<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Ide &#187; microblog</title>
	<atom:link href="http://media-ide.bajingloncat.com/tag/microblog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-ide.bajingloncat.com</link>
	<description>Where Indonesia's online branding, social media, and creativity is talked about</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 14:52:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menjadi Seseorang yang Populer di Twitter</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/04/22/menjadi-seseorang-yang-populer-di-twitter/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/04/22/menjadi-seseorang-yang-populer-di-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 16:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=3367</guid>
		<description><![CDATA[Mestinya kurang pantas penulis blog ini bicara tentang hal ini, karena ia bukanlah orang yang populer d Twitter (hehe, setidaknya kalau dibandingkan dengan <a href="http://twitter.com/ndorokakung" target="_blank">@ndorokakung</a> ya). Namun berbulan-bulan di Twitter, ada banyak pelajaran yang bisa didapatkan kalau kita ingin menjadi seseorang yang populer di ranah mikroblog ini. Caranya bisa macam-macam dari positif hingga negatif. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2010/04/avatar-sketch_menjadiorangtop.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/04/avatar-sketch_menjadiorangtop.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/04/avatar-sketch_menjadiorangtop-300x300.jpg" alt="avatar sketch_menjadiorangtop" title="avatar sketch_menjadiorangtop" width="300" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-3368" /></a>Mestinya kurang pantas penulis blog ini bicara tentang hal ini, karena ia bukanlah orang yang populer d Twitter (hehe, setidaknya kalau dibandingkan dengan <a href="http://twitter.com/ndorokakung" target="_blank">@ndorokakung</a> ya). Namun berbulan-bulan di Twitter, ada banyak pelajaran yang bisa didapatkan kalau kita ingin menjadi seseorang yang populer di ranah mikroblog ini. Caranya bisa macam-macam dari positif hingga negatif. </p>
<p><strong>1. Menjadi seorang selebriti dulu di dunia nyata, baru masuk ke Twitter.</strong></p>
<p>Ini sih jelas. Kemanapun si selebriti pergi, para penggemar akan selalu mengintilinya. Selebriti ini tidak hanya artis ya. Bisa jadi ia seorang penulis buku, seorang motivator, seorang pembawa acara televisi, seorang politisi, hingga seorang juru cicip masakan. Siapa sih yang nggak ingin mencoba kenal dekat dengan seorang yang populer? Twitter memang bisa membantu itu. Setidaknya kita bisa tahu berita tentang si selebriti jauh lebih dulu dan lebih berfakta daripada saat kita melihatnya di acara gosip di televisi.</p>
<p><strong>2. Menjadi seseorang yang mengesalkan.</strong></p>
<p>Alkisah pernah ada seorang anak ABG yang mengatai-ngatai kalau pengguna BlackBerry adalah alay. Nggak penting sih sebetulnya, tapi karena perkataan itu di-retweet dan terus di-retweet, ternyata banyak pihak yang tersinggung. Dalam sekejap si anak tersebut mendapatkan <em>follower</em> dalam jumlah banyak. Tujuannya? Ya untuk memantau setiap perkataan si anak itu. Apalagi saat setiap pernyataan protes dari pengguna lainnya ditampik pedas olehnya. Ia memang populer dalam sekejap, tapi dalam sekejap itu pun citra dirinya rusak. Ia pun sulit untuk membangun pertemanan lagi dengan pengguna Twitter lainnya.</p>
<p><strong>3. Menjadi seseorang yang pelupa.</strong></p>
<p>Lupa minta maaf maksudnya. Akuilah kalau kita kan memang manusia. Pasti punya banyak salah, termasuk salah berucap di Twitter. Seseorang bisa bertambah populer loh di Twitter, tapi bertambah populer tidak berarti bertambah <em>follower</em> ya. Orang itu digunjingkan karena salah dalam perkataannya. Karena isu beredar cepat di Twitter, siapkan mental untuk meminta maaf. Memang ada beberapa orang yang sulit dari hatinya untuk berucap maaf. Padahal ya, pada dasarnya warga Twitter itu pemaaf. Saat yang berbuat salah berkali-kali meminta maaf, lama kelamaan, ia akan mudah dimaafkan oleh warga Twitter lainnya. Hehe, tapi ya jangan lantas kabur setelah berbuat salah, apalagi langsung menghapus akunnya, seperti yang pernah dilakukan seorang motivator terkenal d Twitter.</p>
<p><strong>4. Menjadi seseorang yang ahli.</strong></p>
<p>Nah ini salah satu cara membangun popularitas dengan cara positif. Saat seorang yang dianggap ahli di bidangnya, dan secara rutin ia menulis tweet yang relevan dengan bidang yang dikuasainya, para pengguna yang tertarik dengan bidang itu akan dengan mudah menjadi <em>follower</em>-nya. Apalagi kalau ia memanfaatkan Twitter untuk membangun tanya jawab seputar hal yang dikuasainya. Saat perhelatan tanya jawab berlangsung, dijamin deh jumlah <em>follower</em> akan meningkat pesat. </p>
<p><strong>5. Menjadi seseorang yang suka berteman.</strong></p>
<p>Sudah bukan selebriti, nggak punya keahlian yang tinggi pula, lantas bagaimana caranya menjadi populer? Cara yang mudah (meski memakan waktu lebih lama), adalah dengan menjadi seorang teman yang baik. Rajin mengamati percakapan, lalu mencoba menimbrung dengan ikut membantu menjawab kalau ada yang bertanya. Rajin membagikan sesuatu yang bermanfaat atau lucu, dari sekedar tips motivasi hingga rayuan gombal. Dengan ikut aktif menyumbangkan sesuatu, dibandingkan sekedar membaca pasif tweet semua teman kita. Apapun yang sanggup kita bagi, meskipun itu mungkin kecil, pasti ada manfaatnya bagi orang lain.</p>
<p>Gambar: ikut tren yang dibuat oleh <a href="http://twitter.com/deon"target="_blank">@deon</a> di Twitter #avatarsketch (ini juga salah satu cara untuk membangun popularitas, dengan membuatkan avatar gratis dengan gaya serupa).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/04/22/menjadi-seseorang-yang-populer-di-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eksistensi Blog</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/04/07/eksistensi-blog/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/04/07/eksistensi-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 04:15:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=3340</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini terpicu oleh oleh tulisan dua blogger senior ini, <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/2010/04/06/mikroblog-versus-blog/" target="_blank">Ivan Lanin</a> dan <a href="http://thomas.or.id/frekuensi-menulis-di-blog-dan-mikroblog/" target="_blank">Thomas Arie</a>. Nggak kenal? Ya wajar, mereka berdua generasi blogger awal :) Mereka berdua bisa dikatakan selebriti pada masanya. Mampirlah dulu ke blog mereka, baca tulisannya, lalu silakan lanjutkan membaca tulisan blog ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2010/04/pestablogger2007.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/04/pestablogger2007.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/04/pestablogger2007-300x225.jpg" alt="pestablogger2007" title="pestablogger2007" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-3341" /></a>Tulisan ini terpicu oleh oleh tulisan dua blogger senior ini, <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/2010/04/06/mikroblog-versus-blog/" target="_blank">Ivan Lanin</a> dan <a href="http://thomas.or.id/frekuensi-menulis-di-blog-dan-mikroblog/" target="_blank">Thomas Arie</a>. Nggak kenal? Ya wajar, mereka berdua generasi blogger awal <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Mereka berdua bisa dikatakan selebriti pada masanya. Mampirlah dulu ke blog mereka, baca tulisannya, lalu silakan lanjutkan membaca tulisan blog ini.</p>
<p>Sejujurnya diakui atau tidak, para blogger lama semakin jarang menuliskan artikel baru di blognya. Survei yang dilakukan IndoPacific Edelman tahun lalu juga mengatakan hal seperti itu. Setelah 2 tahun, ada kecenderungan blogger akan semakin jarang menulis. Bisa jadi karena kesibukan kerja. Bisa jadi karena keluarganya. Mereka memang memulai menulis blognya saat masih punya waktu senggang. Seiring dengan usia, prioritas pun pastinya berubah. Coba bandingkan frekuensi tulisan blogger-blogger senior kondang seperti <a href="http://www.ndorokakung.com" target="_blank">Ndoro Kakung</a>, <a href="http://www.tikabanget.com" target="_blank">Tikabanget</a>, atau <a href="http://www.maseko.com" target="_blank">Maseko</a>. Frekuensi mereka menulis semakin jarang. Hehe, bahkan yang terakhir malah sudah lama tidak memperbaharui blognya. </p>
<p>Belum lagi kini aktivitas blogger tidak hanya menulis. Kalau mau tetap eksis di ranah daring, blogger harus pintar membagi waktunya antara menulis, berkomentar di Facebook, mengirim <em>status update</em> di Twitter, Plurk, Koprol, baca topik menarik di Kaskus. Ingin eksis di komunitas yang lebih luas, si blogger harus menyempatkan berbagi pengalamannya di Kompasiana, Politikana, Ngerumpi, dan situs-situs serupa. Belum lagi ia harus pula eksis di milis-milis blogger. Baiklah, kalau waktu sehari dipakai untuk itu semua, nggak akan ada waktu tersisa untuk profesional dan keluarga.</p>
<p>Lalu pertanyaan yang sempat terlontar di Twitter kemarin terkait dengan perhelatan Pesta Blogger mendatang, apakah blog dan bloggernya akan menghadapi kepunahan? Bukannya sok bilang seperti saudara RS yang pernah bilang â€œblog adalah tren sesaat,â€ tapi memang tuntutan kita di ranah media sosial menuntut kita untuk membagi waktu lebih banyak. Dulu mungkin seorang blogger bisa membuat 20 tulisan baru di blognya selama sebulan, dan semuanya berisi materi segar. Sekarang bisa mengejar 8 tulisan per bulan saja sudah bersyukur. Dulu fokus seorang blogger hanya di kanal blognya. Kini dengan Twitter dan Plurk komunikasi bisa lebih cepat tersalurkan (meskipun tidak mendalam). </p>
<p>Bagi blogger yang konten blognya hanya sekedar kejadian sehari-hari, hal itu dengan mudah tergantikan dengan mikroblog Twitter dan Plurk. Curhatnya tuntas saat itu juga hanya dengan mengetikkan 140 karakter di ponselnya. Tidak melalui proses panjang untuk mengisinya melalui blognya di Blogspot atau WordPress.  </p>
<p>Apa kata Ivan Lanin benar. Kalau blog ingin tetap bertahan, maka blogger harus lebih banyak mengamati lingkungannya. Lingkungan dalam arti dunia nyata. Juga lingkungan bahasan topik yang beredar ranah media sosial. Persisnya, kata Ivan Lanin, â€œayo manfaatkan kearifan khalayak dari teman-teman Anda menjadi konten yang lebih bermakna.â€ Kalau isi konten blog hanya sekedar curhat saja, bersiaplah blog memang akan berada di ambang kepunahan. Perkayakan pemikiran kita sehingga kita bisa membuat konten yang lebih berisi. </p>
<p>Facebook, Twitter, Plurk, dan media sosial lainnya tetap jangan diabaikan. Justru manfaatkan media-media tersebut untuk mencari inspirasi atau untuk mempromosikan tulisan terbaru kita. Mau eksis? Ayo kita tetap pertahankan menulis blog. Tidak masalah jika frekuensi menulis kita berkurang, tapi jangan hilangkan semangat kita untuk berbagi hal inspiratif melalui kekayaan pemikiran kita di blog.</p>
<p>Oh ya, untuk para blogger senior (dan akan beranjak senior), ada manifesto blogger Indonesia dari Enda Nasution di tulisannya di tahun 2003. Silakan baca <a href="http://enda.goblogmedia.com/manifesto-blogger-indonesia.html" target=_blank">di sini</a>. </p>
<p>Kredit foto: <a href="http://www.flickr.com/photos/tya/1795807337/" target=_blank">Satya W</a> (Pesta Blogger 2007) Ada yang kenal siapa saja di foto ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/04/07/eksistensi-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banjir Hashtag di Twitter</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/03/24/banjir-hashtag-di-twitter/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/03/24/banjir-hashtag-di-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 00:02:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[coca-cola]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=3317</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini banyak <em>brand</em> mulai melirik Twitter sebagai alternatif komunikasinya. Kalau sekedar punya akun Twitter, sudah banyak <em>brand</em> yang melakukannya, namun kalau <em>brand</em> itu memanfaatkan akun itu secara serius, bisa dikatakan belum banyak. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2010/03/hashtag.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/03/hashtag.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/03/hashtag-300x225.jpg" alt="hashtag" title="hashtag" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-3318" /></a>Belakangan ini banyak <em>brand</em> mulai melirik Twitter sebagai alternatif komunikasinya. Kalau sekedar punya akun Twitter, sudah banyak <em>brand</em> yang melakukannya, namun kalau <em>brand</em> itu memanfaatkan akun itu secara serius, bisa dikatakan belum banyak. </p>
<p>Nah, di antara <em>brand</em> yang punya akun Twitter ini, beberapa di antaranya sering mengajak pengguna Twitter lainnya untuk bermain <em>hashtag</em>. Pengguna Twitter umumnya didorong untuk menyusun kalimat dengan menyertakan frase tertentu di antaranya, dengan diawali tanda pagar (<strong>#</strong>). Frase ini biasanya adalah pesan yang berhubungan dengan kampanye <em>brand</em>. Polanya, bagi mereka yang bisa menyusun kalimat terbaik atau terlucu akan mendapatkan bingkisan dari <em>brand</em>.</p>
<p>Sebenarnya bermain <em>hashtag</em> bukan barang baru. Dari dulu warga Twitter suka melakukannya, saat mereka tertarik untuk membahas topik tertentu. Dari #indonesiaunite, #tolakrpmkonten, #followfriday, #whenifirstmet, #jamanSD, dll. Dari membahas hal terkait dengan kondisi sosial politik, hingga yang <em>fun</em> dan menghibur. <em>Hashtag</em> juga memudahkan kita melacak percakapan tentang suatu hal. Kita bisa melakukan pencarian tweet yang punya <em>hashtag</em> serupa untuk mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang menjadi bahan omongan.</p>
<p>Para pemilik <em>brand</em> juga paham kalau mereka tidak boleh â€œberjualanâ€ langsung di <em>social media</em>. Yang bisa mereka tanamkan adalah pesan atau (mungkin) <em>tagline  brand</em> dan membiarkan pengguna Twitter bermain-main dengannya. Apakah akhirnya mereka yang ikut bermain sadar kalau yang mereka lakukan ada kaitannya dengan <em>advertorial brand</em>, itu tahapan komunikasi selanjutnya.</p>
<p>Sadar atau tidak <em>hashtag</em> terkait dengan <em>advertorial brand</em> ini mulai membanjiri ranah Twitter (setidaknya terasa banget sejak seminggu kemarin). Dulu yang bisa dibilang sukses adalah aksi kampanyenya <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/12/09/buka-semangat-baru/" target="_blank">Coca-Cola</a> dengan #bukasemangatbaru. Setiap tweet dengan <em>hashtag</em> itu akan dikonversikan dalam rupiah, dan akan disumbangkan melalui Coin A Chance. Belakangan ini, kita bisa menemukan #50persen, #soimpressive, #soyjoyhealthylicious, #comeswithmusic, dan entah apa lagi. Semua terkait dengan aktivitas <em>brand</em> di Twitter.</p>
<p>Bermain <em>hashtag</em> sebenarnya menyenangkan kok. Sudah beberapa kali juga ikutan. Apalagi kalau temanya memang â€œnyambungâ€ dengan kita. Namun seperti biasa, apa yang berlebihan itu belum tentu enak. Sekarang mungkin masih menyenangkan. Bayangkan saja kalau nanti semua <em>brand</em> melakukan hal serupa di Twitter. Menyenangkan atau tidaknya memang kembali ke diri masing-masing. Lalu bagaimana dengan mereka yang kurang senang dengan hal ini? Kalau akun <em>brand</em>, mereka tinggal klik <em>unfollow</em>, tapi kalau yang membanjiri <em>timeline</em>-nya dengan <em>hashtag</em> adalah teman-temannya sendiri, kan nggak mungkin melakukan <em>unfollow</em>?</p>
<p>Nah, menurut kalian sendiri bagaimana? Apakah kalian jenuh dengan <em>hashtag</em> yang berhubungan dengan <em>advertorial</em>? Apakah cara-cara yang kini mereka lakukan dengan <em>hashtag</em> masih dalam batas kewajaran? Atau justru kalian ikut senang karena dengan ini banyak kesempatan bagi kalian untuk mendapatkan hadiah?</p>
<p>Kredit foto: <a href="http://www.flickr.com/photos/teknokool/3725463910/" target="_blank">Jeff</a> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/03/24/banjir-hashtag-di-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kontes Rumah Dara di Social Media</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/01/13/kontes-rumah-dara-di-social-media/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/01/13/kontes-rumah-dara-di-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 14:55:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[cinema]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[koprol]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[microsite]]></category>
		<category><![CDATA[rumah dara]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=3188</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah film membuat <em>microsite</em> untuk kampanye daring itu sudah biasa. Sudah sejak bertahun-tahun lalu, selalu muncul <em>microsite</em> yang menyertai film. Nggak berbeda, film <em>thriller</em> <a href="http://www.rumahdara.com" target="_blank">Rumah Dara</a> pun memilikinya. Lalu kampanye disertai dengan percakapan di Facebook? Di tahun 2009, hampir semua kampanye daring menggunakan Facebook. Rumah Dara pun punya juga untuk membangun basis penggemarnya <a href="http://www.facebook.com/pages/Macabre-the-movie/68654138704" target="_blank">di sana</a>. Lengkap dengan koleksi <em>trailer</em>, <em>wallpaper</em>, foto, hingga sketsa desain konsepnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2010/01/rumahdara.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/01/rumahdara.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/01/rumahdara-207x300.jpg" alt="rumahdara" title="rumahdara" width="207" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-3189" /></a>Sebuah film membuat <em>microsite</em> untuk kampanye daring itu sudah biasa. Sudah sejak bertahun-tahun lalu, selalu muncul <em>microsite</em> yang menyertai film. Nggak berbeda, film <em>thriller</em> <a href="http://www.rumahdara.com" target="_blank">Rumah Dara</a> pun memilikinya. Lalu kampanye disertai dengan percakapan di Facebook? Di tahun 2009, hampir semua kampanye daring menggunakan Facebook. Rumah Dara pun punya juga untuk membangun basis penggemarnya <a href="http://www.facebook.com/pages/Macabre-the-movie/68654138704" target="_blank">di sana</a>. Lengkap dengan koleksi <em>trailer</em>, <em>wallpaper</em>, foto, hingga sketsa desain konsepnya.</p>
<p>Yang jauh lebih menarik adalah aktivitasnya di <a href="http://twitter.com/rumahdarafilm" target="_blank">Twitter</a> dan di 2 <em>social media</em> lokal, <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3097760" target="_blank">Kaskus</a> dan <a href="http://koprol.com/#users/rumahdara" target="_blank">Koprol</a>. Benar, Koprol! Situs <em>microblog</em> buatan lokal yang berbasis lokasi ini, meski masih relatif baru, ternyata dilirik oleh Rumah Dara. Kontesnya pun memanfaatkan kelebihan Koprol itu sendiri, yakni ulasan terhadap tempat-tempat populer. Di salah satu kontesnya, pengguna diminta untuk membuat 20 ulasan tempat makan sambil menyebutkan @rumahdara. Tiga orang pertama yang melakukan ulasan lengkap akan mendapatkan tiket nonton gratis.</p>
<p>Sementara itu di Kaskus, forum komunitas terbesar di Indonesia, Rumah Dara memasang <em>banner</em> dan menyelenggarakan kuis dengan hadiah 100 tiket untuk 100 kaskuser yang beruntung. Pertanyaan dikirimkan melalui pesan pribadi ke salah satu admin Kaskus untuk penilaian. </p>
<p>Seperti di Koprol, Rumah Dara secara bertahap mengadakan kontes pula di Twitter. Tiket dibagikan kepada mereka yang menjawab tercepat soal-soal yang diberikan. Karena aktivitasnya ini, dengan cepat akun ini memiliki lebih dari 3.200 <em>follower</em>. Melalui akun ini pula disampaikan info-info seputar Rumah Dara dan para bintangnya.</p>
<p>Keaktifan Rumah Dara di ranah <em>social media</em> memang mengagumkan. Semua dimasuki, dengan cara yang disesuaikan dengan <em>platform</em>-nya masing-masing. Namun rasanya ada yang kurang. Ingat <a href="http://plurk.com" target="_blank">Plurk</a>? Kenapa ya Rumah Dara tidak bermain kontes pula di Plurk? Meski sepertinya tren Plurk telah turun, tetap saja loh pengguna aktifnya di sana masih cukup banyak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/01/13/kontes-rumah-dara-di-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Twitter &#124; Plurk â€“ Mengenal Ranah Microblog Indonesia</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/11/26/twitter-plurk-%e2%80%93-mengenal-ranah-microblog-indonesia/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/11/26/twitter-plurk-%e2%80%93-mengenal-ranah-microblog-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 21:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=3015</guid>
		<description><![CDATA[
	
	Alhamdulillah buku ke-3 terbit juga, masih di tahun 2009. Kali ini judulnya sederhana â€œTwitter &#124; Plurk.â€ Buku setebal 186 halaman ini membahasa dunia microblog populer di Indonesia. Buku ini membahas dunia Twitter, dari sedikit pengantar, lalu kondisi yang tercipta di ranah maya akibat Twitter, aksi-aksi yang berlangsung di Twitter, aktivitas selebritis dan brand di Twitter, hingga penjelasan beragam situs pendukung Twitter. Buku ini juga membahas Plurk yang sempat menjadi fenomena di awal tahun 2009. Selain itu, buku ini juga mengenalkan pembaca tentang aplikasi microblog yang merupakan buatan lokal.
Seperti buku E-Narcism ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/11/Twitter-Plurk.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/11/Twitter-Plurk.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/11/Twitter-Plurk-195x300.jpg" alt="Twitter-Plurk" title="Twitter-Plurk" width="195" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-3016" /></a>Alhamdulillah buku ke-3 terbit juga, masih di tahun 2009. Kali ini judulnya sederhana â€œTwitter | Plurk.â€ Buku setebal 186 halaman ini membahasa dunia <em>microblog</em> populer di Indonesia. Buku ini membahas dunia Twitter, dari sedikit pengantar, lalu kondisi yang tercipta di ranah maya akibat Twitter, aksi-aksi yang berlangsung di Twitter, aktivitas selebritis dan <em>brand</em> di Twitter, hingga penjelasan beragam situs pendukung Twitter. Buku ini juga membahas Plurk yang sempat menjadi fenomena di awal tahun 2009. Selain itu, buku ini juga mengenalkan pembaca tentang aplikasi <em>microblog</em> yang merupakan buatan lokal.</p>
<p>Seperti buku <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/06/20/e-narcism-gaul-dan-eksis-di-internet/" target="_blank">E-Narcism</a> ataupun <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/06/20/f-marketing-optimalkan-personal-image-product-branding-anda/" target="_blank">F-Marketing</a>, buku ini bukanlah buku petunjuk penggunaan aplikasi. Ada sih sedikit pengantar tentang itu, tapi fokus buku lebih kepada tips dan peristiwa menarik yang terjadi di dunia Twitter dan Plurk. Anda akan bisa membaca cerita tentang aksi IndonesiaUnite di sini. Anda juga bisa membaca aksi tweet para politisi di sini. Anda juga bisa membaca aksi kontroversial tentang penulis skenario film, Joko Anwar, di sini. Anda bisa membaca beragam <em>brand</em>  lokal dan regional yang memanfaatkan Twitter untuk komunikasi dengan audiensnya.</p>
<p>Buku ini seharusnya sudah bisa didapatkan di toko-toko buku terkemuka sejak minggu kemarin. Harganya Rp. 36.000,00. Untuk <em>preview</em> buku ini, silakan buka-buka saja lembaran PDF di bawah ini. </p>
<p><object style="margin:0px" width="477" height="510"><param name="movie" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayerd.swf?doc=shortver-f-twitter-plurk-091120231247-phpapp02&#038;stripped_title=twitter-plurk-2550762" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayerd.swf?doc=shortver-f-twitter-plurk-091120231247-phpapp02&#038;stripped_title=twitter-plurk-2550762" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="477" height="510"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/11/26/twitter-plurk-%e2%80%93-mengenal-ranah-microblog-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogfest Asia â€“ Mengenal Blogosfer Asia</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/11/15/blogfest-asia-%e2%80%93-mengenal-blogosfer-asia/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/11/15/blogfest-asia-%e2%80%93-mengenal-blogosfer-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 09:18:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogfest]]></category>
		<category><![CDATA[china]]></category>
		<category><![CDATA[hong kong]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[myanmar]]></category>
		<category><![CDATA[philippines]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[tor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2967</guid>
		<description><![CDATA[Minggu lalu ada banyak sesi menarik saat menghadiri acara <a href="http://www.blogfest.asia/" target="_blank">Blogfest Asia</a> tanggal 6-8 November 2009 di Hong Kong. Salah satu sesi berisikan cerita para blogger Asia tentang kondisi blogosfer di negara mereka masing-masing. Yang saat itu bercerita adalah teman-teman blogger dari Myanmar, Filipina, Malaysia, dan China. Maaf ya kalau ada-ada salah. Menulis catatannya cepat-cepat kemarin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/11/blogfest2.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/11/blogfest0.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/11/blogfest0-300x300.jpg" alt="Blogfest Asia" title="Blogfest Asia" width="250" height="250" class="alignleft size-medium wp-image-2970" /></a>Minggu lalu ada banyak sesi menarik saat menghadiri acara <a href="http://www.blogfest.asia/" target="_blank">Blogfest Asia</a> tanggal 6-8 November 2009 di Hong Kong. Salah satu sesi berisikan cerita para blogger Asia tentang kondisi blogosfer di negara mereka masing-masing. Yang saat itu bercerita adalah teman-teman blogger dari Myanmar, Filipina, Malaysia, dan China. Maaf ya kalau ada-ada salah. Menulis catatannya cepat-cepat kemarin.</p>
<p><strong>Myanmar, oleh <a href="http://www.thethtoo.com/" target="_blank">Thet Htoo</a></strong> </p>
<p>Thet Htoo (dibaca Ta Tu) bersama temannya, <a href="http://www.kyawzayya.net" target="_blank">Kyaw Zay Ya</a> mewakili komunitas <a href="http://myanmarbloggersociety.ning.com/" target="_blank">Myanmar Bloggers Society</a> bercerita kalau mereka memulai ngeblog sejak 2005. Tahun 2006 mereka menyelenggarakan kegiatan seputar blog, dan menerbitkan buku atas nama komunitas tersebut. </p>
<p>Slogan mereka adalah â€œ<em>we blog, we unite</em>â€ dan ini menjadi tema kegiatan ngeblog mereka, dimana kegiatan ngeblog mempersatukan mereka dalam beragam kegiatan. Tahun 2007 para blogger Myanmar mulai dilirik. Apalagi setelah mereka melakukan kegiatan nyata di lapangan, seperti memberikan bantuan sosial kepada para korban bencana alam.</p>
<p><strong>Filipina, oleh <a href="http://wp-evangelist.com/" target="_blank">Oliver V. Robillo</a> </strong></p>
<p>Blogger yang punya julukan Blogie ini bercerita tentang kondisi Mindanao, Filipina Selatan. Masalah utama adalah persepsi negatif dunia terhadap Filipina Selatan, akibat reportase media tradisional yang tak berimbang. Mereka selalu melihat dari sisi konflik untuk dijadikan berita dan tidak melihat sisi lainnya. Mindanao Bloggers Community mempunyai misi untuk mengubah persepsi dunia, bercerita hal sesungguhnya yang terjadi di Mindanao, dan memberikan penyeimbang berita dari media tradisional. </p>
<p><a href="http://www.mindanaobloggers.com" target="_blank">Mindanao Blogger Community</a> sudah menyelenggarakan Blogger Submit hingga tiga kali, bertempat di kota yang berbeda. Tahun 2010 akan diadakan yang ke-4, di Zamboanga City, dimana banyak muslim di kota ini. Acara ini akan menarik karena bahkan orang Filipina (terutama yang di Filipina Utara) berpersepsi kalau kota ini adalah kota berbahaya karena banyak muslimnya. Hal inilah yang mau dibuktikan oleh komunitas blogger, menunjukkan kalau mereka tetap rukun antara umat muslim dan katholik. </p>
<p>Komunitas ini juga memiliki satu agregator blog bernama <a href="http://www.iblogforpeace.org" target="_blank">I Blog For Peace</a>, tempat banyak blogger Filipina bergabung. Misinya adalah menjadi agregator blog yang punya kepentingan perdamaian. Kebanyakan blog yang bernaung di agregator ini menggunakan bahasa Inggris, supaya bisa membangun dialog dengan pembaca internasional.</p>
<p><object codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,0,0" id="doc_15043623517083" name="doc_15043623517083" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" align="middle"	height="500" width="100%" ><param name="movie"	value="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf?document_id=22403603&#038;access_key=key-1qf1voirpc6lm6hfzj6p&#038;page=1&#038;version=1&#038;viewMode=slideshow"></param><param name="quality" value="high"></param><param name="play" value="true"></param><param name="loop" value="true"></param><param name="scale" value="showall"></param><param name="wmode" value="opaque"></param><param name="devicefont" value="false"></param><param name="bgcolor" value="#ffffff"></param><param name="menu" value="true"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowScriptAccess" value="always"></param><param name="salign" value=""></param><param name="mode" value="slideshow"><embed src="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf?document_id=22403603&#038;access_key=key-1qf1voirpc6lm6hfzj6p&#038;page=1&#038;version=1&#038;viewMode=slideshow" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" play="true" loop="true" scale="showall" wmode="opaque" devicefont="false" bgcolor="#ffffff" name="doc_15043623517083_object" menu="true" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" salign="" type="application/x-shockwave-flash" align="middle" mode="slideshow" height="500" width="100%"></embed></param></object></p>
<p><strong>Malaysia, oleh <a href="http://jeremiahfoo.com/" target="_blank">Jeremiah Foo</a></strong> </p>
<p>Di Malaysia ada 3 kelompok blogger besar: Malay Blogger, Chinese Blogger, dan English Blogger. Jeremiah (atau Jeremy) datang dari komunitas Chinese Blogger. Komunitas Chinese Blogger ini dimulai sejak 9 blogger Malaysia mendapat pengharaan dari Global Chinese Blog Award. Mereka sempat pula menyelenggarakan MYBloggerCon. Bulan April 2007 diselenggarakan kontes yang diikuti oleh 700 partisipan Malaysia yang berada di berbagai pelosok dunia. </p>
<p>Di Malaysia dikenal pula istilah <em>cybertrooper</em> dimana Pemerintah membayar banyak blogger untuk menulis propaganda untuk kepentingan Pemerintah. Mereka ini sebenarnya sudah bisa dideteksi oleh para blogger lainnya. Kembali lagi kepada kejujuran. Tentunya blogger yang menulis propaganda karena dibayar, kurang mendapat banyak respon dari komunitas blogger lainnya. Di Malaysia, bebas menulis dan berdiskusi tentang apapun, sepanjang tidak membicarakan Pemerintah Malaysia.</p>
<p>Belakangan ini, kebanyakan blogger Malaysia semakin jarang menulis di blognya. Mereka beralih ke Facebook dan <em>social media</em> lainnya. </p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/11/blogfest1.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/11/blogfest1.jpg" alt="Blogfest Asia" title="Blogfest Asia" width="500" height="335" class="alignnone size-full wp-image-2971" /></a></p>
<p><strong>China, oleh <a href="http://www.isaacmao.com/" target="_blank">Isaac Mao</a></strong></p>
<p>Isaac, salah satu aktivis blogger China bercerita bahwa sejak tahun 2002 sudah ada CNBloggerCon. Beberapa orang ditangkap pada kejadian itu. Sebagai antisipasinya, dalam kegiatan konferensi atau seminar berikutnya, tema yang diangkat selalu beragam, yang tidak mengkonfrontasi Pemerintah secara langsung. </p>
<p>Selama 7 tahun berikutnya, muncul jutaan blogger di China yang menuntut perubahan struktural. Setiap blogger bisa sampai punya 15-20 blog. Mereka mereplikasi kontennya ke banyak blog, agar saat pihak berwajib memblok salah satu blog, blog-blog lainnya masih akan tetap bertahan.</p>
<p>Kontroversi blogosfer di China terus terjadi setiap tahun. Tahun 2003 ada seorang blogger mahasiswa yang ditangkap. Tahun 2004 ada seorang blogger perempuan yang mempublikasikan kehidupan seksnya di blognya. Ini menjadi sorotan media dan pihak berwajib. </p>
<p>Tahun 2005 diadakan pertama kalinya konferensi blog di China. Agar tidak membuat gerah Pemerintah, maka konferensi ini hanya khusus membahas aspek teknikal dari sebuah blog. Di tahun ini pula aktivitas sensor di ranah daring sudah mulai berjalan. Orang wajib meregistrasi nama lengkap mereka untuk setiap situs yang dibuat di China.</p>
<p>Tahun 2006 diadakan konferensi blog yang kedua. Lokasi acara berubah secara mendadak, karena lokasi awal yang dipilih terlalu mengundang atensi Pemerintah. Konferensi kedua ini, lebih membahas unsur kreativitas dari sebuah blog, bagaimana memanfaatkan teknologi di ranah daring untuk kepentingan kolaborasi.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/11/blogfest2.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/11/blogfest2.jpg" alt="Blogfest Asia" title="Blogfest Asia" width="500" height="334" class="alignnone size-full wp-image-2972" /></a></p>
<p>Tahun 2007 terjadi isu hangat di ranah daring tentang <a href="http://english.sina.com/china/p/1/2007/1022/128940.html" target="_blank">pemalsuan foto</a> seekor harimau. Para blogger China menunjukkan kepada masyarakat kalau foto itu sebenarnya palsu. Para blogger dan jurnalis warga di tahun ini semakin sering melaporkan kejadian sosial di sekitar mereka, namun sayangnya suara mereka termarginasi oleh media tradisional. Tahun ini pula seorang aktivis bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hu_Jia_(activist)" target="_blank">Hu Jia</a> ditangkap. Baik ia dan keluarganya tak diizinkan untuk keluar dari rumah. </p>
<p>Tahun 2007 pula diadakan konferensi blog yang ketiga di Beijing. Kali ini microblog mulai dimanfaatkan untuk reportase langsung. Kekuatan suara para blogger bergeser ke microblog. Tahun 2008 sungguh menarik, karena pada saat konferensi blog yang keempat di Guangzhou, ada 7 orang polisi yang ikut menjadi partisipan.</p>
<p>Di China hampir semua situs <em>social media</em> diblok oleh Pemerintah. Jangan harap bisa mengakses Picasa, Blogger, Twitter, Facebook, YouTube, atau WordPress. Untuk melewati blok itu, banyak pengguna memanfaatkan <a href="https://www.torproject.org/" target="_blank">Tor Project</a>. Meski lebih lambat, tapi akses ke situs-situs tersebut bisa diatasi. Meski banyak orang tertarik akan Tor, sayangnya hanya sekitar 2% yang benar-benar sudah memanfaatkannya secara maksimal.</p>
<p>Berita terakhir tentang CNBloggerCon bisa disimak pula di <a href="http://rconversation.blogs.com/rconversation/2009/11/chinese-bloggercon-2009-micro-power.html" target="_blank">artikel ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/11/15/blogfest-asia-%e2%80%93-mengenal-blogosfer-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Narablog Nasional â€“ Tanya Jawab di Twitter</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/27/hari-narablog-nasional-%e2%80%93-tanya-jawab-di-twitter/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/27/hari-narablog-nasional-%e2%80%93-tanya-jawab-di-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 10:27:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2937</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini <strong>Hari Narablog (Blogger) Nasional</strong>, sejak dicanangkannya pertama kali oleh Bapak Mohammad Nuh, eks Menkominfo, di Pesta Blogger yang pertama, tahun 2007. Ironisnya, kalau Anda bertanya ke teman-teman blogger di Pesta Blogger ke-3 kemarin, ternyata cukup banyak blogger insyaf (hihi, maksudnya, sudah jarang menulis blog lagi). Mudah-mudahan saja momen hari ini, bisa membangkitkan para blogger pasif untuk mendapatkan semangat menulis blog lagi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/10/blogger.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/blogger.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/blogger-300x195.jpg" alt="blogger" title="blogger" width="300" height="195" class="alignleft size-medium wp-image-2938" /></a>Hari ini <strong>Hari Narablog (Blogger) Nasional</strong>, sejak dicanangkannya pertama kali oleh Bapak Mohammad Nuh, eks Menkominfo, di Pesta Blogger yang pertama, tahun 2007. Ironisnya, kalau Anda bertanya ke teman-teman blogger di Pesta Blogger ke-3 kemarin, ternyata cukup banyak blogger insyaf (hihi, maksudnya, sudah jarang menulis blog lagi). Mudah-mudahan saja momen hari ini, bisa membangkitkan para blogger pasif untuk mendapatkan semangat menulis blog lagi.</p>
<p>Karena tema hari ini adalah blog, maka sejak jam 10-12 siang tadi, disempatkan melakukan tanya jawab (diskusi) seputar blog di Twitter. Hanya 2 jam saja, pertanyaannya sudah menggila. Alhamdulillah sudah bisa terjawab (dengan bantuan teman-teman Twitter juga). Secara spontan pula <a href="http://dickysukmana.com/">Dicky Sukmana</a> menyumbang t-shirt bertulisan â€œ<em><strong>Blogging is not a Crime</strong></em>â€ untuk 2 orang dengan pertanyaan terbaik. </p>
<p>Berikut ini adalah pertanyaan dan jawaban yang terjadi. Beberapa redaksi kalimat diubah supaya lebih mudah dicerna.</p>
<p><strong>@kdri </strong><br />
Apa bedanya blogger dengan blogger.com? Apa blogger itu istilah member dari blogger.com?<br />
Itu masalah nama saja. Blogger tidak harus menjadi anggota blogger.com. Mau menulis di WordPress atau meng-<em>host</em> sendiri juga tidak masalah. </p>
<p><strong>@tey_saja</strong><br />
Sebaiknya dalam satu blog berisikan satu tema atau beda-beda tema? Mana yg lebih yahud dibaca?<br />
Kalau mau fokus, baiknya 1 blog berisi beberapa tema tapi masih dalam 1 benang merah. Namun kalau masih dalam taraf awal pembuatan blog, silakan aja campursari. Namun tetap pikirkan akan dibawa kemana blog ini di masa depan. Enaknya sih bisa fokus ke 1 hal yg memang diminati si blogger itu sendiri. </p>
<p><strong>@gunawanrudy</strong><br />
Bagaimana caranya mendapat duit dari blog?<br />
Kalau saya pribadi tidak berniat mencari duit dari blog. Namun kalau ternyata dari blog bisa mendapatkan rejeki, ya Alhamdulillah. Tujuan saya ngeblog bukanlah untuk mencari duit.</p>
<p><strong>@Rhesya</strong><br />
Kapan gerakan blogger aktif pertama marak di Indonesia?<br />
Berdasarkan masukan dari teman-teman di Twitter, sudah ada yang memulaimenulis blog dari tahun 1999, yakni  @turniptopia dengan blog <a href="http://www.avocadolite.com">www.avocadolite.com</a>, dan masih aktif hingga sekarang. <a href="http://enda.goblogmedia.com">Enda</a> sendiri baru memulai blog tahun 2001 dan ada pula <a href="http://avianto.com">Avianto</a> yang memulai menulis blog sejak tahun 2000. @indrapr juga menambahkan informasi sejarah blogger di Indonesia di <a href="http://indrapr.blogspot.com/2007/05/bemonet-alumni-and-first-indonesian.html">tautan ini</a>. </p>
<p><strong>@snydez</strong><br />
Kalo sudah nggak ngeblog selama 6 bulanan, apakah masih pantas dibilang blogger?<br />
Huahaha, yang nggak ngeblog selama 1 tahun saja masih mengaku blogger kok. Yang penting adalah masih punya niat dan <em>passion</em>. Ayo dimunculin lagi semangatnya!</p>
<p><strong>@andisturbia</strong><br />
Kalau twitter dan <em>microblog</em> lainnya tidak boleh disebut blog, lalu blog itu harus berisi minimal berapa karakter huruf?<br />
Nggak ada yg mensyaratkan blog harus berisikan berapa huruf. Blog kan juga bisa berupa foto, video, dll. Yang lebih penting adalah kontennya yang memang bermanfaat untuk pembaca </p>
<p><strong>@bocahmiring</strong><br />
Apa itu blogger? Apa ada syarat lain jadi blogger selain mempunyai blog?<br />
Blogger = yg menulis blog (apakah itu ditaruh di Tumblr, Blogspot, WordPress, Blogdetik Dagdigdug, atau mungkin <em>host</em> sendiri), dalam format bertanggal dan memiliki kolom komentar. Sepertinya nggak ada syarat lain seseorang untuk menjadi blogger kecuali dia punya alamat blog (yg harapannya tentu di-<em>update</em> selalu) </p>
<p><strong>@salsabeela</strong><br />
Ada nggak orang Indonesia yang sukses kerja ngeblog dari lowongan seperti jobs.problogger.net? Tipsnya bagaimana supaya bisa ikutan?<br />
Untuk hal ini saya belum berkompeten untuk menjawab, karena memang berlum pernah merasakan. Mudah-mudahan @budip (Budiputra) mau membantu menjawabnya.</p>
<p><strong>@mqhidayat</strong><br />
Cara menjaga semangat untuk tetap ngeblog bagaimana?<br />
Dalam menulis blog pasti akan ada masa bosan atau jenuh. Kalo saya pribadi selalu mengamati lingkungan sekitar dan apa yg kini dibicarakan <em>online</em>, untuk kemudian  mencoba menuliskan pandangan saya terhadap hal tersebut. Kalau sudah suka akan suatu topik bahasan, semangat itu akan selalu muncul kok, jadi ngebloglah dengan topik yang memang disukai. Jangan memaksakan diri untuk menulis hal-hal yg memang bukan kesukaan atau minatnya.</p>
<p><strong>@aralle</strong><br />
Kenapa pas di Pesta Blogger 2009 saya ditanyai para pengguna blogspot â€œKenapa ikut Pesta Blogger, kamu kan pake WordPress?â€<br />
Hahahaa&#8230; Itu pekerjaan rumah utk para panitia Pesta Blogger 2010 karena ternyata Pesta Blogger masih dianggap identik atau sama dengan pesta pengguna blogspot.com. </p>
<p><strong>@indrapr</strong><br />
Apakah Hari Blogger Nasional masih relevan, mengingat pesta blogger tahunan tidak tepat diadakan pada hari tersebut?<br />
Setahu saya Pesta Blogger selalu diadakan hari Sabtu, supaya semua orang bisa datang. Kalo dipaksa dilaksanakan di Hari H namun itu jatuh di hari kerja, kemungkinan besar malah tidak ada yang bisa datang. </p>
<p><strong>@arifgumantia</strong><br />
Bagaimana cara mendaftarkan konten atau isi blog sebagai HaKI?<br />
Pertanyaan ini dibantu jawab oleh @ndorokakung yang mengatakan kalau yang bisa didaftarkan sebagai hak cipta adalah isinya. Pendaftaran bisa dilakukan di Dirjen HaKI, di Jl. Daan Mogot Km 24. </p>
<p><strong>@vodafschuler</strong><br />
Apabila kita bikin blog tentang penjualan suatu produk, tapi menggunakan <em>engine blog system</em>, apakah bisa juga disebut blog?<br />
Hmm, sebenarnya itu bukan blog. Menurut saya, blog lebih ke arah jenis konten yg disajikan, bukan masalah <em>engine</em> yg dipakai. @rrrangga juga menambahkan agar tidak memakai blog untuk berjualan, tapi blog bisa dipakai untuk berinteraksi dengan calon pelanggan/partner, dan membangun kredibilitas penjualan di <em>website</em> terpisah.</p>
<p><strong>@goenrock</strong><br />
Bagaimana agar videoblogging (vlog) semakin populer disini? Boleh nggak sih ber-vlog modal video dari kamera ponsel atau <em>webcam</em> aja?<br />
Sebagai seorang vlog, @goenrock bisa membuat pelatihan vlog. Misal dengan mengajarkan anak SMA, bahwwa dengan modal kamera ponsel saja sudah bisa membuat vlog. Penekanan bahwa membuat vlog itu bisa murah meriah. Lebih penting pesan yang disampaikan, mengenai kualitas itu nomor kesekian. @pinot, yang juga pernah menjadi seorang pembuat vlog menambahkan bahwa nge-vlog bisa memakai <em>tools</em> apa aja selama ada konten berupa video (audio visual). @iambadung juga menampahkan, vlog bisa di-<em>host</em> lokal di Beoscope.com agar akses membuka dan mengunggah video bisa berlangsung lebih cepat.</p>
<p><strong>@Rhesya</strong><br />
Kalau tulisannya nggak mutu, misalnya blog sebagai <em>diary</em> yang sangat personal, apakah penulisnya bisa di bilang blogger juga?<br />
Nggak ada tulisan yg nggak bermutu. Semua tulisan pasti ada pembacanya. Ide blog pun berawal dari diary kok, hanya perkembangannya lalu bergeser ke arah profesional, hingga kini blog dipakai untuk pula menyajikan berita/hal apapun yang sesuai dgn profesi kompetensi si blogger.</p>
<p><strong>@masova</strong><br />
Apakah penggunaan istilah blogger tidak melanggar <em>trademark</em> atau lisensi kreatif dari blogger.com?<br />
Untuk pertanyaan ini, @ndorokakung membantu memberikan jawaban kalau blogger itu adalah istilah generik untuk pemilik blog, sementara blogger.com itu adalah <em>brand</em>. Memang harus ada edukasi untuk membedakannya </p>
<p><strong>@andisturbia</strong><br />
Kalau syarat blog adalah bermanfaat untuk pembaca, apakah twitter dan plurk boleh disebut blog? Kan bermanfaat juga tuh?<br />
Twitter/plurk adalah microblog, kelemahannya arsip Twitter cuma 2 minggu. Kalau mau bermanfaat lebih lama, tulislah ulang di blog.</p>
<p><strong>@tikabanget</strong><br />
Bagaimana dengan paradigma baru yang semakin menguat, bahwa ngeblog itu cuma buat cari duit?<br />
Saya ikut menyesali paradigma itu, apalagi makin banyak buku yg memberi kesan menjerumus ke arah sana, kalau blog cuma utk cari duit. Buat saya pribadi, blog adalah untuk berbagi pengalaman/pengetahuan. Kita mendapatkan sesuatu dari internet, kenapa kita nggak ikut berbagi pula? Brbagi tanpa harus berpikir itu harus menjadi duit. Mengenai nanti kita mendapat benefit dari blog, itu adalah <em>side effect</em>-nya saja. @rrrangga menambahkan, meski blog memang tidak untuk cari duit, tapi tetap harus bisa (<em>at least</em>) <em>self-sustainable</em> dari sisi finansial.</p>
<p><strong>@kanglurik</strong><br />
Di pesta blogger kemaren seperti terjadi kesenjangan antara blogger baru dengan blogger lama. bagaimana cara untuk menghilangkannya?<br />
Bahkan sejak Pesta Blogger tahun 2008 juga sudah terjadi seperti itu. Hihi, saya pun nggak tahu solusinya. Biarlah itu menjadi pekerjaan rumah panitia Pesta Blogger 2010.</p>
<p><strong>@eka_nugraha</strong><br />
Setuju nggak kalau nantinya hanya <em>niche</em> blog yang akan bertahan? Terus nasib personal blog kira-kira akan bagaimana?<br />
Personal blog harus mulai berpikir utk membahas topik yg lebih dalam, tidak melulu tentang apa yang dilakukan sehari-hari. Kini tulisan-tulisan ringan yang biasanya dibuat sudah mudah dilakukan dengan twitter/plurk. Lagi pula blog ada jutaan dan terus bertambah, kalo nggak membuat yg <em>niche</em>, blog itu nggak akan menonjol.</p>
<p><strong>@nagacentil</strong><br />
Penting nggak sih panen komentar di blog?<br />
Diakui kalau komentar memang dibutuhkan, karena itu menjadi bukti diri kalau blog itu dibaca orang. Namun bukan berarti setiap tulisan harus berisikan puluhan komentar. Saya sendiri lebih suka kalau komentar tidak terlalu banyak, tapi setiap komentar bermutu. </p>
<p><strong>@orangemood</strong><br />
Mengapa di Indonesia blog/blogger masih belum terlalu menarik para <em>advertiser</em>?<br />
Ada blog yg bagus dan banyak komentar, tapi ternyata nggak terdeteksi oleh radar kita yang berhubungan dgn advertiser. Saya sering menemukan blog-blog keren dengan banyak komentar, tapi nggak dilirik. Yang terdeteksi oleh kita, kebanyakan blognya mungkin setipa, masih bertemakan jurnal pribadi. Itu pula sebabnya mengapa yang mendapatkan <em>advertorial</em> di blog selalu kembali ke blogger itu terus. @amirk menambahkan mungkin perlu menghimpun blogger/<em>publisher</em> dan <em>advertiser</em> (terutama yang premium) di satu tempat. @orangemood ikut pula menimpali kalau perlu adanya statistik yang masuk akal untuk perhitungan ROI (<em>return of invesment</em>) dari <em>advertiser</em>, selain tentunya blog itu harus pula bermuatan positif.</p>
<p><strong>@aulia</strong><br />
Kenapa video blogging (vlog) dan podcast kurang populer di Indonesia?<br />
Kalau podcast mungkin iya, tapi kalau vlog belum tentu. Generasi yang lebih muda bukannya lebih suka bahasa visual? Sayangnya belum ada konten vlog yang &#8220;gaul&#8221; yang membahas kehidupan sehari-hari yang ringan-ringan. Syukur-syukur kalau dipandu oleh blogger perempuan. Saat ini kebanyakan vlog masih bertema IT. @rrrangga memberikan argumen sendiri kalau koneksi internet di Indonesia masih terlalu lambat, vlog &#038; podcast masih mahal dan kualitasnya rendah, meski akan tetap berjuang.<br />
Untuk meng-<em>host</em> vlog bisa menggunakan server Indonesia, seperti beoscope.com. Atau bisa juga dengan YouTube asalkan tidak mementingkan kualitas. Masih memungkinkan kok dibuka dengan akses Speedy.<br />
@iambadung menambahkan pula membuat sebuah vlog juga butuh usaha lebih. Mengedit video punya kesulitan tersendiri. Banyak yang bisa mengetik, tapi nggak banyak yang bisa mengedit video. </p>
<p><strong>@ranaldindra</strong><br />
Sebebas apakah menulis di Blog? Apakah ada jaminan Pemerintah tentang kebebasan mengemukakan pendapat di dalam blog?<br />
Di sini saya nggak bicara tentang peraturan ya, tapi lebih bicara dari sisi etika. Kebebasan kita kan selalu dibatasi oleh kebebasan orang lain. Kalau kita memang nggak menjelekkan pribadi orang lain di blog, ya tenang saja. Kalo memang ingin mengkritik seseorang, yang lebih baik dikritik adalah perbuatannya, jangan sampai kritikan itu mengarah kepada karakteristik pribadi orang yang bersangkutan. </p>
<p><strong>@hfz</strong><br />
Jadi kalau saya jualan di internet dan membuat blog yang <em>posting</em>-nya selalu <em>update</em> dengan fitur, tips, etc, itu bukan blog?<br />
Bedakan <em>store</em> dan blog. Blog bisa mendukung <em>store</em> dengan bercerita hal-hal yang mendukung <em>store</em>, seperti misalnya: di balik layar produksi sebuah barang yang akan dijual. Coba cek blog.kutukutubuku.com utk referensinya. </p>
<p><strong>@vodafschuler</strong><br />
Konten seperti apa sajakah yang bisa dikatakan sebagai blog? Apakah harus berupa cerita hidup, curcol, <em>gadget</em>, info atau hal lainnya?<br />
Konten apa saja juga boleh sih, semua tergantung kepada <em>passion</em> masing-masing. Tentunya asal nggak membahas yang berbau negatif ya spt IGO, dll.</p>
<p><strong>@lendrabayu</strong><br />
Bagaimana caranya membuat judul <em>posting</em><em> yang bikin penasaran (untuk dibaca)?<br />
Bisa beragam cara. Judul juga berpengaruh terhadap pencarian di </em><em>search engine</em>. Kalau bisa sih judul mencantumkan kata-kata yang penting yang memang dibahas di <em>posting</em> blog tersebut. Judul bisa pula unik, spt .. ITUH (ala @tikabanget) atau .. PECAS NDAHE (ala @ndorokakung) agar blognya punya keunikan tersendiri. @neofreko juga menambahkan kalau untuk <em>copywriting</em>, situs copyblogger.com bisa menjadi rujukan yang sangat berguna. Coba cek <a href="http://www.copyblogger.com/magnetic-headlines/">tautan ini</a>. </p>
<p><strong>@suporter_info</strong><br />
Pesta Blogger kemarin seperti terasa hambar. Bukankah lebih baik sedikit tapi fokus semuanya, atau banyak tapi nggak jelas?<br />
Menurut saya pribadi kemarin masalahnya bukan pada banyaknya topik, tapi lebih ke ruangan yg kurang pas untuk diskusi. Lalu tidak adanya kesimpulan dari setiap sesi untuk dibacakan ke audiens umum.</p>
<p><strong>@fairyteeth</strong><br />
Blog kan intinya untuk <em>sharing</em>, tapi banyak yang bukan blogger menganggap itu hanya buang-buang waktu saja. Bagaimana kita menyikapi hal tersebut?<br />
Coba tanyakan ke mereka, &#8220;Dia mendapat konten gratis dari internet kan? Kenapa dia nggak mau berbuat serupa, dengan berbagi supaya ada orang lainnya lagi yang mendapat manfaatnya?&#8221; </p>
<p><strong>@yurikarianti</strong><br />
Bagaimana dengan blog yang isinya seperti <em>diary</em>? <em>Daily journal</em>? Bermanfaatkah bagi pembaca?<br />
Pasti ada manfaatnya kok, tentunya asalkan isinya nggak melulu tentang curhatan diri sendiri atau keluhan terus-menerus. Sekali-sekali bisa bercerita tentang hubungan dengan keluarga atau sahabat. Pasti ada sesuatu yang menarik bisa diambil dari sana. Coba baca beragam tulisan di Ngerumpi.com untuk rujukannya.</p>
<p><strong>@bangfiko</strong><br />
Bagaimana sejarah munculnya Hari Blogger Nasional?<br />
Hari Blogger Nasional ditetapkan oleh Pak Mohammad Nuh saat Pesta Blogger pertama, tahun 2007. Saat itu jatuh pada tanggal 27 Oktober, sehingga saat itu pula Pak Mohammad Nuh menetapkannya.</p>
<p><strong>@dimasnovriandi</strong><br />
Bisakah blog jurnal pribadi dijadikan blog tematik sesuai dengan <em>concern</em> pemilik blognya seperti bisnis, fesyen, dll?<br />
Bisa, malah sebaiknya dianjurkan, meski sesekali sedikit bercampur dgn jurnal pribadi sebetulnya tidak menjadi masalah.</p>
<p><strong>@mbakdos</strong><br />
Sejauh mana sih batasan sesuatu itu BOLEH dipublikasikan di blog atau nggak?<br />
Menurut saya sih semua boleh, asal isi tidak membatasi kebebasan orang lain. Jadi jangan menyinggung pribadi seseorang di blog. @arijuliano menambahkan penjelasan ini dengan tautan tulisannya <a href="http://lintasan.dagdigdug.com/2008/09/18/menceritakan-masalah-kantor-di-blog/">di blognya</a>.</p>
<p><strong>@waterbomm</strong><br />
Sebenarnya apa sih fungsi blog yang sebenarnya? Apa pendapat Anda tentang blog yang isinya <em>review</em> dari suatu produk?<br />
Fungsi blog adalah untuk menyampaikan pemikiran kita dan menuangkannya dalam tulisan/video/foto/dll. Untuk melakukan <em <review</em> dalam blog tidak masalah. Namun ada baiknya, blogger menuliskan wanti-wanti kalau ini adalah advertorial (supaya para pembacanya tahu kalau si blogger memang dibayar untuk menuliskan itu), terlepas dari isinya yang berupa pujian atau celaan ya. </p>
<p><strong>@riananda</strong><br />
Bagaimana caranya menjaga </em><em>mood</em> untuk tetap ngeblog? Kadang ada masanya malas banget untuk menulis di blog.<br />
<em>Mood</em> itu sebaiknya diciptakan, bukan ditunggu. Kalo malas, ya coba cari cara supaya <em>mood</em> itu muncul. Misalnya, kalau membaca buku bisa membangun <em>mood</em>, ya cobalah mulai dengan membaca buku. </p>
<p><strong>@daniiswara</strong><br />
Berarti sebenarnya nggak ada itu istilah narablog non-profit? Karena profit tetap bisa terjadi meski secara tidak langsung?<br />
Profit tidak langsung kan berupa <em>side effect</em> saja. Tujuan ngeblog kan memang bukan untuk mencari uang. Kalau nanti ia nggak mendapat profit dari blog, tidak membuatnya lalu berhenti ngeblog.</p>
<p><strong>@yahyakurniawan</strong><br />
Bila ingin ngeblog dengan 2-3 tema, mana yang lebih disarankan, membuat 2-3 blog tematik, atau cukup 1 blog saja dengan pembagian kategori?<br />
Kalau 2-3 tema masih bisa digabungkan (memang ada benang merahnya), lebih baik gabungkan saja dalam 1 blog. Menghidupkan 2-3 blog itu susah dan memakan waktu.<br />
@labanux menambahkan kalau menurutnya membuat suatu blog berbeda itu tidak harus karena tema/topik yang beda. Karakter tulisanlah yang membuatnya menjadi berbeda. </p>
<p><strong>@lantip</strong><br />
Tadi disebutkan kalo blog nggak <em>niche</em> nggak akan menonjol. Menonjol itu yang seperti bagaimana?<br />
Intinya sih buatlah topik blog yg bisa membedakan dengan blog-blog lainnya, misalnya: tentang menjahit/olahraga/memancing, dll. Suatu waktu nanti saat ada orang yang mencari topik spesifik tentang hal tersebut, yang akan ia temukan adalah blog Anda.</p>
<p><strong>@vodafschuler</strong><br />
Sampai sejauh mana kita bisa mentoleransi pencurian ide, tema, bahkan jiplakan dalam ranah daring sekarang?<br />
Nggak ada suatu topik yg orisinil. Minimal taruhlah Creative Commons Rights di blog, dan jelaskan sampai sejauh mana konten dijadikan rujukan oleh orang lain. Apakah harus memberikan atribusi, ataukah memang menjadi <em>public domain</em>. Kalau terjadi proses copas, coba tegur secara moral dahulu. Komunitas blog pasti akan ikut membantu memberi pelaku copas &#8220;tekanan moral&#8221;<br />
@ivanlanin menambahkan info tentang Creative Commons bisa dicek di salindia <a href="http://www.slideshare.net/ivanlanin/creative-commons-indonesia-presentation">berikut ini</a>. </p>
<p><strong>@yurikarianti</strong><br />
Bagaimana takaran atau tolak ukur keberhasilan sebuah personal blog?<br />
Keberhasilan untuk apa? Kalau keberhasilan dilihat dari isi yang memberikan kesan mendalam pasti menarik bagi pembacanya, ya lihat saja dari bagaimana pembaca meresponnya. Coba cek tulisan-tulisan di Ngerumpi.com utk rujukan.</p>
<p><strong>@tuannico</strong><br />
Bagaimana pendapat tentang blogger yang rajin melakukan <em>blogwalking</em> tetapi tidak pernah merespons komentar di blognya sendiri?<br />
Haha, memang ada ya? Kalau memang ada, masa dilarang? Terkadang nggak semua komentar harus dijawab, entah karena dia memang nggak bisa menjawabnya atau mungkin karena dia nggak punya waktu.</p>
<p><strong>@tuannico</strong><br />
Apakah <em>posting</em> tulisan setiap hari itu efektif  dan dibaca orang?<br />
Jangan memaksakan diri untuk menulis setiap hari kalau itu malah membuat hasil menjadi nggak maksimal. Namun juga jangan terlalu jarang. Sekitar 4 tulisan per bulan saya rasa sudah efektif kok. </p>
<p><strong>@tikabanget</strong><br />
Bagaimana menurutmu blog di lima tahun mendatang?<br />
Dugaan saya, konsep blog pasti akan tetap ada, hanya medianya yang mengalami berubah. Jadi seperti apa? Saya juga nggak tahu. </p>
<p><strong>@bangfiko</strong><br />
Bagaimana tanggapan tentang fenomena <em>Award</em> di blogosfer?<br />
Kalau <em>Award</em> itu bisa memicu blogger untuk mengeluarkan kemampuan maksimalnya menulis, menurut saya sih ok ok saja.<br />
Haha, lalu @bangfiko menanggapinya dengan menduga <em>Award</em> itu hanya untuk mengejar <em ?backlink</em>. Benarkah?</p>
<p><strong>@nukman</strong><br />
Bagaimana menghadapi para blogger yang suka mencuri isi blog orang lain, bahkan tanpa izin dan tautan?<br />
Kalau ketahuan biasanya saya tegur di komentar atau </em><em>shoutbox</em>-nya. Namun kalau masih gebandel juga, saya dulu selalu meminta bantuan teman-teman blogger lainnya untuk bantu mengingatkan pelaku tersebut. Terkadang suara massa yang banyak bisa berpengaruh.<br />
@hfz menambahkan pula kalau pencurian konten via RSS feed, sebenarnya ada <em>plugin</em> WordPress yang bisa mencegah, misalnya <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/copyfeed/"><em>plugin</em> ini</a>. </p>
<p><strong>@tikabanget</strong><br />
Blog adalah satu dari <em>social media</em> yang dipakai untuk membentuk persepsi publik tentang suatu produk/<em>brand</em>. Titik berat <em>marketing</em>-nya kemana menurutmu?<br />
Saat ini memang <em>marketing brand</em> mulai percaya kalau blog bisa membangun opini, apalagi bila ditujukan utk blogger yang sudah punya <em>tribe</em>.  Kalo melalui blogger/<em>influencer</em> ini opini positif tentang <em>brand</em> bisa terbentuk, <em>tribe</em> mereka masing-masing pun akan pula percaya dengan opini itu. </p>
<p><strong>@fairyteeth</strong><br />
Dengan maraknya portal 2.0, apakah para blogger akan banyak pindah haluan menulis di sana lalu melupakan blognya sendiri?<br />
Konsep blog kan nggak melulu di-<em>host</em> sendiri. Kalau dia mau menulis di Ngerumpi.com, Wikimu.com, Politikana.com, dll ngga masalah sebetulnya. Lagi pula isinya adalah pengalaman sendiri yang hendak dibagi. Kalau ternyata dengan situs-situs tersebut bisa mendapatkan respon lebih banyak, kenapa tidak? </p>
<p><strong>@bangfiko</strong><br />
Blogger itu memikirkan <em>traffic</em> nggak sih? Atau menulis terus tanpa peduli <em>traffic</em>?<br />
Berdasarkan riset yang dilakukan IndoPacific Edelman bersama komunitas Blogfam, blogger perempuan memang nggak terlalu memikirkan <em>traffic</em>, tapi kenyataannya mereka masih terus tetap menulis. Salindia riset ini bisa dicek <a href="http://freshyourmind.com/2009/05/21/indonesian-blogger-survey-2009/">di sini</a>. </p>
<p>Kredit gambar: <a href="http://www.flickr.com/photos/barnett/2836828090/sizes/o/">Kristina B</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/27/hari-narablog-nasional-%e2%80%93-tanya-jawab-di-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meriahnya Pesta Blogger 2009</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/25/meriahnya-pesta-blogger-2009/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/25/meriahnya-pesta-blogger-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 16:06:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[joko anwar]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[pesta blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2920</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini Pesta Blogger yang ketiga, dan ini tahun ketiga pula ikut menjadi peserta. Acara yang berlangsung hari Sabtu 24 Oktober 2009 kemarin di Gedung SMESCO, Gatot Subroto Jakarta ini (katanya) dihadiri oleh <a href="http://dagdigdug.com/2009/10/25/laporan-dari-pesta-blogger-2009/" target="_blank">1.300 orang</a>.  Pasti nggak semuanya blogger, karena acara ini pun terbuka untuk pengguna twitter, plurk, facebook, dan ragam <em>social media</em> lainnya. Gedung yang panas ini (lah iya, AC saja nggak ada, sampai panitia harus sewa AC <em>portable</em> sendiri) penuh dengan lautan manusia yang hadir untuk mengikuti acara besar setahun sekali ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/10/pb2009-00.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Tahun ini Pesta Blogger yang ketiga, dan ini tahun ketiga pula ikut menjadi peserta. Acara yang berlangsung hari Sabtu 24 Oktober 2009 kemarin di Gedung SMESCO, Gatot Subroto Jakarta ini (katanya) dihadiri oleh <a href="http://dagdigdug.com/2009/10/25/laporan-dari-pesta-blogger-2009/" target="_blank">1.300 orang</a>.  Pasti nggak semuanya blogger, karena acara ini pun terbuka untuk pengguna twitter, plurk, facebook, dan ragam <em>social media</em> lainnya. Gedung yang panas ini (lah iya, AC saja nggak ada, sampai panitia harus sewa AC <em>portable</em> sendiri) penuh dengan lautan manusia yang hadir untuk mengikuti acara besar setahun sekali ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/pb2009-00.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/pb2009-00.jpg" alt="pb2009-00" title="pb2009-00" width="500" height="335" class="alignnone size-full wp-image-2921" /></a></p>
<p>Acara dibuka oleh Menkominfo RI yang baru saja dilantik, Tifatul Sembiring. Ia sempat berkultum sedikit tentang blogger dan twitter (akun resminya di Twitter: <a href="http://twitter.com/tifsembiring" target="_blank">@tifsembiring</a>). Acara kemudia berlanjut dengan diskusi antar-perwakilan komunitas dipimpin oleh manusia kursi Pesta Blogger 2009, <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/?p=1101" target="_blank">Iman Brotoseno</a>, dengan Prita Mulyasari ikut menjadi nara sumber dalam diskusi ini. Sesi ini ditutup dengan aksi panggung <a href="http://www.pandji.com/" target="_blank">Pandji</a> yang membawakan 2 lagunya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/pb2009-01.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/pb2009-01.jpg" alt="pb2009-01" title="pb2009-01" width="500" height="335" class="alignnone size-full wp-image-2922" /></a></p>
<p>Itu acara di panggung, di tepian ruangan, di area belakang, ternyata tidak semua blogger mengikuti percakapan dalam diskusi itu (hihi, termasuk yang menulis blog ini). Teman-teman blogger yang datang dari Jogja, Bandung, Semarang, Jakarta, dll malah asyik mengobrol dan bercerita, sembari bertukar pin (tepatnya menodong mereka yang membagi-bagikan pin). Kesempatan kopdar raksasa hanya setahun sekali. Padahal malam sebelumnya, kebanyakan dari mereka sudah berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia untuk menghadiri acara Muktamar BHI. Tetap saja, kumpul-kumpul besar ini merupakan kejadian langka. Jadi, setiap blogger mencoba menikmatinya dengan caranya masing-masing. </p>
<p>Saat istirahat makan siang, ada permainan musik spontan di luar area seminar, dari Elia Bintang (temannya <a href="http://venus-to-mars.com/" target="_blank">Simbok Venus</a> ituh). Secara spontan pula, <a href="http://pporinumpangcrazy.dagdigdug.com/" target="_blank">Sita</a> (adiknya <a href="http://tikabanget.com" target="_blank">Tika yang kebangetan ituh</a>) ikut menyumbangkan beberapa alunan lagu dengan iringan gitar Elia. Suara Sita bagus, nggak seperti suara kakaknya. <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/pb2009-02.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/pb2009-02.jpg" alt="pb2009-02" title="pb2009-02" width="500" height="335" class="alignnone size-full wp-image-2923" /></a></p>
<p>Lanjut kemudian dengan sesi diskusi. Sepertinya kesalahan Pesta Blogger 2008 kembali terulang. Ruangan <em>ballroom</em> disekat-sekat menjadi beberapa ruangan kecil. Karena masih dalam satu ruangan, sesi diskusi terasa kurang nyaman, karena suara antar setiap sesi bertabrakan satu sama lain. Hal serupa sebenarnya juga terjadi tahun lalu. Memang, keterbatasan jumlah ruangan menjadi kendala di sini. </p>
<p>Tiga sesi diskusi lainnya berlangsung di lantai dua. Di sini akustik tidak menjadi masalah, karena sekat-sekat yang terbentuk benar-benar menghalangi suara dari luar ruang diskusi untuk masuk. Hanya saja di sini muncul masalah baru. Ruangan yang panas. AC <em>portable</em> tidak membantu menyejukkan ruangan. Belum lagi akses internet yang (sepertinya) tidak sampai ke lantai dua. Akibatnya sesi <em>Beyond Blogging</em>, yang seharusnya menghadirkan <em>live</em> Skype dengan <a href="http://shegeeks.net/" target="_blank">Corvida Raven</a> dan <a href="http://boingboing.net/" target="_blank">Mark Frauenfelder</a> dibatalkan. Sesi pun hanya diisi oleh sutradara merangkap penulis skenario Joko Anwar dipandu oleh <a href="http://witoelar.com/satya/" target="_blank">Satya Witoelar</a>. </p>
<p>Berbeda dengan 2 tahun sebelumnya, yang amat disayangkan adalah, tidak adanya rekap dari setiap sesi setelah itu. Akibatnya, teman-teman tidak yang mengikuti suatu sesi tidak bisa mendapatkan gambaran diskusi apa yang terjadi di sesi-sesi lainnya. </p>
<p>Acara diakhiri dengan pembagian hadiah pintu dan pengumuman pemenang berbagai lomba di Pesta Blogger 2009. Blog ini sempat masuk sebagai finalis blog komputer dan teknologi terbaik. Namun sayangnya, haha, tidak menang. Selamat untuk Ivan dan Toni yang menggawangi blog <a href="http://www.navinot.com" target="_blank">Navinot</a> yang menjadi pemenangnya. Setelah pembagian acara selesai, secara resmi Pesta Blogger 2009 pun ditutup dengan tarian piring dari Sumatra Barat. Kalau tahun lalu acara ditutup oleh permainan biola dari Maylaffayza, di tahun ini (katanya) beberapa musisi yang dikontak sempat membatalkan keikutsertaannya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/pb2009-03.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/pb2009-03.jpg" alt="pb2009-03" title="pb2009-03" width="500" height="335" class="alignnone size-full wp-image-2924" /></a></p>
<p>Acara ini bisa dibilang sukses, meriah, dan ramai, terlepas dari segala kekurangan yang selalu ada dari setiap acara. Yang terpenting di sini adalah semangat <em>One Spirit One Nation</em>, yang menjadi tema Pesta Blogger tahun ini, bisa terwujud, dengan banyaknya partisipasi dari beragam daerah. Terima kasih untuk panitia yang telah bekerja keras mewujudkan ini semua. Haha, mudah-mudahan kalian nggak kapok mengerjakan hal serupa lagi tahun depan!</p>
<p>Foto lebih lengkap bisa disimak <a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=332622&#038;id=522775110&#038;l=82d7a93bd8" target="_blank">di sini</a>. </p>
<p><em>Update</em>: ada cuplikan Liputan 6 SCTV di sini:</p>
<p><embed src='http://video.liputan6.com/libs/jwplayer/player-licensed-viral.swf' height='463' width='560' allowscriptaccess='always' allowfullscreen='true' flashvars='state=PLAYING&#038;repeat=list&#038;autostart=true&#038;file=http%3A%2F%2Fvideo.liputan6.com%2Fmrss.php%3Fprogram%3Dnews%26id%3D248670%26m_id%3D886042&#038;plugins=viral-1d'/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/25/meriahnya-pesta-blogger-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Diary ke Dunia Daring</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/15/dari-diary-ke-dunia-daring/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/15/dari-diary-ke-dunia-daring/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 14:33:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[presentation]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2886</guid>
		<description><![CDATA[Ini sebenarnya adalah catatan <a href="http://freshyourmind.com/2009/10/10/gaul-dan-eksis-dengan-diary-online/" target="_blank">materi presentasi FreSh</a> minggu lalu. Ceritanya kemarin memang tentang bagaimana perempuan menyimpan catatan curhatnya via diary. Setelah sebelumnya sempat tanya ke beberapa perempuan di Plurk dan Twitter, ternyata masih ada dari mereka yang kini masih menulis diary, meski mereka juga memiliki blog. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/10/diary.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/diary.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/diary-300x199.jpg" alt="diary" title="diary" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-2887" /></a>Ini sebenarnya adalah catatan <a href="http://freshyourmind.com/2009/10/10/gaul-dan-eksis-dengan-diary-online/" target="_blank">materi presentasi FreSh</a> minggu lalu. Ceritanya kemarin memang tentang bagaimana perempuan menyimpan catatan curhatnya via diary. Setelah sebelumnya sempat tanya ke beberapa perempuan di Plurk dan Twitter, ternyata masih ada dari mereka yang kini masih menulis diary, meski mereka juga memiliki blog. </p>
<p>Menurut pengakuan beberapa dari mereka, ada yang menulis diary dari sejak SMA, dan menyimpannya hingga berjilid-jilid diary. Isinya murni curhat atas kejadian yang baru saja mereka alami. Sesuatu yang sifatnya sangat pribadi, sehingga bahkan keluarga mereka pun tak tahu apa isinya. Ada teman yang cerita pula betapa marahnya ia saat pernah menemukan orang tuanya membaca-baca buku diary miliknya.</p>
<p>Beberapa ada yang benar-benar beralih, memanfaatkan blog untuk media curhat mereka. Ada blog tempat mereka berbagi cerita kepada khalayak. Ada pula yang memiliki blog pribadi, diberi <em>password</em>, supaya tak ada yang mengusik dan membaca kisah ceritanya. Ada pula yang memanfaatkan Facebook Notes untuk menyimpan cerita dan hanya bisa dibaca oleh teman-teman terbatas yang di-<em>tag</em>. Ada yang memanfaatkan Twitter dan Plurk untuk curhatan singkat, biasanya sih berupa rasa kesal, gugup, bahagia, atau perasaan apapun yang menghinggap di sanubarinya saat itu.</p>
<p>Banyak alternatif medium untuk mewujudkan ungkapan hatinya di ranah daring. Hal serupa berlaku pula dengan foto. Dulu masih sempat ngetren berfoto di dalam <em>photobox</em> dan memasukkannya di dompet. Kalau sekarang, mereka lebih senang menggunakan kamera ponsel, mengangkat kameranya ke atas kepala 45 derajat, memalingkan wajah, berekspresi imut, dan menjepretkan kamera ponselnya. Hasil fotonya? Langsung dari ponsel diunggah ke Facebook, atau dibagi ke temannya melalui koneksi <em>bluetooth</em>. Lebih cepat dan praktis. </p>
<p>Semua yang berawal dari diary yang tertutup kini semakin lama semakin terbuka. Cerita di blog pun beragam, dari pengalaman sehari-hari ke kantor, kuliah, kisah romantis, puisi, hingga yang serius seperti pengalaman profesional seseorang. <em>Status update</em> di Facebook, Plurk, dan Twitter sudah menjadi hal yang lumrah.</p>
<p><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=gauldaneksisdengandiaryonline-091009003134-phpapp02&#038;stripped_title=gaul-dan-eksis-dengan-diary-online" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=gauldaneksisdengandiaryonline-091009003134-phpapp02&#038;stripped_title=gaul-dan-eksis-dengan-diary-online" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object></p>
<p>Meski bebas berekspresi di ranah daring, ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan. Setiap tulisan dan <em>status update</em> Anda akan dibaca oleh orang lain. Kalau tidak berhati-hati dalam menulis, bisa-bisa apa yang Anda tulis malah menyakiti hati orang lain (dan sialnya, dibaca oleh semua orang). Setiap tulisan dan <em>status update</em> itu mewakili karakteristik diri penulisnya. Melalui itulah, para pembaca di ranah daring mencoba memahami seperti apa kepribadian dan perilaku Anda. Kalau yang Anda tulis adalah sesuatu yang bermanfaat, para pembaca pun akan suka, bahkan merasa terinspirasi. Mereka akan selalu menantikan setiap tulisan terbaru Anda.</p>
<p>Dunia daring memang tempat untuk berbagi. Menulis diary itu memang bisa menenangkan beban pikiran. Semua emosi bisa ditumpahkan, dan Anda akan lega setelah semuanya tercurahkan. Namun, jangan lupa untuk menaruhnya di tempat yang tepat. Jikalah isi cerita sangatlah sensitif, taruhlah saja di diary pribadi Anda, di buku, atau di blog yang ter-<em>password</em>, sehingga tak terbaca oleh orang lain yang menjadi subjek diary Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/15/dari-diary-ke-dunia-daring/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mungkinkah JokoAnwarMeme Terulang Kembali?</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/09/26/mungkinkan-jokoanwarmeme-terulang-kembali/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/09/26/mungkinkan-jokoanwarmeme-terulang-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 04:14:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[joko anwar]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2840</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/09/26/sebuah-janji-melalui-status-update/">tulisan sebelumnya</a> tentang aksi Joko Anwar di Twitter. Mungkin nggak kampanye tanpa rencana yang dilakukan Joko bisa diulang kembali oleh individu atau <em>brand</em> lain yang getol mencari <em>follower</em> Twitter sebanyak-banyaknya? Sepertinya sulit, karena banyak sekali faktor yang berperan di sini. Satu hingga dua hari setelah aksi Joko Anwar terjadi, muncul beberapa pengguna Twitter yang mencoba melakukan aksi serupa.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/09/jokoanwarmeme0.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/jokoanwarmeme0.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/jokoanwarmeme0-300x180.jpg" alt="jokoanwarmeme0" title="jokoanwarmeme0" width="300" height="180" class="alignleft size-medium wp-image-2841" /></a>Melanjutkan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/09/26/sebuah-janji-melalui-status-update/">tulisan sebelumnya</a> tentang aksi Joko Anwar di Twitter. Mungkin nggak kampanye tanpa rencana yang dilakukan Joko bisa diulang kembali oleh individu atau <em>brand</em> lain yang getol mencari <em>follower</em> Twitter sebanyak-banyaknya? Sepertinya sulit, karena banyak sekali faktor yang berperan di sini. Satu hingga dua hari setelah aksi Joko Anwar terjadi, muncul beberapa pengguna Twitter yang mencoba melakukan aksi serupa. </p>
<p>Ada <a href="http://twitter.com/rudylim" target="_blank">@rudylim</a> yang berjanji memberikan seminar gratis di seluruh Indonesia. Ada <a href="http://twitter.com/dimasnovriandi" target="_blank">@dimasnovriandi</a> yang berjanji menyumbang koin untuk aksi <a href="http://coinachance.com" target="_blank">Coin A Chance</a>. Atau ada <a href="http://twitter.com/saykoji" target="_blank">@saykoji</a> yang mengajak teman Twitter untuk mem-<em>follow</em> dengan aksi sosial <a href="http://twitter.com/stoppemiskinan" target="_blank">@stoppemiskinan</a>. Ini jadi semacam <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Internet_meme" target="_blank">meme</a> baru.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/jokoanwarmeme-saykoji.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/jokoanwarmeme-saykoji.jpg" alt="jokoanwarmeme-saykoji" title="jokoanwarmeme-saykoji" width="500" class="alignnone size-full wp-image-2844" /></a></p>
<p>Nggak salah sih sebenarnya meniru. Apalagi kalau hasilnya adalah untuk sesuatu yang positif. Namun jelas sulit kalau tujuan akhirnya hanyalah untuk sekedar membangun reputasi diri. Reputasi bukanlah suatu hal yang bisa dibangun singkat, tapi melainkan bertahap, gradual, dan butuh waktu lama. Mencari <em>follower</em> dalam waktu singkat untuk sekedar popularitas tidak akan bisa dilakukan (kecuali kalau Anda memang sudah seorang selebriti sebelum bergabung di Twitter).</p>
<p>Jadi apa sebenarnya yang membuat aksi Joko Anwar berhasil meraih <em>follower</em> dalam waktu cepat? Padahal, nggak semua orang tahu siapa Joko Anwar itu sebelumnya. Berikut ini beberapa faktor yang sempat teramati saat itu.</p>
<p><strong>1. Berteman dengan selebriti yang punya <em>follower</em> banyak.</strong></p>
<p>Berteman itu artinya kenal, bukan sekedar saling follow. Joko Anwar hidupnya di dunia <em>entertainment</em>, seharusnya temannya pun banyak. Selebriti di Twitter masih berperan kuat kok sebagai pemengaruh.</p>
<p><strong>2. Aksi yang dilakukan ekstrim.</strong></p>
<p>Ya memang nggak semua orang harus telanjang untuk cari <em>follower</em>. Namun, aksinya harus kuat dan yang jelas tidak standar. Misal: janji meloncat dari jembatan Semanggi atau Monas, janji membersihkan sendiri tempat pembuangan sampah Bantar Gebang, janji berenang ke Pulau Seribu, janji memanjat gedung bertingkat, dll. Hanya tinggal mengkorelasikan aksinya saja dengan tujuan kegiatan. Akan lebih baik kalau tujuan kegiatannya adalah untuk sesuatu yang bersifat sosial dan kemanusiaan, dan bukan popularitas.\</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/jokoanwarmeme-dimas.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/jokoanwarmeme-dimas.jpg" alt="jokoanwarmeme-dimas" title="jokoanwarmeme-dimas" width="500" class="alignnone size-full wp-image-2842" /></a></p>
<p><strong>3. Siapa sebenarnya pengguna Twitter?</strong></p>
<p>Jumlah Twitter meningkat pesat, dan sekarang tiba-tiba populer karena faktor selebriti dan beragam program yang ditawarkan penyedia jasa telekomunikasi. Kebanyakan pengguna Twitter baru bisa jadi adalah para remaja. Mereka biasanya nggak suka sesuatu yang terlalu serius. Buat mereka, Twitter adalah tempat mereka ikut-ikutan tren dan bercakap hal-hal yang (mungkin) nggak penting. Mau cari <em>follower</em>? Ikuti gaya hidup mereka. Jangan kasih iming-iming mereka untuk ikut seminar gratis.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/jokoanwarmeme-rudylim.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/jokoanwarmeme-rudylim.jpg" alt="jokoanwarmeme-rudylim" title="jokoanwarmeme-rudylim" width="500" class="alignnone size-full wp-image-2843" /></a></p>
<p><strong>4. Efek Kaskus</strong></p>
<p>Salah satu sumber lonjakan adalah saat Kaskus (<a href="http://twitter.com/kaskus"  target="_blank">@kaskus</a>) dan pemiliknya (<a href="http://twitter.com/adarwis" target="_blank">@adarwis</a>) menyebarkan info ini di forum mereka. Seketika itu juga dengan cepat Joko Anwar mendapat <em>follower</em> dari para pengguna Twitter yang aktif di forum Kaskus. </p>
<p><strong>5. Jangan â€œpaksaâ€ orang dengan RT (<em>Retweet</em>).</strong></p>
<p>Pengguna Twitter akan senang melakukan RT kalau apa yang dibacanya menarik baginya, dan bukan karena disuruh melakukan RT. Kalau memang aksi Anda menarik, nggak usah disuruh pun proses RT akan berlangsung dengan sendirinya. </p>
<p>Terlepas dari semua cara di atas, yang sepatutnya Anda tanyakan ke diri Anda sendiri sebelum memulai aktivitas di atas adalah: â€œUntuk apa saya punya <em>follower</em> banyak?â€ â€œSiapkah saya memberikan hal terbaik dari saya kepada semua <em>follower</em> saya?â€ Ingatlah pepatah terkenal dari Ben Parker, paman Peter Parker si Spider-Man, â€œ<em>with greater power comes great responsibility.</em>â€ Nah, siapkah Anda dengan beban tanggung jawab itu?</p>
<p>Kredit foto: <a href="http://www.flickr.com/photos/mollyeh11/71605460/" target="_blank">mollyeh11</a> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/09/26/mungkinkan-jokoanwarmeme-terulang-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

