Home » Arsip

Arsip Artikel dengan Kategori Online Living

Featured, Online Living »

[11 Mar 2010 | 15 komentar | 364 views]
Perlukah Mewariskan Akun <em>Social Media</em>?

Pagi tadi salah seorang yang sempat menggagas semangat Indonesia Unite, Alex Abimanyu telah meninggalkan kita. Belasungkawa dari ratusan warga Twitter membanjiri timeline. Banyak dari mereka yang belum pernah bertemu langsung dengan beliau. Namun, eksistensinya serta inisiatifnya sejak Indonesia Unite membuat orang mencoba kenal dekat dengannya melalui tweet-nya.

Online Living »

[18 Feb 2010 | 20 komentar | 1,111 views]
Suara Remaja di Twitter

Memang nggak ada data jumlah yang pasti, tapi yang pasti suara remaja di Twitter sangat banyak. Buktinya, suara-suara mereka sudah beberapa kali menggaung menjadikan suatu topik menjadi trending topic. Suara mereka sangat berbeda karakternya dengan suara pengguna Twitter dewasa (ya iyalah). Kalau yang dewasa, topik yang hangat dibicarakan cenderung serius, seperti #tolakRPMkonten yang masih hangat belakangan ini. Mereka yang remaja (kebanyakan SMU dan kuliah tingkat awal) cenderung membahas hal-hal yang sifatnya remeh (atau setidaknya remeh di mata kita yang dewasa).

Online Living »

[13 Feb 2010 | 27 komentar | 983 views]
Permen Pahit Atau Manis?

Sudah baca Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Konten Multimedia (selanjutnya disingkat menjadi RPM)? Twitter ramai dengan hashtag #TolakRPMKonten. Nggak ada yang nggak menolak. Kalau kenapa harus ditolak, bisa dibaca tulisan Enda di Politikana dan tanggapan Pak Onno W. Purbo terkait dengan RPM Konten.

Online Living »

[9 Feb 2010 | 13 komentar | 1,093 views]
Menjaga Kerahasiaan Pribadi di <em>Social Media</em>

Kemarin Kompas cetak membahas utuh tentang bahayanya internet terhadap anak. Tambahan lagi, artikel Seputar Indonesia ini tentang penculikan anak akibat Facebook. Seperti teknologi lainnya, ada yang memanfaatkan internet dengan tujuan positif, ada pula yang memanfaatkannya dengan tujuan negatif. Meski saat ini porsi positif masih lebih kuat, bukan berarti kita harus mengabaikan kemungkinan negatif yang muncul dari penyalahgunaan teknologi internet. Apalagi generasi sekarang sudah jauh familiar dengannya dibanding orang tua mereka, yang kebanyakan masih gagap teknologi.

Online Living »

[24 Jan 2010 | 9 komentar | 957 views]
Memasukkan Conversationalists dalam Social Technographics

Pernah dengar Social Technographics? Intinya bagaimana kita bisa mengaktegorikan profil para pengguna internet dalam, dari yang tidak aktif sama sekali hingga yang aktif menyumbang konten. Isu tentang Social Technographics ini bisa dibaca di tulisan blog ini hampir 2 tahun lalu. Lebih lengkapnya lagi bisa dibaca di buku E-Narcism (yang bisa dibeli di toko-toko buku terdekat). Sumber penelitian Social Technographics ini bisa dibaca di blog milik Forresters.

Online Living »

[12 Jan 2010 | 22 komentar | 1,996 views]
Peran Sebagai Seorang <em>Netizen</em>

Kumpul-kumpul Power Lunch di Markplus kemarin memang benar-benar “power.” Banyak figur terkenal hadir di sini. Sebut saja Pandji, Igor Saykoji, Syahrani, Olga Lydia, duet pembawa acara Apa Kabar Indonesia tvOne, Piyu, dan tokoh-tokoh kreatif Andi S Boediman, Shinta Bubu, Nukman Luthfie, Ivan Lanin, Enda Nasution, hingga petinggi-petinggi asosiasi dan pemilik merk, plus Pak Tifatul Sembiring. Ruangan jadi penuh sesak. Diskusi pun berjalan menarik, dengan Pak Hermawan Kartajaya sebagai pengarahnya.

Online Living »

[12 Dec 2009 | 29 komentar | 2,183 views]
Bertutur Sopan di <em>Social Media</em>

Satu hal yang berkesan dari Barcamp Indonesia tadi adalah presentasi dari Ilya. Ia bercerita tentang kata-kata kotor yang mewarnai dunia social media kita. Kata-kata makian kotor yang diawali dengan huruf N, K, M, dan J (sebut saja sendiri) yang ternyata cukup banyak muncul di Twitter, terutama dilakukan oleh teman-teman kita yang masih muda. Hal yang mungkin di awal kita membacanya terlihat lucu, tapi saat kita membaca dan terus membaca tweet dengan kata-kata kotor itu, kelucuan segera terbenam. Yang muncul adalah perkataan, “Astaga! Sedemikian parahnya kah teman-teman kita? Memaki-maki orang tua, guru, teman, saudara dengan kata-kata yang tidak pantas?

Online Living »

[6 Dec 2009 | 8 komentar | 1,113 views]
Pendaftaran The BOBs Award 2009 Mulai Dibuka

Sejak 7 Desember 2009 ini Deutsche Welle kembali menyelenggarakan The BOBs, kompetisi blog internasional, yang salah satu kategorinya adalah blog berbahasa Indonesia. Meski kali ini adalah perhelatan The BOBs yang keenam, kategori bahasa Indonesia baru mulai diperkenalkan tahun lalu. Melalui persaingan yang tajam, (kebetulan) blog Media Ide ini yang terpilih sebagai Best Weblog Indonesian Language tahun 2008. Hadiahnya sih tak seberapa, tapi penganugerahannya yang luar biasa. Karena acara ini pula, jadi sempat mengikuti Global Media Forum dan kesempatan berjalan-jalan ke Jerman di bulan Juni 2008 lalu.