Arsip Artikel dengan Tag “web 2.0”
Online Communities »
Seperti telah disebutkan di 2 artikel terdahulu, Web 2.0 lebih berfokus pada saling berbagi informasi, berkolaborasi, bekerja sama, dengan konten partisipasi pengunjung (atau anggota website) sebagai primadona andalannya. Di Indonesia memang belum banyak yang membangun website yang orisinal. Kebanyakan idenya masih mengadaptasi dari konsep yang sudah ada. Tapi terus terang saja, membuat sesuatu yang baru itu jelas sulit. Begitu menemukan ide baru, eh ternyata ide serupa sudah pernah ada yang mengejakannya di negara lain.
Online Communities »
Menyambung tulisan sebelumnya, sekarang coba kita lihat ranah negeri kita sendiri. Website mana saja yang kira-kira masuk kategori Web 2.0? Seperti yang sudah disebutkan, kriteria utama website adalah adanya konten yang bisa dibagi atau dikolaborasikan. Konten utama website adalah dari pengunjung website, dan bukan dari pemilik/penyelenggara website. Tapi ini bukan patokan utama ya, dan terbuka untuk sanggahan dan masukan.
Online Communities »
Tentu banyak yang sudah familiar dengan istilah Web 2.0, jadi nggak akan dibahas lagi di sini. Intinya adalah, sebuah website yang menyediakan sarana untuk orang berhubungan, berkolaborasi, hingga saling berbagi. Yang kini sudah familiar adalah jaringan sosial, seperti Friendster, MySpace, atau Facebook (yang makin populer). Atau versi Indonesia-nya, Fupei dan Aku Cinta Sekolah. Bahkan ada website yang namanya Ning yang memfasilitasi Anda untuk membuat jaringan sosial sendiri. Jadi, seperti Friendster dalam Friendster.
Online Branding »
Hari Kamis lalu, pihak Intimedia sempat mengundang beberapa pelaku bisnis web untuk mengikuti Seminar Bisnis Web di Era Web 2.0. Pada kesempatan ini, Mas Adri memberikan penjelasan tentang perbedaan penting antara Web 1.0 dan Web 2.0.
Online Branding »
Semakin banyak brand yang melakukan kampanye online-nya dengan semangat Web 2.0. Salah satu inti dari Web 2.0 sendiri adalah pengunjung bisa berpatisipasi aktif di website, tidak sekedar dicekokin pesan satu arah oleh brand. Justru, brand menyiapkan aplikasi atau permainan yang mengajak pengunjung untuk terlibat dan menyebarkannya ke orang lain.



