Arsip Artikel dengan Tag “billboard”
Creative Works »
Sebetulnya billboard ini biasa saja sih. Cuma, entah karena yang melihatnya pria, pandangan mata kok nggak bisa lari dari (maaf) dada si wanita ya? Coba deh diperhatikan. Akibat posisi rambut terjuntai sedemikian rupa, berkesan kalau (sekali lagi maaf) dada si model wanita jadi cenderung terlihat besar. Apakah kalian melihat hal yang serupa? Ataukah ini hanya gara-gara persepsi mata seorang pria saja?
Experiential »
Sudah pernah lewat halte Busway Tosari? Di sana ada billboard Asuransi Garda Oto yang menampilkan nenek sihir menabrak jembatan Busway. Jarang memang ada billboard tidak biasa seperti ini, yang memanfaatkan model/patung 3 dimensi sebagai elemen komunikasi billboard.
Creative Works »
Kemarin pas memasuki kota Bandung, tepatnya setelah keluar dari tol Pasteur, ada satu billboard yang cukup menarik perhatian. Gambar di dalam billboard produk Energen ini sih biasa saja, seperti standard iklan produk pada umumnya. Namun, yang membuat tidak biasa adalah gambar anak kecil di bawah billboard, yang mengesankan kalau si anak ini kuat sehingga mampu menahan billboard. Maaf kalau fotonya jelek, soalnya diambilnya sambil menyetir dan dengan kamera hape pula.
Online Branding »
Kini semakin banyak brand mengajak konsumen untuk peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Beberapa brand bahkan mensponsori kegiatan berskala global dan mengajak warga dunia untuk terlibat sebagai bagian dari kampanye yang mereka selenggarakan.
Dalam kampanyenya, GE Healthcare mengajak konsumen untuk menunjukkan upaya-upaya kesehatan mereka dan memamerkannya dalam bentuk foto di website-nya. Setiap foto itu diharapkan akan memberikan inspirasi lebih jauh kepada khalayak umum tentang pentingnya kesehatan.
Experiential »
Saat semakin clutter-nya media iklan, kebutuhan produk untuk tampil tidak lagi cukup hanya sekedar beriklan di televisi, radio, atau koran. Banyaknya iklan yang diputar di setiap acara ber-rating tinggi malah membuat iklan tersebut tidak mau dilihat penonton. Dengan gampang, penonton tinggal berganti saluran, menunggu beberapa saat, lalu menekan kembali saluran sebelumnya berharap iklan sudah berlalu. Brand akan membuang biaya placement yang percuma saat iklannya tampil di tengah-tengah deretan iklan, tanpa ada yang menyaksikannya.



