<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Ide &#187; Online Living</title>
	<atom:link href="http://media-ide.bajingloncat.com/category/onlineliving/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-ide.bajingloncat.com</link>
	<description>Where Indonesia's online branding, social media, and creativity is talked about</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 14:52:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Meraba-raba Tahun 2012</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/30/meraba-raba-tahun-2012/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/30/meraba-raba-tahun-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 23:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[infographic]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4838</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang kira-kira terjadi di ranah digital dan <em>social media </em>Indonesia ya di tahun 2012? Boleh dong kalau kita coba-coba memprediksi? Tidak akan tahu sih akan benar terjadi atau tidak, namun setidaknya kalau benar terjadi, kita bisa lebih siap menghadapinya. Yang akan diprediksi kali ini hanya 3 hal, yakni Facebook, Twitter, dan <em>mobile </em>Indonesia di tahun 2012.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-0.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Apa yang kira-kira terjadi di ranah digital dan <em>social media </em>Indonesia ya di tahun 2012? Boleh dong kalau kita coba-coba memprediksi? Tidak akan tahu sih akan benar terjadi atau tidak, namun setidaknya kalau benar terjadi, kita bisa lebih siap menghadapinya. Yang akan diprediksi kali ini hanya 3 hal, yakni Facebook, Twitter, dan <em>mobile </em>Indonesia di tahun 2012.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-0.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4839" title="2012 prediksi 0" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-0.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Masihkah pengguna internet aktif di Facebook?</strong></p>
<p>Seperti kita ketahui, Facebook menjadi situs <em>social media </em>yang mendapat kunjungan tertinggi di Indonesia. Namun kenaikan pertumbuhannya sudah tidak sepesat tahun 2010. Awal Januari 2010 tercatat ada 15,3 juta pengguna Facebook dari Indonesia. Di akhir Desember 2010 jumlahnya meningkat 200% menjadi 31,7 juta pengguna. Di bulan Desember 2011 ini jumlahnya menjadi 40,8 juta, hanya naik 30%. Kenaikan ekstrim di tahun 2010 ini bisa jadi disebabkan saat operator telekomunikasi membuka gratis biaya data untuk mengakses situs Facebook melalui mobile (sekarang 73% pengguna internet mengaksesnya via mobile).</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4840" title="2012 prediksi 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Bisa dipastikan di tahun 2012 ini kenaikannya tidak akan setinggi tahun-tahun sebelumnya. Pengguna urban yang sudah lama menjadi pengguna Facebook sudah tak seaktif dulu lagi. Isu <em>privacy </em>bisa menjadi alasan utamanya, apalagi sejak dirilisnya tampilan Facebook <em>timeline</em>, yang membuat kita dengan mudah membaca status lama teman-teman kita.</p>
<p>Aktivitas <em>brand page </em>di 2012 pun pastinya tak seheboh dulu lagi. Cara-cara menggaet <em>fans </em>dengan mengimingi dengan kontes berhadiah <em>device </em>sudah tak lagi menarik. Karena pengguna Facebook sudah tahu kalau kemungkinan besar hadiah yang direbut akan jatuh direbut oleh para pemburu kuis, yang belum tentu loyal terhadap <em>brand</em>. Seharusnya <em>brand </em>sudah mulai memikirkan proses retensi konsumen (yang loyal dan pengguna <em>brand</em>), daripada terus mengakuisisi konsumen baru (yang hanya mau ikut <em>brand </em>kalau ada hadiah).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Masih ramaikah Twitter?</strong></p>
<p>Pengguna Twitter Indonesia kini melonjak pesat memang selama 2 tahun belakangan ini, meski tak seheboh Facebook. Yang membuat Twitter sempat ramai adalah saat para selebriti membuat akunnya di sini. Spontan banyak para <em>fans </em>yang ikutan mendaftar lalu mem-<em>follow</em>-nya. Selama 2011 ini kreatifitas pengguna Twitter bermunculan, dari maraknya akun anonim, semakin banyaknya para <em>expert </em>(atau merasa dirinya <em>expert</em>) bikin kultwit, hingga fenomena <em>buzzer </em>yang mempromosikan akun <em>brand </em>di Twitter.</p>
<p>Hal-hal baru itu memang menarik karena baru. Profesi <em>buzzer </em>bermunculan. Pengguna Twitter yang punya <em>follower </em>besar dibayar <em>brand </em>untuk mengkomunikasikan secara halus pesan-pesan <em>brand </em>melalui tweetnya. Tujuannya supaya <em>follower </em>tak merasakan itu sebagai materi iklan. Namun tentu saja hal itu tak bisa berlangsung terus-menerus, karena pola komunikasi itu semakin terlihat jelas. Pastinya di masa depan, orang sudah pintar membedakan mana tweet berbayar dan mana yang tidak. Orang lebih bisa memfilter pesan apa yang ingin diterimanya, jadi belum tentu cara penyampaian pesan oleh <em>buzzer </em>kemarin akan tetap bisa efektif di masa depan.</p>
<p>Mirip dengan Facebook, di Twitter pun banyak pemburu kuis. Pada saat masa kuis berlangsung, mereka mem-<em>follow brand</em>, lalu meng-<em>unfollow</em>-nya lagi pasca kuis. <em>Brand </em>seharusnya mulai memikirkan cara untuk lebih memanfaatkan Twitter untuk sarana pelayanan konsumen, bukan sekedar promosi. Untuk produk berbau teknologi dan kesehatan, Twitter seharusnya bisa menjadi media tanya jawab atau konsultasi yang menarik. Niscaya yang mem-<em>follow </em>akunnya adalah memang yang menggunakan produknya. Lagi pula untuk apa sih punya jumlah <em>follower </em>banyak kalau sebagian besar isinya tak berkualitas?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Mobile</strong></em><strong> adalah kunci</strong></p>
<p>Berdasarkan data Digital Consumen Nielsen Indonesia, saat ini ada 78% yang memiliki ponsel yang bisa terkoneksi ke internet, dan 38%-nya adalah <em>smartphone</em>. Diprediksi pula bahwa pada pertengahan tahun 2012 nanti penetrasi <em>smartphone </em>akan mencapai 67%. Pengakses internet via <em>mobile</em> akan semakin banyak, apalagi dengan kondisi kemacetan Jakarta yang akan masih parah di tahun 2012. Semakin macet, seharusnya semakin aktif orang berinternet dengan ponsel.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4841" title="2012 prediksi 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-2.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Semakin banyaknya pengguna <em>smartphone </em>berarti semakin besar peluang mengembangkan aplikasi berbasis lokasi. Banyak hal yang bisa dielaborasi dari sini, misalnya: diskon khusus saat masuk area tertentu, atau kontes berbasis <em>checkin</em>. <em>Checkin </em>tidak melulu harus menggunakan Foursquare atau Gowalla ya (karena popularitasnya toh sudah menurun), tapi bisa dilakukan langsung melalui aplikasi <em>mobile </em>Facebook.</p>
<p>Kalau dilihat dari OS ponsel yang mengakses internet, selama tahun 2011 ini pengguna tertinggi adalah Symbian (ponsel Nokia), diikuti oleh BlackBerry. Indonesia memang pasar besar bagi BlackBerry, meski kenyataannya yang diakses aktif oleh penggunanya hanya tiga: Facebook, Twitter, dan BBM. Nggak banyak yang mengakses aplikasi lain di luar itu.</p>
<p>Berbeda dengan pengguna OS Android dan iOS. Meski jumlahnya lebih sedikit, tapi mereka suka bereksperimen menginstalasi beragam aplikasi. Peluang <em>brand </em>untuk membuat aplikasi berbasis <em>mobile </em>sebaiknya mempertimbangkan faktor ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4842" title="2012 prediksi 4" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-4.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Jangan lupakan pula pengguna <em>mobile </em>di daerah. Mereka banyak menggunakan ponsel <em>feature</em>, dan mereka mengakses Facebook. Meski sayangnya, akses Facebook via <em>mobile </em>lebih terbatas. Biasanya <em>brand </em>membuat aplikasi Facebook lalu ditanam sebagai <em>tab </em>di Facebook Page. Aplikasi semacam ini sayangnya tidak bisa dibaca oleh pengguna Facebook <em>mobile</em>, sehingga <em>brand </em>perlu memikirkan cara lain untuk berkomunikasi dengan mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain 3 hal di atas, apakah kalian punya prediksi-prediksi menarik lainnya seputar dunia <em>social media?</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/30/meraba-raba-tahun-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi 2011: Beberapa Statistik Social Media</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/28/refleksi-2011-beberapa-statistik-social-media/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/28/refleksi-2011-beberapa-statistik-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 06:31:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[linkedin]]></category>
		<category><![CDATA[mig33]]></category>
		<category><![CDATA[multiply]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4860</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini adalah tulisan terakhir Refleksi 2011 seputar <em>social media </em>di Indonesia. Kali ini, lebih ke data-data statistik yang sempat dikumpulkan hingga akhir 2011 (yang ketahuan ya). Data dikompilasi dari beragam sumber.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/2011-linkedin-2.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Tulisan ini adalah tulisan terakhir Refleksi 2011 seputar <em>social media </em>di Indonesia. Kali ini, lebih ke data-data statistik yang sempat dikumpulkan hingga akhir 2011 (yang ketahuan ya). Data dikompilasi dari beragam sumber.</p>
<p><strong>Facebook</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4862" title="2011 facebook 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4863" title="2011 facebook 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-2.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4864" title="2011 facebook 3" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-3.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4865" title="2011 facebook 4" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-4.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4866" title="2011 facebook 5" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-5.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>LinkedIn</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-linkedin-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4868" title="2011 linkedin 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-linkedin-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-linkedin-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4869" title="2011 linkedin 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-linkedin-2.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Twitter</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-twitter-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4872" title="2011 twitter 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-twitter-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Untuk data Twitter lebih lengkap, bisa juga cek salindia Saling Silang <a href="http://www.slideshare.net/salingsilang/indonesia-social-media-landscape-q1-2011-2nd-salingsilangcom-report" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p><strong>Kaskus</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-kaskus-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4867" title="2011 kaskus 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-kaskus-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Multiply</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-multiply-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4871" title="2011 multiply 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-multiply-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Mig 33</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-mig33-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4870" title="2011 mig33 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-mig33-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Anda punya data menarik lainnya untuk dibagikan di sini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/28/refleksi-2011-beberapa-statistik-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi 2011: Banyaknya Aktivitas Social Media</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/27/refleksi-2011-banyaknya-aktivitas-social-media/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/27/refleksi-2011-banyaknya-aktivitas-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 01:19:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[facecbook]]></category>
		<category><![CDATA[foursquare]]></category>
		<category><![CDATA[instagram]]></category>
		<category><![CDATA[pocari sweat]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4845</guid>
		<description><![CDATA[Masih lanjutan 3 tulisan sebelumnya, kali ini mau ngebahas beragam hal menarik lainnya di dunia <em>social media </em>Indonesia selama tahun 2011 ini. Ini sekedar untuk menambahkan yang luput dari 3 tulisan sebelumnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-5.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Masih lanjutan 3 tulisan sebelumnya, kali ini mau ngebahas beragam hal menarik lainnya di dunia <em>social media </em>Indonesia selama tahun 2011 ini. Ini sekedar untuk menambahkan yang luput dari 3 tulisan sebelumnya.</p>
<p><strong>Berkembangnya akun anonim Twitter</strong></p>
<p>Jumlah akun anonim Twitter semakin banyak, dan pertumbuhan <em>follower</em>-nya pun semakin tinggi. Sepertinya banyak orang yang semakin kreatif memanfaatkan Twitter sebagai medium permainan kata-kata. Akun-akun anonim seperti ini banyak di-<em>follow </em>oleh pengguna Twitter yang masih muda dan baru. Hal ini pula yang membuat para akun anonim ini dilirik oleh <em>brand </em>untuk “ditebengin” pesan komunikasi. Biasanya <em>brand </em>akan menitipkan pesannya dalam bentuk kuis dengan <em>hashtag </em>tertentu.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4851" title="2011 socmed 6" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-6.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4846" title="2011 socmed 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Banyaknya gerakan sosial bermunculan.</strong></p>
<p>Mungkin hanya di Indonesia di antara seluruh penjuru dunia yang punya gerakan sosial terbanyak yang tumbuh melalui <em>social media</em>. Twitter ternyata menjadi medium komunikasi dan koordinasi yang ampuh saat letusan Merapi di akhir 2010. Sejak saat itu, semakin banyak gerakan sosial berbasis <em>crowdsourcing</em> bermunculan. Lihat saja @IDberkebun yang memanfaatkan Twitter untuk menggerakkan ide menanam penghijauan di lahan-lahan kosong kota. Lalu @IDcerita yang mencoba melakukan pendidikan anak melalui cerita. Atau @selamatkanibu yang membangun penyadaran tentang kesehatan ibu melalui Twitter.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4848" title="2011 socmed 3" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-3.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4849" title="2011 socmed 4" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-4.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Pertumbuhan pengguna Instagram yang luar biasa</strong></p>
<p>Aplikasi Instagram dipilih sebagai aplikasi terbaik oleh AppStore. Di Indonesia sendiri, bisa jadi aplikasi ini menjadi alasan utama orang untuk membeli iPhone. Komunitas iPhonesia (yang berawal dari <em>mailing list</em>) ikut tumbuh. <em>Hashtag </em>#iphonesia menjadi salah satu <em>hashtag </em>tertinggi di Instagram. Biasanya (meski tidak selalu sih ya) <em>hashtag </em>#iphonesia ini dipakai untuk foto-foto yang berasal dari komunitas iPhonesia. Saat ini ada 1.900.000 foto Instagram dengan <em>hashtag </em>ini, dengan pertumbuhan lebih dari 200% setiap bulannya. Di awal tahun dulu bahkan sempat tumbuh 300%. Bisa dipastikan ini masih akan terus tumbuh di tahun 2012.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4850" title="2011 socmed 5" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-5.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Munculnya selebriti dadakan</strong></p>
<p>Bulan April 2011 kemarin ada Briptu Norman yang tiba-tiba terkenal karena videonya di YouTube. Gara-gara itu, ia menjadi sorotan televisi dan bahkan ditawari untuk manggung dimana-mana. Unik memang melihat video rekaman yang iseng-iseng dibuat ternyata menjadikannya selebriti terkenal. Berkebalikan dengan Ayu Ting Ting. Namanya yang mencuat di televisi, membuatnya ikut terkenal pula di Twitter. Ia baru saja membuat akun di awal Oktober 2011 (setelah akun sebelumnya dibajak, katanya), dan sekarang sudah memiliki 141.000 <em>follower </em>(tumbuh lebih dari 2.000 <em>follower </em>per hari).</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-9.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4854" title="2011 socmed 9" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-9.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-8.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4853" title="2011 socmed 8" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-8.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong><em>Trending topic </em>sudah hal yang lumrah</strong></p>
<p>Dulu pertama kali topik dari Indonesia masuk dalam <em>trending topic </em>dunia adalah saat gerakan Indonesia Unite bulan Juli 2009. Tahun 2011 ini Indonesia panen <em>trending topic</em>. Dari sekedar jawaban kuis yang diadakan akun anonim @cumanNANYA, hingga <em>hashtag brand </em>Pocari Sweat yang dipicu oleh pernyataan selebriti bola @IrfanBachdim10. Bisa dipastikan setiap ada perhelatan nasional (entah itu pertandingan bola, Sea Games, dll) hingga <em>meme </em>tak penting yang diikuti oleh para ABG di Twitter, menjadikan pembicaraan tentang hal itu menjadi <em>trending topic </em>dunia.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4852" title="2011 socmed 7" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-7.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-10.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4855" title="2011 socmed 10" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-10.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Rekor <em>checkin </em>terbesar di Indonesia</strong></p>
<p>Awal tahun 2011 masih banyak aktivitas Foursqure di Indonesia. Di bulan Maret, BlackBerry menyelenggarakan konser Live &amp; Rockin&#8217; di Kemayoran. Pengguna yang <em>checkin </em>di <em>event</em> ini akan mendapatkan <em>badge </em>khusus asli dari Foursquare. Karena ini adalah pertama kalinya ada di Indonesia, maka berbondong-bondonglah orang <em>checkin </em>di sini (meski tak selalu yang <em>checkin </em>hadir di lokasi). Dari Foursquare bisa diketahui kalau ada 19.000 orang yang datang, 31.000 kali <em>checkin</em>, dan ada 286 tips di <em>event </em>ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4847" title="2011 socmed 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-2.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Ini hanya beberapa hal menarik yang sempat direkam selama tahun 2011 di dunia <em>social media </em>Indonesia. Tentunya masih ada hal-hal yang terlewat, karena luas dan masifnya penggunaan <em>social media </em>di Indonesia. Ada yang mau menambahkan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/27/refleksi-2011-banyaknya-aktivitas-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi 2011: Yang Pernah Terjadi di Facebook</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/09/refleksi-2011-yang-pernah-terjadi-di-facebook/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/09/refleksi-2011-yang-pernah-terjadi-di-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 08:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[privacy]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4805</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya kan sempat disajikan tips-tips <em>brand </em>di Twitter. Nah di tulisan ini sekedar rekaman apa yang sempat terjadi di Facebook selama tahun 2011 (dan sebelumnya). Banyak hal yang bisa dilakukan di Facebook, selain hanya mencari teman lama dan melakukan koneksi ulang. Berikut ini adalah beberapa contohnya (bisa jadi masih banyak contoh lainnya ya):]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-sex-transaction.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Sebelumnya kan sempat disajikan tips-tips <em>brand </em>di Twitter. Nah di tulisan ini sekedar rekaman apa yang sempat terjadi di Facebook selama tahun 2011 (dan sebelumnya). Banyak hal yang bisa dilakukan di Facebook, selain hanya mencari teman lama dan melakukan koneksi ulang. Berikut ini adalah beberapa contohnya (bisa jadi masih banyak contoh lainnya ya):</p>
<p><em><strong>Games</strong></em></p>
<p>Ini sih jelas. Siapa sih yang nggak main <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/12/belajar-dari-sims-social/" target="_blank">Sims Social</a>, <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/07/02/irawan-pengembang-game-untuk-facebook-berjudul-ambrosia/" target="_blank">Ambrosia</a>, <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/09/18/menilik-kesuksesan-game-farmville/%20" target="_blank">Farmville</a>, Poker, dll di Facebook. Saking banyaknya pemain Indonesia, <em>game publisher </em>sebesar Zynga saja sampai bekerja sama dengan vendor lokal untuk penjualan <em>voucher </em>game-nya. Dengan <em>voucher </em>ini, pemain bisa membeli beragam <em>item </em>khusus.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-games.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4810" title="facebook tips - games" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-games.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><em><strong>Fun</strong></em></p>
<p>Facebook Page tidak selalu untuk hal yang serius. Ada yang menjadikannya sebagai “tempat bermain.” Ada beragam gerakan yang dibuat hanya untuk sekedar senang-senang belaka. Sejak Facebook mengizinkan <em>tag </em>terhadap nama Facebook Page, kreativitas penggunanya pun semakin merajalela. Lihat saja contoh Facebook Page “<a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/13/bermain-dengan-facebook-page/" target="_blank">Tapi semua berubah ketika negara api menyerang.</a>”</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-fun.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4809" title="facebook tips - fun" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-fun.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><em><strong>Competition</strong></em></p>
<p><em>Brand </em>melakukan banyak cara untuk menarik minat pengguna Facebook untuk me-<em>like </em>Facebook Page-nya. Salah satunya dengan menyelenggarakan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/04/11/kontes-daring-dan-para-pemburunya/%20" target="_blank">kompetisi berhadiah</a>. Para pemburu kuis pun ikut ramai dalam kompetisi ini. Semua peserta ingin merebu beragam hadiah <em>device </em>menarik dan canggih yang ditawarkan <em>brand</em>.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-competition.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4808" title="facebook tips - competition" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-competition.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><em><strong>Commerce</strong></em></p>
<p>Facebook juga bisa menjadi kanal penjualan baru bagi para UKM. Kalau dulu mereka membuat blog dan berjualan di sana, kini fasilitas Facebook lebih memudahkan mereka untuk menjalankan bisnis. Salah satunya misalnya kakak beradik <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/04/14/elle-jess-dua-bersaudari-pengelola-butik-online-gowigasa/" target="_blank">Elle dan Jess</a> yang membuka butik pribadinya khusus di Facebook.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-commerce.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4807" title="facebook tips - commerce" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-commerce.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><em><strong>Learning/Sharing</strong></em></p>
<p>Facebook juga menjadi tempat belajar. Beberapa Facebook Group dibuat untuk menjadi tempat berbagi ilmu pengetahuan. Sebut saja Social Media Strategist Club yang berisikan para pecinta <em>social media </em>yang sering berbagi tips dan trik, atau Tanya Jawab Islam yang menjadi tempat diskusi bersama ilmu-ilmu Islam.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-learning-sharing.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4811" title="facebook tips - learning sharing" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-learning-sharing.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><em><strong>Spamming &amp; BBM Contact Sharing</strong></em></p>
<p>Entah apa yang ada di pikiran mereka ya. Untuk beberapa pengguna Facebook, komentar-komentar di Facebook Page itu menjadi tempat beberapa orang untuk mempromosikan Pin BBM mereka. Sebegitu terbukanya orang-orang ini sampai mau membiarkan orang lain tak dikenal meng-<em>add</em>-nya di BBM. Tak jarang pula bisa ditemukan promosi pin BBM yang menjurus pada tindakan asusila.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-bbm.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4806" title="facebook tips - bbm" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-bbm.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a><em><strong></strong></em></p>
<p><em><strong>Sex Transaction</strong></em></p>
<p>Hal paling negatif yang bisa ditemukan di Facebook adalah munculnya beberapa Facebook Page dan Facebook Group yang menjadi tempat promosi kegiatan asusila. Ada yang dengan jelas mempromosikan nomor teleponnya, berharap bisa mendapatkan “langganan.” Entah apakah foto dan nama yang disebut di dalamnya adalah benar diunggah oleh pemiliknya ya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-sex-transaction.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4812" title="facebook tips - sex transaction" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-sex-transaction.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Beragam fitur Facebook yang kaya sebetulnya bisa dimanfaatkan untuk menjadi kanal komunikasi yang efektif bagi individu atau kelompok. Facebook hanyalah berupa media. Tinggal bagaimana penghuninya mengisinya dengan konten positif atau negatif. Sekarang, mau pilih yang mana?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/09/refleksi-2011-yang-pernah-terjadi-di-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seberapa Banyak Teman Anda Sebenarnya?</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/29/seberapa-banyak-teman-anda-sebenarnya/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/29/seberapa-banyak-teman-anda-sebenarnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 01:10:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[friends]]></category>
		<category><![CDATA[research]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4779</guid>
		<description><![CDATA[Anda pasti punya teman Facebook yang banyak. Pasti lebih dari 500 orang yang Anda anggap sebagai teman di Facebook. Anda pasti punya <em>follower </em>di Twitter yang juga Anda <em>follow </em>balik. Jumlahnya pasti juga ratusan. Sudah jadi tren sejak era Friendster, kalau bergaul di <em>online</em> ya artinya akan bertemu dengan teman-teman baru. Mungkin demi pembuktian diri kalau seseorang itu eksis di <em>social media</em>, ada yang menyetujui permintaan permohonan teman di Facebook, siapapun dia, meskipun dia tak mengenalnya di dunia nyata.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/11/twitter-background-avatar-2.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/11/twitter-background-avatar-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4780" title="teman" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/11/twitter-background-avatar-2-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Anda pasti punya teman Facebook yang banyak. Pasti lebih dari 500 orang yang Anda anggap sebagai teman di Facebook. Anda pasti punya <em>follower </em>di Twitter yang juga Anda <em>follow </em>balik. Jumlahnya pasti juga ratusan. Sudah jadi tren sejak era Friendster, kalau bergaul di <em>online</em> ya artinya akan bertemu dengan teman-teman baru. Mungkin demi pembuktian diri kalau seseorang itu eksis di <em>social media</em>, ada yang menyetujui permintaan permohonan teman di Facebook, siapapun dia, meskipun dia tak mengenalnya di dunia nyata.</p>
<p>Apa sih arti “teman” sebenarnya? Apakah “teman” itu hanya sekedar status yang bisa ditunjukkan di Facebook? Ataukah “teman” punya makna lebih dari itu? Berapa persen dari teman Anda di Facebook yang masih Anda kontak di dunia nyata? Kalau Anda bisa bilang 10%-nya saja, sudah hebat banget. Lalu berapa banyak dari 10% itu yang benar-benar Anda kenal luar dan dalam, yang selalu berbagi cerita dengan Anda tentang beragam hal?</p>
<p>Facebook tahun lalu pernah membuat survei kalau rata-rata seseorang di Facebook hanya mempunyai 120-130 teman. Memang sih ada yang punya 5.000 teman (bahkan sampai membuat akun tambahan), tapi ternyata jumlahnya sangat sedikit. Kenyataannya, manusia pun hanya bisa berkoneksi sosial dengan sekitar <a href="http://spectrum.ieee.org/telecom/internet/how-many-friends-can-you-really-have" target="_blank">150 orang</a>. Kita bisa mengingat 1.500 wajah orang, tapi mungkin hanya sebatas tahu, dan belum tentu kenal betul.</p>
<p>Dari 150 orang itu, paling hanya 5 orang yang paling dekat dengan Anda (yang bisa juga anggota keluarga sendiri). Lalu level di atasnya ada sekitar 15 orang (termasuk 5 orang di atas) yang Anda sering bertemu dan berinteraksi setiap minggunya. Lalu di level atasnya ada sekitar 50 orang yang Anda temui dan berinteraksi setiap bulannya. Lalu sisanya adalah mereka yang mungkin jarang bertemu, tapi mereka punya hubungan yang berarti dengan Anda.</p>
<p><a href="http://thereasoner.com/articles/how-many-real-offline-friends-do-you-really-have%20" target="_blank">Tulisan ini</a> bisa membantu untuk menemukan berapa banyak teman Anda sebenarnya di dunia nyata. Ketentuannya adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Anda harus kenal dengan teman Anda itu di dunia nyata (tentunya ya).</li>
<li>Anda harus ngobrol dan berkumpul dengannya minimal sebulan sekali atau pada periode tertentu.</li>
<li>Rekan kerja yang Anda temui setiap hari tidak termasuk di dalamnya, kecuali Anda memang mengajaknya melakukan hal-hal yang Anda lakukan juga dengan teman-teman di luar kantor Anda atau keluarga Anda.</li>
<li>Anda harus punya teman yang bukan rekan kerja. Kalau semua teman Anda adalah rekan kerja, berarti Anda tidak punya teman sebenarnya.</li>
<li>Bukan teman musiman, artinya teman yang Anda ajak ngobrol dan bertemu dengan akrab selama beberapa saat, lalu Anda tinggalkan tidak termasuk di dalamnya.</li>
</ol>
<p>Melihat penjelasan di atas, beruntunglah kita yang hidup ber-<em>social media </em>di Indonesia. Kita selalu suka kopdar, karena perjumpaan dan ngobrol-ngobrol di Twitter atau Facebook tidak pernah terasa cukup. Kehidupan <em>online </em>malah mendekatkan yang awalnya kita tidak kenal. Berawal dari sekedar kenal <em>nickname </em>di Twitter umumnya berlanjut dengan ngobrol di kafe atau nonton bareng.</p>
<p>Ingin tahu juga sih, apakah sudah pernah ada yang menstudi jumlah rata-rata teman nyata pengguna <em>social media </em>di Indonesia. Ada yang tahu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/29/seberapa-banyak-teman-anda-sebenarnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesadaran Menjaga Privacy</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/21/kesadaran-menjaga-privacy/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/21/kesadaran-menjaga-privacy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 12:37:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[privacy]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4765</guid>
		<description><![CDATA[Sudah pernah lihat film interaktif karya Jason Zada yang berjudul Take This Lollipop? Untuk mengakses film ini, Anda harus menggunakan Facebook Connect. Nantinya, profil dan foto-foto Anda akan menjadi bagian dari interaktifitas film. Eksekusi teknisnya sama persis sebetulnya dengan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/11/16/cerita-masa-depan/%20" target="_blank">This is My Story</a>. Bedanya di kekuatan cerita.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/11/privacy1.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/11/privacy1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4766" title="privacy" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/11/privacy1-300x165.jpg" alt="" width="300" height="165" /></a>Sudah pernah lihat film interaktif karya Jason Zada yang berjudul Take This Lollipop? Untuk mengakses film ini, Anda harus menggunakan Facebook Connect. Nantinya, profil dan foto-foto Anda akan menjadi bagian dari interaktifitas film. Eksekusi teknisnya sama persis sebetulnya dengan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/11/16/cerita-masa-depan/%20" target="_blank">This is My Story</a>. Bedanya di kekuatan cerita.</p>
<p>Sayangnya situs Take This Lollipop sudah tidak lagi menampilkan konten yang dimaksud. Namun sudah ada nih yang merekam hasil interaktifitas <a href="http://www.youtube.com/watch?v=0DYFPupvo1Q%20" target="_blank">filmnya</a>. Atau coba saja buka di YouTube, cukup banyak <a href="http://www.youtube.com/results?search_query=take+this+lollipop" target="_blank">video reaksi</a> orang-orang yang telat melihat film ini.</p>
<p><object width="530" height="299" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/0DYFPupvo1Q?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="530" height="299" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/0DYFPupvo1Q?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p>Apa yang ditayangkan di film di atas menunjukkan apa yang bisa didapat oleh Facebook setelah kita menekan Facebook Connect di suatu situs. Aplikasi itu bisa mengambil alamat email, foto-foto kita, profil kita (tidak semuanya), linimasa kita di Facebook, hingga siapa saja teman-teman kita. Perhatikan benar-benar deh setiap kita menggunakan aplikasi pihak ketiga yang menggunakan Facebook, akan muncul tampilan <em>popup </em>yang menunjukkan akses apa saja yang kita izinkan kepada aplikasi tersebut. Semakin banyak permintaan akses di tampilan <em>popup</em>, sebaiknya kita harus semakin berhati-hati. Kalau kita tidak familiar dengan aplikasi itu, sebaiknya ya tidak usah mengaksesnya.</p>
<p>Apa yang terjadi di film garapan Jason Zada itu bukan nggak mungkin terjadi. Banyak orang jahat di sekitar kita yang siap mengambil data diri kita lalu menjualnya untuk kepentingan komersial (misalnya: menjual database email yang akhirnya menjadi penyebab segala bentuk <em>spam</em>). Atau yang mengintai apa yang kita lakukan di <em>online</em>, untuk mengetahui keberadaan kita di mana, apa yang kita lakukan, atau kapan kita tidak berada di rumah misalnya. Cerita “<a href="http://laindunia.media-ide.com/2010/09/15/kenalan-baru-di-facebook/" target="_blank">Kenalan Baru di Facebook</a>” ini bisa memberikan gambaran.</p>
<p>Intinya, batasilah data diri yang kita cantumkan di beragam jejaring sosial. Semua di tangan kita sendiri kok, yang memberi batasan apa yang boleh kita <em>share </em>di jejaring sosial. Kalau mau, pelajari lebih dalam pengaturan <em>privacy </em>di Facebook. Kita bisa mengaturnya secara fleksibel (meski bisa bikin pusing otak juga sih, karena opsinya yang terlalu banyak).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/21/kesadaran-menjaga-privacy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Courtesy of YouTube</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/04/courtesy-of-youtube/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/04/courtesy-of-youtube/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 01:48:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[piracy]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4758</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ada program yang lagi tren di satu stasiun, yang lainnya pasti mengekor. Apalagi kalau programnya bisa diproduksi dengan biaya murah. Yang lagi <em>happening </em>belakangan ini adalah <a href="http://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/ulasan/15540-acara-qcourtesy-of-youtubeq-tumbuh-subur-di-tv-nasional.html%20" target="_blank">program TV yang berisikan kompilasi dari YouTube</a>. Nggak susah kok buatnya. Cari konten di YouTube (yang bisa dipilih dari ribuan banyaknya), unduh videonya pakai KeepVid atau KissYouTube atau sebangsanya. Tambahkan <em>host </em>yang jadi pengantar, isi dengan ilustrasi musik baru, dan jadilah satu program baru. Yakin deh, satu episod program ini bikinnya pasti cuma dalam hitungan jam.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/03/piracy.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/03/piracy.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4227" title="piracy" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/03/piracy-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Kalau ada program yang lagi tren di satu stasiun, yang lainnya pasti mengekor. Apalagi kalau programnya bisa diproduksi dengan biaya murah. Yang lagi <em>happening </em>belakangan ini adalah <a href="http://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/ulasan/15540-acara-qcourtesy-of-youtubeq-tumbuh-subur-di-tv-nasional.html%20" target="_blank">program TV yang berisikan kompilasi dari YouTube</a>. Nggak susah kok buatnya. Cari konten di YouTube (yang bisa dipilih dari ribuan banyaknya), unduh videonya pakai KeepVid atau KissYouTube atau sebangsanya. Tambahkan <em>host </em>yang jadi pengantar, isi dengan ilustrasi musik baru, dan jadilah satu program baru. Yakin deh, satu episod program ini bikinnya pasti cuma dalam hitungan jam.</p>
<p>Terus masalahnya di mana? Ya tentunya nggak ada masalah sih, sepanjang video yang diambil itu seizin YouTube (tertulis) dan tentunya seizin pengunggah kontennya. Yang seharusnya mendapatkan kredit adalah pembuat konten video yang mengunggahnya ke YouTube. Di sini YouTube hanya menjadi situs yang menyediakan platform untuk berbagi video. Hak cipta video itu sendiri ada di tangan pengunggahnya.</p>
<p>Memang ada aturannya? Tentu ada. Kalau kita menggunakan suatu situs, pasti akan ada aturan mainnya. Cuma memang biasanya jarang banget sih ada orang yang membaca. Aturan main yang biasa disebut <em>terms and conditions</em> ini yang mengikat setiap pihak yang berhubungan dengan situs, termasuk pengguna yang menjadi anggota YouTube dan pemirsa yang hanya ikut menikmati isinya tanpa menjadi anggota. Nih, kalau mau lebih detil, silakan baca di <a href="http://www.youtube.com/t/terms" target="_blank">tautan ini</a>.</p>
<p>Terkait dengan program TV di atas, mudah-mudahan memang para pembuat programnya membaca <em>terms and conditions </em>nomor 5B (baca yang dicetak tebal):</p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Content is provided to you AS IS. You may access Content for your information and personal use solely as intended through the provided functionality of the Service and as permitted under these Terms of Service. <strong>You shall not download any Content unless you see a “download” or similar link displayed by YouTube on the Service for that Content. You shall not copy, reproduce, distribute, transmit, broadcast, display, sell, license, or otherwise exploit any Content for any other purposes without the prior written consent of YouTube or the respective licensors of the Content. </strong>YouTube and its licensors reserve all rights not expressly granted in and to the Service and the Content.</em></p>
<p>Mudah-mudahan sih ya setiap program TV itu benar-benar mendapatkan izin yang seharusnya. Lucu aja sih, bergerak di bidang kreatif, dengan tujuan menghasilkan konten kreatif, tapi kok ya menggunakan materi yang tidak menghargai hasil kreativitas orang lain.</p>
<p>Baca juga tulisan lama di blog ini tentang <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/17/menghargai-karya-orang-lain/" target="_blank">Menghargai Karya Orang Lain</a>.</p>
<p>Kredit foto: <a href="http://www.flickr.com/photos/33692920@N05/3769651333/" target="_blank">Emberflylayouts</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/04/courtesy-of-youtube/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Digital Media di Indonesia</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/31/digital-media-di-indonesia/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/31/digital-media-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 00:26:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[infographics]]></category>
		<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4735</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini adalah tahun kedua mahasiswa Singapore Management University jurusan Corporate Communications membuat studi digital media tentang Indonesia. Kebetulan tahun ini tim yang membahasnya beranggotakan 2 orang mahasiswa asal Indonesia. Seperti tahun lalu, tim tahun ini juga membuat infographics yang sama menariknya. Data-data ini dikompilasi dari banyak sumber. Lebih lengkap tentang data ini bisa dicek di wiki di <a href="https://wiki.smu.edu.sg/digitalmediaasia/Digital_Media_in_Indonesia" target="_blank">tautan ini</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/10/digital-media-indonesia-infographics.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Tahun ini adalah tahun kedua mahasiswa Singapore Management University jurusan Corporate Communications membuat studi digital media tentang Indonesia. Kebetulan tahun ini tim yang membahasnya beranggotakan 2 orang mahasiswa asal Indonesia. Seperti tahun lalu, tim tahun ini juga membuat infographics yang sama menariknya. Data-data ini dikompilasi dari banyak sumber. Lebih lengkap tentang data ini bisa dicek di wiki di <a href="https://wiki.smu.edu.sg/digitalmediaasia/Digital_Media_in_Indonesia" target="_blank">tautan ini</a>.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/10/digital-media-indonesia-infographics.jpg"><img class="size-full wp-image-4736 alignnone" title="digital media indonesia infographics" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/10/digital-media-indonesia-infographics.jpg" alt="" width="530" height="901" /></a></p>
<p>Tahun ini, tim ini juga menyusun beberapa <em>podcast</em> yang berisikan wawancara dengan sejumlah praktisi digital di Indonesia. Dua podcast pertama yang sudah dipublikasikan adalah dengan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=WdBJakQ6SdA%20" target="_blank">Ratri</a> (penulis di blog <a href="http://www.penn-olson.com" target="_blank">penn-olson.com</a>) dan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=mqvl9e72gJk" target="_blank">Podelz</a> (marketing Telkomsel).</p>
<p><object width="530" height="299" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/WdBJakQ6SdA?version=3&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="530" height="299" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/WdBJakQ6SdA?version=3&amp;hl=en_US" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p><object width="530" height="299" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/mqvl9e72gJk?version=3&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="530" height="299" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/mqvl9e72gJk?version=3&amp;hl=en_US" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p><em>Update</em>: tambahan <em>podcast</em> ketiga, dengan penulis blog ini. <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><object width="530" height="299"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ohfQY6noQN4?version=3&amp;hl=en_US"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/ohfQY6noQN4?version=3&amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" width="530" height="299" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Salah satu tren 2011 ini adalah banyaknya berkembang startup di bidang teknologi di Indonesia. Tim ini membahasnya secara menarik dalam kemasan videographic di bawah ini.</p>
<p><object width="530" height="299" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/rMOY9Y7JVoc?version=3&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="530" height="299" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/rMOY9Y7JVoc?version=3&amp;hl=en_US" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/31/digital-media-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencarian Ide Desain</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/25/pencarian-ide-desain/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/25/pencarian-ide-desain/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 11:10:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[idea]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[web application]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4730</guid>
		<description><![CDATA[Mentok mencari ide untuk kebutuhan proposal desain kampanye digital brand? Jangan sampai lah ya. Ide selalu bisa dicari dan bisa datang dari mana saja kok. Mencari referensi demi pencarian ide sudah sangat mudah sekarang. Modalnya cuma satu, googling. Kalau kita tahu yang mau dicari, referensi akan langsung datang di layar kita.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/10/idea1.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/10/idea1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4731" title="idea1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/10/idea1-217x300.jpg" alt="" width="217" height="300" /></a>Mentok mencari ide untuk kebutuhan proposal desain kampanye digital brand? Jangan sampai lah ya. Ide selalu bisa dicari dan bisa datang dari mana saja kok. Mencari referensi demi pencarian ide sudah sangat mudah sekarang. Modalnya cuma satu, <em>googling</em>. Kalau kita tahu yang mau dicari, referensi akan langsung datang di layar kita.</p>
<p>Mungkin berikut ini bukan panduan yang canggih ya, tapi mudah-mudahan bisa membantu yang sudah terlanjur keram otak.</p>
<p><strong>Apa saja sih yang sudah dibuat oleh orang lain?</strong></p>
<p>Buka terhadap segala macam kemungkinan. Ada sangat banyak contoh kampanye digital yang bisa dipelajari. Buka blog <a href="http://www.digitalbuzzblog.com" target="_blank">Digital Buzz Blog</a>, <a href="http://www.adverblog.com" target="_blank">Adverblog</a>, <a href="http://www.adrants.com" target="_blank">Adrants</a>, <a href="http://www.adfreak.com" target="_blank">Adfreak</a>, dll. Kalau ada yang menarik, simpan di Tumblr Anda. Atau bisa cek <a href="http://snapshots.media-ide.com" target="_blank">Snapshots Media Ide</a>, yang isinya adalah rekap contoh-contoh yang kebanyakan diambil dari blog-blog di atas. Banyak contoh kampanye digital luar yang disajikan dengan studi kasus. Umumnya kita bisa belajar apa objektifnya dan mengapa akhirnya brand itu memilih strategi kampanye seperti itu.</p>
<p><strong>Teknologi baru apa yang bisa dieksplorasi?</strong></p>
<p>Kalau bicara digital seharusnya juga paham kemungkinan-kemungkinan teknis yang bisa dilakukan. Terkadang ide telalu melambung tinggi, tapi kenyataannya sulit dieksekusi teknisnya. Akhirnya memang perlu ada kompromi di tengah-tengah.</p>
<p>Kampanye mungkin bisa saja memanfaatkan Facebook, Twitter, YouTube, Foursquare, dll. Lebih keren memang kalau akhirnya bisa mengembangkan desain kampanye yang mengutilitas penuh kemampuan masing-masing situs ini. Facebook memiliki API Open Graph yang semakin kompleks. Selalu saja ada hal baru yang ditawarkan oleh Facebook hampir setiap bulannya, yang artinya akan selalu ada kesempatan untuk membuat konsep kampanye yang belum terpikirkan sebelumnya.</p>
<p><strong>Aktivitas <em>online </em>apa yang saat ini populer?</strong></p>
<p>Karena desain kampanye yang akan dibuat ini ditujukan untuk netizen Indonesia, wajar dong kalau kita juga perlu memperhatikan kebiasaan mereka. Apa yang asyik mereka lakukan saat <em>online</em>? Apa yang mereka perbincangkan? Apa yang lagi tren dimainkan? Kalau misalnya, mereka sekarang lagi doyan main Sims Social, apa yang bisa <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/12/belajar-dari-sims-social/" target="_blank">dipelajari dari game ini</a>, dan mungkinkah diadaptasi ke konsep yang akan kita buat? Kalau misalnya, mereka lagi suka ngobrolin liburan, ide apa yang bisa kita ajukan yang bisa mengakomodir kebetuhan mereka?</p>
<p>Sekali lagi, panduan di atas bukan panduan canggih. Hihihi, bisa saja orang lain punya caranya sendiri untuk mendapatkan ide menarik. Atau mungkin ada yang mau memberkan usulan tambahan?</p>
<p>Kredit foto: <a href="http://www.flickr.com/photos/khoraxis/3272149790/" target="_blank">Khoraxis</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/25/pencarian-ide-desain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merekam Jejak Tweet</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/18/merekam-jejak-tweet/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/18/merekam-jejak-tweet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 01:21:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[ethic]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4723</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali saat mengamati suatu kejadian menarik di <em>social media</em>, ada hasrat keinginan untuk menuliskannya di blog. Tujuannya baik, untuk mendokumentasikan peristiwa itu, sehingga bisa jadi pelajaran yang bisa diingat bersama. Apalagi rangkaian percakapan di Twitter akan cepat hilang dari pencarian, sehingga blog menjadi medium yang tepat untuk merekam rangkuman percakapan itu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/08/twitter-cupcake.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/08/twitter-cupcake.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4635" title="twitter" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/08/twitter-cupcake-300x200.jpg" alt="" width="250" /></a>Seringkali saat mengamati suatu kejadian menarik di <em>social media</em>, ada hasrat keinginan untuk menuliskannya di blog. Tujuannya baik, untuk mendokumentasikan peristiwa itu, sehingga bisa jadi pelajaran yang bisa diingat bersama. Apalagi rangkaian percakapan di Twitter akan cepat hilang dari pencarian, sehingga blog menjadi medium yang tepat untuk merekam rangkuman percakapan itu.</p>
<p>Ada yang melakukannya dengan mengambil tangkap gambar tweet, ada yang meng-<em>copas</em> tweet itu ke blog. Ada yang lebih elegan dengan menggunakan <em>tools</em> seperti <a href="http://chirpstory.com/%20" target="_blank">Chirp Story</a>, yang menyimpan ID status tweet yang diinginkan dan menampilkannya secara kronologis. Contohnya bisa dilihat di <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/05/word-of-mouth-marketing-womm-di-social-media/" target="_blank">tulisan ini</a>.</p>
<p>Sebenarnya tweet yang kita buat sejak bergabung pertama kali di Twitter, masih tersimpan di <em>database</em> Twitter. Hanya saja fitur Twitter Search membatasi hanya 1.500 tweet terakhir. Kalau kita tahu ID status tweet, kita sebetulnya bisa memanggilnya. Cara inilah yang dilakukan oleh Chirp Story. Cara ini lebih elegan karena menghormati pemilik tweet. Ketika pemilik tweet menghapus tweetnya, mem-<em>protect</em> akunnya, atau menghapus akunnya sehingga hilang juga dari <em>database</em> Twitter, maka data tweet ini pun ikut hilang dari Chirp Story.</p>
<p>Beberapa kali di Twitter muncul sebuah tweet yang saking kontroversinya membikin geger semua linimasa. Apalagi saat tweet ini direspon oleh beberapa individu yang sangat kritis. &#8220;Peperangan&#8221; dalam Twitter pun dimulai. Terkadang berakhir dengan si penyulut kontroversi merasa terpojokkan dan akhirnya menutup akun.</p>
<p>Sebagai blogger dan praktisi digital yang mengamati keramaian di <em>social media</em>, tentu ini menarik untuk disimak. Menarik untuk mempelajari penyebab itu semua. Inginnya sih bisa mendokumentasikan runutan cerita yang akhirnya menyebabkan &#8220;peperangan&#8221; terjadi.</p>
<p>Memang hingga saat ini tidak ada azas kepatutan atau etika yang membatasi seorang blogger apa yang boleh atau tidak boleh untuk ditulis. Terserah masing-masing blogger, toh ini medianya sendiri. Mau menulis semua runutan cerita di tweet itu satu persatu juga tidak ada larangannya. Lagi pula niatnya baik, untuk mendokumentasikan.</p>
<p>Bisa jadi pendapat ini berbeda dengan blogger lain, namun kalau di blog ini ada satu hal yang dipegang. Mencoba untuk mencontoh seperti yang dilakukan oleh Chirp Story, dengan mencoba menjaga agar tulisan di blog ini tidak melanggar hak orang lain.</p>
<p>Kalau ada kejadian &#8220;peperangan&#8221; seperti di atas, misalnya, maka blog ini lebih cenderung menuliskan peristiwa yang terjadi tanpa perlu menyebutkan nama. Apalagi kalau sampai terjadi, salah satu pelakunya sampai menutup akun karena merasa terpojokkan. Terlepas dari benar atau salah, saat individu itu akhirnya menutup akun atau menghapus tweet, sebaiknya tindakan itu bisa dihargai dengan tidak memperluasnya lagi.</p>
<p>Kalau cerita &#8220;peperangan&#8221; ini memang ingin didokumentasikan demi memberi masukan pengalaman ber-<em>social media</em> yang lebih baik, toh bisa diceritakan tanpa perlu menyebut jelas-jelas akun yang dimaksud. Ambil hikmahnya saja, misal: kenapa sebaiknya tak boleh menulis tweet ini, apa yang harus dilakukan kalau nanti kejadian serupa terjadi pada diri sendiri, dll.</p>
<p>Apa yang ditulis di atas ini bukan harga mati ya. Bisa saja ada blogger yang memaknainya berbeda. Seperti telah disebutkan di atas, belum ada etika yang mengaturnya. Jadi tidak (belum) ada aturan bakunya. Bisa saja Anda setuju dengan pendapat di atas, bisa saja tidak. Paling gampang sih, kembalikan saja ke suara hati Anda sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/18/merekam-jejak-tweet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

