Namanya memang kopdar, tapi kopdar kali bukan sekedar hura-hura atau makan-makan, tapi kopdar berbagi pengalaman. Acara ini diinisiasi oleh Maydina Zakiah Siagian setelah ia ikut dalam kopdar FGD Expo sekitar 3 minggu lalu. Di kesempatan pertama ini juga, acara masih didukung oleh FGD Expo 2009 dan bertempat di markas Dyandra di ICBC-TCT, Indonesia City Tower lantai 7. Tema yang diangkat adalah creativepreneurship. Intinya, bagaimana seseorang bisa menjadi seorang entrepreneur di industri kreatif.
Mungkin ada yang ingin tahu kenapa tiba-tiba orang yang belum pernah menulis buku ini sebelumnya tiba-tiba menelurkan 2 buku sekaligus? Baik buku “E-Narcism, Gaul dan Eksis di Internet†maupun “F-Marketing, Optimalkan Personal Image & Product Branding Anda†ini diterbitkan oleh Kanaya Press, yang merupakan lini penerbitan baru dari grup Trubus.
engikuti tren yang sedang berlangsung, yang berbarengan pula dengan diluncurkannya buku “E-Narcism, Gaul dan Eksis di Internet” maka Media Ide pun ikut-ikutan bikin kontes. Ya, ya, ya, sudah banyak kontes menulis blog di jagad internet ini, tapi nambah satu lagi nggak apa-apa kan?
Situs social media yang muncul beberapa tahun lalu kini makin populer. Pengguna Facebook kini telah mencapai lebih dari 3 juta orang. Situs microblog Plurk yang muncul setahun lalu memiliki pengguna terbanyak dari Indonesia. Belakangan ini, situs microblog pendahulunya, Twitter semakin populer dan mengalami pertumbuhan pengguna di Indonesia.
Tepat hari Sabtu kemarin, situs Facebook diserbu lebih banyak orang pada saat bersamaan. Mereka dulu-duluan memilih username sesuai nama favorit mereka masing-masing. Katanya dalam 60 jam sejak proses registrasi username dilakukan, terjadi pembuatan 100.000 username per jamnya. Sejumlah 500.000 registrasi username terjadi dalam masa 15 menit, dan 3 juta registrasi username dalam 14 jam pertama.
Sudah lama blog ini tidak membahas desain maskot. Maskot bisa dikatakan mirip dengan logo, dan baik maskot ataupun logo harus bisa mewakili esensi brand yang diwakilinya. Kalau diperhatikan, orang pemerintah paling suka buat maskot (dan maaf, dengan desain yang garing pula). Ada maskot dari PLN (bisa terlihat di beberapa bus kota) yang terlalu harfiah menyimbolkan listrik = lampu. Ada pula maskot instansi lainnya yang menganalogikan seekor hewan dengan kegiatan yang dilakukannya, misalnya lebah = rajin.
Pesawat KLM Boeng 777-300 untuk penerbangan jarak jauh biasanya memiliki inflight entertainment. Melalui layar pribadi yang tertanam di punggung bangku, kita bisa menikmati hiburan film, musik, TV, hingga bermain games. Semua itu dalam kendali sebuah remote control dual fungsi yang tertanam di dekat layar. Satu sisi dari remote untuk mengendalikan tampilan antar-muka layar, sementara sisi sebaliknya berupa keyboard dan 4 tombol aksi ala joystick Playstation. Di sisi tepi remote, ada tempat untuk kita men-swipe kartu kredit, untuk keperluan belanja suvenir khas KLM.
Maaf, kalau sejak kepulangan dari Jerman belum sempat membuat tulisan baru di blog ini. Bukan malas, bukan, tapi memang selama seminggu ini fokus perhatian lebih tertuju pada penulisan “petualangan†di Jerman. Selama 8 hari di Jerman (10 hari kalau dihitung dari keberangkatan hingga kepulangan ke Indonesia), banyak kisah yang tak bisa diceritakan pendek dalam tulisan sebuah blog.
Saat ini masih di hari ke-3 acara Global Media Forum yang diselenggarakan dari tanggal 3-5 Juni 2009 di Bonn, Jerman. Perhelatan menarik Global Media Forum ini berskala internasional dan didatangi oleh banyak undangan dari beragam penjuru negara. Topik yang diangkat adalah “Conflict Prevention in the Multimedia Age,†dimana multimedia kini berperan besar memungkinkan setiap individu menjadi seorang jurnalis spontan. Dengan bekal SMS, Twitter, blog, Facebook, dan media-media baru lainnya, setiap orang bisa memberdayakan dirinya sendiri dengan mengirim berita yang diamatinya.