<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Ide &#187; blog</title>
	<atom:link href="http://media-ide.bajingloncat.com/tag/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-ide.bajingloncat.com</link>
	<description>Where Indonesia's online branding, social media, and creativity is talked about</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 14:52:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kala Blogger Mendapat Undangan Acara</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/24/kala-blogger-mendapat-undangan-acara/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/24/kala-blogger-mendapat-undangan-acara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 07:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4773</guid>
		<description><![CDATA[Kayaknya asyik ya. Ada acara yang keren, diselenggarakan oleh <em>brand</em> atau LSM atau apapun, lalu mengundang blogger. Ya memang asyik sih. Awal-awal menjadi blogger dulu, adalah sesuatu yang sangat spesial bila mendapatkan undangan untuk menghadiri acara ini atau acara itu. Apalagi kalau undangan itu hanya dibatasi untuk orang tertentu saja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/05/blogger.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/05/blogger.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2471" title="blogger" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/05/blogger-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Kayaknya asyik ya. Ada acara yang keren, diselenggarakan oleh <em>brand</em> atau LSM atau apapun, lalu mengundang blogger. Ya memang asyik sih. Awal-awal menjadi blogger dulu, adalah sesuatu yang sangat spesial bila mendapatkan undangan untuk menghadiri acara ini atau acara itu. Apalagi kalau undangan itu hanya dibatasi untuk orang tertentu saja.</p>
<p>Apalagi setelah datang ke acara tersebut, pengalaman yang diberikan sungguh tak terlupakan. Pasti akan jadi bahan tulisan yang menarik. Tujuannya untuk berbagi cerita (walau tanpa ada tendensi mempromosikan pengundang), dan pastinya untuk membuat pembacanya merasa iri. Hihihi, iya kan?</p>
<p>Namun itu dulu, saat blog masih menjadi medium utama yang dimiliki individu. Dulu berbagi cerita ya paling enak lewat blognya sendiri. Sekarang, di era semua orang mengakses Twitter langsung di ponselnya, sudah agak berubah. Para blogger lebih suka berbagi langsung dengan men-<em>tweet</em> saat acara. Makanya untuk para <em>brand</em> yang masih suka mengundang blogger, pastikan di lokasi acara sinyal 3G-nya bagus ya.</p>
<p>Setelah pulang dari acara, sudah sangat jarang yang lalu menuliskannya di blog, meskipun pengalaman yang dirasakannya menarik. Kenapa? Ya karena terasa sudah basi. Acara seru-seruannya sekarang kok menuliskannya baru besok. Berbeda dengan dulu sebelum Twitter ramai digunakan. Bloglah medium yang dimiliki individu untuk bercerita. Jadi meski telat-telat sedikit beberapa hari, blogger-blogger lainnya (yang ikut juga dalam acara) pasti masih menantikan tulisan ini.</p>
<p>Sekarang undangan yang ditujukan kepada blogger semakin banyak. Kalau ikut milis Kopdar Jakarta, bisa tahu deh minimal seminggu sekali pasti ada acara <em>offline </em>yang mengundang para blogger. Kebanyakan nggak bayar. Blogger tinggal datang. Kalau ada makanan, ya makan. Menikmati suguhan acara, lalu pulang dengan menenteng <em>goodie bag</em>. Undangan semacam itu sudah terlalu sering, sehingga yang diundang pun bisa jadi sudah tidak merasakan kenikmatan spesialnya. Bahkan ada yang mulai memilih-milih, undangan acara seperti apa yang enak didatangi. Blogger lalu memilih untuk datang hanya ke acara yang relevan dengan kesukaannya.</p>
<p>Terkadang undangan ke suatu acara ditujukan selain kepada blogger, juga ditujukan kepada jurnalis media. Jurnalis diundang dan menuliskan kegiatan <em>event</em> karena memang itu adalah bagian dari pekerjaannya di media. Blogger tidak punya kewajiban itu. Kalau memang acaranya menarik dan berkesan bagi dirinya, atau merasa kalau memang acara itu penting, maka dengan suka hati ia akan menuliskan di blognya. Tidak ada yang menjamin blogger akan menuliskan pengalamannya setelah mendatangi suatu acara.</p>
<p>Lalu bagaimana cara mengikat blogger supaya akhirnya mau menuliskannya? Yang paling umum adalah kontrak <em>paid posting</em>. Ada beberapa blogger yang memang dikontrak oleh <em>brand </em>untuk menuliskan tentang suatu topik. Meski berbayar, bukan berarti blogger lalu memuji-muji yang membayar. Biasanya blogger tetap akan menuliskan pengalaman apa adanya. Kalau pujian pantas diberikan, ya dipuji. Namun kalau kritikan yang perlu disampaikan, ya dikritik.</p>
<p>Cara lainnya adalah dengan membuat kompetisi blog. Sudah banyak yang melakukan ini. Beberapa bulan lalu <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/28/xl-dan-perjalanan-ke-semarang/" target="_blank">XL</a> mengundang beberapa blogger jalan-jalan ke Semarang. Semua transportasi dan akomodasi ditanggung. Tidak ada kewajiban bagi blogger untuk menceritakan pengalamannya di blog. Namun XL menawarkan hadiah bagi 1 orang yang mau menuliskannya dengan baik. Iming-iming hadiah memang bisa menjadi motivasi bagi blogger untuk menulis.</p>
<p>Hal serupa dilakukan oleh <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/08/22/menulis-pengalaman-berkendara-melalui-blog/" target="_blank">Nissan March</a> yang memberikan kesempatan kepada beberapa blogger untuk merasakan langsung mobilnya. Blogger yang berpartisipasi diminta untuk menuliskan pengalamannya per hari di blognya. Iming-iming hadiah berangkat ke Jepang menjadi motivasi bagi blogger untuk rajin menuliskannya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/25/tips-jitu-mengundang-netizen/" target="_blank">Artikel lama</a> di blog ini juga bisa menjadi rujukan untuk para <em>brand </em>yang hendak mengundang <em>netizen</em> (termasuk blogger).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/24/kala-blogger-mendapat-undangan-acara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merekam Jejak Tweet</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/18/merekam-jejak-tweet/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/18/merekam-jejak-tweet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 01:21:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[ethic]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4723</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali saat mengamati suatu kejadian menarik di <em>social media</em>, ada hasrat keinginan untuk menuliskannya di blog. Tujuannya baik, untuk mendokumentasikan peristiwa itu, sehingga bisa jadi pelajaran yang bisa diingat bersama. Apalagi rangkaian percakapan di Twitter akan cepat hilang dari pencarian, sehingga blog menjadi medium yang tepat untuk merekam rangkuman percakapan itu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/08/twitter-cupcake.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/08/twitter-cupcake.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4635" title="twitter" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/08/twitter-cupcake-300x200.jpg" alt="" width="250" /></a>Seringkali saat mengamati suatu kejadian menarik di <em>social media</em>, ada hasrat keinginan untuk menuliskannya di blog. Tujuannya baik, untuk mendokumentasikan peristiwa itu, sehingga bisa jadi pelajaran yang bisa diingat bersama. Apalagi rangkaian percakapan di Twitter akan cepat hilang dari pencarian, sehingga blog menjadi medium yang tepat untuk merekam rangkuman percakapan itu.</p>
<p>Ada yang melakukannya dengan mengambil tangkap gambar tweet, ada yang meng-<em>copas</em> tweet itu ke blog. Ada yang lebih elegan dengan menggunakan <em>tools</em> seperti <a href="http://chirpstory.com/%20" target="_blank">Chirp Story</a>, yang menyimpan ID status tweet yang diinginkan dan menampilkannya secara kronologis. Contohnya bisa dilihat di <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/05/word-of-mouth-marketing-womm-di-social-media/" target="_blank">tulisan ini</a>.</p>
<p>Sebenarnya tweet yang kita buat sejak bergabung pertama kali di Twitter, masih tersimpan di <em>database</em> Twitter. Hanya saja fitur Twitter Search membatasi hanya 1.500 tweet terakhir. Kalau kita tahu ID status tweet, kita sebetulnya bisa memanggilnya. Cara inilah yang dilakukan oleh Chirp Story. Cara ini lebih elegan karena menghormati pemilik tweet. Ketika pemilik tweet menghapus tweetnya, mem-<em>protect</em> akunnya, atau menghapus akunnya sehingga hilang juga dari <em>database</em> Twitter, maka data tweet ini pun ikut hilang dari Chirp Story.</p>
<p>Beberapa kali di Twitter muncul sebuah tweet yang saking kontroversinya membikin geger semua linimasa. Apalagi saat tweet ini direspon oleh beberapa individu yang sangat kritis. &#8220;Peperangan&#8221; dalam Twitter pun dimulai. Terkadang berakhir dengan si penyulut kontroversi merasa terpojokkan dan akhirnya menutup akun.</p>
<p>Sebagai blogger dan praktisi digital yang mengamati keramaian di <em>social media</em>, tentu ini menarik untuk disimak. Menarik untuk mempelajari penyebab itu semua. Inginnya sih bisa mendokumentasikan runutan cerita yang akhirnya menyebabkan &#8220;peperangan&#8221; terjadi.</p>
<p>Memang hingga saat ini tidak ada azas kepatutan atau etika yang membatasi seorang blogger apa yang boleh atau tidak boleh untuk ditulis. Terserah masing-masing blogger, toh ini medianya sendiri. Mau menulis semua runutan cerita di tweet itu satu persatu juga tidak ada larangannya. Lagi pula niatnya baik, untuk mendokumentasikan.</p>
<p>Bisa jadi pendapat ini berbeda dengan blogger lain, namun kalau di blog ini ada satu hal yang dipegang. Mencoba untuk mencontoh seperti yang dilakukan oleh Chirp Story, dengan mencoba menjaga agar tulisan di blog ini tidak melanggar hak orang lain.</p>
<p>Kalau ada kejadian &#8220;peperangan&#8221; seperti di atas, misalnya, maka blog ini lebih cenderung menuliskan peristiwa yang terjadi tanpa perlu menyebutkan nama. Apalagi kalau sampai terjadi, salah satu pelakunya sampai menutup akun karena merasa terpojokkan. Terlepas dari benar atau salah, saat individu itu akhirnya menutup akun atau menghapus tweet, sebaiknya tindakan itu bisa dihargai dengan tidak memperluasnya lagi.</p>
<p>Kalau cerita &#8220;peperangan&#8221; ini memang ingin didokumentasikan demi memberi masukan pengalaman ber-<em>social media</em> yang lebih baik, toh bisa diceritakan tanpa perlu menyebut jelas-jelas akun yang dimaksud. Ambil hikmahnya saja, misal: kenapa sebaiknya tak boleh menulis tweet ini, apa yang harus dilakukan kalau nanti kejadian serupa terjadi pada diri sendiri, dll.</p>
<p>Apa yang ditulis di atas ini bukan harga mati ya. Bisa saja ada blogger yang memaknainya berbeda. Seperti telah disebutkan di atas, belum ada etika yang mengaturnya. Jadi tidak (belum) ada aturan bakunya. Bisa saja Anda setuju dengan pendapat di atas, bisa saja tidak. Paling gampang sih, kembalikan saja ke suara hati Anda sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/18/merekam-jejak-tweet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tulisan ke-750 dan Terus Bertambah</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/08/06/tulisan-ke-750-dan-terus-bertambah/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/08/06/tulisan-ke-750-dan-terus-bertambah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2011 03:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4626</guid>
		<description><![CDATA[Ini sebenarnya tulisan di blog yang ke-753, tapi biasalah kebablasan dalam hal perhitungan. Blog Media Ide sudah muncul sejak Juli 2005 (err.. itu berarti sudah berusia 6 tahun 1 bulan) dan kini sudah dipenuhi oleh lebih dari 10.800 komentar dan 500 <em>tags</em>. Kalau menghitungnya 6 tahun sih ya wajar ya kalau angkanya sebanyak ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/08/Blog.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/08/Blog.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4627" title="Blog" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/08/Blog.jpg" alt="" width="270" /></a>Ini sebenarnya tulisan di blog yang ke-753, tapi biasalah kebablasan dalam hal perhitungan. Blog Media Ide sudah muncul sejak Juli 2005 (err.. itu berarti sudah berusia 6 tahun 1 bulan) dan kini sudah dipenuhi oleh lebih dari 10.800 komentar dan 500 <em>tags</em>. Kalau menghitungnya 6 tahun sih ya wajar ya kalau angkanya sebanyak ini.</p>
<p>Padahal kenyataannya kalau dilihat aktivitas per bulan, diakui frekuensi <em>posting </em>blog ini sebenarnya semakin menurun. Dari dulu selalu mencoba menargetkan minimal 8 tulisan per bulan. Kenyataannya jumlah itu diakui semakin menurun. Haha, bahkan dengan tambahan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/author/firly" target="_blank">blogger</a>-<a href="http://media-ide.bajingloncat.com/author/beradadisini/" target="_blank">blogger</a> tamu pun, jumlah tulisan beberapa bulan terakhir nggak mencapai target minimal. Beberapa minggu lalu bahkan sempat tak ada tulisan sama sekali selama 3 minggu. <a href="http://sibair.net/" target="_blank">Beberapa</a> <a href="http://kurniasepta.blogspot.com/" target="_blank">teman</a> yang menjadi pelanggan blog ini pun menanyakan di Twitter, “blognya kok sudah lama tak ter-<em>update</em> ya?”</p>
<p>Blog Media Ide ini memang sejak dulu selalu berusaha fokus pada topik yang <em>niche</em>, yakni pengamatan terhadap aktivitas pemasaran <em>brand </em>dan perilaku penggunanya di ranah daring. Plus beberapa bahasan tentang dunia kreatif. Setahun belakangan ini, karena isu <em>social media </em>semakin marak, maka blog ini pun semakin banyak membahas topik itu. Lalu kalau topiknya marak, kenapa masih tak sempat menulis blog? Tentunya bahan akan selalu ada dong?</p>
<p>Alasan pertama yang paling klasik adalah kesibukan. Pada hakikatnya keaktifan diri dalam mendulang “intan” berbanding terbalik dengan frekuensi tulisan. Semakin banyak “intan” yang harus didulang, berarti akan mengurangi waktu untuk mengamati fenomena <em>social media</em> dan mengurangi kesempatan untuk menuliskannya. Sampai vakum selama 3 minggu itu sebenarnya benar-benar tidak menyenangkan, karena untuk mulai kembali menulis itu bukanlah hal yang mudah.</p>
<p>Alasan lainnya adalah membagi perhatian akan semakin luasnya kanal <em>social media</em>. Lah ya masa mau jadi pengamat dunia <em>social media</em>, nggak ikut terlibat aktif di dalamnya? Itulah kenapa akhirnya mau nggak mau, kehidupan di Twitter, Facebook (terutama di grup <em><a href="http://www.facebook.com/groups/Social.Media.Strategist/%20" target="_blank">social media strategist</a></em>), dan Instagram harus tetap dijalankan. Porsi terbesar memang saat ini masih tetap di Twitter, makanya nggak heran banyak tulisan di blog ini yang membahas dunia Twitter Indonesia.</p>
<p>Ingin banget sih bisa membahas hal-hal yang terjadi di Kaskus, Kompasiana, Mig33 (yang juga populer di Indonesia), tapi tentu diri ini punya keterbatasan. Kalau di antara pembaca ada yang mau berbagi cerita tentang peristiwa-peristiwa menarik seputar <em>brand </em>dan komunitas di 3 kanal itu, monggo loh. Anda nanti bisa menjadi blogger tamu di sini.</p>
<p>Yang menyenangkan (sekaligus memberikan tantangan bagi diri sendiri) adalah blog yang membahas isu kreatif, pemasaran, dan <em>social media</em>sudah semakin banyak. Pilihan membaca pun makin beragam. Ada blog <a href="http://bukik.com/%20" target="_blank">Mas Bukik</a> yang banyak membahas seputar ide dan kreativitas. Ada pula blog <a href="http://www.urbansosial.com/%20" target="_blank">Urban Sosial</a> yang ditulis oleh 3 orang, yang juga banyak membahas isu spesifik tentang dunia <em>social media</em>. Lalu ada liputan <em>headline </em>dari <a href="http://salingsilang.com/%20" target="_blank">SalingSilang.com</a> yang sangat rajin membahas setiap berita yang muncul di ranah <em>social media</em>. Wajar sih, hihihi tim penulis SalingSilang.com memang sangat banyak. Juga jangan ketinggalan pula membaca <a href="http://the-marketeers.com/%20" target="_blank">Marketeers</a>, <a href="http://www.teknojurnal.com/" target="_blank">Tekno Jurnal</a>, <a href="http://www.dailysocial.net" target="_blank">Daily Social</a>, <a href="http://www.teknoup.com/%20" target="_blank">TeknoUp</a>, dan <a href="http://www.penn-olson.com/tag/indonesia" target="_blank">Penn-Olson</a> (membahas dunia teknologi dan <em>social media</em> di Asia, yang punya kontributor blogger Indonesia).</p>
<p>Meskipun banyak kasus menarik bermunculan di Twitter atau Facebook, namun semangat menulis suka berkurang kalau ternyata kasus tersebut sudah sempat lebih dulu dibahas oleh blog-blog lain. Hal yang mungkin membedakan tinggal tingkat kedalaman pembahasannya saja. Akhirnya kini lebih sering memilah-milah lagi kasus yang muncul, dan mencari topik yang memang punya <em>insight</em> yang sangat bagus untuk dibahas. Ini juga menjadi tuntutan terhadap diri sendiri untuk bisa berani mengupas lebih dalam kasus <em>social media </em>dan tidak sekedar mengamati yang terlihat di kulit saja. Jujur saja, untuk melakukan hal itu bukanlah hal yang mudah.</p>
<p>Sebenarnya blog Media Ide ini bukanlah satu-satunya yang ditulis. Silakan simak <a href="http://snapshots.media-ide.com%20" target="_blank">Snapshots</a> untuk melihat cuplikan kasus-kasus menarik tentang <em>social media</em> dan teknologi di luar sana. Anggaplah blog itu sebagai referensi yang bisa dipakai untuk para <em>brand </em>lokal melakukan hal serupa. Lalu ada pula blog <a href="http://mataku.media-ide.com%20" target="_blank">Mataku</a> yang membahas foto hasil jepretan sendiri dan blog <a href="http://laindunia.media-ide.com%20" target="_blank">Lain Dunia</a> yang berisi tulisan <em>flash fiction</em> karya sendiri.</p>
<p>Terima kasih kepada <a href="http://nukmanluthfie.com/2011/08/jika-nyala-api-ngeblogmu-mulai-mengecil/" target="_blank">Pak Nukman</a> yang sudah memancing diri untuk akhirnya menuliskan artikel ini. Semoga blog akan terus ada dan semakin banyak blogger Indonesia bermunculan dan menorehkan jejak pikirannya di media miliknya sendiri ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/08/06/tulisan-ke-750-dan-terus-bertambah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedikit Cerita Tentang Komunitas</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/30/sedikit-cerita-tentang-komunitas/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/30/sedikit-cerita-tentang-komunitas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 May 2011 04:27:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[koprol]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4448</guid>
		<description><![CDATA[Seorang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Howard_Rheingold" target="_blank">Howard Rheingold</a> pernah menuliskan dalam bukunya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_community" target="_blank">Virtual Communities</a> (1993) Â tentang keberadaan orang-orang yang terhubung melalui jaringan maya. Definisinya saat itu adalah â€œ<em>when people carry on public discussions long enough, with sufficient human feeling, to form webs of personal relationships</em>,â€ yang konteksnya sebenarnya masih relevan hingga saat ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/05/freshsurabaya.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Seorang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Howard_Rheingold" target="_blank">Howard Rheingold</a> pernah menuliskan dalam bukunya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_community" target="_blank">Virtual Communities</a> (1993) Â tentang keberadaan orang-orang yang terhubung melalui jaringan maya. Definisinya saat itu adalah â€œ<em>when people carry on public discussions long enough, with sufficient human feeling, to form webs of personal relationships</em>,â€ yang konteksnya sebenarnya masih relevan hingga saat ini.</p>
<p>Komunitas di ranah daring terwujud dari orang-orang yang terkumpul karena punya kedekatan emosional (meskipun belum tentu pernah bertemu wajah). Biasanya kedekatan itu akan semakin terlihat saat kegiatan kumpul-kumpul kopdar dilakukan. Sebelumnya kita hanya mengenal <em>nickname</em> dan avatar. Saat bertemu, wajah yang sebelumnya cuma diimajinasikan pun terlihat nyata. Pastinya, tatap mata akan membuat orang-orang yang tergabung dalam komunitas akan semakin dekat.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4450" title="meetups theory 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Di Indonesia, komunitas virtual bisa ditemukan di banyak tempat. Di dalam <em>mailing list</em>, forum, Kaskus, Facebook, Twitter, Koprol, blogger, dll. Bahkan untuk situs sebesar Kaskus, Facebook, Twitter, atau Koprol, terbentuk pula banyak sub komunitas di dalamnya. Di Twitter misalnya, para penggemar @fiksimini sering berkumpul. Ada pula komunitas pecinta budaya seperti @kopdarbudaya yang sebulan sekali sering ngobrol ngalur ngidul hingga malam. Di Facebook, komunitas terbentuk dari banyak Facebook Page dan Facebook Groups. Di Kaskus bahkan ada sub komunitas Kaskus regional yang kerap kali berkumpul dan beraktivitas <em>offline </em>bersama.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4453" title="meetups theory 4" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-4.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Umumnya komunitas virtual ini bebas dimasuki siapa saja. Hanya saja, seperti biasanya, saat ada orang baru hendak ikut serta, nggak lalu membuatnya berani langsung aktif. Umumnya siklus bergabungnya seseorang dalam komunitas adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><em>Lurker</em><br />
Saat orang belum bergabung. Masih mengintip-intip para komunitas ini biasanya mengerjakan apa ya?</li>
<li><em>Novice</em><br />
Saat pertama kali bergabung. Mungkin suaranya belum banyak terdengar, tapi setidaknya beberapa anggota 	komunitas sudah mengenalnya.</li>
<li><em>Regular</em><br />
Sudah menjadi anggota biasa. Aktif, cukup dipercaya, dan sering berbagi, sehingga anggota lain pun senang dengan keberadaannya.</li>
<li><em>Leader</em><br />
Saat ia menjadi panutan para anggota komunitas lainnya. Ia sangat dipercaya, jujur, otentik, aktif berinteraksi, selalu konsisten dalam setiap tindakan. Untuk mencapai tahap ini jelas butuh waktu lama, karena tidak mungkin mendapatkan 	kepercayaan secara instan dari para anggota lainnya.</li>
<li><em>Elder</em><br />
Saat seseorang mulai jenuh dengan komunitas yang sudah digelutinya. Bisa jadi ia mulai punya perubahan pandangan. Bisa jadi anggota komunitas sudah sangat besar dan ia mulai tidak merasa nyaman dan aman di dalamnya.</li>
</ol>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4451" title="meetups theory 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-2.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Bergabung di sebuah komunitas itu menyenangkan. Bisa jadi akan punya teman baru, relasi bisnis baru, kesempatan baru. Yang perlu diingat adalah, di komunitas manapun kita bergabung, bersikaplah yang jujur dan otentik, agar orang pun percaya dengan kita dan mau menerima kita bergabung dalam komunitasnya.</p>
<p>Tulisan ini juga merupakan rangkuman berbagi cerita di hari Jumat, 27 Mei 2011 kemarin saat ulang tahun pertama FreSh Surabaya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4452" title="meetups theory 3" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-3.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/30/sedikit-cerita-tentang-komunitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang Saling Silang!</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/26/selamat-datang-saling-silang/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/26/selamat-datang-saling-silang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 May 2011 06:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[ngerumpi]]></category>
		<category><![CDATA[politikana]]></category>
		<category><![CDATA[research]]></category>
		<category><![CDATA[salingsilang]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4441</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yang kurang di ranah <em>social media </em>Indonesia adalah kemampuan melacak kejadian yang terjadi saat ini di ranah digital Indonesia. Sangat beruntung memang, ketika dulu akhirnya Twitter meluncurkan <em>trending topic </em>versi kota Jakarta dan Bandung. Kita bisa dapat bayangan apa sih yang ramai dibicarakan di Twitter saat itu secara bersamaan. Sayangnya yang bisa diambil datanya hanya sebatas tren saat itu. Tidak ada API Twitter yang memungkinkan pengembang untuk mengelaborasi data tren itu lebih jauh.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/05/salingsilangdotcom.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Satu hal yang kurang di ranah <em>social media </em>Indonesia adalah kemampuan melacak kejadian yang terjadi saat ini di ranah digital Indonesia. Sangat beruntung memang, ketika dulu akhirnya Twitter meluncurkan <em>trending topic </em>versi kota Jakarta dan Bandung. Kita bisa dapat bayangan apa sih yang ramai dibicarakan di Twitter saat itu secara bersamaan. Sayangnya yang bisa diambil datanya hanya sebatas tren saat itu. Tidak ada API Twitter yang memungkinkan pengembang untuk mengelaborasi data tren itu lebih jauh.</p>
<p>Ada pula situs pendukung seperti <a href="http://trendistic.com " target="_blank">Trendistic</a>. Situs ini melacak <em>keyword </em>yang kita inginkan, lalu mencarinya di Twitter Search. Datanya lalu diolah dan ditampilkan dalam bentuk grafis. Kelemahannya, sekedar memasukkan <em>keyword </em>tanpa konteks juga tidak memberikan arti banyak. Lagi pula data Trendistic dibatasi pada limit API Twitter Search sendiri, yang hanya melacak 1.500 tweet terakhir dengan <em>keyword </em>tersebut.</p>
<p>Alternatif lain untuk melacak percakapan di Indonesia (yang bisa dibilang lebih elaboratif) adalah <a href="http://salingsilang.com" target="_blank">salingsilang.com</a>, yang baru saja resmi diluncurkan kemarin (ini resminya ya, kalau nggak resminya kayaknya sudah pernah diluncurkan berkali-kali sebelumnya). Di  situs ini kita bisa melihat <a href="http://salingsilang.com/tren/twitter" target="_blank">tren percakapan Twitter</a> di Indonesia per periode. Kita bisa yang sedang tren saat ini, hari ini, pekan ini, dan bulan ini. Arsip bulan-bulan sebelumnya, sampai Juni 2010 pun bisa kita lihat. Silangsilang.com membuat algoritma perhitungannya sendiri kapan sebuah percakapan menjadi tren. Menariknya pula, salingsilang.com memiliki tim editorialnya sendiri yang langsung membahas kenapa percakapan ini sempat menjadi tren.<a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/salingsilangdotcom.jpg"></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/salingsilangdotcom.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4442" title="salingsilang" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/salingsilangdotcom.jpg" alt="" width="530" /></a></p>
<p>Salingsilang.com juga menjaring dan mengaktegorikan <a href="http://blogdir.salingsilang.com " target="_blank">blog di Indonesia</a>. Melalui direktori blog ini, kita bisa dengan cepat tahu blog mana saja yang membahas kuliner, teknologi, sastra, politik, dll. Sepertinya pengkategorian blog ini masih perlu diperbaiki, karena ternyata ada sekitar 9.000-an blog masih terdaftar di kategori umum, dan belum dimasukkan ke kategori yang lebih relevan. Hal lain yang menarik dari direktori blog ini adalah upaya salingsilang.com untuk merangkum hal-hal apa saja yang lagi ramai dibahas di blog dan menampilkannya dalam <a href="http://salingsilang.com/tren/blog" target="_blank">grafik tren</a>.</p>
<p>Upaya lain yang sudah dilakukan salingsilang.com adalah membuat direktori Facebook Page di Indonesia. Bulan lalu blog ini sempat membuat infografis tentang <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/?s=infografis" target="_blank"><em>brand </em>Indonesia</a> yang telah memanfaatkan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/?s=infografis" target="_blank">Facebook Page</a>. Â Terima kasih juga untuk salingsilang.com yang akhirnya membuatkan direktori ini sehingga memudahkan pencarian data pengguna Facebook Page Indonesia. Bagi Anda yang punya dan merasa belum dimasukkan, silakan kirimkan saja informasinya<a href="http://fbdir.salingsilang.com/submission" target="_blank"> ke sini</a>.</p>
<p>Hal lain yang ditunggu-tunggu adalah fitur <a href="http://indeks.salingsilang.com/">Indeks salingsilang.com</a> yang saat ini belum dirilis. Katanya indeks ini akan membantu memonitor percakapan yang terjadi seputar <em>brand </em>atau topik. Bentuknya seperti apa? Belum tahu. Kita tunggu saja ya.</p>
<p>Berikut ini salindia presentasi <a href="http://twitter.com/enda" target="_blank">Enda</a>, tentang salingsilang.com, di perhelatan Mobile Monday dua  minggu lalu. Mudah-mudahan bisa memberikan gambaran data-data apa saja yang kini dilacak oleh situs ini.</p>
<p><object id="__sse7894357" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=salingsilang-socmed-id-report-q12011-110509080639-phpapp01&#038;stripped_title=indonesia-social-media-landscape-q1-2011-2nd-salingsilangcom-report&#038;userName=salingsilang" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed name="__sse7894357" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=salingsilang-socmed-id-report-q12011-110509080639-phpapp01&#038;stripped_title=indonesia-social-media-landscape-q1-2011-2nd-salingsilangcom-report&#038;userName=salingsilang" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/26/selamat-datang-saling-silang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memutuskan Menjadi Seorang Buzzer</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/04/04/memutuskan-menjadi-seorang-buzzer/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/04/04/memutuskan-menjadi-seorang-buzzer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 14:48:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[influencer]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4280</guid>
		<description><![CDATA[Dulu masa blog masuk masa popularitas, bisa terhitung dengan jari siapa saja yang terlihat sebagai <em>influencer </em>utamanya. Waktu itu <em>brand </em>meminta bantuan para blogger untuk menuliskan artikel dengan memuat informasi <em>brand </em>sebagai bagian dari tulisannya. Sekarang di eranya Twitter merajalela, peran individu yang menjadi <em>influencer/buzzer/rainmaker/catalyst/</em>apapun namanya melebar. Bisa dibilang, banyak kesempatan menjadi seorang <em>buzzer </em>di ranah Twitter. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/04/bee.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/04/bee.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4281" title="buzzer" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/04/bee-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Dulu masa blog masuk masa popularitas, bisa terhitung dengan jari siapa saja yang terlihat sebagai <em>influencer </em>utamanya. Waktu itu <em>brand </em>meminta bantuan para blogger untuk menuliskan artikel dengan memuat informasi <em>brand </em>sebagai bagian dari tulisannya. Sekarang di eranya Twitter merajalela, peran individu yang menjadi <em>influencer/buzzer/rainmaker/catalyst/</em>apapun namanya melebar. Bisa dibilang, banyak kesempatan menjadi seorang <em>buzzer </em>di ranah Twitter. Tidak harus menjadi selebriti yang punya puluhan ribu hingga jutaan <em>follower</em>, seorang individu yang tidak kita kenal sebelumnya asalkan punya karakteristik tweet yang khas dan punya <em>follower </em>yang loyal, bisa menjadi seorang <em>buzzer</em>.</p>
<p>Tidak ada rumus pasti bagaimana menjadi seorang <em>buzzer </em>yang baik. Tidak ada sekolahnya, tidak ada kuliahnya, dan yang jelas tidak ada aturan main bakunya. Namun saat seorang <em>buzzer </em>terikat kontrak kerja sama dengan sebuah <em>brand</em>, maka tentu ada kewajiban yang harus ia lakukan. Menginformasikan program kampanye sebuah <em>brand </em>tanpa si <em>buzzer </em>harus kehilangan karakter aslinya di ranah Twitter.  Antara susah dan mudah. Antara memberikan benefit bagi diri sendiri dan tidak kehilangan <em>follower </em>yang susah payah diraihnya.</p>
<p>Mungkin beberapa pertimbangan berikut perlu dipikirkan sebelum seorang pengguna Twitter sebelum memutuskan menjadi seorang <em>buzzer</em>:</p>
<ul>
<li>Tidak semua 	<em>brand </em>cocok dengan diri kita. Bisa jadi ada <em>brand </em>yang 	mendekati kita karena kita punya jumlah <em>follower </em>yang luar 	biasa banyak. Cek dulu, karakteristik <em>follower </em>kita seperti 	apa sih. Biasanya kita menulis tweet seperti apa yang sering di-RT 	oleh mereka? Lalu apa sih yang biasa kita tweet sehari-hari? Kalau 	biasanya kita menulis tweet tentang sesuatu yang <em>fun </em>di mata 	remaja, pastinya kurang nyambung dong kalau akhirnya kita menjadi 	<em>buzzer </em>sebuah <em>brand </em>sabun cuci.</li>
<li>Kemaslah tweet 	dalam bahasa yang sesuai karakter kita. Jangan hilangkan itu agar 	<em>follower </em>kita pun tetap menikmati tweet yang kita buat, meski 	itu bersifat <em>soft selling </em>terhadap sebuah <em>brand</em>. Kalau 	kita pandai meramu kata-kata setiap harinya atau pandai menggombal, 	misalnya, maka susunlah pesan yang ingin disampaikan <em>brand</em> dalam kata-kata tersebut.</li>
<li>Jangan terima 	<em>brief </em>apa adanya dari <em>brand </em>atau <em>agency </em>yang 	mewakilinya. Kita lebih mengenal karakter <em>follower </em>kita 	daripada mereka. Beranikan diri untuk mengajukan usulan penyampaikan 	pesan tweet yang kita anggap lebih elegan dan lebih mudah diterima 	oleh <em>follower </em>kita.</li>
<li>Terkadang ada 	<em>brand </em>yang meminta kita menuliskan tweet pada jam tertentu 	dengan jumlah 3 tweet per hari, misalnya. Kesepakatan dengan <em>brand </em>memang hanya mewajibkan kita menulis 3 tweet per hari, tapi coba 	kita tanyakan ke diri sendiri, apakah hanya dengan 3 tweet per hari, 	suatu pesan yang bersifat <em>soft selling</em> bisa tertanam di benak 	<em>follower </em>kita? Sebagai <em>buzzer</em> kita punya andil 	menyukseskan kampanye <em>brand</em>. Kalau menurut kita, kesuksesan 	pesan lebih bisa dicapai kalau tweet harus disampaikan dalam jumlah 	lebih banyak, namun dengan cara yang sangat halus, ya kenapa tidak 	kita tawarkan solusi itu ke <em>brand</em>?</li>
<li>Saat menjadi 	seorang <em>buzzer</em>, kita membangun percakapan dengan <em>follower </em>kita. Kita membangun <em>teaser</em>, cerita, dan puncak 	penyampaian pesan, yang menjadi kesatuan utuh.<em> </em>Pesan sebuah 	<em>brand </em>tidak bisa disamakan dengan iklan baris sebuah situs 	berita, yang sekedar menyelipkan tweet sponsor di antara setiap 	tweet percakapan kita.</li>
<li>Sebagai 	seorang <em>buzzer</em>, kita juga menjadi semacam <em>brand 	ambassador</em>. Artinya, kita perlu kenal dengan produk <em>brand </em>itu. Kita pernah merasakannya, atau ingin sekali mencobanya. 	Kalau kita pernah mencobanya, tentu akan mudah kita membagikan 	pengalaman ini kepada orang lain. Kita bisa berbagi cerita mengapa 	produk <em>brand </em>ini bisa bermanfaat bagi <em>follower </em>kita. 	Kalau memang produk <em>brand </em>ini belum pernah kita coba, 	setidaknya kita bisa mengajak <em>follower </em>kita untuk sama-sama 	berbagi imajinasi seandainya produk itu kita pegang.</li>
<li>Inti menjadi 	seorang <em>buzzer </em>adalah menjadi pencerita. Jangan bercerita 	dengan subjek diri kita sendiri. Jangan pamer foto kita mencoba 	sebuah produk dengan kita yang menjadi fokus utamanya. Kita tentu 	ingin <em>follower </em>kita merasakan apa yang kita rasakan. Jadi, 	berikanlah sebuah cerita yang memang menarik untuk orang lain.</li>
<li>Seorang <em>buzzer </em>yang sukses pasti sering kebanjiran pesanan dari banyak <em>brand</em>. 	Kita perlu membatasi diri juga, jangan sampai separuh dari isi tweet 	kita adalah pesan produk. <em>Follower </em>pun lama-lama akan muak. 	Aturlah kemampuan diri sendiri (dan lihat kadar kemuakan <em>follower</em>)<em> </em>dan berani berkata tidak, kalau memang itu akan membuat karakter 	diri kita hilang karenanya.</li>
</ul>
<p>Pengalaman diri sebagai seorang <em>buzzer </em>memang belum banyak sih, namun mudah-mudahan ini bisa menjadi masukan untuk rekan-rekan kalau seandainya nanti ada pihak <em>brand </em>atau <em>agency </em>yang mewakilinya mendekati Anda.</p>
<p>Kredit foto: <a href="http://www.flickr.com/photos/wheatfields/116809985/" target="_blank">net_efekt</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/04/04/memutuskan-menjadi-seorang-buzzer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My Story</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/29/my-story/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/29/my-story/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 00:34:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[competition]]></category>
		<category><![CDATA[ef]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4267</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama rasanya nggak mendengar ada kontes blog. Kebanyakan kontes daring belakangan ini hanya ada di Twitter dan Facebook. Kebanyakan berupa kuis. Kalaupun bukan kuis, ajang pemilihannya berdasarkan popularitas (seperti <em>vote </em> atau <em>likes</em>), yang tidak menentukan kualitas sesungguhnya dari sebuah konten.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/03/efenglishfirst.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/03/efenglishfirst.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4268" title="efenglishfirst" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/03/efenglishfirst.jpg" alt="" width="530" /></a><br />
Sudah lama rasanya nggak mendengar ada kontes blog. Kebanyakan kontes daring belakangan ini hanya ada di Twitter dan Facebook. Kebanyakan berupa kuis. Kalaupun bukan kuis, ajang pemilihannya berdasarkan popularitas (seperti <em>vote </em> atau <em>likes</em>), yang tidak menentukan kualitas sesungguhnya dari sebuah konten.</p>
<p>Beberapa minggu lalu yang aktif di Twitter pasti pernah membaca tagar #mystory, sebuah cerita di Twitter yang mengajak orang untuk berbagi imajinasi apa yang akan terjadi pada diri kita 20 tahun mendatang. Terlalu pendek memang kalau sekedar diceritakan melalui 140 karakter, sementara imajinasi kita pasti jauh lebih luas daripada itu.</p>
<p>#mystory bukanlah ajang kontes Twitter, melainkan kontes menulis blog (yang rasanya sudah lama tidak ada). Kontes ini disponsori oleh <a href="http://www.englishfirst.co.id/" target="_blank">English First</a>. Â Silakan mampir ke <a href="http://bit.ly/EFmystory">http://bit.ly/EFmystory</a>, dan baca aturan mainnya. Akan ada 1 (satu) iPad untuk satu pemenang favorit. Lalu jurinya (penulis blog ini dan <a href="http://venus-to-mars.com/ " target="_blank">Simbok Venus</a> juga akan memilih 16 (enam belas) tulisan terbaik yang berhak mendapatkan hadiah keren lainnya dari EF.  Batas pengiriman terakhir adalah tanggal 31 Maret 2011, yakni 2 hari lagi!</p>
<p>Lalu apa yang perlu Anda tuliskan? Bebas. Apapun tak ada batasan. Tentunya asalkan mengikuti syarat dan ketentuannya ya. Anda bisa berimajinasi tentang kota seperti apa yang akan Anda tinggali 20 tahun mendatang. Anda juga bisa membayangkan keluarga seperti apa yang Anda cita-citakan 20 tahun mendatang. Atau Anda bisa bermimpi menjadi seoang figur politik berpengaruh yang mensejahterakan bangsa ini 20 tahun mendatang.</p>
<p>Anda bisa pula video interaktif dari English First ini di <a href="http://www.this-is-my-story.com/ " target="_blank">tautan ini</a>. Silakan Anda unggah foto dan lengkapi data diri, maka video akan menayangkan kesuksesan yang mungkin Anda akan dapatkan dalam waktu 20 tahun mendatang.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut tentang kontes ini (dan tentunya pengumumannya), jangan lupa untuk pantau terus <a href="http://www.twitter.com/EF_EnglishFirst" target="_blank">@EF_EnglishFirst</a> ya!</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/11/ef1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3829" title="ef1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/11/ef1.jpg" alt="" width="530" height="753" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/29/my-story/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghargai Karya Orang Lain</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/17/menghargai-karya-orang-lain/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/17/menghargai-karya-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 10:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[photography]]></category>
		<category><![CDATA[piracy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4226</guid>
		<description><![CDATA[Saat konten disebar secara digital, memang menjadi sangat rawan untuk dibajak. Kita sudah tahu lah ya tentang lagu-lagu yang dibajak di ranah daring. Saat musisi mengeluarkan album barunya, nggak lama album dengan seluruh lagunya dalam format MP3 bisa ditemukan dengan mudah di jagad maya. Hal yang sangat mudah dilakukan oleh setiap orang yang sudah kenal dengan internet.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/03/piracy.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/03/piracy.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4227" title="piracy" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/03/piracy-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Saat konten disebar secara digital, memang menjadi sangat rawan untuk dibajak. Kita sudah tahu lah ya tentang lagu-lagu yang dibajak di ranah daring. Saat musisi mengeluarkan album barunya, nggak lama album dengan seluruh lagunya dalam format MP3 bisa ditemukan dengan mudah di jagad maya. Hal yang sangat mudah dilakukan oleh setiap orang yang sudah kenal dengan internet.</p>
<p>Tidak hanya lagu, konten berupa foto dan tulisan pun rawan untuk dibajak. Sejak pertama kali ngeblog hingga sekarang, blogger pelaku <em>copy paste (copas) </em>selalu ada. Kebanyakan umumnya adalah blogger baru (yang mungkin belum tahu), yang lalu menyadur apa adanya tulisan dari blog atau portal lain, dan menaruhnya persis (atau hampir persis) di blog miliknya. Mereka bahkan tidak mencantumkan sumber aslinya, sehingga seakan-akan tulisan itu adalah tulisan karyanya sendiri. Simak tulisan Devi di <a href="http://www.devieriana.com/2011/03/tentang-copy-edit-paste-itu/" target="_blank">blognya</a> yang telah menjadi korban <em>copas</em>.</p>
<p>Bahkan bila seseorang mencantumkan sumber aslinyapun tidak berarti itu tindakan yang benar. Saat menyadur tulisan, cek ketentuan yang berlaku di situs atau blog sumber tulisan tersebut. Kalau memang tidak diizinkan oleh penulisnya, ya jangan dilakukan.</p>
<p>Lalu mungkin Anda bertanya, melakukan <em>copas </em>kan tidak melanggar hukum? Kalau ketahuan juga nggak akan diapa-apakan. Sebenarnya itu sudah terjadi pelanggaran hukum, hanya saja biasanya korban <em>copas </em>malas mengadukannya, karena membuang waktu. Namun bukan berarti pelaku <em>copas </em>akan bebas nyaman. Tekanan sosial pasti akan selalu ada. Ada banyak teman-teman di ranah daring yang sangat peduli dengan hal ini. Bersiaplah, karena pelaku <em>copas </em>akan mendapat kritikan, ejekan, hingga mungkin makian dari pelaku <em>online </em>lainnya.</p>
<p>Kasus rentan pembajakan lainnya adalah foto. Terkadang untuk tulisan blog (atau bahkan untuk kepentingan komersial), kita membutuhkan visual. Lalu dengan entengnya kita mencari di Google Images. Banyak sih yang pasti kita dapat. Hanya saja kita umumnya tidak pernah mengecek dulu sumber gambar aslinya, dan ketentuan yang berlaku terhadap gambar itu. Ada yang mengizinkan kita mengambil gambar itu dengan menyebutkan sumber aslinya. Ada yang tidak mengizinkannya sama sekali. Kalau mau lebih aman, silakan cari gambar di <a href="http://flickr.com/search/advanced" target="_blank">Flickr</a>,Â lalu pilih opsi Creative Commons di bagian bawah. Pastikan gambar yang kita pakai itu bebas pakai atau tidak. Atau kalau punya modal berlebih, silakan beli dari situs-situs yang menjual <em>stock</em> foto.</p>
<p>Ada lagi konten video. Belakangan ini semakin banyak stasiun televisi lokal yang mengambil konten acaranya dari YouTube. Nggak ada yang salah dengan itu, asalkan stasiun televisi itu menyebutkan kredit pengunggahnya. Jangan menyebutkan sumber video dari YouTube atau Vimeo, karena itu nggak ada bedanya dengan menyebutkan nara sumber sebuah <em>talk show </em>adalah seorang manusia (ya pasti manusia kan?). Sebut kredit <em>nickname</em> atau nama lengkap pengunggah atau pembuat video aslinya. Mereka kan juga butuh mendapatkan atribusi kalau karyanya sampai ditayangkan oleh media lain.</p>
<p>Mari kita biasakan mulai menghargai karya orang lain. Kalau dalam setiap tulisan kita ada pemikiran/referensi orang lain, sebutkan dan berikanlah ia atribusi. Tanpa dia, bisa jadi tulisan kita malah akan jadi kosong, atau malah mungkin tidak ada sama sekali. Setiap foto/gambar yang kita tayangkan, kalau memang kita tahu pembuatnya, sebutkan nama dan tautannya. Tunjukkan kalau kita memang menghargai karya orang itu.</p>
<p>Kredit foto: <a href="http://www.flickr.com/photos/33692920@N05/3769651333/" target="_blank">Emberflylayouts</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/17/menghargai-karya-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budi, Kebun, Foto, dan Putri Yang Ditukar</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/02/21/budi-kebun-foto-dan-putri-yang-ditukar/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/02/21/budi-kebun-foto-dan-putri-yang-ditukar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 17:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[batavia]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4174</guid>
		<description><![CDATA[Hidup di <em>social media </em>nggak melulu harus dibawa serius. Kadang boleh serius, demi pencitraan diri hihihi... Namun kalau semua dibawa serius, nggak asyik juga dong. Bahkan terkadang dengan guyon atau satir pun, pesan yang dibawakan bisa berhasil kok. Nah, ada banyak banget sebetulnya yang lucu dan nggak serius di dunia <em>social media </em>Indonesia, namun dipilih yang baru-baru saja ya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/02/putriyangditukar.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Hidup di <em>social media </em>nggak melulu harus dibawa serius. Kadang boleh serius, demi pencitraan diri hihihi&#8230; Namun kalau semua dibawa serius, nggak asyik juga dong. Bahkan terkadang dengan guyon atau satir pun, pesan yang dibawakan bisa berhasil kok. Nah, ada banyak banget sebetulnya yang lucu dan nggak serius di dunia <em>social media </em>Indonesia, namun dipilih yang baru-baru saja ya.</p>
<p><strong><a href="http://www.facebook.com/KoinYangDitukar" target="_blank">Gerakan Koin Untuk Artis Putri Yang Ditukar</a></strong></p>
<p>Ada yang muak, ada yang benci, ada pula yang jadi penggemar fanatiknya. Namun jujur saja, memutar sinetron dengan cerita yang itu-itu saja selama 4 jam setiap harinya, dengan gaya cerita diulur-ulur, pastilah bikin muak banyak orang (meski tetap saja sih akan selalu ada penggemarnya). Nah, Facebook Public Profile ini menampung baik keluhan maupun dukungan terhadap sinteron ini.  Silakan mampir dan sampaikan pendapat kalian tentang sinetron ini (ataupun sinetron Indonesia pada umumnya) di Facebook Public Profile ini. Silakan berargumen yang positif ya!</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/02/putriyangditukar.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4175" title="putriyangditukar" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/02/putriyangditukar.jpg" alt="" width="530" /></a></p>
<p><strong><a href="http://fuckyeahbudi.tumblr.com/" target="_blank">Fuck Yeah Budi</a></strong></p>
<p>Ternyata punya akun Twitter dengan nama generik ada nggak enaknya. Sering banget disebut oleh orang lain, padahal orang tersebut nggak kenal dengan pemilik akunnya. Begitulah nasib seorang pengguna Twitter lama, <a href="http://twitter.com/budi" target="_blank">@budi</a>, yang dapat rejeki salah <em>mention </em>terus-menerus. Ia lalu mengumpulkan semua tweet di dalam blog tumblr-nya.</p>
<p><strong><a href="http://fuckyeahmahasiswa.tumblr.com" target="_blank">Fuck Yeah Mahasiswa</a></strong></p>
<p>Pemilik blog tumblr ini juga memegang akun Twitter <a href="http://twitter.com/yeahmahasiswa" target="_blank">@yeahmahasiswa</a>. Blog ini berisikan kumpulan cerita seputar dunia mahasiswa. Kalau ada yang tertarik untuk ikut mengirimkan cerita, monggo loh.</p>
<p><strong><a href="http://twitter.com/jktberkebun" target="_blank">Jakarta Berkebun</a></strong></p>
<p>Siapa yang nggak merasa sumpek hidup di Jakarta sih? Pasti ingin Jakarta terlihat lebih hijau. Nggak usah menunggu Dinas Pertamanan untuk mewujudkan itu. Jakarta Berkebun mengajak berkebun di akhir minggu dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong yang tidak terpakai. Kebetulan hari Minggu ini, teman-teman melakukan aksi berkebun di Springhills, Kemayoran. Ikuti <a href="http://www.facebook.com/pages/JktBerkebun-Jakarta-Berkebun/134428176607883" target="_blank">Facebook Public Profile</a>-nya pula untuk info berkebun selanjutnya.</p>
<p><strong><a href="http://www.mysteryofbatavia.com/" target="_blank">Mystery of Batavia</a></strong></p>
<p>Meski belum semua fitur lengkap ada, tapi <em>teaser</em>-nya patut disimak. Situs ini mencoba mengenalkan <em>heritage </em>kota Jakarta, dengan menceritakan kisah-kisah masa lalu Batavia dari sudut pandang seseorang yang hidup di masa kini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/02/mysteryfbatavia.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4176" title="mysteryfbatavia" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/02/mysteryfbatavia.jpg" alt="" width="530" /></a></p>
<p><strong><a href="http://groups.google.com/group/fotodroids" target="_blank">Milis Fotodroids</a></strong></p>
<p>Kalau para pengguna iPhone asyik berat dengan aplikasi Instagram-nya, para pengguna Android sebetulnya pun punya aplikasi foto serupa. Ada Retro Camera, PicPlz, Vignette, Camera 360, dll. Milis Fotodroids dikelola oleh pengguna ponsel Android lokal yang doyan fotografi. Setiap harinya, para anggota milis aktif berbagi pengalaman foto mereka serta tips cara melakukannya.</p>
<p><strong><a href="http://ngupingteknologi.tumblr.com/" target="_blank">Ngutek</a></strong></p>
<p>Blog ini sebenarnya sudah lama ada, tapi sayang kalau nggak disebut di sini, soalnya lucu banget sih. Isinya kejadian-kejadian nyata seputar teknologi yang didengar para pengirimnya. Kalau pernah baca <a href="http://ngupingjakarta.blogspot.com/" target="_blank">Nguping Jakarta</a>,Â nah ini mirip, hanya saja lebih erat unsur teknologinya.</p>
<p>Mungkin teman-teman punya tautan menarik dan lucu lainnya? Awas ya, jangan promosi diri (kecuali kalau memang yang dipromosikan lucu banget).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/02/21/budi-kebun-foto-dan-putri-yang-ditukar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shoebox Project: Berbagi Manfaat Bagi Orang Lain</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/01/28/shoebox-project-berbagi-manfaat-bagi-orang-lain/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/01/28/shoebox-project-berbagi-manfaat-bagi-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2011 00:46:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4145</guid>
		<description><![CDATA[Dunia Twitter tidak hanya untuk mencari teman baru, tidak hanya untuk menemukan pengetahuan baru, tidak hanya untuk mendengarkan isu politik negara, namun dunia Twitter bisa pula dipakai untuk berbagi aktivitas kegiatan sosial. Semua orang pasti tahu bagaimana Twitter bisa dimanfaatkan penghuninya sebagai medium pengkoordinasian sumbangan saat bencan<a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/11/18/aksi-sosial-di-ranah-daring/" target="_blank">a Merapi dan Mentawai</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/01/shoeboxproject.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Dunia Twitter tidak hanya untuk mencari teman baru, tidak hanya untuk menemukan pengetahuan baru, tidak hanya untuk mendengarkan isu politik negara, namun dunia Twitter bisa pula dipakai untuk berbagi aktivitas kegiatan sosial. Semua orang pasti tahu bagaimana Twitter bisa dimanfaatkan penghuninya sebagai medium pengkoordinasian sumbangan saat bencan<a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/11/18/aksi-sosial-di-ranah-daring/" target="_blank">a Merapi dan Mentawai</a>.</p>
<p>Salah satu kegiatan di Twitter yang sayangnya belum terlalu terdengar, tapi ternyata punya kontribusi yang cukup besar dalam kegiatan sosial adalah Shoebox Project. Â Beberapa orang menggagas kegiatan ini untuk mengingatkan kalau selalu ada hak orang lain di dalam pendapatan kita. Mereka mengingatkan kita untuk bisa stop acuh dan mulai peduli bagi orang lain.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/01/shoeboxproject.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4146" title="shoeboxproject" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/01/shoeboxproject.jpg" alt="" width="530" /></a></p>
<p>Setiap bulannya Shoebox Project membuat program kegiatan sosial yang berbeda. Mereka banyak memfokuskan diri untuk membantu panti dan sekolah non formal. Dukungan bisa berupa sumbangan dana maupun tenaga. Hal yang menyenangkannya adalah, ternyata meski minim publikasi, dukungan yang datang tetap banyak. Mereka biasanya menentukan target sumbangan per bulan, dan biasanya yang terjadi jauh lebih besar daripada itu. Sumbangan sukarelawan saat ke lokasi pun ternyata suka melebihi ekspektasi, sehingga nggak jarang pengurus Shoebox Project yang akhirnya membatasinya.</p>
<p>Untuk bulan Februari ini, tema yang mereka angkat adalah â€œ<em><a href="http://shoeboxproject.wordpress.com/2011/01/15/shoebox-project-6-creating-family/" target="_blank">Creating Family</a></em>.â€Â Di kegiatan ini, mereka akan melibatkan kakek dan nenek dari Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia dan anak-anak Panti Asuhan Adinda, yang keduanya berlokasi di Cengkareng. Mereka akan dipertemukan sambil melakukan aktivitas bersama. Untuk yang mau berpartisipasi menyumbang dana, silakan kunjungi <a href="http://shoeboxproject.wordpress.com/ " target="_blank">blog Shoebox Project</a> atau kontak via <a href="mailto: shoeboxprojects@gmail.com" target="_blank">email</a>. Atau ikuti aktivitas mereka di <a href="http://twitter.com/shoeboxproject" target="_blank">Twitter</a>.</p>
<p>Seperti diceritakan dalam beberapa tulisan terdahulu, banyak cara untuk melakukan kontribusi konten positif melalui Twitter. Tinggal keniatan hati untuk melakukan apa yang kita bisa dan kita sukai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/01/28/shoebox-project-berbagi-manfaat-bagi-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

