<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Ide &#187; gathering</title>
	<atom:link href="http://media-ide.bajingloncat.com/tag/gathering/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-ide.bajingloncat.com</link>
	<description>Where Indonesia's online branding, social media, and creativity is talked about</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 14:52:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Refleksi 2011: Dunia Online Nggak Asyik Tanpa Kopdar</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/20/refleksi-2011-dunia-online-nggak-asyik-tanpa-kopdar/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/20/refleksi-2011-dunia-online-nggak-asyik-tanpa-kopdar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 01:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[axis]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[koprol]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[socmedfest]]></category>
		<category><![CDATA[ted]]></category>
		<category><![CDATA[twitalk]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4824</guid>
		<description><![CDATA[Kebiasaan kopdar sepertinya sudah mendarah daging bagi netizen Indonesia. Aktif dulu di ranah daring, lalu pasti akan diikuti oleh ngumpul-ngumpul di dunia nyata. Makanya nggak heran, semakin banyak muncul komunitas baru yang pergerakannya dimulai dari ranah daring. Di tahun 2011 ini, bukan hanya kegiatan ngumpul-ngumpul yang diinisiasi komunitas yang semakin banyak, tapi juga muncul beberapa <em>event </em>berskala besar yang dihadiri kumpulan komunitas.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/meetups-piknikasik.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Kebiasaan kopdar sepertinya sudah mendarah daging bagi netizen Indonesia. Aktif dulu di ranah daring, lalu pasti akan diikuti oleh ngumpul-ngumpul di dunia nyata. Makanya nggak heran, semakin banyak muncul komunitas baru yang pergerakannya dimulai dari ranah daring. Di tahun 2011 ini, bukan hanya kegiatan ngumpul-ngumpul yang diinisiasi komunitas yang semakin banyak, tapi juga muncul beberapa <em>event </em>berskala besar yang dihadiri kumpulan komunitas.</p>
<p>Berikut ini beberapa kegiatan yang berawal dari <em>social media </em>dan berakhir menjadi jumpa kopdar, yang diadakan di tahun 2011:</p>
<p><strong>Piknik Asik</strong></p>
<p>Akhir bulan Januari beberapa orang di Twitter mengajak siapapun yang mau untuk ikutan ngumpul bareng di taman. Bukan di mal, bukan di restoran, bukan di kafe, tapi di tempat terbuka. Kebon binatang Ragunan menjadi pilihan tempat kopdar pertama. Acaranya <em>fun</em>, murni piknik dan saling kenalan. Kegiatan ini lalu berulang kali terjadi selama setahun kemarin, hingga yang terakhir diadakan minggu lalu di Taman Monas.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-piknikasik.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4830" title="meetups piknikasik" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-piknikasik.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>TEDxJakarta</strong></p>
<p>TEDx adalah kegiatan independen para pecinta program TED. Sudah beberapa kali kegiatan ini dilakukan, dan pada bulan Maret kemarin, pengunjungnya membludak. Lebih dari 500 orang menghadiri kegiatan yang diselenggarakan di @america ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-tedx.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4832" title="meetups tedx" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-tedx.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-twitalk.jpg"><br />
</a></p>
<p><strong>Twitalk Anniversary</strong></p>
<p>Di akhir bulan April, <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/03/ulang-tahun-perdana-twitalk/">Twitalk</a> (@twitalkID) yang setiap minggunya menyelenggarakan kegiatan tanya jawab di Twitter, menyelenggarakan ulang tahun pertamanya. Acara ini dihadiri oleh hampir semua orang yang pernah diajak tanya jawab di ranah daring. Banyak pelaku industri digital yang hadir di perhelatan ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-twitalk.jpg"><img class="aligncenter" title="meetups twitalk" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-twitalk.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Kopfest</strong></p>
<p>Acara ini diselenggarakan oleh Yahoo! Koprol pada bulan Juli, sebagai peringatan 1 tahun sejak diakuisisinya Koprol oleh Yahoo! Yang hadir di acara ini memang kebanyakan adalah komunitas yang terbentuk di dalam Koprol itu sendiri. Acaranya lumayan meriah sih, penuh musik dan hiburan. Yang lucu, beberapa pengguna Koprol senior pun diajak untuk menjadi maskot di acara ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-kopfest.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4827" title="meetups kopfest" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-kopfest.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Social Media Festival</strong></p>
<p>Mungkin inilah perhelatan terbesar <em>social media </em>di tahun 2011. <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/25/tiga-hari-di-social-media-festival/" target="_blank">Social Media Festival</a> diselenggarakan selama 3 hari di bulan September, menghadirkan puluhan komunitas, <em>brand</em>, organisasi, dan dihadiri puluhan ribu pengunjung. Yang membuat acara ini sukses adalah komunitas yang ikut berpartisipasi di dalamnya. Mereka yang menggaungkan sendiri acara ini. Bayangkan kalau puluhan komunitas itu menggaet massanya masing-masing dan menjadikan Social Media Festival ini sebagai sentra kopdar? Dampaknya sungguh luar biasa.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-socmedfest-2011.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4831" title="meetups socmedfest 2011" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-socmedfest-2011.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>ON|OFF</strong></p>
<p>Ini adalah bentuk baru dari Pesta Blogger, karena dirasakan dunia <em>social media </em>jauh lebih luas, dan tak hanya mencakup blogger. Meski bentukan baru, sayangnya acara yang diselenggarakan masih mengikuti pola Pesta Blogger. Entah karena gaungnya sudah mulai melemah, atau karena sudah ada perhelatan Social Media Festival beberapa bulan sebelumnya, acara ini tidak seramai Pesta Blogger di tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-on-off-2011.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4828" title="meetups on off 2011" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-on-off-2011.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>PictFest</strong></p>
<p>Perhelatan ini bisa dibilang versi mikronya Social Media Festival. Dikelola oleh instansi yang sama, namun lebih fokus pada komunitas yang bergerak di dunia fotografi dan videografi. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari tepat seminggu setelah acara ON|OFF berlangsung.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-pictfest-2011.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4829" title="meetups pictfest 2011" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-pictfest-2011.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>So-Me Playground</strong></p>
<p>Kalau mau ngomong perhelatan <em>social media </em>yang paling gagal adalah ya So-Me Playground ini. Untuk sebuah acara yang (seharusnya) berawal dari <em>social media</em>, acara ini sangat minim gaung <em>buzz-</em>nya. Bisa jadi karena acara ini memang diselenggarakan sendiri oleh <em>brand </em>Axis, tapi tidak melibatkan pergerakan komunitas di awalnya.</p>
<p>Akhirnya acara yang diselenggarakan di 8 kota ini bisa dibilang tak berbeda dengan acara konser musik biasanya. Di Jakarta acara ini dilakukan di Pantai Karnaval Ancol dengan pengunjung yang tak terlalu banyak. Katanya di kota-kota lain pun sepi pengunjung pula. Beberapa berkomentar di Twitter kalau bahkan para pelaku aktif <em>social media </em>di kota itupun malah nggak tahu ada acara ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-axis-so-me-playground.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4826" title="meetups axis so-me playground" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-axis-so-me-playground.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Pastinya masih ada lagi acara-acara serupa yang diselenggarakan di berbagai kota. Kalau teman-teman punya info tentang ini, boleh loh diceritakan di sini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/20/refleksi-2011-dunia-online-nggak-asyik-tanpa-kopdar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kala Blogger Mendapat Undangan Acara</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/24/kala-blogger-mendapat-undangan-acara/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/24/kala-blogger-mendapat-undangan-acara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 07:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4773</guid>
		<description><![CDATA[Kayaknya asyik ya. Ada acara yang keren, diselenggarakan oleh <em>brand</em> atau LSM atau apapun, lalu mengundang blogger. Ya memang asyik sih. Awal-awal menjadi blogger dulu, adalah sesuatu yang sangat spesial bila mendapatkan undangan untuk menghadiri acara ini atau acara itu. Apalagi kalau undangan itu hanya dibatasi untuk orang tertentu saja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/05/blogger.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/05/blogger.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2471" title="blogger" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/05/blogger-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Kayaknya asyik ya. Ada acara yang keren, diselenggarakan oleh <em>brand</em> atau LSM atau apapun, lalu mengundang blogger. Ya memang asyik sih. Awal-awal menjadi blogger dulu, adalah sesuatu yang sangat spesial bila mendapatkan undangan untuk menghadiri acara ini atau acara itu. Apalagi kalau undangan itu hanya dibatasi untuk orang tertentu saja.</p>
<p>Apalagi setelah datang ke acara tersebut, pengalaman yang diberikan sungguh tak terlupakan. Pasti akan jadi bahan tulisan yang menarik. Tujuannya untuk berbagi cerita (walau tanpa ada tendensi mempromosikan pengundang), dan pastinya untuk membuat pembacanya merasa iri. Hihihi, iya kan?</p>
<p>Namun itu dulu, saat blog masih menjadi medium utama yang dimiliki individu. Dulu berbagi cerita ya paling enak lewat blognya sendiri. Sekarang, di era semua orang mengakses Twitter langsung di ponselnya, sudah agak berubah. Para blogger lebih suka berbagi langsung dengan men-<em>tweet</em> saat acara. Makanya untuk para <em>brand</em> yang masih suka mengundang blogger, pastikan di lokasi acara sinyal 3G-nya bagus ya.</p>
<p>Setelah pulang dari acara, sudah sangat jarang yang lalu menuliskannya di blog, meskipun pengalaman yang dirasakannya menarik. Kenapa? Ya karena terasa sudah basi. Acara seru-seruannya sekarang kok menuliskannya baru besok. Berbeda dengan dulu sebelum Twitter ramai digunakan. Bloglah medium yang dimiliki individu untuk bercerita. Jadi meski telat-telat sedikit beberapa hari, blogger-blogger lainnya (yang ikut juga dalam acara) pasti masih menantikan tulisan ini.</p>
<p>Sekarang undangan yang ditujukan kepada blogger semakin banyak. Kalau ikut milis Kopdar Jakarta, bisa tahu deh minimal seminggu sekali pasti ada acara <em>offline </em>yang mengundang para blogger. Kebanyakan nggak bayar. Blogger tinggal datang. Kalau ada makanan, ya makan. Menikmati suguhan acara, lalu pulang dengan menenteng <em>goodie bag</em>. Undangan semacam itu sudah terlalu sering, sehingga yang diundang pun bisa jadi sudah tidak merasakan kenikmatan spesialnya. Bahkan ada yang mulai memilih-milih, undangan acara seperti apa yang enak didatangi. Blogger lalu memilih untuk datang hanya ke acara yang relevan dengan kesukaannya.</p>
<p>Terkadang undangan ke suatu acara ditujukan selain kepada blogger, juga ditujukan kepada jurnalis media. Jurnalis diundang dan menuliskan kegiatan <em>event</em> karena memang itu adalah bagian dari pekerjaannya di media. Blogger tidak punya kewajiban itu. Kalau memang acaranya menarik dan berkesan bagi dirinya, atau merasa kalau memang acara itu penting, maka dengan suka hati ia akan menuliskan di blognya. Tidak ada yang menjamin blogger akan menuliskan pengalamannya setelah mendatangi suatu acara.</p>
<p>Lalu bagaimana cara mengikat blogger supaya akhirnya mau menuliskannya? Yang paling umum adalah kontrak <em>paid posting</em>. Ada beberapa blogger yang memang dikontrak oleh <em>brand </em>untuk menuliskan tentang suatu topik. Meski berbayar, bukan berarti blogger lalu memuji-muji yang membayar. Biasanya blogger tetap akan menuliskan pengalaman apa adanya. Kalau pujian pantas diberikan, ya dipuji. Namun kalau kritikan yang perlu disampaikan, ya dikritik.</p>
<p>Cara lainnya adalah dengan membuat kompetisi blog. Sudah banyak yang melakukan ini. Beberapa bulan lalu <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/28/xl-dan-perjalanan-ke-semarang/" target="_blank">XL</a> mengundang beberapa blogger jalan-jalan ke Semarang. Semua transportasi dan akomodasi ditanggung. Tidak ada kewajiban bagi blogger untuk menceritakan pengalamannya di blog. Namun XL menawarkan hadiah bagi 1 orang yang mau menuliskannya dengan baik. Iming-iming hadiah memang bisa menjadi motivasi bagi blogger untuk menulis.</p>
<p>Hal serupa dilakukan oleh <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/08/22/menulis-pengalaman-berkendara-melalui-blog/" target="_blank">Nissan March</a> yang memberikan kesempatan kepada beberapa blogger untuk merasakan langsung mobilnya. Blogger yang berpartisipasi diminta untuk menuliskan pengalamannya per hari di blognya. Iming-iming hadiah berangkat ke Jepang menjadi motivasi bagi blogger untuk rajin menuliskannya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/25/tips-jitu-mengundang-netizen/" target="_blank">Artikel lama</a> di blog ini juga bisa menjadi rujukan untuk para <em>brand </em>yang hendak mengundang <em>netizen</em> (termasuk blogger).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/24/kala-blogger-mendapat-undangan-acara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IdeaFest Conference 2011 (Bagian Dua)</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/30/ideafest-conference-2011-bagian-dua/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/30/ideafest-conference-2011-bagian-dua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jul 2011 12:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firly Afwika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[creative]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[ideafest]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4598</guid>
		<description><![CDATA[IdeaFest Conference 2011 pun kembali berlanjut. Setelah istirahat makan siang, audiens pun dihibur dengan penampilan musik dari Bayu Risa yang sangat eklektik. Penampilan Bayu Risa ini mengantarkan kita pada sesi ketiga “<em>The Rise of Creative Collaboration</em>” yang menghadirkan Menteri Perindustrian M.S.Hidayat, Peter F. Gontha, Sandiaga Uno, dan dipandu oleh presenter handal Andy F. Noya. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/07/ideafest.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><strong>M.S.Hidayat, Peter F. Gontha, Sandiaga Uno, dan Andy F. Noya</strong></p>
<p>IdeaFest Conference 2011 pun kembali berlanjut. Setelah istirahat makan siang, audiens pun dihibur dengan penampilan musik dari Bayu Risa yang sangat eklektik. Penampilan Bayu Risa ini mengantarkan kita pada sesi ketiga “<em>The Rise of Creative Collaboration</em>” yang menghadirkan Menteri Perindustrian M.S.Hidayat, Peter F. Gontha, Sandiaga Uno, dan dipandu oleh presenter handal Andy F. Noya. Diskusi ini dibuka dengan pemaparan dari M. S. Hidayat tentang bagaimana pemerintah mengembangkan industri kreatif. Beliau mengutarakan bahwa industri kreatif banyak dimotori oleh generasi muda dan masih menyimpan potensi yang sangat besar. Dalam kesempatan ini Pak Hidayat juga menyatakan bahwa <em>venture capital</em> bisa menjadi alternatif finansial industri kreatif.</p>
<p>Peter F. Goentha memeriahkan diskusi ini dengan menceritakan kisahnya membesarkan industri music jazz melalui penuturan yang jujur, cerdas, spontan, dan menghibur. Peter menjelaskan bagaimana kreativitas bisa dikembangkan menjadi komoditas. Ia juga menambahkan, “dibutuhkan konsistensi, persistensi dan persuasi untuk bisa menjual kreasi yang kita punya.”</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.22.11-PM.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-4599" title="Screen shot 2011-07-28 at 7.22.11 PM" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.22.11-PM-300x225.png" alt="" width="300" height="225" /></a>Sandiaga Uno banyak menjelaskan tentang kendala yang sering dialami pekerja kreatif, “Bank sulit memberikan pinjaman ke industri kreatif karena kolateralnya <em>intangible</em>, akibatnya kebanyakan cuma sekedar jadi ide saja. Karena perbankan tidak didesain dan diregulasi untuk mendanai industri yang tidak memiliki kolateral dan <em>track record.</em>&#8221; Sandi juga menambahkan, “semakin kuat kelas menengah, semakin besar pula kebutuhan produk-produk untuk solusi dan <em>entertainment</em>. Karenanya, pelaku industri kreatif harus bisa melihat apa yang dibutuhkan 87 juta kelas menengah itu dalam 5 tahun ke depan.” Sandi pun menutup diskusi ini dengan berpesan, “untuk jadi <em>entrepreneur</em> jangan cuma berani sukses, tapi juga harus berani gagal!”</p>
<p>Setelah sesi ketiga berakhir pertunjukan menarik dari Jogja Broadway yang muncul dengan format unik yang memanfaatkan bahan dasar rumah tangga sebagai kostum menghibur audiens dengan pertunjukan <em>mini theater</em> yang tidak biasa. Akhirnya kita sampai pada sesi yang paling ditunggu-tunggu! Sesi “<em>Long Love Idealism</em>” yang menghadirkan Stefan Sagmeister yang sering dianggap “Tuhan” dalam dunia desain grafis.</p>
<p><strong>Stefan Sagmeister</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.31.47-PM.png"><img class="alignright size-medium wp-image-4601" title="Screen shot 2011-07-28 at 7.31.47 PM" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.31.47-PM-300x225.png" alt="" width="300" height="225" /></a>Sagmaister banyak menceritakan tentang proses pembuatan “<em>The Happy Film</em>” yang telah dilaluinya. Ia menyebutkan, &#8220;<em>In order to create &#8220;The Happy Film&#8221;, I must be in a happy state of my life.</em>” Sagmesiter menambahkan bahwa dalam proses kreatifnya ia selalu merasakan kebahagiaan, ia melakukan apa yang membuatnya bahagia, dan selalu mencatat apapun yang dilakukannya. Dalam kesempatan ini ia juga memutarkan video kesehariannya dan menunjukkan fakta-fakta unik seputar kehidupan yang ditemuinya.</p>
<p>Sagmeister banyak menawarkan cara baru dalam desain, tak hanya terpaku pada peralatan konvensional dan dalam ruang. Ia banyak mengubah cara pandang dengan menggunakan alam sebagai media. Sagmeister telah melalui <em>sabbatical period</em> dimana ia melakukan proses kreatif sendiri dan menggarap karya pribadi tanpa tuntutan industri. Menurutnya, <em>&#8220;If you support pitching, you&#8217;re not creating work for audience but pitchers.</em>&#8221; Sagmeister menambahkan bahwa “<em>sometimes you just have to say NO to the client.</em>” Akhirnya, Sagmeister menutup ceritanya dengan menyihir audiens IdeaFest 2011 dengan visualisasi pesan &#8220;<em>Having Guts Always Works Out For Me.</em>&#8221; IdeaFest Conference 2011 pun berhasil menyisakan kekaguman audiens yang tak terhingga pada kejeniusan Stefan Sagmeister yang luar biasa!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/30/ideafest-conference-2011-bagian-dua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IdeaFest Conference 2011 (Bagian Satu)</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/29/ideafest-conference-2011-bagian-satu/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/29/ideafest-conference-2011-bagian-satu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 23:46:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firly Afwika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[creative]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[ideafest]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4585</guid>
		<description><![CDATA[“Saatnya anak muda menunjukkan potensi kreatifnya!” Itulah pesan yang ingin disampaikan dalam <strong>IdeaFest Conference 2011</strong> yang berlangsung di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center, 23 Juli 2011 lalu. Acara yang mengangkat tema “<em>Pursue Your Creative Dream</em>” ini menghadirkan deretan pembicara yang memiliki cerita dan pengalaman menarik seputar industri kreatif, seperti Glenn Fredly, Erwin Arnada, Andy S.Boediman, Dian Muljadi, Sarah Sechan, Peter F.Gontha, Sandiaga Uno, M.S. Hidayat, Andy F. Noya dan tentunya ikon desain yang paling ditunggu, Stefan Sagmeister.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/07/ideafest.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/ideafest.jpg"><img class="size-medium wp-image-4586 alignleft" title="ideafest" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/ideafest-300x300.jpg" alt="IdeaFest Conference 2011" width="300" height="300" /></a>“Saatnya anak muda menunjukkan potensi kreatifnya!” Itulah pesan yang ingin disampaikan dalam <strong>IdeaFest Conference 2011</strong> yang berlangsung di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center, 23 Juli 2011 lalu. Acara yang mengangkat tema “<em>Pursue Your Creative Dream</em>” ini menghadirkan deretan pembicara yang memiliki cerita dan pengalaman menarik seputar industri kreatif, seperti Glenn Fredly, Erwin Arnada, Andy S.Boediman, Dian Muljadi, Sarah Sechan, Peter F.Gontha, Sandiaga Uno, M.S. Hidayat, Andy F. Noya dan tentunya ikon desain yang paling ditunggu, Stefan Sagmeister.</p>
<p><strong>Glenn Fredly</strong></p>
<p>Setelah resmi dibuka oleh Bernhard Subiakto (Festival Director IdeaFest 2011), sesi pertama “<em>Rock &amp; Roll Idealism</em>” diawali dengan cerita Glenn Fredly tentang perjuangannya bersama Green Music Foundation. “Jadilah terang di tempat yang gelap” idealisme inilah yang dibawa Glenn untuk membuat perubahan melalui musiknya.</p>
<p>Setelah 10 tahun berkarya, Glenn memutuskan untuk resmi menjadi artis yang merdeka di tahun 2011. Menurutnya, sudah seharusnya artis bisa menjadi label untuk dirinya sendiri. Keputusannya untuk menjadi <em>independent artist</em> justru membuka berbagai kesempatan untuk mengasah kreativitasnya. Sejak tahun 2006 Glenn mulai menyuarakan kepeduliannya tentang isu perubahan iklim, kemanusiaaan dan pilar kekuatan budaya. Semuanya dilakukan melalui diplomasi lewat musik, yang sering disebutnya dengan “<em>Music for Change.</em>” Glenn menjelaskan bagaimana <em>talent</em> bisa menjadi <em>capital</em> bagi seorang musisi yang jika terus dikembangkan bisa memberikan perubahan besar untuk lingkungan di sekitarnya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.34.45-PM.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-4588" title="Screen shot 2011-07-28 at 7.34.45 PM" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.34.45-PM-300x224.png" alt="" width="300" height="224" /></a>Dalam misinya, Glenn bersama musisi lain yang tergabung dalam Green Music Foundation telah membantu penduduk Desa Ende, NTT yang sudah 15 tahun hidup tanpa listrik dan air bersih. Keberhasilan Glenn meningkatkan taraf kehidupan penduduk Desa Ende secara bertahap membuktikan bahwa “<em>It is possible for musician to empower their society through music</em>. Inilah kenapa musik harus bisa menjadi <em>movement</em>,” tutur Glenn.</p>
<p>Tahun 2009, bersama teman-temannya Glenn mendirikan “Rumah Pintar” pertamanya dari hasil bermusik. Rumah Pintar ini berisi buku dan musik pilihan untuk meningkatkan taraf pendidikan anak-anak di desa tertinggal. Selain “Rumah Pintar,” Glenn juga aktif terlibat dalam proyek kemanusiaan “Save Mentawai,” proyek musik Beta Maluku yang berhasil mengawinkan musik hip-hop dengan budaya lokal yang mengangkat keunikan bahasa daerah. Dari proyek Beta Maluku, Green Music Foundation berhasil menjual 2.000 kopi album dalam waktu 2 bulan. Tak hanya itu, Glenn juga menyuarakan kepeduliannya dengan mengumpulkan 1.000 gitar yang hasilnya akan dibagikan untuk anak-anak Indonesia.</p>
<p>Terinspirasi dari bisnis filantrofi, menurut Glenn, musisi bisa mendapatkan haknya dengan semestinya dan bisa membagikan hasilnya untuk kemanusiaan. Glenn menutup ceritanya siang itu dengan pernyataan, “ide kreatif itu tidak bisa dimonopoli tapi harus dibagikan seperti virus yang menular. Intinya adalah bagaimana membangun ide kreatif Itu menjadi sesuatu yang hidup dan bisa menghidupi.”</p>
<p><strong>Erwin Arnada</strong></p>
<p>Presenter kedua adalah Erwin Arnada yang baru menghidup udara segar setelah bebas dari Lapas Cipinang 24 Juni 2011 lalu. Erwin membuka presentasinya dengan menebarkan semangat bahwa potensi kreatif itu dimiliki oleh semua orang. Erwin menyatakan bahwa kreativitas itu tidak boleh hanya sampai pada gagasan atau ide, lebih jauh lagi ide itu harus ditransformasikan dalam dunia material yang formatif. Erwin juga menceritakan bagaimana sebuah karya bisa <em>survive</em> dan <em>sustain</em> yaitu dengan berevolusi. Ia memberi contoh band The Rolling Stone yang sudah 50 tahun berkarya dan bisa diterima dari generasi ke generasi karena mereka terus berevolusi. Erwin pun menegaskan bahwa evolusi adalah bagian penting dari <em>sustainability</em>! Di sinilah proses asimilasi menjadi penting, bagaimana kita bisa memanfaatkan nilai lama yang bisa digabungkan nilai baru yang bisa dikonfigurasikan.</p>
<p>Erwin juga menambahkan, “kita tidak akan bisa berkembang kalau kita tidak berani mengambil resiko! <em>Free your mind</em> adalah kata kunci dari setiap penciptaan.” Ketika mendekam dalam penjara selama 8 bulan, Erwin membuktikan bahwa perjalanan waktu tidak bisa mematikan kreativitas kita. Bagaimana tidak, dari dalam penjara Erwin bisa meluncurkan sebuah majalah bertajuk “What’s in Bali” berisi informasi tentang gaya hidup, hiburan, seni dan hobi, yang diterbitkan dalam bahasa Inggris dan bahasa Rusia. Tak hanya itu, di balik jeruji besi, ia juga berhasil menyelesaikan dua buah buku serta kisah hidupnya yang terinspirasi dari kesehariannya di kamar sel nomer 212 akan difilmkan dengan judul “Rabbit versus Goliath.” Keberanian Erwin untuk terus berkarya membuktikan bahwa penjara pun tidak bisa mengurung pikiran dan imajinasi kreatifnya. Akhirnya Erwin berpesan, “Jangan pernah ada ketakutan dalam diri, karena pikiran kita sendirilah yang akan mematikan kreativitas kita.”</p>
<p><strong>Dian Muljadi dan Sarah Sechan</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.27.36-PM.png"><img class="alignright size-medium wp-image-4587" title="Screen shot 2011-07-28 at 7.27.36 PM" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.27.36-PM-300x169.png" alt="" width="300" height="169" /></a>Acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif tentang perempuan di era digital yang menghadirkan Dian Muljadi dan Sarah Sechan dan dipandu oleh Andi S. Boediman. Dalam diskusi ini mereka banyak membahas tentang transformasi kehidupan perempuan di era digital yang ditunjang oleh kemajuan teknologi dan fenomena jejaring sosial. Sarah Sechan menjelaskan bagaimana perempuan bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan cara yang cerdas. “Perempuan kini dituntut untuk tahu banyak hal, mulai dari urusan rumah tangga, gaya hidup, dll. <em>Digital helps me!</em>”. Sarah pun menceritakan pengalamannya tentang besarnya pengaruh jejaring sosial Twitter untuk menggalang dana kemanusiaan, &#8220;Berkat jejaring sosial, saya berhasil mendapat bantuan 4 truk besar dan uang 30 juta untuk korban bencana di Merapi dan Mentawai.”</p>
<p>Sementara itu, Dian Muljadi banyak bercerita tentang bagaimana ia melihat <em>blue ocean</em> baru dalam transformasi media <em>online</em> yang membuatnya mendirikan portal <em>lifestyle</em> untuk perempuan: Fimela.com. Dian pun menyatakan, “perempuan sudah sangat nyaman dengan dunia digital. Buktinya, transaksi puluhan juta pun rutin terjadi di BBM grup”. Di akhir diskusi Andi S Boediman pun menyimpulkan bahwa <em>content</em>, <em>community</em> dan <em>commerce</em> adalah 3 kunci utama evolusi industri digital masa kini.</p>
<p>Cerita tentang pembicara-pembicara berikutnya akan dituliskan dalam artikel berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/29/ideafest-conference-2011-bagian-satu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IDBYTE Conference 2011</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/15/idbyte-conference-2011/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/15/idbyte-conference-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 13:25:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[ebay]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[idbye]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[linkedin]]></category>
		<category><![CDATA[mig33]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4547</guid>
		<description><![CDATA[IDBYTE Conference diselenggarakan hari Kamis, 14 Juli 2011 di Ballroom Ritz-Carlton Pacific Place, setelah sebelumnya selama 3 hari diadakan <em>workshop</em>. Pembicara yang hadir di IDBYTE Conference ini sangat beragam, dari perwakilan Facebook, Google, LinkedIn, eBay, hingga pembicara lokal dari Kaskus dan Mig33.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_01.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4534" title="idbyte2011_01" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_01-300x272.jpg" alt="" width="300" height="272" /></a>IDBYTE Conference diselenggarakan hari Kamis, 14 Juli 2011 di Ballroom Ritz-Carlton Pacific Place, setelah sebelumnya selama 3 hari diadakan <em>workshop</em>. Pembicara yang hadir di IDBYTE Conference ini sangat beragam, dari perwakilan Facebook, Google, LinkedIn, eBay, hingga pembicara lokal dari Kaskus dan Mig33.</p>
<p>Setelah acara dibuka resmi, yang berbagi cerita pertama kali adalah Javier Olivan dari Facebook. Javier sedikit bercerita tentang perkembangan Facebook dari awal berdiri hingga kini. Ia berbagi cerita tentang fitur Facebook Photos, yang langsung jadi primadona bagi para penggunanya. Fungsinya sederhana, hanya galeri foto. Yang membedakannya dengan fitur serupa di situs berbagi foto adalah kuatnya faktor <em>social graph </em>di Facebook.</p>
<p>Javier juga bercerita kalau Facebook selalu ingin bisa semakin banyak diakses oleh banyak orang dengan mudah. Pada tahun 2008 Facebook melakukan lokalisasi bahasa, dengan mengajak para anggotanya untuk ikut berkontribusi, termasuk bahasa Indonesia, yang banyak dibantu oleh pengguna Facebook dari Indonesia yang saat itu memang belum banyak.</p>
<p>Saat ini sudah ada 750 juta pengguna Facebook. Akses ke Facebook pun tidak dibatasi via web, tapi juga bisa melalui ponsel, temasuk ponsel klasik (<em>feature phone</em>), dengan mengakses situs Facebook versi <em>mobile</em>. Untuk <em>smart phone</em>, Facebook juga sudah menyiapkan aplikasi untuk beragam OS. <em>Facebook for every phone</em>, prinsipnya.</p>
<p>Untuk <em>brand</em>, Facebook mengingatkan kalau mereka bisa membangun <em>fans </em>melalui Facebook Page, dan bukan Facebook Profile. Javier mengingatkan jumlah <em>fans </em>jangan menjadi pertimbangan utama. Lebih penting membangun <em>engagement</em> via komunikasi dengan <em>fans</em>. Hal yang juga bisa membantu promosi Facebook Page adalah melalui <em>sponsored stories</em>, format iklan teks yang dimunculkan dalam bentuk rekomendasi dari seorang teman kita yang melakukan <em>like </em>terhadap sebuah Facebook Page. <em>Sponsored stories </em>ini akan membantu penyebaran informasi dari pengguna yang sudah me-<em>like</em> Facebook Page ke teman-temannya. <em>Value </em>yang diberikan melalui <em>sponsored stories</em> ini adalah kekuatan <em>word of mouth</em> dari Facebook.</p>
<p>Presentasi kedua dibawakan oleh Oliver Hua, COO eBay Greater China, SEA, and Japan. Katanya sejak 5 tahun terakhir, 21% pertumbuhan ekonomi negara berkembang merupakan kontribusi dari internet. Kalau ditotal, ada $8 trilyun transaksi <em>ecommerce </em>di internet (B2B dan B2C) sejak 5 tahun terakhir. Hua bercerita kalau penetrasi konsumen untuk berbelanja tersebut disebabkan oleh 4 tren: <em>mobile</em>, <em>digital</em>, <em>local </em>(misalnya aplikasi untuk mengecek komparasi harga barang secara lokal sekitar daerah itu), dan <em>social </em>(seperti konsep yang dilakukan Groupon, membeli dalam jumlah <em>bulk</em>, supaya konsumen mendapat keuntungan lebih).</p>
<p>Menurut Hua, Indonesia punya potensi besar di bidang <em>ecommerce</em>, karena penggunaan <em>social media</em> yang tinggi, penetrasi <em>mobile </em>yang tinggi, dan <em>ecommerce </em>saat ini masih berada di tahap awal, sehingga peluangnya masih sangat besar. Yang dibutuhkan di Indonesia adalah tempat para pembeli dan penjual bertransaksi <em>ecommerce</em>. Beberapa peman ecommerce di Indonesia antara lain: plasa.com, dealkeren.com, multiply.com, dan tokobagus.com.</p>
<p>Hua bercerita tentang strategi eBay yang dilakukan di Indonesia. eBay ingin memfasilitasi transaksi perdagangan lintas negara, sehingga para pebisnis di Indonesia bisa menjual langsung produk mereka ke lebih dari 95,7 juta pembeli di seluruh dunia. Pasar yang menjadi kunci ekspor: Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, dan Jerman. Hingga saat ini sudah ada 21 <em>retail </em>dari Indonesia yang berjualan di eBay sejak 2011. Ada 50% volume transaksi penjualan di eBay Indonesia dilakukan untuk para pembeli di Amerika Serikat dan Eopa.</p>
<p>Setelah makan siang presentasi IDBYTE Conference dibawakan oleh Michelle Guthrie, JAPAC Director, Strategic Business Development Google. Indonesia saat ini memiliki pertumbuhan pengguna internet yang terbesar dan tercepat di Asia Tenggara (sebesar 16,7%), diikuti oleh Filipina (13,7%), Thailand (13,1%), Vietnam (10%), Malaysia, lalu Singapura. Katanya juga, kini sebanyak 77% konsumen global melihat video <em>online</em>.</p>
<p>Penggunaan <em>mobile</em> yang meningkat pesat berpengaruh terhadap peningkatan penggunaan internet <em>mobile </em>di Indonesia. Saat ini ada 211 juta pengguna <em>mobile </em>di Indonesia (dengan penetrasi 91%). Terdapat 180 juta lebih pengguna internet <em>mobile</em> selama 5 tahun terakhir. Sebanyak 17% masyarakat urban di Indonesia punya <em>smart phone</em>. Intensitas penggunaan internet pun tinggi, dengan 633 halaman per bulan per orang. Percaya atau nggak, sebanyak 71% konsumen Indonesia menggunakan internet setiap harinya, menghabiskan 35 jam untuk <em>online </em>per minggu, atau 6,1 hari per minggu, atau 5,7 jam per hari.</p>
<p>Michelle juga berbagi cerita kalau kini sebanyak 4.2 milyar <em>search </em>terjadi setiap harinya di seluruh dunia. Pencarian (<em>search</em>) di Indonesia paling banyak untuk topik otomotif (misal: Honda), diikuti dengan FMCG (misal: Oriflame, Carrefour, KFC), dan hiburan (misal: YouTube, musik, video). Mengikuti di bawahnya topik penerbangan (misal: Lion Air, Garuda Indonesia), komputer (misal: Acer), <em>gadget </em>(misal: Nokia, BlackBerry), dan perbankan (misal: KlikBCA, Bank Mandiri).</p>
<p>Selanjutnya Andy Zain yang presentasi. Andy bercerita kalau kini Indonesia punya 168 juta pengguna <em>mobile</em>, dan 30 juta pengguna internet. Kalau dihitung banyak-banyakan sedunia, populasi penduduk Indonesia nomor 5 sedunia, populasi pengguna <em>mobile </em>nomor 6 sedunia, tapi ternyata nomor 16 untuk populasi pengguna internet. Indonesia bahkan juga menjadi pengguna Opera Mini terbesar di dunia. Penguna internet pwling banyak 16-19 tahun. Diduga akhir 2011 akan ada 251 juta koneksi. Menurutnya, <em>Indonesia is not a trend follower, but is a trend creator</em>, karena pengguna internet Indonesia selalu saja menciptakan <em>hype </em>baru, dengan misalnya: menciptakan <em>trending topic </em>sesering mungkin.</p>
<p>Andy Zain menyampaikan data dari Nielsen, tahun 2010 kemarin belanja <em>advertising </em>total sebanyak 60 trilyun rupiah, dan akan tumbuh lebih dari 20% per tahunnya. Namun, angka yang dipakai untuk belanja <em>advertising </em>di ranah digital hanya lebih dari 2%.</p>
<p>Hal yang unik dari pengguna <em>mobile </em>di Indonesia adalah adanya 2 segmen target yang bertolak belakang. Satu segmen adalah <em>white collar </em>yang tinggal di daerah urban dan berpendidikan tinggi, serta punya akses ke PC dan <em>mobile</em>. Segmen kedua adalah para pekerja umum yang hidup di koa-kota satelit dan di daerah kampung. Mereka tidak punya akses ke PC, namun aktif menggunakan <em>mobile</em>. Andy berbagi cerita kalau segmen kedua inilah pengguna mayoritas <em>mobile </em>di Indonesia. Kalau mau membuat aplikasi yang berguna dan dipakai banyak orang di Indonesia, cobalah menyasar segmen kedua ini.</p>
<p>Andy juga berbagi cerita menarik tentang industri musik yang kini sebenarnya hidup dari <em>mobile</em>. Berbeda dengan negara lain yang pendapatan musiknya datang melalui iTunes, kala di Indonesia sebanyak 70-80% pendapatan industri musik masuk melalui RBT, dengan nilai total 1,7 trilyun rupiah. Pendapatan lainnya yang terlihat sangat kecil adalah dari penjualan CD/kaset 0,2 trilyun rupiah, dan konser 0,1 trilyun rupiah. Untuk komparasinya, estimasi pembajakan CD mencapai 1 trilyun rupiah (jauh lebih besar daripada pendapatan penjualan legal).</p>
<p>Presentasi selanjutnya adalah dari Gerald Ang, Head of Digital, Asia at Research In Motion yang banyak bercerita tentang keberadaan komunitas BlackBerry di Indonesia, dilanjukan dengan presentasi Ken Dean Lawadinata, Chief Executive Officer, KASKUS Networks yang berbagi cerita tentang sistem pembayaran yang terjadi di Kaskus. Maaf nggak mencatat banyak pada dua sesi ini karena banyak mengobrol dan menjalin <em>networking</em>.</p>
<p>Presentasi IDBYTE Conference ditutup oleh Clifford Rosenberg, Managing Director, LinkedIn Australia dan New Zealand. Clifford sedikit berbagi tentang evolusi internet. Sejak 1995 internet telah berevolusi, dengan munculnya portal sebagai <em>gateway </em>internet. Portal ini menjadi gerbang utama pengguna untuk mencari informasi di internet.</p>
<p>Selanjutnya muncul Google yang membuat pencarian di internet menjadi lebih mudah. Lalu muncul <em>social network </em>yang memperkuat perkembangan komunitas maya di ranah digital. Karakter LinkedIn berbeda dengan Facebook dan Twitter, terkait dngan konteks percakapannya. Pada dasarnya, semakin banyak pengguna <em>social network </em>ingin membedakan jejaring profesional dan personalnya. Facebook dan Twitter sangat cocok untuk komunikasi yang bersifat publik (melalui <em>update </em>status, bermain <em>game</em>,<em> </em>dan berbagi foto). LinkedIn lebih dipakai untuk membangun identitas, koneksi, dan <em>insight </em>yang terkait dengan dunia profesional. LinkedIn menjadi tempat para profesional mudah ditemukan saat ada yang mencarinya via Google. Clifford selanjutnya lebih banyak bercerita tentang bagaimana membangun profil LinkedIn yang bercitra profesional.</p>
<p>Acara IDBYE Conference pun akhirnya ditutup sejenak, sebelum malamnya kegiatan penganugerahan Bubu Awards dimulai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/15/idbyte-conference-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IDBYTE &#8211; Workshop Hari Pertama</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/11/idbyte-%e2%80%93-workshop-hari-pertama/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/11/idbyte-%e2%80%93-workshop-hari-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 13:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[adobe]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[apple]]></category>
		<category><![CDATA[game developer]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[idbyte]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4533</guid>
		<description><![CDATA[Selama hari Senin hingga Kamis (11-14 Juli 2011) ini berlangsung perhelatan <a href="http://id-byte.com" target="_blank">IDBYTE</a> di Pacific Place, Jakarta. Selama 3 hari pertama ini berlangsung <em>workshop </em>gratis namun terbatas bagi umum, dengan tema berbeda-beda. Hari pertama <em>workshop </em>bertajuk â€œ<em>The Future of Application World</em>â€  khusus ditujukan untuk para <em>developer</em>. Acara dimulai sekitar jam 10 di salah satu teater Blitz Megaplex dengan sambutan dari juragan IDBYTE, ibu Shinta Dhanuwardoyo dan Menkominfo Tifatul Sembiring.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_01.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4534" title="idbyte2011_01" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_01-300x272.jpg" alt="" width="300" height="272" /></a>Selama hari Senin hingga Kamis (11-14 Juli 2011) ini berlangsung perhelatan <a href="http://id-byte.com" target="_blank">IDBYTE</a> di Pacific Place, Jakarta. Selama 3 hari pertama ini berlangsung <em>workshop </em>gratis namun terbatas bagi umum, dengan tema berbeda-beda. Hari pertama <em>workshop </em>bertajuk â€œ<em>The Future of Application World</em>â€  khusus ditujukan untuk para <em>developer</em>. Acara dimulai sekitar jam 10 di salah satu teater Blitz Megaplex dengan sambutan dari juragan IDBYTE, ibu Shinta Dhanuwardoyo dan Menkominfo Tifatul Sembiring.</p>
<p>Salah satu tujuan penting dari IDBYTE ini adalah agar Indonesia tidak sekedar menjadi konsumen dunia digital dengan menjadi salah satu pengguna Facebook dan Twitter terbesar, namun juga bisa menjadi produsen konten dan aplikasi digital yang terbesar pula. Potensinya ada, tinggal bagaimana mengeksplorasinya lebih jauh, sehingga konten Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Tifatul Sembiring pun meyakini kalau kondisi Indonesia itu aman untuk pengembangan industri kreatif, terutama teknologi informasi.</p>
<p>Setelah pembukaan, acara pun dipisah menjadi dua sesi <em>workshop</em>. Salah satu sesi <em>workshop </em>membahas tentang fitur-fitur OS Android Honeycomb yang dibawakan oleh Mr  Rajdeep Dua, sementara sesi satunya membahas tentang Intel yang menjadi <em>processor </em>untuk hampir semua <em>platform </em>dan <em>device</em>, dari <em>netbook</em>, <em>tablet</em>, <em>smartphone</em>, <em>smart TV</em>, dan yang tertanam di <em>device</em> khusus.</p>
<p>Intel mengenalkan bisnis model <a href="http://appdeveloper.intel.com/ " target="_blank">Intel AppUp Developer Program</a>, dimana <em>developer</em> bisa menjual aplikasinya ke <em>end user</em>. Hasil penjualannya dibagi dengan 70% untuk <em>developer </em>dan 30% untuk Intel. Konsepnya mirip dengan Apple AppStore atau Google Android Market, hanya bedanya ini ditujukan untuk beragam <em>platform </em>dan <em>device </em>berbeda yang didukung oleh Intel. Beragam <em>tutorial </em>bisa dicek di <a href="http://appdeveloper.intel.com/forum " target="_blank">tautan ini</a> atau bisa follow @develop4appup.</p>
<p>Intel mengundang para <em>developer</em> Indonesia dan memberikan insentif sebesar USD 500 untuk masing-masing 10 <em>developer </em>yang pertama kali mengirimkan aplikasinya. Untuk tiga tertingginya akan menerima insentif USD 800. Bagi para <em>developer </em>yang tertarik, silakan <em>submit </em>ke situsnya.  Setelah melewati proses validasi yang dilakukan Intel, aplikasi akan langsung ditayangkan di AppUp.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_02.jpg"></a><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_02.jpg"></a><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_02.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4535" title="idbyte2011_02" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_02.jpg" alt="" width="530" height="396" /></a><br />
Di sesi Intel selanjutnya, presentasi dilanjutkan oleh Anton dari Touchten, <em>developer</em> iOS yang membuat <em>game </em>Sushi Chain. Tim Touchten sudah mengembangkan beberapa aplikasi <em>game </em>untuk AppStore dan kini mengandalkan <em>revenue </em>yang lumayan tinggi dari sana. Mereka menjalin kerja sama dengan beberapa blogger pengulas <em>game</em>, sehingga secara tidak langsung membantu promosi <em>game </em>mereka. Ada salah satu <em>game </em>baru karya merekea, Hachiko untuk iPad yang diunduh sebanyak 30.000 kali. <em>Game</em> yang terkonversi dari versi <em>light </em>ke <em>paid </em>sekitar 0.084%. Yang mengunduh dari pasar Indonesia sebanyak 300-an kali, meski yang akhirnya membeli hanya sebanyak 2-3 orang.</p>
<p>Setelah makan siang, sesi Intel diisi oleh Fathihadi dari <a href="http://www.augindonesia.org" target="_blank">Adobe User Group Indonesia (AUGI)</a> yang bercerita tentang Open Screen Project. Intinya, Adobe berupaya menjadi sebuah <em>platform </em>aplikasi masa depan, dengan semakin banyaknya Flash digunakan di banyak <em>device. S</em>aat ini <em>plugin </em>Flash sudah dipasang di lebih dari 98% peramban. Prinsip dari Open Screen Project adalah <em>develop </em>satu kali, tapi bisa dipakai di banyak <em>platform </em>sekaligus.</p>
<p>Acara <em>workshop </em>IDBYTE hari ini diakhiri dengan sesi <em>hands on </em>di @America. Mr  Rajdeep Dua berbagi informasi tentang pengembangan aplikasi yang menggunakan Google AppEngine.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_04.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4537" title="idbyte2011_04" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_04.jpg" alt="" width="530" height="396" /></a></p>
<p>Selain acara <em>workshop</em>, para pengunjung juga bisa menikmati sajian pameran dari beragam produk informasi di lantai dasar Pacific Place. Acara IDBYTE masih akan berlangsung hingga Kamis, dengan penganugerahan Bubu Awards sebagai puncak kegiatan acaranya. Bagi yang tertarik untuk sesi <em>workshop </em>hari Selasa dan Rabu besok, silakan daftar di <a href="http://id-byte.com/workshop/ " target="_blank">tautan ini</a> dan bagi yang tertarik untuk mengikuti <em>conference</em>, silakan daftar di <a href="http://id-byte.com/tickets/" target="_blank">tautan ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/11/idbyte-%e2%80%93-workshop-hari-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedikit Cerita Tentang Komunitas</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/30/sedikit-cerita-tentang-komunitas/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/30/sedikit-cerita-tentang-komunitas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 May 2011 04:27:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[koprol]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4448</guid>
		<description><![CDATA[Seorang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Howard_Rheingold" target="_blank">Howard Rheingold</a> pernah menuliskan dalam bukunya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_community" target="_blank">Virtual Communities</a> (1993) Â tentang keberadaan orang-orang yang terhubung melalui jaringan maya. Definisinya saat itu adalah â€œ<em>when people carry on public discussions long enough, with sufficient human feeling, to form webs of personal relationships</em>,â€ yang konteksnya sebenarnya masih relevan hingga saat ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/05/freshsurabaya.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Seorang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Howard_Rheingold" target="_blank">Howard Rheingold</a> pernah menuliskan dalam bukunya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_community" target="_blank">Virtual Communities</a> (1993) Â tentang keberadaan orang-orang yang terhubung melalui jaringan maya. Definisinya saat itu adalah â€œ<em>when people carry on public discussions long enough, with sufficient human feeling, to form webs of personal relationships</em>,â€ yang konteksnya sebenarnya masih relevan hingga saat ini.</p>
<p>Komunitas di ranah daring terwujud dari orang-orang yang terkumpul karena punya kedekatan emosional (meskipun belum tentu pernah bertemu wajah). Biasanya kedekatan itu akan semakin terlihat saat kegiatan kumpul-kumpul kopdar dilakukan. Sebelumnya kita hanya mengenal <em>nickname</em> dan avatar. Saat bertemu, wajah yang sebelumnya cuma diimajinasikan pun terlihat nyata. Pastinya, tatap mata akan membuat orang-orang yang tergabung dalam komunitas akan semakin dekat.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4450" title="meetups theory 1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-1.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Di Indonesia, komunitas virtual bisa ditemukan di banyak tempat. Di dalam <em>mailing list</em>, forum, Kaskus, Facebook, Twitter, Koprol, blogger, dll. Bahkan untuk situs sebesar Kaskus, Facebook, Twitter, atau Koprol, terbentuk pula banyak sub komunitas di dalamnya. Di Twitter misalnya, para penggemar @fiksimini sering berkumpul. Ada pula komunitas pecinta budaya seperti @kopdarbudaya yang sebulan sekali sering ngobrol ngalur ngidul hingga malam. Di Facebook, komunitas terbentuk dari banyak Facebook Page dan Facebook Groups. Di Kaskus bahkan ada sub komunitas Kaskus regional yang kerap kali berkumpul dan beraktivitas <em>offline </em>bersama.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4453" title="meetups theory 4" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-4.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Umumnya komunitas virtual ini bebas dimasuki siapa saja. Hanya saja, seperti biasanya, saat ada orang baru hendak ikut serta, nggak lalu membuatnya berani langsung aktif. Umumnya siklus bergabungnya seseorang dalam komunitas adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><em>Lurker</em><br />
Saat orang belum bergabung. Masih mengintip-intip para komunitas ini biasanya mengerjakan apa ya?</li>
<li><em>Novice</em><br />
Saat pertama kali bergabung. Mungkin suaranya belum banyak terdengar, tapi setidaknya beberapa anggota 	komunitas sudah mengenalnya.</li>
<li><em>Regular</em><br />
Sudah menjadi anggota biasa. Aktif, cukup dipercaya, dan sering berbagi, sehingga anggota lain pun senang dengan keberadaannya.</li>
<li><em>Leader</em><br />
Saat ia menjadi panutan para anggota komunitas lainnya. Ia sangat dipercaya, jujur, otentik, aktif berinteraksi, selalu konsisten dalam setiap tindakan. Untuk mencapai tahap ini jelas butuh waktu lama, karena tidak mungkin mendapatkan 	kepercayaan secara instan dari para anggota lainnya.</li>
<li><em>Elder</em><br />
Saat seseorang mulai jenuh dengan komunitas yang sudah digelutinya. Bisa jadi ia mulai punya perubahan pandangan. Bisa jadi anggota komunitas sudah sangat besar dan ia mulai tidak merasa nyaman dan aman di dalamnya.</li>
</ol>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4451" title="meetups theory 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-2.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Bergabung di sebuah komunitas itu menyenangkan. Bisa jadi akan punya teman baru, relasi bisnis baru, kesempatan baru. Yang perlu diingat adalah, di komunitas manapun kita bergabung, bersikaplah yang jujur dan otentik, agar orang pun percaya dengan kita dan mau menerima kita bergabung dalam komunitasnya.</p>
<p>Tulisan ini juga merupakan rangkuman berbagi cerita di hari Jumat, 27 Mei 2011 kemarin saat ulang tahun pertama FreSh Surabaya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4452" title="meetups theory 3" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/meetups-theory-3.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/30/sedikit-cerita-tentang-komunitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulang Tahun Perdana #twitalk</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/03/ulang-tahun-perdana-twitalk/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/03/ulang-tahun-perdana-twitalk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 May 2011 11:19:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[twitalk]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4356</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang spesial di hari Jumat, 29 April 2011 kemarin. Hari itu, persis satu tahun yang lalu akun @twitalkID resmi dibuat, oleh seorang Pungkas Riandika (@pungkas). Yang berbeda dari #twitalk ini adalah konsep <em>live show </em>yang dibawa ke ranah Twitter. Setiap hari Kamis malam, seminggu sekali, akun ini akan mengajak mengobrol tanya jawab dengan satu tokoh di Twitter. Pertanyaannya dikumpulkan dari audiens. #twitalk berusaha menjembatani warga Twitter yang biasanya suka malu-malu tanya ke tokoh (atau mungkin diabaikan si tokoh). Konsepnya menarik, dan ini rupanya bisa berjalan terus hingga lebih dari 40 tokoh ditampilkan dalam setiap acaranya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/05/twitalk03.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Ada yang spesial di hari Jumat, 29 April 2011 kemarin. Hari itu, persis satu tahun yang lalu akun @twitalkID resmi dibuat, oleh seorang Pungkas Riandika (@pungkas). Yang berbeda dari #twitalk ini adalah konsep <em>live show </em>yang dibawa ke ranah Twitter. Setiap hari Kamis malam, seminggu sekali, akun ini akan mengajak mengobrol tanya jawab dengan satu tokoh di Twitter. Pertanyaannya dikumpulkan dari audiens. #twitalk berusaha menjembatani warga Twitter yang biasanya suka malu-malu tanya ke tokoh (atau mungkin diabaikan si tokoh). Konsepnya menarik, dan ini rupanya bisa berjalan terus hingga lebih dari 40 tokoh ditampilkan dalam setiap acaranya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/twitalk04.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4360" title="twitalk" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/twitalk04.jpg" alt="" width="530" height="355" /></a></p>
<p>Ulang tahun pertama #twitalk kemarin diadakan di Mezzaluna Cafe, Kemang, dan dihadiri 70-an orang, dengan 11 dari 40 tokoh yang pernah diundang hadir, yakni:</p>
<ol>
<li>Riyanni Djangkaru (@r_djangkaru).</li>
<li>Edi Taslim (@etaslim).</li>
<li>Jerry Justianto (@jsjxyz).</li>
<li>Denny Santoso (@dennysantoso).</li>
<li>Zoya Amirin (@zoyaamirin).</li>
<li>Triawan Munaf (@triawan).</li>
<li>Nanda Ivens (@nanda_i).</li>
<li>Alissa Wahid (@alissawahid).</li>
<li>Shinta Dhanuwardoyo (@shintabubu).</li>
<li>Rene Suhardono (@reneCC).</li>
<li>Terselubung (@terselubung)</li>
</ol>
<p>Bahkan, pemilik akun misterius @terselubung pun datang ke acara ini. Di sini, audiens bisa ngobrol langsung dengan para tokoh. Para <em>follower </em>#twitalk yang datang pun ikut senang karena bisa bertemu dan ngobrol langsung dengan banyak pesohor Twitter.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/twitalk01.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4357" title="twitalk" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/twitalk01.jpg" alt="" width="570" height="284" /></a></p>
<p>Yang menarik dari konsep #twitalk ini adalah semua aktivitas ini mengandalkan kontak pertemanan di ranah daring. Pengelola #twitalk tidak kenal (bahkan belum pernah berjumpa) dengan sebagian besar tokoh ini. Relasi pertemanan di ranah daring menghubungkan ini semua. Biasanya pengelola #twitalk akan mengajukan lamaran ke tokoh terkait, dan berharap si tokoh bersedia berbagi ilmu dan pengalamannya dengan banyak orang lainnya di Twitter. Murni tidak ada unsur komersial di sini.</p>
<p>Khusus untuk penyelenggaraan acara ulang tahun pertama ini, #twitalk juga menyiapkan kontes di Twitter dan di lokasi acara. Terima kasih kepada sponsor XL Axiata, Acer, Heineken, English First, Terselubung, dan Saling Silang yang telah membantu meramaikan acara kali ini.</p>
<p>Untuk informasi #twitalk selanjutnya, silakan kunjungi situsnya di <a href="http://twitalk.co.id/" target="_blank">twitalk.co.id</a> yang dirilis bersamaan dengan ulang tahun perdananya ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/twitalk02.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4358" title="twitalk" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/twitalk02.jpg" alt="" width="570" height="381" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/twitalk03.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4359" title="twitalk" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/05/twitalk03.jpg" alt="" width="570" height="381" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/03/ulang-tahun-perdana-twitalk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Jitu Mengundang Netizen</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/25/tips-jitu-mengundang-netizen/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/25/tips-jitu-mengundang-netizen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 11:56:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[coca-cola]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4255</guid>
		<description><![CDATA[Ah judulnya bombastis ya? Hihi, biarkan. Jadi begini, dua hari lalu Coca-Cola Indonesia mengundang banyak netizen datang ke acaranya di FX. Pada masa yang sama, Coca-Cola regional memang mensponsori kegiatan band tenar Maroon5 menggarap lagu terbaru untuk Coca-Cola selama 24 jam penuh. Di acara ini, ada sedikit <em>streaming </em>dari kegiatan tersebut. Di acara ini pula, Coca-Cola Indonesia merilis situs versi terbarunya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/03/kopdar2.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/03/kopdar1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-4257" title="kopdar1" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/03/kopdar1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Ah judulnya bombastis ya? Hihi, biarkan. Jadi begini, dua hari lalu Coca-Cola Indonesia mengundang banyak netizen datang ke acaranya di FX. Pada masa yang sama, Coca-Cola regional memang mensponsori kegiatan band tenar Maroon5 menggarap lagu terbaru untuk Coca-Cola selama 24 jam penuh. Di acara ini, ada sedikit <em>streaming </em>dari kegiatan tersebut. Di acara ini pula, Coca-Cola Indonesia merilis situs versi terbarunya.</p>
<p>Berbeda dengan acara undangan <em>brand </em>(yang biasanya sudah sering dilakukan), kali ini netizen yang datang sangat banyak. Kok bisa? Nah, mungkin tips-tips berikut iniÂ (yang sebelumnya sempat diceritakan versi singkatnya di <a href="http://twitter.com/pitra/statuses/50716850354528257" target="_blank">Twitter</a>)Â bisa menjadi <em>clue </em>kalau <em>brand </em>lain mau membuat acara serupa lagi di masa datang.</p>
<ol>
<li>Lokasi 	paling penting. Paling afdol sih di tengah kota. Kalau di Jakarta 	mungkin di sekitaran Sudirman â€“ Gatot Subroto, yang bisa diakses 	dari manapun. Acara Coca-Cola kemarin itu awalnya akan 	diselenggarakan di Rolling Stones Kemang di malam sebelumnya. Andai 	saja terjadi seperti itu, rasanya netizen yang datang tidak akan 	sebanyak kemarin.</li>
<li>Waktu, yang 	paling tepat umumnya adalah malam hari, saat para netizen sudah 	pulang dari aktivitas kantornya masing-masing. Mulai pukul 19:00 ke 	atas adalah waktu yang paling wajar. Hindari membuat acara di siang 	hari, karena netizen sudah punya kesibukannya masing-masing di waktu 	siang.</li>
<li>Makanan 	dan minuman. Ini sih hukumnya wajib. Entah itu makanan berat atau 	sekedar cemilan, tapi percaya atau nggak, kalau setiap kali undangan 	muncul, yang terpikirkan oleh beberapa orang adalah, â€œdi sana ada 	makanan nggak?â€</li>
<li><em>Goodie bag</em>. 	Ini harapan lainnya saat datang ke <em>venue</em>, 	bisa mendapatkan sesuatu yang menarik, atau unik. Pernah ada satu 	kegiatan <em>gathering</em> yang sponsornya menghadiahkan <em>goodie bag</em> dalam bentuk tanaman di pot. Sesuatu yang khas yang memang 	disesuaikan dengan tema acara.</li>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/03/kopdar2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-4256" title="kopdar2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/03/kopdar2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Live performance, umumnya 	musik yang bisa mengajak audiens ikut berinteraksi sekaligus 	terhibur.</li>
<li>Spot untuk berkumpul. Ini yang 	kadang suka terlewat. Pada dasarnya para netizen datang ke sebuah 	acara kan sekalian untuk <em>meetup</em> (kopdar). Mereka bukan media yang memang diwajibkan untuk datang ke 	suatu acara. Acara seperti ini ikut membantu memberikan kesempatan 	untuk netizen berkumpul. Kalau di lokasi acara ada satu titik yang 	memungkinkan para netizen ini untuk ngobrol, tentu akan 	menyenangkan.</li>
<li>Penyelenggara 	ikut terlibat bersama netizen. Alangkah lebih baik kalau ada 	perwakilan <em>brand </em>yang 	memang sudah kenal dengan netizen sebelumnya. Biarkan ia berbaur 	dengan para netizen. Di satu sisi para netizen pun senang karena 	penyelenggara tidak menjaga jarak. Di sisi lain si perwakilan <em>brand </em>bisa ikut ngobrol santai sambil 	berbagi informasi tentang <em>brand </em>itu 	sendiri.</li>
</ol>
<p>Ini sekedar masukan saja loh ya, berdasarkan pengalaman yang sudah ada sebelumnya. Namun kalau ternyata <em>brand </em>punya cara lain yang unik yang bisa membuat <em>meetup </em>menjadi lebih menyenangkan, kenapa tidak?</p>
<p>Kredit foto: <a href="http://www.flickr.com/photos/cesarsidolisa/5554825697/in/set-72157626338383688/" target="_blank">Cesarsidolisa</a> dan <a href="http://plixi.com/p/86247943" target="_blank">Farah Mangun</a>. Terima kasih <a href="http://chikastuff.wordpress.com" target="_blank">Chika</a> yang membantu melengkapi tips ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/25/tips-jitu-mengundang-netizen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Kita Berbagi</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/02/28/mari-kita-berbagi/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/02/28/mari-kita-berbagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 12:02:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[startup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4185</guid>
		<description><![CDATA[Masih teringat bulan Agustus 2008 lalu saat FreSh Jakarta pertama kali diselenggarakan. Lokasinya sempit-sempitan di sebuah rumah makan di jalan Barito. Beberapa orang berniat untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tanpa imbalan komersial. Semua yang datang punya semangat yang sama, yakni untuk berbagi. Kala itu kegiatan berbagi seperti ini bisa dikatakan belum banyak ada. Yang saat itu baru muncul juga adalah Mobile Monday, kegiatan bulanan yang banyak membahas perkembangan dunia <em>mobile</em>. Beberapa komunitas blogger pernah mengadakan kegiatan berbagi serupa, meski tidak banyak yang melakukannya secara rutin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/02/5047630030_484113c2ce_z.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/02/5047630030_484113c2ce_z.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4188" title="5047630030_484113c2ce_z" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/02/5047630030_484113c2ce_z-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Masih teringat bulan Agustus 2008 lalu saat FreSh Jakarta pertama kali diselenggarakan. Lokasinya sempit-sempitan di sebuah rumah makan di jalan Barito. Beberapa orang berniat untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tanpa imbalan komersial. Semua yang datang punya semangat yang sama, yakni untuk berbagi. Kala itu kegiatan berbagi seperti ini bisa dikatakan belum banyak ada. Yang saat itu baru muncul juga adalah Mobile Monday, kegiatan bulanan yang banyak membahas perkembangan dunia <em>mobile</em>. Beberapa komunitas blogger pernah mengadakan kegiatan berbagi serupa, meski tidak banyak yang melakukannya secara rutin.</p>
<p>Namun itu sudah dua tahun lebih yang lalu. Sekarang sudah jauh berubah. Seiring dengan menjamurnya aktivitas pengguna <em>social media</em>, kegiatan berbagi kini semakin banyak. Tidak hanya ada di Jakarta, tapi sudah meluas ke Bandung, Jogja, Surabaya, Semarang, Bali, hingga Makassar. Dua tahun lalu, sebagai pengurus FreSh, kita bisa sangat leluasa untuk menentukan jadwal acara. Sekarang semakin sulit, karena perlu mempertimbangkan jadwal acara berbagi lainnya, untuk menjaga supaya tidak terjadi bentrokan kegiatan acara, yang akan membingungkan pesertanya. Sisi baiknya tentu, kita semakin bisa menemukan kegiatan berbagi hampir setiap harinya. Nggak perlu sampai menunggu sebulan sekali.</p>
<p>Lalu ada apa saja sih kegiatan berbagi ini? Kalau daftar berikut ini masih belum lengkap, silakan tambahkan ya.</p>
<p><a href="http://www.freshyourmind.com/" target="_blank"><strong>FreSh (Jakarta)</strong></a></p>
<p>Kalau yang sering baca blog ini, tentu sudah tahu tentang FreSh. Acara (hampir) bulanan ini membahas topik yang berhubungan dengan ranah daring. Punya tema tertentu setiap bulannya, dengan pembicara dari profesional hingga para pelaku awal. Lokasi acara tidak pernah tetap, tergantung pihak lain yang berbaik hati meminjamkan tempatnya. Entah sudah berapa kali FreSh diselenggarakan, mungkin sudah lebih dari 25 kali.</p>
<p><strong><a href="http://www.rotifresh.net/" target="_blank">RoTI FreSh (Semarang)</a></strong></p>
<p>Teman-teman di Semarang yang tertarik dengan aktivitas FreSh di Jakarta lalu membuat perhelatan serupa di kota mereka. Meski diselenggarakan di kota Semarang, pengunjungnya justru datang dari banyak kota di sekitarnya. Topiknya banyak membahas dunia kreatif dan daring. Slogan mereka  sangat kena sekali dan kini banyak dipakai di perhelatan berbagi lainnya: â€œkarena berbagi tak pernah merugi.â€</p>
<p><strong><a href="http://www.freshsurabaya.com/" target="_blank">FreShSby (Surabaya)</a></strong></p>
<p>Serupa dengan yang di Jakarta dan Semarang, teman-teman di Surabaya pun ikut menyelenggarakan kegiatan berbagi sejak bulan Mei 2010. Tema bahasannya pun serupa, banyak pula membahas dunia kreatif dan daring.</p>
<p><strong><a href="http://www.id-mobilemonday.com/" target="_blank">Mobile Monday (Jakarta)</a></strong></p>
<p>Seperti namanya, kegiatan (yang dulunya) bulanan ini banyak membahas tentang dunia <em>mobile</em>. Biasanya diselenggarakan di hari Senin, meski kenyataannya, kadang waktu tidak memungkinkan. Kebanyakan pengunjungnya adalah para pelaku industri IT dan <em>mobile</em>. Perhelatan yang sangat pas sebetulnya untuk membangun jejaring bisnis.</p>
<p><strong><a href="http://tangandiatas.com/" target="_blank">Tangan di Atas</a></strong></p>
<p>Mungkin inilah komunitas berbagi paling awal dan paling besar. Topik yang dibahas murni bisnis dan <em>entrepreneurship</em>. Konsep mereka adalah mengajak rekan-rekan yang tangannya masih berada di bawah (alias karyawan) untuk berani berubah menjadi tangan di atas (alias pengusaha). Kegiatannya sangat luas dan mencakup banyak kota. Inisiator lokal di setiap kota pun sangat banyak.</p>
<p><a href="http://startuplokal.org/" target="_blank"><strong> </strong></a><strong><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/02/5082601168_0474d5f5e5.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4195" title="5082601168_0474d5f5e5" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/02/5082601168_0474d5f5e5-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><a href="http://startuplokal.org/" target="_blank">StartUpLokal (Jakarta)</a></strong></p>
<p>Seiring dengan semakin besarnya pertumbuhan para <em>web startup</em>, para inisiatornya menyadari kalau perlu sekali ada kegiatan rutin agar para <em>web startup </em>ini bisa saling berbagi dan berkomunikasi. Melalui acara seperti ini, para <em>web startup </em>bisa belajar <em>soft skill </em>seperti manajemen, finansial, kreativitas, yang mungkin kurang terlalu dipertimbangkan saat awal membangun bisnis. Selain acara rutin bulanan, inisiator acara juga menyelenggarakan kegiatan terbatas yang fokus pada sisi bisnis.</p>
<p><a href="http://fowab.org/" target="_blank"><strong>FOWAB (Bandung)</strong></a></p>
<p>FOWAB (Forum Web Anak Bandung) adalah forum berbagi seputar dunia web. Bisa jadi membahas tentang <em>startup</em>, atau bisa pula membahas tentang dunia <em>freelance</em>. Sebagai catatan, di Bandung banyak tersebar para pemain <em>freelance </em>yang banyak mengerjakan desain dan pengembangan web untuk klien-klien di luar negeri. Forum seperti ini membantu mereka untuk saling berbagi pengalaman. Saat ini sudah empat kali FOWAB diselenggarakan.</p>
<p><a href="http://www.bancakan.org/" target="_blank"><strong>Bancakan (Jogja)</strong></a></p>
<p>Topik yang dibahas di Bancakan tak berbeda jauh dengan FOWAB, yakni dunia web. Perhelatan berbasis di Jogja ini sudah delapan kali diselenggarakan.</p>
<p><strong>SuBali (Bali)</strong></p>
<p>SuBali adalah forum kumpul-kumpul antara pelaku <em>web startup </em>yang berbasis di Bali.</p>
<p><a href="http://angingmammiri.org/category/angingmammiri/tudang-sipulung/" target="_blank"><strong>Tudang Sipulung (Makassar)</strong></a></p>
<p><a href="http://i-rara.com/" target="_blank"><em>Update </em>via Rara:</a></p>
<p>Tudang Sipulung sebenarnya sudah beberapa kali dilaksanakan oleh komunitas blogger Makassar Anging Mammiri. Yang resmi pertama kali diadakan waktu malam setelah Blogshop Pesta Blogger 2009. Kemudian sempat dilakukan beberapa kali kegiatan meskipun tidak terlalu rutin. Lalu Tudang Sipulung dengan format lebih besar sempat diadakan lagi pada malam setelah Blogshop Pesta Blogger 2010.</p>
<p><strong><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/02/pechakuchavol7.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4196" title="pecha kucha vol 7" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/02/pechakuchavol7-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Pecha Kucha (<a href="http://pechakuchajkt.wordpress.com/" target="_blank">Jakarta</a>, <a href="http://pechakuchabdg.blogspot.com/" target="_blank">Bandung</a>, <a href="http://www.pecha-kucha.org/night/surabaya/" target="_blank">Surabaya</a>)</strong></p>
<p><a href="http://www.pecha-kucha.org/ " target="_blank">Pecha Kucha</a> adalah merk gaya presentasi yang diawali dari Jepang. Setiap orang akan presentasi dengan 20 salindia masing-masing berdurasi 20 detik. Setiap pembicara harus bisa menyampaikan pesannya dengan padat dan tepat. Penentuan jumlah salindia dan waktu ini katanya adalah waktu optimal fokus perhatian seseorang terhadap presentasi. Di Indonesia, kegiatan Pecha Kucha ini diawali di Bandung, lalu Jakarta, dan Surabaya.</p>
<p><a href="http://www.tedxjkt.org/" target="_blank"><strong>TEDx (Jakarta, Bandung, Makassar)</strong></a></p>
<p><a href="http://www.ted.com/ " target="_blank">TED</a> merupakan ajang pertunjukan dari para individu yang inspiratif. Pembicaranya bisa dari latar belakang yang beragam. TEDx adalah bentuk kegiatan independen yang menyukai aktivitas TED. Kegiatan TEDxJakarta, TEDxBandung, dan TEDxMakassar dibangun atas semangat yang sama. Pembicaranya ditentukan oleh panitia. Diharapkan pengunjung akan terbuka pikirannya setelah selesai mendatangi acara ini.</p>
<p><a href="http://akademiberbagi.blogdetik.com/" target="_blank"><strong>Akademi Berbagi (Jakarta, Jogja, Bandung)</strong></a></p>
<p>Seperti namanya, ini semacam &#8216;sekolah&#8217; dengan kelas. Bedanya, pengajarnya profesional di bidangnya, mahasiswanya nggak perlu bayar apapun. Jumlah peserta dibatasi setiap kelasnya. Kelasnya pun beragam, dari <em>social media</em>, fotografi, jurnalistik, finansial, kreativitas, dan bisa banyak lagi, tergantung pesanan dari pengajar dan mahasiswanya. Tempat penyelenggaraannya tergantung yang berbaik hati menyediakan. Saat ini Akademi Berbagi mulai diselenggarakan pula di Jogja dan Bandung, tentunya dengan pemrakarsa dari kota masing-masing.</p>
<p><strong><a href="http://obrolanlangsat.com/" target="_blank">Obsat (Jakarta, Bandung)</a></strong></p>
<p>Seperti namanya, Obsat (Obrolan Langsat) adalah tempat untuk berbincang. Topiknya disesuaikan dengan berita yang lagi hangat saat ini. Bentuknya semacam <em>talk show</em>, dengan beberapa pembicara dipandu moderator. Kalau di Jakarta, acara ini biasanya dilakukan di Jalan Langsat. Umumnya di setiap acara, pengunjungnya akan mendapat suguhan jajanan pasar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pastinya masih banyak lagi kegiatan-kegiatan berbagi serupa yang belum disebutkan. Ada yang pernah jalan lama lalu vakum, ada pula yang hanya sempat berlangsung sekali, lalu belum sempat diwujudkan kembali. Ada pula yang mengambil model acara dari luar (seperti Pecha Kucha) lalu diadaptasikan untuk kondisi lokal, seperti acara Barcamp, Web Webnesday, atau Ignite.</p>
<p>Asyiknya dengan banyak acara seperti ini, kesempatan untuk saling <em>networking</em> dan mendapat pengalaman dan pengetahuan baru semakin luas. Nggak perlu bayar pula. Kalaupun harus membayar, itu pun hanya sekedar untuk menggantikan makan dan minum.</p>
<p>Untuk kota-kota yang belum pernah membuat acara seperti ini, ayolah buat. Organisasikan sendiri, kelola sendiri, susun acaranya sendiri. Kalau memang butuh bantuan untuk mencari pembicara, silakan kontak, pasti teman-teman yang sudah mengelola kegiatan di atas akan membantu dengan senang hati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/02/28/mari-kita-berbagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

