Agak terkejut juga setelah menemukan iklan ini, karena materinya mengangkat salah satu kasus bencana alam besar di Indonesia tahun lalu. Iklan donor darah dari Jeevan Blood Bank ini memang memberikan kesan kalau berita diambil dari potongan Koran. Mereka mencoba mengingatkan kalau donor darah tidak hanya dibutuhkan saat terjadi bencana besar. Masih banyak bencana atau kecelakaan kecil terus terjadi, sehingga banyak orang membutuhkan donor darah setiap harinya.
Silakan cek komik strip Gugun et Balidam, suguhan dari Gugun Arief Gunawan. Rencananya si komikus akan terus menayangkan di website-nya setiap hari. Penokohannya nggak biasa. Karakter-karakternya agak mengingatkan akan komik Liberty Meadows karya Frank Cho. Mengingatkan loh, bukan mirip. Idenya komik Gugun et Balidam ini sih tetap unik. Pantengin aja website-nya setiap hari, untuk lihat guyonannya yang kadang sarkasme.
Masih ingat advergame bertema bra yang sempat dibahas sebelumnya? Nah, ini ada permainan bertema bra baru. Kali ini dari Hanes Bra. Hanes menciptakan bra model baru yang katanya lebih nyaman dikenakan. Sayangnya, advergame ini kurang menarik, cuma menangkap bra-bra model lama yang obsolet ke dalam keranjang sampah. Yah, tapi karena model iklan TVC-nya adalah Jennifer Love Hewitt, jadi ikut tertarik memainkan juga deh.
alau ada yang suka game kuis dan puzzle, pasti nggak akan melewatkan permainan memusingkan dari TKTQ+. Game buatan anak bangsa ini memang kuat dari segi konten. Setiap soal dijamin bikin pusing kepala. Anda tidak perlu tahu banyak tentang pengetahuan umum. Yang diperlukan cuma ketajaman mata dan otak dalam menganalisa halaman pertanyaan (tapi sedikit paham tentang HTML dianjurkan). Sisanya, tinggal cari-cari di Wikipedia dan Google untuk mendapatkan petunjuknya. Kalau pusing, bisa tanya-tanya ke forumnya.
Ini ada website Indonesia yang mencoba mengadaptasi konsep Web 2.0. Namanya Cari Muka. Konsep aplikasinya sederhana. Anda cukup mengunggah foto favorit, dan biarkan nanti pengunjung lain menebak-nebak apakah wajah Anda itu seorang yang cakep, pintar, lucu, cerewet, dll. Di sini, peribahasa don’t judge book by its cover tidak berlaku. Cukup tebak saja, dari penampilan wajah yang ada, kira-kira menurut Anda orangnya seperti apa.
Buat brand yang bujet promosinya terbatas, selalu saja ada alternatif komunikasi media lainnya di luar televisi dan radio. Seperti iklan Batugin yang terlihat di atas urinoir di salah satu toilet di Mangga Dua Mall. Iklannya pun nggak neko-neko. Langsung apa adanya, dengan ilustrasi gaya ndeso pula. Sederhana, lucu, tapi kena!
Di negeri Paman Sam sana, ada website Agloco yang mencoba memadukan konsep website komunitas ala Friendster atau MySpace dengan program MLM. Konsepnya, website Agloco ini bukan milik pribadi atau kelompok, melainkan milik bersama seluruh anggotanya. Perhitungan saham setiap anggotanya dihitung berdasarkan jumlah page view yang dihasilkan oleh anggota. Setiap anggota bisa melakukan proses member get member (ala MLM). Setiap anggota baru yang terekrut, si perekrut akan mendapatkan persentase page view dari setiap anggota baru ini. Demikian pula seterusnya hingga tingkatan perekrutan berikutnya.
Satu lagi website dari Unilever Indonesia. Kayaknya brand Lux nggak mau ketinggalan. Bersamaan dengan kampanye terbarunya, Play with Beauty, Lux meluncurkan website terbarunya.
Sekarang memang masanya partisipasi langsung dari konsumen. Sebisa mungkin kendali komunikasi dipegang oleh konsumen sendiri, dan pengelola produk/merk hanya sebagai pencipta aturan. Sisanya, biarkan konsumen bermain mengikuti aturan yang ada. Konsep itulah yang menjadi dasar Web 2.0.
Salah satu contoh terbaru yang menarik adalah bagaimana Jeep mencoba beraudiensi dengan konsumennya melalui komik. Bekerja sama dengan Marvel Comics, Jeep Patriot membuat komik online Patriot Factor. Targetnya, memang menyasar para pembaca komik sejati.