Home » Arsip

Arsip Artikel dengan Tag “video”

Creative Works »

[26 Apr 2006 | 5 komentar | 3,607 views]
Film dan <em>Brand</em>

Beriklan tidak harus melalui TVC. Pemasang iklan mulai mempertimbangkan untuk mencari media tayang lain. Coca-Cola melakukannya dengan menjadi sponsor utama program American Idol. Seluruh cup yang diminum para juri adalah Coca-Cola. BMW menayangkan program yang lebih dahsyat, dengan membuat beberapa film pendek berseri “The Hire.” Dalam salah satu cerita, sang protagonis menunjukkan kepiawaiannya mengendarai mobil BMW dengan menghindari kejaran polisi, sambil mencari posisi korban penculikan yang disembunyikan dalam bagasi mobil yang akan tenggelam.

Creative Works »

[30 Mar 2006 | 15 komentar | 6,340 views]
Apakah Era Iklan Televisi Tradisional akan Berakhir?

Beberapa saat lalu Joseph Jaffe melalui buku terbarunya, “Life After The 30-second Spot,” menyatakan kalau industri advertising mulai mengalami kejatuhan karena hanya berpikir sempit pada pemanfaatan iklan televisi dan majalah semata untuk membangun sebuah brand. Dikatakan, sebaiknya advertising agency mulai mengembalikan posisinya sebagai penggagas ide kreatif dan memikirkan alternatif media lain yang bisa membangun brand dengan dampak yang sama.

Creative Works »

[9 Mar 2006 | 6 komentar | 4,187 views]
Fitur Mobil dan Wanita

Meski ini TVC mobil, dijamin tidak akan lolos untuk tayang di Indonesia. Kedua TVC ini, meski dari dua produsen mobil yang berbeda, mengambil sudut pandang dan tema serupa, yaitu dada wanita. Keduanya menceritakan dampak fitur yang diunggulkan mobil terhadap fisik seorang wanita. Lihat saja TVC Toyota Corolla dan Nissan Pathfinder berikut.

Creative Works »

[3 Mar 2006 | 2 komentar | 2,375 views]
Volvo V50 <em>Machinima</em>

Machinima merupakan istilah baru dalam penyajian animasi. Bila sebelumnya pembuatan animasi membutuhkan aplikasi 3D yang mahal, kini machinima menjadi alternatif untuk membuat film animasi berbiaya rendah. Film animasi machinima memanfaatkan engine dari suatu game (misal: Unreal, Movies, Neverwinter Nights, dll). Melalui engine ini, gerak karakter dan sudut pandang kamera diatur dan direkam ke format media tertentu. Kualitas animasi yang dihasilkan jelas bukan kualitas Hollywood, tapi ternyata karena keunikan gaya animasinya, machinima memiliki tempat tersendiri bagi penggemarnya.

Online Branding »

[27 Feb 2006 | 3 komentar | 3,794 views]
TVC dan <em>Website</em>

Sebuah TVC yang ditayangkan di media televisi pun ternyata bisa diintegrasikan dengan website dan kegiatan below the line. Saat KFC US mempromosikan produk Buffalo Snacker melalui TVC, pada salah satu frame di TVC itu ditampilkan sebuah kode rahasia. Kode rahasia ini lalu diisikan di website KFC. Untuk 75.000 orang pertama yang bisa menjawab kode rahasia tersebut, KFC akan membagikan kupon gratis untuk mencoba produk tersebut. Dengan cara demikian, KFC memberikan efek buzz yang luar biasa. Untuk yang mau tahu kode rahasianya, masukkan saja kata “buffalo.”

Creative Works »

[20 Feb 2006 | 10 komentar | 4,438 views]
Mobil Jadi Robot?

Siapa sih yang tidak ingat dengan seri animasi Transformers dulu kala? Di animasi itu, kita bisa melihat mobil-mobil yang bisa berubah bentuk menjadi robot. Dulu ingin sekali rasanya punya mobil seperti itu, meski tidak mungkin ada. Tapi, ide ini dipakai untuk TVC Citroen C4 terbaru. Untuk menunjukkan canggihnya teknologi yang dipakai oleh Citroen C4, ditunjukkan kalau mobil ini pun bisa berubah menjadi robot, dan menari!

Creative Works »

[3 Feb 2006 | 64 komentar | 15,710 views]
Video Paris Hilton dan Plesetannya

Siapa sih yang tidak kenal Paris Hilton? Ia ternyata cukup sering membintangi TVC. Sebagai seorang Paris Hilton, sepertinya tanggung kalau TVC-nya tidak kontroversial sekalian. Di TVC Carl’s Jr. yang disebar secara viral ini, Paris Hilton menikmati burger sambil mencuci sebuah mobil (tentunya dengan berpakaian minim).

Creative Works »

[31 Jan 2006 | 6 komentar | 10,094 views]
Koleksi Video <em>Viral</em>

Di US dimana koneksi internet broadband (dalam arti sebenarnya, bukan sekedar istilah saja seperti di Indonesia) merajalela, penyebaran viral advertising dalam format video sudah menjadi hal yang biasa. Viral video ini disebar dari satu inbox ke inbox lainnya, hanya karena video itu dirasakan menarik. Penerima e-mail lalu meneruskan video itu ke temannya dengan anggapan temannya pasti akan tertarik pula.