<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Ide &#187; Interview</title>
	<atom:link href="http://media-ide.bajingloncat.com/tag/interview/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-ide.bajingloncat.com</link>
	<description>Where Indonesia's online branding, social media, and creativity is talked about</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 14:52:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Digital Media di Indonesia</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/31/digital-media-di-indonesia/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/31/digital-media-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 00:26:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[infographics]]></category>
		<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4735</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini adalah tahun kedua mahasiswa Singapore Management University jurusan Corporate Communications membuat studi digital media tentang Indonesia. Kebetulan tahun ini tim yang membahasnya beranggotakan 2 orang mahasiswa asal Indonesia. Seperti tahun lalu, tim tahun ini juga membuat infographics yang sama menariknya. Data-data ini dikompilasi dari banyak sumber. Lebih lengkap tentang data ini bisa dicek di wiki di <a href="https://wiki.smu.edu.sg/digitalmediaasia/Digital_Media_in_Indonesia" target="_blank">tautan ini</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/10/digital-media-indonesia-infographics.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Tahun ini adalah tahun kedua mahasiswa Singapore Management University jurusan Corporate Communications membuat studi digital media tentang Indonesia. Kebetulan tahun ini tim yang membahasnya beranggotakan 2 orang mahasiswa asal Indonesia. Seperti tahun lalu, tim tahun ini juga membuat infographics yang sama menariknya. Data-data ini dikompilasi dari banyak sumber. Lebih lengkap tentang data ini bisa dicek di wiki di <a href="https://wiki.smu.edu.sg/digitalmediaasia/Digital_Media_in_Indonesia" target="_blank">tautan ini</a>.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/10/digital-media-indonesia-infographics.jpg"><img class="size-full wp-image-4736 alignnone" title="digital media indonesia infographics" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/10/digital-media-indonesia-infographics.jpg" alt="" width="530" height="901" /></a></p>
<p>Tahun ini, tim ini juga menyusun beberapa <em>podcast</em> yang berisikan wawancara dengan sejumlah praktisi digital di Indonesia. Dua podcast pertama yang sudah dipublikasikan adalah dengan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=WdBJakQ6SdA%20" target="_blank">Ratri</a> (penulis di blog <a href="http://www.penn-olson.com" target="_blank">penn-olson.com</a>) dan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=mqvl9e72gJk" target="_blank">Podelz</a> (marketing Telkomsel).</p>
<p><object width="530" height="299" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/WdBJakQ6SdA?version=3&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="530" height="299" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/WdBJakQ6SdA?version=3&amp;hl=en_US" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p><object width="530" height="299" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/mqvl9e72gJk?version=3&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="530" height="299" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/mqvl9e72gJk?version=3&amp;hl=en_US" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p><em>Update</em>: tambahan <em>podcast</em> ketiga, dengan penulis blog ini. <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><object width="530" height="299"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ohfQY6noQN4?version=3&amp;hl=en_US"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/ohfQY6noQN4?version=3&amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" width="530" height="299" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Salah satu tren 2011 ini adalah banyaknya berkembang startup di bidang teknologi di Indonesia. Tim ini membahasnya secara menarik dalam kemasan videographic di bawah ini.</p>
<p><object width="530" height="299" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/rMOY9Y7JVoc?version=3&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="530" height="299" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/rMOY9Y7JVoc?version=3&amp;hl=en_US" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/10/31/digital-media-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengamati Brand di Twitter</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/10/mengamati-brand-di-twitter/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/10/mengamati-brand-di-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 01:04:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[advertising]]></category>
		<category><![CDATA[contest]]></category>
		<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4214</guid>
		<description><![CDATA[Sejak setahun belakangan ini, jelas terlihat semakin banyak <em>brand</em> Indonesia terjun ke ranah Twitter. Dari <em>brand</em> kelas besar dengan pengelolaan social media yang profesional, hingga <em>brand</em> kelas rumahan yang akunnya dikelola pribadi oleh pemiliknya. Sampai saat ini terhitung (bisa salah bisa benar ya), ada sekitar 100-an <em>brand</em> lokal aktif di Twitter. Sebenarnya apa saja sih yang mereka lakukan di Twitter?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2010/10/twittersand.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/10/twittersand.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3673" title="twittersand" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/10/twittersand-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Sejak setahun belakangan ini, jelas terlihat semakin banyak <em>brand</em> Indonesia terjun ke ranah Twitter. Dari <em>brand</em> kelas besar dengan pengelolaan social media yang profesional, hingga <em>brand</em> kelas rumahan yang akunnya dikelola pribadi oleh pemiliknya. Sampai saat ini terhitung (bisa salah bisa benar ya), ada sekitar 100-an <em>brand</em> lokal aktif di Twitter. Sebenarnya apa saja sih yang mereka lakukan di Twitter?</p>
<p><strong>Menangani Keluhan (dan Pujian)</strong></p>
<p>Ini bisa jadi tugas paling berat sebuah <em>brand</em> di Twitter. Mereka menanggapi semua pertanyaan yang muncul seputar produk atau layanan mereka. Saat <em>brand</em> mulai berani menunjukkan dirinya di Twitter, bersiaplah menerima respon keluhan dari warga Twitter. Orang akan lebih banyak ingat dan mencari perwakilan <em>brand</em> di Twitter saat ia menghadapi sebuah masalah. Ia bisa berbicara panjang lebar, terkadang kala emosi, menggunakan huruf kapital, saat ia menunjukkan kekesalannya terhadap suatu <em>brand</em>. <em>Brand</em> perlu merespon dengan hati-hati setiap keluhan pelanggan. Jangan sampai krisis yang sudah terjadi, lalu melebar luas ke seluruh penjuru Twitter.</p>
<p><strong>Beriklan</strong></p>
<p>Tujuan <em>brand</em> masuk Twitter nggak mungkin kalau nggak beriklan. Tinggal caranya saja yang berbeda dengan media tradisional. Informasi iklan bisa bersifat <em>hard sell</em>, terutama ditujukan untuk para <em>follower</em> yang memang sudah menjadi pelanggannya. Biasanya bersifat terbatas dan hanya bisa didapat saat pengguna mengikuti linimasa <em>brand</em> tersebut. Misalnya: info diskon khusus untuk <em>follower</em>. Namun ada pula yang sangat <em>soft sell</em>, yang lebih banyak bicara ke topik yang satu tema dengan karakteristik <em>brand</em>-nya. Misalnya: <em>brand</em> air minum yang banyak bicara tentang sehatnya minum air putih.</p>
<p><strong>Ngobrol</strong></p>
<p><em>Brand</em> yang kaku di Twitter pastinya akan sepi <em>follower</em>. Pengguna tahu akun <em>brand</em> dipegang oleh manusia, dan pastinya akan lebih senang kalau pengguna bisa ngobrol dengan manusia dibandingkan dengan mesin. Obrolan dalam artian saling interaksi, tanya jawab, memberikan sapaan, ajakan, dengan kata-kata yang sesuai karakteristik <em>brand</em>-nya. Biasanya yang paling sering dan paling relevan dalam mengajak ngobrol adalah <em>brand</em> radio. Twitter menjadi perpanjangan obrolan yang saat itu berlangsung <em>live </em>di radio. Pendengar acara di radio yang kesulitan menelepon bisa memanfaatkan Twitter untuk ikut berinteraksi.</p>
<p><strong>Berbagi Informasi</strong></p>
<p>Ada pula yang tidak ngobrol, tapi akun <em>brand</em> ini tetap punya banyak <em>follower</em>. Biasanya karena akun <em>brand</em> ini membagikan informasi menarik yang dibutuhkan para <em>follower</em>-nya. Situs portal memberikan tautan terhadap berita dan aktivitas komunitas yang menarik di portalnya. Biasanya informasi di Twitter dibumbui dengan kalimat yang mengundang penasaran, sehingga <em>follower</em> pun nggak tahan kalau nggak mengklik tautan yang diberikan.</p>
<p><strong>Kontes</strong></p>
<p>Nggak jarang ada akun <em>brand</em> yang hanya hidup selama 2-3 bulan. <em>Brand</em> hanya memanfaatkan Twitter untuk kepentingan pendeknya semata, seperti promosi kegiatan <em>event</em>. Biasanya akun hanya dipakai untuk memantau kontes yang diselenggarakan di Twitter. Keberadaan hadiah saat ini masih menjadi jaminan utama bagi <em>brand</em> utuk mendapatkan <em>follower</em> baru. Meski sayangnya kebanyakan yang melakukan ini hanya berpikir jangka pendek. Setelah masa kontes usai, akun Twitter yang dikelola <em>brand</em> pun ikut mati, tanpa aktivitas. Padahal aktivitas di social media adalah kegiatan yang seharusnya berjalan terus-menerus sepanjang masa, bukan hanya periode pendek.</p>
<p><strong>Liputan</strong></p>
<p>Untuk beberapa <em>brand</em> yang sering menyelenggarakan event, akun Twitter sering dipakai untuk menyajikan reportase langsung kegiatan. Twitter dipakai untuk menyebarkan informasi yang terjadi selama acara untuk mereka yang tidak sempat datang ke lokasi.</p>
<p><strong>Tanya Jawab</strong></p>
<p>Belakangan ini kegiatan tanya jawab Twitter terlihat semakin banyak. Ada pula <em>brand</em> yang ikut serta menyelenggarakan kegiatan ini di Twitter. Rangkaian pertanyaan dan jawaban terjadi antara akun <em>brand</em> dan individu yang dijadikan referensi diskusi tanya jawab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mungkin masih banyak lagi sih ya aktivitas <em>brand</em> yang belum tersinggung di atas. Mungkin teman-teman punya pemikiran yang bisa ditambahkan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/10/mengamati-brand-di-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bincang Social Media dengan @EF_EnglishFirst</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/04/bincang-social-media-dengan-ef_englishfirst/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/04/bincang-social-media-dengan-ef_englishfirst/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2011 17:27:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[ef]]></category>
		<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4200</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin malam jam 20:00-22:00, akun Twitter <a href="http://twitter.com/EF_EnglishFirst" target="_blank">English First</a> mengajak berbincang penulis blog ini tentang <em>social media</em>. Skenarionya tak berbeda jauh dengan yang sudah pernah dibuat oleh <a href="http://twitter.com/twitalkID" target="_blank">Twitalk</a> sebelumnya, hanya bedanya semua percakapan ini berlangsung dalam bahasa Inggris (lah ya, yang punya akunnya lembaga kursus bahasa Inggris soalnya). Rekaman percakapannya bisa dibaca berikut ini:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/12/socialmediaicon.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/socialmediaicon.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/socialmediaicon-300x178.jpg" alt="" title="socialmediaicon" width="300" height="178" class="alignleft size-medium wp-image-3135" /></a>Kemarin malam jam 20:00-22:00, akun Twitter <a href="http://twitter.com/EF_EnglishFirst" target="_blank">English First</a> mengajak berbincang penulis blog ini tentang <em>social media</em>. Skenarionya tak berbeda jauh dengan yang sudah pernah dibuat oleh <a href="http://twitter.com/twitalkID" target="_blank">Twitalk</a> sebelumnya, hanya bedanya semua percakapan ini berlangsung dalam bahasa Inggris (lah ya, yang punya akunnya lembaga kursus bahasa Inggris soalnya). Rekaman percakapannya bisa dibaca berikut ini:</p>
<p><script src="http://chirpstory.com/js/parts.js"></script><br />
<script>
Togetter.ListWidget({
	id:'848',
	url:'http://chirpstory.com/',
	color:'CC0000',
	width:'540px',
	height:'500px'
});
</script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/03/04/bincang-social-media-dengan-ef_englishfirst/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Linda: Mahasiswi yang Berbisnis Butik Batik di Facebook</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/12/10/linda-mahasiswi-yang-berbisnis-butik-batik-di-facebook/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/12/10/linda-mahasiswi-yang-berbisnis-butik-batik-di-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 16:40:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[online store]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=3099</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kemarin sempat dibahas tentang <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/12/05/facebook-untuk-pemasaran/">pemasaran di Facebook</a>, alangkah lebih baiknya kalau sekarang Anda bisa menyimak pula salah satu contoh praktik nyatanya. Berikut ini wawancara Media Ide dengan perempuan cantik bernama <a href="http://www.facebook.com/lindaleenk">Linda Leenk</a>, <a href="http://lindastorypage.blogspot.com/">seorang</a> <a href="http://leenksite.blogspot.com/">blogger</a> berdomisili di Jogja yang merangkap sebagai pemilik butik online Leenkshop.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/12/leenkshop0.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Kalau kemarin sempat dibahas tentang <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/12/05/facebook-untuk-pemasaran/" target="_blank">pemasaran di Facebook</a>, alangkah lebih baiknya kalau sekarang Anda bisa menyimak pula salah satu contoh praktik nyatanya. Berikut ini wawancara Media Ide dengan perempuan cantik bernama <a href="http://www.facebook.com/lindaleenk" target="_blank">Linda Leenk</a>, <a href="http://lindastorypage.blogspot.com/" target="_blank">seorang</a> <a href="http://leenksite.blogspot.com/" target="_blank">blogger</a> berdomisili di Jogja yang merangkap sebagai pemilik butik online Leenkshop.</p>
<p>(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop0.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop0-300x241.jpg" alt="leenkshop0" title="leenkshop0" width="250" class="alignleft size-medium wp-image-3100" /></a><font color="#ff0000"><strong>Halo Linda, boleh ceritakan singkat tentang diri Anda? </strong></font></p>
<p>Saya Linda, usia saya 25 tahun. Saat ini saya sedang mengambil kuliah profesi akutansi di Universitas Gadjah Mada. Hobi utama saya adalah segala hal yang berkaitan sama batik. Selain itu, saya juga senang<em> shopping</em> dan <em>window shopping</em> untuk melepaskan stres. Tapi terus terang, berbelanja buat saya bukan hal yang mudah. Pernah suatu ketika saya beli kemeja dengan detail yang minimalis, harapannya bakal unik. Lain waktu saya jalan ke pusat perbelanjaan, dan ternyata kemeja minimalis yang saya beli tempo hari itu dipajang berderet-deret. Setelah itu jadi <em>ilfil </em>deh (malah curhat) sama <em>mass product</em> gitu. </p>
<p>Kalo keinginan, suatu saat saya pengen kerja sebagai akuntan tapi juga punya butik sendiri dan tentu saja, punya koleksi batik yang banyak. <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Boleh juga dong cerita tentang bisnis yang kini Anda geluti? Bisnisnya di dunia <em>fashion</em> ya?</strong></font></p>
<p>Saya memulai bisnis <em>fashion </em>ini awalnya di Multiply, sudah sejak Juli 2008. Akhir tahun 2008 saya mulai beraktivitas di Facebook. Dari awal usaha saya namakan <a href="http://facebook.com/leenkshop" target="_blank">Leenkshop</a>. Pembeli saya cukup beragam, dari teman-teman sendiri sampai orang yang baru kenal. Usia mereka berkisar antara 20-35 tahun. Awalnya saya menjual baju-baju <em>mass production</em> yang diambil dari satu tempat kemudian dijual via <em>online</em>. Hampir tidak ada proses kreatif di situ, saya pun juga hanya bisa mengambil margin keuntungan yang cukup tipis. Mulai tahun 2009, saya melakukan inovasi dengan membuat baju <em>customized</em>. Pembeli bisa memilih sendiri model baju, ukuran, motif dan jenis kain. Dengan cara seperti ini setidaknya saya pun bisa mengekplorasi kesukaan saya terhadap batik, pembeli bisa memilih model kain, dan tentu saja saya bisa memberdayakan beberapa penjahit-penjahit rumahan.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop1.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop1.jpg" alt="leenkshop1" title="leenkshop1" width="500" height="498" class="alignnone size-full wp-image-3101" /></a></p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Saat ini apakah Linda punya toko fisik sendiri? Ataukah Linda murni berjualan via online?</strong></font></p>
<p>Saat ini saya belum memiliki toko fisik, semua stok kain dan baju (barang) saya simpan di kamar saya. Sementara ini memang saya memfokuskan diri untuk berjualan secara <em>online</em>, dengan Facebook, dan blog. Saya sudah menyiapkan toko <em>online</em> sendiri dengan platform Joomla, insya Allah awal tahun 2010 mulai beroperasi. Tapi saya juga tetap akan menggunakan Facebook dan media sosial lainnya untuk mendukung aktivitas pemasaran produk saya. </p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Bagaimana Linda memanfaatkan media online untuk memaksimalkan penjualan?</strong></font></p>
<p>Ibaratnya kalau di dunia <em>offline</em>, pasar itu tempatnya orang berdagang dan banyak pembeli berdatangan. Nah, kalau <em>social media</em> (misal facebook) itu tempat banyaknya pembeli (pengguna internet) berkumpul. </p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Sepertinya Facebook berperan penting untuk membantu penjualan ya? Cara-cara seperti apa yang Linda buat untuk menarik perhatian calon pembeli di Facebook?</strong></font></p>
<p>Facebook harus diakui telah menjadi media yang cukup efektif untuk memaksimalkan penjualan. Kita bisa menampilkan katalog produk dan memberikan informasi ke calon <em>customer </em>(melalui fasilitas <em>tagging</em>). Namun ada hal yang tidak boleh dilupakan yaitu soal kenyamanan. Bisa jadi lho, ada teman yang merasa terganggu dengan aktivitas kita berjualan. Untuk hal ini saya berusaha untuk tidak men-<em>tag </em>orang yang tidak berkepentingan. Misalnya saya memiliki koleksi batik berwarna ungu, ini akan saya <em>tag </em>ke teman saya yang memesan batik ungu atau kebetulan dia menyukai warna ungu. Setelah foto dilihat, saya juga mempersilakan untuk menghapus <em>tag</em>. </p>
<p>Selain itu, hal yang saya rasa mampu membuat usaha saya terus berkembang adalah pertemanan. Saya tidak memposisikan mereka sebagai <em>buyer </em>saja, tapi mereka saya anggap teman. Kami berdiskusi tentang memadukan warna, kostum, dan lain-lain. </p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop2.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop2.jpg" alt="leenkshop2" title="leenkshop2" width="500" height="489" class="alignnone size-full wp-image-3102" /></a></p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Apakah blog dan Facebook benar-benar membantu meningkatkan omset penjualan Linda?</strong></font></p>
<p>Sampai sejauh ini iya. Saya akui blog dan Facebook membuka kesempatan yang luas bagi penjualan produk saya. Satu dari yang terpenting dalam aktivitas di blog dan Facebook bagi <em>seller </em>seperti saya adalah bagaimana mengendalikan opini publik mengenai citra diri saya sebagai <em>seller </em>yang memahami <em>fashion </em>dan bisa memberi solusi bagi teman-teman akan kebutuhan <em>fashion</em>. </p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Punya pengalaman menarik melakukan pemasaran dan penjualan melalui blog dan Facebook?</strong></font></p>
<p>Pengalaman menarik bagi saya adalah saya bisa menjadi sangat dekat dengan temen-teman maya yang kebetulan menjadi <em>buyer </em>produk saya. Waktu itu kami sempat kopdar di Jakarta dengan beberapa <em>buyer </em>setia, dan bener-bener rasanya senang punya temen sekaligus <em>buyer </em>yang baik seperti mereka. Kedekatan ini muncul dari intensifnya proses komunikasi mengenai produk yang akan mereka beli. Salah satu keuntungan dari hubungan ini bagi usaha saya adalah saya harus selalu berusaha menjaga hubungan baik, tidak berjualan produk yang berkualitas rendah karena konsumen saya adalah teman-teman sendiri, saya tidak ingin mengecewakan mereka.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Menurut Linda, apakah blog dan Facebook akan/bisa menjadi alat pemasaran yang direkomendasikan di tahun 2010? </strong></font></p>
<p>Saat ini sudah banyak sekali toko <em>online</em> yang memanfaatkan berbagai media <em>online </em>untuk alat pemasaran. Kini dengan menjamurnya penjual di Facebook, tentu saja langkah selanjutnya adalah bagaimana menjadikan diri sebagai seller yang dapat dipercaya dan mampu memberikan solusi kebutuhan bagi konsumen.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Terima kasih banyak, Linda. Mudah-mudahan cerita ini bisa menginspirasi para pebisnis <em>online </em>lainnya di Indonesia.</strong></font></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop3.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/12/leenkshop3.jpg" alt="leenkshop3" title="leenkshop3" width="500" height="262" class="alignnone size-full wp-image-3103" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/12/10/linda-mahasiswi-yang-berbisnis-butik-batik-di-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jumpa Darat dengan Menkominfo (7 April Jam 7 di Lantai 7)</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/04/08/jumpa-darat-dengan-menkominfo-7-april-jam-7-di-lantai-7/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/04/08/jumpa-darat-dengan-menkominfo-7-april-jam-7-di-lantai-7/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 17:03:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[uu ite]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pertemuan Menkominfo dan staf dengan para ICT <em>Societies</em> (istilah yang disebutkan oleh Pak Nuh kepada kita-kita semua yang hadir) berlangsung ramai dan menarik. Agak panjang kalau harus dijelaskan satu persatu topik-topik apa yang dibahas di malam ini. Tunggu saja Rabu pagi, pasti akan ada banyak blogger, portal berita, dan stasiun televisi yang akan membahasnya.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/hitech_temples.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Pertemuan Menkominfo dan staf dengan para ICT <em>Societies</em> (istilah yang disebutkan oleh Pak Nuh kepada kita-kita semua yang hadir) berlangsung ramai dan menarik. Agak panjang kalau harus dijelaskan satu persatu topik-topik apa yang dibahas di malam ini. Tunggu saja Rabu pagi, pasti akan ada banyak blogger, portal berita, dan stasiun televisi yang akan membahasnya.</p>
<p>Daripada dijelaskan apa-apa saja poinnya, bagaimana kalau Anda mengunduh saja langsung hasil rekaman acara tadi dan dengarkan sendiri. Maaf ya, ukurannya cukup besar, karena total waktu rekamannya adalah 2 jam (tapi tenang aja, nggak pake iklan kok.. Hehehe..). Maaf juga kalau agak kurang jelas, maklum pakai alat perekam sederhana soalnya.</p>
<p>Silakan unduh berkas audionya di tautan-tautan berikut (ukuran: 27.8 MB):</p>
<ul>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/file/Menkominfo-ICT-Societies.wav" target="_blank"><em>Server</em> Stratego</a> </li>
<li><a href="http://rapidshare.com/files/105658262/Menkominfo_ICT_Societies.wav.html" target="_blank">Rapidshare</a></li>
<li><a href="http://gudangupload.com/filelink.php?filecode=c3026723ca537f69262b8dfc62fd92d0" target="_blank">GudangUpload</a></li>
</ul>
<p>Bisa juga baca liputan <em>live blogging </em>singkat dari Kuncoro di <a href="http://koen.telkom.us/2008/04/07/mom-min-infocom-w-ict-societies/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p>Kronologi acara yang lebih lengkap bisa dilihat di blognya penggagas acara, <a href="http://romisatriawahono.net/2008/04/08/hasil-diskusi-blogger-dan-komunitas-maya-dengan-pak-nuh/" target="_blank">Mas Romi</a>.</p>
<p>Tulisan terkait lainnya: <a href="http://ndorokakung.com/2008/04/07/family-pecas-ndahe/" target="_blank">Ndoro Kakung</a>, <a href="http://cacianqalbukunderemp.blogspot.com/2008/04/yang-jadi-rujukan-uu-ite.html" target="_blank">Kunderemp</a>, <a href="http://riyogarta.com/2008/04/08/laporan-singkat-acara-777/" target="_blank">Riyogarta</a>.</p>
<p>Kalau nggak tahu apa yang diomongin, karena belum baca UU ITE itu isinya apa, silakan unduh di tautan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/file/UU-ITE.pdf" target="_blank">ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/04/08/jumpa-darat-dengan-menkominfo-7-april-jam-7-di-lantai-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
<enclosure url="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/file/Menkominfo-ICT-Societies.wav" length="29158490" type="audio/x-wav" />
		</item>
		<item>
		<title>Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/28/undang-undang-informasi-dan-transaksi-elektronik/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/28/undang-undang-informasi-dan-transaksi-elektronik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 04:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[uu ite]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/28/undang-undang-informasi-dan-transaksi-elektronik/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Biar singkat, sebut saja UU ITE. UU yang membahas transaksi informasi dan elektronik (khususnya di dunia maya) ini akan mulai berlaku 1 April. Sudah banyak yang membahas tentang ini di ranah blog. Untuk yang ingin membaca versi PDF-nya, silakan unduh di <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/media-ide/wp-content/files/file/UU-ITE.pdf" target="_blank">sini</a>. Atau, coba unduh pula rekaman Perspektif Online tadi pagi di blognya <a href="http://thomas.or.id/perspektif-wimar-di-antv-28-maret-2008-blogkir-situs/" target="_blank">Thomas</a>. Di acara <a href="http://www.perspektif.net/indonesian/article.php?article_id=814" target="_blank">Pespektif Online</a> ini, Pak Wimar dan <a href="http://wulanguritnowulanguritno.blogspot.com/" target="_blank">Wulan Guritno</a> mewawancari Menkominfo Pak Nuh, dengan bintang tamu <a href="http://rahard.wordpress.com/2008/03/28/wawancara-tentang-sensor-internet/" target="_blank">Pak Budi Rahardjo</a>. </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/hitech_temples.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Biar singkat, sebut saja UU ITE. UU yang membahas transaksi informasi dan elektronik (khususnya di dunia maya) ini akan mulai berlaku 1 April. Sudah banyak yang membahas tentang ini di ranah blog. Untuk yang ingin membaca versi PDF-nya, silakan unduh di <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/media-ide/wp-content/files/file/UU-ITE.pdf" target="_blank">sini</a>. Atau, coba unduh pula rekaman Perspektif Online tadi pagi di blognya <a href="http://thomas.or.id/perspektif-wimar-di-antv-28-maret-2008-blogkir-situs/" target="_blank">Thomas</a>. Di acara <a href="http://www.perspektif.net/indonesian/article.php?article_id=814" target="_blank">Pespektif Online</a> ini, Pak Wimar dan <a href="http://wulanguritnowulanguritno.blogspot.com/" target="_blank">Wulan Guritno</a> mewawancari Menkominfo Pak Nuh, dengan bintang tamu <a href="http://rahard.wordpress.com/2008/03/28/wawancara-tentang-sensor-internet/" target="_blank">Pak Budi Rahardjo</a>. </p>
<p>Sayangnya di acara itu, Wulan agak-agak egois dalam menyampaikan pertanyaan. Pertanyaan seputar teman selebritis yang difoto pakai bikini di pantai (alias BuCiL), yang diajukannya kurang relevan dengan konteks UU ITE, dan malah menghabiskan waktu diskusi. Padahal itu bisa digantikan dengan pertanyaan lebih penting, misalnya seputar: sekuritas, keamanan transaksi, kebebasan berpendapat, dll.</p>
<p>Kebanyakan kekhawatiran soal UU ITE lebih pada situs porno. Kalau Anda ikutan <em>mailing list </em>dewasa nonamanis, Anda bisa membaca keramaian diskusi sana. Semua juga tahu, situs porno buatan lokal itu berjubel jumlahnya di Indonesia. Bahkan, blog ini pun sempat membuat peringkat beberapa situs porno tersebut, dan bahkan mewawancari salah satu pengelolanya. Itu memang realita yang ada sekarang. Sudah banyak blog yang membahas tentang sensor pornografi, jadi nggak akan dibahas di sini. </p>
<p>Secara pribadi, UU ITE ini memang ada positif dan negatifnya. Contoh dampak positif yang mungkin muncul di masa datang mungkin seperti ini:</p>
<ul>
<li>
<p>Semua kegiatan pengajuan harga, kontak kerja sama, penagihan berbasis elektronik dilindungi hukum. Semua kiriman email ke klien yang terdokumentasi bisa menjadi bahan pertimbangan hukum, bila suatu waktu terjadi masalah dalam proses kerja sama. Untuk kita yang kerjanya di ranah maya, tentu ini memiliki nilai positif.</p>
</li>
<li>
<p>Jika kita melakukan transaksi perbankan (misalnya melalui Klik BCA) dan dirugikan karena (misalnya) ketekan tombol <em>submit </em>2 kali, dan ini tidak diantisipasi oleh pengelola transaksi, maka kita berhak secara hukum menuntut pengelola transaksi tersebut. Tuntutan ini juga bisa berlaku untuk mereka yang menjadi <em>merchant </em>egold, PayPal, dsb.</p>
</li>
<li>
<p>Bila ada perusahaan yang mendaftarkan nama <em>domain </em>dengan maksud menjelekkan produk/merk/nama tertentu, perusahaan tersebut bisa dituntut untuk membatalkan nama <em>domain</em>. Makanya, kalau ada yang membuat nama <em>domain</em> pitrajelek.com atau pitrabusuk.com, berhati-hatilah. <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
</li>
<li>
<p>Semua yang tertulis dalam sebuah blog menjadi resmi hak cipta penulisnya dan dilindungi hak kekayaan intelektualnya. Makanya, berhati-hatilah menulis dalam blog, karena tulisan negatif yang merugikan pihak lain, juga ikut resmi menjadi hak cipta penulisnya, dan itu bisa dituntut oleh pihak yang dirugikan.</p>
</li>
<p><span id="more-423"></span>
<li>
<p>Bila ada yang melakukan transaksi kartu kredit tanpa sepengetahuan pemilik kartu (alias <em>carding</em>), secara jelas bisa dituntut melalui hukum.</p>
</li>
<li>
<p>Hati-hati yang suka nge-<em>hack</em> situs untuk mendapatkan <em>database </em>situs tersebut. Apalagi dengan tujuan menggunakannya untuk transaksi ilegal, misal: menjual alamat email tanpa sepengetahuan pemilik email. Hal ini juga berlaku untuk para pemilik situs yang harus menjamin kerahasiaan anggotanya, dan tidak menjual <em>database </em>tersebut ke pihak lain. Ini juga termasuk kasus jual-menjual <em>database </em>pengguna telepon genggam ke bank untuk penawaran kartu kredit.</p>
</li>
<li>
<p>Situs-situs <em>phising </em>secara hukum dilarang.</p>
</li>
<li>
<p>Untuk pemilik blog atau forum bisa dengan lebih leluasa menghapus semua komentar yang berhubungan dengan makian, kata-kata kotor, menyinggung SARA (bukan <a href="http://buanadara.wordpress.com/" target="_blank">Sarah</a> ya <img title="emoticon" alt="emoticon" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/tongue.gif" border="0" />), menjelekkan orang lain (termasuk nama pemilik blog), dan itu dilindungi hukum. Eh, ini masuk positif atau negatif ya? <img title="emoticon" alt="emoticon" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/ponder.gif" border="0" /></p>
</li>
</ul>
<p>Lalu contoh hal negatif yang mungkin timbul:</p>
<ul>
<li>
<p>Isi sebuah situs tidak boleh ada muatan yang melanggar kesusilaan. Kesusilaan kan bersifat normatif. Mungkin situs yang menampilkan foto-foto porno secara vulgar bisa jelas dianggap melanggar kesusilaan. Namun, apakah situs-situs edukasi AIDS dan alat-alat kesehatan yang juga ditujukan untuk orang dewasa dilarang? Lalu, apakah forum-forum komunitas gay atau lesbian yang (hampir) tidak ada pornonya juga dianggap melanggar kesusilaan? Lalu, apakah foto seorang masyarakat Papua bugil yang ditampilkan dalam sebuah blog juga dianggap melanggar kesusilaan?</p>
</li>
<li>
<p>Kekhawatiran para penulis blog dalam mengungkapkan pendapat. Karena UU ini, bisa jadi para blogger semakin berhati-hati agar tidak menyinggung orang lain, menjelekkan produk atau merk tertentu, membuat tautan referensi atau membahas situs-situs yang dianggap ilegal oleh UU, dll. Kalau ketakutan menjadi semakin berlebihan, bukanlah malah semakin mengekang kebebasan berpendapat?</p>
</li>
<li>
<p>Seperti biasa, yang lebih mengkhawatirkan bukan UU-nya, tapi lebih kepada pelaksanaannya. Semoga saja UU ini tidak menjadi alat bagi aparat untuk melakukan investigasi berlebihan sehingga menyentuh ranah pribadi. Karena seperti Pak Nuh bilang, UU ini tidak akan menyentuh wilayah pribadi. Hanya menyentuh wilayah yang bersifat publik. Itu kan kata Pak Nuh. Kata orang di bawahnya (yang mungkin nggak mengerti konteks) bisa diinterpretasi macam-macam.</p>
</li>
</ul>
<p>Ada tambahan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/28/undang-undang-informasi-dan-transaksi-elektronik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jonru: Merintis Sekolah Menulis Online</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/16/jonru-merintis-sekolah-menulis-online/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/16/jonru-merintis-sekolah-menulis-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 15:53:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/16/jonru-merintis-sekolah-menulis-online/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kali ini interview Media Ide dengan Mas Jonru, yang punya bisnis <em>online </em>berbeda dengan lainnya. Ia memanfaatkan medium internet sebagai tempat pembelajaran menulis. Hingga kini, Mas Jonru masih terus mengembangkan metode ajar <em>online </em>melalui situsnya <a href="http://smo.belajarmenulis.com/" target="_blank">Sekolah-Menulis <em>Online</em></a>.</p><p>Seperti apa Sekolah Menulis Online itu? Simak saja wawancara berikut ini.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/microphone.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Kali ini interview Media Ide dengan Mas Jonru, yang punya bisnis <em>online </em>berbeda dengan lainnya. Ia memanfaatkan medium internet sebagai tempat pembelajaran menulis. Hingga kini, Mas Jonru masih terus mengembangkan metode ajar <em>online </em>melalui situsnya <a href="http://smo.belajarmenulis.com/" target="_blank">Sekolah-Menulis <em>Online</em></a>.</p>
<p>Seperti apa Sekolah Menulis Online itu? Simak saja wawancara berikut ini.</p>
<p>(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Mas Jonru, cerita-cerita sedikit dong mengenai Sekolah Menulis <em>Online</em> ini.</strong></font></p>
<p>Ide awal <a href="http://smo.belajarmenulis.com/" target="_blank">Sekolah-Menulis <em>Online</em></a> adalah sekitar tahun 2005 lalu. Dalam sebuah pelatihan penulisan di Jakarta, seorang ibu muda mengeluh karena ia sulit mencari penulis atau lembaga yang bisa ia jadikan tempat belajar. Saya berpikir, pasti banyak orang di seluruh dunia yang bernasib seperti si ibu ini. Kebanyakan pelatihan penulisan diadakan di Jakarta. Ini kurang adil bagi teman-teman di daerah bahkan luar negeri.</p>
<p>Saya juga ingat pada maraknya pelatihan menulis jarak jauh (lewat pos) pada tahun 1990-an lalu. Saya kira, ini bisa ditiru, tapi diterapkan secara <em>online</em>. </p>
<p>Maka, sejak pertengahan 2007, saya mempersiapkan sebuah sistem belajar jarak jauh, di mana seluruh kegiatan belajar dilakukan lewat layanan-layanan internet. Jadi sekolah-menulis ini bisa diikuti oleh siapa saja di seluruh dunia. Mereka bisa belajar kapan saja dan di mana saja.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Apa yang bisa didapat anggota melalui ini?</font></strong></p>
<p>Saya kira, hal ini tidak jauh beda dengan jika mereka mengikuti pelatihan atau seminar penulisan di gedung-gedung. Yang berbeda hanyalah sarananya. Di <a href="http://smo.belajarmenulis.com/" target="_blank">Sekolah-Menulis <em>Online</em></a> ini, kita memberikan modul (teori) seminggu sekali. Lalu ada asistensi penulisan lewat <em>email</em> atau <em>chatting</em>, dan bedah karya untuk meningkatkan kualitas tulisan para peserta.</p>
<p><span id="more-420"></span>
<p><font color="#ff0000"><strong>Pengajarnya dari mana saja dan latar belakang mereka apa?</strong></font></p>
<p><img class="floatleft" title="Sekolah-Menulis Online" alt="Sekolah-Menulis Online" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/int-smo.jpg" border="0" />Hingga angkatan ke-2, pengajarnya baru saya seorang. Hal ini karena jumlah siswanya masih sedikit. Dari segi anggaran, tentu kurang efisien bila kita mengajak demikian banyak pengajar, padahal penghasilannya belum bisa mengimbangi gaji mereka. Tapi saya sudah ada perjanjian dengan sejumlah penulis. Bila nanti pendaftarnya ramai, mereka akan diajak untuk mengajar. Penulis-penulis yang sudah menyatakan kesediaannya adalah Arul Khan, Kinoysan, Melvi Yendra, dan O. Solihin.</p>
<p>Soal latar belakang mereka, tentu macam-macam. Tapi sebagaimana di dunia penulisan umumnya, kita tak peduli si pengajar itu berasal dari disiplin ilmu apa. Yang penting mereka pintar menulis, pintar mengajar, sudah menerbitkan buku, dan sudah termasuk angkatan senior di bidang penulisan.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Bagaimana sebenarnya proses belajar mengajar ini dilaksanakan?</strong></font></p>
<p>Sistem dan sarana belajar bisa dilihat di <a href="http://smo.belajarmenulis.com/smo_sistem.php" target="_blank">http://smo.belajarmenulis.com/smo_sistem.php</a> dan <a href="http://smo.belajarmenulis.com/smo_sarana.php">http://smo.belajarmenulis.com/smo_sarana.php</a>. Intinya, semua proses belajar dilakukan secara <em>online</em>. Kita menggunakan <em>email</em>, <em>chatting</em> dan <em>newsletter</em> untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, ada pula <em>mailing list </em>sebagai media komunikasi informal.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Adakah kesulitan dihadapi para siswa melalui metode ini?</strong></font></p>
<p>Sepanjang pengamatan saya, kesulitan terbesar yang dihadapi siswa adalah dalam hal urusan-urusan teknis internet. Banyak di antara mereka yang masih gaptek, misalnya belum tahu bagaimana cara <em>chatting</em>. Karena itu, di awal kegiatan belajar kita biasanya memberikan sebuah modul khusus yang berisi penjelasan-penjelasan teknis, dan ditulis dengan bahasa yang sangat gampang dimengerti. Dan setelah dijalani, Alhamdulillah mereka umumnya langsung menguasai, sebab pada dasarnya internet itu sangat mudah digunakan.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Hingga saat ini sudah ada berapa siswa?</font></strong></p>
<p>Untuk angkatan ke-1, jumlah siswanya 16 orang, sedangkan angkatan ke-2 sebanyak 35 orang. Saat ini kita sedang membuka angkatan ke-3, yang jadwal belajarnya insya Allah akan dimulai tanggal 10 Mei 2008 nanti.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Adakah dari mereka yang kini sudah bergelut sebagai penulis profesional?</strong></font></p>
<p>Wah, pertanyaan ini agak membingungkan. Sebab dalam persepsi saya, pengertian penulis profesional adalah orang yang benar-benar mengandalkan sumber penghasilan utama mereka dari menulis. Dengan kata lain, <em>full time writer</em>. Setahu saya, belum ada peserta Sekolah-Menulis Online yang seperti ini. Tapi ada beberapa di antara mereka yang sudah pernah menerbitkan buku. Sementara yang masih sangat pemula pun banyak.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Upaya promo apa yang sudah dilakukan untuk mengenalkan Sekolah Menulis <em>Online</em> ini?</strong></font></p>
<p>Hingga saat ini, kita masih konsen dalam bentuk promosi yang murah meriah bahkan gratis. Beriklan di milis-milis penulisan, juga publikasi di situs-situs yang saya kelola (<a href="http://www.penulislepas.com/" target="_blank">penulislepas.com</a>, <a href="http://www.belajarmenulis.com/" target="_blank">belajarmenulis.com</a>, <a href="http://www.jonru.net/" target="_blank">jonru.net</a>, dan <a href="http://jonru.multiply.com/" target="_blank">jonru.multiply.com</a>). Saya juga giat menggunakan layanan <em>Newsletter</em> <a href="http://newsletter.belajarmenulis.com/" target="_blank">Kiat dan Info Penulisan</a> untuk menjaring calon konsumen yang potensial.</p>
<p>Tak lupa, kita selalu memberikan hadiah gratis biaya pendaftaran senilai Rp 150.000 untuk semua peserta pelatihan penulisan yang kami selenggarakan, atau pelatihan yang menghadirkan saya sebagai pembicara. Kita juga bersedia memberikan beasiswa senilai Rp 585.000 untuk setiap juara 1, 2 dan 3 pada lomba-lomba penulisan. </p>
<p>Dan tentu saja, kita memanfaatkan SEO. Alhamdulillah, situs BelajarMenulis.com saat ini sudah menduduki peringkat pertama (kadang-kadang turun ke peringkat kedua) di Google untuk kata kunci &ldquo;belajar menulis&rdquo;.</p>
<p>Sejak angkatan ke-3, kita juga melakukan promosi lewat SMS. Teman-teman yang ingin diberitahu bila ada pembukaan kelas baru, mereka dapat meninggalkan nomor HP mereka. Nanti kalau kelas baru sudah dibuka, kami akan menghubungi mereka via SMS.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Selain kelas-kelas yang bersifat rutin, rencana-rencana seperti apa yang akan dikembangkan tim Sekolah Menulis Online di ke depannya? Targetnya apa nih?</strong></font></p>
<p>Dalam setiap bisnis, inovasi dan kreativitas yang baru tentu selalu diperlukan, untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen, dan untuk mengantisipasi persaingan. Kita punya kelas reguler yang mengajarkan kiat penulisan fiksi dan nonfiksi secara umum. Selain itu, kita juga punya program kelas khusus yang ditujukan bagi mereka-mereka yang ingin belajar menulis untuk tujuan tertentu. Misalnya, saat ini kita membuka kelas &ldquo;<a href="http://smo.belajarmenulis.com/kk_arulkhan.php" target="_blank">Menulis dan Menerbitkan Buku bersama Arul Khan</a>&rdquo;, yang memungkinkan siswa langsung praktek menulis buku dan kita bantu menyalurkan naskah mereka ke penerbit. Di masa mendatang, kita juga berencana untuk membuka kelas khusus lainnya seperti penulisan cerita anak, menulis untuk bisnis, dan sebagainya.</p>
<p>Mengenai target, tentu tergantung dari masing-masing kelas. Untuk kelas &ldquo;Menulis dan Menerbitkan Buku bersama Arul Khan&rdquo; misalnya, target kita adalah agar setiap peserta bisa langsung menerbitkan buku setelah mereka selesai belajar di sekolah-menulis <em>online</em> ini.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Nah, terakhir. Ini pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, Sekolah Menulis Online sudah akan seperti apa?</font></strong></p>
<p>Saya ingin Sekolah-Menulis <em>Online</em> BelajarMenulis.com bisa lebih besar dan lebih populer dibanding <a href="http://www.writingclasses.com/">www.writingclasses.com</a>. Karena internet akan semakin berkembang, maka saya berharap 10 tahun lagi SMO ini Insya Allah akan menjadi media utama bagi semua penulis yang ingin belajar lewat internet. Saat ini, saya ingin menerapkan CMS yang otomatis seperti di <a href="http://www.asianbrain.com/" target="_blank">Asian Brain</a> atau <a href="http://kampus.eramuslim.com/" target="_blank">Kampus Eramuslim.com</a>, tapi belum kesampaian karena masih ada kendala dana.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/14/rangkaian-interview-di-media-ide/" target="_self"><font color="#ff0000"><strong>Untuk pebisnis dotcomers lain yang tertarik untuk diinterview, silakan cek artikel ini ya!</strong></font></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/16/jonru-merintis-sekolah-menulis-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanjung: Salah Satu Pengelola Blog Teknologi Disitu.com</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/14/tanjung-salah-satu-pengelola-blog-teknologi-disitucom/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/14/tanjung-salah-satu-pengelola-blog-teknologi-disitucom/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 02:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[portal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/14/tanjung-salah-satu-pengelola-blog-teknologi-disitucom/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pasti sudah pernah baca kumpulan tulisan teknologi <a href="http://www.disitu.com/" target="_blank">Disitu.com</a> dong. Media ini berawal dari kumpulan tulisan blog yang dikerjakan beberapa kontributor yang membahas tema teknologi terkini. Namun kini, semakin beragamnya tulisan, dan rutinnya di-<em>update</em> membuat Disitu.com bertransformasi menjadi sebuah media <em>online</em> baru. Yah, mirip <a href="http://www.engadget.com/" target="_blank">Engadget.com</a> gitu lah. Bahkan kini Disitu.com sudah memiliki versi bahasa Inggris, dan versi yang bisa dibaca secara <em>mobile</em>.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/microphone.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Pasti sudah pernah baca kumpulan tulisan teknologi <a href="http://www.disitu.com/" target="_blank">Disitu.com</a> dong. Media ini berawal dari kumpulan tulisan blog yang dikerjakan beberapa kontributor yang membahas tema teknologi terkini. Namun kini, semakin beragamnya tulisan, dan rutinnya di-<em>update</em> membuat Disitu.com bertransformasi menjadi sebuah media <em>online</em> baru. Yah, mirip <a href="http://www.engadget.com/" target="_blank">Engadget.com</a> gitu lah. Bahkan kini Disitu.com sudah memiliki versi bahasa Inggris, dan versi yang bisa dibaca secara <em>mobile</em>.</p>
<p>Berikut ini adalah wawancara dengan salah satu kontributor dan pengelola Disitu.com, Mas Tanjung. Untuk jelasnya, simak saja tulisan berikut ya.</p>
<p>(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Cerita-cerita dikit dulu, dong. Disitu.com itu apa sih? Kita bisa baca apa saja di situ?</font></strong> </p>
<p>Disitu.com itu adalah sebuah blog teknologi yang makin lama lebih bisa dikatakan sebagai media <em>online</em> yang berbau teknologi, dan berita itu rutin terus di-<em>update</em> tiap harinya. Jadi disitu kita bisa mendapatkan informasi terbaru yang paling aktual, hingga berita-berita lucu dan aneh di seluruh penghujung dunia yang berhubungan dengan teknologi.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Meski umur blognya bisa dikatakan masih muda, tapi kontennya sudah banyak ya? Ada berapa banyak artikel saat ini dan berapa banyak penulisnya? Mereka ini dari mana saja?</font></strong></p>
<p>Artikelnya kurang lebih sudah 3.000-an, penulisnya sendiri ada 8 orang dengan bantuan juga dari para kontributor yang ingin menyumbang artikel. Mereka nggak cuma di Jakarta, tapi juga di kota-kota lain di Indonesia. Selain itu kita juga dibantu oleh teman-teman yang ada di Singapura, Malaysia, dan China.</p>
<p><span id="more-419"></span>
<p align="center"><img title="Disitu.com" alt="Disitu.com" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/int-disitu.jpg" border="0" /></p>
<p><strong><font color="#ff0000">Siapa sebetulnya pemilik Disitu.com? Dimiliki oleh suatu perusahaan ataukah ini milik bersama seluruh para penulisnya?</font></strong></p>
<p>Disitu.com secara resmi dimiliki dan dikelola oleh MAX yang merupakan divisi dari PT Adicipta Inovasi Teknologi. Jadi terjawab sudah, yang memiliki adalah perusahaan.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Upaya promo apa yang sudah dilakukan untuk mengenalkan Disitu.com?</font></strong></p>
<p>Kita hanya melakukan <em>online marketing</em> dan<em> viral marketing</em> alias dari mulut ke mulut saja. Selain itu kita juga membagikan stiker dan brosur. Untuk pembaca kita adakan <em>quiz</em> dan pembagian <em>merchandise</em> untuk para pemenang. </p>
<p><strong><font color="#ff0000">Adakah niat menggali keuntungan dari blog keroyokan ini? Bentuknya seperti apa?</font></strong></p>
<p>Untuk sementara kita mengharapkan keuntungan yang dari <em>banner</em> sponsor sehingga menutupi ongkos hosting dan operasional.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Boleh diceritakan tentang statistik traffic Disitu.com hingga bulan Maret 2008 ini?</font></strong> </p>
<p>Perkembangan Disitu.com hingga saat ini relatif cukup pesat dimana pada awal pendirian kami berada pada <em>ranking</em> 6 jutaan-an sekarang kami sudah di posisi 61.000-an berdasarkan situs Alexa. Sedangkan untuk trafik rata-rata tiap harinya Disitu.com dikunjungi sekitar 2.000 <em>unique</em> IP berdasarkan situs sitemeter.com.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Selain penulisan konten rutin, rencana-rencana seperti apa yang akan dikembangkan tim Disitu.com di ke depannya?</font></strong> </p>
<p>Saat ini rencananya adalah berusaha menjadi salah satu media informasi teknologi yang dapat diandalkan. Untuk ke depannya kami akan lebih menyempurnakan tampilan agar lebih menarik dan lebih mudah diakses.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Nah, terakhir. Ini pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, Disitu.com sudah akan seperti apa?</font></strong> </p>
<p>Kami ingin sesukses pendahulu kami di tanah air seperti Detik.com yang fenomenal.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/14/rangkaian-interview-di-media-ide/" target="_self"><font color="#ff0000"><strong>Untuk pebisnis dotcomers lain yang tertarik untuk diinterview, silakan cek artikel ini ya!</strong></font></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/14/tanjung-salah-satu-pengelola-blog-teknologi-disitucom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indra: Mengelola 17Tahun2.com Supaya Bebas dari Serbuan Hackers</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/11/indra-mengelola-17tahun2com-supaya-bebas-dari-serbuan-hackers/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/11/indra-mengelola-17tahun2com-supaya-bebas-dari-serbuan-hackers/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 01:09:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kalau sebelumnya kebanyakan wawancara Media Ide ditujukan kepada para pelaku penjual <em>online</em>, kali ini sedikit berbeda. Siapa yang nggak kenal situs panas 17Tahun.com yang sudah melegenda. Situs yang berisi beragam cerita dewasa itu tiba-tiba sempat hilang dari peredaran karena serbuan <em>hackers</em>. Beberapa bulan kemudian muncul situs baru 17Tahun2.com, yang merupakan perbaharuan dari versi lamanya.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/microphone.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Kalau sebelumnya kebanyakan wawancara Media Ide ditujukan kepada para pelaku penjual <em>online</em>, kali ini sedikit berbeda. Siapa yang nggak kenal situs panas 17Tahun.com yang sudah melegenda. Situs yang berisi beragam cerita dewasa itu tiba-tiba sempat hilang dari peredaran karena serbuan <em>hackers</em>. Beberapa bulan kemudian muncul situs baru 17Tahun2.com, yang merupakan perbaharuan dari versi lamanya.</p>
<p>Kali ini, kesempatan wawancara ditujukan kepada Mas Indra, si admin 17Tahun2.com yang kini masih terus berjibaku membebaskan beragam serangan yang menimpa situsnya. Sekaligus juga Mas Indra akan bercerita seperti apa situs 17Tahun2.com versi baru ini.</p>
<p>(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Apa yang membuat 17Tahun2.com ini berbeda dengan versi sebelumnya, 17Tahun.com?</font></strong></p>
<p>Pertama, dari segi desain kami berusaha agar versi baru 17Tahun.com sedekat mungkin versi lama. Menurut saya desain lama sudah oke banget, <em>simple</em> tapi elegan dan hanya perlu di-<em>refreshing</em> sedikit. Agar tidak terlalu monoton kami tambahkan ilustrasi gambar original (bukan foto) pada halaman tertentu.</p>
<p>Kalau dari segi materi, kami tetap ambil kategori cerita yang sama agar pembaca tidak bingung. Kami hanya menambah kategori &ldquo;komik&rdquo; untuk gambar dan komik dewasa asli Indonesia. Komik pertama, &ldquo;Indekost, Lusi gadis model&rdquo;, kami biayai sendiri agar tidak kosong. Sekarang kami menunggu gambar dan komik <em>original</em> dari pembaca. Dalam waktu dekat kami akan membuka satu kategori baru (apa kategori itu?&hellip; masih rahasia!).</p>
<p>Di samping itu, sekarang pembaca bisa ganti <em>font</em> dan ukuran tulisan, data cerita lebih lengkap, dan pembaca bisa mencari cerita berdasarkan kata kunci. Penulis misalnya, bisa pilih siapa yang bisa menghubungi dia: siapa saja &#8211; pembaca terdaftar atau tidak &#8211; bisa dihubungi sama sekali. Penulis juga bisa tambahkan <em>avatar</em> dan menulis presentasi tentang dirinya. Banyak yang berubah sebetulnya tapi lebih ke detil-detilnya. </p>
<p><span id="more-417"></span>
<p><strong><font color="#ff0000">Bagaimana ceritanya hingga muncul ide membangun website 17Tahun2.com ini pada awalnya?</font></strong></p>
<p>Pertama karena merasa kangen sama situs 17Tahun. Ketika situs 17Tahun hilang gara-gara <em>server</em>-nya diserang virus Brontok, pemiliknya lalu memutuskan untuk tidak menghidupkannya kembali. Tidak ada situs penganti yang muncul. Kan sayang. Di Indonesia banyak orang yang suka baca cerita dewasa (dampak budaya mungkin?). So&hellip; ya begitulah saya mulai membangun 17Tahun2.com dan ternyata dapat dukungan penuh dari pemilik 17Tahun.com pertama. Itu sangat berarti bagiku. Kan artinya, walaupun dia sudah keluar dari dunia itu, tapi dia merasa puas dengan versi barunya 17Tahun.</p>
<p align="center"><img title="17 Tahun 2" alt="17 Tahun 2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/int-17tahun.jpg" border="0" /></p>
<p><strong><font color="#ff0000">Aktivitas pengunjungnya seperti apa nih, Mas? Berapa besar pengunjungnya per bulan dan berapa banyak yang berpartisipasi mengirim cerita setiap bulannya?</font></strong></p>
<p>Pada saat ini 17Tahun2.com dikunjungi sekitar 30.000 orang per hari. Mengingat suksesnya situs 17Tahun.com saya cukup optimis akan bisa mencapai 100.000 per kunjungan per hari tahun ini. Sempat mencapai 40.000 pengunjung sehari beberapa bulan yang lalu&hellip; Ssayangnya sejak buka kami sudah terpaksa tutup sementara 3 kali. Setiap kali tutup pengunjungnya turun drastis dan harus mulai dari bawah. Aktivitas pengunjung? Yaa pastinya baca cerita!</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Loh, kenapa harus tutup?</font></strong></p>
<p>Karena masalah teknis dan lagi-lagi karena serangan &ldquo;<em>hackers</em>&rdquo;. Saya tidak tahu apakah <em>hackers</em> itu disewa oleh saingan atau oleh kelompok radikal tertentu ataupun iseng saja. Yang pasti dari dulu situs 17tahun paling disayangi (dibenci) &ldquo;<em>hackers.</em>&rdquo; Sebenarnya saya harus berterima kasih kepada mereka sebab setiap kali diserang, saya terpaksa memperbaiki situsnya agar lebih kuat, stabil dan <em>secure</em>. </p>
<p>Ya, intinya, tadinya <em>server</em> kami tidak mampu melayani puluhan ribu pengunjung sehari. Akibatnya kami terpaksa menonaktifkan beberapa <em>features</em> &ldquo;Web 2.0&rdquo; di <em>website</em> dan mengubah <em>script</em>-nya agar lebih ringan di <em>server</em>. Sekarang seluruh halaman pakai <em>cache-system</em> yang cukup canggih dan kami gunakan 3 <em>server</em> yang berbeda. Satu khusus buat gambarnya, satu buat pengelolaan situs dan satu khusus untuk halaman cerita. Jika situsnya mulai lambat lagi kami tinggal tambahkan satu <em>server</em>. Ya, kami belajar dari kesalahan&hellip; Saya rasa sekarang sudah stabil dan kebanyakan <em>bug</em> sudah dibenarin. Lihat aja..! </p>
<p><strong><font color="#ff0000">Upaya promo apa yang sudah dilakukan untuk mengenalkan 17Tahun2.com?</font></strong></p>
<p>Belum banyak sih. Paling, saya menulis komentar di blog sana-sini kalau situs 17Tahun sudah buka kembali. Menurut saya kalau situsnya berkualitas, pengunjung akan datang sendiri. Pengunjung yang puas pasti bercerita ke temannya kan? Apalagi 17Tahun2.com adalah penganti resmi dari situs 17Tahun.com yang cukup legendaris. </p>
<p>Gara-gara serangan <em>hackers</em>, sampai sekarang kami terpaksa fokus pada segi teknis situsnya. Sibuk terus dengan kodenya. Nah, sekarang situsnya sudah stabil jadi kami bisa mulai fokus pada isinya (penambahan cerita baru). Mulai bulan ini situsnya akan di-<em>update</em> setiap hari, bahkan mungkin dua kali sehari. Mudah-mudahan yang senang baca cerita dewasa akan kunjungi 17Tahun2 secara rutin.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Ada niat mengkomersialkan 17Tahun2.com? Kalau iya, boleh diceritakan dengan cara bagaimana?</font></strong></p>
<p>Hmm.. gimana ya? Saya orangnya sebenarnya cukup idealis. Tujuan utama saya adalah membuat situs yang paling bagus dalam bidangnya. Cieyyee&hellip; Hehe ada kepuasan tersendiri loh kalau hasil kerja keras kita diakui dan bisa dinikmati banyak orang. Pasti sudah bisa merasakannya dengan blog ini kan? Kalau cuman mau cari duit sih bisa saja&hellip; seperti di blog-blog tertentu, pasang iklan di mana-mana, pakai <em>pop-up</em>, bikin halaman penuh <em>keyword</em> palsu khusus buat Google, menerima sponsor yang menawarkan trik &ldquo;jadi jutawan dalam 3 hari&rdquo;, dll&hellip; <em>No way</em>&hellip;</p>
<p>17Tahun2 akan tetap bersih. Seperti dalam versi pertama, iklannya secukupnya saja.</p>
<p>Tapi memang ada biayanya. Selain waktu tak terhitung yang disita, kami juga harus membayar 3 <em>server</em>. Karena situs kami digolongkan &ldquo;dewasa&rdquo; maka kami tidak boleh mengunakan Google AdSense. Iklan yang ada belum menutupi biayanya tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada sponsor (situs) lokal yang akan tertarik untuk memasang banner di 17Tahun2. Kalau pengunjungnya banyak kan kenapa tidak?</p>
<p>Yang pasti, buat pengunjung, 17Tahun2 akan tetap GRATIS! Malah seandainya nanti kami mendapat uang lebih dari 17Tahun2, kami pasti akan bagi-bagi rezeki dengan penulis terbaik&hellip;</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Sekarang kan semakin mudah orang membuat situs dewasa. Dapat gambar atau video dari <em>mailing list</em>, lalu pajang di blogspot. Menurut Mas, apakah ini akan berpengaruh terhadap kunjungan ke 17Tahun2.com?</font></strong></p>
<p>Ya pasti berpengaruh. Tapi lebih berpengaruh bagi situs foto dan video daripada situs cerita. Soalnya kalau cerita, sistem pencariannya dan kualitas cerita penting sekali. Orang punya fantasi yang berbeda-beda. Harus bisa mencari cerita dan harus punya banyak pilihan. Format milis bahkan blog biasa menurut saya tidak begitu cocok untuk dijadikan situs cerita. </p>
<p>Membuat blog dewasa memang makin mudah. Tiap hari muncul puluhan blog baru. Tapi dari yang saya lihat sampai sekarang, maaf, belum ada yang benar bermutu. Masalahnya pemiliknya hanya fokus pada untung materiil. Kemampuan mereka sepertinya sebatas &ldquo;<em>copy/paste</em>&rdquo;.</p>
<p>Blog cerita misalnya, mereka hanya bisa mengambil cerita dari situs lain. Cerita <em>original</em> tidak ada. Lalu sepertinya mereka tidak bersedia mengoreksi cerita sebelum dipublikasikan. Hasilnya ya&hellip; banyak cerita yang tidak bermutu. </p>
<p>Kalau di 17Tahun2.com, semua cerita dikoreksi dan diformat sebelum diedar. Cerita yang kurang bermutu tidak dipublikasikan. Dan tentunya kami juga cek apakah cerita yang dikirim sudah ada di situs, dengan membandingkan kalimat cerita dengan kalimat seluruh cerita yang disimpan di <em>database</em> 17Tahun.</p>
<p>Ya blog cerita bukan masalah, siapa saja boleh usaha, dan pembaca bisa membedakan sendiri mana yang bermutu dan mana yang tidak&hellip;</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Nah, terakhir. Ini pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, 17Tahun2.com sudah akan seperti apa?</font> </strong></p>
<p>Wah&hellip; belum kepikir Mas&hellip; Baru buka soalnya. Hmm&hellip; kalau berimajinasi ya&hellip; Mungkin 17Tahun2.com sudah go internasional. Selain dalam bahasa Indonesia dan Melayu ada cerita dalam bahasa Inggris, Spanyol, Perancis&hellip; Terus ada banyak korektor sukarelawan yang bersedia membantu mengoreksi cerita (seperti moderator kalau di forum), lalu&hellip; bisa memberi hadiah kepada penulis cerita <em>original</em> yang mendapat nilai tertinggi. Banyak pengunjung. <em>Hackers</em> tidak mengganggu lagi. Itu aja sih. Didoain ya Mas. <img title="emoticon" alt="emoticon" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/happy.gif" border="0" /></p>
<p>Terima kasih Mas Pitra, terima kasih buat semua pengunjung yang membaca interview ini dan sukses selalu buat blog Media ide!</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Terima kasih juga ya, Mas Indra!! </strong></font><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/14/rangkaian-interview-di-media-ide/" target="_self"><font color="#ff0000"><strong>Untuk pebisnis dotcomers lain yang tertarik untuk diinterview, silakan cek artikel ini ya!</strong></font></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/11/indra-mengelola-17tahun2com-supaya-bebas-dari-serbuan-hackers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Roni: Berhenti Berjualan di Toko Fisik dan Membuka Toko Online</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/29/roni-berhenti-berjualan-di-toko-fisik-dan-membuka-toko-online/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/29/roni-berhenti-berjualan-di-toko-fisik-dan-membuka-toko-online/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 13:06:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[online store]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[<p>Nah, berikutnya adalah wawancara dengan pemilik <a href="http://www.manetvision.com/" target="_blank">ManetVision.com</a>, yaitu Mas Roni Yuzirman. <a href="http://www.roniyuzirman.blogspot.com/" target="_blank">Blogger</a> ini selain aktif berbisnis <em>online </em>melalui tokonya, ia juga pendiri dan masih aktif di komunitas <a href="http://www.tangandiatas.com/" target="_blank">Tangan di Atas (TDA)</a>. Apa itu ManetVision.com dan apa itu TDA, simak saja wawancara berikut ini.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/microphone.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><img class="floatright" title="Manet Vision" alt="Manet Vision" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/int-manetvision1.jpg" border="0" />Nah, berikutnya adalah wawancara dengan pemilik <a href="http://www.manetvision.com/" target="_blank">ManetVision.com</a>, yaitu Mas Roni Yuzirman. <a href="http://www.roniyuzirman.blogspot.com/" target="_blank">Blogger</a> ini selain aktif berbisnis <em>online </em>melalui tokonya, ia juga pendiri dan masih aktif di komunitas <a href="http://www.tangandiatas.com/" target="_blank">Tangan di Atas (TDA)</a>. Apa itu ManetVision.com dan apa itu TDA, simak saja wawancara berikut ini.</p>
<p>(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Boleh diceritain nggak, ManetVision.com itu tentang apa? Berjualan apa saja?</strong></font></p>
<p>ManetVision itu adalah perusahaan yang membawahi bisnis saya, Manet Busana Muslim yang bergerak di bidang <em>fashion</em>. </p>
<p><strong><font color="#ff0000">Kenapa Mas Roni memilih berjualan busana muslim secara <em>online</em>? Prospeknya seberapa menarik sih? Katanya dulu pernah punya toko (fisik) sendiri?</font> </strong></p>
<p>Karena kepepet, waktu itu (2004) 3 toko saya di Tanah Abang nyaris bangkrut dan karena satu dan lain hal saya diusir keluar dari toko oleh PD Pasar Jaya. Ya, terpaksa angkat kaki dari sana dan memulai bisnis seadanya dari garasi rumah.</p>
<p>Waktu itu saya memulainya tanpa melihat prospeknya. Terus terang sekali lagi karena kepepet, modal nyaris habis dan tidak punya pilihan. Jadi, saya berpikir dengan memulai secara <em>online</em> dari rumah akan jauh menghemat dan murah dibandingkan buka toko di Tanah Abang yang sewa per kiosnya antar Rp. 50-100 juta per tahun.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Upaya promo apa yang sudah dilakukan untuk mengenalkan ManetVision.com? Pasarnya kemana saja?</strong></font></p>
<p>Waktu itu saya mengawalinya dengan memasang iklan baris gratis di internet, mengirim <em>press release</em> ke media-media massa, dan mendapat promosi gratis di setiap seminar dan <em>talkshow</em> Pak Tung Desem Waringin, yang membimbing saya secara pribadi ketika itu.</p>
<p>Pasarnya saat ini sudah tersebar ke seluruh Indonesia, dan sedikit di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Hongkong.</p>
<p><span id="more-415"></span>
<p><strong><font color="#ff0000">Menurut Mas Roni sendiri, ukuran sukses ManetVision.com ini seperti apa? Kira-kira akan tercapai dalam berapa tahun? Atau malah jangan-jangan sudah tercapai?</font></strong></p>
<p>Ukuran sukses buat saya relatif ya. Tidak hanya terkait dengan finansial. Tapi juga kebebasan dan memberi manfaat bagi orang lain. Memang, pengakuan juga perlu. Alhamdulillah, tahun 2006 lalu Manet menerima penghargaan Enterprise 50 dari Majalah SWA. Soal pencapaian, itu juga relatif. Yang jelas saya masih terus mengembangkan bisnis saya dengan membuka segala kemungkinan yang bisa diraih.</p>
<p align="center"><img title="ManetVision" alt="ManetVision" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/int-manetvision2.jpg" border="0" /></p>
<p><strong><font color="#ff0000">Websitenya sepertinya masih dalam proses redesain ya? Selain mendapatkan <em>revenue</em> dari penjualan, ada rencana untuk mencari <em>revenue</em> tambahan lain melalui website ini?</font></strong></p>
<p>Ya, saat ini memang dalam proses re-<em>design</em> dengan konsep baru. Kalau tadinya hanya khusus grosir, sekarang juga melayani ritel. Untuk saat ini <em>revenue</em> utama di <em>website</em> masih dari penjualan.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Yang pasti akan jadi pertanyaan orang-orang, seberapa besar sih <em>revenue</em> dari ManetVision.com ini setiap bulannya? Berapa persen pembelian terjadi dari jumlah kunjungan setiap bulannya?</font></strong></p>
<p>Sebenarnya <em>website</em> itu hanyalah salah satu dari beberapa <em>marketing channel</em> yang saya gunakan. Istilah yang saya gunakan adalah <em>multichannel marketing</em>. <em>Website</em> juga menjadi salah satu alat untuk mengkonversi prospek menjadi pembeli dan selanjutnya kami menggunakan sarana lain untuk me-<em>retain customer</em> menjadi pembeli loyal.</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Lalu, rasanya pembangunan ManetVision.com ini tidak lepas dari aktivitas Mas Roni di Tangan Di Atas (TDA). Boleh cerita-cerita dong tentang TDA ini dan manfaat apa yang bisa diberikan melalui TDA?</strong></font></p>
<p>Ya, TDA saya dirikan tanpa sengaja karena dampak dari sukses Manet juga, yaitu adanya kebebasan waktu. Saya punya banyak waktu luang sehingga suatu ketika saya mulai tertarik menulis blog di <font color="#000080"><u><a href="http://www.roniyuzirman.com/">www.roniyuzirman.com</a></u></font>, yang menjadi cikal bakal berdirinya TDA.</p>
<p>Isi blog saya pada awalnya adalah <em>sharing</em> pengalaman jatuh bangun membangun bisnis yang kemudian ternyata menarik minat pembaca yang rupanya juga bernasib sama dengan saya. Maka terbangunlah jaringan &ldquo;orang-orang senasib&rdquo; dan se-visi dengan saya, yaitu orang-orang yang butuh teman atau <em>supporting group</em> dalam menjalankan bisnis mereka. Jadi, manfaat TDA bagi membernya adalah menjadi <em>supporting group</em>. Membernya dihimbau untuk saling berbagi dan saling mendukung untuk kesuksesan bersama.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Nah, terakhir. Ini pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, dalam bayangan Mas Roni, ManetVision.com sudah akan melakukan hal apa saja?</font> </strong></p>
<p>Saya ingin membawa member Komunitas TDA ini menjadi pelaku-pelaku bisnis yang diperhitungkan di Indonesia, tidak hanya diperhitungkan dari sisi jumlah tapi juga kualitas dan kontribusinya terhadap perekonomian bangsa.</p>
<p>Dalam hal ini, peran saya dan Manet adalah melakukan fungsi &ldquo;<em>giving back to community</em>&rdquo; atau istilah kerennya CSR. Tapi saya melakukan pendekatan lain, bukan memberi secara materi, melainkan dalam bentuk lain seperti inspirasi, pembelajaran dan dukungan kepada para <em>entrepreneur</em> atau calon <em>entrepreneur</em> di Indonesia.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/14/rangkaian-interview-di-media-ide/" target="_self"><font color="#ff0000"><strong>Untuk pebisnis dotcomers lain yang tertarik untuk diinterview, silakan cek artikel ini ya!</strong></font></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/29/roni-berhenti-berjualan-di-toko-fisik-dan-membuka-toko-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

