<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Ide &#187; plurk</title>
	<atom:link href="http://media-ide.bajingloncat.com/tag/plurk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-ide.bajingloncat.com</link>
	<description>Where Indonesia's online branding, social media, and creativity is talked about</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 14:52:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Demi Sebuah Badge</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/04/17/demi-sebuah-badge/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/04/17/demi-sebuah-badge/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2010 01:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[foursquare]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[gowalla]]></category>
		<category><![CDATA[koprol]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=3353</guid>
		<description><![CDATA[Waktu kecil <em>badge</em> selalu terasosiasikan dengan kegiatan Pramuka. Di era Web 2.0 <em>badge</em> diasosiasikan dengan aktivitas seseorang saat mengarungi sebuah situs <em>social media</em>. Tahun lalu Plurk membangun diferensiasinya dengan menciptakan berbagai <em>badge</em> prestasi seseorang saat beraktivitas di mikroblog tersebut. Ini menjadi pemicu para pengguna awal untuk meraih prestasi sebanyak-banyaknya. Hingga saat generasi awal pengguna Plurk yang mencapai karma 100 dan mendapatkan hampir semua <em>badge</em>, kebosanan pun mulai muncul. Tidak ada prestasi baru yang bisa dicapai. Belakangan ini, Plurk menciptakan beberapa <em>badge</em> baru untuk mengajak orang meraih prestasi lebih tinggi (seperti meng-invite lebih dari 10.000 plurker baru).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2010/04/106-365-ID-FOURSQUARE.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Waktu kecil <em>badge</em> selalu terasosiasikan dengan kegiatan Pramuka. Di era Web 2.0 <em>badge</em> diasosiasikan dengan aktivitas seseorang saat mengarungi sebuah situs <em>social media</em>. Tahun lalu Plurk membangun diferensiasinya dengan menciptakan berbagai <em>badge</em> prestasi seseorang saat beraktivitas di mikroblog tersebut. Ini menjadi pemicu para pengguna awal untuk meraih prestasi sebanyak-banyaknya. Hingga saat generasi awal pengguna Plurk yang mencapai karma 100 dan mendapatkan hampir semua <em>badge</em>, kebosanan pun mulai muncul. Tidak ada prestasi baru yang bisa dicapai. Belakangan ini, Plurk menciptakan beberapa <em>badge</em> baru untuk mengajak orang meraih prestasi lebih tinggi (seperti meng-invite lebih dari 10.000 plurker baru).</p>
<p>Tahun 2010 memang diprediksikan sebagai eranya situs berbasis lokasi, dan ini dibuktikan dengan suksesnya Foursquare dan Gowalla, termasuk Koprol, situs mikroblog lokal yang memang membangun diferensiasinya di sana. Saat ini sepertinya para pengguna aktif <em>social media</em> lagi suka-sukanya eksis di Foursquare. Mereka berlomba-lomba menjadi Mayor (walikota) di lokasi tertentu. Kemana-mana nggak lupa untuk <em>check-in</em>. Menjadi Mayor memang dianggap sebagai salah satu bentuk prestasi, karena dianggap orang tersebut memang eksis di lokasi itu.</p>
<p>Foursquare juga menciptakan berbagai <em>badge</em> yang intinya mirip dengan Plurk, mengajak penggunanya untuk punya target tertentu. Semua <em>badge</em> ini terkait dengan <em>check-in</em> yang dilakukan penggunanya di suatu lokasi. Yang bagusnya lagi, <em>badge</em> ini dikaitkan juga dengan aktivitas sosialnya. Seperti <em>badge</em> BFF (Best Friend Forever) yang didapat saat seorang pengguna <em>check-in</em> 10 kali dengan seorang teman yang sama. Atau Swarm Badge, saat ada 50 orang <em>check-in</em> di tempat yang sama.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/04/foursquare-nathan-coffee.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/04/foursquare-nathan-coffee.jpg" alt="foursquare nathan coffee" title="foursquare nathan coffee" width="530" height="426" class="alignnone size-full wp-image-3355" /></a></p>
<p>Foursquare juga memanfaatkan popularitas <em>badge</em> ini sebagai sarana kerja sama komersialnya dengan suatu <em>brand</em>. Sebegitu fleksibelnya Foursquare, sehingga Foursquare dengan mudah bisa membuatkan sebuah <em>badge</em> yang terkait dengan aktivitas di sebuah kota dan <em>event</em>. Seperti kerja sama yang dilakukan antara Foursquare dan <a href="http://bits.blogs.nytimes.com/2010/03/11/starbucks-fans-can-become-a-barista-on-foursquare/" target="_blank">Starbucks</a>. Pengguna Foursquare yang <em>check-in</em> di lokasi Starbucks yang sudah ditentukan, akan mendapat bonus <em>badge</em> Barista. Starbucks pun mendapat keuntungan karena melalui Foursquare, mereka bisa tahu pelanggan loyal mereka. Plus review dan tips para pengguna tentang Starbucks di lokasi tersebut. </p>
<p>Untuk kalian yang aktif di Foursquare, bisa ikut bergabung di milis <a href="http://groups.google.com/group/id-foursquare" target="_blank">id-foursquare</a> (ya, beneran, belum apa-apa sudah ada milisnya) atau <em>follow</em> <a href="http://twitter.com/id4sq" target="_blank">@id4sq</a> di Twitter. Info-info lain seputar <em>badge</em> Foursquare bisa dilihat di blog <a href="http://thekruser.com/foursquare-badges/" target="_blank">ini</a> dan <a href="http://tonyfelice.wordpress.com/foursquare/" target="_blank">ini</a>. </p>
<p>Sebagai bonus, ini foto hasil kumpul-kumpul id-foursquare di Nathan Coffee, Plaza Semanggi, semalam. Gara-gara ini, langsung dapat Swarm Badge. Oh iya, yang datang memang kurang lebih cuma segini, padahal yang mengaku <em>check-in</em> di lokasi ini ada lebih dari 100 orang. Hihi, banyak yang curang ya? </p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/04/106-365-ID-FOURSQUARE.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/04/106-365-ID-FOURSQUARE-1024x685.jpg" alt="106 365 ID-FOURSQUARE" title="106 365 ID-FOURSQUARE" width="530" class="alignnone size-large wp-image-3354" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/04/17/demi-sebuah-badge/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Axis International Java Jazz Festival 2010</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/03/04/axis-international-java-jazz-festival-2010/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/03/04/axis-international-java-jazz-festival-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 01:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[axis]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[java jazz]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=3263</guid>
		<description><![CDATA[Gaung Axis Java Jazz Festival 2010 sudah lama terdengar. Banyak radio sudah menyelenggarakan berbagai kuis yang membagikan berbagai hadiah tiket harian hingga tiket <em>special show</em>. Nggak berbeda dengan area <em>social media</em>. Seperti <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/03/08/axis-international-java-jazz-festival-2009/" target="_blank">tahun lalu</a> pula, gaungnya terasa keras. Kalau tahun lalu keramaian hanya terlihat di Plurk dan <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=50829684862" target="_blank">Facebook Groups</a>. Mungkin karena sekarang Twitter jauh lebih populer daripada Plurk, kontes harian untuk Axs Java Jazz Festival 2010 pun berpindah ke Twitter dengan akun <a href="http://twitter.com/axisjavajazz" target="_blank">@AXISjavajazz</a>. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2010/03/javajazz0.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Gaung Axis Java Jazz Festival 2010 sudah lama terdengar. Banyak radio sudah menyelenggarakan berbagai kuis yang membagikan berbagai hadiah tiket harian hingga tiket <em>special show</em>. Nggak berbeda dengan area <em>social media</em>. Seperti <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/03/08/axis-international-java-jazz-festival-2009/" target="_blank">tahun lalu</a> pula, gaungnya terasa keras. Kalau tahun lalu keramaian hanya terlihat di Plurk dan <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=50829684862" target="_blank">Facebook Groups</a>. Mungkin karena sekarang Twitter jauh lebih populer daripada Plurk, kontes harian untuk Axs Java Jazz Festival 2010 pun berpindah ke Twitter dengan akun <a href="http://twitter.com/axisjavajazz" target="_blank">@AXISjavajazz</a>. </p>
<p>Acara Axis Java Jazz yang akan berlangsung mulai besok Jumat hingga Minggu ini pastinya akan mengundang keramaian. Kalau tahun lalu saja, <em>timeline</em> Plurk bertebaran dengan para penggunanya yang asyik menonton, bisa dipastikan mulai besok hingga Minggu malam, kejadian serupa akan berulang di Twitter, dengan skala yang jauh lebih besar. </p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/03/javajazz1.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2010/03/javajazz1.jpg" alt="javajazz1" title="javajazz1" width="530" height="229" class="alignnone size-full wp-image-3264" /></a></p>
<p><em>Hashtag</em>-nya saja, <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23axisjjf" target="_blank">#axisjjf</a> sudah muncul sejak hampir seminggu kemarin melalui serangkaian lomba di Facebook dan Twitter. Seperti tahun lalu pula, kompetisi seperti lomba blog, lomba foto, dan lomba video tetap ada. Selain tiket, para pemenang yang beruntung akan mendapatkan kesempatan untuk tatap muka langsung dengan bintang utama Axis Java Jazz tahun ini, John Legend. </p>
<p>Yang berbeda di tahun ini adalah aksi semi <em>reality show</em> berupa <em>ticket hunt</em>. Pernah dengar dong di radio dimana para penyiar mengumumkan serangkaian petunjuk agar pemirsanya secepat-cepatnya sampai di tempat yang dimaksud? Nah, pola seperti ini dilakukan pula di <em>social media</em>. Bedanya, pengumumannya dilakukan melalui serangkaian petunjuk di Facebook dan Twitter. Dimulai dari area lokasi hingga akhirnya merujuk detil ke sebuah restoran misalnya. Lihat saja dokumentasi <a href="http://www.facebook.com/video/video.php?v=332246196133&#038;oid=50829684862" target="_blank">videonya</a> di Facebook ini. </p>
<p>Nah, masih ada kesempatan hari ini untuk ikutan berpartisipasi dalam beragam kontes ini. Jadi, kalau mau nonton Axis Java Jazz (gratis) ya silakan ikutan. Sekali-sekali <em>magabut</em> nggak apa-apa kok demi mengejar gratisan <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2010/03/04/axis-international-java-jazz-festival-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Twitter &#124; Plurk â€“ Mengenal Ranah Microblog Indonesia</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/11/26/twitter-plurk-%e2%80%93-mengenal-ranah-microblog-indonesia/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/11/26/twitter-plurk-%e2%80%93-mengenal-ranah-microblog-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 21:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=3015</guid>
		<description><![CDATA[
	
	Alhamdulillah buku ke-3 terbit juga, masih di tahun 2009. Kali ini judulnya sederhana â€œTwitter &#124; Plurk.â€ Buku setebal 186 halaman ini membahasa dunia microblog populer di Indonesia. Buku ini membahas dunia Twitter, dari sedikit pengantar, lalu kondisi yang tercipta di ranah maya akibat Twitter, aksi-aksi yang berlangsung di Twitter, aktivitas selebritis dan brand di Twitter, hingga penjelasan beragam situs pendukung Twitter. Buku ini juga membahas Plurk yang sempat menjadi fenomena di awal tahun 2009. Selain itu, buku ini juga mengenalkan pembaca tentang aplikasi microblog yang merupakan buatan lokal.
Seperti buku E-Narcism ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/11/Twitter-Plurk.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/11/Twitter-Plurk.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/11/Twitter-Plurk-195x300.jpg" alt="Twitter-Plurk" title="Twitter-Plurk" width="195" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-3016" /></a>Alhamdulillah buku ke-3 terbit juga, masih di tahun 2009. Kali ini judulnya sederhana â€œTwitter | Plurk.â€ Buku setebal 186 halaman ini membahasa dunia <em>microblog</em> populer di Indonesia. Buku ini membahas dunia Twitter, dari sedikit pengantar, lalu kondisi yang tercipta di ranah maya akibat Twitter, aksi-aksi yang berlangsung di Twitter, aktivitas selebritis dan <em>brand</em> di Twitter, hingga penjelasan beragam situs pendukung Twitter. Buku ini juga membahas Plurk yang sempat menjadi fenomena di awal tahun 2009. Selain itu, buku ini juga mengenalkan pembaca tentang aplikasi <em>microblog</em> yang merupakan buatan lokal.</p>
<p>Seperti buku <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/06/20/e-narcism-gaul-dan-eksis-di-internet/" target="_blank">E-Narcism</a> ataupun <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/06/20/f-marketing-optimalkan-personal-image-product-branding-anda/" target="_blank">F-Marketing</a>, buku ini bukanlah buku petunjuk penggunaan aplikasi. Ada sih sedikit pengantar tentang itu, tapi fokus buku lebih kepada tips dan peristiwa menarik yang terjadi di dunia Twitter dan Plurk. Anda akan bisa membaca cerita tentang aksi IndonesiaUnite di sini. Anda juga bisa membaca aksi tweet para politisi di sini. Anda juga bisa membaca aksi kontroversial tentang penulis skenario film, Joko Anwar, di sini. Anda bisa membaca beragam <em>brand</em>  lokal dan regional yang memanfaatkan Twitter untuk komunikasi dengan audiensnya.</p>
<p>Buku ini seharusnya sudah bisa didapatkan di toko-toko buku terkemuka sejak minggu kemarin. Harganya Rp. 36.000,00. Untuk <em>preview</em> buku ini, silakan buka-buka saja lembaran PDF di bawah ini. </p>
<p><object style="margin:0px" width="477" height="510"><param name="movie" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayerd.swf?doc=shortver-f-twitter-plurk-091120231247-phpapp02&#038;stripped_title=twitter-plurk-2550762" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayerd.swf?doc=shortver-f-twitter-plurk-091120231247-phpapp02&#038;stripped_title=twitter-plurk-2550762" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="477" height="510"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/11/26/twitter-plurk-%e2%80%93-mengenal-ranah-microblog-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Diary ke Dunia Daring</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/15/dari-diary-ke-dunia-daring/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/15/dari-diary-ke-dunia-daring/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 14:33:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[presentation]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2886</guid>
		<description><![CDATA[Ini sebenarnya adalah catatan <a href="http://freshyourmind.com/2009/10/10/gaul-dan-eksis-dengan-diary-online/" target="_blank">materi presentasi FreSh</a> minggu lalu. Ceritanya kemarin memang tentang bagaimana perempuan menyimpan catatan curhatnya via diary. Setelah sebelumnya sempat tanya ke beberapa perempuan di Plurk dan Twitter, ternyata masih ada dari mereka yang kini masih menulis diary, meski mereka juga memiliki blog. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/10/diary.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/diary.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/10/diary-300x199.jpg" alt="diary" title="diary" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-2887" /></a>Ini sebenarnya adalah catatan <a href="http://freshyourmind.com/2009/10/10/gaul-dan-eksis-dengan-diary-online/" target="_blank">materi presentasi FreSh</a> minggu lalu. Ceritanya kemarin memang tentang bagaimana perempuan menyimpan catatan curhatnya via diary. Setelah sebelumnya sempat tanya ke beberapa perempuan di Plurk dan Twitter, ternyata masih ada dari mereka yang kini masih menulis diary, meski mereka juga memiliki blog. </p>
<p>Menurut pengakuan beberapa dari mereka, ada yang menulis diary dari sejak SMA, dan menyimpannya hingga berjilid-jilid diary. Isinya murni curhat atas kejadian yang baru saja mereka alami. Sesuatu yang sifatnya sangat pribadi, sehingga bahkan keluarga mereka pun tak tahu apa isinya. Ada teman yang cerita pula betapa marahnya ia saat pernah menemukan orang tuanya membaca-baca buku diary miliknya.</p>
<p>Beberapa ada yang benar-benar beralih, memanfaatkan blog untuk media curhat mereka. Ada blog tempat mereka berbagi cerita kepada khalayak. Ada pula yang memiliki blog pribadi, diberi <em>password</em>, supaya tak ada yang mengusik dan membaca kisah ceritanya. Ada pula yang memanfaatkan Facebook Notes untuk menyimpan cerita dan hanya bisa dibaca oleh teman-teman terbatas yang di-<em>tag</em>. Ada yang memanfaatkan Twitter dan Plurk untuk curhatan singkat, biasanya sih berupa rasa kesal, gugup, bahagia, atau perasaan apapun yang menghinggap di sanubarinya saat itu.</p>
<p>Banyak alternatif medium untuk mewujudkan ungkapan hatinya di ranah daring. Hal serupa berlaku pula dengan foto. Dulu masih sempat ngetren berfoto di dalam <em>photobox</em> dan memasukkannya di dompet. Kalau sekarang, mereka lebih senang menggunakan kamera ponsel, mengangkat kameranya ke atas kepala 45 derajat, memalingkan wajah, berekspresi imut, dan menjepretkan kamera ponselnya. Hasil fotonya? Langsung dari ponsel diunggah ke Facebook, atau dibagi ke temannya melalui koneksi <em>bluetooth</em>. Lebih cepat dan praktis. </p>
<p>Semua yang berawal dari diary yang tertutup kini semakin lama semakin terbuka. Cerita di blog pun beragam, dari pengalaman sehari-hari ke kantor, kuliah, kisah romantis, puisi, hingga yang serius seperti pengalaman profesional seseorang. <em>Status update</em> di Facebook, Plurk, dan Twitter sudah menjadi hal yang lumrah.</p>
<p><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=gauldaneksisdengandiaryonline-091009003134-phpapp02&#038;stripped_title=gaul-dan-eksis-dengan-diary-online" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=gauldaneksisdengandiaryonline-091009003134-phpapp02&#038;stripped_title=gaul-dan-eksis-dengan-diary-online" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object></p>
<p>Meski bebas berekspresi di ranah daring, ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan. Setiap tulisan dan <em>status update</em> Anda akan dibaca oleh orang lain. Kalau tidak berhati-hati dalam menulis, bisa-bisa apa yang Anda tulis malah menyakiti hati orang lain (dan sialnya, dibaca oleh semua orang). Setiap tulisan dan <em>status update</em> itu mewakili karakteristik diri penulisnya. Melalui itulah, para pembaca di ranah daring mencoba memahami seperti apa kepribadian dan perilaku Anda. Kalau yang Anda tulis adalah sesuatu yang bermanfaat, para pembaca pun akan suka, bahkan merasa terinspirasi. Mereka akan selalu menantikan setiap tulisan terbaru Anda.</p>
<p>Dunia daring memang tempat untuk berbagi. Menulis diary itu memang bisa menenangkan beban pikiran. Semua emosi bisa ditumpahkan, dan Anda akan lega setelah semuanya tercurahkan. Namun, jangan lupa untuk menaruhnya di tempat yang tepat. Jikalah isi cerita sangatlah sensitif, taruhlah saja di diary pribadi Anda, di buku, atau di blog yang ter-<em>password</em>, sehingga tak terbaca oleh orang lain yang menjadi subjek diary Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/15/dari-diary-ke-dunia-daring/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sarah Aprilia, Siapakah Dia?</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/09/04/sarah-aprilia-siapakah-dia/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/09/04/sarah-aprilia-siapakah-dia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 10:05:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2772</guid>
		<description><![CDATA[â€œButuh guru ke rumah?â€ Di sebelah tulisan itu terlihat seorang wanita cantik bernama Sarah Aprilia menawarkan jasanya. Terpampang nomor telpon dan email si Sarah. Poster ini ditempel di beberapa SMA di Jakarta. Kalau Anda menelpon nomor tersebut, akan ada pesan dengan suara seksi, â€œHalo, aku lagi nggak bisa angkat telpon. Tinggalin pesan aja, yah.â€ Untuk email, silakan coba saja. Tadi sempat coba untuk di-<em>add</em> sebagai YM, tapi gagal. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/09/sarah-aprilia-8.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/sarah-aprilia.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/sarah-aprilia-300x225.jpg" alt="sarah aprilia" title="sarah aprilia" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-2773" /></a>â€œButuh guru ke rumah?â€ Di sebelah tulisan itu terlihat seorang wanita cantik bernama Sarah Aprilia menawarkan jasanya. Terpampang nomor telpon dan email si Sarah. Poster ini ditempel di beberapa SMA di Jakarta. </p>
<p>Kalau Anda menelpon nomor tersebut, akan ada pesan dengan suara seksi, â€œHalo, aku lagi nggak bisa angkat telpon. Tinggalin pesan aja, yah.â€ Untuk email, silakan coba saja. Tadi sempat coba untuk di-<em>add</em> sebagai YM, tapi gagal. </p>
<p>Beredar pula video di YouTube yang isinya 2 orang anak cowok yang kesengsem melihat si guru dari atas, apalagi saat si guru menyibakkan rambutnya. Videonya bisa dilihat berikut ini.</p>
<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/45jGFMXEE9g&#038;color1=0xb1b1b1&#038;color2=0xcfcfcf&#038;feature=player_embedded&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowScriptAccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/45jGFMXEE9g&#038;color1=0xb1b1b1&#038;color2=0xcfcfcf&#038;feature=player_embedded&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p>Isu tentang dirinya hangat menjadi pembicaraan di forum Kaskus. Bahkan muncul pula di <a href="http://ridu.web.id/2009/09/04/sarah-aprilia-guru-les-fenomenal/" target="_blank">beberapa</a> <a href="http://www.bloggerceria.com/2009/09/profil-dan-foto-sarah-aprilia-guru-les.html" target="_blank">blog</a>. <a href="http://www.plurk.com/search#q=sarah aprilia" target="_blank">Plurk</a> dan <a href="http://search.twitter.com/search?q=sarah+aprilia" target="_blank">Twitter</a> pun ramai membicarakannya. Oh ya, si Sarah Aprilia ini sendiri punya akun di <a href="http://www.plurk.com/sarah_aprilia" target="_blank">Plurk</a> dan <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1806994220" target="_blank">Facebook</a>. Ia juga cukup rajin meng-<em>update status</em>-nya di Plurk. Begitu aktifnya Sarah di <em>social media</em>, sehingga cukup yakin kalau ini adalah praktik viral <em>brand</em> tertentu. Hanya saja, <em>brand</em> apa?</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/sarah-aprilia-2.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/sarah-aprilia-2-300x225.jpg" alt="sarah aprilia 2" title="sarah aprilia 2" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-2774" /></a>Kalau dari kasak-kusuk cari dan tanya sana-sini, kemungkinan besar ini adalah aksi dari Axe. Ingat kampanye Axe dengan bintang Asmirandah? Ciri-cirinya khas sekali terlihat di sini, dari pendekatan wanita cantik pintar terhadap cowok yang nggak PD. Plus aksi pesan suara bila mengontak nomor telpon yang disebutkan. Lalu siapa Sarah Aprilia sebenarnya? Katanya sih sebenarnya ia adalah salah satu partisipan Putri Indonesia tahun lalu, dari Sumatra Utara, dengan nama asli <a href="http://www.facebook.com/raline.r.shah" target="_blank">Raline Rahmat Shah</a>.  </p>
<p>Terlepas dari Sarah Aprilia ini adalah karakter fiktif atau bukan, aksinya di <em>social media</em> benar-benar luar biasa. Lihat saja para pengguna Plurk yang bertanya jawab dengannya. Kita tunggu saja, apakah benar <em>brand</em> Axe yang berada di baliknya? Ataukah memang ternyata Sarah Aprilia ini benar seorang guru asli dan bukan buatan siapapun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/09/04/sarah-aprilia-siapakah-dia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gempa dan Social Media</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/09/02/gempa-dan-social-media/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/09/02/gempa-dan-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 12:40:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[earthquake]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[research]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[widget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2759</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar jam 14:55 tadi terjadi gempa, yang diikuti dengan gempa susulan 2 kali dengan skala lebih kecil, di selatan Laut Jawa. Dampaknya terasa di pesisir selatan Jawa hingga pusat kota Jakarta (yang nulis ini sedang berada di lantai 26 saat terjadi gempa). Seperti biasa, sesuatu yang memiliki dampak besar akan ramai dibicarakan di ranah <em>social media</em>, tak terkecuali di Facebook, Twitter, dan Plurk. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/09/facebook_search_gempa.png" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Sekitar jam 14:55 tadi terjadi gempa, yang diikuti dengan gempa susulan 2 kali dengan skala lebih kecil, di selatan Laut Jawa. Dampaknya terasa di pesisir selatan Jawa hingga pusat kota Jakarta (yang nulis ini sedang berada di lantai 26 saat terjadi gempa). Seperti biasa, sesuatu yang memiliki dampak besar akan ramai dibicarakan di ranah <em>social media</em>, tak terkecuali di Facebook, Twitter, dan Plurk. </p>
<p>Inilah sebagian percakapan yang bisa disimak di <strong>Facebook Search</strong>.<br />
<a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/facebook_search_gempa.png"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/facebook_search_gempa.png" alt="facebook_search_gempa" title="facebook_search_gempa" width="550" class="aligncenter size-full wp-image-2763" /></a></p>
<p>Berikut ini adalah tren percakapan yang terjadi sehubungan dengan gempa, diambil dari <a href="http://trendistic.com" target="_blank">Trendistic</a>. Jam 15:30 menunjukkan puncak terjadinya pembicaraan seputar gempa.<br />
<a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/twitter_gempa_trendistic.png"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/twitter_gempa_trendistic.png" alt="twitter_gempa_trendistic" title="twitter_gempa_trendistic" width="550" class="aligncenter size-full wp-image-2761" /></a></p>
<p>Kalau ini diambil dari <a href="http://tweetstats.com/trends" target="_blank">TweetStats</a>. Kata &#8220;gempa,&#8221; &#8220;earthquake,&#8221; &#8220;jakarta, &#8220;tasikmalaya,&#8221; dan &#8220;indonesia&#8221; terlihat mendominasi tren selama 3 jam sejak pukul 15:00.<br />
<a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/twitter_gempa_tweetstats.png"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/twitter_gempa_tweetstats.png" alt="twitter_gempa_tweetstats" title="twitter_gempa_tweetstats" width="550" height="483" class="aligncenter size-full wp-image-2762" /></a></p>
<p>Dan terakhir berikut ini adalah tren percakapan yang terjadi di Plurk.<br />
<a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/plurk_gempa.png"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/09/plurk_gempa.png" alt="plurk_gempa" title="plurk_gempa" width="678" height="482" class="aligncenter size-full wp-image-2760" /></a></p>
<p>Titik gempa terakhir bisa dilihat di <em>widget </em>berikut ini:<br />
<iframe src="http://media-ide.bajingloncat.com/widget/infogempa2/infogempa2.html" width="500px" height="500px" frameborder="0"></iframe> </p>
<p>Percakapan yang terjadi sebagian besar serius. Namun ada yang bercanda yang menganggap gempa sudah menjadi klaim negara tetangga. Sayangnya tidak semua media pintar menyortir mana yang serius dan mana yang guyon. Cek saja <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/09/02/16515755/Hmmm....Gempa.Juga.Diklaim.Malaysia" target="_blank">kebodohan Kompas</a> yang mengira gempa ini diklaim oleh Malaysia. Bisa jadi sih maksudnya bercanda, tapi rasanya peristiwa gempa <strong>bukanlah hal yang pantas dijadikan sebagai bahan gurauan</strong>, apalagi untuk media sekelas Kompas. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/09/02/gempa-dan-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Sembarangan Update Status di Facebook</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/08/11/jangan-sembarangan-update-status-di-facebook/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/08/11/jangan-sembarangan-update-status-di-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 00:36:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2690</guid>
		<description><![CDATA[Facebook  sudah hampir menjadi bagian kita sehari-hari. Kita sering menceritakan apa yang kita lakukan, apa yang kita rasakan, apa yang kita lihat melalui <em>status update</em>. Hanya saja, perlu kita ingat kalau kita tidak bisa sebebas-bebasnya menulis <em>status update</em> tanpa mempertimbangkan konsekuensi yang terjadi. Seperti kita bersosialisasi dengan teman pergaulan, rekan kerja, klien, atau keluarga di dunia nyata, tentunya kita harus menjaga tata krama agar tidak ada perkataan kita yang menyinggung mereka.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/08/facebook-job.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Facebook  sudah hampir menjadi bagian kita sehari-hari. Kita sering menceritakan apa yang kita lakukan, apa yang kita rasakan, apa yang kita lihat melalui <em>status update</em>. Hanya saja, perlu kita ingat kalau kita tidak bisa sebebas-bebasnya menulis <em>status update</em> tanpa mempertimbangkan konsekuensi yang terjadi. Seperti kita bersosialisasi dengan teman pergaulan, rekan kerja, klien, atau keluarga di dunia nyata, tentunya kita harus menjaga tata krama agar tidak ada perkataan kita yang menyinggung mereka.</p>
<p>Jangan lupa siapa saja yang menjadi teman kita di Facebook (dan juga siapa yang mengikuti kita di Twitter dan Plurk). Salah-salah kita menulis <em>status update</em>, bisa menyinggung salah satu dari mereka. Kalau mereka yang tersinggung hanyalah teman virtual kita dan kita tidak pernah ketemu, mungkin tidak terlalu masalah. Namun saat yang tersinggung adalah seseorang yang jumpai dalam aktivitas kita sehari-hari, masalah besar tentu akan menyusul.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/08/facebook-job.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/08/facebook-job.jpg" alt="" title="facebook-job" width="500" height="316" class="aligncenter size-full wp-image-2691" /></a></p>
<p>Untuk mencegah terjadinya â€œperang duniaâ€ seperti gambar di atas, ada baiknya kita mengelompokkan teman-teman kita di Facebook. Pisahkan antara teman pergaulan (yang lebih loose dalam bercanda), keluarga, teman kerja, bos-bos, klien, hingga bekas pacar (serius). Ada beberapa orang yang kita kenal dan mungkin tidak enak kalau kita ignore yang bersangkutan. Namun kita sebenarnya tidak ingin tahu aktivitas dia dan sebaliknya, kita tidak ingin aktivitas kita diketahui olehnya. Atur <em>privacy</em> masing-masing kelompok, pilih mana dari mereka yang tidak bisa melihat <em>status update</em> kita. Pilihan <em>privacy</em> Facebook sangat luas dan kompleks. Kita juga bisa mengatur siapa yang tidak melihat galeri kita dan tidak bisa men-tag kita. Coba saja sendiri ya!</p>
<p>Tips berikutnya yang lebih mudah, ya berhati-hatilah dalam menuliskan <em>status update</em>. Tulislah yang baik dan aman saja. Kalau memang ingin protes atau mengeluh tentang suatu hal, pastikan protes dan keluhan itu tidak langsung menyinggung nama orang. Gunakan kalimat yang bersifat sindiran halus, dan bukan makian. Ingat, setiap pernyataan kita di Facebook mencerminkan diri kita sendiri. Kalau kita ingin membangun <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/06/20/e-narcism-gaul-dan-eksis-di-internet/">e-narcism</a> di Facebook, ya muatlah dengan konten-konten yang positif dan bermanfaat.</p>
<p>Psst, jangan lupa <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/kontes-e-narcism/">Kontes E-Narcism</a> ya! Waktunya hanya sampai 23 Agustus 2009! Tinggal 2 minggu lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/08/11/jangan-sembarangan-update-status-di-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Unite â€“ Kami Tidak Takut</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/07/17/indonesia-unite-%e2%80%93-kami-tidak-takut/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/07/17/indonesia-unite-%e2%80%93-kami-tidak-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 13:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Communities]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[terrorism]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2649</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi, berita tentang ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton  dengan cepat beredar di ranah <em>social media</em>. Berita liputan langsung dengan foto lebih cepat ditemukan di Twitter daripada di Metro TV sekalipun. Beberapa teman di Twitter kebetulan berada dekat lokasi, dan segera menuliskan reportase dan foto. Metro TV baru menampilkan reportasenya sekitar sejam setelah ledakan. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/07/merahputih.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/07/merahputih.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/07/merahputih-300x216.jpg" alt="" title="merahputih" width="250" class="alignleft size-medium wp-image-2650" /></a>Tadi pagi, berita tentang ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton  dengan cepat beredar di ranah <em>social media</em>. Berita liputan langsung dengan foto lebih cepat ditemukan di Twitter daripada di Metro TV sekalipun. Beberapa teman di Twitter kebetulan berada dekat lokasi, dan segera menuliskan reportase dan foto. Metro TV baru menampilkan reportasenya sekitar sejam setelah ledakan. </p>
<p>Perkembangan informasi, serta liputan dari beragam media dirangkum oleh teman-teman di Twitter, Plurk, maupun Facebook. Untuk mereka yang tidak sempat menonton televisi, bisa pula mendapatkan berita terakhirnya dari Detik, Kompas, dan rangkuman teman-teman di ranah <em>social media</em>. Beberapa teman bahkan menyempatkan membuat tulisan di blog. Cek saja <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/?p=873" target="_blank">ini</a>, <a href="http://simplychi.wordpress.com/2009/07/17/jakarta-hari-ini/" target="_blank">ini</a>, dan <a href="http://vavai.com/blog/v2/2009/07/17/bombs-at-jakarta-hotels-kill-4-foreigners/" target="_blank">ini</a>. </p>
<p>Berbagai pendapat dan opini teman-teman terhadap proses evakuasi hingga pidato SBY ramai menjadi bahan pembicaraan. Secara spontan, banyak pengguna Twitter, yang lalu diikuti pengguna Plurk dan Facebook, yang mengganti <em>avatar</em> mereka dengan bendera Merah Putih. <em>Hashtag</em> <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23indonesiaunite" target="_blank">#indonesiaunite</a> menjadi topik tren di Twitter (bahkan hingga saat ini ditulis). </p>
<p><a href="http://www.pandji.com/" target="_blank">Pandji</a>  dibantu teman-teman <a href="http://twitter.com/jtug" target="_blank">@jtug</a> (Jakarta Twitter User Group) mengunggah lagu Pandji ke YouTube berjudul â€œ<a href="http://www.youtube.com/watch?v=HEw1iHc6CP4" target="_blank">Kami Tidak Takut</a>.â€ yang seakan-akan menjadi pernyataan yang pas untuk saat ini, kalau kita sebagai Bangsa Indonesia tidak akan takut akan terorisme. Di Facebook, beberapa teman juga berinisiatif membuat <a href="http://www.facebook.com/pages/IndonesiaUnite/240349685009" target="_blank">Facebook Page Indonesia Unite</a> sebagai media penyampaian ekspresi pernyataan rasa tidak takut terhadap aksi terorisme. Seluruh aksi ini dilaksanakan spontan oleh berbagai orang.</p>
<p><object width="320" height="265"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/HEw1iHc6CP4&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/HEw1iHc6CP4&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="320" height="265"></embed></object> </p>
<p>Lalu apakah pernyataan moral melalui ranah <em>social media</em> ini bermanfaat? Jelas!! </p>
<p>Pertama, kita sebagai warga yang aktif di ranah daring bisa menunjukkan diri di hadapan dunia, kalau kita menolak aksi terorisme. Bahkan kita tidak akan takut terhadap mereka. Upaya para teroris yang (dari namanya saja sudah ketahuan) untuk menanamkan rasa teror di masyarakat sudah tidak mempan. Kita bisa menunjukkan kepada mereka kalau usaha mereka menakut-nakuti kita dan membuat kita lemah di mata dunia tidak mempan.</p>
<p>Kedua, masyarakat dunia tahu akan sikap perlawanan moral kita. Mereka bisa melihatnya melalui tren yang terjadi di Twitter dan Facebook Page. Mudah-mudahan dengan cara ini pula, akan membuat mereka tidak takut untuk datang ke negeri kita. Mereka juga tidak lalu asal mengecap negeri kita sebagai sarang terorisme. Untuk membantu mereka memahami, cobalah sesekali membuat tulisan dalam bahasa Inggris, agar mereka paham perlawanan kita dan sikap kita yang tidak takut akan terorisme.</p>
<p>Mudah-mudahan Indonesia Unite ini bisa benar-benar mempersatukan, setidaknya kalangan masyarakat daring. Mudah-mudahan juga para pemimpin kita tidak lagi berdebat dan beragumen tidak mutu, dan mengambil contoh kita. Kalau kita yang rakyatnya saja bisa bersatu dalam satu suara perlawanan, mengapa pemimpinnya tidak?</p>
<p>Kredit gambar: <a href="http://www.sekarduside.com/2009/07/indonesia-unite.html" target="_blank">Nico Wijaya</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/07/17/indonesia-unite-%e2%80%93-kami-tidak-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>75</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>E-Narcism, Gaul dan Eksis di Internet</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/06/20/e-narcism-gaul-dan-eksis-di-internet/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/06/20/e-narcism-gaul-dan-eksis-di-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 00:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book]]></category>
		<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[cerpenista]]></category>
		<category><![CDATA[enarcism]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[friendster]]></category>
		<category><![CDATA[fupei]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[koprol]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[politikana]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[social network]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[uu ite]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2545</guid>
		<description><![CDATA[Situs <em>social media</em> yang muncul beberapa tahun lalu kini makin populer. Pengguna Facebook kini telah mencapai lebih dari 3 juta orang. Situs <em>microblog </em>Plurk yang muncul setahun lalu memiliki pengguna terbanyak dari Indonesia. Belakangan ini, situs <em>microblog </em>pendahulunya, Twitter semakin populer dan mengalami pertumbuhan pengguna di Indonesia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2009/06/cover-e-narcism.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/06/cover-e-narcism.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/06/cover-e-narcism-210x300.jpg" alt="" title="cover-e-narcism" width="150" class="alignleft size-medium wp-image-2546" /></a>Situs <em>social media</em> yang muncul beberapa tahun lalu kini makin populer. Pengguna Facebook kini telah mencapai lebih dari 3 juta orang. Situs <em>microblog </em>Plurk yang muncul setahun lalu memiliki pengguna terbanyak dari Indonesia. Belakangan ini, situs <em>microblog </em>pendahulunya, Twitter semakin populer dan mengalami pertumbuhan pengguna di Indonesia.</p>
<p>Situs-situs <em>social media</em> lokal tak kalah unjuk gigi. Forum terbesar di Indonesia, <a href="http://kaskus.us">Kaskus</a>, masih hidup hingga sekarang. Forum Jual Beli menjadi denyut kehidupan situs itu, meski forum-forum lain di dalamnya pun tak kalah ramainya. Situs Web 2.0 lokal lainnya, seperti <a href="http://politikana.com">Politikana</a>, <a href="http://lintasberita.com">Lintas Berita</a>, <a href="http://cerpenista.com">Cerpenista</a>, <a href="http://fotografer.net">Fotografer.net</a>, atau <a href="http://koprol.com">Koprol</a> juga semakin aktif digunakan. </p>
<p>Bisa jadi untuk seseorang yang masih tahap awal menelusuri dunia internet, banyaknya situs ini membingungkan. Semua orang tentu ingin gaul dan eksis di ranah digital. Namun tak banyak orang yang tahu kalau mereka pun juga bisa mendapatkan banyak hal positif dari itu semua. Saat kita mulai aktif di ranah digital, rekam jejak kita akan mudah terlihat. Untuk itu, ada baiknya sejak awal kita sudah meninggalkan hal-hal yang bermuatan positif di situs manapun kita mencoba aktif. Ada baiknya juga bila kita tahu situs-situs mana yang pas dengan kompetensi diri, sehingga keaktifan kita di situs itu akan ikut pula membantu pencitraan diri akan kompetensi kita.</p>
<p>Buku â€œ<strong>E-Narcism, Gaul dan Eksis di Internet</strong>â€ ini membahas tentang semua hal itu. Buku ini bercerita bagaimana kita bisa memanfaatkan <em>social media</em> untuk membangun eksistensi diri kita di ranah maya. Blog, forum internet, situs-situs Web 2.0 lain, bisa kita manfaatkan semaksimal mungkin. Buku ini juga membahas batasan antara kejujuran kita saat aktif di internet dan kerahasiaan pribadi yang harus kita jaga. Tidak semua orang punya niat baik saat beraktivitas di ranah maya. Meski kita ingin gaul dan eksis, bukan berarti kita lalu abai akan faktor kehati-hatian.</p>
<p>Buku ini menekankan pula pada pentingnya memberikan kontribusi konten bermuatan positif di ranah maya. Positif dalam artian bermanfaat dan memberikan nilai lebih bagi pembacanya, seperti penulisan pengalaman atau kompetensi diri di blog, menggalang kepedulian sosial yang melibatkan banyak orang melalui blog dan Facebook, serta bagaimana kita mempromosikannya.</p>
<p>Cuplikan awal buku ini bisa dibaca di bawah ini. Silakan <a href="http://www.slideshare.net/anakcerdas/enarcism/download">unduh PDF-nya di sini</a>, dan segeralah berlari ke toko buku terdekat (sebaiknya sih ke Gramedia) untuk membeli buku ini. </p>
<p>Buku bisa dibeli pula di <a href="http://www.kutukutubuku.com/2008/open/15035/e-narcism_-_gaul_dan_eksis_di_internet" target="_blank">kutukutubuku.com</a>!</p>
<p>Ikuti pula <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/kontes-e-narcism/">Kontes E-Narcism</a> berhadiah <strong>6 iPod dan 24 t-shirt</strong> keren!</p>
<p><object style="margin:0px" width="477" height="510"><param name="movie" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayerd.swf?doc=shortver-e-narcism-090609033919-phpapp01&#038;stripped_title=enarcism" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayerd.swf?doc=shortver-e-narcism-090609033919-phpapp01&#038;stripped_title=enarcism" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="477" height="510"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/06/20/e-narcism-gaul-dan-eksis-di-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Popularitas Twitter di Indonesia</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/05/12/popularitas-twitter-di-indonesia/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/05/12/popularitas-twitter-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 02:01:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Living]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[research]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2443</guid>
		<description><![CDATA[Pengakses tertinggi situs microblog Plurk kini adalah Indonesia. Berdasarkan versi Alexa, 23,5% kunjungan ke Plurk adalah dari Indonesia, selanjutnya diikuti oleh Amerika Serikat (17,5%)dan Filipina (13,6%). Popularitasnya memang menanjak, karena kebiasaan pengguna kita yang suka ikut-ikutan dengan yang sudah lebih duluan menggunakannya. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2008/12/twitter_logo_thumb.png" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Pengakses tertinggi situs <em>microblog </em>Plurk kini adalah Indonesia. Berdasarkan versi Alexa, 23,5% kunjungan ke Plurk adalah dari Indonesia, selanjutnya diikuti oleh Amerika Serikat (17,5%)dan Filipina (13,6%). Popularitasnya memang menanjak, karena kebiasaan pengguna kita yang suka ikut-ikutan dengan yang sudah lebih duluan menggunakannya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/05/twitter_plurk_1.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/05/twitter_plurk_1.jpg" alt="" title="twitter_plurk_1" width="470" height="390" class="alignnone size-full wp-image-2444" /></a></p>
<p><em>Microblog </em>Twitter, pendahulunya, malah ketinggalan, karena jumlah penggunanya di Indonesia pun belum sebanyak Plurk, meskipun Twitter begitu populernya di Amerika Serikat. Namun bisa jadi kondisi itu akan berubah di beberapa bulan mendatang, karena entah kenapa popularitas Twitter di Indonesia mulai meningkat belakangan ini. Katanya, sekarang pengguna Twitter di Indonesia sudah mencapai <del datetime="2009-05-12T05:28:53+00:00">15.000</del> 1.500 orang (mohon koreksi kalau salah ya).</p>
<p>Perhatikan saja data dari <a href="http://trends.google.com/">Google Trends</a> berikut yang menunjukkan peningkatan tren pencarian kata twitter dan situs twitter.com, sementara kata plurk dan situs plurk.com cenderung statis.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/05/twitter_plurk_2.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/05/twitter_plurk_2.jpg" alt="" title="twitter_plurk_2" width="470" height="379" class="alignnone size-full wp-image-2445" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/05/twitter_plurk_3.jpg"><img src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/05/twitter_plurk_3.jpg" alt="" title="twitter_plurk_3" width="470" height="379" class="alignnone size-full wp-image-2446" /></a></p>
<p>Lalu apa yang menyebabkan peningkatan popularitas Twitter ini? Salah satunya mungkin disebabkan karena promosi aktif para penyiar radio yang juga pengguna Twitter. Belakangan ini coba dengarkan beberapa radio ternama, seperti Hard Rock dan Prambors. Mereka terbuka untuk kenalan, tanya-tanya, dengan para pendengarnya melalui Twitter. Di antaranya misalnya: <a href="http://twitter.com/pandji" target="_blank">@pandji</a>, <a href="http://twitter.com/iwetramadhan" target="_blank">@iwetramadhan</a>, <a href="http://twitter.com/steny_agustaf" target="_blank">@steny_agustaf</a>, <a href="http://twitter.com/larasati" target="_blank">@larasati</a>, <a href="http://twitter.com/andiraa" target="_blank">@andiraa</a>, <a href="http://twitter.com/mrhananto" target="_blank">@mrshananto</a>, dari Hard Rock (sumber: <a href="http://twitter.com/taufikn" target="_blank">@taufikn</a>). Suara figur seperti penyiar tentu lebih mudah menarik minat pengguna baru. Mereka yang belum kenal Twitter minimal akan mencobanya terlebih dahulu.</p>
<p>Tren yang menunjukkan popularitas Twitter menanjak juga bisa dilihat dari semakin banyaknya <em>brand </em>lokal yang ikut memiliki akun Twitter. Ada <a href="http://twitter.com/vivanews" target="_blank">@vivanews</a>, <a href="http://twitter.com/kompasdotcom" target="_blank">@kompasdotcom</a>, <a href="http://twitter.com/thejakartaglobe" target="_blank">@thejakartaglobe</a> yang rutin mengirimkan tautan terakhir dari berita di portal masing-masing (agak membosankan memang). Ada yang memanfaatkan individu seperti <a href="http://twitter.com/jalansutera" target="_blank">@jalansutera</a> untuk mewakilkan informasi berita dari tempatnya bekerja (Tempo Interaktif). </p>
<p>Ada yang lebih â€œmanusiawiâ€ karena menyampakan pesannya ala pengguna Twitter lainnya. Isi Twitternya relevan dengan <em>brand </em>yang ia angkat, seperti yang dilakukan <a href="http://twitter.com/lalights" target="_blank">@lalights</a>, <a href="http://twitter.com/nike_id" target="_blank">@nike_id</a>, <a href="http://twitter.com/macworldid" target="_blank">@macworldid</a>. Ada lagi yang memanfaatkan Twitter untuk menceritakan beragam program promosi dan event yang dilakukan oleh brand, seperti <a href="http://twitter.com/pacificplace" target="_blank">@pacificplace</a>, <a href="http://twitter.com/plazasenayan" target="_blank">@plazasenayan</a>, dan <a href="http://twitter.com/kinokuniya_jkt" target="_blank">@kinokuniya_jkt</a> (sumber: <a href="http://twitter.com/aulia" target="_blank">@aulia</a>)</p>
<p>Akankah peningkatan popularitas Twitter di Indonesia ini akan terus berlangsung? Kalau melihat pola yang sudah terjadi pada Plurk dan Facebook, sepertinya tinggal tunggu waktu saja. Asalkan para <em>influencer </em>aktif di Twitter, para fan-nya pasti akan mengikuti, karena seperti disebutkan di atas, pengguna Indonesia itu cenderung suka ikut-ikutan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/05/12/popularitas-twitter-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

