Home » Arsip

Arsip Artikel dengan Kategori Online Branding

Headline, Online Branding »

[29 Aug 2010 | 8 komentar | 793 views]
Iklan Rokok di <em>Social Media</em>

Pengguna social media di Indonesia memang luar biasa banyaknya. Lebih dari 20 juta pengguna Facebook dan lebih dari 5 juta pengguna Twitter. Belum lagi dihitung mereka yang aktif di forum lokal seperti Kaskus. Wajar kalau populasi yang luar biasa ini dilirik oleh para pengiklan. Nggak heran banyak brand yang lalu mencemplungkan dirinya ke dunia social media. Karena memang pasarnya terlihat menggiurkan.

Online Branding »

[3 Aug 2010 | 18 komentar | 1,587 views]
Narsis Biar Eksis

Siapa yang menyangka Sinta dan Jojo, dua orang mahasiswi yang awalnya biasa saja, kini mendadak menjadi selebriti dan diperbincangkan dimana-mana? Hanya demi ekspresi diri semata, video lipsynch mereka menjadi tontonan masyarakat dunia? Sesuatu yang tidak direncanakan ternyata berdampak nyata bagi mereka berdua. Terlepas dari argumentasi apakah keduanya bisa dibilang kreatif atau tidak, tindakan mereka membuktikan, kalau setiap orang kini berpeluang menjadi seseorang yang eksis, dengan hanya bermodalkan konsistensi di ranah social media.

Online Branding »

[24 Jun 2010 | 10 komentar | 1,490 views]
Mengawinkan <em>Microsite</em> dan <em>Social Media</em>

Seperti pernah dibahas di tulisan lama dulu (cari sendiri tautannya ya), brand selalu memanfaatkan kanal baru dalam bentuk apapun untuk kepentingan promosinya. Melalui kanal digital, brand membangun eksistensi program kampanyenya di banner, mobile, situsnya sendiri, hingga menjarah ke social media populer seperti Facebook, Twitter, Kaskus, atau Koprol. Kalau 2 tahun lalu, masa Friendster masih populer, brand cuma sekedar nampang bikin profil di sana. Aktivitas brand berpusat di situsnya sendiri.

Online Branding »

[14 Jun 2010 | 16 komentar | 1,681 views]
Lapang Dada dan Memohon Maaf

Sore tadi di Twitter sempat terjadi keramaian karena aktivitas daring brand Nissin Wafers di Facebook. Kalau asal-muasal ceritanya bisa disimak di blog Maverick (hihi, bisa ketahuan tuh siapa penyebar awalnya :D ). Tulisan ini bukan untuk membahas kesalahan brand tersebut, terlepas dari pilihan alasannya untuk meminta maaf. Tulisan ini lebih untuk menjadi pengingat kepada brand dan agency yang mewakilinya, kalau pengguna media sosial di negeri ini bisa sangat pedas dalam mengkritik bila menemukan seseorang yang dianggap berbuat salah.

Online Branding »

[16 May 2010 | 27 komentar | 2,120 views]
Seperti Apa Sih Karakter Anda di Dunia Maya?

Anda pasti punya akun Facebook. Kemungkinan besar kalau Anda membaca blog ini, Anda juga punya akun Twitter. Beberapa dari Anda punya blog atau situs sendiri. Kalau Anda tidak punya blog, setidaknya Anda pasti aktif di forum Kaskus. Saat Anda aktif di setiap social media tersebut, tanpa sadar Anda memindahkan sebagian jati diri Anda ke ranah daring.

Online Branding »

[12 May 2010 | 8 komentar | 1,951 views]
Kreativitas Kampanye di Twitter

Beberapa tulisan sebelumnya, suka dibahas kalau kampanye brand lokal di Twitter polanya selalu begitu-begitu saja. Dari membuat kuis tweet berhadiah dengan menempelkan hashtag di akhir tweet, hingga kontes banyak-banyakan RT (aduh yang ini, malas banget), apalagi kalau sampai mengganggu. Meski sebenarnya ada pula yang menarik seperti yang dilakukan @soyjoyID. Suatu prestasi tersendiri bagi @soyjoyID bisa membangun hype di Twitter selama hampir 3 bulan, dengan cara yang variatif dan tidak membosankan.

Online Branding »

[2 May 2010 | 41 komentar | 4,284 views]
Saat Kampanye <em>Brand</em> di Twitter Mulai Terasa Mengganggu

Belakangan ini semakin banyak brand yang memanfaatkan pengguna Twitter untuk menyebarkan word of mouth, baik itu mereka yang terikat secara profesional maupun yang sukarela melakukannya. Beberapa brand melakukannya dengan cara yang elegan, seperti mengajak audiensnya untuk berkomunikasi. Namun, ada pula yang sepertinya tidak paham fungsi Twitter itu sebenarnya apa. Si brand hanya mementingkan namanya sendiri tanpa memikirkan kepedulian terhadap audiensnya.

Online Branding »

[12 Apr 2010 | 14 komentar | 1,749 views]
Sempitnya Ruang Gerak Rokok di Ranah Daring

Sebetulnya kita bersyukur membaca judul di atas, karena semakin sedikit ruang gerak bagi brand rokok untuk berkampanye daring. Di televisi, iklan rokok hanya boleh tayang setelah jam 21:00 malam. Tujuannya jelas, untuk menghindari ekspos rokok kepada mereka yang masih muda (di bawah 18 tahun). Setiap iklan di televisi, radio, dan media cetak, peringatan kesehatan “Merokok dapat Menyebabkan Serangan Jantung, Impotensi dan Gangguan Kehamilan dan Janin” selalu menempel. Kalau di media cetak, tinggi peringatan ini harus 15% dari tinggi iklannya. Dimanapun terlihat sebuah brand rokok, peringatan kesehatan ini harus selalu ada.