yang berkualitas rendah karena konsumen saya adalah teman-teman sendiri, saya tidak ingin mengecewakan mereka.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Menurut Linda, apakah blog dan Facebook akan/bisa menjadi alat pemasaran yang direkomendasikan di tahun 2010? </strong></font></p>
<p>Saat ini sudah banyak sekali toko <em>online</em> yang memanfaatkan berbagai media <em>online </em>untuk alat pemasaran. Kini dengan menjamurnya penjual di Facebook, tentu saja langkah selanjutnya adalah bagaimana menjadikan diri sebagai seller yang dapat dipercaya dan mampu memberikan solusi kebutuhan bagi konsumen.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Terima kasih banyak, Linda. Mudah-mudahan cerita ini bisa menginspirasi para pebisnis <em>online </em>lainnya di Indonesia.</strong></font></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop3.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop3.jpg" alt="leenkshop3" title="leenkshop3" width="500" height="262" class="alignnone size-full wp-image-3103" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/12/10/linda-mahasiswi-yang-berbisnis-butik-batik-di-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jonru: Merintis Sekolah Menulis Online</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/16/jonru-merintis-sekolah-menulis-online/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/16/jonru-merintis-sekolah-menulis-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 15:53:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/16/jonru-merintis-sekolah-menulis-online/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kali ini interview Media Ide dengan Mas Jonru, yang punya bisnis <em>online </em>berbeda dengan lainnya. Ia memanfaatkan medium internet sebagai tempat pembelajaran menulis. Hingga kini, Mas Jonru masih terus mengembangkan metode ajar <em>online </em>melalui situsnya <a href="http://smo.belajarmenulis.com/" target="_blank">Sekolah-Menulis <em>Online</em></a>.</p><p>Seperti apa Sekolah Menulis Online itu? Simak saja wawancara berikut ini.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/microphone.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Kali ini interview Media Ide dengan Mas Jonru, yang punya bisnis <em>online </em>berbeda dengan lainnya. Ia memanfaatkan medium internet sebagai tempat pembelajaran menulis. Hingga kini, Mas Jonru masih terus mengembangkan metode ajar <em>online </em>melalui situsnya <a href="http://smo.belajarmenulis.com/" target="_blank">Sekolah-Menulis <em>Online</em></a>.</p>
<p>Seperti apa Sekolah Menulis Online itu? Simak saja wawancara berikut ini.</p>
<p>(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Mas Jonru, cerita-cerita sedikit dong mengenai Sekolah Menulis <em>Online</em> ini.</strong></font></p>
<p>Ide awal <a href="http://smo.belajarmenulis.com/" target="_blank">Sekolah-Menulis <em>Online</em></a> adalah sekitar tahun 2005 lalu. Dalam sebuah pelatihan penulisan di Jakarta, seorang ibu muda mengeluh karena ia sulit mencari penulis atau lembaga yang bisa ia jadikan tempat belajar. Saya berpikir, pasti banyak orang di seluruh dunia yang bernasib seperti si ibu ini. Kebanyakan pelatihan penulisan diadakan di Jakarta. Ini kurang adil bagi teman-teman di daerah bahkan luar negeri.</p>
<p>Saya juga ingat pada maraknya pelatihan menulis jarak jauh (lewat pos) pada tahun 1990-an lalu. Saya kira, ini bisa ditiru, tapi diterapkan secara <em>online</em>. </p>
<p>Maka, sejak pertengahan 2007, saya mempersiapkan sebuah sistem belajar jarak jauh, di mana seluruh kegiatan belajar dilakukan lewat layanan-layanan internet. Jadi sekolah-menulis ini bisa diikuti oleh siapa saja di seluruh dunia. Mereka bisa belajar kapan saja dan di mana saja.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Apa yang bisa didapat anggota melalui ini?</font></strong></p>
<p>Saya kira, hal ini tidak jauh beda dengan jika mereka mengikuti pelatihan atau seminar penulisan di gedung-gedung. Yang berbeda hanyalah sarananya. Di <a href="http://smo.belajarmenulis.com/" target="_blank">Sekolah-Menulis <em>Online</em></a> ini, kita memberikan modul (teori) seminggu sekali. Lalu ada asistensi penulisan lewat <em>email</em> atau <em>chatting</em>, dan bedah karya untuk meningkatkan kualitas tulisan para peserta.</p>
<p><span id="more-420"></span>
<p><font color="#ff0000"><strong>Pengajarnya dari mana saja dan latar belakang mereka apa?</strong></font></p>
<p><img class="floatleft" title="Sekolah-Menulis Online" alt="Sekolah-Menulis Online" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/int-smo.jpg" border="0" />Hingga angkatan ke-2, pengajarnya baru saya seorang. Hal ini karena jumlah siswanya masih sedikit. Dari segi anggaran, tentu kurang efisien bila kita mengajak demikian banyak pengajar, padahal penghasilannya belum bisa mengimbangi gaji mereka. Tapi saya sudah ada perjanjian dengan sejumlah penulis. Bila nanti pendaftarnya ramai, mereka akan diajak untuk mengajar. Penulis-penulis yang sudah menyatakan kesediaannya adalah Arul Khan, Kinoysan, Melvi Yendra, dan O. Solihin.</p>
<p>Soal latar belakang mereka, tentu macam-macam. Tapi sebagaimana di dunia penulisan umumnya, kita tak peduli si pengajar itu berasal dari disiplin ilmu apa. Yang penting mereka pintar menulis, pintar mengajar, sudah menerbitkan buku, dan sudah termasuk angkatan senior di bidang penulisan.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Bagaimana sebenarnya proses belajar mengajar ini dilaksanakan?</strong></font></p>
<p>Sistem dan sarana belajar bisa dilihat di <a href="http://smo.belajarmenulis.com/smo_sistem.php" target="_blank">http://smo.belajarmenulis.com/smo_sistem.php</a> dan <a href="http://smo.belajarmenulis.com/smo_sarana.php">http://smo.belajarmenulis.com/smo_sarana.php</a>. Intinya, semua proses belajar dilakukan secara <em>online</em>. Kita menggunakan <em>email</em>, <em>chatting</em> dan <em>newsletter</em> untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, ada pula <em>mailing list </em>sebagai media komunikasi informal.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Adakah kesulitan dihadapi para siswa melalui metode ini?</strong></font></p>
<p>Sepanjang pengamatan saya, kesulitan terbesar yang dihadapi siswa adalah dalam hal urusan-urusan teknis internet. Banyak di antara mereka yang masih gaptek, misalnya belum tahu bagaimana cara <em>chatting</em>. Karena itu, di awal kegiatan belajar kita biasanya memberikan sebuah modul khusus yang berisi penjelasan-penjelasan teknis, dan ditulis dengan bahasa yang sangat gampang dimengerti. Dan setelah dijalani, Alhamdulillah mereka umumnya langsung menguasai, sebab pada dasarnya internet itu sangat mudah digunakan.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Hingga saat ini sudah ada berapa siswa?</font></strong></p>
<p>Untuk angkatan ke-1, jumlah siswanya 16 orang, sedangkan angkatan ke-2 sebanyak 35 orang. Saat ini kita sedang membuka angkatan ke-3, yang jadwal belajarnya insya Allah akan dimulai tanggal 10 Mei 2008 nanti.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Adakah dari mereka yang kini sudah bergelut sebagai penulis profesional?</strong></font></p>
<p>Wah, pertanyaan ini agak membingungkan. Sebab dalam persepsi saya, pengertian penulis profesional adalah orang yang benar-benar mengandalkan sumber penghasilan utama mereka dari menulis. Dengan kata lain, <em>full time writer</em>. Setahu saya, belum ada peserta Sekolah-Menulis Online yang seperti ini. Tapi ada beberapa di antara mereka yang sudah pernah menerbitkan buku. Sementara yang masih sangat pemula pun banyak.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Upaya promo apa yang sudah dilakukan untuk mengenalkan Sekolah Menulis <em>Online</em> ini?</strong></font></p>
<p>Hingga saat ini, kita masih konsen dalam bentuk promosi yang murah meriah bahkan gratis. Beriklan di milis-milis penulisan, juga publikasi di situs-situs yang saya kelola (<a href="http://www.penulislepas.com/" target="_blank">penulislepas.com</a>, <a href="http://www.belajarmenulis.com/" target="_blank">belajarmenulis.com</a>, <a href="http://www.jonru.net/" target="_blank">jonru.net</a>, dan <a href="http://jonru.multiply.com/" target="_blank">jonru.multiply.com</a>). Saya juga giat menggunakan layanan <em>Newsletter</em> <a href="http://newsletter.belajarmenulis.com/" target="_blank">Kiat dan Info Penulisan</a> untuk menjaring calon konsumen yang potensial.</p>
<p>Tak lupa, kita selalu memberikan hadiah gratis biaya pendaftaran senilai Rp 150.000 untuk semua peserta pelatihan penulisan yang kami selenggarakan, atau pelatihan yang menghadirkan saya sebagai pembicara. Kita juga bersedia memberikan beasiswa senilai Rp 585.000 untuk setiap juara 1, 2 dan 3 pada lomba-lomba penulisan. </p>
<p>Dan tentu saja, kita memanfaatkan SEO. Alhamdulillah, situs BelajarMenulis.com saat ini sudah menduduki peringkat pertama (kadang-kadang turun ke peringkat kedua) di Google untuk kata kunci &ldquo;belajar menulis&rdquo;.</p>
<p>Sejak angkatan ke-3, kita juga melakukan promosi lewat SMS. Teman-teman yang ingin diberitahu bila ada pembukaan kelas baru, mereka dapat meninggalkan nomor HP mereka. Nanti kalau kelas baru sudah dibuka, kami akan menghubungi mereka via SMS.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Selain kelas-kelas yang bersifat rutin, rencana-rencana seperti apa yang akan dikembangkan tim Sekolah Menulis Online di ke depannya? Targetnya apa nih?</strong></font></p>
<p>Dalam setiap bisnis, inovasi dan kreativitas yang baru tentu selalu diperlukan, untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen, dan untuk mengantisipasi persaingan. Kita punya kelas reguler yang mengajarkan kiat penulisan fiksi dan nonfiksi secara umum. Selain itu, kita juga punya program kelas khusus yang ditujukan bagi mereka-mereka yang ingin belajar menulis untuk tujuan tertentu. Misalnya, saat ini kita membuka kelas &ldquo;<a href="http://smo.belajarmenulis.com/kk_arulkhan.php" target="_blank">Menulis dan Menerbitkan Buku bersama Arul Khan</a>&rdquo;, yang memungkinkan siswa langsung praktek menulis buku dan kita bantu menyalurkan naskah mereka ke penerbit. Di masa mendatang, kita juga berencana untuk membuka kelas khusus lainnya seperti penulisan cerita anak, menulis untuk bisnis, dan sebagainya.</p>
<p>Mengenai target, tentu tergantung dari masing-masing kelas. Untuk kelas &ldquo;Menulis dan Menerbitkan Buku bersama Arul Khan&rdquo; misalnya, target kita adalah agar setiap peserta bisa langsung menerbitkan buku setelah mereka selesai belajar di sekolah-menulis <em>online</em> ini.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Nah, terakhir. Ini pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, Sekolah Menulis Online sudah akan seperti apa?</font></strong></p>
<p>Saya ingin Sekolah-Menulis <em>Online</em> BelajarMenulis.com bisa lebih besar dan lebih populer dibanding <a href="http://www.writingclasses.com/">www.writingclasses.com</a>. Karena internet akan semakin berkembang, maka saya berharap 10 tahun lagi SMO ini Insya Allah akan menjadi media utama bagi semua penulis yang ingin belajar lewat internet. Saat ini, saya ingin menerapkan CMS yang otomatis seperti di <a href="http://www.asianbrain.com/" target="_blank">Asian Brain</a> atau <a href="http://kampus.eramuslim.com/" target="_blank">Kampus Eramuslim.com</a>, tapi belum kesampaian karena masih ada kendala dana.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/14/rangkaian-interview-di-media-ide/" target="_self"><font color="#ff0000"><strong>Untuk pebisnis dotcomers lain yang tertarik untuk diinterview, silakan cek artikel ini ya!</strong></font></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/16/jonru-merintis-sekolah-menulis-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanjung: Salah Satu Pengelola Blog Teknologi Disitu.com</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/14/tanjung-salah-satu-pengelola-blog-teknologi-disitucom/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/14/tanjung-salah-satu-pengelola-blog-teknologi-disitucom/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 02:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[portal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/14/tanjung-salah-satu-pengelola-blog-teknologi-disitucom/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pasti sudah pernah baca kumpulan tulisan teknologi <a href="http://www.disitu.com/" target="_blank">Disitu.com</a> dong. Media ini berawal dari kumpulan tulisan blog yang dikerjakan beberapa kontributor yang membahas tema teknologi terkini. Namun kini, semakin beragamnya tulisan, dan rutinnya di-<em>update</em> membuat Disitu.com bertransformasi menjadi sebuah media <em>online</em> baru. Yah, mirip <a href="http://www.engadget.com/" target="_blank">Engadget.com</a> gitu lah. Bahkan kini Disitu.com sudah memiliki versi bahasa Inggris, dan versi yang bisa dibaca secara <em>mobile</em>.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/microphone.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Pasti sudah pernah baca kumpulan tulisan teknologi <a href="http://www.disitu.com/" target="_blank">Disitu.com</a> dong. Media ini berawal dari kumpulan tulisan blog yang dikerjakan beberapa kontributor yang membahas tema teknologi terkini. Namun kini, semakin beragamnya tulisan, dan rutinnya di-<em>update</em> membuat Disitu.com bertransformasi menjadi sebuah media <em>online</em> baru. Yah, mirip <a href="http://www.engadget.com/" target="_blank">Engadget.com</a> gitu lah. Bahkan kini Disitu.com sudah memiliki versi bahasa Inggris, dan versi yang bisa dibaca secara <em>mobile</em>.</p>
<p>Berikut ini adalah wawancara dengan salah satu kontributor dan pengelola Disitu.com, Mas Tanjung. Untuk jelasnya, simak saja tulisan berikut ya.</p>
<p>(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Cerita-cerita dikit dulu, dong. Disitu.com itu apa sih? Kita bisa baca apa saja di situ?</font></strong> </p>
<p>Disitu.com itu adalah sebuah blog teknologi yang makin lama lebih bisa dikatakan sebagai media <em>online</em> yang berbau teknologi, dan berita itu rutin terus di-<em>update</em> tiap harinya. Jadi disitu kita bisa mendapatkan informasi terbaru yang paling aktual, hingga berita-berita lucu dan aneh di seluruh penghujung dunia yang berhubungan dengan teknologi.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Meski umur blognya bisa dikatakan masih muda, tapi kontennya sudah banyak ya? Ada berapa banyak artikel saat ini dan berapa banyak penulisnya? Mereka ini dari mana saja?</font></strong></p>
<p>Artikelnya kurang lebih sudah 3.000-an, penulisnya sendiri ada 8 orang dengan bantuan juga dari para kontributor yang ingin menyumbang artikel. Mereka nggak cuma di Jakarta, tapi juga di kota-kota lain di Indonesia. Selain itu kita juga dibantu oleh teman-teman yang ada di Singapura, Malaysia, dan China.</p>
<p><span id="more-419"></span>
<p align="center"><img title="Disitu.com" alt="Disitu.com" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/int-disitu.jpg" border="0" /></p>
<p><strong><font color="#ff0000">Siapa sebetulnya pemilik Disitu.com? Dimiliki oleh suatu perusahaan ataukah ini milik bersama seluruh para penulisnya?</font></strong></p>
<p>Disitu.com secara resmi dimiliki dan dikelola oleh MAX yang merupakan divisi dari PT Adicipta Inovasi Teknologi. Jadi terjawab sudah, yang memiliki adalah perusahaan.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Upaya promo apa yang sudah dilakukan untuk mengenalkan Disitu.com?</font></strong></p>
<p>Kita hanya melakukan <em>online marketing</em> dan<em> viral marketing</em> alias dari mulut ke mulut saja. Selain itu kita juga membagikan stiker dan brosur. Untuk pembaca kita adakan <em>quiz</em> dan pembagian <em>merchandise</em> untuk para pemenang. </p>
<p><strong><font color="#ff0000">Adakah niat menggali keuntungan dari blog keroyokan ini? Bentuknya seperti apa?</font></strong></p>
<p>Untuk sementara kita mengharapkan keuntungan yang dari <em>banner</em> sponsor sehingga menutupi ongkos hosting dan operasional.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Boleh diceritakan tentang statistik traffic Disitu.com hingga bulan Maret 2008 ini?</font></strong> </p>
<p>Perkembangan Disitu.com hingga saat ini relatif cukup pesat dimana pada awal pendirian kami berada pada <em>ranking</em> 6 jutaan-an sekarang kami sudah di posisi 61.000-an berdasarkan situs Alexa. Sedangkan untuk trafik rata-rata tiap harinya Disitu.com dikunjungi sekitar 2.000 <em>unique</em> IP berdasarkan situs sitemeter.com.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Selain penulisan konten rutin, rencana-rencana seperti apa yang akan dikembangkan tim Disitu.com di ke depannya?</font></strong> </p>
<p>Saat ini rencananya adalah berusaha menjadi salah satu media informasi teknologi yang dapat diandalkan. Untuk ke depannya kami akan lebih menyempurnakan tampilan agar lebih menarik dan lebih mudah diakses.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Nah, terakhir. Ini pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, Disitu.com sudah akan seperti apa?</font></strong> </p>
<p>Kami ingin sesukses pendahulu kami di tanah air seperti Detik.com yang fenomenal.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/14/rangkaian-interview-di-media-ide/" target="_self"><font color="#ff0000"><strong>Untuk pebisnis dotcomers lain yang tertarik untuk diinterview, silakan cek artikel ini ya!</strong></font></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/14/tanjung-salah-satu-pengelola-blog-teknologi-disitucom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indra: Mengelola 17Tahun2.com Supaya Bebas dari Serbuan Hackers</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/11/indra-mengelola-17tahun2com-supaya-bebas-dari-serbuan-hackers/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/11/indra-mengelola-17tahun2com-supaya-bebas-dari-serbuan-hackers/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 01:09:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kalau sebelumnya kebanyakan wawancara Media Ide ditujukan kepada para pelaku penjual <em>online</em>, kali ini sedikit berbeda. Siapa yang nggak kenal situs panas 17Tahun.com yang sudah melegenda. Situs yang berisi beragam cerita dewasa itu tiba-tiba sempat hilang dari peredaran karena serbuan <em>hackers</em>. Beberapa bulan kemudian muncul situs baru 17Tahun2.com, yang merupakan perbaharuan dari versi lamanya.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/microphone.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Kalau sebelumnya kebanyakan wawancara Media Ide ditujukan kepada para pelaku penjual <em>online</em>, kali ini sedikit berbeda. Siapa yang nggak kenal situs panas 17Tahun.com yang sudah melegenda. Situs yang berisi beragam cerita dewasa itu tiba-tiba sempat hilang dari peredaran karena serbuan <em>hackers</em>. Beberapa bulan kemudian muncul situs baru 17Tahun2.com, yang merupakan perbaharuan dari versi lamanya.</p>
<p>Kali ini, kesempatan wawancara ditujukan kepada Mas Indra, si admin 17Tahun2.com yang kini masih terus berjibaku membebaskan beragam serangan yang menimpa situsnya. Sekaligus juga Mas Indra akan bercerita seperti apa situs 17Tahun2.com versi baru ini.</p>
<p>(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Apa yang membuat 17Tahun2.com ini berbeda dengan versi sebelumnya, 17Tahun.com?</font></strong></p>
<p>Pertama, dari segi desain kami berusaha agar versi baru 17Tahun.com sedekat mungkin versi lama. Menurut saya desain lama sudah oke banget, <em>simple</em> tapi elegan dan hanya perlu di-<em>refreshing</em> sedikit. Agar tidak terlalu monoton kami tambahkan ilustrasi gambar original (bukan foto) pada halaman tertentu.</p>
<p>Kalau dari segi materi, kami tetap ambil kategori cerita yang sama agar pembaca tidak bingung. Kami hanya menambah kategori &ldquo;komik&rdquo; untuk gambar dan komik dewasa asli Indonesia. Komik pertama, &ldquo;Indekost, Lusi gadis model&rdquo;, kami biayai sendiri agar tidak kosong. Sekarang kami menunggu gambar dan komik <em>original</em> dari pembaca. Dalam waktu dekat kami akan membuka satu kategori baru (apa kategori itu?&hellip; masih rahasia!).</p>
<p>Di samping itu, sekarang pembaca bisa ganti <em>font</em> dan ukuran tulisan, data cerita lebih lengkap, dan pembaca bisa mencari cerita berdasarkan kata kunci. Penulis misalnya, bisa pilih siapa yang bisa menghubungi dia: siapa saja &#8211; pembaca terdaftar atau tidak &#8211; bisa dihubungi sama sekali. Penulis juga bisa tambahkan <em>avatar</em> dan menulis presentasi tentang dirinya. Banyak yang berubah sebetulnya tapi lebih ke detil-detilnya. </p>
<p><span id="more-417"></span>
<p><strong><font color="#ff0000">Bagaimana ceritanya hingga muncul ide membangun website 17Tahun2.com ini pada awalnya?</font></strong></p>
<p>Pertama karena merasa kangen sama situs 17Tahun. Ketika situs 17Tahun hilang gara-gara <em>server</em>-nya diserang virus Brontok, pemiliknya lalu memutuskan untuk tidak menghidupkannya kembali. Tidak ada situs penganti yang muncul. Kan sayang. Di Indonesia banyak orang yang suka baca cerita dewasa (dampak budaya mungkin?). So&hellip; ya begitulah saya mulai membangun 17Tahun2.com dan ternyata dapat dukungan penuh dari pemilik 17Tahun.com pertama. Itu sangat berarti bagiku. Kan artinya, walaupun dia sudah keluar dari dunia itu, tapi dia merasa puas dengan versi barunya 17Tahun.</p>
<p align="center"><img title="17 Tahun 2" alt="17 Tahun 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/int-17tahun.jpg" border="0" /></p>
<p><strong><font color="#ff0000">Aktivitas pengunjungnya seperti apa nih, Mas? Berapa besar pengunjungnya per bulan dan berapa banyak yang berpartisipasi mengirim cerita setiap bulannya?</font></strong></p>
<p>Pada saat ini 17Tahun2.com dikunjungi sekitar 30.000 orang per hari. Mengingat suksesnya situs 17Tahun.com saya cukup optimis akan bisa mencapai 100.000 per kunjungan per hari tahun ini. Sempat mencapai 40.000 pengunjung sehari beberapa bulan yang lalu&hellip; Ssayangnya sejak buka kami sudah terpaksa tutup sementara 3 kali. Setiap kali tutup pengunjungnya turun drastis dan harus mulai dari bawah. Aktivitas pengunjung? Yaa pastinya baca cerita!</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Loh, kenapa harus tutup?</font></strong></p>
<p>Karena masalah teknis dan lagi-lagi karena serangan &ldquo;<em>hackers</em>&rdquo;. Saya tidak tahu apakah <em>hackers</em> itu disewa oleh saingan atau oleh kelompok radikal tertentu ataupun iseng saja. Yang pasti dari dulu situs 17tahun paling disayangi (dibenci) &ldquo;<em>hackers.</em>&rdquo; Sebenarnya saya harus berterima kasih kepada mereka sebab setiap kali diserang, saya terpaksa memperbaiki situsnya agar lebih kuat, stabil dan <em>secure</em>. </p>
<p>Ya, intinya, tadinya <em>server</em> kami tidak mampu melayani puluhan ribu pengunjung sehari. Akibatnya kami terpaksa menonaktifkan beberapa <em>features</em> &ldquo;Web 2.0&rdquo; di <em>website</em> dan mengubah <em>script</em>-nya agar lebih ringan di <em>server</em>. Sekarang seluruh halaman pakai <em>cache-system</em> yang cukup canggih dan kami gunakan 3 <em>server</em> yang berbeda. Satu khusus buat gambarnya, satu buat pengelolaan situs dan satu khusus untuk halaman cerita. Jika situsnya mulai lambat lagi kami tinggal tambahkan satu <em>server</em>. Ya, kami belajar dari kesalahan&hellip; Saya rasa sekarang sudah stabil dan kebanyakan <em>bug</em> sudah dibenarin. Lihat aja..! </p>
<p><strong><font color="#ff0000">Upaya promo apa yang sudah dilakukan untuk mengenalkan 17Tahun2.com?</font></strong></p>
<p>Belum banyak sih. Paling, saya menulis komentar di blog sana-sini kalau situs 17Tahun sudah buka kembali. Menurut saya kalau situsnya berkualitas, pengunjung akan datang sendiri. Pengunjung yang puas pasti bercerita ke temannya kan? Apalagi 17Tahun2.com adalah penganti resmi dari situs 17Tahun.com yang cukup legendaris. </p>
<p>Gara-gara serangan <em>hackers</em>, sampai sekarang kami terpaksa fokus pada segi teknis situsnya. Sibuk terus dengan kodenya. Nah, sekarang situsnya sudah stabil jadi kami bisa mulai fokus pada isinya (penambahan cerita baru). Mulai bulan ini situsnya akan di-<em>update</em> setiap hari, bahkan mungkin dua kali sehari. Mudah-mudahan yang senang baca cerita dewasa akan kunjungi 17Tahun2 secara rutin.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Ada niat mengkomersialkan 17Tahun2.com? Kalau iya, boleh diceritakan dengan cara bagaimana?</font></strong></p>
<p>Hmm.. gimana ya? Saya orangnya sebenarnya cukup idealis. Tujuan utama saya adalah membuat situs yang paling bagus dalam bidangnya. Cieyyee&hellip; Hehe ada kepuasan tersendiri loh kalau hasil kerja keras kita diakui dan bisa dinikmati banyak orang. Pasti sudah bisa merasakannya dengan blog ini kan? Kalau cuman mau cari duit sih bisa saja&hellip; seperti di blog-blog tertentu, pasang iklan di mana-mana, pakai <em>pop-up</em>, bikin halaman penuh <em>keyword</em> palsu khusus buat Google, menerima sponsor yang menawarkan trik &ldquo;jadi jutawan dalam 3 hari&rdquo;, dll&hellip; <em>No way</em>&hellip;</p>
<p>17Tahun2 akan tetap bersih. Seperti dalam versi pertama, iklannya secukupnya saja.</p>
<p>Tapi memang ada biayanya. Selain waktu tak terhitung yang disita, kami juga harus membayar 3 <em>server</em>. Karena situs kami digolongkan &ldquo;dewasa&rdquo; maka kami tidak boleh mengunakan Google AdSense. Iklan yang ada belum menutupi biayanya tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada sponsor (situs) lokal yang akan tertarik untuk memasang banner di 17Tahun2. Kalau pengunjungnya banyak kan kenapa tidak?</p>
<p>Yang pasti, buat pengunjung, 17Tahun2 akan tetap GRATIS! Malah seandainya nanti kami mendapat uang lebih dari 17Tahun2, kami pasti akan bagi-bagi rezeki dengan penulis terbaik&hellip;</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Sekarang kan semakin mudah orang membuat situs dewasa. Dapat gambar atau video dari <em>mailing list</em>, lalu pajang di blogspot. Menurut Mas, apakah ini akan berpengaruh terhadap kunjungan ke 17Tahun2.com?</font></strong></p>
<p>Ya pasti berpengaruh. Tapi lebih berpengaruh bagi situs foto dan video daripada situs cerita. Soalnya kalau cerita, sistem pencariannya dan kualitas cerita penting sekali. Orang punya fantasi yang berbeda-beda. Harus bisa mencari cerita dan harus punya banyak pilihan. Format milis bahkan blog biasa menurut saya tidak begitu cocok untuk dijadikan situs cerita. </p>
<p>Membuat blog dewasa memang makin mudah. Tiap hari muncul puluhan blog baru. Tapi dari yang saya lihat sampai sekarang, maaf, belum ada yang benar bermutu. Masalahnya pemiliknya hanya fokus pada untung materiil. Kemampuan mereka sepertinya sebatas &ldquo;<em>copy/paste</em>&rdquo;.</p>
<p>Blog cerita misalnya, mereka hanya bisa mengambil cerita dari situs lain. Cerita <em>original</em> tidak ada. Lalu sepertinya mereka tidak bersedia mengoreksi cerita sebelum dipublikasikan. Hasilnya ya&hellip; banyak cerita yang tidak bermutu. </p>
<p>Kalau di 17Tahun2.com, semua cerita dikoreksi dan diformat sebelum diedar. Cerita yang kurang bermutu tidak dipublikasikan. Dan tentunya kami juga cek apakah cerita yang dikirim sudah ada di situs, dengan membandingkan kalimat cerita dengan kalimat seluruh cerita yang disimpan di <em>database</em> 17Tahun.</p>
<p>Ya blog cerita bukan masalah, siapa saja boleh usaha, dan pembaca bisa membedakan sendiri mana yang bermutu dan mana yang tidak&hellip;</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Nah, terakhir. Ini pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, 17Tahun2.com sudah akan seperti apa?</font> </strong></p>
<p>Wah&hellip; belum kepikir Mas&hellip; Baru buka soalnya. Hmm&hellip; kalau berimajinasi ya&hellip; Mungkin 17Tahun2.com sudah go internasional. Selain dalam bahasa Indonesia dan Melayu ada cerita dalam bahasa Inggris, Spanyol, Perancis&hellip; Terus ada banyak korektor sukarelawan yang bersedia membantu mengoreksi cerita (seperti moderator kalau di forum), lalu&hellip; bisa memberi hadiah kepada penulis cerita <em>original</em> yang mendapat nilai tertinggi. Banyak pengunjung. <em>Hackers</em> tidak mengganggu lagi. Itu aja sih. Didoain ya Mas. <img title="emoticon" alt="emoticon" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/happy.gif" border="0" /></p>
<p>Terima kasih Mas Pitra, terima kasih buat semua pengunjung yang membaca interview ini dan sukses selalu buat blog Media ide!</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Terima kasih juga ya, Mas Indra!! </strong></font><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/14/rangkaian-interview-di-media-ide/" target="_self"><font color="#ff0000"><strong>Untuk pebisnis dotcomers lain yang tertarik untuk diinterview, silakan cek artikel ini ya!</strong></font></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/11/indra-mengelola-17tahun2com-supaya-bebas-dari-serbuan-hackers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Roni: Berhenti Berjualan di Toko Fisik dan Membuka Toko Online</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/29/roni-berhenti-berjualan-di-toko-fisik-dan-membuka-toko-online/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/29/roni-berhenti-berjualan-di-toko-fisik-dan-membuka-toko-online/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 13:06:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[online store]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[<p>Nah, berikutnya adalah wawancara dengan pemilik <a href="http://www.manetvision.com/" target="_blank">ManetVision.com</a>, yaitu Mas Roni Yuzirman. <a href="http://www.roniyuzirman.blogspot.com/" target="_blank">Blogger</a> ini selain aktif berbisnis <em>online </em>melalui tokonya, ia juga pendiri dan masih aktif di komunitas <a href="http://www.tangandiatas.com/" target="_blank">Tangan di Atas (TDA)</a>. Apa itu ManetVision.com dan apa itu TDA, simak saja wawancara berikut ini.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/microphone.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><img class="floatright" title="Manet Vision" alt="Manet Vision" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/int-manetvision1.jpg" border="0" />Nah, berikutnya adalah wawancara dengan pemilik <a href="http://www.manetvision.com/" target="_blank">ManetVision.com</a>, yaitu Mas Roni Yuzirman. <a href="http://www.roniyuzirman.blogspot.com/" target="_blank">Blogger</a> ini selain aktif berbisnis <em>online </em>melalui tokonya, ia juga pendiri dan masih aktif di komunitas <a href="http://www.tangandiatas.com/" target="_blank">Tangan di Atas (TDA)</a>. Apa itu ManetVision.com dan apa itu TDA, simak saja wawancara berikut ini.</p>
<p>(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Boleh diceritain nggak, ManetVision.com itu tentang apa? Berjualan apa saja?</strong></font></p>
<p>ManetVision itu adalah perusahaan yang membawahi bisnis saya, Manet Busana Muslim yang bergerak di bidang <em>fashion</em>. </p>
<p><strong><font color="#ff0000">Kenapa Mas Roni memilih berjualan busana muslim secara <em>online</em>? Prospeknya seberapa menarik sih? Katanya dulu pernah punya toko (fisik) sendiri?</font> </strong></p>
<p>Karena kepepet, waktu itu (2004) 3 toko saya di Tanah Abang nyaris bangkrut dan karena satu dan lain hal saya diusir keluar dari toko oleh PD Pasar Jaya. Ya, terpaksa angkat kaki dari sana dan memulai bisnis seadanya dari garasi rumah.</p>
<p>Waktu itu saya memulainya tanpa melihat prospeknya. Terus terang sekali lagi karena kepepet, modal nyaris habis dan tidak punya pilihan. Jadi, saya berpikir dengan memulai secara <em>online</em> dari rumah akan jauh menghemat dan murah dibandingkan buka toko di Tanah Abang yang sewa per kiosnya antar Rp. 50-100 juta per tahun.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Upaya promo apa yang sudah dilakukan untuk mengenalkan ManetVision.com? Pasarnya kemana saja?</strong></font></p>
<p>Waktu itu saya mengawalinya dengan memasang iklan baris gratis di internet, mengirim <em>press release</em> ke media-media massa, dan mendapat promosi gratis di setiap seminar dan <em>talkshow</em> Pak Tung Desem Waringin, yang membimbing saya secara pribadi ketika itu.</p>
<p>Pasarnya saat ini sudah tersebar ke seluruh Indonesia, dan sedikit di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Hongkong.</p>
<p><span id="more-415"></span>
<p><strong><font color="#ff0000">Menurut Mas Roni sendiri, ukuran sukses ManetVision.com ini seperti apa? Kira-kira akan tercapai dalam berapa tahun? Atau malah jangan-jangan sudah tercapai?</font></strong></p>
<p>Ukuran sukses buat saya relatif ya. Tidak hanya terkait dengan finansial. Tapi juga kebebasan dan memberi manfaat bagi orang lain. Memang, pengakuan juga perlu. Alhamdulillah, tahun 2006 lalu Manet menerima penghargaan Enterprise 50 dari Majalah SWA. Soal pencapaian, itu juga relatif. Yang jelas saya masih terus mengembangkan bisnis saya dengan membuka segala kemungkinan yang bisa diraih.</p>
<p align="center"><img title="ManetVision" alt="ManetVision" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/int-manetvision2.jpg" border="0" /></p>
<p><strong><font color="#ff0000">Websitenya sepertinya masih dalam proses redesain ya? Selain mendapatkan <em>revenue</em> dari penjualan, ada rencana untuk mencari <em>revenue</em> tambahan lain melalui website ini?</font></strong></p>
<p>Ya, saat ini memang dalam proses re-<em>design</em> dengan konsep baru. Kalau tadinya hanya khusus grosir, sekarang juga melayani ritel. Untuk saat ini <em>revenue</em> utama di <em>website</em> masih dari penjualan.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Yang pasti akan jadi pertanyaan orang-orang, seberapa besar sih <em>revenue</em> dari ManetVision.com ini setiap bulannya? Berapa persen pembelian terjadi dari jumlah kunjungan setiap bulannya?</font></strong></p>
<p>Sebenarnya <em>website</em> itu hanyalah salah satu dari beberapa <em>marketing channel</em> yang saya gunakan. Istilah yang saya gunakan adalah <em>multichannel marketing</em>. <em>Website</em> juga menjadi salah satu alat untuk mengkonversi prospek menjadi pembeli dan selanjutnya kami menggunakan sarana lain untuk me-<em>retain customer</em> menjadi pembeli loyal.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Lalu, rasanya pembangunan ManetVision.com ini tidak lepas dari aktivitas Mas Roni di Tangan Di Atas (TDA). Boleh cerita-cerita dong tentang TDA ini dan manfaat apa yang bisa diberikan melalui TDA?</strong></font></p>
<p>Ya, TDA saya dirikan tanpa sengaja karena dampak dari sukses Manet juga, yaitu adanya kebebasan waktu. Saya punya banyak waktu luang sehingga suatu ketika saya mulai tertarik menulis blog di <font color="#000080"><u><a href="http://www.roniyuzirman.com/">www.roniyuzirman.com</a></u></font>, yang menjadi cikal bakal berdirinya TDA.</p>
<p>Isi blog saya pada awalnya adalah <em>sharing</em> pengalaman jatuh bangun membangun bisnis yang kemudian ternyata menarik minat pembaca yang rupanya juga bernasib sama dengan saya. Maka terbangunlah jaringan &ldquo;orang-orang senasib&rdquo; dan se-visi dengan saya, yaitu orang-orang yang butuh teman atau <em>supporting group</em> dalam menjalankan bisnis mereka. Jadi, manfaat TDA bagi membernya adalah menjadi <em>supporting group</em>. Membernya dihimbau untuk saling berbagi dan saling mendukung untuk kesuksesan bersama.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Nah, terakhir. Ini pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, dalam bayangan Mas Roni, ManetVision.com sudah akan melakukan hal apa saja?</font> </strong></p>
<p>Saya ingin membawa member Komunitas TDA ini menjadi pelaku-pelaku bisnis yang diperhitungkan di Indonesia, tidak hanya diperhitungkan dari sisi jumlah tapi juga kualitas dan kontribusinya terhadap perekonomian bangsa.</p>
<p>Dalam hal ini, peran saya dan Manet adalah melakukan fungsi &ldquo;<em>giving back to community</em>&rdquo; atau istilah kerennya CSR. Tapi saya melakukan pendekatan lain, bukan memberi secara materi, melainkan dalam bentuk lain seperti inspirasi, pembelajaran dan dukungan kepada para <em>entrepreneur</em> atau calon <em>entrepreneur</em> di Indonesia.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/14/rangkaian-interview-di-media-ide/" target="_self"><font color="#ff0000"><strong>Untuk pebisnis dotcomers lain yang tertarik untuk diinterview, silakan cek artikel ini ya!</strong></font></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/29/roni-berhenti-berjualan-di-toko-fisik-dan-membuka-toko-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dhika: Berkenalan dengan Batik Pekalongan di PasarBatik.com</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/26/dhika-berkenalan-dengan-batik-pekalongan-di-pasarbatikcom/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/26/dhika-berkenalan-dengan-batik-pekalongan-di-pasarbatikcom/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 12:16:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[online store]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/26/dhika-berkenalan-dengan-batik-pekalongan-di-pasarbatikcom/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Setelah disela-sela sedikit dengan tulisan lain, berikut lanjut wawancara Media Ide dengan salah satu pendatang baru di dunia <em>dotcomers</em>. Ia adalah Mas Adhika Dirgantara, atau lebih dikenal dengan panggilan Mas Dhika. Silakan kunjungi <a href="http://dirgaa.com/" target="_blank">blognya</a> kalau mau kenal dengan yang bersangkutan lebih lanjut.</p><p>Mas Dhika, bersama istrinya kini aktif berjualan batik secara <em>online</em> melalui <em>website</em>-nya, <a href="http://pasarbatik.com/" target="_blank">PasarBatik.com</a>. Nggak usah berbasa-basi lagi, berikut ini cuplikan wawancara Media Ide dengan si pemilik PasarBatik.com.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/microphone.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Setelah disela-sela sedikit dengan tulisan lain, berikut lanjut wawancara Media Ide dengan salah satu pendatang baru di dunia <em>dotcomers</em>. Ia adalah Mas Adhika Dirgantara, atau lebih dikenal dengan panggilan Mas Dhika. Silakan kunjungi <a href="http://dirgaa.com/" target="_blank">blognya</a> kalau mau kenal dengan yang bersangkutan lebih lanjut.</p>
<p>Mas Dhika, bersama istrinya kini aktif berjualan batik secara <em>online</em> melalui <em>website</em>-nya, <a href="http://pasarbatik.com/" target="_blank">PasarBatik.com</a>. Nggak usah berbasa-basi lagi, berikut ini cuplikan wawancara Media Ide dengan si pemilik PasarBatik.com.</p>
<p>(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Boleh diceritain nggak, PasarBatik.com itu tentang apa? Apakah menjual barang lain selain batik?</font></strong></p>
<p>Tentu boleh tho mas&nbsp;<img title="emoticon" alt="emoticon" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/smile.gif" border="0" /> PasarBatik.com adalah semacam lapak jualan <em>online</em> yang khusus jualan batik, baik untuk pembelian ecer maupun grosir. Saat ini berkonsentrasi untuk memasarkan produk batik Pekalongan thok. Belum ada barang lain selain batik yang dijajakan di PasarBatik.com, dan untuk beberapa waktu ke depan belum terfikir untuk menjajakan produk di luar produk (yang ada hubungannya dengan) batik.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Kenapa Mas Dhika memilih bisnis di <em>retail online</em> semacam ini? Prospeknya seperti apa?</font></strong></p>
<p>Sebenarnya PasarBatik.com tidak murni retail ya, karena sasaran kita malahan cenderung ke pembeli grosir; para wirausaha muda dan baru yang sebelumnya orang kantoran dan cukup melek internet, kemudian buka usaha ritel busana dan memerlukan <em>supplier</em> batik. Meski kami tidak bisa menghalangi, kalau kemudian banyak juga pembeli eceran yang berbelanja di PasarBatik.com.</p>
<p>Kalau lihat batik sebagai produk yang kami jajakan secara <em>online</em> prospek pasarnya masih cukup luas ya. Karena sepemantauan kami, masih belum banyak lapak <em>online</em> yang khusus menjajakan batik (Indonesia) secara &#8216;serius&#8217;; melakukan pembaruan katalog, melakukan <em>online marketing</em> secara serius, mengedukasi pasar dengan pengetahuan batik, dsb.</p>
<p><span id="more-414"></span>
<p><strong><font color="#ff0000">Kenapa Mas Dhika berjualan menggunakan <em>website</em> sendiri? Kenapa tidak memanfaatkan forum yang sudah ada, misalnya Kaskus?</font></strong></p>
<p><img class="floatleft" title="PasarBatik.com" alt="PasarBatik.com" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/int-pasarbatik.jpg" border="0" />Memang tidak sedikit forum/situs yang memungkinkan untuk menjajakan produk secara <em>online</em> tanpa perlu punya <em>website</em> sendiri, namun tentu ada keterbatasan tho. Kami memutuskan membangun <em>website</em> sendiri untuk menunjukkan keseriusan, selain ternyata biaya untuk membangunnya juga tidaklah semahal yang dikira orang ,karena memang kami memulainya dengan lapak <em>online</em> yang sederhana. Untuk operasional dan pemeliharaan harian, kami berdua (saya dan istri) masih bisa melakukannya sendiri.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Upaya promo apa yang sudah dilakukan untuk mengenalkan PasarBatik.com?</font></strong></p>
<p>Pembeli yang siap biasanya mereka akan googling, bertanya dan mencari. Maka sebisa mungkin kami mengupayakan agar PasarBatik.com mudah ditemukan dengan <em>keyword</em> yang sesuai ketika ada yang mencari. Hasilnya belum maksimal memang, namun hal ini terus kami upayakan.</p>
<p>Secara tradisional kami men-<em>submit</em> keberadaan PasarBatik.com pada layanan web iklan baris dan <em>web directory</em> yang jumlahnya banyak sekali, dan juga secara khusus memasang <em>banner</em> PasarBatik.com di <a href="http://www.blog-indonesia.com/" target="_blank">blog-indonesia.com</a> sebagai direktori <em>blog</em> Indonesia terbesar untuk lebih menggaungkan keberadaan kami. Mengenalkannya melalui milis-milis dan forum dan juga mengirimkan email <em>marketing</em> pada pihak-pihak yang sekiranya memerlukan produk batik. Kawan-kawan di komunitas TDA (<a href="http://www.tangandiatas.com/" target="_blank">tangandiatas.com</a>) juga banyak membantu mempromosikan PasarBatik.com melalui blog mereka masing-masing.</p>
<p>Dan tentu tidak lupa, bergaya sok seleb dengan diinterview oleh Media Ide seperti ini juga bagian dari strategi berpromosi. <img title="emoticon" alt="emoticon" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/happy.gif" border="0" /></p>
<p><strong><font color="#ff0000">Menurut Mas Dhika sendiri, ukuran sukses PasarBatik.com ini seperti apa? Kira-kira kesuksesan itu akan tercapai dalam berapa tahun?</font></strong></p>
<p>Usaha batik Pekalongan adalah usaha turun temurun dan saat ini mulai banyak yang dipegang oleh generasi ke 3 dan 4. Usia mereka masih muda-muda, berpendidikan tinggi dan relatif nyambung untuk diajak ngomong masalah teknologi, masalah IT khususnya internetlah. Cara pemasaran mereka juga sedikit demi sedikit makin modern. Ini adalah sebuah peluang.</p>
<p>Dikaitkan dengan keberadaan PasarBatik.com, ke depan mimpi besarnya adalah PasarBatik.com mampu mengaggregasi seluruh pengusaha batik yang ada di Pekalongan, menciptakan sebuah sistem yang memungkinkan PasarBatik.com bisa membantu penjualan batik secara sangat signifikan tanpa perlu menimbun barang; masalah stok, ketersediaan barang serta pembaruan katalog bisa dilakukan mandiri oleh produsen. Namun semuanya masih dalam satu payung, PasarBatik.com dan bukan tiap produsen dibiarkan berdiri sendiri-sendiri. PasarBatik.com tidak hanya menjadi etalase, namun benar-benar secara serius ikut membantu memasarkan produk-produk yang ada.</p>
<p>Jika PasarBatik.com mampu memposisikan diri seperti itu, maka mungkin baru layak disebut sukses ya dan mudah-mudahan dengan kerja keras hal ini bisa dicapai dalam 4-5 tahun kedepan.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Usia PasarBatik.com kan baru 2 bulan. Berapa target <em>revenue</em> dari PasarBatik.com ini dalam setahun mendatang?</font></strong></p>
<p>Mudah-mudahan bisa mencapai angka 9 digitlah. <img title="emoticon" alt="emoticon" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/happy.gif" border="0" /></p>
<p><strong><font color="#ff0000">Nah, terakhir. Ini pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, dalam bayangan Mas Dhika, PasarBatik.com sudah akan melakukan hal apa saja?</font></strong></p>
<p>Dalam 10 tahun mendatang, imajinasi kami:</p>
<ul>
<li>PasarBatik.com menjadi main <em>gateway</em> distribusi batik Pekalongan ke seluruh pelosok. Dengan makin meningkatnya kebutuhan akan perluasan ruang terbuka hijau, kemungkinan pusat-pusat grosir (pasar Tanah Abang dan pusat grosir batik konvensional lainnya) akan terkena dampaknya (baca: digusur) sehingga orang akan berduyun-duyun memanfaatkan internet sebagai jalur utama distribusi. </li>
<li>Mempunyai Batik <em>Study Center</em> yang cukup luas di Pekalongan sebagai pusat sejarah dan studi batik terlengkap di Indonesia (syukur-syukur di dunia). Membantu mengembangkan modernisasi proses pembatikan yang ramah lingkungan. </li>
<li>Menumbuhkan trend bahwa anak muda Indonesia belum layak disebut gaul kalau belum punya batik Pekalongan yang dibeli dari PasarBatik.com. </li>
<li>Ingat batik, ingat PasarBatik.com. </li>
</ul>
<p>Masih kurang? <img title="emoticon" alt="emoticon" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/laugh.gif" border="0" /></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/14/rangkaian-interview-di-media-ide/" target="_self"><font color="#ff0000"><strong>Untuk pebisnis dotcomers lain yang tertarik untuk diinterview, silakan cek artikel ini ya!</strong></font></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/26/dhika-berkenalan-dengan-batik-pekalongan-di-pasarbatikcom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ollie: Pecinta Buku yang Jual Buku</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/19/ollie-pecinta-buku-yang-jual-buku/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/19/ollie-pecinta-buku-yang-jual-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 11:12:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[online store]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kalau ingat buku, ingat kutu buku. Nah kalau ingat kutu buku, ya ingatlah dengan <a href="http://www.kutukutubuku.com/" target="_blank">Kutukutubuku.com</a>. Pendirinya semua wanita dan cinta banget dengan buku. Salah satunya adalah <a href="http://www.salsabeela.com/" target="_blank">Ollie</a>, yang menjadi target wawancara Media Ide kali ini. Jadi simak aja ya wawancara berikut!</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/microphone.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><img class="floatright" title="Kutukutubuku.com" alt="Kutukutubuku.com" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/int-kutukutubuku1.jpg" border="0" />Kalau ingat buku, ingat kutu buku. Nah kalau ingat kutu buku, ya ingatlah dengan <a href="http://www.kutukutubuku.com/" target="_blank">Kutukutubuku.com</a>. Pendirinya semua wanita dan cinta banget dengan buku. Salah satunya adalah <a href="http://www.salsabeela.com/" target="_blank">Ollie</a>, yang menjadi target wawancara Media Ide kali ini. Jadi simak aja ya wawancara berikut!</p>
<p>(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Boleh diceritain nggak, Kutukutubuku.com itu tentang apa? Bisa ditemukan apa saja di sana, selain buku?</font></strong></p>
<p>Kutukutubuku.com adalah toko buku <em>online</em> ++ hehe. Selain buku kita jual VCD <em>education</em> juga seperti National Geographic dan Discovery Channel. Selain produk, di Kutukutubuku.com juga ada kolom <em>Meet The Writer</em>, <em>basically</em> di situ kutukutubuku ngobrol bareng penulis untuk mengetahui macam-macam hal mulai dari <em>personal life-</em>nya hingga teknik menulis. Sebenernya ada <em>bookclubs</em> juga, tapi sayangnya harus mati karena dah kebanjiran <em>spam. <img title="emoticon" alt="emoticon" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/sad.gif" border="0" /></em>&nbsp;Kita ada rencana untuk bikin bentuk baru dari <em>bookclubs</em> ini karena banyak banget kutu buku yang pengen <em>sharing</em> dengan kutukutubuku lainnya. <img title="emoticon" alt="emoticon" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/tongue.gif" border="0" /></p>
<p><strong><font color="#ff0000">Kenapa Mbak Ollie memilih bisnis di <em>retail online</em> semacam ini? Prospeknya seperti apa?</font></strong></p>
<p>Waktu dulu saya memilih membuat toko buku <em>online</em> karena saya ingin sekali kerja &lsquo;bergelimang&rsquo; buku. Dulu sih pengen kerja di Amazon.com tapi kayaknya rada sulit. Jadi ya kenapa nggak bikin <em>my own </em>Amazon. <img title="emoticon" alt="emoticon" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/rolleyes.gif" border="0" />&nbsp;Kebetulan juga saat itu toko buku <em>online</em> yang sudah ada belum bisa mengakomodir kebutuhan saya. Jadi ya akhirnya mulai bikin kutukutubuku.com. </p>
<p>Prospek ke depannya bagus banget untuk <em>retail online</em>, karena dengan adanya perang tarif antar penyedia layanan internet (dimulai dari Fastnet), semakin banyak <em>customer</em> yang mulai terkoneksi dengan internet. Lebih dari 200 juta orang di Indonesia, Anda tidak akan kekurangan pasar. </p>
<p><strong><font color="#ff0000">Nggak takut dengan para pesaingnya yang gede-gede, seperti Gramedia misalnya? Apa yang membedakan Kutukutubuku.com dengan mereka?</font></strong></p>
<p>Pesaing yang gede-gede? Tergantung ya, kalo kita nganggep diri kita kecil ya mereka akan kelihatan gede haha. <em>Well</em>, kami sih nggak takut dengan Gramedia, tapi <em>most likely</em> mereka yang takut dengan Kutukutubuku.com khususnya dan toko buku <em>online</em> pada umumnya haha. </p>
<p><em>Call me emotional</em>, tapi kutukutubuku.com itu dibangun dengan cinta dan <em>passion</em> akan buku yang besar, tidak hanya sekedar bisnis semata. Dan menurut saya itu salah satu <em>glow</em> yang membedakan kami dengan pesaing kami. </p>
<p>Kalo soal teknis ya, diskon pasti beda dengan Gramedia, kita kasih 15% OFF untuk rata-rata semua buku lokal dan kadang-kadang cuci gudang dengan diskon 25%, buku diantar langsung ke rumah (orang Jakarta paling seneng dengan layanan <em>delivery</em> karena ancaman macet dan banjir dimana-mana), gratis <em>gift wrap</em> untuk kado, dan <em>personal touch customer service </em>dengan <em>book recommendation</em> dan layanan seperti <em>best friend</em>. <em>Hopefully</em> layanan seperti ini bisa kita pertahankan terus selamanya. </p>
<p><span id="more-411"></span>
<p><strong><font color="#ff0000">Menurut Mbak Ollie sendiri, ukuran sukses Kutukutubuku.com ini seperti apa? Kira-kira kesuksesan itu akan tercapai dalam berapa tahun? Atau malah jangan-jangan sudah tercapai?</font></strong></p>
<p><img class="floatleft" title="Kutukutubuku.com" alt="Kutukutubuku.com" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/int-kutukutubuku2.jpg" border="0" />Ukuran sukses Kutukutubuku.com itu kalau <em>brand</em> Kutukutubuku.com itu sendiri sudah otomatis terasosiasi dengan buku. Seperti sekarang <em>brand</em> Gramedia yang sangat lekat dengan <em>image</em> buku. Ingat buku, ingat kutu. Begitulah kira-kira ukuran kesuksesannya. <img title="emoticon" alt="emoticon" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/laugh.gif" border="0" /></p>
<p>Rencana pencapaian itu dalam 5 tahun rencananya.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Selain mendapatkan <em>revenue</em> dari penjualan, apakah ada <em>revenue</em> tambahan lain yang didapatkan dari Kutukutubuku.com ini? Boleh cerita apa saja kalau ada?</font></strong></p>
<p>Saat Kutukutubuku.com mulai banyak mendapatkan publikasi dari media, mulai banyak yang terinspirasi dan ingin membuka <em>online store </em>sendiri. Saya mendapat banyak pertanyaan mengenai cara memulai bisnis <em>online</em> dan 1001 pertanyaan lainnya. Melihat hal itu, saya dan Angel memutuskan untuk mulai membuka jalur bisnis baru under Kutukutubuku.com, dengan nama TukuSolution. TukuSolution adalah perusahaan <em>web consultant </em>yang juga meliputi desain dan <em>development</em>. Ini bisa dibilang belum saya &lsquo;bicarakan&rsquo; dimana pun karena lagi dalam rangka mengumpulkan portfolio hehe. Alhamdulillah sekarang sudah jalan <em>right on track</em> dan <em>hopefully</em> bisa menolong teman-teman yang sudah memiliki bisnis <em>offline</em>, melakukan ekspansi dan sukses di <em>online</em>. </p>
<p><strong><font color="#ff0000">Yang pasti akan jadi pertanyaan orang-orang, seberapa besar atau kecil <em>revenue</em> dari Kutukutubuku.com ini setiap bulannya?</font></strong></p>
<p>Bisnis kami tumbuh mulai dari omzet Rp 1 juta di bulan pertama menjadi lebih dari Rp 100 juta di bulan ke-22 dari buku saja. (Ada naik turunnya tentu). Benarkah itu semua uang dari buku? <strong>Benar</strong>. Benarkah itu mudah? <strong>Tidak benar.</strong> <img title="emoticon" alt="emoticon" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/happy.gif" border="0" /> Semua perlu kerja keras dan fokus (Sewaktu saya dan Angel memulai Kutukutubuku.com, kami masih sama-sama bekerja di kantor orang lain. Nggak fokus. Kemudian setelah satu setengah tahun berselingkuh, kami akhirnya memutuskan untuk 100% di Kutukutubuku.com dan menyesal kenapa nggak dari dulu aja haha). </p>
<p>Oh ya,<em> also be creative on whatever you do!</em></p>
<p><strong><font color="#ff0000">Nah, terakhir. Ini pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, dalam bayangan Mbak Ollie, Kutukutubuku.com sudah akan melakukan hal apa saja?</font></strong> </p>
<p>Dalam 10 tahun, Kutukubuku.com akan membantu pemerintah mencerdaskan masyarakat Indonesia dengan buku dan mendirikan Kutukutubuku Foundation. Kegiatannya antara lain: </p>
<ul>
<li>Menjadi Penerbit Kutukutubuku dan menerbitkan buku bacaan gratis untuk anak Indonesia yang tidak mampu. </li>
<li>Membuka Rumah Baca Kutukutubuku di daerah-daerah miskin. </li>
<li>Pemberantasan buta huruf dengan Sekolah Kutukutubuku, yang merupakan program pendidikan membaca gratis. </li>
<li>Pemasyarakatan internet dengan mendirikan Rumah Internet Kutukutubuku. </li>
</ul>
<p>Amin. <img title="emoticon" alt="emoticon" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/rolleyes.gif" border="0" />&nbsp;</p>
<p><strong><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/14/rangkaian-interview-di-media-ide/" target="_self"><font color="#ff0000">Untuk pebisnis dotcomers lain yang tertarik untuk diinterview, silakan cek artikel ini ya!</font></a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/19/ollie-pecinta-buku-yang-jual-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kukuh TW: Si Penggagas Kronologger.com dan KumpulBlogger.com</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/16/kukuh-tw-si-penggagas-kronologgercom-dan-kumpulbloggercom/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/16/kukuh-tw-si-penggagas-kronologgercom-dan-kumpulbloggercom/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 01:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[startup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pasti sudah pernah dengan tentang Kronologger.com dan KumpulBlogger.com dong. Dua proyek ini diawali oleh gagasan <a href="http://www.kukuhtw.com/" target="_blank">Kukuh TW</a> yang hobi mengembangkan sesuatu yang baru di bidang <em>online</em>. Lebih jelas tentang kedua website ini bisa dibaca di wawancara berikut. </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/microphone.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><img class="floatright" title="Kronologger dan KumpulBlogger" alt="Kronologger dan KumpulBlogger" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/int-kronologger1.jpg" border="0" />Pasti sudah pernah dengan tentang Kronologger.com dan KumpulBlogger.com dong. Dua proyek ini diawali oleh gagasan <a href="http://www.kukuhtw.com/" target="_blank">Kukuh TW</a> yang hobi mengembangkan sesuatu yang baru di bidang <em>online</em>. Lebih jelas tentang kedua website ini bisa dibaca di wawancara berikut. </p>
<p>(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Boleh diceritain nggak, Kronologger.com dan KumpulBlogger.com itu tentang apa?</font></strong> </p>
<p>Kronologger.com tentang <em>microblogging services</em>, KumpulBlogger.com tentang Menghimpun Jaringan Blog Sebagai Media <em>Advertising</em>.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Bagaimana ceritanya Mas Kukuh dulu kepikiran untuk buat 2 <em>website</em> ini?</font></strong> </p>
<p>Sebenarnya dulu menyesal bikin Kronologger.com, karena ternyata sudah ada layanan seperti itu, namanya Twitter dan Jaiku. Dulu namanya Kronologis.com, dan pertama kali <em>launch</em> 23 Februari 2007, tapi setelah itu jarang diurus lagi, sampai ada tawaran dari <a href="http://www.thegadgetnet.com/" target="_blank">Pak Budi Putra</a> dari <a href="http://www.asiablogging.com/" target="_blank">Asia Blogging Network</a>. Namanya lalu berubah menjadi Kronologger.com. </p>
<p>Nah, sejak saat itulah fiturnya dikembangkan, dibuat aplikasi <em>programming interface</em>, dibantu desain <em>interface</em>-nya oleh <a href="http://thomas.or.id/" target="_blank">Thomas Arie,</a> dibantu penyediaan <em>hosting</em>-nya oleh <a href="http://andri.cisco.or.id/" target="_blank">Andri Setiawan</a>, dibuat program integrasi Yahoo Messenger oleh <a href="http://blog.muhadi.com/" target="_blank">Ronnie Muhadi</a>, dibuatkan WordPress <em>plugin</em>-nya oleh <a href="http://kronologger.net/planet/index.php?/authors/11-Purwedi-Kurniawan" target="_blank">Purwedi Kurniawan</a> dan <a href="http://www.maseko.com/" target="_blank">Maseko</a>, dibuat Komunitas Planet Kronologger oleh <a href="http://www.vavai.com/blog/" target="_blank">Masim Vavai Sugianto</a>, <em>themes/skin</em> untuk Kronologger dibuat oleh <a href="http://sandynata.wordpress.com/" target="_blank">Sandynata</a>, <a href="http://blog.denysri.com/" target="_blank">Deny Sri</a>, Akeda dan sebagainya. </p>
<p>Di-<em>review </em>di banyak blog oleh para blogger senior, seperti <a href="http://planet.indra.sg.or.id/" target="_blank">Indra Pramana</a>, <a href="http://enda.goblogmedia.com/" target="_blank">Enda Nasution</a>, <a href="http://www.harrysufehmi.com/" target="_blank">Harry Sufehmi</a>, <a href="http://www.rendymaulana.com/" target="_blank">Rendy Maulana</a>, <a href="http://kun.co.ro/" target="_blank">Kuncoro Wastuwibowo</a>,&nbsp;dan sebagainya. Sekarang tersedia juga aplikasi <a href="http://apps.facebook.com/livekronologger/" target="_blank">Kronologger untuk Facebook</a>, dan juga versi <a href="http://kronologger.com/map/liveblog.php" target="_blank">Google Maps untuk Kronologger</a>.</p>
<p><span id="more-410"></span>
<p align="center"><img title="Kronologger dan KumpulBlogger" alt="Kronologger dan KumpulBlogger" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/int-kronologger2.jpg" border="0" /></p>
<p>Ide KumpulBlogger.com muncul waktu baca blognya Media Ide tahun lalu. Waktu itu Google AdSense sedang <em>booming </em>dan sempat kepikiran untuk buat semacam itu, tapi berhubung masih skeptis, apa mungkin ada yang mau <em>join</em>, karena bersaing langsung dengan Google AdSense dan AdBrite? </p>
<p>Setelah baca-baca blog dari berbagai macam blogger yang membahas susahnya diterima di AdSense, akhirnya nekat-nekatan aja deh bikin AdSense lokal serupa (mumpung Google Adsense masih semena-mena dengan <em>publisher </em>Indonesia), coba-coba <em>trial and error </em>aja deh. Wah, ternyata responnya di luar dugaan. Setiap hari rata-rata bergabung 10-20 blogger. Menyesal juga, kenapa nggak bikin dari dulu.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Sudah berapa banyak pengguna 2 fasilitas ini? Targetnya ingin punya berapa banyak pengguna nih?</font></strong> </p>
<p>Kronologger.com saat ini baru beranggotakan 1300-an, KumpulBlogger.com dalam 40-an hari terkumpul 600-an blogger. Saat ini KumpulBlogger.com dibantu manajemennya oleh MaxStudio dan <a href="http://www.disitu.com/" target="_blank">Disitu.com</a>. </p>
<p><strong><font color="#ff0000">Untuk Kronologger.com, ada niat untuk mengkomersialkannya? Kalau ada, dengan cara bagaimana?</font></strong></p>
<p>Usaha komersil sedang dirintis, bekerja sama dengan <em>content provider </em>dan operator. Bisa juga di-<em>combine </em>dengan teknologi GPS pada <em>mobile phone</em>, dimana seorang bisa <em>posting </em>dan posisinya bisa diketahui dari MobilePhone + GPS tersebut. Selanjutnya ditampilkan di <em>web </em>dalam bentuk peta. Progresnya agak lamban, karena waktu pengerjaan hanya mengandalkan hari libur, itu juga kalau sempat.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Untuk KumpulBlogger.com, siapa saja yang boleh bergabung? Apakah terbatas untuk para blogger saja?</font></strong></p>
<p>Siapa saja boleh bergabung, selama konten tidak mengandung kontroversi. Pemilik portal atau forum juga boleh bergabung.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Berikutnya pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, dalam bayangan Mas Kukuh, Kronologger.com dan KumpulBlogger.com sudah akan seperti apa?</font></strong></p>
<p>Wah, saya belum berani berandai-andai sampai 10 tahun ke depan. Diri sendiri masih bisa hidup saja, Syukur Alhamdulillah.. <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Tapi Mudah-mudahan Kronologger.com dan KumpulBlogger.com bisa menjadi <em>streaming revenue </em>dan sanggup menghidupi banyak orang. Amiiin&#8230;</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Isu-isunya Mas Kukuh selalu memanfaatkan hari libur untuk mengerjaan ide-ide proyek baru. Selain Kronologger.com dan KumpulBlogger.com, proyek apa lagi yang kini sedang dikembangkan?</font></strong></p>
<p>Iya, kalau ada hari libur panjang, biasanya saya manfaatkan untuk <em>coding.</em> Semuanya bersifat <em>trial and error</em>, ada yang berhasil, ada juga yang tidak berhasil. Sekarang ini lagi suka buat aplikasi menggunakan Google Maps dan eksperimen sedikit mengenai Google Android (tapi belum berhasil juga nih). Setiap hari banyak hal-hal baru yang bisa dieksplor.</p>
<p>Sekarang-sekarang ini diusahain dulu untuk membuat apa saja, biarkan <em>market </em>yang menilainya ada potensi bisnis atau tidak. Kalau ada akan diteruskan, kalau tidak ada ditinggalkan, lalu cari yang baru.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/14/rangkaian-interview-di-media-ide/" target="_self"><strong><font color="#ff0000">Untuk pebisnis dotcomers lain yang tertarik untuk diinterview, silakan cek </font></strong><strong><font color="#ff0000">artikel ini</font></strong><strong><font color="#ff0000"> ya!</font></strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/16/kukuh-tw-si-penggagas-kronologgercom-dan-kumpulbloggercom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

