Home » Arsip

Arsip Artikel dengan Kategori Online Living

Online Living »

[25 Oct 2011 | 12 komentar | 1,150 views]
Pencarian Ide Desain

Mentok mencari ide untuk kebutuhan proposal desain kampanye digital brand? Jangan sampai lah ya. Ide selalu bisa dicari dan bisa datang dari mana saja kok. Mencari referensi demi pencarian ide sudah sangat mudah sekarang. Modalnya cuma satu, googling. Kalau kita tahu yang mau dicari, referensi akan langsung datang di layar kita.

Online Living »

[18 Oct 2011 | 10 komentar | 1,272 views]
Merekam Jejak Tweet

Seringkali saat mengamati suatu kejadian menarik di social media, ada hasrat keinginan untuk menuliskannya di blog. Tujuannya baik, untuk mendokumentasikan peristiwa itu, sehingga bisa jadi pelajaran yang bisa diingat bersama. Apalagi rangkaian percakapan di Twitter akan cepat hilang dari pencarian, sehingga blog menjadi medium yang tepat untuk merekam rangkuman percakapan itu.

Online Living »

[24 Aug 2011 | 10 komentar | 1,705 views]
QR Code, Masih Relevankah?

Tahu kan QR Code? Itu loh, gambar coret-coret (umumnya) berwarna hitam putih, dengan 3 dari 4 sudutnya punya bentuk kotak. Bentuknya terlihat seperti kode lah. Kasat mata nggak bisa diartikan apa-apa, karena membutuhkan aplikasi tambahan yang terinstal di ponsel untuk bisa mengartikannya. Di Indonesia, beberapa brand mulai menggunakan QR Code ini untuk materi promosi mereka, bahkan Pocari Sweat pernah menjadikan kode ini sebagai elemen desain promosi kampanye Ionopolis di billboard-nya.

Online Living »

[20 Aug 2011 | 10 komentar | 1,313 views]
Adiksi Twitter

Usia Twitter di Indonesia sudah cukup lama. Sudah banyak kreativitas bermunculan di ranah Twitter. Banyak contohnya bisa dilihat di artikel-artikel terdahulu. Banyak orang yang tak bisa melepaskan diri dari Twitter. Rasanya seperti ada yang kurang kalau tidak menulis tweet dalam sehari. Rasanya ada yang hilang kalau sehari saja tidak berinteraksi dengan sesama pengguna Twitter lainnya. Untuk yang terbiasa menggunakan mobile untuk Twitter, pasti akan merasa janggal jika jari-jari tak bergerak menyusuri linimasa di ponsel kita.

Online Living »

[12 Jun 2011 | 11 komentar | 2,201 views]
Bermain Android Honeycomb

Masih ngomongin Android, belakangan ini semakin menikmati kembali penggunaannya, terutama sejak memegang sebuah tablet Acer Iconia yang ber-OS Honeycomb. Haha, rasanya beda banget lah, karena berbeda dengan OS Eclair, Froyo, atau Gingerbread, OS Honeycomb ini memang didesain untuk ukuran tablet 10 inci. Salah satu aplikasi keren yang tertanam langsung saat pegang Acer Iconia adalah Google Music. Anggaplah ini semacam Media Player-nya Honeycomb, dengan tampilan yang menarik.

Online Living »

[6 Jun 2011 | 17 komentar | 2,888 views]
Mengirim Peti Mati Demi Buzz

Di dunia daring ini menyebalkan ya. Ketinggalan beberapa jam saja sudah terasa basi. Termasuk berita ini nih. Baru bisa menulis sore hari, padahal berita hangatnya sudah berlalu tadi siang. Sejak tadi pagi ramai banget di Twitter, karena beberapa orang di kantornya menerima bingkisan peti mati. Awalnya dikira lelucon, tapi ketika semakin banyak yang melaporkan menerima, ternyata memang ada seseorang yang serius melakukannya.

Online Living »

[4 Jun 2011 | 8 komentar | 1,857 views]
Klout dan +K

Untuk yang aktif di Twitter, mungkin sudah familiar dengan situs Klout. Situs ini, dengan algoritmanya sendiri, mencoba mengecek karakteristik seseorang berdasarkan aktivitas hariannya di Twitter, Facebook, dan LinkedIn. Klout akan mengkategorikan seseorang masuk karakteristik tertentu berdasarkan tingkat partisipasi aktif, seringnya berbagi info, konsistensi, dan fokus/melebar dalam membahas sesuatu (tapi jangan tanya ya bagaimana mereka menganalisa itu semua).

Online Living »

[26 May 2011 | 8 komentar | 2,023 views]
Selamat Datang Saling Silang!

Satu hal yang kurang di ranah social media Indonesia adalah kemampuan melacak kejadian yang terjadi saat ini di ranah digital Indonesia. Sangat beruntung memang, ketika dulu akhirnya Twitter meluncurkan trending topic versi kota Jakarta dan Bandung. Kita bisa dapat bayangan apa sih yang ramai dibicarakan di Twitter saat itu secara bersamaan. Sayangnya yang bisa diambil datanya hanya sebatas tren saat itu. Tidak ada API Twitter yang memungkinkan pengembang untuk mengelaborasi data tren itu lebih jauh.