Selamat masuk kantor kembali semuanya!!! Kalau mau baca cerita ringan-ringan tentang liburan, silakan mampir ke sini. Namun kalau lebih tertarik untuk membaca yang sedikit lebih ‘berat,’ monggo lanjutkan membaca tulisan berikut.
Nah, kali ini mau cerita tentang situs komunitas nih. Nggak mungkin kali ya kalau kita belum pernah dengar Friendster atau Facebook. Keduanya situs jaringan sosial populer untuk segala umat. Semua segmen usia (tentunya yang familiar dengan internet) pasti tahu kedua situs itu. Bahkan acara-acara di radio populer pun pasti punya akun Friendster dan Facebook supaya pendengarnya bisa ikutan meng-add as friend.
Kepopuleran Friendster yang hampir menjangkau semua umat itu menarik banyak brand beriklan di sana. Namun pertanyaannya, apakah benar beriklan di Friendster adalah pilihan tepat untuk setiap jenis brand? Apakah tidak ada alternatif di luar Friendster yang jauh lebih segmented, lebih murah, dibuat oleh bangsa sendiri, yang bisa jadi memberikan ROI yang lebih tinggi daripada memasang iklan di Friendster?
Jawabannya, bisa jadi ada, asal si pengiklan jeli dan telaten mantengin setiap situs di Indonesia. Menggali insight langsung dari target pasar juga bisa menjadi masukan. Contohnya, adakah di antara kalian yang tahu apa itu Live Connector? Kalau kalian pekerja kantoran atau mahasiswa, atau bahkan profesional di dunia online sekalipun, dijamin belum tentu kalian pernah mendengarnya. Tapi coba kalian tanya ke saudara-saudara kalian yang masih SMP. Junior-junior ABG yang doyan chatting pasti kenal apa itu LC (istilah populer Live Connector). Mereka bisa 20-30 menit nongkrongin situs itu, untuk chatting sampai membangun jejaring sosial.
Itu contoh segmentasi berdasar usia. Ada lagi segmentasi berdasar profesi atau hobi. Adakah di antara kalian yang tahu apa itu Ayo Foto atau Fotografer.net? Semua yang doyan fotografi pasti tahu kedua situs itu. Para anggotanya sudah terbiasa berbagi galeri foto dan me-review foto di situ. Atau untuk para ibu-ibu, ada yang sudah familiar dengan situs Ibu dan Anak. Situs ini memang dikhususkan untuk para ibu-ibu muda dengan anak-anak mereka yang masih kecil.

Ada lagi yang lebih ekstrim. Sudah ada yang bergabung ke It’s My Life? Kalau berniat bergabung, hati-hatilah membaca syarat dan kondisinya. Jangan dilewatkan seperti biasanya kalau kalian bergabung dengan situs-situs komunitas lainnya. Situs komunitas ini memang spesifik untuk para pria yang ’sejenis.’ Situs ini merupakan bagian dari upaya edukasi AIDS dan HIV yang disponsori oleh LSM FHI. Promo situs ini bisa ditemukan bisa kalian search di Google berdasarkan keyword tertentu. Intinya, diharapkan yang tahu situs ini hanyalah mereka yang memang targetnya.
Masih banyak lagi situs-situs serupa yang sangat segmented. Untuk beberapa brand, bisa jadi lebih efisien beriklan di situs-situs yang sudah jelas targetnya, daripada ‘nembak’ ke situs umum. Untuk para pengembang situs komunitas, pertimbangkan pula membuat situs-situs dengan target yang niche, supaya tidak bersaing langsung dengan situs-situs populer seperti Friendster atau Facebook.