Beberapa hari lalu sempat menemukan profil YouTube menarik ini. Nah, ini baru unjuk narsisme yang ok. Kakak beradik Gamaliel dan Audrey menyempatkan merekam diri mereka di depan kamera, lalu menyanyikan beberapa lagu menarik. Memang sih, sudah cukup banyak orang luar yang melakukan ini. Namun, yang membedakannya adalah, baik Gamaliel dan Audrey (meski nama mereka kebarat-baratan), adalah orang Indonesia. Kualitas suara mereka pun sangat luar biasa. Simak saja saat mereka berdua menyanyikan lagu A Whole New World, hingga lagu Circus-nya Britney Spears dimana mereka saling bersaut-sautan.
Yang pernah belajar dasar-dasar pemasaran, pasti sudah kenal pakem-nya Philip Kotler tentang unsur 4P dari pemasaran: product, price, packaging, dan promotion. Packaging (kemasan) ikut menentukan pula keberhasilan suatu produk. Suatu produk yang enak, harganya murah, dan mudah ditemukan di berbagai pelosok daerah tidak akan berhasil kalau ia tidak diikuti oleh kemasan yang menjual. Menjual ini dalam artian desain kemasan sesuai dengan selera target pasarnya ya. Jadi, belum tentu kemasan berdesain norak tidak bisa laku, dan belum tentu juga desain kemasan yang kita anggap cool bergaya pop art bisa membuat produknya laku di desa-desa di pedalaman.
Beberapa hari ini belum sempat membuat tulisan baru, terkait dengan kesibukan diri dan kantor dalam menyiapkan aplikasi multimedia untuk booth Toyota di ajang tahunan Indonesia International Motor Show (IIMS). Acara yang berlangsung dari tanggal 25 Juli – 2 Agustus 2009 ini kini pindah lokasi, ke Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, setelah sebelumnya selama bertahun-tahun di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.
Tadi pagi, berita tentang ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton dengan cepat beredar di ranah social media. Berita liputan langsung dengan foto lebih cepat ditemukan di Twitter daripada di Metro TV sekalipun. Beberapa teman di Twitter kebetulan berada dekat lokasi, dan segera menuliskan reportase dan foto. Metro TV baru menampilkan reportasenya sekitar sejam setelah ledakan.
Dalam tulisan ini dan ini sempat disinggung tentang channel social media. Definisi social media menurut Wikipedia sendiri adalah konten daring yang dibuat oleh pengguna dengan memanfaatkan teknologi publikasi yang mudah diakses. Gamblangnya, social media adalah bagaimana orang menemukan, membaca, membagi berita, informasi, dan konten. Yang semula bersifat monolog menjadi dialog, mendemokratisasikan informasi, dan membuat orang yang semula hanya sekedar pembaca konten menjadi penyumbang konten.
Tulisan ringan-ringan saja di akhir minggu. Baru tahu juga kalau setiap hari Jumat 2 minggu sekali, YouTube selalu menampilkan 4 film pendek pilihan dari berbagai negara. Film-film independen, ya seperti film independen lainnya, ceritanya penuh dengan kejutan dan alur yang tak terduga. Film ini bisa disaksikan di laman ini.
Sampai sekitar 3 tahun lalu, saat portal informasi masih menjadi tujuan utama pengguna internet Indonesia, pola berkampanye brand di ranah daring masih menggunakan pola sama. E-Advertising mereka lakukan dengan cara memasang iklan brand di spot-spot portal dan membayar sewa spot itu selama minimal sebulan. Tak beda dengan apa yang brand lakukan di media cetak dan televisi. Sekeren-kerennya desain brand, informasi yang disampaikan masih tetap satu arah, dari produsen ke konsumen.
Meriahnya social media tak lepas dukungannya dari para pengguna yang semakin aktif memanfaatkannya. Tanpa pengguna yang menyumbang konten, situs social media tak akan ada apa-apanya. Selain sebagai penikmat video-video di YouTube, pengguna ikut pula mengirimkan karyanya, membuat mereka menjadi seorang prosumer. Mereka membaca blog, dan ikut pula menulis di blognya sendiri, terkadang menanggapi tulisan blogger lain, sehingga menciptakan percakapan yang menghidupkan situs-situs seperti Technorati dan Feedburner.
Tulisan ini menyambung tulisan sebelumnya tentang Kopdar Pertama Belajar Kreatif. Saat itu yang rajin menulis blog ini ikut bercerita tentang pengalamannya mengembangkan perusahaan berbasis kreatif bernama Stratego dan lalu forum FreSh. Semuanya dijabarkan dalam beberapa poin, yang mudah-mudahan bisa menjadi tips bermanfaat bagi yang mendengarkannya.
Ini bukan gosip kok, serius! Coba saja cek sendiri ke situs Ngerumpi. Situs ini adalah besutan baru dari sahabat Dagdigdug. Yang sebelumnya sudah pernah bergabung di Politikana, tentu akan langsung familiar melihat Ngerumpi, karena memang dibuat dengan basis engine yang sama. Bedanya adalah pada topik bahasannya. Kalau di Politikana, para anggotanya bebas menyumbang artikel yang erat hubungannya dengan dunia politik (meski kadang ekonomi pun masuk juga di dalamnya). Di Ngerumpi ini, topik bahasannya erat dengan dunia perempuan.