Arsip Artikel dengan Kategori Online Branding
Online Branding »
Seperti pernah disebutkan di tulisan dulu kala, bahwa seseorang yang populer tidak berarti adalah seorang influencer yang baik. Seorang pengguna Twitter mungkin bisa punya ribuan follower, tapi bukan berarti itu bisa dijadikan patokan kalau ia pula bisa mempengaruhi para follower-nya.
Online Branding »
Saat kita punya profil Facebook, Twitter, Kaskus, atau apapun di ranah internet, dan membukanya supaya bisa diakses semua orang, sebenarnya kita mengenalkan diri kita di ranah publik. Semua orang bisa membaca tindakan yang kita lakukan melalui aktivitas kita di dunia maya. Saat kita punya blog dan mengisinya dengan pemikiran kita, maka kita mengenalkan audiens ranah daring dengan isi otak kita.
Online Branding »
Semalam baru melihat eksperimen sosial yang dilakukan oleh KLM ini. Agak berani juga si brand bikin seperti ini. Prinsipnya adalah, kampanye sebuah brand itu harus bisa membuat target konsumennya tersenyum. Brand tidak hanya memberikan manfaat melalui social media, tapi juga di bisa memberikan senyuman nyata bagi mereka. Apalagi target mereka adalah penumpang pesawat yang suka jenuh karena kebanyakan menunggu keberangkatan.
Online Branding »
Ada yang sudah tahu, kalau logo brand besar Starbucks ini telah resmi berubah sejak 5 Januari 2011 kemarin? Ini adalah perubahan logo keempat dari Starbucks sejak tahun 1971. Ikon siren yang dulu sekunder kini mencuat menonjol, sementara tulisan Starbucks Coffee yang kental menjadi identitas malah dihilangkan.
Online Branding »
Ada yang nge-like Facebook Page DKNY? Nah, sejak Senin kemarin wall post di Facebook Page ini penuh dengan protes dari PETA (People for the Ethical Treatment of Animals). Mereka melakukan protes anti fur untuk DKNY.
Online Branding »
Bukan, ini bukan tulisan yang berbau klenik. Tulisan ini akan membahas ide dan teknologi, khususnya teknologi augmented reality untuk penyampaian komunikasi brand. Gambaran definisi singkat dari augmented reality (AR) adalah cara memandang lingkungan fisik kita, dengan elemen grafis virtual muncul “menumpuk†di atasnya. Biasanya supaya visual “menumpuk†ini bisa terlihat, perlu ada media penghantarnya. Bisa berupa kamera, ponsel, hingga kacamata khusus.
Headline, Online Branding »
Twitter awalnya hanya digunakan untuk update status. Makanya dulu kalau masuk ke situs utama Twitter, pesan di atas form adalah “What are you doing?†Namun seiring dengan perkembangannya, pengguna memfungsikan Twitter untuk banyak hal, tidak hanya sekedar untuk update status. Wajar jika akhirnya situs Twitter pun mengganti pesannya menjadi “What’s happening?†Lebih umum dan bisa diaplikasikan untuk banyak hal.
Online Branding »
Panasonic Indonesia saat ini sedang menjalankan kontes kecantikan yang tidak biasa, karena venue pelaksanaannya murni dilakukan di Facebook Page-nya. Â Aktivitas kontes ini menggabungkan unsur netizen, women, dan youth (kalau dilihat dari kacamata New Wave Marketing). Kontes bernama Panasonic Zoom in Beauty Contest ini hanya terbuka untuk perempuan 18-25 tahun dan spesifik hanya bisa dilihat di Facebook.



