Tadi sore dapat kiriman info dari teman di SemutApi Colony. Mereka baru saja mengerjakan digital billboard untuk Djarum di ujung jalan Asia Afrika. Audiens yang lewat di depan billboard bisa mengirimkan pesan via SMS Premium untuk memilih video yang akan diputar. Nama pengirim beserta nomor telepon (4 angka terakhir dihilangkan) akan tampil di layar billboard. Video lalu akan diputar berdasarkan antrian para pengirim SMS.
Ah, posting ini sudah ketinggalan zaman sebetulnya. Beberapa minggu lalu di beberapa milis iklan, TVC Telkom ini banyak menimbulkan diskusi ramai. Secara pribadi, asyik juga sebetulnya melihat TVC ini. Bisa tertawa dan teringat era tahun 80-an dulu saat lagu-lagu cengeng merajalela (sebelum dilarang oleh Departemen Penerangan). Gaya visualnya pun seperti iklan lama dengan efek standar televisi masa lalu. Hihi, silakan bernostalgia saja melihat TVC ini.
Untuk Anda yang aktif ber-online-ria, misalnya sering ngeblog, aktif di Twitter, Plurk, hingga berjejaring sosial, ada baiknya Anda membatasi informasi data pribadi Anda. Apalagi kalau informasi yang Anda tuliskan itu tidak berada dalam ranah yang aman, kelihaian seseorang dalam memanfaatkan Google saja memungkinkannya untuk mendapatkan informasi tersebut.
Sebetulnya sudah diniatkan dari awal sebelum Lebaran untuk mengumpulkan iklan-iklan lucu dan menarik seputar Idul Fitri yang dipersembahkan oleh suatu brand melalui media cetak dan internet. Begitu libur datang, langsung lupalah sudah semua niat itu.
Namun sebelum libur Lebaran, di koran Kompas sempat ditemukan ucapan menarik dari Bakmie Gajah Mada. Lihat saja iklan cetaknya yang lucu di bawah ini. Hihi, kalau bisa mengucapkan maaf sekaligus sombong, kenapa nggak?
Kemarin sabtu sehabis kumpul-kumpul dengan para Plurker (heran, bulan Ramadhan kemarin kok banyak banget kopdaran ya?), sempat mampir ke kafe sebelah tempat berkumpul dan menemukan kartu pos AdRacks berjejer. Sudah lama nggak lihat kartu-kartu pos ini, kirain sudah almarhum.
Tema kartu pos AdRacks yang dipajang kali ini adalah lebaran. Hanya entah kenapa, kok rasanya gereget desain kartu AdRacks sekarang kok nggak seperti awal-awalnya dulu ya?
Pertemuan ke-2 FreSh kali ini diselenggarakan bekerja sama dengan BINUS Business School, dan mengetengahkan tema “Narsisme 2.0.” Sayangnya, dari hampir 50 peserta yang mendaftar, yang akhirnya datang hanya 31 peserta, namun asyiknya, 18 di antaranya adalah peserta baru. Diwajari juga sih, kondisi macet Jakarta sore hari kemarin memang menyiksa batin.
Tema narsisme ini diambil karena kita mau mengangkat kebiasaan kita yang aktif bergaul di dunia online, namun jarang dari kita yang mengeksplorasinya lebih jauh.
Narsis kok baik? Katanya mencintai diri sendiri yang berlebihan itu hanya akan membuat menjadi lupa diri, nggak ingat akan dunia sekitar, dan di akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri. Memang, apapun yang berlebihan pastilah nggak baik.
Namun bukankah sudah menjadi karakteristik dalam setiap orang untuk kagum akan dirinya sendiri? Siapa yang nggak bangga melihat dirinya mendapat nilai A di kampus, dipuji atasan, lalu kemudian memamerkannya ke rekan-rekan lainnya? Nggak sedikit di antara kita yang memandang cermin berlama-lama hanya untuk memastikan dirinya tampil menarik setiap saat (hayoo, ngaku!)
Saksikan pertunjukan langsung The BOBs Award untuk melihat blogger Indonesia siapa saja yang akhirnya terpilih sebagai blogger favorit dan blogger terbaik berbahasa Indonesia. Blog Media Ide ini terpilih menjadi salah satu finalisnya.