Baru saja kemarin posting tentang kompetisi blog yang diselenggarakan oleh TAM, langsung saja hari ini ditemukan setidaknya 4 lomba blog serupa dengan kekhasannya masing-masing. Memang lomba blog lagi musimnya ya?
Pertama, lomba blog yang diselenggarakan dagdigdug dengan XL sebagai sponsornya. Hadiahnya, sekeping Blackberry. Ulasan lebih jelas bisa dibaca di blognya Ndoro Kakung.
Kedua, lomba blog yang diselenggarakan Flexi melalui situs komunitasnya, Flexiland. Melalui lomba ini, pengunjung “dipaksa” punya blog di Flexiland dan berkompetisi di sana. Hadiah total mencapai Rp. 125 juta. Info singkatnya bisa dibaca di blognya Kuncoro.
Ketiga, ada lagi lomba yang sayangnya disajikan dengan amat tidak menarik. Penyelenggaranya Balai Bahasa Bandung. Lomba blog ini bertemakan kebahasaan dan kesusastraan Indonesia (duh, susah banget!). Nggak tau, apakah animo peserta blog ini besar atau tidak.
Yang terakhir, adalah lomba menulis blog dengan tema wisata kuliner di daerah, dengan sponsornya Bango. Harapannya sih, yang diliput peserta adalah kegiatan activation Bango di daerah-derah. Info lebih lengkap bisa dibaca di blog ini. Hadiah totalnya lumayan, 80 juta.
Fenomena lomba ini cukup menarik. Ini tandanya, produsen mulai menyadari potensi besar dari para blogger (atau penggubah blog, menurut versi Balai Bahasa Bandung). Namun, tersebarnya ratusan blog di tanah air tanpa pemetaan yang jelas, sering kali membuat para produsen banyak berasumsi dan menebak-nebak dalam menentukan blog mana yang tepat untuk diajak bekerja sama promosi.
Dalam kaitannya dengan kompetisi blog liburan bersama Kijang, bagaimana TAM bisa mengestimasi jumlah blogger yang sudah berkeluarga misalnya? Lalu, bagaimana Bango bisa tahu blog-blog terkemuka mana yang spesifik membahas tentang kuliner misalnya? Semuanya bisa jadi masih tebak-tebak buah manggis. Menembak sambil berharap peluru yang diluncurkan tepat sasaran.
Seharusnya ada review nih. Adakah yang punya informasi seberapa banyak peserta kompetisi blog di ajang-ajang lomba blog sebelumnya? Apakah target yang dicapai pada kompetisi yang pernah ada memang tepat sasaran? Ada rekan-rekan yang punya masukan?
Kredit: gambar nggak nyambung, diambil dari contestblogger.com










Ide partisipatif ini memang menarik. Tidak seperti beberapa kampanye brand tahun lalu, dimana kompetisi menulis blog hanya berlangsung di situs brand, yang dilakukan TAM justru kebalikannya. Biarkan arena blog masing-masing menjadi ajang perseteruan. Ada timbal balik positif di sini. Efek buzz TAM menyebar ke banyak blog. Sebaliknya, blog yang ikut serta kompetisi akan ada peningkatan traffic. Yang punya blog pun ikutan senang.

Dan kebetulan saja, kemarin kami di kantor baru saja mencoba printer 








