<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Ide &#187; facebook</title>
	<atom:link href="http://media-ide.bajingloncat.com/tag/facebook/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-ide.bajingloncat.com</link>
	<description>Where Indonesia's online branding, social media, and creativity is talked about</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 14:52:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Meraba-raba Tahun 2012</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/30/meraba-raba-tahun-2012/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/30/meraba-raba-tahun-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 23:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[infographic]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4838</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang kira-kira terjadi di ranah digital dan <em>social media </em>Indonesia ya di tahun 2012? Boleh dong kalau kita coba-coba memprediksi? Tidak akan tahu sih akan benar terjadi atau tidak, namun setidaknya kalau benar terjadi, kita bisa lebih siap menghadapinya. Yang akan diprediksi kali ini hanya 3 hal, yakni Facebook, Twitter, dan <em>mobile </em>Indonesia di tahun 2012.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-0.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Apa yang kira-kira terjadi di ranah digital dan <em>social media </em>Indonesia ya di tahun 2012? Boleh dong kalau kita coba-coba memprediksi? Tidak akan tahu sih akan benar terjadi atau tidak, namun setidaknya kalau benar terjadi, kita bisa lebih siap menghadapinya. Yang akan diprediksi kali ini hanya 3 hal, yakni Facebook, Twitter, dan <em>mobile </em>Indonesia di tahun 2012.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-0.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4839" title="2012 prediksi 0" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-0.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Masihkah pengguna internet aktif di Facebook?</strong></p>
<p>Seperti kita ketahui, Facebook menjadi situs <em>social media </em>yang mendapat kunjungan tertinggi di Indonesia. Namun kenaikan pertumbuhannya sudah tidak sepesat tahun 2010. Awal Januari 2010 tercatat ada 15,3 juta pengguna Facebook dari Indonesia. Di akhir Desember 2010 jumlahnya meningkat 200% menjadi 31,7 juta pengguna. Di bulan Desember 2011 ini jumlahnya menjadi 40,8 juta, hanya naik 30%. Kenaikan ekstrim di tahun 2010 ini bisa jadi disebabkan saat operator telekomunikasi membuka gratis biaya data untuk mengakses situs Facebook melalui mobile (sekarang 73% pengguna internet mengaksesnya via mobile).</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4840" title="2012 prediksi 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Bisa dipastikan di tahun 2012 ini kenaikannya tidak akan setinggi tahun-tahun sebelumnya. Pengguna urban yang sudah lama menjadi pengguna Facebook sudah tak seaktif dulu lagi. Isu <em>privacy </em>bisa menjadi alasan utamanya, apalagi sejak dirilisnya tampilan Facebook <em>timeline</em>, yang membuat kita dengan mudah membaca status lama teman-teman kita.</p>
<p>Aktivitas <em>brand page </em>di 2012 pun pastinya tak seheboh dulu lagi. Cara-cara menggaet <em>fans </em>dengan mengimingi dengan kontes berhadiah <em>device </em>sudah tak lagi menarik. Karena pengguna Facebook sudah tahu kalau kemungkinan besar hadiah yang direbut akan jatuh direbut oleh para pemburu kuis, yang belum tentu loyal terhadap <em>brand</em>. Seharusnya <em>brand </em>sudah mulai memikirkan proses retensi konsumen (yang loyal dan pengguna <em>brand</em>), daripada terus mengakuisisi konsumen baru (yang hanya mau ikut <em>brand </em>kalau ada hadiah).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Masih ramaikah Twitter?</strong></p>
<p>Pengguna Twitter Indonesia kini melonjak pesat memang selama 2 tahun belakangan ini, meski tak seheboh Facebook. Yang membuat Twitter sempat ramai adalah saat para selebriti membuat akunnya di sini. Spontan banyak para <em>fans </em>yang ikutan mendaftar lalu mem-<em>follow</em>-nya. Selama 2011 ini kreatifitas pengguna Twitter bermunculan, dari maraknya akun anonim, semakin banyaknya para <em>expert </em>(atau merasa dirinya <em>expert</em>) bikin kultwit, hingga fenomena <em>buzzer </em>yang mempromosikan akun <em>brand </em>di Twitter.</p>
<p>Hal-hal baru itu memang menarik karena baru. Profesi <em>buzzer </em>bermunculan. Pengguna Twitter yang punya <em>follower </em>besar dibayar <em>brand </em>untuk mengkomunikasikan secara halus pesan-pesan <em>brand </em>melalui tweetnya. Tujuannya supaya <em>follower </em>tak merasakan itu sebagai materi iklan. Namun tentu saja hal itu tak bisa berlangsung terus-menerus, karena pola komunikasi itu semakin terlihat jelas. Pastinya di masa depan, orang sudah pintar membedakan mana tweet berbayar dan mana yang tidak. Orang lebih bisa memfilter pesan apa yang ingin diterimanya, jadi belum tentu cara penyampaian pesan oleh <em>buzzer </em>kemarin akan tetap bisa efektif di masa depan.</p>
<p>Mirip dengan Facebook, di Twitter pun banyak pemburu kuis. Pada saat masa kuis berlangsung, mereka mem-<em>follow brand</em>, lalu meng-<em>unfollow</em>-nya lagi pasca kuis. <em>Brand </em>seharusnya mulai memikirkan cara untuk lebih memanfaatkan Twitter untuk sarana pelayanan konsumen, bukan sekedar promosi. Untuk produk berbau teknologi dan kesehatan, Twitter seharusnya bisa menjadi media tanya jawab atau konsultasi yang menarik. Niscaya yang mem-<em>follow </em>akunnya adalah memang yang menggunakan produknya. Lagi pula untuk apa sih punya jumlah <em>follower </em>banyak kalau sebagian besar isinya tak berkualitas?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Mobile</strong></em><strong> adalah kunci</strong></p>
<p>Berdasarkan data Digital Consumen Nielsen Indonesia, saat ini ada 78% yang memiliki ponsel yang bisa terkoneksi ke internet, dan 38%-nya adalah <em>smartphone</em>. Diprediksi pula bahwa pada pertengahan tahun 2012 nanti penetrasi <em>smartphone </em>akan mencapai 67%. Pengakses internet via <em>mobile</em> akan semakin banyak, apalagi dengan kondisi kemacetan Jakarta yang akan masih parah di tahun 2012. Semakin macet, seharusnya semakin aktif orang berinternet dengan ponsel.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4841" title="2012 prediksi 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-2.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Semakin banyaknya pengguna <em>smartphone </em>berarti semakin besar peluang mengembangkan aplikasi berbasis lokasi. Banyak hal yang bisa dielaborasi dari sini, misalnya: diskon khusus saat masuk area tertentu, atau kontes berbasis <em>checkin</em>. <em>Checkin </em>tidak melulu harus menggunakan Foursquare atau Gowalla ya (karena popularitasnya toh sudah menurun), tapi bisa dilakukan langsung melalui aplikasi <em>mobile </em>Facebook.</p>
<p>Kalau dilihat dari OS ponsel yang mengakses internet, selama tahun 2011 ini pengguna tertinggi adalah Symbian (ponsel Nokia), diikuti oleh BlackBerry. Indonesia memang pasar besar bagi BlackBerry, meski kenyataannya yang diakses aktif oleh penggunanya hanya tiga: Facebook, Twitter, dan BBM. Nggak banyak yang mengakses aplikasi lain di luar itu.</p>
<p>Berbeda dengan pengguna OS Android dan iOS. Meski jumlahnya lebih sedikit, tapi mereka suka bereksperimen menginstalasi beragam aplikasi. Peluang <em>brand </em>untuk membuat aplikasi berbasis <em>mobile </em>sebaiknya mempertimbangkan faktor ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4842" title="2012 prediksi 4" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2012-prediksi-4.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Jangan lupakan pula pengguna <em>mobile </em>di daerah. Mereka banyak menggunakan ponsel <em>feature</em>, dan mereka mengakses Facebook. Meski sayangnya, akses Facebook via <em>mobile </em>lebih terbatas. Biasanya <em>brand </em>membuat aplikasi Facebook lalu ditanam sebagai <em>tab </em>di Facebook Page. Aplikasi semacam ini sayangnya tidak bisa dibaca oleh pengguna Facebook <em>mobile</em>, sehingga <em>brand </em>perlu memikirkan cara lain untuk berkomunikasi dengan mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain 3 hal di atas, apakah kalian punya prediksi-prediksi menarik lainnya seputar dunia <em>social media?</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/30/meraba-raba-tahun-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi 2011: Beberapa Statistik Social Media</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/28/refleksi-2011-beberapa-statistik-social-media/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/28/refleksi-2011-beberapa-statistik-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 06:31:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[linkedin]]></category>
		<category><![CDATA[mig33]]></category>
		<category><![CDATA[multiply]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4860</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini adalah tulisan terakhir Refleksi 2011 seputar <em>social media </em>di Indonesia. Kali ini, lebih ke data-data statistik yang sempat dikumpulkan hingga akhir 2011 (yang ketahuan ya). Data dikompilasi dari beragam sumber.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/2011-linkedin-2.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Tulisan ini adalah tulisan terakhir Refleksi 2011 seputar <em>social media </em>di Indonesia. Kali ini, lebih ke data-data statistik yang sempat dikumpulkan hingga akhir 2011 (yang ketahuan ya). Data dikompilasi dari beragam sumber.</p>
<p><strong>Facebook</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4862" title="2011 facebook 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4863" title="2011 facebook 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-2.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4864" title="2011 facebook 3" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-3.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4865" title="2011 facebook 4" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-4.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4866" title="2011 facebook 5" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-facebook-5.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>LinkedIn</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-linkedin-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4868" title="2011 linkedin 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-linkedin-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-linkedin-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4869" title="2011 linkedin 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-linkedin-2.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Twitter</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-twitter-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4872" title="2011 twitter 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-twitter-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Untuk data Twitter lebih lengkap, bisa juga cek salindia Saling Silang <a href="http://www.slideshare.net/salingsilang/indonesia-social-media-landscape-q1-2011-2nd-salingsilangcom-report" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p><strong>Kaskus</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-kaskus-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4867" title="2011 kaskus 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-kaskus-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Multiply</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-multiply-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4871" title="2011 multiply 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-multiply-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Mig 33</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-mig33-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4870" title="2011 mig33 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/2011-mig33-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Anda punya data menarik lainnya untuk dibagikan di sini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/28/refleksi-2011-beberapa-statistik-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi 2011: Yang Pernah Terjadi di Facebook</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/09/refleksi-2011-yang-pernah-terjadi-di-facebook/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/09/refleksi-2011-yang-pernah-terjadi-di-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 08:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[privacy]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4805</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya kan sempat disajikan tips-tips <em>brand </em>di Twitter. Nah di tulisan ini sekedar rekaman apa yang sempat terjadi di Facebook selama tahun 2011 (dan sebelumnya). Banyak hal yang bisa dilakukan di Facebook, selain hanya mencari teman lama dan melakukan koneksi ulang. Berikut ini adalah beberapa contohnya (bisa jadi masih banyak contoh lainnya ya):]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-sex-transaction.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Sebelumnya kan sempat disajikan tips-tips <em>brand </em>di Twitter. Nah di tulisan ini sekedar rekaman apa yang sempat terjadi di Facebook selama tahun 2011 (dan sebelumnya). Banyak hal yang bisa dilakukan di Facebook, selain hanya mencari teman lama dan melakukan koneksi ulang. Berikut ini adalah beberapa contohnya (bisa jadi masih banyak contoh lainnya ya):</p>
<p><em><strong>Games</strong></em></p>
<p>Ini sih jelas. Siapa sih yang nggak main <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/12/belajar-dari-sims-social/" target="_blank">Sims Social</a>, <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/07/02/irawan-pengembang-game-untuk-facebook-berjudul-ambrosia/" target="_blank">Ambrosia</a>, <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/09/18/menilik-kesuksesan-game-farmville/%20" target="_blank">Farmville</a>, Poker, dll di Facebook. Saking banyaknya pemain Indonesia, <em>game publisher </em>sebesar Zynga saja sampai bekerja sama dengan vendor lokal untuk penjualan <em>voucher </em>game-nya. Dengan <em>voucher </em>ini, pemain bisa membeli beragam <em>item </em>khusus.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-games.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4810" title="facebook tips - games" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-games.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><em><strong>Fun</strong></em></p>
<p>Facebook Page tidak selalu untuk hal yang serius. Ada yang menjadikannya sebagai “tempat bermain.” Ada beragam gerakan yang dibuat hanya untuk sekedar senang-senang belaka. Sejak Facebook mengizinkan <em>tag </em>terhadap nama Facebook Page, kreativitas penggunanya pun semakin merajalela. Lihat saja contoh Facebook Page “<a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/13/bermain-dengan-facebook-page/" target="_blank">Tapi semua berubah ketika negara api menyerang.</a>”</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-fun.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4809" title="facebook tips - fun" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-fun.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><em><strong>Competition</strong></em></p>
<p><em>Brand </em>melakukan banyak cara untuk menarik minat pengguna Facebook untuk me-<em>like </em>Facebook Page-nya. Salah satunya dengan menyelenggarakan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/04/11/kontes-daring-dan-para-pemburunya/%20" target="_blank">kompetisi berhadiah</a>. Para pemburu kuis pun ikut ramai dalam kompetisi ini. Semua peserta ingin merebu beragam hadiah <em>device </em>menarik dan canggih yang ditawarkan <em>brand</em>.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-competition.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4808" title="facebook tips - competition" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-competition.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><em><strong>Commerce</strong></em></p>
<p>Facebook juga bisa menjadi kanal penjualan baru bagi para UKM. Kalau dulu mereka membuat blog dan berjualan di sana, kini fasilitas Facebook lebih memudahkan mereka untuk menjalankan bisnis. Salah satunya misalnya kakak beradik <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/04/14/elle-jess-dua-bersaudari-pengelola-butik-online-gowigasa/" target="_blank">Elle dan Jess</a> yang membuka butik pribadinya khusus di Facebook.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-commerce.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4807" title="facebook tips - commerce" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-commerce.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><em><strong>Learning/Sharing</strong></em></p>
<p>Facebook juga menjadi tempat belajar. Beberapa Facebook Group dibuat untuk menjadi tempat berbagi ilmu pengetahuan. Sebut saja Social Media Strategist Club yang berisikan para pecinta <em>social media </em>yang sering berbagi tips dan trik, atau Tanya Jawab Islam yang menjadi tempat diskusi bersama ilmu-ilmu Islam.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-learning-sharing.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4811" title="facebook tips - learning sharing" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-learning-sharing.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><em><strong>Spamming &amp; BBM Contact Sharing</strong></em></p>
<p>Entah apa yang ada di pikiran mereka ya. Untuk beberapa pengguna Facebook, komentar-komentar di Facebook Page itu menjadi tempat beberapa orang untuk mempromosikan Pin BBM mereka. Sebegitu terbukanya orang-orang ini sampai mau membiarkan orang lain tak dikenal meng-<em>add</em>-nya di BBM. Tak jarang pula bisa ditemukan promosi pin BBM yang menjurus pada tindakan asusila.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-bbm.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4806" title="facebook tips - bbm" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-bbm.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a><em><strong></strong></em></p>
<p><em><strong>Sex Transaction</strong></em></p>
<p>Hal paling negatif yang bisa ditemukan di Facebook adalah munculnya beberapa Facebook Page dan Facebook Group yang menjadi tempat promosi kegiatan asusila. Ada yang dengan jelas mempromosikan nomor teleponnya, berharap bisa mendapatkan “langganan.” Entah apakah foto dan nama yang disebut di dalamnya adalah benar diunggah oleh pemiliknya ya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-sex-transaction.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4812" title="facebook tips - sex transaction" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/facebook-tips-sex-transaction.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Beragam fitur Facebook yang kaya sebetulnya bisa dimanfaatkan untuk menjadi kanal komunikasi yang efektif bagi individu atau kelompok. Facebook hanyalah berupa media. Tinggal bagaimana penghuninya mengisinya dengan konten positif atau negatif. Sekarang, mau pilih yang mana?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/09/refleksi-2011-yang-pernah-terjadi-di-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seberapa Banyak Teman Anda Sebenarnya?</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/29/seberapa-banyak-teman-anda-sebenarnya/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/29/seberapa-banyak-teman-anda-sebenarnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 01:10:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[friends]]></category>
		<category><![CDATA[research]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4779</guid>
		<description><![CDATA[Anda pasti punya teman Facebook yang banyak. Pasti lebih dari 500 orang yang Anda anggap sebagai teman di Facebook. Anda pasti punya <em>follower </em>di Twitter yang juga Anda <em>follow </em>balik. Jumlahnya pasti juga ratusan. Sudah jadi tren sejak era Friendster, kalau bergaul di <em>online</em> ya artinya akan bertemu dengan teman-teman baru. Mungkin demi pembuktian diri kalau seseorang itu eksis di <em>social media</em>, ada yang menyetujui permintaan permohonan teman di Facebook, siapapun dia, meskipun dia tak mengenalnya di dunia nyata.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/11/twitter-background-avatar-2.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/11/twitter-background-avatar-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4780" title="teman" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/11/twitter-background-avatar-2-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Anda pasti punya teman Facebook yang banyak. Pasti lebih dari 500 orang yang Anda anggap sebagai teman di Facebook. Anda pasti punya <em>follower </em>di Twitter yang juga Anda <em>follow </em>balik. Jumlahnya pasti juga ratusan. Sudah jadi tren sejak era Friendster, kalau bergaul di <em>online</em> ya artinya akan bertemu dengan teman-teman baru. Mungkin demi pembuktian diri kalau seseorang itu eksis di <em>social media</em>, ada yang menyetujui permintaan permohonan teman di Facebook, siapapun dia, meskipun dia tak mengenalnya di dunia nyata.</p>
<p>Apa sih arti “teman” sebenarnya? Apakah “teman” itu hanya sekedar status yang bisa ditunjukkan di Facebook? Ataukah “teman” punya makna lebih dari itu? Berapa persen dari teman Anda di Facebook yang masih Anda kontak di dunia nyata? Kalau Anda bisa bilang 10%-nya saja, sudah hebat banget. Lalu berapa banyak dari 10% itu yang benar-benar Anda kenal luar dan dalam, yang selalu berbagi cerita dengan Anda tentang beragam hal?</p>
<p>Facebook tahun lalu pernah membuat survei kalau rata-rata seseorang di Facebook hanya mempunyai 120-130 teman. Memang sih ada yang punya 5.000 teman (bahkan sampai membuat akun tambahan), tapi ternyata jumlahnya sangat sedikit. Kenyataannya, manusia pun hanya bisa berkoneksi sosial dengan sekitar <a href="http://spectrum.ieee.org/telecom/internet/how-many-friends-can-you-really-have" target="_blank">150 orang</a>. Kita bisa mengingat 1.500 wajah orang, tapi mungkin hanya sebatas tahu, dan belum tentu kenal betul.</p>
<p>Dari 150 orang itu, paling hanya 5 orang yang paling dekat dengan Anda (yang bisa juga anggota keluarga sendiri). Lalu level di atasnya ada sekitar 15 orang (termasuk 5 orang di atas) yang Anda sering bertemu dan berinteraksi setiap minggunya. Lalu di level atasnya ada sekitar 50 orang yang Anda temui dan berinteraksi setiap bulannya. Lalu sisanya adalah mereka yang mungkin jarang bertemu, tapi mereka punya hubungan yang berarti dengan Anda.</p>
<p><a href="http://thereasoner.com/articles/how-many-real-offline-friends-do-you-really-have%20" target="_blank">Tulisan ini</a> bisa membantu untuk menemukan berapa banyak teman Anda sebenarnya di dunia nyata. Ketentuannya adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Anda harus kenal dengan teman Anda itu di dunia nyata (tentunya ya).</li>
<li>Anda harus ngobrol dan berkumpul dengannya minimal sebulan sekali atau pada periode tertentu.</li>
<li>Rekan kerja yang Anda temui setiap hari tidak termasuk di dalamnya, kecuali Anda memang mengajaknya melakukan hal-hal yang Anda lakukan juga dengan teman-teman di luar kantor Anda atau keluarga Anda.</li>
<li>Anda harus punya teman yang bukan rekan kerja. Kalau semua teman Anda adalah rekan kerja, berarti Anda tidak punya teman sebenarnya.</li>
<li>Bukan teman musiman, artinya teman yang Anda ajak ngobrol dan bertemu dengan akrab selama beberapa saat, lalu Anda tinggalkan tidak termasuk di dalamnya.</li>
</ol>
<p>Melihat penjelasan di atas, beruntunglah kita yang hidup ber-<em>social media </em>di Indonesia. Kita selalu suka kopdar, karena perjumpaan dan ngobrol-ngobrol di Twitter atau Facebook tidak pernah terasa cukup. Kehidupan <em>online </em>malah mendekatkan yang awalnya kita tidak kenal. Berawal dari sekedar kenal <em>nickname </em>di Twitter umumnya berlanjut dengan ngobrol di kafe atau nonton bareng.</p>
<p>Ingin tahu juga sih, apakah sudah pernah ada yang menstudi jumlah rata-rata teman nyata pengguna <em>social media </em>di Indonesia. Ada yang tahu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/29/seberapa-banyak-teman-anda-sebenarnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesadaran Menjaga Privacy</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/21/kesadaran-menjaga-privacy/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/21/kesadaran-menjaga-privacy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 12:37:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[privacy]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4765</guid>
		<description><![CDATA[Sudah pernah lihat film interaktif karya Jason Zada yang berjudul Take This Lollipop? Untuk mengakses film ini, Anda harus menggunakan Facebook Connect. Nantinya, profil dan foto-foto Anda akan menjadi bagian dari interaktifitas film. Eksekusi teknisnya sama persis sebetulnya dengan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/11/16/cerita-masa-depan/%20" target="_blank">This is My Story</a>. Bedanya di kekuatan cerita.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/11/privacy1.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/11/privacy1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4766" title="privacy" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/11/privacy1-300x165.jpg" alt="" width="300" height="165" /></a>Sudah pernah lihat film interaktif karya Jason Zada yang berjudul Take This Lollipop? Untuk mengakses film ini, Anda harus menggunakan Facebook Connect. Nantinya, profil dan foto-foto Anda akan menjadi bagian dari interaktifitas film. Eksekusi teknisnya sama persis sebetulnya dengan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/11/16/cerita-masa-depan/%20" target="_blank">This is My Story</a>. Bedanya di kekuatan cerita.</p>
<p>Sayangnya situs Take This Lollipop sudah tidak lagi menampilkan konten yang dimaksud. Namun sudah ada nih yang merekam hasil interaktifitas <a href="http://www.youtube.com/watch?v=0DYFPupvo1Q%20" target="_blank">filmnya</a>. Atau coba saja buka di YouTube, cukup banyak <a href="http://www.youtube.com/results?search_query=take+this+lollipop" target="_blank">video reaksi</a> orang-orang yang telat melihat film ini.</p>
<p><object width="530" height="299" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/0DYFPupvo1Q?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="530" height="299" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/0DYFPupvo1Q?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p>Apa yang ditayangkan di film di atas menunjukkan apa yang bisa didapat oleh Facebook setelah kita menekan Facebook Connect di suatu situs. Aplikasi itu bisa mengambil alamat email, foto-foto kita, profil kita (tidak semuanya), linimasa kita di Facebook, hingga siapa saja teman-teman kita. Perhatikan benar-benar deh setiap kita menggunakan aplikasi pihak ketiga yang menggunakan Facebook, akan muncul tampilan <em>popup </em>yang menunjukkan akses apa saja yang kita izinkan kepada aplikasi tersebut. Semakin banyak permintaan akses di tampilan <em>popup</em>, sebaiknya kita harus semakin berhati-hati. Kalau kita tidak familiar dengan aplikasi itu, sebaiknya ya tidak usah mengaksesnya.</p>
<p>Apa yang terjadi di film garapan Jason Zada itu bukan nggak mungkin terjadi. Banyak orang jahat di sekitar kita yang siap mengambil data diri kita lalu menjualnya untuk kepentingan komersial (misalnya: menjual database email yang akhirnya menjadi penyebab segala bentuk <em>spam</em>). Atau yang mengintai apa yang kita lakukan di <em>online</em>, untuk mengetahui keberadaan kita di mana, apa yang kita lakukan, atau kapan kita tidak berada di rumah misalnya. Cerita “<a href="http://laindunia.media-ide.com/2010/09/15/kenalan-baru-di-facebook/" target="_blank">Kenalan Baru di Facebook</a>” ini bisa memberikan gambaran.</p>
<p>Intinya, batasilah data diri yang kita cantumkan di beragam jejaring sosial. Semua di tangan kita sendiri kok, yang memberi batasan apa yang boleh kita <em>share </em>di jejaring sosial. Kalau mau, pelajari lebih dalam pengaturan <em>privacy </em>di Facebook. Kita bisa mengaturnya secara fleksibel (meski bisa bikin pusing otak juga sih, karena opsinya yang terlalu banyak).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/21/kesadaran-menjaga-privacy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Sims Social</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/12/belajar-dari-sims-social/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/12/belajar-dari-sims-social/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 14:22:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Creative Works]]></category>
		<category><![CDATA[advergame]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[game developer]]></category>
		<category><![CDATA[sims social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4717</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini yang lagi gila dimainkan di Facebook adalah <em>game franchise </em>dari Electronic Arts, yakni <a href="http://apps.facebook.com/thesimssocial%20" target="_blank">Sims Social</a>. Unsur permainan yang sudah adiktif di dalam game Sims diadaptasi dan dikembangkan dengan memanfaatkan unsur sosial. Jadinya ya, lebih adiktif lagi. Untuk rekan-rekan yang bergelut di bidang kreatif <em>online</em>, banyak elemen dari <em>game </em>Sims Social ini yang menarik untuk dipelajari. Tujuannya, supaya kita lebih paham mekanisme <em>game </em>dan bisa mewujudkan elemen-elemen ini dalam konsep kreatif <em>online </em>yang mungkin kita ajukan ke klien.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/10/simssocial.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Belakangan ini yang lagi gila dimainkan di Facebook adalah <em>game franchise </em>dari Electronic Arts, yakni <a href="http://apps.facebook.com/thesimssocial%20" target="_blank">Sims Social</a>. Unsur permainan yang sudah adiktif di dalam game Sims diadaptasi dan dikembangkan dengan memanfaatkan unsur sosial. Jadinya ya, lebih adiktif lagi. Untuk rekan-rekan yang bergelut di bidang kreatif <em>online</em>, banyak elemen dari <em>game </em>Sims Social ini yang menarik untuk dipelajari. Tujuannya, supaya kita lebih paham mekanisme <em>game </em>dan bisa mewujudkan elemen-elemen ini dalam konsep kreatif <em>online </em>yang mungkin kita ajukan ke klien.</p>
<p>Sejak setahun ini cukup banyak kampanye <em>brand </em>yang memanfaatkan mekanisme <em>game</em>. Menarik sih, kalau kampanye <em>brand </em>itu menjadi adiktif bagi penggunanya, maka si pengguna akan terus-terusan bermain. Semakin sering bermain, pesan yang ditanamkan <em>brand </em>pun bisa semakin dalam. Dahulu di blog ini pernah dibahas beberapa contoh kampanye seperti ini. Silakan cek <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/11/17/mekanisme-game-dalam-kampanye-brand/%20" target="_blank">tulisan in</a>i dan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/11/17/konsep-game-dalam-kampanye-brand/" target="_blank">tulisan ini</a>.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/10/simssocial.jpg"><img class="size-full wp-image-4718 alignnone" title="simssocial" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/10/simssocial.jpg" alt="" width="530" height="432" /></a></p>
<p>Lalu elemen menarik apa yang bisa dipelajari dari Sims Social?</p>
<p><strong>1. Ada aktivitas dan tugas (<em>quest</em>)</strong></p>
<p>Salah satu yang ditunggu-tunggu saat bermain ini adalah munculnya <em>quest </em>baru. Ini seakan-akan menjadi tujuan permainan, menyelesaikan semuanya secepat mungkin. Meski pola permainan yang ditawarkan Sims Social repetitif, tetap saja hal ini menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu. Pernah suatu ketika, pemain kehabisan <em>quest</em>, menunggu pengembangnya mempublikasikan yang baru. Saat ini terjadi, rasanya tujuan permainan pun hilang.</p>
<p><strong>2. <em>Level</em></strong></p>
<p>Yang unik di Sims Social ini ada banyak jenis level. Ada level utama yang ditentukan dari tingkat aktivitas bermain. Ada pula level-level <em>skill</em> (artistik, memasak, menulis, dan musik) yang bisa diselesaikan dengan melakukan aktivitas yang membuang energi.</p>
<p><strong>3. Nilai</strong></p>
<p>Selain <em>quest</em>, Sims Social menawarkan banyak “nilai” yang membuat permainan menjadi semakin kompetitif. Ada mata uang simoleon, <em>social point</em>, dan nilai bangunan. Simoleon didapat dengan melakukan setiap <em>quest</em>. <em>Social point</em> didapat dengan banyak berkunjung ke rumah tetangga (yang juga teman kita sendiri). Sementara nilai bangunan menentukan peringkat kita di antara teman-teman. Kita dipicu untuk membuat nilai bangunan kita lebih tinggi di atas teman kita. Adanya nilai membuat kita ingin berkompetisi, yang ujung-ujungnya akan membuat kita untuk terus bermain.</p>
<p><strong>4. Limitasi permainan</strong></p>
<p>Sims Social menjaga agar pemain terus berulang main dengan cara membatasi energi pemain. Setiap aktivitas di <em>game </em>ini akan membuang energi. Saat energi habis, pemain harus menunggu selama waktu tertentu sebelum energi terisi penuh kembali. Melalui limitasi ini, pengembang <em>game </em>mendapatkan penghasilannya. Pastinya banyak orang di dunia ini yang nggak sabar. Kalau mau, mereka bisa mengeluarkan sejumlah dollar untuk bisa melewati limitasi ini.</p>
<p><strong>5. <em>Shopping</em></strong></p>
<p>Kalau sudah punya simoleon dan <em>social point</em>, lalu apa? Beberapa hal yang sering terlewat dalam <em>game</em> yang ditawarkan <em>brand </em>dalam kampanyenya adalah point yang dikumpulkan tidak bisa dipakai untuk apapun. Di Sims Social, simoleon dan <em>social point </em>bisa dipakai (dan harus dipakai) kalau ingin nilai bangunannya menjadi lebih tinggi. Bisa juga dipakai untuk membuat penampilan avatar menjadi lebih keren. Desain pakaian yang keren hanya bisa dibeli bila kita punya ribuan simoleon.</p>
<p><strong>6. Aspek sosial</strong></p>
<p>Elemen ini yang membuat Sims Social berbeda dengan seri <em>game </em>Sims pendahulunya. Seperti <em>game </em> Facebook lainnya, keberadaan teman sangat membantu penyelesaian <em>quest </em>di <em>game</em>. Kita bisa minta tolong teman untuk menyediakan barang yang kita butuhkan, tapi kita tidak punya. <em>Game </em>ini memang diciptakan agar orang bisa saling membantu, melalui platform yang disediakan oleh Facebook.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/12/belajar-dari-sims-social/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Hari di Social Media Festival</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/25/tiga-hari-di-social-media-festival/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/25/tiga-hari-di-social-media-festival/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 02:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[socmedfest]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4694</guid>
		<description><![CDATA[Kamis hingga Sabtu, 22-24 September 2011 kemarin perhelatan besar <a href="about:blank" target="_blank">Social Media Festival (SocMedFest)</a> diselenggarakan di FX. Acara ini diselenggarakan bekerja sama antara tim <a href="http://salingsilang.com" target="_blank">Salingsilang.com</a>, <a href="http://dailysocial.net" target="_blank">Dailysocial.net</a>, dan FX sendiri. Untuk yang sudah beberapa kali datang ke Pesta Blogger, acara SocMedFest ini punya karakteristik yang amat berbeda. Tiga hari, di dalam sebuah mal di pusat kota (yang memang punya karakteristik anak muda yang kuat), tersebar merata di 8 lantai mal, dan yang paling penting, bisa menggerakkan banyak komunitas untuk menggerakkan dan meramaikan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/09/socmedfest0.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Kamis hingga Sabtu, 22-24 September 2011 kemarin perhelatan besar <a href="about:blank" target="_blank">Social Media Festival (SocMedFest)</a> diselenggarakan di FX. Acara ini diselenggarakan bekerja sama antara tim <a href="http://salingsilang.com" target="_blank">Salingsilang.com</a>, <a href="http://dailysocial.net" target="_blank">Dailysocial.net</a>, dan FX sendiri. Untuk yang sudah beberapa kali datang ke Pesta Blogger, acara SocMedFest ini punya karakteristik yang amat berbeda. Tiga hari, di dalam sebuah mal di pusat kota (yang memang punya karakteristik anak muda yang kuat), tersebar merata di 8 lantai mal, dan yang paling penting, bisa menggerakkan banyak komunitas untuk menggerakkan dan meramaikan.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest0.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4695" title="socmedfest0" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest0.jpg" alt="" width="530" /></a></p>
<p>Kebetulan juga, yang menulis blog ini ikut membantu mengisi acara di hari pertama, dengan menyelenggarakan perhelatan FreSh bulanan di atrium lantai satu FX. Waktu itu FreSh membuat <em>talk show </em>yang menghadirkan 4 individu yang menjadi <em>stakeholder </em>kampanya <em>brand </em>di <em>social media</em>. Tanggapan dari audiens pun luar biasa. Sayangnya memang, <em>sound system </em>yang dipakai kurang memadai untuk dipakai di sebuah atrium.</p>
<p>SocMedFest menghadirkan banyak sekali komunitas dan forum yang bergerak di ranah daring. Dari yang bermassa kecil, hingga yang beranggotakan banyak orang di berbagai daerah, tumplek blek di satu mal. Setiap komunitas dan forum itu menggerakkan anggotanya sendiri untuk ikut serta membantu dan meramaikan. Wajar jika selama tiga hari ini pengunjung yang hadir mencapai 43.000 orang. Seharusnya FX senang, karena hampir setiap restoran di sana ikut kebagian rejeki. Bahkan banyak restoran yang akhirnya kewalahan, karena tak siap menghadapi kerumunan massa sebanyak ini. Katanya, terakhir kali FX mendapat kunjungan sebanyak ini adalah saat FX menyelenggarakan Piala Dunia beberapa tahun lalu.</p>
<p>Lalu ada apa saja di SocMedFest? Ada diskusi olahraga, musik, film, <em>social media</em>, komik, finansial, gombalan, <em>fashion</em>, dan kayaknya apapun topik yang pernah ditemui di Twitter dan Facebook, ada di sini. Selain FreSh, juga ada Akademi Berbagi, Twitalk, @fiksimini, @anjinggombal, iPhonesia, Ayo Foto, Coin A Chance, Blood for Life, TEDxJakarta, Indonesia Bercerita, @keluarumah, Ganti Baju, Masyarakat Komik Indonesia, dan masih banyak lagi. Yang paling raksasa dan niat adalah Indonesia Berkebun, karena menghias satu ruangan penuh dengan tanaman-tanaman hijau. Bahkan ada sebuah peta Indonesia yang disusun dari ratusan tanaman hias. SocMedFest ini memang bisa jadi ajang memperluas pesan yang ingin disampaikan masing-masing komunitas dan forum (besar dan kecil).</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4697" title="socmedfest2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest2.jpg" alt="" width="530" height="396" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4698" title="socmedfest3" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest3.jpg" alt="" width="530" height="396" /></a></p>
<p>Yang menarik tentunya adalah menjalin silaturahmi dengan beragam teman yang sebelumnya hanya ditemui di ranah daring. Beredar dari satu <em>booth </em>ke <em>booth </em>lain, berkenalan dengan teman baru, menjalin relasi baru, menyapa teman yang sudah lama nggak ketemu, berbagi cerita. Kalau ada acara yang dibangun dengan sukses dan hidup karena komunitasnya yang ikut bergerak sendiri, ya mungkin baru SocMedFest ini yang bisa dibilang berhasil. Lihat saja banyak banget akun Twitter yang mempromosikan acara 3 hari ini dengan ikhlas. Bahkan kata “socmedfest” menjadi <em>trending topic </em>lokal saat berlangsungnya acara.</p>
<p>Bulan depan masih akan ada acara serupa yang akan kembali mengumpulkan netizen di satu tempat. Namanya ON|OFF, dengan Pesta Blogger menjadi bagian dari acara tersebut. Mudah-mudahan acara yang akan berlangsung selama 2 hari ini akan seramai dan semerah acara SocMedFest ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4699" title="socmedfest4" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest4.jpg" alt="" width="530" height="396" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4700" title="socmedfest5" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest5.jpg" alt="" width="530" height="396" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/25/tiga-hari-di-social-media-festival/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bermain dengan Facebook Page</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/13/bermain-dengan-facebook-page/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/13/bermain-dengan-facebook-page/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 04:28:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4680</guid>
		<description><![CDATA[Haha.. heran saja sih, ini para pengguna <em>social media </em>di Indonesia nggak kehabisan akal bikin lucu-lucuan. Main lucu-lucuan di Twitter? Sudah sering, dan sudah banyak banget. Namun kalau bermainnya di Facebook Page, nah ini sesuatu yang baru.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/09/facebookpageguyon1.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Haha.. heran saja sih, ini para pengguna <em>social media </em>di Indonesia nggak kehabisan akal bikin lucu-lucuan. Main lucu-lucuan di Twitter? Sudah sering, dan sudah banyak banget. Namun kalau bermainnya di Facebook Page, nah ini sesuatu yang baru.</p>
<p>Sejak beberapa hari lalu bermunculan banyak Facebook Page baru sekedar untuk permainan. Nama Facebook Page-nya nggak ada yang pendek. Semuanya adalah penggalan kalimat. Yang mau ikutan bermain tinggal menulis di <em>wall </em>dengan kalimatnya sendiri, lalu me-<em>mention </em>nama Facebook Page-nya sebagai bagian dari pernyataan kalimat.</p>
<p>Ide di satu Facebook Page pun dengan cepat dimultiplikasi dalam bentuk serupa, dengan kalimat-kalimat yang berbeda. Akan bertahan berapa lama? Ya pastinya nggak akan lama. Namanya juga <em>hype</em>. Kalau yang ikutan main bosan, ya akan ditinggalkan dengan sendirinya. Namun mumpung masih lucu, ayo simak beberapa Facebook Page ini.</p>
<ul>
<li><a href="http://www.facebook.com/pages/Tapi-semua-berubah-ketika-negara-api-menyerang/261443193877390" target="_blank">Tapi semua berubah setelah negara api menyerang</a>.</li>
<li><a href="http://www.facebook.com/pages/Hanya-Avatar-penguasa-4-elemen-yang-bisa-menghentikannya/132257340206631" target="_blank">Hanya Avatar penguasa 4 elemen yang bisa menghentikannya</a>.</li>
<li><a href="http://www.facebook.com/pages/Hanya-Avatar-penguasa-4-elemen-yang-bisa-menghentikannya/132257340206631" target="_blank">Tapi saat dunia membutuhkannya, ia menghilang</a>.</li>
<li><a href="http://www.facebook.com/pages/Aku-yakin-Aang-dapat-menyelamatkan-dunia/258638900825744" target="_blank">Aku yakin Aang dapat menyelamatkan dunia</a>.</li>
<li><a href="http://www.facebook.com/pages/Hanya-Avatar-penguasa-4-elemen-yang-bisa-menghentikannya/132257340206631" target="_blank">Semua dapat dikabulkan dengan kantong ajaib</a>.</li>
<li><a href="http://www.facebook.com/pages/Sesuatu-Banget-Yah/121156274652577" target="_blank">Sesuatu banget yah</a>.</li>
<li><a href="http://www.facebook.com/pages/Dgn-Kekuatan-Bulan-Akan-Menghukummu/196713423698504" target="_blank">Dengan kekuatan bulan akan menghukummu</a>.</li>
<li>Dan terakhir, <a href="http://www.facebook.com/pages/Sekali-lagi-kau-buat-tulisan-biru-biru-kau-tu-aku-bakar-kau-punya-keyboard/132392946822717" target="_blank">Sekali lagi kau buat tulisan biru biru kau tu aku bakar kau punya keyboard</a>.</li>
</ul>
<div><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/facebookpageguyon1.jpg"><img class="size-full wp-image-4681 alignnone" title="facebookpageguyon1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/facebookpageguyon1.jpg" alt="" width="512" height="642" /></a></div>
<div><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/facebookpageguyon2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4682" title="facebookpageguyon2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/facebookpageguyon2.jpg" alt="" width="507" height="614" /></a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/13/bermain-dengan-facebook-page/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cause Marketing di Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/08/25/cause-marketing-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/08/25/cause-marketing-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 04:51:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[abc]]></category>
		<category><![CDATA[cause]]></category>
		<category><![CDATA[dove]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[gery]]></category>
		<category><![CDATA[lg]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[xl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4640</guid>
		<description><![CDATA[Sudah banyak perusahaan dan <em>brand </em>yang menjalankan strategi kepedulian sosial. Biasanya kegiatan semacam ini memuncak di bulan Ramadhan. Istilahnya <em>cause marketing</em>, yakni kegiatan pemasaran yang menghubungkan nama perusahaan dan/atau <em>brand </em>dengan aktivitas non profit. Bentuknya beragam, dari program ajakan untuk peduli akan kesehatan diri, hingga ajakan untuk berdonasi bersama untuk mereka yang membutuhkan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/08/donation2.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/08/donation2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4642" title="donation2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/08/donation2-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a>Sudah banyak perusahaan dan <em>brand </em>yang menjalankan strategi kepedulian sosial. Biasanya kegiatan semacam ini memuncak di bulan Ramadhan. Istilahnya <em>cause marketing</em>, yakni kegiatan pemasaran yang menghubungkan nama perusahaan dan/atau <em>brand </em>dengan aktivitas non profit. Bentuknya beragam, dari program ajakan untuk peduli akan kesehatan diri, hingga ajakan untuk berdonasi bersama untuk mereka yang membutuhkan.</p>
<p>Beberapa <em>brand</em> di bulan ini menjalankan program donasi di <em>social media</em>, seperti yang sudah dibahas di <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/08/04/aksi-donasi-brand-di-social-media/%20" target="_blank">tulisan ini</a>. Ada Dove Indonesia dan LG yang melakukan konversi tweet dengan tagar tertentu menjadi donasi. Ada pula Gery Chocolatos dan ABC Dapur Peduli yang mengkonversi jumlah <em>followers </em>mereka menjadi donasi. Setiap program ini sudah jalan sejak awal Ramadhan, dan seperti aktivitas <em>brand </em>lainnya di <em>social media</em>, menuai banyak pujian dan kritikan.</p>
<p>Program yang dilakukan Gery Chocolatos misalnya. Ada kesan ketidaktulusan dari konversi <em>followers</em>. Kesannya, <em>brand </em>hanya mau menyumbang banyak, kalau <em>followers</em>-nya pun banyak. Apalagi nilai konversinya hanya Rp.1.000,00 per <em>followers</em>. Ada yang berpendapat, daripada <em>follow </em>akun <em>brand</em>, mendingan dia mendonasikan Rp.1.000,00 sendiri langsung ke mesjid. Setidaknya nilai yang ia sumbang tidak memberi keuntungan (meski virtual) bagi <em>brand</em>.</p>
<p>Konversi tagar #cupoffaith menjadi beras 250ml yang dilakukan LG tidak lepas pula dari kritikan. Meski program ini dinilai sangat positif, namun ada yang menantang kalau nilai 250ml mangkuk beras itu masih terlalu kecil. Ada yang menantang agar LG berani menyumbang 2,5kg beras per tagar.</p>
<p>Ada pula yang mempertanyakan pertanggungjawaban hasil donasi. Semua orang tahu kalau <em>brand </em>yang melakukan aktivitas promosi berbalut sosial ini tak ada yang menspesialisasikan diri dalam hal penyaluran sumbangan. Akan lebih baik bila <em>brand </em>bekerja sama dengan yayasan sosial yang memang punya keahlian di bidang ini. Hal ini yang dilakukan oleh Dove Indonesia dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa – HoPe untuk menyalurkan donasi ke anak-anak Indonesia yang membutuhkan.</p>
<p><em>Cause marketing </em>melalui media digital memang masih merupakan hal yang baru di negeri ini. Saat ini model yang dilakukan memang sangat jarang yang berupa donasi langsung konsumen via media di internet. Kebanyakan adalah donasi yang pasti akan dilakukan oleh <em>brand </em>(yang jumlahnya sebetulnya sudah pasti), dan konsumen hanya diajak terlibat melalui aktivitas <em>brand</em>.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/08/xl-wakaf-sms.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4641" title="xl wakaf sms" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/08/xl-wakaf-sms-211x300.jpg" alt="" width="211" height="300" /></a>Bentuk donasi yang dilakukan oleh pengguna langsung melalui media digital memang masih sulit dilakukan dalam bentuk penyaluran uang langsung (kecuali transfer ya). Alternatifnya paling menggunakan pulsa telepon, yang pastinya dimiliki oleh jutaan masyarakat Indonesia. Hal ini yang dilakukan XL dengan wakaf via SMS. Hasil sumbangan melalui pemotongan pulsa ini akan disalurkan melalui Yayasan Wakaf Center. Pengguna bisa menyumbang Rp.2.000,00 atau Rp.5.000,00, meski kenyataannya, yang terdonasi kurang dari itu, karena ada potongan pajak dan <em>overhead</em>.</p>
<p>Sekarang tinggal dikembalikan kepada Anda semua, para pengguna media digital. Apakah Anda tertarik terlibat dengan <em>cause marketing </em>seperti ini? Apakah Anda lebih tertarik memberikan donasi dalam bentuk dana langsung (misalnya: melalui pulsa atau transfer)? Ataukah Anda lebih tertarik melakukan donasi virtual seperti yang dilakukan 4 <em>brand </em>yang disebutkan di paling atas?</p>
<p>Untuk referensi, silakan juga cek <a href="https://adage.com/bookoftens2010/article?article_id=147634" target="_blank">tautan ini</a> untuk contoh <em>cause marketing </em>di negeri luar sana.</p>
<p>Kredit foto: <a href="http://www.flickr.com/photos/oneiroi/3828725732/" target="_blank">oneiroi</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/08/25/cause-marketing-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tulisan ke-750 dan Terus Bertambah</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/08/06/tulisan-ke-750-dan-terus-bertambah/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/08/06/tulisan-ke-750-dan-terus-bertambah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2011 03:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4626</guid>
		<description><![CDATA[Ini sebenarnya tulisan di blog yang ke-753, tapi biasalah kebablasan dalam hal perhitungan. Blog Media Ide sudah muncul sejak Juli 2005 (err.. itu berarti sudah berusia 6 tahun 1 bulan) dan kini sudah dipenuhi oleh lebih dari 10.800 komentar dan 500 <em>tags</em>. Kalau menghitungnya 6 tahun sih ya wajar ya kalau angkanya sebanyak ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/08/Blog.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/08/Blog.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4627" title="Blog" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/08/Blog.jpg" alt="" width="270" /></a>Ini sebenarnya tulisan di blog yang ke-753, tapi biasalah kebablasan dalam hal perhitungan. Blog Media Ide sudah muncul sejak Juli 2005 (err.. itu berarti sudah berusia 6 tahun 1 bulan) dan kini sudah dipenuhi oleh lebih dari 10.800 komentar dan 500 <em>tags</em>. Kalau menghitungnya 6 tahun sih ya wajar ya kalau angkanya sebanyak ini.</p>
<p>Padahal kenyataannya kalau dilihat aktivitas per bulan, diakui frekuensi <em>posting </em>blog ini sebenarnya semakin menurun. Dari dulu selalu mencoba menargetkan minimal 8 tulisan per bulan. Kenyataannya jumlah itu diakui semakin menurun. Haha, bahkan dengan tambahan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/author/firly" target="_blank">blogger</a>-<a href="http://media-ide.bajingloncat.com/author/beradadisini/" target="_blank">blogger</a> tamu pun, jumlah tulisan beberapa bulan terakhir nggak mencapai target minimal. Beberapa minggu lalu bahkan sempat tak ada tulisan sama sekali selama 3 minggu. <a href="http://sibair.net/" target="_blank">Beberapa</a> <a href="http://kurniasepta.blogspot.com/" target="_blank">teman</a> yang menjadi pelanggan blog ini pun menanyakan di Twitter, “blognya kok sudah lama tak ter-<em>update</em> ya?”</p>
<p>Blog Media Ide ini memang sejak dulu selalu berusaha fokus pada topik yang <em>niche</em>, yakni pengamatan terhadap aktivitas pemasaran <em>brand </em>dan perilaku penggunanya di ranah daring. Plus beberapa bahasan tentang dunia kreatif. Setahun belakangan ini, karena isu <em>social media </em>semakin marak, maka blog ini pun semakin banyak membahas topik itu. Lalu kalau topiknya marak, kenapa masih tak sempat menulis blog? Tentunya bahan akan selalu ada dong?</p>
<p>Alasan pertama yang paling klasik adalah kesibukan. Pada hakikatnya keaktifan diri dalam mendulang “intan” berbanding terbalik dengan frekuensi tulisan. Semakin banyak “intan” yang harus didulang, berarti akan mengurangi waktu untuk mengamati fenomena <em>social media</em> dan mengurangi kesempatan untuk menuliskannya. Sampai vakum selama 3 minggu itu sebenarnya benar-benar tidak menyenangkan, karena untuk mulai kembali menulis itu bukanlah hal yang mudah.</p>
<p>Alasan lainnya adalah membagi perhatian akan semakin luasnya kanal <em>social media</em>. Lah ya masa mau jadi pengamat dunia <em>social media</em>, nggak ikut terlibat aktif di dalamnya? Itulah kenapa akhirnya mau nggak mau, kehidupan di Twitter, Facebook (terutama di grup <em><a href="http://www.facebook.com/groups/Social.Media.Strategist/%20" target="_blank">social media strategist</a></em>), dan Instagram harus tetap dijalankan. Porsi terbesar memang saat ini masih tetap di Twitter, makanya nggak heran banyak tulisan di blog ini yang membahas dunia Twitter Indonesia.</p>
<p>Ingin banget sih bisa membahas hal-hal yang terjadi di Kaskus, Kompasiana, Mig33 (yang juga populer di Indonesia), tapi tentu diri ini punya keterbatasan. Kalau di antara pembaca ada yang mau berbagi cerita tentang peristiwa-peristiwa menarik seputar <em>brand </em>dan komunitas di 3 kanal itu, monggo loh. Anda nanti bisa menjadi blogger tamu di sini.</p>
<p>Yang menyenangkan (sekaligus memberikan tantangan bagi diri sendiri) adalah blog yang membahas isu kreatif, pemasaran, dan <em>social media</em>sudah semakin banyak. Pilihan membaca pun makin beragam. Ada blog <a href="http://bukik.com/%20" target="_blank">Mas Bukik</a> yang banyak membahas seputar ide dan kreativitas. Ada pula blog <a href="http://www.urbansosial.com/%20" target="_blank">Urban Sosial</a> yang ditulis oleh 3 orang, yang juga banyak membahas isu spesifik tentang dunia <em>social media</em>. Lalu ada liputan <em>headline </em>dari <a href="http://salingsilang.com/%20" target="_blank">SalingSilang.com</a> yang sangat rajin membahas setiap berita yang muncul di ranah <em>social media</em>. Wajar sih, hihihi tim penulis SalingSilang.com memang sangat banyak. Juga jangan ketinggalan pula membaca <a href="http://the-marketeers.com/%20" target="_blank">Marketeers</a>, <a href="http://www.teknojurnal.com/" target="_blank">Tekno Jurnal</a>, <a href="http://www.dailysocial.net" target="_blank">Daily Social</a>, <a href="http://www.teknoup.com/%20" target="_blank">TeknoUp</a>, dan <a href="http://www.penn-olson.com/tag/indonesia" target="_blank">Penn-Olson</a> (membahas dunia teknologi dan <em>social media</em> di Asia, yang punya kontributor blogger Indonesia).</p>
<p>Meskipun banyak kasus menarik bermunculan di Twitter atau Facebook, namun semangat menulis suka berkurang kalau ternyata kasus tersebut sudah sempat lebih dulu dibahas oleh blog-blog lain. Hal yang mungkin membedakan tinggal tingkat kedalaman pembahasannya saja. Akhirnya kini lebih sering memilah-milah lagi kasus yang muncul, dan mencari topik yang memang punya <em>insight</em> yang sangat bagus untuk dibahas. Ini juga menjadi tuntutan terhadap diri sendiri untuk bisa berani mengupas lebih dalam kasus <em>social media </em>dan tidak sekedar mengamati yang terlihat di kulit saja. Jujur saja, untuk melakukan hal itu bukanlah hal yang mudah.</p>
<p>Sebenarnya blog Media Ide ini bukanlah satu-satunya yang ditulis. Silakan simak <a href="http://snapshots.media-ide.com%20" target="_blank">Snapshots</a> untuk melihat cuplikan kasus-kasus menarik tentang <em>social media</em> dan teknologi di luar sana. Anggaplah blog itu sebagai referensi yang bisa dipakai untuk para <em>brand </em>lokal melakukan hal serupa. Lalu ada pula blog <a href="http://mataku.media-ide.com%20" target="_blank">Mataku</a> yang membahas foto hasil jepretan sendiri dan blog <a href="http://laindunia.media-ide.com%20" target="_blank">Lain Dunia</a> yang berisi tulisan <em>flash fiction</em> karya sendiri.</p>
<p>Terima kasih kepada <a href="http://nukmanluthfie.com/2011/08/jika-nyala-api-ngeblogmu-mulai-mengecil/" target="_blank">Pak Nukman</a> yang sudah memancing diri untuk akhirnya menuliskan artikel ini. Semoga blog akan terus ada dan semakin banyak blogger Indonesia bermunculan dan menorehkan jejak pikirannya di media miliknya sendiri ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/08/06/tulisan-ke-750-dan-terus-bertambah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

