Home » Arsip

Arsip Artikel dengan Kategori Online Living

Featured, Online Living »

[28 Aug 2010 | 2 komentar | 613 views]
Menyambut SparXup Awards 2010

Para pengembang dotcomer di ranah daring generasi sekarang jauh lebih beruntung dibandingkan mereka yang memulai bisnis dotcomer di era 2000-an. Di era itu banyak yang terlalu optimis dan berpikir pendek bahwa hype bisnis dotcomer itu akan cepat menghasilkan uang melalui IPO. Kenyataannya, ekspektasi pasar berbeda. Saat itu penetrasi internet pun belum tinggi. Orang juga masih sangat khawatir akan keterbukaan identitasnya di ranah daring, apalagi kalau mereka diminta untuk bertransaksi di ranah daring.

Featured, Online Living »

[22 Aug 2010 | 5 komentar | 646 views]
Dari <em>Social Media</em> ke Televisi

Episod Harmoni di SCTV pada tanggal 20 Agustus 2010 kemarin adalah episod yang terakhir. Yang menarik dari setiap episod penayangannya adalah percakapan yang terjadi bersamaan di ranah Twitter. Hampir semua orang membicarakan ini hingga selalu saja muncul topik-topik dalam barisan trending topic Twitter yang membahas acara Harmoni. Semua orang berkomentar, entah itu pujian, kritikan, guyonan. Acaranya di televisi, tapi lucunya, ramainya justru di ranah daring.

Featured, Online Living »

[17 Aug 2010 | 2 komentar | 380 views]
Kemerdekaan, Tahun yang ke-65

Tahun lalu saat dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia ke-64, banyak ucapan kemerdekaan mengalir di Facebook, Twitter, Plurk (masih bergaung saat itu), dan blog. Bersama-sama teman blogger lainnya, bahkan sepakat untuk bikin tulisan ucapan bersama tahun lalu, lengkap dengan video lipsynch Hari Merdeka. Hihi, duluan kita kan daripada Keong Racun?

Online Living »

[15 Aug 2010 | 19 komentar | 735 views]
Bot untuk Terapi

Di tulisan terdahulu sempat diceritakan kalau dunia social media bukanlah ruang pribadi. Kita harus menjaga tutur kata dalam mengungkapkan pendapat. Kenyataannya, masih banyak yang melihat social media sebagai tempat pelarian, tempat pelampiasan kekesalan, yang ditujukan kepada teman, orang tua, guru. Pikirnya, toh siapapun yang ia umpat di social media tidak akan dibaca oleh yang bersangkutan. Padahal kenyataannya, umpatannya justru dibaca oleh lebih banyak orang lagi.

Online Living »

[1 Aug 2010 | 11 komentar | 1,834 views]
Fenomena Keong Racun

Semua pasti sudah tahu lah ya tentang aksi duet Sinta Jojo di YouTube. Apalagi setelah ekspos media besar-besaran selama hampir seminggu kemarin. Mungkin media mainstream baru menghebohkannya minggu ini, tapi percaya atau nggak di ranah Twitter, aksi duet Sinta Jojo ini sudah dibicarakan hampir sebulan yang lalu. Media mainstream yang terlambat melangsirnya.

Online Living »

[23 Jul 2010 | 14 komentar | 1,258 views]
Android, Sebuah <em>Hype</em> atau Tren Masa Depan?

Beberapa bulan lalu hype Android sebagai Operating System (OS) banyak terdengar di ranah maya. OS besutan dari Google, berbasis open source, bisa dikembangkan oleh siapa saja secara gratis, menjadi pilihan menarik bagi beragam merk ponsel. Sebagai pancingan, Google mengeluarkan Nexus One, yang langsung menarik minat para pengembang aplikasi.

Online Living »

[18 Jul 2010 | 10 komentar | 1,202 views]
Sebuah Film Tentang Facebook

Bukan, ini bukan ngomongin film Social Network yang trailer-nya sudah tersebar dimana-mana itu. Yang mau dibicarakan adalah sebuah film pendek karya Casey Neistat di Vimeo yang bercerita tentang privacy policy Facebook. Hampir semua orang metropolitan membeli sebuah ponsel hanya karena ada Facebook-nya. Demi eksistensi mereka beli lalu mendaftar menjadi anggota Facebook.

Online Living »

[16 Jul 2010 | 11 komentar | 860 views]
Memproteksi <em>Account</em> Twitter

Ternyata banyak juga teman-teman yang masih memproteksi account Twitter mereka. Padahal kalau dilihat, mereka bukanlah seorang selebriti, bukan juga seorang politisi terkenal, dan bahkan kalau dilihat, bukan seseorang yang berpenampilan menarik sehingga dikejar-kejar penggemar :D . Lalu apa alasan mereka memproteksi account Twitter mereka? Padahal sudah bisa dipastikan mereka pun tidak kenal dengan sebagian besar follower-nya. Bahkan kalau ketemu di jalan pun, bisa jadi tidak saling tahu kalau ia mem-follow- nya.