Info dan artikel baru seputar advergame, animasi, komik, video, viral, dan website.
Greenpeace VS Unilever
Kategori: Video/TV — Pitra @ Wednesday, April 23, 2008, 6:41 pm

Begini seharusnya adu-aduan video di era Web 2.0, bukan malah main blokir situs. Diawali dengan kampanye Dove bertema Onslaught dari Unilever. TVC Dove ini sebetulnya tidak berbeda dengan gaya TVC lainnya. Hanya saja, konsep video ini dibuat versi spoof-nya oleh Greenpeace. Dikatakan kalau Greenpeace memiliki bukti bahwa pembuat produk kecantikan Dove ini membeli palm oil dari para supplier yang menghancurkan hutan Indonesia. Baca saja laporan Greenpeace di tautan ini. Tentu saja ini menjadi pukulan menohok bagi Unilever, apalagi video ini disebarkan tepat pada Hari Bumi kemarin.

Greenpeace tidak mengajak untuk memboikot produk Dove, melainkan lebih mengajak pihak Unilever untuk ikut sadar dan bertanggung jawab kalau produknya itu menyebabkan kerusakan lingkungan yang luar biasa. Belum ada tanggapan dari pihak Unilever, mengingat perseteruan ini memang baru saja dimulai.



Greenpeace



Dove

Yang menarik dari kejadian ini adalah:

  • Penyebaran video Greenpeace melalui YouTube ini cepat sekali beredar. Yakin deh, Unilever nanti pun akan meresponnya dengan cara serupa, yakni meng-counter-nya dengan membuat microsite dan menjelaskan argumennya di sana. Bisa jadi, video tandingan akan disebar pula via YouTube. Ini cara yang lebih elegan, daripada langsung menuntut secara hukum. Kalau itu sampai kejadian, bisa-bisa konsumen pengguna produk sendiri yang akan menyerang balik ke Unilever.

  • Kasus ini menyangkut hutan Indonesia, tapi penyelenggara kampanyenya bukan dari Indonesia. Sudahkah kita sendiri tidak peduli dengan kejadian ini, sehingga Greenpeace, organisasi nirlaba internasional, terlihat lebih peduli daripada kita yang memiliki hutannya? (Duh, jadi miris, apalagi kalau sudah menonton film dokumenter Earth).

Artikel lalu yang relevan:

Zaman Gelap Akan (Sudah) Tiba
Kategori: Knowledge, Video/TV — Pitra @ Saturday, April 5, 2008, 10:36 pm

Sabtu pagi tadi banyak yang tiba-tiba tidak bisa mengakses YouTube. Katanya sih karena kesalahan teknis salah satu ISP yang merembet hingga akhirnya hampir semua pengguna internet Indonesia tidak bisa mengakses YouTube. Akses ke Multiply, MySpace, Rapidshare juga ikut tertutup. Mungkin benar ini ‘kecelakaan,’ tapi kita berandai-andai kalau amanah Menkominfo Mohammad Nuh ke APJII ini benar-benar terwujud, mungkin benar kata Ndoro Kakung, “masa kegelapan sudah datang.”

Hanya gara-gara satu film nggak bermutu, kita bisa kehilangan satu sumber ilmu pengetahuan di dunia maya ini. Ibaratnya, kalau film Fitna itu borok di kaki Anda, Menkominfo bertindak langsung cari jalan pintas dengan mengamputasi seluruh kaki Anda. Memang karena amputasi itu, Anda nggak akan punya borok di kaki lagi. Namun, Anda juga nggak akan bisa berjalan, berlari, bahkan belajar mendaki gunung lagi karena kaki Anda sudah tidak ada.

Ada sejuta alasan kenapa hanya gara-gara film Fitna, menutup akses ke YouTube (dan situs-situs lainnya) tidak memberikan manfaat. Ini hanya beberapa saja. Anda sekalian pasti punya banyak alasan tambahan lainnya:

  • Selain hiburan, YouTube menyajikan informasi bermanfaat, dari tutorial berupa screencast, cuplikan info teknologi, materi kuliah, dan banyak pengetahuan positif lainnya. Kalau Nokia itu handphone sejuta umat, maka YouTube bisa dibilang video sharing-nya sejuta umat.

  • Kalau kita yang di Indonesia tidak bisa masuk ke YouTube, dan film itu dibiarkan tetap ada di YouTube (dan situs-situs lainnya), malah tidak akan memecahkan masalah utama. Film itu akan terus dinikmati oleh jutaan masyarakat lainnya di dunia, dan memberikan informasi distorsi tentang Islam yang semakin besar. Seharusnya kita yang mayoritas beragama Islam punya kewajiban memberikan informasi penyeimbang positif terhadap film itu melalui media yang sama. Justru dengan menutup akses pemakai internet Indonesia ke YouTube, seakan-akan kita jadi menutup mata dan tidak peduli dengan umat Islam lainnya di dunia.

  • Secara kepemilikan, YouTube memang milik orang asing. Namun berbeda dengan stasiun televisi US yang sering mendistorsikan berita, media YouTube bebas digunakan oleh siapa saja dan untuk siapa saja. Kenapa nggak media ini kita pakai semaksimum mungkin untuk meningkatkan citra positif bangsa Indonesia? Dengan menutup YouTube, kita akan kehilangan satu media besar yang bisa dipakai untuk mengenalkan budaya bangsa kita (dengan gratis pula).

(lanjut?)

Permen Karet – Website – Komik – Serial TV Smallville
Kategori: Website, Comic, Video/TV — Pitra @ Tuesday, March 18, 2008, 9:22 pm

Smallville - StrideBaru saja beres nonton Smallville season 7 episod 13 (biasa, unduhan…). Dari kacamata branding, episod ini berbeda dengan episod-episod Smallville sebelumnya. Kelihatan banget kalau di episod 13 ini, sponsor utamanya adalah permen karet Stride. Bahkan tidak hanya sekedar menampilkan branding Stride, salah satu sub-plot ceritanya juga berhubungan dengan permen karet.

Dimulai dengan adegan di sebuah klub bernama (coba tebak…) Stride. Karakter lama Smallville, Pete Ross muncul kembali di sini. Ia mengunyah permen karet Stride yang terkena limbah kryptonite, yang lalu menjadikannya seseorang dengan kemampuan super. Meski visual branding Stride muncul dimana-mana, tidak ada satupun tokoh di episod ini yang menyebutkan secara nyata nama brand. Brand menjadi bagian dari cerita sehingga terlihat wajar.

Episod perdana Smallville selalu ditayangkan oleh CWTV. Di tengah-tengah cerita episod ini, muncul pesan dari CWTV kalau penonton bisa berinteraksi lebih dengan Smallville di microsite yang sudah disiapkan oleh CWTV. Di microsite ini, pengunjung bisa membaca komik interaktif Smallville. Cerita dalam komik ini bersinggungan dengan episod 13, namun menampilkan plot berbeda dengan versi TV-nya. Smallville - StrideDi tengah-tengah komik, pengunjung bisa berpartisipasi melalui voting untuk melanjutkan pilihan jalan cerita.

Seluruh kegiatan di microsite ini juga disponsori oleh permen karet Stride. Wow, ini upaya branding Stride yang hebat, langsung menyasar ke beragam media sekaligus. Nggak kebayang upaya mengintegrasikan ini semua, karena menuntut kerja sama dengan pihak pembuat serial TV, distributornya, stasiun TV-nya, dan pemegang hak cipta Smallville. Hehe, jangan-jangan gara-gara ini makanya episod 13 ini terlambat disiarkan.

Film Iklan Jawbone yang Ekstrim dan Nyeleneh
Kategori: Video/TV, Viral — Pitra @ Saturday, February 2, 2008, 9:12 pm

Sekarang lagi lumayan senang nonton YouTube nih, terutama kalau menemukan film-film iklan yang menarik. Film ini dalam artian, bukan sekedar iklan, tapi ada runutan cerita seperti layaknya sebuah film. Yang baru saja berkampanye dengan film salah satunya adalah Jawbone (kayaknya di US sana, tren promo produk melalui film semakin populer ya?).

Jawbone adalah salah satu merk bluetooth headset yang bentuknya memang seperti sirip hiu. Melalui website promo dan sebaran video di YouTube, bisa dilihat 4 film pendek karya Samuel Bayer (sutradara video klip yang terkenal, kalau kalian nggak tahu). Semuanya agak-agak ekstrim dan nyeleneh. Jangan kaget deh pokoknya kalau melihat akhir dari setiap film ini.

Jawbone

Film Iklan Berserinya Pond’s Flawless White
Kategori: Animation, Video/TV — Pitra @ Friday, January 18, 2008, 9:48 pm

Pond's Flawless WhiteBuat yang suka nonton televisi, pasti sempat melihat iklan berserinya Pond’s Flawless White. Dari hasil pencarian di YouTube, diketahui kalau iklan televisi berseri ini merupakan kampanye regionalnya Pond’s di Asia Pasifik. Artinya, iklan serupa ditayangkan pula di banyak negara, dengan bahasanya masing-masing.

Dari YouTube juga bisa dilihat 5 episod Pond’s Flawless White, termasuk juga teaser-nya yang tidak ditayangkan di Indonesia. Yang doyan cerita-cerita romantis berakhiran happy ending pasti suka akan mimpi yang ditawarkan iklan ini.

Dalam sekuensial 5 episod ini, si gadis yang sudah lama berpisah dengan kekasihnya 5 tahun lalu kini mendapatkan berita kalau si eks kekasihnya ini akan menikah dalam waktu 7 hari. Dengan bantuan Pond’s Flawless White, si gadis berusaha tampil maksimal agar si eks kekasih ini mau jatuh hati lagi dengannya. Kok kalau diceritain jadi terdengar gombal ya?

Yang mau lihat, berikut ini tautan ke masing-masing video:

Pond's Flawless WhiteKalau nggak suka cerita romantis, dan lebih suka menonton versi yang bernuansa misterius, Pond’s Flawless White juga ternyata membuat animasi pendek berdurasi 5 menit dengan konsep cerita yang lebih surreal. Idenya tetap sama, dalam 7 hari membuat kulit semakin putih dan bersinar. Animasinya luar biasa bagus, jadi teringat kreasinya Tim Burton di Nightmare Before Christmas. Animasinya bisa dilihat di tautan ini.

Artikel lalu yang relevan:

ragam sponsor
Join the GMI panel and get paid for your opinions! Floor FX A-BOX Rank My Wall Eye Pleasure
komentar terakhir
  • dephwaduu , ngurus rambut tiap hari , oke deh , timbang nganggur .
  • Retty“Ketika blogging sudah dikompetisikan, menurut saya sudah bertentangan atau melunturkan the nature of...
  • Entink2 nyar bucu Peliatan, BaliKaMi ENTINK2 NYAR BUCU meRaSa peRLu adanYa wEbSite ini KareNa bAnYak mAnFat yg...
  • Waisnawa (west)Dg aDanYa DUNIA ONLINE REMAJA, pAra RemJa dAPat MengeTahui dUnia yG c0cok Utk rEmaJa. Jadi bISA...
  • Tuhu Nugraha DewantoWahhh kok malah jadi saling kenalan yahhh. Pusing mode on…
  • muwsithjika pacar kita jelek bagai mana jadinya nanti kan kita tidak bisa pacari dia lagi
  • HendravinciAku dah punya komiknya saat pertama kali diterbitkan… Dan saat itu juga aku gak bisa ngelepasin tuh...
  • hermanKomunikasi marketing yang brilian……
ragam tautan
dari blog lain

dunia yang gatal

  • Tunggu...

eye pleasure

  • Tunggu...

RSSKQF