Sekitar 2 minggu lalu, ranah Twitter penuh dengan hashtag #2010newday tanpa orang tahu apa sih maksudnya. Ternyata hashtag ini untuk mempromosikan peluncuran portal LangitMusik.com di tanggal 20 Januari 2010 kemarin. Seperti namanya, acaranya ya acara konser musik, diadakan di SCBD Jakarta. Untuk bisa masuk ke acara ini, tim LangitMusik.com melakukan pengundian email pendaftar di Facebook Page 2010NewDay. Hebatnya, tidak ada sama sekali promo gaya tradisional seperti iklan radio atau poster di sini. Informasi murni didapat melalui Facebook dan Twitter.
Sudah lihat berita detikInet ini? Baca dulu deh. Setelah itu lalu buka Facebook Groups ini. Yang terjadi di sini adalah penipuan informasi yang mengatasnamakan brand Coca-Cola dan Sony. Loh, tahu dari mana ini penipuan?
Tanggal 30 Januari 2010 kemarin adalah perhelatan WordCamp Indonesia yang kedua, yang berlokasi di Universitas Gunadarma Depok. Penyelenggaranya masih sama, Mas Valent Mustamin. Kalau tahun lalu juragan WordPress sendiri, Matt Mullenweg, yang datang, di tahun ini salah satu lead developer-nya, Beau Lebens, yang berbagi cerita. Beau Lebens juga terlibat dalam pengembangan servis Intense Debate, aplikasi web yang dikembangkan oleh Automattic (seperti WordPress). Selain Beau, banyak pembicara lokal pula ikut berbagi cerita seputar WordPress, PHP, dan MySQL.
Pernah dengar Social Technographics? Intinya bagaimana kita bisa mengaktegorikan profil para pengguna internet dalam, dari yang tidak aktif sama sekali hingga yang aktif menyumbang konten. Isu tentang Social Technographics ini bisa dibaca di tulisan blog ini hampir 2 tahun lalu. Lebih lengkapnya lagi bisa dibaca di buku E-Narcism (yang bisa dibeli di toko-toko buku terdekat). Sumber penelitian Social Technographics ini bisa dibaca di blog milik Forresters.
Kemarin sempat diundang oleh IndoPacific Edelman yang baru saja merilis hasil riset terakhir mereka tentang Digital Brand Index (DBI). Riset DBI ini adalah riset lanjutan yang rutin dilakukan per 3 bulan sekali. Melalui aplikasi yang dikembangkan oleh Brandtology (demonya keren juga), pihak Edelman bisa mengetahui secara langsung rekap pembicaraan yang terjadi di beragam kanal social media.
Sebuah film membuat microsite untuk kampanye daring itu sudah biasa. Sudah sejak bertahun-tahun lalu, selalu muncul microsite yang menyertai film. Nggak berbeda, film thriller Rumah Dara pun memilikinya. Lalu kampanye disertai dengan percakapan di Facebook? Di tahun 2009, hampir semua kampanye daring menggunakan Facebook. Rumah Dara pun punya juga untuk membangun basis penggemarnya di sana. Lengkap dengan koleksi trailer, wallpaper, foto, hingga sketsa desain konsepnya.
Kumpul-kumpul Power Lunch di Markplus kemarin memang benar-benar “power.” Banyak figur terkenal hadir di sini. Sebut saja Pandji, Igor Saykoji, Syahrani, Olga Lydia, duet pembawa acara Apa Kabar Indonesia tvOne, Piyu, dan tokoh-tokoh kreatif Andi S Boediman, Shinta Bubu, Nukman Luthfie, Ivan Lanin, Enda Nasution, hingga petinggi-petinggi asosiasi dan pemilik merk, plus Pak Tifatul Sembiring. Ruangan jadi penuh sesak. Diskusi pun berjalan menarik, dengan Pak Hermawan Kartajaya sebagai pengarahnya.
Sudah beberapa kali pertanyaan melalui Facebook atau Yahoo! Messenger muncul perihal buku F-Marketing yang terbit setengah tahun lalu. Komentarnya hampir mirip, “bukunya bagus, berbeda dengan puluhan buku Facebook lainnya, tapi kok isinya kurang relevan ya?” Komentar itu nggak salah. Susahnya membuat buku dengan teknologi informasi sebagai latar belakangnya (Facebook, Twitter, apapun), meskipun yang dibahas bukan hal teksnispun, adalah cepatnya buku menjadi obsolete.
Sebenarnya gagasan proyek foto 365 hari ini sudah lama dilakukan oleh para blogger yang doyan fotografi di luar sana. Taylor McKnight mengawalinya pada tanggal 1 Januari 2004 dengan mendokumentasikan kegiatan harian yang menurutnya penting. Ia menceritakan bagaimana karir, hubungannya dengan teman, gaya fesyen, dll, yang membuatnya bisa merekoleksi hal-hal yang penting tentang dirinya selama setahun penuh.
Sekitar 2-3 tahun lalu, brand selalu membuat microsite untuk kampanye daring mereka. Mereka memusatkan kampanyenya melalui situs yang mereka kembangkan sendiri. Aktifitas kampanye dilakukan seluruhnya di dalam microsite. Sepanjang promosi gencar dilakukan di radio, televisi, dan portal ternama, traffic kunjungan ke microsite selalu tinggi. Sebaliknya pula, kalau promosi membangun awareness pas-pasan, traffic kunjungan pun tak seberapa tinggi pula.