<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Ide</title>
	<atom:link href="http://media-ide.bajingloncat.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-ide.bajingloncat.com</link>
	<description>Where Indonesia's online branding, social media, and creativity is talked about</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 01:09:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Maunya sih Viral Video, tapi..</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2012/01/14/maunya-sih-viral-video-tapi/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2012/01/14/maunya-sih-viral-video-tapi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 01:09:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[coffin]]></category>
		<category><![CDATA[jakfm]]></category>
		<category><![CDATA[mini]]></category>
		<category><![CDATA[nokia]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4894</guid>
		<description><![CDATA[Selama seminggu kemarin ada 2 <em>brand </em>yang mencoba peruntungannya melalui penyebaran video melalui Twitter. Ide awalnya serupa, video disebar di Twitter, dengan harapan mem-viral, jadi bahan omongan, dan membangun <em>interest </em>audiens lebih lanjut. Pastinya nanti video ini akan diikuti dengan langkah lanjutan, berupa pengenalan produk <em>brand </em>secara halus melalui medium yang sama. Harapannya, audiens bisa ikut merasakan keterlibatan dengan <em>brand </em>dan ingat dengan pesan yang disampaikannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2012/01/brand-mini-getaway.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Selama seminggu kemarin ada 2 <em>brand </em>yang mencoba peruntungannya melalui penyebaran video melalui Twitter. Ide awalnya serupa, video disebar di Twitter, dengan harapan mem-viral, jadi bahan omongan, dan membangun <em>interest </em>audiens lebih lanjut. Pastinya nanti video ini akan diikuti dengan langkah lanjutan, berupa pengenalan produk <em>brand </em>secara halus melalui medium yang sama. Harapannya, audiens bisa ikut merasakan keterlibatan dengan <em>brand </em>dan ingat dengan pesan yang disampaikannya.</p>
<p>Namun itu teori. Kenyataannya, di dunia <em>social media </em>ini banyak hal tak terduga yang bisa memukul balik kampanye gerilya seperti itu. Walaupun demikian, sebenarnya kita sudah bisa memprediksi sih kampanye seperti apa yang akan menimbulkan publikasi negatif. Di Indonesia ini sudah cukup banyak contohnya.</p>
<p>Misalnya, tahun lalu seorang selebriti bernama <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/04/10/saat-selebriti-menghilang/" target="_blank">Carissa Putri dinyatakan hilang</a>. Infonya beredar di banyak info selebriti. Kalau kita cari berita tentang itu di Google, kita akan menemukan satu situs yang akan memberitahukan kapan Carissa Putri akan kembali. Meski kesan hilangnya Carissa Putri ini bernuansa negatif, setidaknya kita bisa tahu kalau ini trik promosi produk Nokia. Pada dasarnya kita toh nggak pernah menganggap serius semua berita di info gosip selebriti. Situs yang bisa kita buka pun secara tak langsung sudah membuat kita tahu kalau ini adalah situs Nokia, meski tak ada logo <em>brand </em>itu di situsnya. Tema tentang orang kehilangan memang tidak enak, namun dengan cepat kita bisa tahu kalau ini adalah trik promosi belaka, sehingga tidak membuat kita khawatir berlebihan.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/06/06/mengirim-peti-mati-demi-buzz/" target="_blank">Aksi pengiriman peti mati</a> ke sejumlah petinggi media tahun lalu juga sama buruknya. Jadi pembicaraan orang banyak sih, tapi sayangnya semuanya berbicara negatif. Simbol peti mati bukanlah simbol yang tepat untuk menyampaikan pesan komunikasi sebuah produk, apalagi kalau yang dikirimkan itu adalah peti mati berukuran anak kecil, dan diterima oleh orang yang punya anak kecil.</p>
<p>Nah, minggu lalu itu akun Twitter <a href="http://twitter.com/101Jakfm" target="_blank">@101Jakfm</a> menyebarkan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=BnnV2eNWnZs%20" target="_blank">video CCTV</a> di akun Twitternya, kalau salah satu stafnya kerampokan uang Rp. 25 juta. Berita ini terlihat serius, sehingga nggak sedikit yang meneruskannya ke akun <a href="http://twitter.com/TMCPoldaMetro%20" target="_blank">@TMCPoldaMetro</a>. Kenyataannya ini hanyalah promosi radio tersebut dalam rangka <a href="http://www.101jakfm.com/details/1003/-b-style-color-crimson-jak-hunters-b-berhasil-tangkap-buronan-jak-fm" target="_blank">ulang tahunnya yang ke-5</a>. Sebal? Jelas, karena banyak orang menganggap berita ini dengan sangat serius.</p>
<p><object width="530" height="389" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/BnnV2eNWnZs?version=3&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="530" height="389" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/BnnV2eNWnZs?version=3&amp;hl=en_US" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p>Lebih menyebalkan lagi adalah yang terjadi persis semalam. Salah satu aktivis Stand Up Comic Indonesia, <a href="http://twitter.com/ernestprakasa" target="_blank">Ernest Prakasa</a>, tiba-tiba mengirimkan serentetan tweet dengan video yang mengesankan kalau dia diculik. Banyak teman yang kenal dengannya, dan menganggap hal ini dengan sangat serius. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran teman-temannya. Apakah benar terjadi sesuatu dengannya? Berikut ini <a href="http://www.youtube.com/watch?v=gM48MS4PdEY" target="_blank">videonya</a>.</p>
<p><object width="530" height="389" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/gM48MS4PdEY?version=3&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="530" height="389" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/gM48MS4PdEY?version=3&amp;hl=en_US" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p>Meski tak lama kemudian, banyak yang berpikir kalau ini pastilah kampanye <em>brand </em>terselubung. Mana mungkin pula dengan koneksi internet <em>mobile </em>yang kacut marut di negeri ini, kita bisa mengirimkan video saat kita panik. Kalaupun kita bisa mentweet, akan lebih masuk akal kalau kita menulis tweet dengan mencantumkan geotag lokasi tweet kita. Itu jauh lebih membantu daripada mengirimkan video yang sangat minim kemungkinan keberhasilannya.</p>
<p>Teman-teman di Twitter pun mulai mengusut, dan langsung ketahuan karena Ernest mengunggah videonya ke akun YouTube yang baru dibuat 12 Januari 2012. Lebih parah lagi, ternyata video itu diunggah dengan tag “getaway,” “MINI,” dan “Countryman.” Langsung tahu dong kalau ini ternyata hanyalah aksi promosi MINI. Sialnya, ketahuannya ini bukan bagian dari rencana <em>brand</em>. Ketahuannya karena kecerobohan <em>brand</em> sendiri. Lucunya, si pengunggah video lalu menghapus <em>tag </em>ini dari YouTube.</p>
<p>Jadilah Twitter pun penuh dengan cacian, ungkapan kekesalan setelah tahu ini hanya promosi belaka. Lihat pula semua yang berkomentar di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=gM48MS4PdEY%20" target="_blank">YouTube</a>. Nggak ada komentar positif, dan lebih dari 90% menyatakan <em>dislikes</em>. Kreativitasnya di atas kertas memang keren, tapi tidak melulu yang keren di atas kertas berdampak positif saat diterapkan. Setuju sih dengan Mbak Alin yang menyatakan pendapatnya seperti ini:</p>
<blockquote class="twitter-tweet"><p>Org hilang, penculikan, pemerkosaan, penganiayaan gak boleh dijadikan topik campaign produk apapun. Gak etis!</p>
<p>&mdash; Angelina Rustandy (@dembul06) <a href="https://twitter.com/dembul06/status/157850468612177920" data-datetime="2012-01-13T15:44:19+00:00">January 13, 2012</a></p></blockquote>
<p><script src="//platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Masih banyak kok cara menarik perhatian audiens di <em>social media </em>tanpa menyinggung hal-hal di atas. Ernest pun akhirnya menghapus tweet-tweetnya. Mungkin ia menyesal? Entahlah. Semoga saja. Hal seperti ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi individu yang diminta <em>brand </em>untuk mengkomunikasikan pesannya. Pesan yang berbau negatif bisa ikut menyeret individu untuk ikut terseret negatif juga. Seperti semalam, tidak banyak yang tahu kalau ini kampanye MINI. Yang jelek malah akhirnya nama Ernest sendiri, karena ia dianggap mengunggah video yang menipu <em>follower</em>-nya. <em>Brand </em>MINI sih selamat (karena toh memang belum terekspos lebih jauh), namun nama Ernest yang akhirnya dicap jelek.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2012/01/brand-mini-getaway.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4895" title="brand mini getaway" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2012/01/brand-mini-getaway.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Semoga saja <a href="http://www.campaignbriefasia.com/2012/01/post-16.html%20" target="_blank"><em>advertising agency </em></a>yang bertanggung jawab terhadap kampanye MINI ini pun memikirkan cara untuk ikut pula mengembalikan nama baik Ernest. Entahlah bagaimana caranya. Kita tunggu saja.</p>
<p>Contoh Nokia, peti mati, JAK FM, dan MINI seharusnya bisa memberi pelajaran agar tidak ada lagi yang melakukan hal serupa di masa datang. Hindari menggunakan pesan yang berbau kriminalitas yang sukar dibedakan antara nyata atau bohongan. Jangan sampai nanti saat benar terjadi kejadian kriminal, lalu ada yang mereportasinya di <em>social media</em>, malah membuat audiensnya menjadi apatis karena menganggapnya sebagai berita bohong.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2012/01/14/maunya-sih-viral-video-tapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kala Akun Twitter Pseudonim Menghasilkan</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2012/01/05/kala-akun-twitter-anonim-menghasilkan/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2012/01/05/kala-akun-twitter-anonim-menghasilkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 01:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[dennyJA]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4882</guid>
		<description><![CDATA[Akun Twitter pseudonim menghasilkan <em>revenue</em>? Sudah terjadi di 2011. Dengan keunikan gaya katanya masing-masing, akun-akun seperti ini ternyata bisa mendapatkan banyak <em>follower</em>. Para ABG yang doyan bermain di Twitter suka sekali mem-<em>follow </em>akun seperti ini. Banyak akun pseudonim pun menjadi sukses karena kekahasannya. Ada @pepatah, @tweetramalan, @soalCINTA, dll.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2012/01/twitter-anonymous-sellout.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Akun Twitter pseudonim menghasilkan <em>revenue</em>? Sudah terjadi di 2011. Dengan keunikan gaya katanya masing-masing, akun-akun seperti ini ternyata bisa mendapatkan banyak <em>follower</em>. Para ABG yang doyan bermain di Twitter suka sekali mem-<em>follow </em>akun seperti ini. Banyak akun pseudonim pun menjadi sukses karena kekahasannya. Ada @pepatah, @tweetramalan, @soalCINTA, dll.</p>
<p>Orang mem-<em>follow </em>karena konten akun tersebut menarik. Buat orang yang kehabisan bahan mentweet, akun-akun ini menjadi salah satu cara mereka untuk berkomentar. Apalagi saat tweet mereka mendapatkan RT dari akun pseudonim tersebut. Pasti bangganya setengah mati. Dengan interaksi semacam ini, wajar jika <em>brand </em>akhirnya ikut melirik akun-akun pseudonim ini sebagai media penyampaian pesan. Bisa bersifat langsung, bisa berupa kuis, atau permainan <em>hashtag</em>. Sudah banyak pemilik akun pseudonim yang mendapatkan rejeki tambahan selama 2011 kemarin. Semakin tinggi <em>follower </em>yang mereka punya, semakin besar potensi pendapatannya.</p>
<p>Banyak teori bilang kalau jumlah <em>follower </em>itu tidak penting, tapi lebih penting interaksinya. Kenyataannya, angka <em>follower </em>itu angka seksi yang selalu menjadi tolak ukur keberhasilan akun. Wajar jika muncul akun-akun baru yang demi eksistensi berusaha mendapatkan <em>follower </em>sebesar mungkin. Caranya? Ada yang membelinya. Bahkan ada <a href="http://yukfollow.com/" target="_blank">servis lokal</a> yang menawarkan itu. Silakan deh coba sendiri.</p>
<p>Atau ada yang nggak mau pusing. Meski membutuhkan investasi lebih besar, ia lebih baik membeli akun orang lain saja. Caranya, ya dicari akun yang temanya sesuai dengan keinginannya. Transaksi dengan pemilik akun. Lalu serah terima <em>login </em>dan <em>password</em>. Setelah itu, terserah si pemilik akun akan menggunakannya untuk apa. Biasanya, hal pertama yang dilakukan adalah dengan mengganti nama akun dan bio. Ada juga loh <a href="http://www.areadahsyat.com/" target="_blank">servis lokal</a> yang menawarkan ini.</p>
<p>Kelemahan cara ini adalah, para <em>follower</em> akan bingung, kenapa tiba-tiba muncul akun asing di linimasanya. Meskipun isi tweetnya masih bertemakan sama, tetap saja hal ini terasa janggal. Pastinya akan ada ratusan, bahkan ribuan yang akan <em>unfollow</em>. Namun jumlah itu tetap saja tidak terasa signifikan kalau sebelum transaksi berlangsung, jumlah <em>follower</em>-nya<em> </em>mencapai jutaan. Anggap saja itu <em>acceptable loss</em>.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2012/01/twitter-anonymous-sellout.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4883" title="twitter anonymous sellout" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2012/01/twitter-anonymous-sellout.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Nah, ini yang terjadi ketika tanggal 2 Januari kemarin tiba-tiba akun pseudonim populer @soalCINTA berubah nama menjadi <a href="http://twitter.com/dennyja_cinta" target="_blank">@DennyJA_CINTA</a>. Entah berapa nilai transaksi yang terjadi ya, karena @soalCINTA itu kini sudah memiliki lebih dari 1 juta <em>follower</em>, dan merupakan salah satu akun pseudonim populer dan langganan bagi <em>brand </em>untuk berpromosi. Akun @soalCINTA saat ini masih punya potensi mendapatkan penghasilan yang tinggi setiap bulannya. Selain akun @DennyJA_CINTA, ia sebelumnya juga punya akun <a href="http://twitter.com/dennyja_pantun">@DennyJA_Pantun</a>.</p>
<p>Setelah membeli akun, Denny JA (<a href="http://www.dennyja.com/profile.html%20" target="_blank">cek profilnya</a>) kini mengadakan kontes di akunnya. Lumayan tuh hadiahnya. Jujur saja, agak bingung sih dengan motivasinya melakukan pembelian akun ini. Apakah di sini ia berniat investasi untuk kepentingan kampanye klien-kliennya? Sehingga saat kampanye pilkada (atau apapun), ia bisa memanfaatkan akun ini sebagai salah satu kanal promosi klien-kliennya? Meski aneh juga sih, karena karakteristik <em>follower </em>akun ini kan kebanyakan para ABG yang kemungkinan besar tak terlalu peduli dengan isu-isu politik.</p>
<p>Apakah Anda punya pemikiran lain?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2012/01/05/kala-akun-twitter-anonim-menghasilkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meraba-raba Tahun 2012</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/30/meraba-raba-tahun-2012/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/30/meraba-raba-tahun-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 23:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[infographic]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4838</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang kira-kira terjadi di ranah digital dan <em>social media </em>Indonesia ya di tahun 2012? Boleh dong kalau kita coba-coba memprediksi? Tidak akan tahu sih akan benar terjadi atau tidak, namun setidaknya kalau benar terjadi, kita bisa lebih siap menghadapinya. Yang akan diprediksi kali ini hanya 3 hal, yakni Facebook, Twitter, dan <em>mobile </em>Indonesia di tahun 2012.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-0.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Apa yang kira-kira terjadi di ranah digital dan <em>social media </em>Indonesia ya di tahun 2012? Boleh dong kalau kita coba-coba memprediksi? Tidak akan tahu sih akan benar terjadi atau tidak, namun setidaknya kalau benar terjadi, kita bisa lebih siap menghadapinya. Yang akan diprediksi kali ini hanya 3 hal, yakni Facebook, Twitter, dan <em>mobile </em>Indonesia di tahun 2012.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-0.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4839" title="2012 prediksi 0" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-0.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Masihkah pengguna internet aktif di Facebook?</strong></p>
<p>Seperti kita ketahui, Facebook menjadi situs <em>social media </em>yang mendapat kunjungan tertinggi di Indonesia. Namun kenaikan pertumbuhannya sudah tidak sepesat tahun 2010. Awal Januari 2010 tercatat ada 15,3 juta pengguna Facebook dari Indonesia. Di akhir Desember 2010 jumlahnya meningkat 200% menjadi 31,7 juta pengguna. Di bulan Desember 2011 ini jumlahnya menjadi 40,8 juta, hanya naik 30%. Kenaikan ekstrim di tahun 2010 ini bisa jadi disebabkan saat operator telekomunikasi membuka gratis biaya data untuk mengakses situs Facebook melalui mobile (sekarang 73% pengguna internet mengaksesnya via mobile).</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4840" title="2012 prediksi 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Bisa dipastikan di tahun 2012 ini kenaikannya tidak akan setinggi tahun-tahun sebelumnya. Pengguna urban yang sudah lama menjadi pengguna Facebook sudah tak seaktif dulu lagi. Isu <em>privacy </em>bisa menjadi alasan utamanya, apalagi sejak dirilisnya tampilan Facebook <em>timeline</em>, yang membuat kita dengan mudah membaca status lama teman-teman kita.</p>
<p>Aktivitas <em>brand page </em>di 2012 pun pastinya tak seheboh dulu lagi. Cara-cara menggaet <em>fans </em>dengan mengimingi dengan kontes berhadiah <em>device </em>sudah tak lagi menarik. Karena pengguna Facebook sudah tahu kalau kemungkinan besar hadiah yang direbut akan jatuh direbut oleh para pemburu kuis, yang belum tentu loyal terhadap <em>brand</em>. Seharusnya <em>brand </em>sudah mulai memikirkan proses retensi konsumen (yang loyal dan pengguna <em>brand</em>), daripada terus mengakuisisi konsumen baru (yang hanya mau ikut <em>brand </em>kalau ada hadiah).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Masih ramaikah Twitter?</strong></p>
<p>Pengguna Twitter Indonesia kini melonjak pesat memang selama 2 tahun belakangan ini, meski tak seheboh Facebook. Yang membuat Twitter sempat ramai adalah saat para selebriti membuat akunnya di sini. Spontan banyak para <em>fans </em>yang ikutan mendaftar lalu mem-<em>follow</em>-nya. Selama 2011 ini kreatifitas pengguna Twitter bermunculan, dari maraknya akun anonim, semakin banyaknya para <em>expert </em>(atau merasa dirinya <em>expert</em>) bikin kultwit, hingga fenomena <em>buzzer </em>yang mempromosikan akun <em>brand </em>di Twitter.</p>
<p>Hal-hal baru itu memang menarik karena baru. Profesi <em>buzzer </em>bermunculan. Pengguna Twitter yang punya <em>follower </em>besar dibayar <em>brand </em>untuk mengkomunikasikan secara halus pesan-pesan <em>brand </em>melalui tweetnya. Tujuannya supaya <em>follower </em>tak merasakan itu sebagai materi iklan. Namun tentu saja hal itu tak bisa berlangsung terus-menerus, karena pola komunikasi itu semakin terlihat jelas. Pastinya di masa depan, orang sudah pintar membedakan mana tweet berbayar dan mana yang tidak. Orang lebih bisa memfilter pesan apa yang ingin diterimanya, jadi belum tentu cara penyampaian pesan oleh <em>buzzer </em>kemarin akan tetap bisa efektif di masa depan.</p>
<p>Mirip dengan Facebook, di Twitter pun banyak pemburu kuis. Pada saat masa kuis berlangsung, mereka mem-<em>follow brand</em>, lalu meng-<em>unfollow</em>-nya lagi pasca kuis. <em>Brand </em>seharusnya mulai memikirkan cara untuk lebih memanfaatkan Twitter untuk sarana pelayanan konsumen, bukan sekedar promosi. Untuk produk berbau teknologi dan kesehatan, Twitter seharusnya bisa menjadi media tanya jawab atau konsultasi yang menarik. Niscaya yang mem-<em>follow </em>akunnya adalah memang yang menggunakan produknya. Lagi pula untuk apa sih punya jumlah <em>follower </em>banyak kalau sebagian besar isinya tak berkualitas?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Mobile</strong></em><strong> adalah kunci</strong></p>
<p>Berdasarkan data Digital Consumen Nielsen Indonesia, saat ini ada 78% yang memiliki ponsel yang bisa terkoneksi ke internet, dan 38%-nya adalah <em>smartphone</em>. Diprediksi pula bahwa pada pertengahan tahun 2012 nanti penetrasi <em>smartphone </em>akan mencapai 67%. Pengakses internet via <em>mobile</em> akan semakin banyak, apalagi dengan kondisi kemacetan Jakarta yang akan masih parah di tahun 2012. Semakin macet, seharusnya semakin aktif orang berinternet dengan ponsel.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4841" title="2012 prediksi 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-2.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Semakin banyaknya pengguna <em>smartphone </em>berarti semakin besar peluang mengembangkan aplikasi berbasis lokasi. Banyak hal yang bisa dielaborasi dari sini, misalnya: diskon khusus saat masuk area tertentu, atau kontes berbasis <em>checkin</em>. <em>Checkin </em>tidak melulu harus menggunakan Foursquare atau Gowalla ya (karena popularitasnya toh sudah menurun), tapi bisa dilakukan langsung melalui aplikasi <em>mobile </em>Facebook.</p>
<p>Kalau dilihat dari OS ponsel yang mengakses internet, selama tahun 2011 ini pengguna tertinggi adalah Symbian (ponsel Nokia), diikuti oleh BlackBerry. Indonesia memang pasar besar bagi BlackBerry, meski kenyataannya yang diakses aktif oleh penggunanya hanya tiga: Facebook, Twitter, dan BBM. Nggak banyak yang mengakses aplikasi lain di luar itu.</p>
<p>Berbeda dengan pengguna OS Android dan iOS. Meski jumlahnya lebih sedikit, tapi mereka suka bereksperimen menginstalasi beragam aplikasi. Peluang <em>brand </em>untuk membuat aplikasi berbasis <em>mobile </em>sebaiknya mempertimbangkan faktor ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4842" title="2012 prediksi 4" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-4.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Jangan lupakan pula pengguna <em>mobile </em>di daerah. Mereka banyak menggunakan ponsel <em>feature</em>, dan mereka mengakses Facebook. Meski sayangnya, akses Facebook via <em>mobile </em>lebih terbatas. Biasanya <em>brand </em>membuat aplikasi Facebook lalu ditanam sebagai <em>tab </em>di Facebook Page. Aplikasi semacam ini sayangnya tidak bisa dibaca oleh pengguna Facebook <em>mobile</em>, sehingga <em>brand </em>perlu memikirkan cara lain untuk berkomunikasi dengan mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain 3 hal di atas, apakah kalian punya prediksi-prediksi menarik lainnya seputar dunia <em>social media?</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/30/meraba-raba-tahun-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi 2011: Beberapa Statistik Social Media</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/28/refleksi-2011-beberapa-statistik-social-media/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/28/refleksi-2011-beberapa-statistik-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 06:31:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[linkedin]]></category>
		<category><![CDATA[mig33]]></category>
		<category><![CDATA[multiply]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4860</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini adalah tulisan terakhir Refleksi 2011 seputar <em>social media </em>di Indonesia. Kali ini, lebih ke data-data statistik yang sempat dikumpulkan hingga akhir 2011 (yang ketahuan ya). Data dikompilasi dari beragam sumber.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/2011-linkedin-2.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Tulisan ini adalah tulisan terakhir Refleksi 2011 seputar <em>social media </em>di Indonesia. Kali ini, lebih ke data-data statistik yang sempat dikumpulkan hingga akhir 2011 (yang ketahuan ya). Data dikompilasi dari beragam sumber.</p>
<p><strong>Facebook</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4862" title="2011 facebook 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4863" title="2011 facebook 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-2.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4864" title="2011 facebook 3" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-3.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4865" title="2011 facebook 4" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-4.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4866" title="2011 facebook 5" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-5.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>LinkedIn</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-linkedin-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4868" title="2011 linkedin 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-linkedin-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-linkedin-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4869" title="2011 linkedin 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-linkedin-2.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Twitter</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-twitter-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4872" title="2011 twitter 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-twitter-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Untuk data Twitter lebih lengkap, bisa juga cek salindia Saling Silang <a href="http://www.slideshare.net/salingsilang/indonesia-social-media-landscape-q1-2011-2nd-salingsilangcom-report" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p><strong>Kaskus</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-kaskus-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4867" title="2011 kaskus 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-kaskus-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Multiply</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-multiply-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4871" title="2011 multiply 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-multiply-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Mig 33</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-mig33-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4870" title="2011 mig33 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-mig33-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Anda punya data menarik lainnya untuk dibagikan di sini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/28/refleksi-2011-beberapa-statistik-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi 2011: Banyaknya Aktivitas Social Media</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/27/refleksi-2011-banyaknya-aktivitas-social-media/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/27/refleksi-2011-banyaknya-aktivitas-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 01:19:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[facecbook]]></category>
		<category><![CDATA[foursquare]]></category>
		<category><![CDATA[instagram]]></category>
		<category><![CDATA[pocari sweat]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4845</guid>
		<description><![CDATA[Masih lanjutan 3 tulisan sebelumnya, kali ini mau ngebahas beragam hal menarik lainnya di dunia <em>social media </em>Indonesia selama tahun 2011 ini. Ini sekedar untuk menambahkan yang luput dari 3 tulisan sebelumnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-5.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Masih lanjutan 3 tulisan sebelumnya, kali ini mau ngebahas beragam hal menarik lainnya di dunia <em>social media </em>Indonesia selama tahun 2011 ini. Ini sekedar untuk menambahkan yang luput dari 3 tulisan sebelumnya.</p>
<p><strong>Berkembangnya akun anonim Twitter</strong></p>
<p>Jumlah akun anonim Twitter semakin banyak, dan pertumbuhan <em>follower</em>-nya pun semakin tinggi. Sepertinya banyak orang yang semakin kreatif memanfaatkan Twitter sebagai medium permainan kata-kata. Akun-akun anonim seperti ini banyak di-<em>follow </em>oleh pengguna Twitter yang masih muda dan baru. Hal ini pula yang membuat para akun anonim ini dilirik oleh <em>brand </em>untuk “ditebengin” pesan komunikasi. Biasanya <em>brand </em>akan menitipkan pesannya dalam bentuk kuis dengan <em>hashtag </em>tertentu.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4851" title="2011 socmed 6" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-6.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4846" title="2011 socmed 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Banyaknya gerakan sosial bermunculan.</strong></p>
<p>Mungkin hanya di Indonesia di antara seluruh penjuru dunia yang punya gerakan sosial terbanyak yang tumbuh melalui <em>social media</em>. Twitter ternyata menjadi medium komunikasi dan koordinasi yang ampuh saat letusan Merapi di akhir 2010. Sejak saat itu, semakin banyak gerakan sosial berbasis <em>crowdsourcing</em> bermunculan. Lihat saja @IDberkebun yang memanfaatkan Twitter untuk menggerakkan ide menanam penghijauan di lahan-lahan kosong kota. Lalu @IDcerita yang mencoba melakukan pendidikan anak melalui cerita. Atau @selamatkanibu yang membangun penyadaran tentang kesehatan ibu melalui Twitter.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4848" title="2011 socmed 3" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-3.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4849" title="2011 socmed 4" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-4.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Pertumbuhan pengguna Instagram yang luar biasa</strong></p>
<p>Aplikasi Instagram dipilih sebagai aplikasi terbaik oleh AppStore. Di Indonesia sendiri, bisa jadi aplikasi ini menjadi alasan utama orang untuk membeli iPhone. Komunitas iPhonesia (yang berawal dari <em>mailing list</em>) ikut tumbuh. <em>Hashtag </em>#iphonesia menjadi salah satu <em>hashtag </em>tertinggi di Instagram. Biasanya (meski tidak selalu sih ya) <em>hashtag </em>#iphonesia ini dipakai untuk foto-foto yang berasal dari komunitas iPhonesia. Saat ini ada 1.900.000 foto Instagram dengan <em>hashtag </em>ini, dengan pertumbuhan lebih dari 200% setiap bulannya. Di awal tahun dulu bahkan sempat tumbuh 300%. Bisa dipastikan ini masih akan terus tumbuh di tahun 2012.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4850" title="2011 socmed 5" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-5.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Munculnya selebriti dadakan</strong></p>
<p>Bulan April 2011 kemarin ada Briptu Norman yang tiba-tiba terkenal karena videonya di YouTube. Gara-gara itu, ia menjadi sorotan televisi dan bahkan ditawari untuk manggung dimana-mana. Unik memang melihat video rekaman yang iseng-iseng dibuat ternyata menjadikannya selebriti terkenal. Berkebalikan dengan Ayu Ting Ting. Namanya yang mencuat di televisi, membuatnya ikut terkenal pula di Twitter. Ia baru saja membuat akun di awal Oktober 2011 (setelah akun sebelumnya dibajak, katanya), dan sekarang sudah memiliki 141.000 <em>follower </em>(tumbuh lebih dari 2.000 <em>follower </em>per hari).</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-9.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4854" title="2011 socmed 9" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-9.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-8.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4853" title="2011 socmed 8" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-8.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong><em>Trending topic </em>sudah hal yang lumrah</strong></p>
<p>Dulu pertama kali topik dari Indonesia masuk dalam <em>trending topic </em>dunia adalah saat gerakan Indonesia Unite bulan Juli 2009. Tahun 2011 ini Indonesia panen <em>trending topic</em>. Dari sekedar jawaban kuis yang diadakan akun anonim @cumanNANYA, hingga <em>hashtag brand </em>Pocari Sweat yang dipicu oleh pernyataan selebriti bola @IrfanBachdim10. Bisa dipastikan setiap ada perhelatan nasional (entah itu pertandingan bola, Sea Games, dll) hingga <em>meme </em>tak penting yang diikuti oleh para ABG di Twitter, menjadikan pembicaraan tentang hal itu menjadi <em>trending topic </em>dunia.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4852" title="2011 socmed 7" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-7.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-10.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4855" title="2011 socmed 10" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-10.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Rekor <em>checkin </em>terbesar di Indonesia</strong></p>
<p>Awal tahun 2011 masih banyak aktivitas Foursqure di Indonesia. Di bulan Maret, BlackBerry menyelenggarakan konser Live &amp; Rockin&#8217; di Kemayoran. Pengguna yang <em>checkin </em>di <em>event</em> ini akan mendapatkan <em>badge </em>khusus asli dari Foursquare. Karena ini adalah pertama kalinya ada di Indonesia, maka berbondong-bondonglah orang <em>checkin </em>di sini (meski tak selalu yang <em>checkin </em>hadir di lokasi). Dari Foursquare bisa diketahui kalau ada 19.000 orang yang datang, 31.000 kali <em>checkin</em>, dan ada 286 tips di <em>event </em>ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4847" title="2011 socmed 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-socmed-2.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Ini hanya beberapa hal menarik yang sempat direkam selama tahun 2011 di dunia <em>social media </em>Indonesia. Tentunya masih ada hal-hal yang terlewat, karena luas dan masifnya penggunaan <em>social media </em>di Indonesia. Ada yang mau menambahkan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/27/refleksi-2011-banyaknya-aktivitas-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi 2011: Dunia Online Nggak Asyik Tanpa Kopdar</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/20/refleksi-2011-dunia-online-nggak-asyik-tanpa-kopdar/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/20/refleksi-2011-dunia-online-nggak-asyik-tanpa-kopdar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 01:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[axis]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[koprol]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[socmedfest]]></category>
		<category><![CDATA[ted]]></category>
		<category><![CDATA[twitalk]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4824</guid>
		<description><![CDATA[Kebiasaan kopdar sepertinya sudah mendarah daging bagi netizen Indonesia. Aktif dulu di ranah daring, lalu pasti akan diikuti oleh ngumpul-ngumpul di dunia nyata. Makanya nggak heran, semakin banyak muncul komunitas baru yang pergerakannya dimulai dari ranah daring. Di tahun 2011 ini, bukan hanya kegiatan ngumpul-ngumpul yang diinisiasi komunitas yang semakin banyak, tapi juga muncul beberapa <em>event </em>berskala besar yang dihadiri kumpulan komunitas.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/meetups-piknikasik.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Kebiasaan kopdar sepertinya sudah mendarah daging bagi netizen Indonesia. Aktif dulu di ranah daring, lalu pasti akan diikuti oleh ngumpul-ngumpul di dunia nyata. Makanya nggak heran, semakin banyak muncul komunitas baru yang pergerakannya dimulai dari ranah daring. Di tahun 2011 ini, bukan hanya kegiatan ngumpul-ngumpul yang diinisiasi komunitas yang semakin banyak, tapi juga muncul beberapa <em>event </em>berskala besar yang dihadiri kumpulan komunitas.</p>
<p>Berikut ini beberapa kegiatan yang berawal dari <em>social media </em>dan berakhir menjadi jumpa kopdar, yang diadakan di tahun 2011:</p>
<p><strong>Piknik Asik</strong></p>
<p>Akhir bulan Januari beberapa orang di Twitter mengajak siapapun yang mau untuk ikutan ngumpul bareng di taman. Bukan di mal, bukan di restoran, bukan di kafe, tapi di tempat terbuka. Kebon binatang Ragunan menjadi pilihan tempat kopdar pertama. Acaranya <em>fun</em>, murni piknik dan saling kenalan. Kegiatan ini lalu berulang kali terjadi selama setahun kemarin, hingga yang terakhir diadakan minggu lalu di Taman Monas.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-piknikasik.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4830" title="meetups piknikasik" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-piknikasik.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>TEDxJakarta</strong></p>
<p>TEDx adalah kegiatan independen para pecinta program TED. Sudah beberapa kali kegiatan ini dilakukan, dan pada bulan Maret kemarin, pengunjungnya membludak. Lebih dari 500 orang menghadiri kegiatan yang diselenggarakan di @america ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-tedx.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4832" title="meetups tedx" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-tedx.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-twitalk.jpg"><br />
</a></p>
<p><strong>Twitalk Anniversary</strong></p>
<p>Di akhir bulan April, <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/03/ulang-tahun-perdana-twitalk/">Twitalk</a> (@twitalkID) yang setiap minggunya menyelenggarakan kegiatan tanya jawab di Twitter, menyelenggarakan ulang tahun pertamanya. Acara ini dihadiri oleh hampir semua orang yang pernah diajak tanya jawab di ranah daring. Banyak pelaku industri digital yang hadir di perhelatan ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-twitalk.jpg"><img class="aligncenter" title="meetups twitalk" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-twitalk.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Kopfest</strong></p>
<p>Acara ini diselenggarakan oleh Yahoo! Koprol pada bulan Juli, sebagai peringatan 1 tahun sejak diakuisisinya Koprol oleh Yahoo! Yang hadir di acara ini memang kebanyakan adalah komunitas yang terbentuk di dalam Koprol itu sendiri. Acaranya lumayan meriah sih, penuh musik dan hiburan. Yang lucu, beberapa pengguna Koprol senior pun diajak untuk menjadi maskot di acara ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-kopfest.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4827" title="meetups kopfest" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-kopfest.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Social Media Festival</strong></p>
<p>Mungkin inilah perhelatan terbesar <em>social media </em>di tahun 2011. <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/25/tiga-hari-di-social-media-festival/" target="_blank">Social Media Festival</a> diselenggarakan selama 3 hari di bulan September, menghadirkan puluhan komunitas, <em>brand</em>, organisasi, dan dihadiri puluhan ribu pengunjung. Yang membuat acara ini sukses adalah komunitas yang ikut berpartisipasi di dalamnya. Mereka yang menggaungkan sendiri acara ini. Bayangkan kalau puluhan komunitas itu menggaet massanya masing-masing dan menjadikan Social Media Festival ini sebagai sentra kopdar? Dampaknya sungguh luar biasa.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-socmedfest-2011.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4831" title="meetups socmedfest 2011" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-socmedfest-2011.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>ON|OFF</strong></p>
<p>Ini adalah bentuk baru dari Pesta Blogger, karena dirasakan dunia <em>social media </em>jauh lebih luas, dan tak hanya mencakup blogger. Meski bentukan baru, sayangnya acara yang diselenggarakan masih mengikuti pola Pesta Blogger. Entah karena gaungnya sudah mulai melemah, atau karena sudah ada perhelatan Social Media Festival beberapa bulan sebelumnya, acara ini tidak seramai Pesta Blogger di tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-on-off-2011.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4828" title="meetups on off 2011" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-on-off-2011.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>PictFest</strong></p>
<p>Perhelatan ini bisa dibilang versi mikronya Social Media Festival. Dikelola oleh instansi yang sama, namun lebih fokus pada komunitas yang bergerak di dunia fotografi dan videografi. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari tepat seminggu setelah acara ON|OFF berlangsung.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-pictfest-2011.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4829" title="meetups pictfest 2011" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-pictfest-2011.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>So-Me Playground</strong></p>
<p>Kalau mau ngomong perhelatan <em>social media </em>yang paling gagal adalah ya So-Me Playground ini. Untuk sebuah acara yang (seharusnya) berawal dari <em>social media</em>, acara ini sangat minim gaung <em>buzz-</em>nya. Bisa jadi karena acara ini memang diselenggarakan sendiri oleh <em>brand </em>Axis, tapi tidak melibatkan pergerakan komunitas di awalnya.</p>
<p>Akhirnya acara yang diselenggarakan di 8 kota ini bisa dibilang tak berbeda dengan acara konser musik biasanya. Di Jakarta acara ini dilakukan di Pantai Karnaval Ancol dengan pengunjung yang tak terlalu banyak. Katanya di kota-kota lain pun sepi pengunjung pula. Beberapa berkomentar di Twitter kalau bahkan para pelaku aktif <em>social media </em>di kota itupun malah nggak tahu ada acara ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-axis-so-me-playground.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4826" title="meetups axis so-me playground" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-axis-so-me-playground.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Pastinya masih ada lagi acara-acara serupa yang diselenggarakan di berbagai kota. Kalau teman-teman punya info tentang ini, boleh loh diceritakan di sini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/20/refleksi-2011-dunia-online-nggak-asyik-tanpa-kopdar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi 2011: Yang Pernah Terjadi di Facebook</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/09/refleksi-2011-yang-pernah-terjadi-di-facebook/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/09/refleksi-2011-yang-pernah-terjadi-di-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 08:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[privacy]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4805</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya kan sempat disajikan tips-tips <em>brand </em>di Twitter. Nah di tulisan ini sekedar rekaman apa yang sempat terjadi di Facebook selama tahun 2011 (dan sebelumnya). Banyak hal yang bisa dilakukan di Facebook, selain hanya mencari teman lama dan melakukan koneksi ulang. Berikut ini adalah beberapa contohnya (bisa jadi masih banyak contoh lainnya ya):]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-sex-transaction.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Sebelumnya kan sempat disajikan tips-tips <em>brand </em>di Twitter. Nah di tulisan ini sekedar rekaman apa yang sempat terjadi di Facebook selama tahun 2011 (dan sebelumnya). Banyak hal yang bisa dilakukan di Facebook, selain hanya mencari teman lama dan melakukan koneksi ulang. Berikut ini adalah beberapa contohnya (bisa jadi masih banyak contoh lainnya ya):</p>
<p><em><strong>Games</strong></em></p>
<p>Ini sih jelas. Siapa sih yang nggak main <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/12/belajar-dari-sims-social/" target="_blank">Sims Social</a>, <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/07/02/irawan-pengembang-game-untuk-facebook-berjudul-ambrosia/" target="_blank">Ambrosia</a>, <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/09/18/menilik-kesuksesan-game-farmville/%20" target="_blank">Farmville</a>, Poker, dll di Facebook. Saking banyaknya pemain Indonesia, <em>game publisher </em>sebesar Zynga saja sampai bekerja sama dengan vendor lokal untuk penjualan <em>voucher </em>game-nya. Dengan <em>voucher </em>ini, pemain bisa membeli beragam <em>item </em>khusus.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-games.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4810" title="facebook tips - games" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-games.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><em><strong>Fun</strong></em></p>
<p>Facebook Page tidak selalu untuk hal yang serius. Ada yang menjadikannya sebagai “tempat bermain.” Ada beragam gerakan yang dibuat hanya untuk sekedar senang-senang belaka. Sejak Facebook mengizinkan <em>tag </em>terhadap nama Facebook Page, kreativitas penggunanya pun semakin merajalela. Lihat saja contoh Facebook Page “<a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/13/bermain-dengan-facebook-page/" target="_blank">Tapi semua berubah ketika negara api menyerang.</a>”</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-fun.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4809" title="facebook tips - fun" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-fun.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><em><strong>Competition</strong></em></p>
<p><em>Brand </em>melakukan banyak cara untuk menarik minat pengguna Facebook untuk me-<em>like </em>Facebook Page-nya. Salah satunya dengan menyelenggarakan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/04/11/kontes-daring-dan-para-pemburunya/%20" target="_blank">kompetisi berhadiah</a>. Para pemburu kuis pun ikut ramai dalam kompetisi ini. Semua peserta ingin merebu beragam hadiah <em>device </em>menarik dan canggih yang ditawarkan <em>brand</em>.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-competition.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4808" title="facebook tips - competition" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-competition.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><em><strong>Commerce</strong></em></p>
<p>Facebook juga bisa menjadi kanal penjualan baru bagi para UKM. Kalau dulu mereka membuat blog dan berjualan di sana, kini fasilitas Facebook lebih memudahkan mereka untuk menjalankan bisnis. Salah satunya misalnya kakak beradik <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/04/14/elle-jess-dua-bersaudari-pengelola-butik-online-gowigasa/" target="_blank">Elle dan Jess</a> yang membuka butik pribadinya khusus di Facebook.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-commerce.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4807" title="facebook tips - commerce" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-commerce.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><em><strong>Learning/Sharing</strong></em></p>
<p>Facebook juga menjadi tempat belajar. Beberapa Facebook Group dibuat untuk menjadi tempat berbagi ilmu pengetahuan. Sebut saja Social Media Strategist Club yang berisikan para pecinta <em>social media </em>yang sering berbagi tips dan trik, atau Tanya Jawab Islam yang menjadi tempat diskusi bersama ilmu-ilmu Islam.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-learning-sharing.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4811" title="facebook tips - learning sharing" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-learning-sharing.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><em><strong>Spamming &amp; BBM Contact Sharing</strong></em></p>
<p>Entah apa yang ada di pikiran mereka ya. Untuk beberapa pengguna Facebook, komentar-komentar di Facebook Page itu menjadi tempat beberapa orang untuk mempromosikan Pin BBM mereka. Sebegitu terbukanya orang-orang ini sampai mau membiarkan orang lain tak dikenal meng-<em>add</em>-nya di BBM. Tak jarang pula bisa ditemukan promosi pin BBM yang menjurus pada tindakan asusila.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-bbm.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4806" title="facebook tips - bbm" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-bbm.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a><em><strong></strong></em></p>
<p><em><strong>Sex Transaction</strong></em></p>
<p>Hal paling negatif yang bisa ditemukan di Facebook adalah munculnya beberapa Facebook Page dan Facebook Group yang menjadi tempat promosi kegiatan asusila. Ada yang dengan jelas mempromosikan nomor teleponnya, berharap bisa mendapatkan “langganan.” Entah apakah foto dan nama yang disebut di dalamnya adalah benar diunggah oleh pemiliknya ya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-sex-transaction.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4812" title="facebook tips - sex transaction" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-sex-transaction.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Beragam fitur Facebook yang kaya sebetulnya bisa dimanfaatkan untuk menjadi kanal komunikasi yang efektif bagi individu atau kelompok. Facebook hanyalah berupa media. Tinggal bagaimana penghuninya mengisinya dengan konten positif atau negatif. Sekarang, mau pilih yang mana?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/09/refleksi-2011-yang-pernah-terjadi-di-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi 2011: Tips Twitter untuk Pemilik Akun Brand</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/08/refleksi-2011-tips-twitter-untuk-pemilik-akun-brand/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/08/refleksi-2011-tips-twitter-untuk-pemilik-akun-brand/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 02:04:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[presentation]]></category>
		<category><![CDATA[privacy]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4795</guid>
		<description><![CDATA[Selama tahun 2011 kemarin banyak muncul kejadian lucu di beragam akun Twitter milik <em>brand</em>. Nggak semuanya sih sempat tercatat, tapi kalau sempat jadi bahan omongan, pasti tweetnya akan dibuat tangkap gambarnya (hihihi, sebelum yang punya akun sadar dan menghapus tweetnya). Nah, berikut ini adalah 6 tweet yang sempat ditangkat. Mudah-mudahan ada hikmah yang bisa diambil ya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/twitter-tips-self-control-your-account.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Selama tahun 2011 kemarin banyak muncul kejadian lucu di beragam akun Twitter milik <em>brand</em>. Nggak semuanya sih sempat tercatat, tapi kalau sempat jadi bahan omongan, pasti tweetnya akan dibuat tangkap gambarnya (hihihi, sebelum yang punya akun sadar dan menghapus tweetnya). Nah, berikut ini adalah 6 tweet yang sempat ditangkat. Mudah-mudahan ada hikmah yang bisa diambil ya.</p>
<p><strong>1. Jangan mengespam <em>follower </em>Anda sendiri</strong></p>
<p>Maksudnya sih memberitahu kalau ada promo khusus untuk gerai Starbucks di beberapa mal. Namun cara yang dilakukan tidak dengan menggunakan <em>reply</em>, tapi tweet umumnya. Per tweet pun dilakukan dalam rentang jarak yang sebentar. Akibatnya, untuk semua <em>follower </em>akun Starbucks, hal ini jadi terasa mengganggu, karena semua tweet Starbucks ini jadi membanjiri linimasa mereka.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/twitter-tips-dont-spam-your-followers.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4799" title="twitter tips - don't spam your followers" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/twitter-tips-dont-spam-your-followers.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>2. Jangan menyakiti basis konsumen yang sudah loyal kepada Anda</strong></p>
<p>Tweet yang disampaikan First Media ini memang kebijakan dari korporatnya. Sayangnya kebijakan itu mencederai pelanggan yang sudah loyal. Waktu itu seiring dengan berlakunya UU ITE, First Media secara sepihak (tanpa konfirmasi dengan pelanggannya), melakukan <em>block </em>terhadap Torrent. Tiba-tiba di hari itu, semua pengguna heran kenapa tidak ada yang bisa mengakses Torrent. Setelah ditanyakan ke akunnya, baru ada pemberitahuan resmi di tweet First Media mengenai pemberlakuan <em>block </em>ini. First Media berasumsi kalau Torrent digunakan oleh pelanggan untuk mengunduh bajakan.</p>
<p>Tindakan ini diikuti protes para <em>follower</em>-nya. Makian pun bermunculan dari mana-mana. Namun akhirnya keputusan First Media ini pun dibatalkan. Keesokan harinya akses Torrent sudah dibuka kembali.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/twitter-tips-dont-hurt-your-customers.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4797" title="twitter tips - don't hurt your customers" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/twitter-tips-dont-hurt-your-customers.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>3. Jangan membuat kelucuan tentang diri Anda sendiri</strong></p>
<p>Menteri yang satu ini memang suka bikin ulah. Ulah yang membuat dirinya jadi bahan lelucon banyak orang. Salah satunya adalah saat ia menulis tweet alay. Mungkin tujuannya supaya akrab dengan kebanyakan pengguna Twitter yang masih remaja. Akibat yang didapat adalah sebaliknya. Ia malah yang dijadikan bahan guyonan. Saking banyak yang mencelanya, tweet ini pun sempat muncul menjadi <em>trending topic </em>Indonesia.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/twitter-tips-dont-make-fun-of-yourself.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4798" title="twitter tips - don't make fun of yourself" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/twitter-tips-dont-make-fun-of-yourself.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>4. Tetaplah sesuai pada karakteristik <em>brand </em>Anda</strong></p>
<p>Yang jelas ini bukan admin yang salah mentweet karena tweet ini tidak dihapus sama sekali. Agak aneh saja sih melihat isi tweet ini, apakah memang ini pencitraan yang disajikan oleh <em>brand </em>Yaris? Memang sih, karakter Yaris di Twitter memang selalu agak <em>witty</em>, tapi mungkin perlu ada batasan kali ya. Entahlah apakah setelah ini, kalau orang mendengar kata kerokan dan bulu hidung, yang muncul di benaknya adalah Yaris?</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/twitter-tips-stay-true-to-your-brand.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4801" title="twitter tips - stay true to your brand" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/twitter-tips-stay-true-to-your-brand.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>5. Kendalikan manajemen akun Anda.</strong></p>
<p>Kalau kasus yang menimpa Burger King jelas masalah admin yang tidak benar. Bisa jadi si admin men-tweet di akun yang salah. Kejadian sekali salah tweet seperti ini mungkin masih dimaafkan, karena toh admin juga manusia. Namun kalau sampai terjadi dalam 2 hari berturut-turut itu namanya nggak belajar.</p>
<p>Sekedar tips, untuk para admin <em>brand</em>, untuk terhindar dari kecerobohan ini, sebaiknya Anda menggunakan aplikasi klien Twitter yang terpisah sama sekali dengan aplikasi yang dipakai untuk pribadi. Meski banyak aplikasi klien Twitter yang menyediakan fitur <em>multiple account</em>, tapi kecerobohan seperti ini pasti bisa terjadi. Pencegahan paling aman adalah dengan menggunakan aplikasi yang berbeda sama sekali.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/twitter-tips-self-control-your-account.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4800" title="twitter tips - self control your account" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/twitter-tips-self-control-your-account.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>6. Jangan ngomong jorok.</strong></p>
<p>Ini sih berlaku untuk semua ya, nggak hanya untuk akun <em>brand</em>. Namun kalau yang menulis tweet kata-kata jorok ini adalah <em>brand </em>seperti Metro TV, tentu sungguh malu luar biasa. Mungkin karena keteledoran admin ini (misal: membiarkan ponselnya tergeletak), membuat orang yang tak bertanggung jawab bisa mengakses akunnya. Kecerobohan yang ternyata berdampak fatal terhadap pencitraan Metro TV.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/twitter-tips-avoid-bad-words.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4796" title="twitter tips - avoid bad words" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/twitter-tips-avoid-bad-words.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Seharusnya masih banyak sih ya kejadian lucu <em>brand </em>lainnya di Twitter, namun sayang tak terekam jejaknya. Semoga saja, 6 contoh di atas bisa membuat akun <em>brand </em>lebih refleksi diri dan berhati-hati lagi di tahun 2012.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/08/refleksi-2011-tips-twitter-untuk-pemilik-akun-brand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Brand Journalism</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/05/tentang-brand-journalism/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/05/tentang-brand-journalism/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 04:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[fedex]]></category>
		<category><![CDATA[journalism]]></category>
		<category><![CDATA[nissan]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4784</guid>
		<description><![CDATA[Istilah <em>brand journalism</em> ini sebenarnya baru tahu tadi pagi. Beneran tadi pagi, gara-gara Ndoro Kakung bikin rangkaian tweet tentang ini. Berikut ini cuplikan<a href="http://chirpstory.com/li/3288" target="_blank"> tweetnya</a>:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/BrandJournalismTheRiseOfNonFiction.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Istilah <em>brand journalism</em> ini sebenarnya baru tahu tadi pagi. Beneran tadi pagi, gara-gara Ndoro Kakung bikin rangkaian tweet tentang ini. Berikut ini cuplikan<a href="http://chirpstory.com/li/3288" target="_blank"> tweetnya</a>:</p>
<p><script src="http://chirpstory.com/js/parts.js"></script><script>Togetter.ExtendWidget({id:'3288',url:'http://chirpstory.com/'});</script></p>
<p>Di Twitter-nya, Ndoro Kakung menjelaskan 2 contoh <em>brand journalism</em>. Salah satunya adalah video berikut ini yang menjelaskan tentang upaya “penyehatan” kembali penyu yang terkena limpahan bocoran oli.</p>
<p><object width="530" height="299" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/GMbdYXojteE?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="530" height="299" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/GMbdYXojteE?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p>Tebak, siapakah <em>brand</em> di balik pembuatan video ini? Ternyata adalah FedEx yang muncul hanya sekitaran 15 detik di dalam video, sebagai jasa kurir yang mengangkut telur-telur penyu. Promosi FedEx ini terjalin sangat <em>subtle</em> tanpa orang menyadarinya karena merupakan bagian dari cerita.</p>
<p>Contoh lain yang diutarakan Ndoro Kakung adalah yang dilakukan <a href="http://www.theglobeandmail.com/report-on-business/international-news/global-exchange/nissans-pr-mimics-the-newsroom/article2055178/%20" target="_blank">Nissan</a>. Carlos Ghosn, <em>chief executive </em>Nissan mengajak beberapa <em>cameramen</em> untuk melakukan kunjungan pabrik. Kru yang diajak ini bukanlah jurnalis, melainkan karyawannya sendiri yang merupakan bagian dari tim “<em>newsroom</em>” Nissan. Tim ini membuat konten yang berhubungan dengan <em>brand </em>Nissan dan industrinya dan mendistribusikannya ke beragam kanal komunikasi, salah satunya <em>website</em> Nissan sendiri dan YouTube.</p>
<p>Konten eksklusif ini dibuat sendiri oleh <em>brand </em>dan biasanya menampilkan elemen-elemen yang tak bisa dijumpai di tempat lain. Anggap saja ini sebagai pengganti <em>press release </em>tradisional. Kalau memang <em>brand </em>punya cerita keren dan menarik untuk disampaikan, ya kenapa tidak disebarluaskan? Kini semakin banyak portal otomotif bermunculan. Nissan menyediakan kontennya untuk diagregasi oleh portal otomotif itu.</p>
<p>Dengan cara yang dilakukan seperti Nissan, <em>brand </em>akan diuntungkan saat nanti meluncurkan seri produk mobil terbarunya. Misal, beragam <em>teaser </em>video bisa <em>brand </em>buat terlebih dahulu, dengan menampilkan cuplikan tentang mobil tersebut, lalu merilisnya <em>online</em>. <em>Hype </em>bisa dibangun terlebih dahulu, sebelum akhirnya <em>brand </em>merilis resmi mobilnya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/BrandJournalismTheRiseOfNonFiction.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4785" title="BrandJournalismTheRiseOfNonFiction" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/BrandJournalismTheRiseOfNonFiction-300x236.jpg" alt="" width="300" height="236" /></a>Kalau kata Kyle Monson di <a href="http://www.briansolis.com/2011/07/dispelling-the-darkness-with-brand-journalism/%20" target="_blank">blognya Brian Solis</a>, <em>brand journalism </em>itu adalah kombinasi dari kejujuran, narasi cerita, dan partisipasi audiens. Targetnya adalah audiens yang paling <em>savvy </em>dan pintar, yakni para <em>influencer</em>. Katanya, mereka ini nggak mudah dibodohi, nggak suka konten yang jelek, dan mereka tidak peduli dengan <em>advertising </em>tradisional. Sangat sulit berhubungan dengan para <em>influencer</em>, tapi <em>brand </em>bisa melakukannya dengan bertindak nyata, tidak berpura-pura, menyampaikan informasi yang sesuai kebutuhan mereka, dan memang ada relevansi antara yang disampaikan <em>brand </em>di <em>online </em>dan di <em>offline</em>.</p>
<p><em>Brand </em>jelas butuh konten. Kalau nggak punya konten ya berarti nggak eksis. Nggak mungkin juga dong <em>website </em>perusahaan isinya itu itu melulu. Konten <em>brand </em>ini akan lebih baik jika tidak dipakai untuk sekedar menjual atau mengangkat reputasi <em>brand. </em>Akan lebih baik kalau <em>brand </em>bisa memberikan konten yang punya <em>value </em>berita. Kalau punya <em>value</em>, niscaya orang akan lebih lama memperbincangkannya. FedEx dan Nissan sudah mencontohkannya di atas. Nah, adakah yang hendak memulainya di Indonesia?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/05/tentang-brand-journalism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seberapa Banyak Teman Anda Sebenarnya?</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/29/seberapa-banyak-teman-anda-sebenarnya/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/29/seberapa-banyak-teman-anda-sebenarnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 01:10:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[friends]]></category>
		<category><![CDATA[research]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4779</guid>
		<description><![CDATA[Anda pasti punya teman Facebook yang banyak. Pasti lebih dari 500 orang yang Anda anggap sebagai teman di Facebook. Anda pasti punya <em>follower </em>di Twitter yang juga Anda <em>follow </em>balik. Jumlahnya pasti juga ratusan. Sudah jadi tren sejak era Friendster, kalau bergaul di <em>online</em> ya artinya akan bertemu dengan teman-teman baru. Mungkin demi pembuktian diri kalau seseorang itu eksis di <em>social media</em>, ada yang menyetujui permintaan permohonan teman di Facebook, siapapun dia, meskipun dia tak mengenalnya di dunia nyata.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/11/twitter-background-avatar-2.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/11/twitter-background-avatar-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4780" title="teman" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/11/twitter-background-avatar-2-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Anda pasti punya teman Facebook yang banyak. Pasti lebih dari 500 orang yang Anda anggap sebagai teman di Facebook. Anda pasti punya <em>follower </em>di Twitter yang juga Anda <em>follow </em>balik. Jumlahnya pasti juga ratusan. Sudah jadi tren sejak era Friendster, kalau bergaul di <em>online</em> ya artinya akan bertemu dengan teman-teman baru. Mungkin demi pembuktian diri kalau seseorang itu eksis di <em>social media</em>, ada yang menyetujui permintaan permohonan teman di Facebook, siapapun dia, meskipun dia tak mengenalnya di dunia nyata.</p>
<p>Apa sih arti “teman” sebenarnya? Apakah “teman” itu hanya sekedar status yang bisa ditunjukkan di Facebook? Ataukah “teman” punya makna lebih dari itu? Berapa persen dari teman Anda di Facebook yang masih Anda kontak di dunia nyata? Kalau Anda bisa bilang 10%-nya saja, sudah hebat banget. Lalu berapa banyak dari 10% itu yang benar-benar Anda kenal luar dan dalam, yang selalu berbagi cerita dengan Anda tentang beragam hal?</p>
<p>Facebook tahun lalu pernah membuat survei kalau rata-rata seseorang di Facebook hanya mempunyai 120-130 teman. Memang sih ada yang punya 5.000 teman (bahkan sampai membuat akun tambahan), tapi ternyata jumlahnya sangat sedikit. Kenyataannya, manusia pun hanya bisa berkoneksi sosial dengan sekitar <a href="http://spectrum.ieee.org/telecom/internet/how-many-friends-can-you-really-have" target="_blank">150 orang</a>. Kita bisa mengingat 1.500 wajah orang, tapi mungkin hanya sebatas tahu, dan belum tentu kenal betul.</p>
<p>Dari 150 orang itu, paling hanya 5 orang yang paling dekat dengan Anda (yang bisa juga anggota keluarga sendiri). Lalu level di atasnya ada sekitar 15 orang (termasuk 5 orang di atas) yang Anda sering bertemu dan berinteraksi setiap minggunya. Lalu di level atasnya ada sekitar 50 orang yang Anda temui dan berinteraksi setiap bulannya. Lalu sisanya adalah mereka yang mungkin jarang bertemu, tapi mereka punya hubungan yang berarti dengan Anda.</p>
<p><a href="http://thereasoner.com/articles/how-many-real-offline-friends-do-you-really-have%20" target="_blank">Tulisan ini</a> bisa membantu untuk menemukan berapa banyak teman Anda sebenarnya di dunia nyata. Ketentuannya adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Anda harus kenal dengan teman Anda itu di dunia nyata (tentunya ya).</li>
<li>Anda harus ngobrol dan berkumpul dengannya minimal sebulan sekali atau pada periode tertentu.</li>
<li>Rekan kerja yang Anda temui setiap hari tidak termasuk di dalamnya, kecuali Anda memang mengajaknya melakukan hal-hal yang Anda lakukan juga dengan teman-teman di luar kantor Anda atau keluarga Anda.</li>
<li>Anda harus punya teman yang bukan rekan kerja. Kalau semua teman Anda adalah rekan kerja, berarti Anda tidak punya teman sebenarnya.</li>
<li>Bukan teman musiman, artinya teman yang Anda ajak ngobrol dan bertemu dengan akrab selama beberapa saat, lalu Anda tinggalkan tidak termasuk di dalamnya.</li>
</ol>
<p>Melihat penjelasan di atas, beruntunglah kita yang hidup ber-<em>social media </em>di Indonesia. Kita selalu suka kopdar, karena perjumpaan dan ngobrol-ngobrol di Twitter atau Facebook tidak pernah terasa cukup. Kehidupan <em>online </em>malah mendekatkan yang awalnya kita tidak kenal. Berawal dari sekedar kenal <em>nickname </em>di Twitter umumnya berlanjut dengan ngobrol di kafe atau nonton bareng.</p>
<p>Ingin tahu juga sih, apakah sudah pernah ada yang menstudi jumlah rata-rata teman nyata pengguna <em>social media </em>di Indonesia. Ada yang tahu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/29/seberapa-banyak-teman-anda-sebenarnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

