Home » Arsip

Arsip Artikel dengan Tag “facebook”

Online Communities »

[1 Dec 2010 | 47 komentar | 18,285 views]
Huh? SM*SH?

Akhirnya tergoda juga untuk menulis tentang ini. Apa itu SM*SH? Kalau tidak satupun kata SM*SH muncul di timeline Twitter Anda, berarti Anda pastilah bukan termasuk anak muda. Tapi coba deh lakukan pencarian di Twitter. ata ini banyak dan sering dibicarakan. Memang tidak pernah sampai menjadi trending topic, tapi kata ini terlihat konsisten menjadi bahan omongan selama hampir sebulan kemarin.

Online Branding »

[30 Nov 2010 | 3 komentar | 1,893 views]
Protes Ala Facebook

Ada yang nge-like Facebook Page DKNY? Nah, sejak Senin kemarin wall post di Facebook Page ini penuh dengan protes dari PETA (People for the Ethical Treatment of Animals). Mereka melakukan protes anti fur untuk DKNY.

Online Branding »

[28 Nov 2010 | 5 komentar | 1,937 views]
Kontes Kecantikan di Facebook

Panasonic Indonesia saat ini sedang menjalankan kontes kecantikan yang tidak biasa, karena venue pelaksanaannya murni dilakukan di Facebook Page-nya.  Aktivitas kontes ini menggabungkan unsur netizen, women, dan youth (kalau dilihat dari kacamata New Wave Marketing). Kontes bernama Panasonic Zoom in Beauty Contest ini hanya terbuka untuk perempuan 18-25 tahun dan spesifik hanya bisa dilihat di Facebook.

Experiential, Online Branding »

[27 Nov 2010 | 7 komentar | 2,181 views]
Coca-Cola dan “Like” Versi Nyata

Kalau bicara tentang ide dan teknologi, salah satu contoh terbaik tahun ini adalah Coca-Cola Israel. Kampanye ini “memindahkan” kesukaan akan dunia virtual Facebook ke dunia nyata. Setiap tahunnya Coca-Cola Israel membuat kampanye Village Amusement Park, dimana ratusan remaja berkumpul bersama selama beberapa hari. Mereka berlibur dan bersenang-senang selama musim panas, semuanya dimanjakan oleh Coca-Cola.

Online Branding »

[25 Nov 2010 | 11 komentar | 3,046 views]
Fontana Residence yang Takut akan Protes Netizen

Dalam berbisnis segala sesuatunya harus dimulai dengan kejujuran. Jujur dalam mengkomunikasikan pesan, hingga yang paling sering terabaikan adalah jujur dalam penggunaan hak cipta. Banyak perusahaan yang meremehkan (atau tidak tahu) tentang hak cipta. Seharusnya dalam setiap materi komunikasi brand, tidak ada satu elemenpun di dalamnya yang melanggar hak cipta pihak lain. Bisa sepenuhnya desain yang sama sekali baru. Bisa pula menggunakan foto dan gambar stock yang jelas hak guna pakainya. Biasanya ada biaya lisensi yang dikeluarkan untuk menggunakan foto dan gambar stock. Tidak semata-mata mencari foto dan gambar di Google Images atau Flickr, lalu asal comot tanpa memperhatikan copyright-nya.

Online Branding »

[24 Nov 2010 | 4 komentar | 1,273 views]
<em>Brandjacking</em> di <em>Social Media</em>

Belakangan ini istilah brandjacking menjadi terangkat kembali, sejak munculnya beberapa artikel di Detik.com (artikel 1, 2, 3, 4). Brandjacking adalah aksi yang dilakukan oleh suatu pihak dengan berpura-pura menjadi figur atau perusahaan atau brand di ranah daring. Di ranah social media hal ini bisa dilakukan dengan mudah, dengan cara mengakuisi nickname di Twitter dan Facebook terlebih dahulu. Memang prinsipnya, siapa cepat mendapatkan nickname itu, dialah yang dapat.

Creative Works »

[17 Nov 2010 | 2 komentar | 1,375 views]
Lost in Val Sinestra

Tulisan sebelumnya sempat dibahas tentang video interaktif untuk promosi brand EF. Video yang dibuat customized menampilkan nama dan foto pengguna. Nah, ternyata di luar sana ada yang punya ide serupa, tapi dengan eksekusi yang jauh luar biasa. Situs Lost in Val Sinestra dipilih menjadi salah satu situs dengan desain dan konsep terbaik. Situs ini menampilkan trailer film thriller tentang beberapa orang yang tiba-tiba menghilang misterius di sebuah villa terpencil.

Online Living »

[16 Nov 2010 | 9 komentar | 2,223 views]
Berbagi Informasi Pribadi di <em>Social Media</em>

Dunia social media ini lucu ya. Yang dulu ditakuti, sekarang malah diumbar-umbar. Waktu kita kecil dulu, orang tua selalu mewanti-wanti, jangan percaya pada orang tak dikenal. Kita nggak pernah memberi tahu alamat dan nomor telepon rumah secara sembarangan ke orang lain. Hingga masa awal social media masuk pun, kita urung menggunakan nama asli. Pasti pakai nickname untuk eksis di beragam forum dan mailing list.