Home » Arsip

Arsip Artikel dengan Tag “social media”

Online Branding »

[24 Nov 2010 | 4 komentar | 1,273 views]
<em>Brandjacking</em> di <em>Social Media</em>

Belakangan ini istilah brandjacking menjadi terangkat kembali, sejak munculnya beberapa artikel di Detik.com (artikel 1, 2, 3, 4). Brandjacking adalah aksi yang dilakukan oleh suatu pihak dengan berpura-pura menjadi figur atau perusahaan atau brand di ranah daring. Di ranah social media hal ini bisa dilakukan dengan mudah, dengan cara mengakuisi nickname di Twitter dan Facebook terlebih dahulu. Memang prinsipnya, siapa cepat mendapatkan nickname itu, dialah yang dapat.

Online Branding »

[22 Nov 2010 | 9 komentar | 2,538 views]
Promo Gila Air Asia ke Prancis

Eh, berlebihan sih sebetulnya kalau disebut gila. Namun promo yang disebarkan melalui newsletter Air Asia pagi ini kepada para pelanggannya memang sungguh mencengangkan. Air Asia membuka masa booking selama 22-24 November 2010 untuk penerbangan tahun depan ke kota romantis Paris berangkat mulai tanggal 14 Februari 2011. Tanggalnya sengaja dipas-pasin dengan hari Valentine.

Online Branding »

[20 Nov 2010 | 4 komentar | 1,552 views]
Media Berbayar dan Tidak

Kalau media tradisional kita umumnya hanya mengenal media yang berbayar. Brand membayar spot iklan di televisi, billboard, majalah, koran, radio, dll. Saat ini media berbayar seperti ini masih populer dan sepertinya masih menjadi pertimbangan utama pengiklan. Apalagi media seperti radio dan televisi menjangkau hampir seluruh rakyat Indonesia. Wajarlah kalau media ini sekarang masih menjadi primadona.

Online Living »

[18 Nov 2010 | 8 komentar | 1,875 views]
Aksi Sosial di Ranah Daring

Selalu saja ditemukan cara pemanfaatan social media untuk beragam jenis fungsi. Fungsi yang awalnya sekedar untuk pertemanan dan berbagi informasi bisa diadaptasi untuk fungsi lain. Aksi kepedulian sosial adalah salah satunya. Bencana alam yang terjadi di negeri ini nggak pernah luput dari perhatian para pengguna Twitter dan Facebook. Social media ini dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai upaya penggalangan dana.

Online Branding »

[15 Nov 2010 | 8 komentar | 2,406 views]
Upaya Nokia Indonesia Memanfaatkan <em>Social Media</em> dan <em>Endorser</em>

Nokia Indonesia mungkin salah satu regional Nokia yang paling aktif berkampanye digital. Coba saja perhatikan, setiap seri baru yang muncul akan selalu diikuti oleh kampanye daringnya. Terkadang bentuknya sederhana, hanya berupa situs info produk, namun terkadang upaya komunikasinya luar biasa, yang melibatkan elemen social media dan endorser.

Online Branding »

[13 Nov 2010 | 6 komentar | 20,002 views]
Setiap Netizen Punya Karakternya Masing-masing

Di tulisan terdahulu, sempat diceritakan kalau Barack Obama punya karakteristik tertentu. Karakter yang khas, yang akhirnya membentuk dirinya sebagai sebuah brand. Sebenarnya tidak harus menjadi seorang Obama untuk bisa punya karakteristik kuat. Sebagai seseorang yang aktif di ranah daring, apa yang kita lakukan sehari-hari sebetulnya secara tidak langsung membentuk karakteristik kita. Setiap tulisan blog kita, setiap status update kita, setiap cuap kita di Twitter membentuk persepsi tentang diri kita di mata orang lain. Kita membentuk brand diri kita sendiri melalui setiap aktivitas kita.

Online Branding »

[31 Oct 2010 | 21 komentar | 7,283 views]
Donasi Melalui <em>Social Media</em>

Pastinya kita sudah sering melihat aktivitas di luaran sana yang bertujuan untuk kegiatan amal. Biasanya kegiatan itu murni non komersil, semua pengurus yang terlibat memang bekerja dengan sukarela. Kalaupun ada biaya penyelenggaraan yang harus keluar, biaya itu sepenuhnya ditanggung oleh sponsor yang ikut membantu acara. Biasanya dalam kegiatan seperti ini, setiap peserta dipungut bayaran (atau dimintai keikhlasan sumbangan), yang sepenuhnya akan diberikan untuk amal.

Online Living »

[26 Oct 2010 | 9 komentar | 2,449 views]
Pelampiasan Stres di <em>Social Media</em>

Sore hingga malam kemarin bisa dibilang hari terparah yang dialami Jakarta dalam setahun ini. Hujan di Jakarta memang selalu berakibat genangan dan banjir, namun belum pernah hingga separah semalam. Katanya lebih dari 30 titik utama terendam air. Boro-boro mobil dan motor, angkutan umum seperti TransJakarta, bus umum, hingga KRL saja mati kutu. Banyak yang akhirnya memutuskan berjalan kaki (termasuk penulis blog ini) daripada tersiksa dalam kendaraan yang bergerak lebih pelan daripada siput. Banyak yang akhirnya terpaksa menginap di kantor, hotel, atau rumah teman terdekat, daripada menunggu tak jelas kapan kemacetan mereda.