<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Ide &#187; markplus</title>
	<atom:link href="http://media-ide.bajingloncat.com/tag/markplus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-ide.bajingloncat.com</link>
	<description>Where Indonesia's online branding, social media, and creativity is talked about</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 14:52:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Microsite dan Facebook Fan Page</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/01/03/microsite-dan-facebook-fan-page/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/01/03/microsite-dan-facebook-fan-page/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 12:28:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[acer]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[coca-cola]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[gery]]></category>
		<category><![CDATA[markplus]]></category>
		<category><![CDATA[microsite]]></category>
		<category><![CDATA[telkomsel]]></category>
		<category><![CDATA[yamaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=3147</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar 2-3 tahun lalu, <em>brand</em> selalu membuat <em>microsite</em> untuk kampanye daring mereka. Mereka memusatkan kampanyenya melalui situs yang mereka kembangkan sendiri. Aktifitas kampanye dilakukan seluruhnya di dalam <em>microsite</em>. Sepanjang promosi gencar dilakukan di radio, televisi, dan portal ternama, <em>traffic</em> kunjungan ke <em>microsite</em> selalu tinggi. Sebaliknya pula, kalau promosi membangun <em>awareness</em> pas-pasan, <em>traffic</em> kunjungan pun tak seberapa tinggi pula.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2010/01/facebookfanpage0.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/01/facebookfanpage0.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/01/facebookfanpage0-300x300.jpg" alt="facebookfanpage0" title="facebookfanpage0" width="300" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-3151" /></a>Sekitar 2-3 tahun lalu, <em>brand</em> selalu membuat <em>microsite</em> untuk kampanye daring mereka. Mereka memusatkan kampanyenya melalui situs yang mereka kembangkan sendiri. Aktifitas kampanye dilakukan seluruhnya di dalam <em>microsite</em>. Sepanjang promosi gencar dilakukan di radio, televisi, dan portal ternama, <em>traffic</em> kunjungan ke <em>microsite</em> selalu tinggi. Sebaliknya pula, kalau promosi membangun <em>awareness</em> pas-pasan, <em>traffic</em> kunjungan pun tak seberapa tinggi pula. </p>
<p>Tahun lalu Facebook menanjak popularitasnya di Indonesia. <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/03/22/kasus-coca-cola-di-facebook-public-profile/" target="_blank">Facebook Public Profile</a> (atau sering dikenal dengan Facebook Fan Page) pun merubah tampilan dan fungsinya. Melalui Facebook Fan Page, <em>brand</em> (dan juga figur publik) bisa membangun <em>awareness</em>-nya di sini. Alih-alih membangun <em>microsite</em> seperti tahun-tahun sebelumnya, <em>brand</em> lebih cenderung memanfaatkan media Facebook Fan Page yang sudah ada. </p>
<p>Beberapa <em>brand</em> tetap membuat <em>microsite</em> terpisah karena alasan tertentu, seperti kurang tepatnya <em>platform</em> Facebook Fan Page untuk program aktivasi daring mereka. <em>Brand</em> ini tetap memanfaatkan Facebook Fan Page untuk membangun basis penggemar lalu menawarkan kepada mereka fitur-fitur yang hanya bisa dinikmati bila mereka berkunjung ke <em>microsite</em> milik <em>brand</em>. Hal ini umumnya dilakukan oleh <em>brand</em> rokok yang memang punya limitasi berkampanye di situs <em>social media</em> karena peraturan pengguna yang harus 18 tahun ke atas.</p>
<p>Kalau diperhatikan, <em>brand</em> yang bermain di Facebook Fan Page melakukan satu dari 3 pola yang semuanya berujung pada keberhasilan membangun komunitas penggemarnya. Ketiga pola ini adalah:</p>
<p><strong><span style="color:#FF0000;">1. <em>Conversation</em>.</span></strong></p>
<p>Sepertinya sederhana, namun sulit. <em>brand</em> memancing para penggemarnya untuk memberikan komentar terhadap suatu topik, atau pendapat mereka tentang <em>brand</em> itu sendiri. Dari sini bisa diketahui siapa saja penggemar yang loyal terhadap <em>brand</em>, atau yang saat ini mempunyai keluhan terhadap suatu <em>brand</em>. Menanggapi pujian dari penggemar memang menyenangkan. Cukup terima kasih sudah selesai. Yang sulit adalah menanggapi kritikan, yang harus sesegera mungkin direspon sebelum isu melebar lebih jauh. </p>
<p>Belum lagi membangun percakapan rentan terhadap masuknya kompetitor ikut bergabung sebagai penggemar dan menjelekkan nama <em>brand</em> di dalamnya. <em>Brand</em> perlu pintar memilah mana kritikan yang membangun dan mana yang murni celaan tanpa argumentasi penunjang. Apalagi kala jumlah penggemar sudah puluhan ribu, dan aktivitas komentar yang diberikan penggemar muncul sedemikian cepatnya setiap saat. </p>
<p>Beberapa Facebook Fan Page <em>brand</em> lokal yang aktif melakukan percakapan dengan penggemarnya (atau setidaknya menciptakan tempat sehingga penggemarnya saling bercakap-cakap satu sama lain), adalah <a href="http://www.facebook.com/gilamotor" target="_blank">Gila Motor</a>, <a href="http://www.facebook.com/Yamaholigan" target="_blank">Yamaha Motor Indonesia</a>, dan <a href="http://www.facebook.com/invictusclothing" target="_blank">Invictus</a>. Biasanya keaktifan seperti ini muncul karena selain di ranah daring, komunitas yang terbangun ini juga telah menyelenggarakan kegiatan kopi darat. </p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/01/facebookfanpagegilamotor.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/01/facebookfanpagegilamotor.jpg" alt="facebookfanpagegilamotor" title="facebookfanpagegilamotor" width="500" class="alignnone size-full wp-image-3149" /></a></p>
<p><strong><span style="color:#FF0000;">2. <em>Creation</em>.</span></strong></p>
<p>Melalui Facebook Fan Page, <em>brand</em> mengundang para penggemar untuk berkreasi dan mengirimkan hasilnya ke Facebook. Biasanya kegiatan ini diikuti dengan iming-iming hadiah bagi pengirim terbaik.  Hal ini sempat dilakukan oleh <a href="http://www.facebook.com/Acer.Indonesia" target="_blank">Acer Indonesia</a> yang mengundang penggemarnya untuk mengirimkan foto mereka beraksi di depan layar <em>webcam</em> sambil memegang lembaran <em><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/26/invasi-augmented-reality-acer/" target="_blank">augmented reality</a></em>. Hal serupa saat ini sedang dilakukan pula oleh <a href="http://www.facebook.com/chocolatos" target="_blank">Gery Chocolatos</a> yang mengajak penggemarnya untuk berfoto selucu mungkin dengan produk Chocolatos. </p>
<p>Ada pula situs portal pemasaran <a href="http://www.the-marketeers.com/" target="_blank">The Marketeers</a> dari Markplus, yang sebelum peluncurannya mengundang blogger untuk menyampaikan tulisan mereka melalaui <a href="http://facebook.com/themarketeers" target="_blank">Facebook Fan Page</a>-nya dengan iming-iming tiket gratis Markplus Conference di bulan November kemarin.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/01/facebookfanpageacer.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/01/facebookfanpageacer.jpg" alt="facebookfanpageacer" title="facebookfanpageacer" width="500" height="494" class="alignnone size-full wp-image-3148" /></a></p>
<p><strong><span style="color:#FF0000;">3. <em>Collaboration</em>.</span></strong></p>
<p>Pola ini belum banyak yang melakukannya. Melalui pola ini para penggemar <em>brand</em> saling berbagi cerita atau manfaat. Info dari satu orang bisa jadi bermanfaat bagi orang lain. Atau bahkan para penggemar <em>brand</em> bisa saling bekerja sama dan menciptakan nilai baru melalui Facebook Fan Page-nya.  <em>Brand</em> membuat infrastruktur dan membiarkan penggemar memberikan kontribusi di dalamnya. <em>Brand</em> bisa pula membuat kegiatan sosial dimana setiap penggemar baru yang melakukan kontribusi tertentu memicu <em>brand</em> untuk ikut pula menyumbang donasi.</p>
<p>Telkomsel melalui program <a href="http://www.facebook.com/ngobrolinkampus">Ngobolin Kampus</a> memfasilitasi para pengguna Telkomsel (khususnya mahasiswa) untuk bisa berbagi informasi seputar kampus melalui Facebook Fan Page-nya. <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/12/09/buka-semangat-baru/" target="_blank">Coca-Cola</a> melalui program <a href="http://www.facebook.com/bukasemangatbaru" target="_blank">Buka Semangat Baru</a> memberikan donasi melalui Facebook Fan Page-nya. Para penggemarnya diminta untuk men-tweet (di Twitter) ucapan semangat bernada positif. Setiap tweet yang memenuhi syarat akan dikonversi menjadi sejumlah rupiah oleh Coca-Cola untuk didonasikan. </p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/01/facebookfanpagetelkomsel.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/01/facebookfanpagetelkomsel.jpg" alt="facebookfanpagetelkomsel" title="facebookfanpagetelkomsel" width="500" height="413" class="alignnone size-full wp-image-3150" /></a></p>
<p>Nah, tentunya di 2010 ini akan lebih banyak bentuk kreatif yang dilakukan <em>brand</em> untuk membangun komunitas penggemarnya di Facebook. Jadi, bukan tidak mungkin akan muncul pola baru yang tak terpikirkan seperti di atas.</p>
<p>Kredit gambar: <a href="http://www.flickr.com/photos/lumaxart/2136954479/" target="_blank">lumaxart</a> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/01/03/microsite-dan-facebook-fan-page/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Acara Markplus Conference 09</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/12/11/tentang-acara-markplus-conference-09/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/12/11/tentang-acara-markplus-conference-09/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 16:16:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[kfc]]></category>
		<category><![CDATA[markplus]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[presentation]]></category>
		<category><![CDATA[toyota]]></category>
		<category><![CDATA[yaris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2143</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa teman blogger dan pemain <em>online</em> memang mendapat undangan dari Markplus untuk hadir di acara <strong>Markplus Conference 2009</strong> yang bertemakan <em><strong>New Wave Marketing (NWM)</strong></em> ini. Hermawan Kartajaya, yang menggulirkan istilah NWM ini membaginya lagi menjadi <em>Mobile NW, Experiential NW,</em> dan <em>Social NW</em>. Ada lagi istilah <strong>12C</strong> (<em>Communitization, Confirming, Clarifying, Coding, Crowd-Combo (Co-Creation, Currency, Communal Activation, Conversation), Commercialization, Character, Caring,</em> dan <em>Collaboration</em>) yang menjadi turunan dari NWM. Entah kenapa Hermawan dari dulu suka sekali bikin singkatan-singkatan seperti ini ya? Untuk tahu tentang apa itu NWM dan semua jargonnya, mending baca saja semua artikelnya <a href="http://kompas.com/bisniskeuangan/newwavemarketing" target="_blank">di sini</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/12/markplus.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/markplus.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/12/markplus.jpg" alt="" title="markplus" width="150" height="149" class="alignleft size-medium wp-image-2144" /></a>Beberapa teman blogger dan pemain <em>online</em> memang mendapat undangan dari Markplus untuk hadir di acara <strong>Markplus Conference 2009</strong> yang bertemakan <em><strong>New Wave Marketing (NWM)</strong></em> ini. Hermawan Kartajaya, yang menggulirkan istilah NWM ini membaginya lagi menjadi <em>Mobile NW, Experiential NW,</em> dan <em>Social NW</em>. Ada lagi istilah <strong>12C</strong> (<em>Communitization, Confirming, Clarifying, Coding, Crowd-Combo (Co-Creation, Currency, Communal Activation, Conversation), Commercialization, Character, Caring,</em> dan <em>Collaboration</em>) yang menjadi turunan dari NWM. Entah kenapa Hermawan dari dulu suka sekali bikin singkatan-singkatan seperti ini ya? Untuk tahu tentang apa itu NWM dan semua jargonnya, mending baca saja semua artikelnya <a href="http://kompas.com/bisniskeuangan/newwavemarketing" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Sebenarnya apa yang diceritakan Hermawan dan timnya dalam setiap seminarnya ini sebagian besar sudah cukup banyak kita ketahui. Untuk yang gemar membaca blog-blog seperti <a href="http://www.techcrunch.com" target="_blank">TechCrunch</a>, <a href="http://www.mashable.com" target="_blank">Mashable</a>, <a href="http://www.adrants.com" target="_blank">AdRants</a>, <a href="http://www.adfreak.com" target="_blank">AdFreak</a>, <em><a href="http://www.web-strategist.com/blog/" target="_blank">Web Strategist</a></em>, dan blog-blog <em>advertising</em>, pemasaran dan social media lainnya (dan hihihi&#8230; mungkin blog ini juga <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  ), ilmu yang didapat dari Hermawan ini bukanlah hal baru. Hanya saja, beliau mencoba mengemasnya menjadi barang baru, dengan menambahkan istilah-istilah menurut versinya. </p>
<p>Tidak salah juga sih. Kita memang butuh orang seperti beliau untuk meyakinkan kepada para petinggi-petinggi di pihak produsen untuk sadar dan membuka mata mereka akan dunia Web 2.0, dimana dunia sudah berubah. Kalau dulu komunikasi selalu bersifat vertikal dengan gencarnya iklan TV, radio, dan koran, kini komunikasi yang terjadi haruslah bersifat horisontal, dimana pemasar harus setara dan melakukan percakapan langsung dengan konsumennya. Bahkan ini bisa jadi suatu <em>joke</em>. Kalau nanti kita berargumentasi ke klien yang ragu akan kekuatan internet, kita bisa bilang, â€œPak Hermawan saja bilang seperti itu. Masa kalian tidak percaya?â€</p>
<p>Ringkasan pembukaan seminar yang menarik dari Hermawan bisa dibaca di artikel <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/11/12182693/ribuan.marketer.hadiri.markplus.conference09" target="_blank">Kompas ini</a>. Sayangnya pembukaan seminar yang bagus kurang diikuti oleh seminar-seminar kecil yang menyusul setelahnya. Di tiga <em>stage</em> yang membahas tentang <em>mobile, experiential,</em> dan <em>social</em>, teman-teman yang hadir semua berkomentar sama. Ini kok jadi jualannya para <em>brand</em> yang menjadi kliennya Markplus ya? Semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman tertutup oleh kebanggaan masing-masing <em>brand</em> yang bercerita tentang portfolio kampanye yang telah mereka lakukan. Hampir semua sekedar pamer portfolio tanpa cerita konsep dan alasan mereka melakukan kampanye tersebut. Serasa tidak ada <em>insight</em> menarik dari apa yang mereka presentasikan.</p>
<p>Seminar-seminar kecil berikutnya, sempat mampir di seminar <em>Research 2.0 on Social Media</em>, dengan pembicara dari tim Markplus sendiri. Pembicara bercerita tentang <em>social technographics</em>, yang juga pernah dibahas dulu kala di <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/10/tentang-socio-graph/">blog ini</a>. Ada yang lucu di sesi ini. Si pembicara seminar menyebut istilah <em>microblogging</em> sebagai suatu istilah metode riset <em>online</em>. Menurutnya, <em>microblogging</em> adalah metode mengumpulkan blog-blog  dalam jumlah terbatas untuk dianalisa. Hmm, entah ini istilah yang sebenarnya ada, atau ia yang salah menginterpretasikan referensi yang dibacanya? </p>
<p>Lalu sempat mampir pula di seminar <em>Youth Marketing</em> yang membahas studi kasus Yaris dan KFC yang menggaet pasar anak muda. Yaris keluaran Toyota-Astra Motor yang sejak lama sudah fasih berjualan mobil untuk keluarga. Saat mereka harus menjual mobil untuk anak muda, banyak pola-pola baru yang harus mereka pikirkan. KFC identik dengan restoran keluarga dan merupakan <em>brand</em> tua yang ada di Indonesia (sudah hampir 30 tahun). Sekarang mereka merejuvenasi <em>brand</em>-nya dengan mereposisikan pada target anak muda. Caranya dengan menjadi promotor musik grup indie dan mengenalkan mereka melalui CD album yang bisa dibeli di restoran KFC.</p>
<p>Selanjutnya semua seminar kecil ini ditutup dan Hermawan, dibantu dengan beberapa panelis dari beberapa ketua asosiasi industri di Indonesia bercerita tentang <em>market outlook</em> 2009. Beragam figur dan angka prediksi ditunjukkan di sini. Intinya, kebanyakan asosiasi menilai positif pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2009. Bahkan tidak perlu takut terjadi kerusuhan saat terjadi Pemilu. Justru, dengan adanya caleg-caleg, akan terjadi penyebaran kue rejeki ke rakyat. Bayangkan, jika setiap caleg butuh dana 2-5 milyar untuk kampanye, betapa besarnya imbas ekonominya ke rakyat (dengan misalnya: pembuatan kaos, spanduk, poster, dll).</p>
<p>Masih ada acara terakhir sebetulnya dimana <em>Kompas Entertainment</em> menjadi bintang seminar. Sayang, sudah keburu pulang, dan tidak sempat mengikutinya. Untuk semua <em>slide </em>presentasinya, katanya akan diunggah oleh pihak Markplus dan setelatnya hari Jumat, bisa dilihat di <a href="http://www.markplusconference.com/" target=_"blank">situsnya</a>.</p>
<p>Jadi, apakah acara ini bagus atau tidak? Hihi, karena masuknya gratis, ya nggak rugilah. Kalau masuknya bayar ya mungkin akan berasa rugi, karena sudah tahu sebagian besar materi yang disajikan. Maaf juga tidak ada foto di <em>posting </em>ini. Karena ini acara serius dan yang datang bukan blogger gaul, sehingga tidak ada sesi foto-foto. <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Update</em>: hampir seluruh materi presentasi kini bisa diunduh di <a href="http://www.markplusconference.com/downloads/" target=_"blank">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/12/11/tentang-acara-markplus-conference-09/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film Pendek dari Intel Core i7</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/20/film-pendek-dari-intel-core-i7/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/20/film-pendek-dari-intel-core-i7/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 15:29:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[intel]]></category>
		<category><![CDATA[markplus]]></category>
		<category><![CDATA[microsite]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2024</guid>
		<description><![CDATA[Sejak seminggu lalu <em><a href="http://www.secretofthebox.com/" target="blank">microsite </a></em>terbaru dari Intel ini hanya menampilkan <em>trailer </em>sebuah film pendek bergenre aksi, tentang kejar-kejaran dan aksi kelahi demi sebuah kotak hitam. Baru saja hari ini, tepat pada saat peluncuran produk terbaru Intel, yakni Core i7, <em> microsite </em>ini menampilkan sesuatu yang baru.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/image_intelcorei7.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/image_intelcorei7.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/image_intelcorei7-300x225.jpg" alt="" title="image_intelcorei7" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-2025" /></a>Sejak seminggu lalu <em><a href="http://www.secretofthebox.com/" target="blank"> microsite </a></em>terbaru dari Intel ini hanya menampilkan <em>trailer </em>sebuah film pendek bergenre aksi, tentang kejar-kejaran dan aksi kelahi demi sebuah kotak hitam. Baru saja hari ini, tepat pada saat peluncuran produk terbaru Intel, yakni Core i7, <em>microsite </em>ini menampilkan sesuatu yang baru.</p>
<p>Kali ini suguhan <em>microsite</em>-nya berubah jauh. Tampilan yang memanfaatkan <em>flash </em>dengan teknologi Papervision 3D terlihat berbeda dengan tipe-tipe <em>microsite </em>Indonesia lainnya. Isi <em>microsite </em>selain menampilkan <em>product knowledge </em>Intel Core i7, juga menyangkan versi lengkap filmnya.</p>
<p>Cerita dalam film sebetulnya biasa saja, terlalu mengingatkan pada film/sinetron aksi Indonesia. Malah bahkan ada beberapa adegan yang terkesan dipaksa ada. Akting pemainnya pun biasa saja. Namun di luar itu semua, terlihat sekali kalau para pemegang <em>brand </em>di Indonesia mulai semakin kreatif dalam berkampanye <em>online</em>. Berkampanye melalui film yang hanya ditayangkan <em>online </em>tentu lebih beresiko, karena yang melihatnya lebih terbatas, yakni mereka yang sudah memiliki akses internet cepat di rumah atau kantornya.</p>
<p>Minggu lalu, trailer film ini juga bisa disaksikan melalui <a href="http://www.youtube.com/watch?v=qAyABqfnX0Q" target="_blank">YouTube</a>. Hingga saat ini, masih baru memperoleh 350 <em>views </em>dan tidak ada komentar satupun. Padahal terlihat dari beberapa aktivitas milis, si <em>agency </em>yang mewakli Intel sudah gencar mengirimkan info tentang situs dan film ini. Beberapa blogger juga menerima email serupa dari si <em>agency</em>. Sepertinya upaya getuk tular yang diharapkan si <em>agency </em>masih kurang berbuah hasil, karena eksposurnya kurang terasa. Nggak tahu juga, apakah Intel ikut pula memasang iklan di portal-portal terkemuka. Kalau ada, tentunya ini akan membantu mengangat eksposur <em>microsite </em>Intel ini.</p>
<p>Berikut ini cuplikan <em>trailer </em>film yang bersangkutan. Untuk lihat versi lengkapnya, silakan kunjungi saja <em><a href="http://www.secretofthebox.com/" target="blank"> microsite </a></em>-nya.</p>
<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/qAyABqfnX0Q&#038;hl=en&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/qAyABqfnX0Q&#038;hl=en&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/20/film-pendek-dari-intel-core-i7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merangkul Blogger untuk Promosi Brand</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/18/merangkul-blogger-untuk-promosi-brand/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/18/merangkul-blogger-untuk-promosi-brand/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 16:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[markplus]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[ponds]]></category>
		<category><![CDATA[sunsilk]]></category>
		<category><![CDATA[toyota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2018</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan lalu Toyota-Astra Motor mengundang beberapa blogger untuk menghadiri <em>launch </em>Corolla Altis. Blogger (mungkin) dianggap bisa menyuarakan secara lebih personal apa yang dialaminya. Tentunya dengan harapan para pembaca blog tersebut ikut tahu dan tertarik dengan apa yang disampaikan blogger tersebut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/image_wordofmouth.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/image_wordofmouth.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/image_wordofmouth-300x300.jpg" alt="" title="image_wordofmouth" width="300" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-2019" /></a>Beberapa bulan lalu Toyota-Astra Motor mengundang beberapa blogger untuk menghadiri <em>launch </em>Corolla Altis. Blogger (mungkin) dianggap bisa menyuarakan secara lebih personal apa yang dialaminya. Tentunya dengan harapan para pembaca blog tersebut ikut tahu dan tertarik dengan apa yang disampaikan blogger tersebut.</p>
<p>Tren ini ternyata terus berlanjut. Belum sebulan berlalu, sudah ada 2 <em>event </em>berbeda yang turut mengundang blogger. Konferensi pers yang dilakukan Pond&#8217;s kala peluncuran iklan berseri Bunga Citra Lestari ikut pula mengundang beberapa blogger sosialita (baca: gaul). Tak berapa lama kemudian, Sunsilk dengan Krisdayanti mengundang blogger yang sama untuk datang pada peluncuran buku â€œHidup Tak Bisa Menunggu.â€ </p>
<p>Semua penyelenggara <em>event </em>ini berharap para blogger mau menuliskannya dengan sukarela di blog masing-masing. Tentunya dengan cara pandang masing-masing blogger. Terserah apakah tulisan itu bernada positif atau negatif, semua dikembalikan ke setiap blogger. Bahkan, kalau pun tidak ada blogger yang menuliskan pengalamannya, mereka pun tidak akan memaksa. </p>
<p>Bentuk lain namun dengan harapan hasil yang relatif sama adalah dengan meminta para blogger menuliskan advertorial di blognya. Blogger dibayar untuk melakukan <em>review </em>untuk suatu produk atau program promo yang diselenggarakan oleh <em>brand</em>. Produk atau detil program promo dikirimkan kepada para blogger, yang lalu diminta untuk menuliskan pengalamannya melalui sebuah tulisan di blog. Tentunya, isi tulisan dibebaskan. Terserah cara pandang dan pengalaman masing-masing blogger.</p>
<p>Semua kegiatan promo dalam blog itu punya tujuan serupa, yakni membangun <em>buzz </em>atau <em>word of mouth</em>. Semakin banyak blogger yang menuliskan hal tersebut, semakin ramai topik itu diperbincangkan dalam <em>blogosphere</em>. Semakin ramai diperbincangkan, <em>brand </em>yang dibicarakan pun menjadi semakin populer. Selanjutnya, tinggal kelihaian dari <em>brand </em>sendiri (atau <em>agency </em>komunikasi yang mewakilinya) untuk ikut aktif berbicara di dalam setiap blog tersebut, sehingga percakapan bisa terus terjadi secara positif.</p>
<p>Seperti yang diungkapkan oleh Hermawan Kartajaya di tulisan terbarunya tentang <em><a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/18/07085220/its.not.promotion.anymore.its.conversation" target="_blank">New Wave Marketing</a></em>, promosi satu arah seperti yang dilakukan melalui TV, radio, ataupun media cetak, sudah tidak cukup lagi. Konsumen tidak mudah percaya begitu saja apa kata <em>brand</em>. &#8220;Kebenaran&#8221; yang ada tidak lagi dari sisi <em>brand </em>saja. Mereka lebih percaya bila &#8220;kebenaran&#8221; itu terjadi melalui percakapan yang setara antara pihak <em>brand </em>dan konsumennya.</p>
<p>Apa yang dituliskan seorang blogger seakan-akan bisa mengklarifikasi keraguan konsumen. Konsumen menjadi lebih percaya akan <em>brand </em>tersebut karena sudah ada orang lain yang mentestimonikan pengalamannya. </p>
<p>Sekarang pertanyaannya, apakah benar para blogger ini bisa memberikan dampak positif seperti yang diekspektasikan oleh brand<em>? </em>Apakah proses percakapan antara <em>brand </em>dan konsumen benar-benar terjadi? </p>
<p>Berdasarkan pengamatan dari beberapa komentar di blog seputar liputan atau advertorial, ternyata <em>brand </em>belum memanfaatkannya secara maksimal. Mereka masih berdiam pasif memantau setiap komentar, tanpa bertindak memelihara percakapan. Blog sepertinya masih dianggap hanya sebatas media semata. Sepanjang blogger sudah menuliskan pengalamannya, sudah dianggap cukup. Isi komentar dan balasannya masih belum terlalu dipedulikan.</p>
<p>Artikel lalu yang relevan:</p>
<ul>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/09/02/ingin-mencetak-lebih-irit/">Ingin Mencetak Lebih Irit?</a></li>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/22/menggunakan-blogger-sebagai-influencer-efektifkah/">Menggunakan Blogger sebagai <em>Influencer</em>, Efektifkah?</a></li>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/02/20/blogger-luncheon-with-corolla/"><em>Blogger Luncheon with Corolla</em></a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/18/merangkul-blogger-untuk-promosi-brand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Video Interaktif Agent 817</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/13/video-interaktif-agent-817/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/13/video-interaktif-agent-817/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 14:29:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[advergame]]></category>
		<category><![CDATA[markplus]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[xl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=1177</guid>
		<description><![CDATA[Sebetulnya ini <em>microsite </em>terbarunya XL Pasca Bayar (makin sering juga XL berkampanye online ya?). Dibutuhkan internet yang cukup kencang untuk menikmati suguhan hiburan video interaktif di microsite ini. <a href="http://www.agent817.com" target="_blank">Agent 817</a> bercerita tentang seorang agen rahasia yang diminta untuk menyelamatkan seorang gadis.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/agent817.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/agent817.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/agent817-300x249.jpg" alt="" title="agent817" width="300" height="249" class="alignleft size-medium wp-image-1178" /></a>Sebetulnya ini <em>microsite </em>terbarunya XL Pasca Bayar (makin sering juga XL berkampanye online ya?). Dibutuhkan internet yang cukup kencang untuk menikmati suguhan hiburan video interaktif di microsite ini. <a href="http://www.agent817.com" target="_blank">Agent 817</a> bercerita tentang seorang agen rahasia yang diminta untuk menyelamatkan seorang gadis.</p>
<p>Cerita dibagi dalam beberapa bagian, dimana di akhir cerita pengunjung bisa memilih alur selanjutnya. Sebetulnya, tidak ada pilihan alur sih. Yang ada hanyalah alur yang benar dan salah. Kalau benar, cerita berlanjut, sementara kalau salah, pengunjung bisa mengulang asalkan terlebih dahulu mengirimkan info tentang situs ini ke email temannya.</p>
<p>Bagusnya, cerita di video ini bernuansa humor yang dibalut dengan <em>product knowledge </em>XL secara tidak langsung. Penyampaian pesan seperti ini jadi tidak membuat cerita menjadi janggal, dan mungkin malah memberikan pemahaman pesan yang lebih mengena di mata pengunjung. Kelemahannya, karena ini situs video, harap bersabar saja untuk Anda yang tidak punya koneksi internet cepat.</p>
<p>Satu lagi hal yang lucu di <em>microsite </em>ini. Ada tombol &#8220;Awas Bos Lewat&#8221; yang kalau diklik akan menutup halaman menu <em>microsite </em>dan menggantinya dengan tampilan grafik dan tabel <em>cash flow</em>. Sayangnya, suaranya masih tetap terdengar, sehingga tipuannya jadi kurang terasa.</p>
<p>Dari berbagai <em>microsite </em>yang diluncurkan XL, termasuk situs Agent 817 ini, terlihat sekali begitu inginnya XL berkomunikasi dengan para targetnya yang profesional, muda, dan tentunya berpendapatan cukup besar (karena bisa menikmati internet kecepatan tinggi). Sasaran yang tepat untuk para pengguna pasca bayar. Para target XL di atas ini biasanya sudah segan berganti nomor, karena nomornya sudah beredar di tangan para rekanan dan kliennya. Bila ia berganti nomor, bisa hilang kesempatannya mendapatkan peluang proyek.</p>
<p>Dalam <a href="http://kompas.com/bisniskeuangan/newwavemarketing" target="_blank"><em>New Wave Marketing</em></a>, Hermawan Kartajaya mengkategorikan tindakan XL berkoneksi dengan pelanggannya ini sebagai <a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/09/00152546/when.coke.zero.meets.silent.disco" target="_blank"><em>screen-based</em></a>. Di sini XL mencoba membangun pengalaman (<em>experience</em>) melalui layar komputer dengan video interaksinya. Dengan membangun <em>excitement </em>ini, XL bisa menyampaikan pesannya secara tidak langsung namun mengena di benak para targetnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/13/video-interaktif-agent-817/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalau Ada yang Gratis, Kenapa Harus Beli?</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/12/kalau-ada-yang-gratis-kenapa-harus-beli/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/12/kalau-ada-yang-gratis-kenapa-harus-beli/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 15:07:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[everybody loves irene]]></category>
		<category><![CDATA[markplus]]></category>
		<category><![CDATA[monetize]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[piracy]]></category>
		<category><![CDATA[radiohead]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=1169</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan ini dimulai ketika seorang <a href="http://kappachan.blogspot.com">teman</a> membahas hal ini untuk kepentingan thesisnya. Memang diakui, setiap orang suka gratisan, baik itu gratis yang legal ataupun bajakan. Fasilitas torrent dan situs penyedia jasa unduhan seperti 4Shared dan Rapidshare menjadi tujuan favorit sumber â€œgratisan.â€ ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/musicpiracy.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/musicpiracy.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2008/11/musicpiracy-252x300.jpg" alt="" title="musicpiracy" width="252" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-1170" /></a>Pertanyaan ini dimulai ketika seorang <a href="http://kappachan.blogspot.com">teman</a> membahas hal ini untuk kepentingan thesisnya. Memang diakui, setiap orang suka gratisan, baik itu gratis yang legal ataupun bajakan. Fasilitas torrent dan situs penyedia jasa unduhan seperti 4Shared dan Rapidshare menjadi tujuan favorit sumber â€œgratisan.â€ </p>
<p>Seorang pembeli CD sebuah penyanyi terkenal me-<em>rip</em>-nya menjadi format MP3 dan mengunggahnya ke situs-situs tersebut, supaya orang lain bisa mengunduhnya suka-suka. Tentunya, meski di sini ada hak artis yang dilanggar, pengunduhnya tidak peduli. Bukan maksud melegalkan pembajakan, tapi kejadian seperti inilah yang terjadi setiap jam dan detik. Hal yang sangat mustahil untuk dicegah.</p>
<p>Model bisnis musik lama dengan sistem royalti ke musisi dan perusahaan <em>label </em>dalam ancaman. Kalau tetap mengikuti model bisnis ini, bisa jadi umur mereka tidak akan panjang. Semua orang sudah tahu ada penurunan pembelian CD dan kaset. Kini RBT (<em>ring back tone</em>) menjadi pilihan populer pendapatan royalti, karena materinya sulit digandakan. RBT memang berdampak positif, tapi apakah ada alternatif model bisnis lainnya?</p>
<p>Radiohead pernah melakukan hal yang sangat esktrim. Mereka membagikan lagunya secara gratis via internet. Hasilnya 2,3 juta unduhan dalam 3 minggu, dengan rekor 400.000 unduhan per hari. Mereka berpikir, daripada mengirim demo ke radio untuk diputar lalu bajakannya cepat tersebar di internet, kenapa nggak mereka yang memulai pembajakannya sendiri. Keuntungannya memang bukan dari sisi finansial (pada awalnya), tapi publikasi gratis yang luar biasa besar. Semakin banyak penggemar mereka yang menyukai lagu tersebut, semakin besar di antara mereka yang akan datang ke konser, membeli <em>merchandize </em>dan album mereka yang terbaru.</p>
<p>Hal serupa dilakukan pula oleh musisi indie di negeri ini. Salah satunya yang terkenal bergerilya melalui internet adalah <em><a href="http://www.everybodylovesirene.com/">Everybody Loves Irene</a></em> (ELI). Mereka membangun komunitas penggemarnya melalui beragam jejaring sosial, dari Friendster, Facebook, Imeem, MySpace, Multiply, Last FM, dll. Melalui setiap jejaring itu, mereka bercerita tentang proses pembuatan album. Bahkan di situs Multiply-nya, ELI berbagi demo lagu yang sedang mereka buat. Mereka mengajak komunitas yang dibentuk itu untuk memberi masukan dan kritikan seputar lagu itu.</p>
<p>Apa yang dilakukan Radiohead dan ELI tentunya membuat perusahaan <em>label </em>semakin kebingungan. Dengan independesi yang dilakukan para grup musik ini, mereka hampir tidak meraih profit sama sekali. Lalu, model bisnis apa yang harus dilakukan para pemain perusahaan <em>label </em>di era gratisan ini? Apakah ini menjadi masa yang suram untuk mereka?</p>
<p>Di Indonesia, ternyata ada kanal media lain yang rupanya dilirik oleh perusahaan <em>label</em>, meski porsinya masih belum besar. Pernah bermain <em>online game <a href="http://www.idol-street.com">Idol Street</a> </em>atau <em><a href="http://www.ayodance.com">Ayo Dance</a></em>? Meski <em>game </em>ini buatan luar, ternyata <em>publisher</em>-nya di sini diizinkan untuk memodifikasi lagu-lagunya dengan ragam lagu populer di Indonesia. Sebutlah <em>Ayo Dance </em>yang sempat populer dengan lagu gubahan Melly â€œ<em>Let&#8217;s Dance Together</em>.â€ Atau <em>game Idol Street </em>yang kini memiliki lebih dari 100 koleksi lagu lokal, termasuk di antaranya lagu-lagu dari Mulan, Melly dan Agnes Monica.</p>
<p>Alternatif lainnya, yang kini sudah berjalan juga adalah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan karaoke. Mereka berlangganan lisensi selama periode tertentu dan berhak memutar lagu-lagu keluaran dari <em>label </em>mereka untuk digunakan untuk karaoke. </p>
<p>Di luar negeri, beberapa metode masih diuji coba dengan melakukan <em>monetize </em>pada video klip yang ditayangkan di situs-situs berbagi video. Pengunjung bisa melihat videonya secara gratis dengan konsekuensi harus melihat iklan yang ditayangkan di awal video atau iklan teks yang muncul di tengah-tengah video.</p>
<p>Selain model-model bisnis di atas, apakah ada ide lain yang mungkin bisa dilaksanakan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/12/kalau-ada-yang-gratis-kenapa-harus-beli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Porno Mulai Ditinggalkan, Jejaring Sosial Jadi Pilihan</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/03/porno-mulai-ditinggalkan-jejaring-sosial-jadi-pilihan/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/03/porno-mulai-ditinggalkan-jejaring-sosial-jadi-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 15:06:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[markplus]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/03/porno-mulai-ditinggalkan-jejaring-sosial-jadi-pilihan/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ada hal menarik yang diungkapkan GM Bill Tancer dari Hitwise dalam bukunya, &#8220;<em>Click: What Millions of People are Doing Online and Why It Matters</em>.&#8221; Tancer <a href="http://www.marketingvox.com/millennials-prefer-social-networking-to-internet-porn-041007" target="_blank">menganalisa data</a> 10 juta pengguna internet dan melihat pola yang cenderung spesifik dan berulang. Salah satu penemuannya adalah semakin menurunnya ketertarikan pengguna internet akan pornografi selama dekade terakhir. Pencarian pornografi ternyata turun dari 20 persen menjadi 10 persen selama 10 tahun terakhir. Pencarian yang kini lebih dominan sekarang adalah situs-situs jejaring sosial.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/sensual.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Ada hal menarik yang diungkapkan GM Bill Tancer dari Hitwise dalam bukunya, &ldquo;<em>Click: What Millions of People are Doing Online and Why It Matters</em>.&rdquo; Tancer <a href="http://www.marketingvox.com/millennials-prefer-social-networking-to-internet-porn-041007" target="_blank">menganalisa data</a> 10 juta pengguna internet dan melihat pola yang cenderung spesifik dan berulang. Salah satu penemuannya adalah semakin menurunnya ketertarikan pengguna internet akan pornografi selama dekade terakhir. Pencarian pornografi ternyata turun dari 20 persen menjadi 10 persen selama 10 tahun terakhir. Pencarian yang kini lebih dominan sekarang adalah situs-situs jejaring sosial.</p>
<p>Ia berteori kalau kini para pengguna internet yang muda (berusia 18-24 tahun) lebih banyak menghabiskan waktunya di jejaring sosial, sehingga mereka tak punya waktu lagi untuk berkunjung ke situs-situs dewasa. </p>
<p>Hal yang dikatakan Tancer ada benarnya. Coba lihat tes dengan <a href="http://www.google.com/trends?q=bugil%2C+porn%2C+facebook%2C+friendster&#038;ctab=0&#038;geo=ID&#038;geor=all&#038;date=all&#038;sort=1" target="_blank">Google Insights</a> berikut, yang mensandingkan kata &#8216;porn&#8217;, &#8216;myspace&#8217;, dan &#8216;facebook&#8217;. Ternyata kepopuleran kata &#8216;facebook&#8217; terlihat semakin meningkat tajam di tahun 2008 ini. Sebaliknya kata &#8216;porn&#8217; meski naik, ternyata masih kalah dominan dibandingkan &#8216;facebook&#8217; dan &#8216;myspace&#8217;.</p>
<p align="center"><img title="Porn VS MySpace VS Facebook" alt="Porn VS MySpace VS Facebook" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/pornsocialnetwork1.gif" border="0" /></p>
<p>Lalu bagaimana dengan kondisi di Indonesia? Ternyata berdasarkan tes yang dilakukan menggunakan <a href="http://www.google.com/insights/search/#q=bugil%2Cporn%2Cfacebook%2Cfriendster&#038;geo=ID&#038;cmpt=q" target="_blank">Google Insights</a>, tren yang serupa juga bisa terlihat. Di Indonesia, jejaring sosial yang populer adalah Friendster, baru kemudian Facebook. Kalau kedua kata ini disandingkan dengan kata &#8216;bugil&#8217; dan &#8216;porn&#8217; yang merupakan kata Indonesia populer untuk pencarian situs dewasa, maka hasilnya bisa dilihat di bawah ini.</p>
<p><span id="more-474"></span>
<p align="center"><img title="Bugil VS Porn VS Facebook VS Friendster" alt="Bugil VS Porn VS Facebook VS Friendster" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/pornsocialnetwork2.gif" border="0" /></p>
<p>Pencarian kata &#8216;bugil&#8217; dan &#8216;porn&#8217; cenderung stagnan sejak tahun 2004, bahkan kata &#8216;bugil&#8217; malah mulai terlihat menurun. Sementara itu &#8216;friendster&#8217; semakin menguat secara drastis. Keaktifan pencari kata &#8216;friendster&#8217; sendiri sebetulnya tidak melulu tentang situs jejaring sosial terkemuka Friendster.com, tapi juga situs-situs lain yang menyediakan fasilitas desain <em>template </em>profil gratis (termasuk elemen-elemen hiasan seperti komentar ucapan). Pada umumnya, pengguna Friendster masih ingin mengubah-ubah profilnya agar terlihat unik, dan ini menyebabkan pencarian kata &#8216;friendster&#8217; semakin meningkat.</p>
<p>Keaktifan pengguna internet ini dalam jejaring sosial ini akan menjadi sangat sayang bila tidak dimanfaatkan dengan baik. Tentunya, bukan dengan ikut-ikutan membuat jejaring sosial baru, karena apapun yang bersifat <em>me too</em> tanpa diferensiasi tidak akan berhasil. Seperti diungkapkan Hermawan Kartajaya dalam teori <em><a href="http://kompas.com/bisniskeuangan/newwavemarketing" target="_blank">New Wave Marketing</a></em>-nya, manfaatkan saja media yang sudah ada dengan aktif berkoneksi dengan mereka, dan dengan menjadi <a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/12/02490494/the.groundswell.connection.becoming.a.civilised.catalyst" target="_blank">katalisator</a> percakapan yang terjadi di dalam jejaring sosial tersebut. </p>
<p>Sayangnya, tingkat berkoneksi yang hingga kini banyak dilakukan pemasar masih pada tingkatan dasar, yakni membuat profil, mencari teman, atau membuat grup dan mengajak teman yang ditemuinya bergabung di sana. Komunikasi antara pemasar dengan para &ldquo;teman&rdquo; itu kurang aktif dilakukan. Aplikasi jejaring sosial yang seharusnya dua arah, tetap kurang berhasil mendekatkan pemasar dengan konsumennya melalui percakapan horisontal. </p>
<p>Kekuatan para pemain di jejaring sosial ini masih sangat kurang dimanfaatkan secara maksimal oleh pemasar. Potensi pengguna jejaring sosial masih akan terus membesar di tahun mendatang. Tinggal pemasar perlu lebih berani terjun menjadi bagian dalam jejaring sosial itu dan berinteraksi langsung seperti layaknya mereka adalah teman sesungguhnya. Apakah ada yang berani?</p>
<p>Artikel lalu yang relevan:</p>
<ul>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/08/16/mainan-baru-google-insights-for-search/" target="_self">Mainan Baru Google: </a><em><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/08/16/mainan-baru-google-insights-for-search/" target="_self">Insights for Search</a></em></li>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/04/10/kampanye-online-conello/" target="_self">Kampanye <em>Online</em> Conello</a></li>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/25/setiap-situs-komunitas-ada-segmennya/" target="_self">Setiap Situs Komunitas Ada Segmennya</a></li>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/10/tentang-socio-graph/" target="_self">Tentang <em>Socio Graph</em></a></li>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2007/06/01/peringkat-situs-porno-indonesia/" target="_self">Peringkat Situs Porno Indonesia</a></li>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2007/05/02/komunitas-sebuah-brand-di-dunia-online/" target="_self">Komunitas Sebuah <em>Brand </em>di Dunia <em>Online</em></a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/03/porno-mulai-ditinggalkan-jejaring-sosial-jadi-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggalang Suara Komunitas Melalui Microblogging</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/10/28/menggalang-suara-komunitas-melalui-microblogging/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/10/28/menggalang-suara-komunitas-melalui-microblogging/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 15:41:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[markplus]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[obama]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/2008/10/28/menggalang-suara-komunitas-melalui-microblogging/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sejak beberapa bulan terakhir, semakin banyak pengguna dari Indonesia aktif dalam kegiatan <em>microblogging</em>, media komunikasi berupa tulisan yang hanya dibatasi 140 karakter. Diawali oleh aktifnya penggunaan <a href="http://www.twitter.com/" target="_blank">Twitter</a> sebagai sarana <em>chat</em> dan diskusi. Lalu dikenalkannya <a href="http://www.kronologger.com/" target="_self">Kronologger</a> (layanan lokal), sebuah <em>microblogging </em>dengan tambahan fitur pengiriman pesan melalui SMS. Lalu kini yang mulai ramai adalah <a href="http://plurk.com/redeemByURL?from_uid=1051650&#038;check=721012698&#038;s=1" target="_blank">Plurk</a>, <em>microblogging </em>dengan komentar yang disajikan secara menarik dalam format garis waktu.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/suarakomunitas.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Sejak beberapa bulan terakhir, semakin banyak pengguna dari Indonesia aktif dalam kegiatan <em>microblogging</em>, media komunikasi berupa tulisan yang hanya dibatasi 140 karakter. Diawali oleh aktifnya penggunaan <a href="http://www.twitter.com/" target="_blank">Twitter</a> sebagai sarana <em>chat</em> dan diskusi. Lalu dikenalkannya <a href="http://www.kronologger.com/" target="_self">Kronologger</a> (layanan lokal), sebuah <em>microblogging </em>dengan tambahan fitur pengiriman pesan melalui SMS. Lalu kini yang mulai ramai adalah <a href="http://plurk.com/redeemByURL?from_uid=1051650&#038;check=721012698&#038;s=1" target="_blank">Plurk</a>, <em>microblogging </em>dengan komentar yang disajikan secara menarik dalam format garis waktu.</p>
<p>Melalui aplikasi <em>microblogging </em>ini, kita bisa melihat <em>update </em>kegiatan setiap teman kita. Di Twitter dikenal istilah <em>follow</em>, dimana kita bisa mengikuti setiap <em>posting </em>dari teman kita itu. Apa yang dikerjakan teman kita dan dituliskannya, bisa langsung kita amati segera. <a href="http://twitter.com/BarackObama" target="_blank">Barack Obama</a> selalu menyampaikan setiap aktivitas kampanyenya melalui Twitter. Semua <em>follower</em>-nya bisa tahu akan kampanye dimana pada saat ini. Ini salah satu metodenya untuk lebih dekat dengan generasi muda. Kalau meminjam istilah Hermawan Kartajaya, Obama berupaya melakukan <em><a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/26/06194136/quotitaposs.not.targeting.anymore.itaposs.confirmingquot" target="_blank">communitization</a> </em>dengan komunitas yang sudah terbentuk dalam Twitter.</p>
<p align="center"><img title="Barack Obama Twitter" alt="Barack Obama Twitter" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/suarakomunitas1.jpg" border="0" /></p>
<p>Di Indonesia, Twitter cenderung dipakai untuk sesuatu yang lebih serius, sementara Plurk lebih dipakai untuk bercanda, meski ada pula beberapa <em>posting </em>yang berupaya untuk serius. Di Plurk, seseorang bisa langsung berkomentar terhadap <em>posting </em>yang kita tulis, persis seperti blog pada umumnya. </p>
<p>Hal yang menarik terjadi di Plurk pertengahan Oktober kemarin, saat seorang blogger (yang merangkap pengguna Plurk) menemukan halaman dalam situs Diknas yang menampilkan lengkap seluruh data siswa berupa nama lengkap, alamat, serta sekolahnya, yang bebas diakses oleh semua orang. Tentunya ini hal yang berbahaya dan melanggar <em><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/10/08/menjaga-kerahasiaan-pribadi-di-ranah-maya/" target="_self">privacy</a> </em>anak dan orang tuanya. Bila data ini sampai ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab, bukan tidak mungkin terjadi tindak pemerasan atau penculikan.</p>
<p><span id="more-471"></span>
<p>Banyak anggota dalam komunitas Plurk yang tergerak untuk memprotes keberadaan halaman ini. Mereka secara serentak menulis ungkapan protes di blog masing-masing. Sebagian mencoba menghubungi pihak Diknas dan Kominfo melalui surat resmi agar halaman ini segera dihilangkan. Tentunya, dalam setiap <em>posting </em>di blog, tidak ada dari mereka yang mencantumkan halaman berbahaya yang dimaksud, agar penyebaran tidak semakin meluas.</p>
<p align="center"><img title="Plurk" alt="Plurk" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/suarakomunitas2.jpg" border="0" /></p>
<p>Melalui tindakan <em>communal</em> dalam komunitas ini, suara yang disampaikan menjadi semakin dominan. Secara bertahap, akhirnya halaman berbahaya itu akhirnya dihilangkan. Kini, akses ke halaman tersebut hanya dibatasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan saja. Mereka harus menghubungi pihak administrasi Diknas sebelum bisa mendapatkan datanya.</p>
<p>Sungguh luar biasanya suara komunitas ini. Adanya tujuan bersama membentuk tali sosial pertemanan yang ada menjadi semakin kuat. Bukan tidak mungkin, pertemanan di ranah maya ini akan memperkuat tali sosial pertemanan saat para anggotanya bertemu tatap muka langsung secara <em>offline </em>melalui kegiatan kopdar.</p>
<p>Baik komunitas yang muncul dari Twitter, Kronologger, Plurk, ataupun komunitas <em>online </em>lainnya, kegiatan kopdar sudah menjadi hal yang lumrah. Mereka bisa berkenalan satu sama lain wajah-wajah yang hanya mereka kenal <em>nickname</em>-nya. Saat berkenalan mereka akan mengenalkan <em>nickname </em>mereka terlebih dahulu sebelum menyebutkan nama aslinya. Umumnya kegiatan kopdar adalah kegiatan yang santai, sambil menambah jaringan pertemanan. Karena konteksnya yang sangat santai, jarang ditemui ada anggota yang berkenalan lalu saling bertukar kartu nama, seperti yang biasa terjadi dalam pertemuan seminar atau kopdar komunitas profesi.</p>
<p align="center"><img title="Kopdar Plurk" alt="Kopdar Plurk" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/suarakomunitas3.jpg" border="0" /></p>
<p>Ada niat untuk melakukan <em>communitization</em> ke komunitas Plurk ini? Tentu tidak bisa sembarangan. Kenali dulu mereka, rasakan dulu menjadi bagian dari mereka, ikutlah berkomentar dan berkomunikasi dengan mereka. Dengan menjadi bagian dan teman dari mereka, komunikasi horisontal akan terjadi dengan lebih mudah. </p>
<p>Jangan perlakukan anggota komunitas seperti ini seperti beriklan di televisi. Di sini mereka bereaksi langsung bila mereka suka atau tidak suka. Pengalaman baik dan buruk yang dialami seorang anggota akan dengan cepat menyebar. Respon dan permohonan maaf (bila terjadi kesalahan) harus cepat dilakukan sebelum pembicaraan negatif berlanjut dan meluas. </p>
<p>Sebagai contoh, minggu kedua Oktober kemarin, banyak orang yang sebal karena menerima email <em>spam </em>dari Axe yang mempromosikan situs mereka. Diawali dengan seseorang yang <em>posting </em>di Plurk kalau ia menerima email dari Axe. Ia juga mempertanyakan apa maksud email tersebut. Ternyata, banyak dari anggota komunitas yang menerima email serupa. Kesimpulan dari percakapan yang terjadi, mereka semua kesal akan ulah Axe ini. Antipati yang pasti di luar harapan Axe saat email tersebut dikirim. Sampai sekarang, tidak ada tindakan dari Axe untuk menjernihkan permasalahan ini. Mungkin juga, karena mereka tidak tahu dan tidak mengamati langsung percakapan <em>online </em>yang terjadi.
<p>Menggalang suara komunitas melalui aplikasi <em>microblogging </em>sudah bisa dan berhasil dilakukan. Semua atas prakarsa anggota komunitas sendiri karena adanya tujuan bersama. Melakukan <em>communitization</em> dari suara komunitas juga bukan hal yang tidak mungkin. Asal tahu bagaimana bersikap dalam komunitas itu, para anggota lainnya tentu akan menerimanya dengan baik pula.&nbsp;Di era <em><a href="http://kompas.com/bisniskeuangan/newwavemarketing" target="_blank">New Wave Marketing</a></em> ini, komunikasi horisontal dengan anggota komunitas harus terus dilakukan dan dijaga. Mereka harus terus didengar, diajak berkomunikasi, dan diajak berpartisipasi dalam kegiatan yang bertujuan sama.</p>
<p>Artikel lalu yang relevan:</p>
<ul>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/10/08/menjaga-kerahasiaan-pribadi-di-ranah-maya/" target="_self">Menjaga Kerahasiaan Pribadi di Ranah Maya</a>&nbsp; </li>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/09/16/berkomunikasi-dengan-microblogging/" target="_self">Berkomunikasi dengan </a><em><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/09/16/berkomunikasi-dengan-microblogging/" target="_self">Microblogging</a>&nbsp;</em> </li>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/08/04/kalau-identitas-brand-dipalsukan-di-dunia-online/" target="_self">Kalau Identitas <em>Brand </em>Dipalsukan di Dunia <em>Online</em></a> </li>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/03/25/setiap-situs-komunitas-ada-segmennya/" target="_self">Setiap Situs Komunitas Ada Segmennya</a>&nbsp; </li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/10/28/menggalang-suara-komunitas-melalui-microblogging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Viral Berbeda dengan Spam</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/10/24/viral-berbeda-dengan-spam/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/10/24/viral-berbeda-dengan-spam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 01:41:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[axe]]></category>
		<category><![CDATA[markplus]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[privacy]]></category>
		<category><![CDATA[spam]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/2008/10/24/viral-berbeda-dengan-spam/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Beberapa hari lalu di Plurk muncul komentar kesal kalau beberapa orang menerima sebaran email dari Axe. Mereka heran untuk apa sih Axe kirim-kirim seperti ini. Mereka pun heran darimana Axe mendapatkan alamat email mereka. Memang, apa yang dilakukan <em>brand </em>Axe dengan menyebar email kepada orang-orang secara asal ini bukanlah <em>viral</em>. Ini&#160;jelas-jelas <em>spam</em>. Tak berbeda dengan apa yang dilakukan para penjual Cailis, Viagra, atau MLM <em>online</em>. Hehe, apa Axe mau disamakan dengan mereka?</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/virus.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><img class="floatright" title="Viral - Spam" alt="Viral - Spam" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/virallogo.gif" border="0" />Beberapa hari lalu di Plurk muncul komentar kesal kalau beberapa orang menerima sebaran email dari Axe. Mereka heran untuk apa sih Axe kirim-kirim seperti ini. Mereka pun heran darimana Axe mendapatkan alamat email mereka. Memang, apa yang dilakukan <em>brand </em>Axe dengan menyebar email kepada orang-orang secara asal ini bukanlah <em>viral</em>. Ini&nbsp;jelas-jelas <em>spam</em>. Tak berbeda dengan apa yang dilakukan para penjual Cailis, Viagra, atau MLM <em>online</em>. Hehe, apa Axe mau disamakan dengan mereka?</p>
<p>Terkadang pihak <em>advertising agency </em>sendiri masih salah kaprah dengan istilah <em>viral</em>. <em>Viral </em>itu proses, dan bukan media. Mereka sering &#8216;menjual&#8217; ke kliennya, berargumen kalau <em>viral </em>itu berbiaya murah. Tinggal sebarkan via email atau milis, nanti pasti penerima email akan mengklik tautan dan masuk ke situs si <em>brand</em>. Kalau 1-2 tahun lalu mungkin hal itu masih berlaku. Sekarang konsumen kan sudah cerdas. Semakin banyak pengirim serupa seperti itu, semakin banyak pula email yang masuk ke tempat sampah.</p>
<p><em>Viral </em>bukan sekedar mengirim email belaka. Yang pertama harus diperhatikan, akan dikirim ke alamat email mana saja dan apakah si penerima sudah menyatakan kesediaannya untuk menerima email seperti itu. Apakah <em>database </em>alamat email itu didapat dengan membelinya dari pihak ketiga? Perlu ditanyakan lebih dahulu ke pihak ketiga ini, bagaimana metode mereka mengumpulkan alamat email.</p>
<p>Bisa jadi mereka hanya sekedar mengumpulkan alamat email kontak dari setiap blog atau milis saja. Mereka tidak menanyakan ulang ke pemilik email bersangkutan tentang kesediaan mereka menerima informasi iklan baik dari pihak ketiga itu maupun dari pihak lain yang bekerja sama dengan pihak ketiga itu. Kalau tidak ada proses ini, apa yang mereka lakukan adalah <em>harvesting</em>, dan ini adalah kegiatan yang melanggar <em>privacy </em>pemilik email.</p>
<p><span id="more-469"></span>
<p>Lalu, bagaimana caranya <em>brand </em>bisa mendapatkan data email yang valid dan tidak berefek <em>spam</em>? Banyak caranya. Misalnya, bila <em>brand </em>selalu melakukan kegiatan <em>below the line</em>, manfaatkan ini untuk mendapatkan pula alamat email target. Pastikan juga pemilik email setuju untuk berlangganan pesan dari <em>brand </em>baik itu dalam format surat, email, ataupun SMS. Jika mereka tidak setuju, hargai pendapat mereka, dan langsung coret data mereka dari <em>database</em>. </p>
<p>Cara lainnya, adalah dengan melakukan inisiasi awal memasang iklan besar-besaran dengan iming-iming hadiah. Saat pengunjung mendaftar dan berpartisipasi dalam kuis atau permainan yang disediakan oleh situs <em>brand</em>, sediakan opsi serupa seperti di atas. Berikan juga fasilitas agar pengunjung bisa keluar sewaktu-waktu dari <em>database</em>. Cara ini memang mahal di awal, namun akan menjadi lebih murah saat kampanye <em>brand </em>berlanjut di kemudian hari, karena upaya <em>brand </em>untuk mengakuisis pengunjung baru semakin sedikit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span>Kalau merunut teori </span><em><a href="http://www.markplusinc.com/NWMC/" target="_blank">New Wave Marketing</a></em><span>-nya Hermawan Kartajaya, pemilik </span><em>brand </em><span>harus terlebih dahulu melakukan tahapan </span><em><a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/27/06063924/confirm.or.ignore" target="_blank">confirming</a></em><span>. </span><em>Brand </em><span>sebaiknya mengecek terlebih dahulu apakah si pemilik email sudi menerima email tersebut. Kalau si pemilik email merasa isi email itu tidak relevan dengannya, ia tentu akan menolak. Jika ini dipaksakan, maka yang dilakukan </span><em>brand </em><span>hanyalah kegiatan </span><em>spam</em><span> belaka.</span></p>
<p>Menyebarkan informasi tentang situs suatu <em>brand </em>melalui email tidak lantas bisa disebut sebagai <em>viral</em>. <em>Viral </em>itu sebuah proses dimana orang membicarakannya di ranah <em>online</em>, entah itu di blog, forum, jejaring sosial, dll. Sekarang caranya, adalah bagaimana men-<em>trigger </em>sehingga pembicaraan itu muncul, dan terjadi secara positif. Apa yang dilakukan Axe kemarin (serta banyak <em>brand </em>lainnya mungkin) memang menjadi pembicaraan tapi efek yang ditimbulkan negatif.</p>
<p align="left">Jadi, mohon demi kebaikan <em>brand </em>Anda juga, pastikan <em>advertising agency </em>yang mengelola <em>brand </em>Anda tahu bedanya antara <em>viral </em>dan <em>spam</em>. Kalau mereka nggak mengerti, mungkin Anda harus cari pihak lain yang bisa membantu Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/10/24/viral-berbeda-dengan-spam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kampanye Online Conello</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/04/10/kampanye-online-conello/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/04/10/kampanye-online-conello/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 13:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[conello]]></category>
		<category><![CDATA[markplus]]></category>
		<category><![CDATA[microsite]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/2008/04/10/kampanye-online-conello/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ada kampanye <em>online brand </em>yang menarik. Conello Royale membangun sebuah <em><a href="http://www.icecreamoflove.com/" target="_blank">microsite</a></em> untuk promo produk terbarunya. Temanya memang tentang cinta dengan Gita Gutawa sebagai <em>brand ambassador</em>-nya. Kalau isi <em>microsite</em>-nya sih standar lah ya. Ada informasi produk, ada <em>goodies </em>seperti <em>wallpaper</em>, ada informasi tentang acara Conello, dan ada <em>games</em>. </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/11/icecreamoflove1.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><img class="floatleft" title="Conello" alt="Conello" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/icecreamoflove1.jpg" border="0" />Ada kampanye <em>online brand </em>yang menarik. Conello Royale membangun sebuah <em><a href="http://www.icecreamoflove.com/" target="_blank">microsite</a></em> untuk promo produk terbarunya. Temanya memang tentang cinta dengan Gita Gutawa sebagai <em>brand ambassador</em>-nya. Kalau isi <em>microsite</em>-nya sih standar lah ya. Ada informasi produk, ada <em>goodies </em>seperti <em>wallpaper</em>, ada informasi tentang acara Conello, dan ada <em>games</em>. </p>
<p>Yang menarik adalah, <em>microsite </em>ini tidak memaksa diri untuk membangun komunitas baru (seperti yang banyak dilakukan oleh <em>microsite brand </em>lain). Conello memanfaatkan popularitas situs-situs jaringan pertemanan <a href="http://profiles.friendster.com/45413544" target="_blank">Friendster</a> dan <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=14038575794" target="_blank">Facebook</a> untuk mengembangkan komunitasnya. Memang, daripada capek-capek membangun komunitas sendiri yang belum tentu sukses pula, kenapa juga nggak memanfaatkan cara yang lebih murah dan efektif, yaitu <em>nebeng </em>situs orang lain.</p>
<p><img class="floatleft" title="Conello" alt="Conello" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/icecreamoflove2.jpg" border="0" />Profil Conello di Friendster dan Facebook pun diisi semaksimal mungkin. Fitur <em>media box </em>dan <em>widget </em>foto yang ada di Friendster dimanfaatkan sebagai media promo galeri foto dan video. Untuk videonya, <em>nebeng </em>pula ke YouTube. Ini mungkin situs <em>brand </em>pertama yang benar-benar memanfaatkan ragam fitur Web 2.0 yang sudah ada di jagad internet.</p>
<p>Info ini didapat ketika tiba-tiba ada yang mengirim email <em>newsletter</em> dari situs Conello. Informasi <em>newsletter </em>itu mengarah ke halaman promo Gita Gutawa di situs Sony BMG. Di halaman ini, terlihat kerja sama yang menarik antara Sony BMG dan Conello. Anda bisa memasang <em>ecard </em>Conello di profil blog atau Friendster Anda. Bisa jadi Anda akan mendapatkan kesempatan berhadiah dari Conello.</p>
<p>(Hmmm.. dipikir-pikir, kok konsepnya mirip dengan yang pernah kami ajukan ke salah satu klien ya? Mudah-mudahan ini kebetulan karena kesamaan ide saja.. Jangan menduga-duga ah&#8230;)</p>
<p>Artikel lalu yang relevan:</p>
<ul>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2007/03/31/tanya-madam-cinta/" target="_blank">Tanya Madam Cinta</a> </li>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2007/01/09/apa-itu-microsite/" target="_blank">Apa itu Microsite?</a> </li>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2006/02/13/jago-gebet-dari-conello/" target="_blank">Jago Gebet dari Conello</a> </li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2008/04/10/kampanye-online-conello/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

