Untuk Anda yang aktif ber-online-ria, misalnya sering ngeblog, aktif di Twitter, Plurk, hingga berjejaring sosial, ada baiknya Anda membatasi informasi data pribadi Anda. Apalagi kalau informasi yang Anda tuliskan itu tidak berada dalam ranah yang aman, kelihaian seseorang dalam memanfaatkan Google saja memungkinkannya untuk mendapatkan informasi tersebut.
Sebetulnya sudah diniatkan dari awal sebelum Lebaran untuk mengumpulkan iklan-iklan lucu dan menarik seputar Idul Fitri yang dipersembahkan oleh suatu brand melalui media cetak dan internet. Begitu libur datang, langsung lupalah sudah semua niat itu.
Namun sebelum libur Lebaran, di koran Kompas sempat ditemukan ucapan menarik dari Bakmie Gajah Mada. Lihat saja iklan cetaknya yang lucu di bawah ini. Hihi, kalau bisa mengucapkan maaf sekaligus sombong, kenapa nggak?
Kemarin sabtu sehabis kumpul-kumpul dengan para Plurker (heran, bulan Ramadhan kemarin kok banyak banget kopdaran ya?), sempat mampir ke kafe sebelah tempat berkumpul dan menemukan kartu pos AdRacks berjejer. Sudah lama nggak lihat kartu-kartu pos ini, kirain sudah almarhum.
Tema kartu pos AdRacks yang dipajang kali ini adalah lebaran. Hanya entah kenapa, kok rasanya gereget desain kartu AdRacks sekarang kok nggak seperti awal-awalnya dulu ya?
Pertemuan ke-2 FreSh kali ini diselenggarakan bekerja sama dengan BINUS Business School, dan mengetengahkan tema “Narsisme 2.0.” Sayangnya, dari hampir 50 peserta yang mendaftar, yang akhirnya datang hanya 31 peserta, namun asyiknya, 18 di antaranya adalah peserta baru. Diwajari juga sih, kondisi macet Jakarta sore hari kemarin memang menyiksa batin.
Tema narsisme ini diambil karena kita mau mengangkat kebiasaan kita yang aktif bergaul di dunia online, namun jarang dari kita yang mengeksplorasinya lebih jauh.
Narsis kok baik? Katanya mencintai diri sendiri yang berlebihan itu hanya akan membuat menjadi lupa diri, nggak ingat akan dunia sekitar, dan di akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri. Memang, apapun yang berlebihan pastilah nggak baik.
Namun bukankah sudah menjadi karakteristik dalam setiap orang untuk kagum akan dirinya sendiri? Siapa yang nggak bangga melihat dirinya mendapat nilai A di kampus, dipuji atasan, lalu kemudian memamerkannya ke rekan-rekan lainnya? Nggak sedikit di antara kita yang memandang cermin berlama-lama hanya untuk memastikan dirinya tampil menarik setiap saat (hayoo, ngaku!)
Mengenai apa itu microblogging silakan dibaca dahulu di tulisan sebelumnya. Berbagai aplikasi microblogging dari yang terkenal pertama kali, Twitter, hingga yang populer kali ini, Plurk, sampai yang buatan negeri sendiri, Kronologger, semuanya punya format serupa: berupa tulisan singkat selayaknya SMS, dikirim dengan mudah via halaman internetnya atau melalui telepon genggam, dan bisa diberikan komentar yang bisa dibaca semua temannya.
Masih menyambung dari apa yang dipresentasikan Ilya saat pertemuan perdana FreSh minggu lalu, sebaiknya kita mulai sadar kalau kita sudah semakin terkena screen addiction. Kalau dulu kita kecanduan menonton televisi. Namun seiring dengan berkurangnya mutu siaran, kecanduan menonton televisi kita semakin berkurang.
Sekali lagi Hewlett-Packard (HP) melakukan kampanye online-nya dengan membangun sebuah microsite. Melalui microsite ini, sepertinya HP terus melakukan penyadaran agar konsumennya selalu menggunakan Original HP Supplies (produk tinta orisinal dari HP). Memang sih, kalau dikomparasi dengan produk tinta refill, tinta orisinal dari HP jauh lebih berkualitas.
Tulisan ini hanya untuk meng-update tulisan sebelumnya. Rekaman video pertemuan perdana Fresh sudah diunggah ke situs videoku.tv. Mau diunggah ke YouTube, ternyata sekarang dibatasi per unggahan video maksimum hanya 10 menit. Karena nggak sempat (baca: malas) memotong-motong video dan merendernya ulang, maka akhirnya diunggahlah ke videoku.tv yang tidak ada restriksi itu.